Title: SOUND OF SOUL
.
.
Cast : Lee Sungmin (namja)
Cho Kyuhyun (namja)
Kris (Namja)
Others
.
.
Genre : Romance/Hurt/Comfort, YAOI
Pairing : KYUMIN slight KrisMin
.
Rated: M
.
WARNING : TYPO(?). GaJe. NC (NC-21 kek na^^). Ada beberapa idol yang dijadikan 'nappeun/bad' dalam alur cerita. So, bagi yang tidak berkenan, silahkan klik icon 'X' di pojok kanan atas. Saya bukan bermaksud menistakan idol manapun, ini hanya sebuah cerita dan disesuaikan dengan pikiran saya. TOLONG DIPERHATIKAN, HYUN TAK MENERIMA BASH OR FLAME DALAM BENTUK APAPUN! Alo gak suka ya jangan dibaca...
Akan ada beberapa adegan CRACK PAIR! TERMASUK KYUSEO, KRISMIN dll! TOLONG DIPERHATIKAN! INI HANYA SEKEDAR CERITA YANG DIBIKIN BERDASARKAN IMAJINASIKU. TAK ADA MAKSUD UNTUK MENGHUJAT SIAPAPUN! THINK BEFORE READ!
.
SUMMARY
Mencintai dan menyayangi. Dua kata yang lumrah dirasakan setiap manusia. Apakah keduanya bisa didapatkan sekaligus? ataukah harus mengorbankan salah satu diantaranya? Satu lubang dalam hati yang tersakiti menjadi pilihan terakhir. –KyuMin-
.
.
DISCLAIMER
Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik HyunChan.
KyuMin TERNYATA BUKAN PUNYAKU *malangnya*
.
NO COPAS
.
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
.
.
^^HAPPY READING ^^
.
.
.
.
Previous Chapter
"Kyunnie...hiks...hiks...Kyuuuu..." Sungmin mengeratkan pelukannya di leher Kyuhyun. Tak sadar jika air matanya telah membasahi pundak namja tinggi itu.
"Min?...me-mengapa kau kesini?" Tanya Kyuhyun yang masih bingung dengan situasinya sekarang.
"Jangan meninggalkanku...hiks...jangan pernah pergi lagi dariku...aku mencintaimu...aku mencintaimu Kyuhyun-ah...hiks...jeongmal saranghae..." Sungmin melesakkan kepalanya di leher Kyuhyun dan mengecup bagian jenjang itu bertubi-tubi. Kyuhyun merasa sulit bernafas sekarang.
"Ming...K-kau..."
.
'Cuupp'
.
"Aku mencintaimu, Kyu...jangan pergi lagi...kumohon...tetaplah di sisiku..."
.
SOUND OF SOUL (Ending)
Chapter 12
- Always Be My Precious Soul -
KYUHYUN POV
.
Hari itu, kurasakan benar-benar menjadi hari yang terindah dalam hidupku. Orang yang kusayangi, kini berada dalam pelukanku dan memelukku dengan erat. Orang yang kusayangi kini menciumku. Oh Tuhan...jika ini mimpi, kumohon jangan pernah membuatku terbangun.
"Jangan pergi, Kyu..."
Suara ini...suara merdu ini kembali terdengar. Suara yang memintaku untuk terus bersamanya. Akhirnya...Sungmin-ah...Lee Sungmin-ku.
"Minnie...benarkah? benarkah itu...? benarkah aku masih boleh berada di sisimu? Benarkah, Min?" aku bertanya sambil mengusap wajahnya dengan sayang. Menghilangkan aliran air mata itu dari pipi putihnya yang kini tampak memerah karena menangis. Sungmin mendongak menatapku dengan mata foxy bengkaknya. Aku sangat menyukai mata itu. Binar keteduhan yang terpancar di sana membuatku ingin menjerit hebat meluapkan kegembiraan yang kini kurasa.
"Aku tak sanggup kehilanganmu lagi, Kyu..."
.
.
.
Setelah menenangkan Sungmin dan minta maaf pada petugas bandara, akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Aku memang tidak jadi pergi karena hatiku yang masih meragu dan makin yakin tidak akan pergi...semua karena kini Sungmin telah berada dalam pelukan hangatku. Sedikitpun dia tak mau melepasnya. Kedua tangannya terus saling mengait di pinggangku membuatku agak susah berjalan. Kepalanya terbenam sempurna di dadaku. Beberapa menit berlalu sampai akhirnya namja yang sangat kucintai kini tertidur lelap di sana. Kugendong tubuh mungilnya bridal style dan kembali berjalan. Saat hendak menuju pintu keluar, tak sengaja aku melihat Kris. Namja itu berlarian tak tentu arah. Aku berhenti sejenak dan ternyata Kris melihat kearahku. Entah apa yang sekarang ada dipikirannya namun sekilas aku melihat wajahnya berubah sendu saat melihat Sungmin yang kini berada dalam pelukanku. Aku mencoba tersenyum kearahnya, walau bagaimanapun Kris adalah orang yang berarti dalam kehidupan Sungmin dan aku tak ingin lagi merasa cemburu terhadapnya karena kini aku tahu Sungmin masih dan hanya akan mencintaiku.
