Chalice : Chalice awalnya malas dan kaga ada mood ngetik cerita ini, tapi setelah membaca komik (yang tanpa sengaja chalice temukan di mangafox *promosi*) Berjudul Ookami-Heika no hanayome (english : wolf King's Bride) , CHALICE JADI ADA MOOD XD, mungkin karena chara utama cowonya mempunyai 2 sifat kali ya : sifat dingin, tidak berperasaan dan sifat childish dan hati yang baik X3

Kagemi :Sudahlah chalice *sweatdropped* Jangan curhat disini... *menghela nafas*

Chalice : OH IYA! OKE! GEHA-CHAN, Cepetan buka spanduk Disclaimer!

Kageha : *ngakat sebuah spanduk bertulis Disclaimer*

Disclaimer : Vocaloid Not Mine, but Yamaha and Crytpon future media have Vocaloid (Chalice sok inggris)

Warning : GaJe, makin aneh, Kaga jelas, Lebay, TYPO, kesalahan mengeja EYD, OOC maybe, Romance? Kaga tahu ada atau tidak #dibunuh, alur kecepatan, Gonta-ganti POV, dll.

~Happy Reading~


Cip! cip! cip! (Suara burung berkicau (?) aneh ya... di pantai ada suara burung X3)

Miku membuka matanya perlahan, cahaya matahari tersebut mengenai mukanya yang membuatnya bangun.

'Sudah pagi ya? tapi tumben pagi-pagi kaga sedingin biasanya, kali ini hangat dan nyaman' batinnya bingung.

Miku ingin bangun tapi dia merasa badannya di tahan sesuatu.

Procces...

1 %

5%

10%

25%

33%

54%

78%

99%

100%

Miku segera melihat kepinggangnya...

Miku langsung cengo, melihat ada seseorang yang memeluknya.

Segera ia membalikkan badannya kebelakang untuk melihat sang pelaku (?).

.

.

.

.

Ternyata yang memeluknya adalah KAITO?!

Miku langsung memerah mukanya.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAA!" Pekiknya di pagi hari.

SLAP!


"Pagi hari yang damai~ mendengar kicauan burung yang indah, pertamakali bangun kudengar suara jeritan Miku kaget, dan seketika daku di gampar~" ucap Kageito berpuisi (Baca : Mengejek)

Kaito yang merasa di ejek Kageito, hanya medeathglarekan pemuda berambut hitam dan memakai topeng diatas kepalanya tersebut.

Miku hanya bermuka kesal sambil makan.

"Oh ya, Nanti malam kita uji nyali di kuburan yuk!" ajak Kageito sambil makan.

Tanpa sengaja Miku menjatuhkan sendoknya "Eh? Uj, Uji nyali di kuburan?" tanyanya dengan muka memucat.

"Iya~ Kita masuk kekuburan lalu berjalan sampai ke pintu kuburan yang kedua (baca : Pintu keluar) yang jaraknya jauh dengan pintu gerbang pertama (baca : Pintu masuk) , dan kita haru masuk sendirian, karena kita ada 3 orang saja kan? nah, kalian setuju kaga?" tanya Kageito sambil minum teh hangat.

"Lho, bertiga? bukannya berempat? Si Taito kaga di hitung?" tanya Miku

"Taitokan kemarin pulang saat kau sedang pingsan" ucap Kageito.

Miku mengangguk-angguk berati mengerti.

"Nah, apakah kalian setuju dengan usulku?

"Boleh sih... walau takut tapi kaga apa, pengen menguji keberanian!" ucap Miku semangat.

Kageito menoleh ke arah Kaito yang sedang makan es krim Pa**le P*p.

"Apa?" tanya Kaito.

"Kau mau ikut uji nyali kaga?" tanya Kageito.

"...Boleh," jawab Kaito sambil menjilat es krimnya.

"Baiklah, sesuai Persepakatan (?) kita nanti malam Uji nyali!" Teriak Kageito kaga kalah semangatnya bersama Miku.

Kaito hanya menghela nafas karena melihat dua mahluk yang terlalu childish(?) Tersebut.


Malam harinya sesuai persepakatan, mereka mulai uji nyali, tapi sebelum itu mereka undi siapa yang pertama.

"HOREEEE! AKU KETERAKHIR!" Pekik Miku senang sambil menunjukkan kertas panjang bertulis "3"

"Aku Kedua" ucap Kaito santai sambil menunjukkan kertas yang bertulis "2"

Miku dan Kaito menatap Kageito yang memucat.

"A, Aku yang pertama..." Ucapnya dengan muka sepucat mayat.

Kageito dengan ragu dan takut dia segera masuk kedalam kuburan tersebut.


-Kageito place- -Kageito POV-

Aku berjalan masuk kedalam kuburan.

HELL! KUBURAN DI MALAM HARI LEBIH SERAM DI BANDING SIANG HARI! SI*L! KALAU BAKALAN SESERAM INI MENDINGAN SAYA KAGA MEMBERI USUL KAYA GINI! SI*L*N!

KRESEK! KRESEK!

Suara apa itu? entah kenapa aku merasa bulu kudukku menari disco (?) saking takutnya

KRESEK! KRESEK!

ASEEEM! SUARA APA ITU SIH?!

"HEI! siapa yang disana! ini kaga lucu! keluar deh!" teriakku memberanikan diri dengan takut.

KRESEK!KRESEK!

Mahluk ini benar-benar membuatku kesal! Dia pikir aku bakalan takut apa?! ayo sini! Kaga takut!

KRESEK!

Aku memelototin Semak-semak yang bergetar itu.

KRESEK!

Tiba-tiba muncul gadis memakai headband merah, berambut merah, dan GADIS itu megang GOLOK! HEELLL! DIA ITU HANTU BERMULUT ROBEK YA!? BAWA-BAWA GOLOK AJA!

"Aaaah... ada orang... bolehkah, saya bertanya?" tanya gadis itu dengan senyuman yang bagiku itu... MENYERAMKAAAAAAAAN! Aura belakangnya itu lhooo! Gelap, Suram dan Uhuk... penuh aura mistis (?).

"UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHH! JANGAN BUNUH ANEEEEEEEE!Pekik ku dan langsung lari secepat motor balab, ah kaga saya malah mengalahkan motor dan mobil balab! kecepatanku sekarang adalah 250 km/jam! hebat kan?


-Kageito POV- -Kiku POV-

Ara? Kenapa orang itu kaget menemuiku? apakah aku melakukan hal salah? Aku malah kaga mengeluarkan senyuman psikopatku kok, aku cuman mau nanya apakah dia bertemu Ito-chan?

"Kiku... Kau kemana saja? Ku carikan kemana-mana" terdengar suara familiar di telingaku.

"Ah~ Ito-chan~ Kau menemukankuuu~~" Ucapku dan langsung memeluk Ito-chan (baca : Taito).

"Oh ya, tadi aku mendengar suara Kageito berteriak" ucap Ito-chan

"Ara? Jadi Lelaki berambut hitam yang berteriak tadi itu sepupumu ya, Ito-chan?" Tanya ku.

Ito-chan mengangguk berati iya, tapi dia kelihatan ragu-ragu juga.

"Sudahlah kaga usah pikirin, kita jalan lagi aja, kitakan ingin menemukan kelinci yang musti kita mutilasi (?) yang tadi kabur dari kandang kan?" tanya Ito-chan.

Aku segera mengangguk dan kami segera melanjutkan pencarian 'Kelinci yang manis yang akan kami mutilasi~'


-Kiku POV end- -Kageito POV-

Gila! ini benaran gila! nyaris saja nyawaku terbang antah berantah karena gadis berambut merah yang misterius itu!

Untungnya Kami-sama memihakku! Aku berhasil keluar! OOOOH! KAMI-SAMA HAMBA BAHAGIA!

Segera kutelepon Kaito bahwa aku sudah sampai.