Kris sedikit melangkah mendekatiku. Ketika aku akan berjalan menghampirinya, Kris mengisyaratkanku untuk tetap diam di tempat kemudian aku melihatnya tersenyum. Kulihat bibirnya seperti mengucapkan sesuatu, samar-samar aku mendengarnya. "Jagalah Sungmin mulai sekarang. Jangan pernah lagi melepasnya atau aku akan kembali merebutnya darimu. Dia sangat mencintaimu."
Setelah mengatakan itu Kris kembali tersenyum dan mendahuluiku keluar dari bandara. Aku terdiam sejenak kemudian tersenyum. Kulirik Sungmin yang masih tertidur di dadaku. "Kau dengar, Min...Kris telah merestui kita berdua. Aku senang sekali. Selamanya kau milikku. Dan akan tetap seperti itu...aku janji...cuup" Setelah mengecup sekilas dahi cantiknya aku melanjutkan langkahku berjalan dengan senyum manis yang terus terkembang di bibirku.
Aku sampai di apartemen Sungmin saat waktu menunjukkan pukul setengah 12 siang. Namja manis itu masih betah tertidur pulas. Dengan masih menggendongnya kubawa tubuh itu kedalam kamar dan kurebahkan di atas lembaran bed cover pinknya. Sungmin sedikit menggeliat saat aku mencoba melepaskan pelukannya di leherku. Kedua jemarinya bertaut kuat seakan tak mau lepas dari sana. Aku terkekeh pelan. Kukecup hidung bangirnya saat aku telah berhasil melepaskan pelukannya di tubuhku.
Dari tepi ranjang, aku terus menatapnya. Lama aku memandangi wajah damai itu hingga kau akhirnya memutuskan untuk membaringkan tubuhku di sebelahnya. Saat aku merebahkan tubuhku, kurasakan Sungmin langsung mendekat kearahku dan kembali memelukku dengan erat. Aku tersenyum.
"Kau sudah bangun, jagi?" tanyaku dengan posisi setengah duduk bersandar di kepala ranjang.
"Eung...Kyunnie harum..." lirihnya sambil melesakkan kepalanya di perutku. Aku tertawa. Kelinciku ini sangat menggemaskan.
"Minnie..." kuangkat sedikit tubuhnya dan kubawa agar menindih tubuhku. Kini tubuh berisi itu berada di atasku.
"Kyuuuu...jangan pergi lagi, ne..." ucapnya dengan bibir merah yang terpout. Mode Sungmin saat merajuk seperti ini benar-benar membuatku bahagia. Wajahnya tampak semakin menggemaskan.
"Kyunnie tak akan pergi lagi, jagiya. Bukankah sekarang Kyunnie ada disini?" ucapku sambil membelai belakang kepalanya dengan sayang. Lengan kananku kini telah melingkar di pinggang rampingnya.
"Maafkan Minnie yang sudah membuat Kyunnie bersedih. Minnie benar-benar egois, kan...?" ucapnya sambil menatapku dengan mata berkaca-kaca.
"Aniyo, Ming. Minnie jangan meminta maaf. Minnie tidak bersalah. Kyunnie-lah yang babo telah menyakiti Minnie. Gomawo sudah memberikan kesempatan untuk Kyunnie...Kyunnie akan memperbaiki semuanya. Minnie jangan pernah lagi berniat meninggalkan Kyunnie, ne. Sungguh, Kyunnie merasa lebih baik mati jika harus seperti itu." Ujarku membelai lembut wajahnya. Sungmin mengangguk dengan mata terpejam. Wajahnya makin merapat kearah jemariku yang menyentuh pipinya.
.
'Cupp'
.
"Minnie sayang Kyunnie..." ujarnya setelah mengecup sekilas jariku. Kupeluk tubuhnya makin erat hingga kini kepalanya makin menempel di dadaku. Kurasakan kedua tangan mungilnya meraba permukaan dadaku dan nafas hangatnya berhembus di sana. Jujur, keadaan ini sebenarnya membuatku sedikit... 'bangun'.