"kau sudah sampai ke gerbang keluar?" tanya Kaito dingin, HELL! seperti biasa dia tajam! belum bicara apa-apa dia sudah tahu aku ada di luar.

"Iya, nah sekarang giliranmu" ucapku malas, Ya, gimana kaga malas, Saudara ku ini cuek, kaga ada perasaan mungkin, masa bodo, pintar dan dingin, hell! hebat sekali semua sifat tersebut bersatu menjadi satu!

Kaito-nii segera mematikan sambungannya, aku yakin dia sedang berjalan masuk, Hahahaha! aku merasa ingin mengerjainnya!

Segera aku membuka tas yang dari tadi sebenarnya ku bawa, pasti kaga ada yang percaya ini semua yang ada di dalam tas ku adalah boneka yang kubuat serupa dengan hantu.

Saatnya menakutin Kaito-nii!


-Kaito Turn- -Kaito POV-

Aku segera masuk kedalam kuburan tersebut setelah mendapatkan sambungan dari Kageito.

Hmm... kelihatannya kuburan ini sama tidak seramnya dengan rumah hantu.

Aku segera berjalan dengan santai dan memasukkan kedua tanganku kedalam saku celana.

KRESEK! KRESEK!

aku mendengar suara gemerisik di balik semak-semak itu

Saking penasarannya, aku segera berjalan mendekat.

KRESEK!

Seketika di depanku muncul entah ini apa yang pasti rambutnya gondrong dan badannya penuh bercak-bercak darah, Memegang sebuah pisau besar, matanya merah darah, memakai baju putih yang banyak bercak darahnya, dan benda itu bersuara "HIHIHIHI'' mahluk apa itu? pikirku dengan muka bingung.

SRET!

Seketika mukaku di tutupin kain putih, Cih! mengganggu sekali.

Segera aku mengambil kain itu dan membuangnya, kulihat mahluk itu menghilang.

Aku hanya menggaruk-garuk belakang kepalaku yang tidak gatal itu, Mahluk apa itu ya?

Hah... dibanding pusing-pusing memikirkan itu lebih baik aku melanjutkan perjalanan saja.


-Kageito POV-

HELL! KAITO KOK KAGA TAKUT SIH?! PADAHAL AKU SUDAH CAPE-CAPE MEMINTA PERANCANG BONEKA HANTU YANG SERAM YANG TERKENAL ITU! KENAPA DIA KAGA TAKUT SEDIKIT PUN?!

"BAIKLAH USAHA UNTUK MELIHAT WAJAH TAKUT KAITO YANG PERTAMA GAGAL! RENCANA KEDUA! AKAN DI MULAI!" ucapku sambil mengepalkan tangan ke langit.


-Kageito POV END- -Kaito POV-

*sigh* Perasaan kaga belum sampai-sampai ke pintu keluar melihatnya aja belum...

"HUAHIHIHIHI!"

Di depanku atau lebih tepatnya dari atas muncul mahluk kecil, matanya hilang, badannya penuh bercak, mukanya hancur setengah, matanya keluar cairan merah, dan benda itu memegang sebuah pisau.

Aku hanya menatapnya dengan santai, mahluk apa ini?

Lewatin saja, Ngapain pusing-pusing, batinku sambil mencuekin mahluk itu.


-Kageito POV-

AAAAAAAAAAAAAAAAAH!? KENAPA KAITO-NII KAGA TAKUT SEDIKIT PUN?!

Tau ah terang! mendingan aku balik ke gerbang keluar, Kaito udah mau sampai, bisa gawat kalau aku kaga ada dan dia menemukan kalau aku yang dari tadi ingin menakutinnya walau gagal terus.

aku segera berlari ke gerbang keluar


-Kaito POV-

Hm? aku perasaan mendengar suara orang lari?

Paling-paling hanya halunisasi

Aku menemukan pintu kedua, kelihatannya ini gerbang keluar dari Kuburan ini.

Ku lihat Kageito sedang duduk dengan terengah-engah, kenapa dia? apakah dia tadi di kejar ular nyasar? atau apa? sehingga terengah-engah mirip orang lari.

"Hahaha... kau... hah... berhasil...hah... keluar..." ucapnya dengan terengah-engah, dasar aneh.

"Baiklah, ayo kita telepon Mii-chan, kali ini gilirannya" ucap Kageito dan dia mengeluarkan hapenya.


-Kaito End- -Miku POV-

Kali ini giliranku!

Aku segera masuk kedalam.

Huweee! KAMI-SAMAA! tolong lindungin sayaa! Kuburan ini menyeramkan sekaliii!

Aku terus berjalan-berjalan...

Kami-sama... semoga disini kaga ada yang aneh-aneh... Kalau sampai iya, aku tidak tahu harus gimana, mungkin jantungku loncat keluar dari tubuh atau rohku kabur meninggalkan ragaku (?).

Berjalan.. berjalan... Kaga ada apa-apa sih... cuman hawanya seram...

BRUK!

Tanpa sengaja aku terjatuh karena tersandung sesuatu.

"Ukh..." rintihku, segera kulihat apa yang membuatku tersandung.

EH?! Ka, Kaki?! Ka, Kaki siapa itu?!

Dengan takut dan ragu aku segera mendekat.

"Ukh..." Terdengar suara rintihan, Kulihat seseorang gadis berambut merah bangun dari keadaan tengkurepnya,

Mukanya tertutup oleh rambutnya yang panjang, udah kaya kuntilanak aja! dia... dia juga membawa GOLOK?! HEEEEEEEEELL?! DIA ROH HALU ATAU ROH JAHAT?! HUWEEEEEEEEEEE! AKU TIDAK MAU MATI...

"Ummm... anda..." kudengar gadis itu memanggil ku.

Karena rasa takutku sudah max segera aku berteriak dan berlari cepat.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAA!" Pekikku sambil lari cepat.


-Kaito, Kageito Place-

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAA!" Terdengar suara Teriakan Miku yang membuat dua penyandang marga Shion itu kaget.

"Eh? Itu suara Mii-chan kan? Ada apa? Kenapa dia berteriak?!" tanya Kageito kebingungan.

Kaito hanya membelalakkan matanya.

Kaito segera berlari masuk ke kuburan.

"EH?! Kaito-nii?!" Pekik Kageito ngelihat 'kakak kembar' nya masuk kedalam kuburan.


-Kaito POV-

Aku terus berlari, berlari.

Ada apa dengan Miku?! Apakah dia terjatuh dari jurang (?)? Dia di ganggu manusia aneh? Lelaki yang berpikiran sama dengan kejadian yang waktu itu? Aku harus menemukannya! aku tidak mau dia terlu- AAGH?! Kenapa aku terlalu mengkhawatirin gadis cempreng itu sih?!

"KYAAAAAAA!"

Aku mendengar sebuah teriakan, segera aku menoleh ke sumber suara dan...

Ada sesuatu yang berkuncir dua berlari cepat ke arahku dan...

DUAG!

...Menabrakku sampai jatuh.

Aku segera melihat sang pelaku yang menabrakku sehingga jatuh dan mengangkibatkan posisiku di bawah dan pelaku tersebut diatasku.

"Lho? Miku?" ucapku melihat Miku lah yang menabrakku.

"Huhuhu... ada roh... ada hantu... dia megang golok!" ucap Miku sambil memelukku.

He-Hei! Berhentilah memelukku! aku merasa mukaku sudah memanas,

*sigh* aku hanya menghela nafas dan mengelus rambutnya untuk menenangkannya dan entah kapan aku tersenyum tipis.

"OOOOH! Ada pasangan Lovey-Dovey disini" Terdengar suara Kageito.

Segera aku menoleh ke sumber suara dan melihat Kageito tersenyum kaga jelas.

"Eh?" terdengar suara Miku.

Dia melihatku dan melihat posisinya.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Pekiknya yang membuat telingaku merasa sakit.

PLAK!


-Kageito POV-

Hohoho... aku melihat aksi lovey-dovey! Kaito di bawah dan Miku diatas! Apalagi melihat Kaito-nii tersenyum tipis sambil mengelus rambut Miku.

SANGAT AMAZING SEKALI! KAITO YANG DINGIN DAN MASA BODO ITU BISA TERSENYUM?! HEBAT! aku hanya tersenyum penuh arti melihatnya.

Walau aku kasihan juga padanya, Di tampar sama Miku untuk ke... tiga kalinya, hahaha kasihan... entah kenapa aku bahagia melihatnya di tampar, hahaha!


Besoknya,

Sudah waktunya Kageito, Miku dan Kaito segera pulang ke rumah.

"Aaah... besok sekolah... dan kita musti pulang..." Keluh Miku di dalam mobil.

"Apa boleh buat, kita libur hanya 3 hari karena penyebab Rin, Len dan Gakupo yang tanpa sengaja meledakkan 'Ruang masak' dan kelas" jelas Kageito sweatdropped.

"..." Terlihat Miku memikirkan sesuatu dan dia segera membuka hapenya dan menelepon seseorang.

"Moshi-Moshi? ada apa Mii-chan?" terdengar sebuah suara gadis

"Ah, Rinny. aku punya permintaan padamu" ucap Miku.

"apa itu?" Tanya Rin di seberang sana.

"Tolong LEDAKKAN sekolah sekali lagi, kalau perlu seluruhnya, aku malas besok kesekolah dan belajar" ucap Miku santai.

Kageito hanya cengo ngedengar ucapan Miku.

Kaito hanya memilih diam sambil menyetirkan mobil.

"Boleh sih... cuman aku takut diskor atau di keluarkan dari sekolah..." ucap Rin dengan suara sedih.

Terdengar Miku mendesah pasrah (?)

"Oh ya, Mii-chan" panggil Rin.

"Ya?" tanya Miku

"Apa kau punya Mesiu?" tanya Rin.

"Buat apa?" tanya Miku.

"Buat ngeledakin rumah Len, tadi pagi dia datang kerumahku dan dengan seenak muka Shotanya (?) dia memberantakin rumahku" ucap Rin dengan ketus.

Miku menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal,

"Sayang sekali, aku tidak punya mesiu, Nona Pecinta jeruk" ucap Miku,

"Aaaaaaah... sayang sekali... padahal aku ingin sekali meledakkan rumahnya..." Keluh Rin.

'Oy... Rin... apa kau Keturunan Teroris ya? mau meledakkan rumah orang" Ucap Miku sambil sweatdropped.

"Aku? Aku hanya nona bangsawan dari keluarga Kagahime kok, kenapa?" ucap Rin di seberang sana dengan kebingungan

"Kaga apa-apa" ucap Miku.

"Ya udah, Bye, saya mau ke Toko Teroris buat beli mesiu, Bye~" ucap Rin dan dia mematikan sambungan.

'Dasar Rin... diakan bisa ngehancurin rumah Len dengan memakai RoadRollernya...' batin Miku sambil menatap Hapenya

Kageito yang di dekat Miku, hanya sweatdropped mendengar ucapan Rin di telepon tersebut.

'Aku harus berhati-hati kepada Rin Kagahime kalau aku tidak mau di ledakkan' batin Kageito sambil makan es krim yang entah kapan ada disana.

Sudah beberapa jam berlalu, mereka belum sampai rumah karena Macet (?).

"Oh ya, Kageito-kun" panggil Miku.

"Ya?" tanya Kageito.

"Beberapa hari lagi kau pulang ya?'' tanya Miku.

"Iya, Pertukaran pelajarku kan cuman 2 minggu, jadi 3 hari lagi aku balik ke sekolahku yang lama" ucap Kageito dengan wajah sedih.

"Sepi donk kalau kaga ada Kageito, Kan kaga ada yang bisa diajak bercanda" ucap Miku sedih.

"Kan ada Kaito-nii disana" ucap Kageito dengan smilling.

"Kaitokan orangnya dingin dan cuek! Kaga seru! Kan enak kalau ada Kageito, bisa diajak bercanda" ucap Miku sambil mengembungkan pipinya.

"UUUH~~~ Aku jadi merasa kesepian nih, Miku-chan kaga ada nantinyaaaaaaa~~~" Ucap Kageito dan langsung memeluk Miku yang di sebelahnya.

"EH?!" pekik Miku kaget karena dia di peluk secara mendadak.

BUAAAAAG!

HEADSHOT! Kageito kepalanya kena timpuk Buku tebal yang ada di dekat Kaito,

"Uh... KAU KENAPA SIH, KAITO?! SAKIT TAU!" pekik Kageito kesal.

"Kau jangan memeluk orang sembarangan, Kageito... Malu kalau di lihat orang kalian bermesraan" ucap Kaito dingin.

"Apa?! Aku tidak bermesraan dengan Miku kok! aku hanya memeluknya ssebagai teman!" pekik Kageito kesal.

"Benar, aku tahu dia memelukku sebagai teman, bukan sebagai yang kau pikirkan, Aisu jerk!" Ucap Miku kesal.

Kaito hanya memutarkan bola mata " Terserah" ucapnya.

Kaito kembali melihat jalan, eh bukan, motor dan mobil, karena Disana macet.

"Tch... lama banget macetnya" keluh Kageito

"Kageito" panggil Kaito.

"Ada apa, Kaito-nii?" tanya Kageito malas.

"Periksa penyebab kenapa Jalanan ini macet" ucap Kaito malas.

"Kok SAYA?!" Pekik Kageito.

"Cepetan" perintah Kaito dengan aura gelap.

Kageito hanya menghela nafas dan dia keluar dari mobil.


CKLEK!

"Penyebabnya cuman karena 2 lelaki berambut pirang kaga sengaja menabrak Truk besar dan menyebabkan Truk besar tersebut terbalik" ucap Kageito masuk.

Miku cengo ngedengarnya "Hah?! truk terbalik?! Memangnya 2 orang, satu berambut pirang dan satunya lagi Honeyblonde itu make apa sehingga buat truk terbalik?!" pekik Miku kaget.

"Tadi kulihat mereka memakai RoadRoller, dan sekarang, pengakut (?) mobil sedang meng-evakuasikan Truk etrsebut, sedangkan Pengguna RoadRoller itu di tanya polisi," ucap Kageito,

"Apakah ada korban jiwa?" tanya Kaito.

"Memangnya aku Google (?) apa?! Umm... tapi kelihatannya kaga ada deh, kulihat supir truknya sehat walfiat, dan 2 pengguna RoadRoller itu juga sehat walfiat" Ucap Kageito dengan gaya berpikir.

"Hmm... berati bakal lama, karena mengevakuasi Truk besar yang terbalik pasti akan sangat memakan waktu" ucap Kaito sambil makan es krim dan bersender di tempat duduknya.

"Hah... berati kita sementara waktu terjebak disini donk..." keluh Miku.

"Tenang saja, kalau kita berbincang-bincang dengan riang gembira pasti kaga terasa waktu sudah berlalu" ucap Kageito memberi usul.

Miku mengangguk setuju,

Dan mereka berbincang-bincang.

Terlihat Miku sedang tertawa karena Kageito membuat sebuah Lolucon.

Tanpa mereka sadarin keadaan di dalam mobil sangat panas, karena Kaito walau dia terpaku pada buku, dia sebenarnya melihat tingkah mereka lewat kaca di mobilnya (Pasti kalian tahu apa itu, kaca yang berada di tengah mobil dan terletak diatas) tanpa ia sadarin ia sudah mengeluarkan aura api cemburu (?) dan tanpa ia sadarin juga dia sedang meremukkan buku yang ia pegang.

Kaito memegang dadanya.

'Kenapa aku merasa kesal melihat Miku akrab dengan Kageito?' batin Kaito tidak nyaman.

BROOM!

Terlihat Beberapa mobil sudah melaju, kelihatannya Truk besar itu sudah di evakuasi.

Kaito segera menyalakan mesin mobilnya dan mengedarainya.


"Aaaah~ Pegal sekali badankuuu~ duduk selama berjam-jam karena Macet~" keluh Kageito dan dia meregangkan badannya.

Mereka keluar dari Mobil dan berjalan ke dalam rumah atau bisa di kartegorikan ini Mansion bukan rumah.

CKLEK! BLAM!

"Nah, siapa yang memasak hari ini~?" tanya Kageito dan dia sudah menyiapkan sebuah undian.

Dan mereka memulai undian siapa yang memasak hari ini.

Kemudian...

"Aku kaga kena, Kalau kalian?" tanya Kageito sambil memegang sebuah kertas panjang yang kosong melompong.

Kaito hanya mengakat sebuah kertas yang sama dengan Kageito dan itu juga kosong "Tidak..."

Kaito dan Kageito melirik Miku.

"Aku yang memasak" ucap Miku.

Kageito dan Kaito hanya diam,

"Ga, Gawat... Mii-chan kan kaga bisa masak... aku takut dapur meledak seperti perbuatan Rin di ruang memasak, atau aku takut masakannya beracun..." ucap Kageito ketakutan.

Kaito hanya diam saja walau dia untuk pertama kalinya sepakat dengan Kageito.

Miku memasak makanan untuk mereka.

Setelah dia memasak, mereka segera ngumpul di ruang makan.

"Itadikimasuuu!" Ucap mereksa semua, dan mulai makan.

Kageito sudah muai makan, sedangkan Kaito, Dia hanya diam saja menatap Piringnya.

"Kenapa kau diam saja, Kaito?" tanya Miku.

"Hahaha, Tenang saja Makanannya enak kok" ucap Kageito dengan tawa garing dan memasukkan nasi kare tersebut ke mulutnya.

"hahaha..." Kageito masih tertawa garing.

Wait a minute...

.

.

.

.

.

"UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH! PEDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAASSSSSSSSSSS SSS ! DAN PAHIIIIIIIIT! Pekik Kageito dan kabur ke suatu tempat.

"Ah, Kageito-kun?!" teriak Miku kebingungan melihat Kageito langsung ngacir.

'Untung aja aku punya firasat kalau makanan ini berbahaya' batin Kaito sambil menatap Kare yang berwarna merah seperti kebanyakan cabe dan banyak negi yang dipotong-potong di kare tersebut.


-Suatu tempat-

Terlihat gadis berbaju merah, berambut brunete dan gaya rambutnya bob, turun dari pesawat terbang.

"Hah, Jepang, sudah lama sekali sejak pemotretan di Amerika, aku sudah lama kaga bertemu Kaito," Ucap Gadis itu sambil tersenyum sambil memegang tasnya.

~Bersambung~


Chalice : Aaaaaah... cape... *tiduran di lantai*

Kagemi : Baiklah, kita beri waktu Chalice membetulkan otaknya XD, ayo kita balas review :3


Karen White :

Benar! Kaito Sudah suki-suki dengan Miku :3 #dibunuh pakai gergaji es.

Benar, dia cuman nganggur doank, yang berusaha cuman kaito :3 #kena timpuk negi

Benarkah? Bagus lah XD soalnya chalice waktu ngetik juga ngakak X3

Jangan... ntar chalice yang dibunuh sama Kiku *meluk Taito* *di bunuh sama Kiku pakai Golok*

sudah update XD

Terimakasih atas Reviewnya, Karen-chan XD


Kisasa Kaguya :

*nyanyi*Akuuu maluuuu~~~ Tapi maaaaaaaaauuuu~~ Kusuka wajahmu hidung matamu~ tapi maluuu~ Aku Suka tapi ma- #dicekek pakai syal.

oke, abaikan nyanyian chalice yang suaranya mirip bebek kejepit Kulkas (?)

Kagemi, Aoi, Yuna : Hee~~ Ryu ileran~~ bagus nih buat Koran hot di semua Oc-OC chalice XD Ada fotonya? Kami mau menampilkannya di dinding anak hilang #chalice gampar. #abaikan.

Oke, terimakasih atas penyemangat dan Reviewnya, Sasa-chan XD


Adelia-chan :

Miku : Seram tau! Apalagi ngelihat, isi kodoknya di keluarkan, darahnya berceceran di tangan Taito, Matanya di cabut, lidahnya di potong, dan...dan... *pingsan*

Chalice : Jah nih anak pingsan lagi *sweatdropped*

sudah lanjut XD

Terimakasih atas reviewnya, Adelia-chan XD


Hatsune Cherry :

Benarkah? Saya senang ada yang suka XD

Sudah update XD

Terimakasih atas reviewnya, Cherry-chan XD


nijihanaoichi :

Kaga apa kok XD

benarkah? chalice senang XDD

Oke, Anda harus Ganbatte juga XD

Sudah update XD

Terimakasih atas Fave dan Reviewnya, Oichi-chan XD


Harada Ayumi-chan :

Oke... chalice sudah tobat kok, (walau udah banyak yang pengen di publish lagi, cuman takut makin banyak beban #killed)

Chalice kelas 8 sebentar lagi kelas 9 XDD

Okeee XD *ikutan nari pom-pom*

Terimakasih atas Reviewnya, Ayumi-chan XD


Aprian . K. Len :

Benar dia OOC banget XD #digergaji.

Kagemi , Aoi, Yuna : *nari-nari GaJe* Moeee~ Moeee~ UUUH~ Kaito Moeeee~~~

Kageha Aoki : *sweatdropped melihat saudara mereka*

Chalice : *digergaji* KENAPA SAYA YANG DI GERGAJI?! kan Kagemi, Aoi dan Yuna yang ngejek!

Kaito : Kau pembuatnya soalnya! *gantung chalice di pohon toge*

#abaikan dialog diatas.

Sudah update XD

Terimakasih atas Reviewnya, Aprian-kun XD


OrinariNesuchan :

Iya dia kangen sama Kiku, Emang sih sebenarnya aneh, kalau Taito bisa kangen #dipotong-potong jadi beberapa bagian.

Bukan Tsundere tapi TSUNDERE SEJATIIII X3 #dibunuh.

terimakasih atas penyemangatnya XD

Sudah update XD

Terimakasih atas Reviewnya, Nesu-chan XD


Uchiha dant57 :

benarkah? Chalice senang XD

*cengo*Ta, tamatin semua? eeeh?! chalice kaga kuat DX #dibunuh.

Su, Sudah ada 1 yang tamat, namanya trick and treat! Drama ala vocaloid sebentar lagi, ja, jadi... *bersembunyi di belakang Yuna* Jangan Bunuh saya oke XD

Kaga apa XD

sudah update XD

Terimakasih atas Reviewnya, Dant-san


Teika Vertrag :

Engloid? Udah dari dulu merencanakannya mengeluarkan mereka cuman... Belum waktunya XD tapi tenang aja di chap ini ada tanda-tanda salah satu Engloid muncul bersama Len (?) (cari aja sendiri #dibunuh)

Sudah update XD

Terimakasih atas Reviewnya, Teika-chan XD


Chalice : Mohon maaf kalau Chap ini kaga terasa Romancenya (_ _)

Kagemi, Aoi : Review yaaa~~ kami akan memberikan kecupan pipi kepada kalian yang mereview.

Aoki, Kageha, : Dan kalian harus menolak Kagemi / Aoi yang mau mencium pipi kalian! Atau kalian kubunuh... *siscon mode ON*

Chalice : Dasar Sister complex *sweatdropped*

Aoki dan Kageha : *mau membunuh Chalice*

Chalice : *kabur*

Aoki & Kageha : *ngejer*

Kagemi, Aoi :Review yaaaaaaaa~~ XD

Mind To Review?