Aku memejamkan mataku mencoba menahan desahan akibat belaian jemari Sungmin. Kini jemari itu tak hanya meraba bagian dada saja, leherku pun kini ikut tersengat listrik halus akibat pergerakan jemari mungilnya.
"Hhh~..." aku menghela nafas berat saat aku merasa kedua kaki Sungmin seperti menekan kuat ketengah-tengah kedua kakiku.
"Kyuu..." ucap Sungmin lirih. Kepalanya terangkat menatapku. Matanya yang sayu benar-benar membuatku makin horny. Sungmin sedikit menaikkan tubuhnya hingga kini wajahnya sejajar dengan wajahku yang di bawahnya. Entah disadarinya atau tidak, tapi akibat pergerakannya itu, lututnya kini menekan kuat kejantananku yang kurasakan semakin menegang. 'Apa Sungmin tak merasakannya?' lututnya malah semakin menekan kuat daerah pribadiku itu. Membuatku kini memejamkan mataku erat-erat.
.
"Minnie..." kulihat Sungmin kini tengah menatapku intens. Hembusan nafasnya menggelitik wajahku. Hidungnya yang menyentuh hidungku membuatku bisa merasakan suhu panas dari hembusan nafas itu
.
"Kyuu...chu~" tak pernah kusangka, Sungmin menempelkan bibirnya di bibirku dan langsung melumat bibirku sedikit kasar. Aku terkejut namun sebisa mungkin aku harus tenang walau rasanya aku ingin segera menghantamkan diriku memasuki tubuhnya. Nafsuku benar-benar meluap saat ini. Dengan kuat kucengkeram sprei ranjang itu saat lidah Sungmin mulai menjulur menggelitik bibirku. Aku cukup syok dengan perlakuannya. Selama kami bersama, Sungmin tak pernah seperti ini padaku.
"Akkhh~" aku spontan membuka mulut saat Sungmin menggigit kuat pinggir bibirku. Lidah kenyalnya melesak masuk dan menekan-nekan lidahku. Organ lembut itu menggelitik dan membawa lidahku masuk kedalam mulutnya. Aku makin membulatkan mataku kaget namun Sungmin tampak tenang-tenang saja. Kedua matanya yang memang masih terbuka menatapku penuh arti. Paham akan maksudnya, aku segera membalik keadaan. Segera kurengkuh tengkuk dan pinggangnya dengan erat. Kini akulah yang memimpin ciuman panas itu masih dengan posisi Sungmin di atasku. Lidahku yang memang sudah berada dalam gua hangatnya kuputar-putar mengelilingi langit mulutnya, mengabsen deretan gigi putihnya dan semakin melesak kedalam hingga kurasakan saliva Sungmin tumpah ke dalam mulutku. Saat aku melumat balik mulutnya, Sungmin memejamkan matanya dan mengerang lembut. Jemarinya yang berada di dadaku makin bergerak liar mengusapnya.
"Enghhh...ammhh~...Kyuuu..." Sungmin menggeliat resah saat lidahku kukeluarmasukkan dengan cepat dan menjlat pipi dalamnya. Pergerakan kakinya membuat kejantananku makin menegang dan akupun memejamkan kedua mataku dengan erat. Ini sungguh-sungguh nikmat. Sebelah tanganku yang berada di pinggangnya mulai menyusup masuk kebalik piyama halus itu kemudian mengusap perut serta pinggulnya seduktif. Halus dan sangat lembut membuatku makin terbuai. Kepalaku mendongak saat menyedot kuat lidah Sungmin. Namja manisku mengerang tertahan.
Sekarang kedua tanganku sudah berada di balik piyamanya. Semakin mengangkat pakaian tidur itu hingga punggung indah Sungmin terekspos dengan jelas. Kuusap punggung mulusnya dengan sedikit tekanan terus merambat kepinggang dan mengelus lembut sisi perutnya. Sebelah lengan kuturunkan masuk kedalam celana piyamanya dan mengelus butt Sungmin.
"Annghhh...aahhhh" Sungmin mendesah hebat saat jari telunjukku bermain di belahan butt-nya dari balik underwear yang ia kenakan. Pinggulnya bergerak resah dan kembali menekan-nekan juniorku membuat cumbuanku di bibirnya makin dalam. Sungmin balas menarik tengkukku dan mengalungkan tangannya di sana hingga kini kami berdua benar-benar menempel tanpa jarak. Peluh mulai terlihat di pelipis Sungmin. Decak saliva makin kuat menggema di kamar itu hingga membuatku makin tegang.
"Ammhh..ccpppkk...hhhh~" Sungmin kembali mengerang. Kurasakan lelehan saliva mengalir di sudut bibirku. Ciuman kami kali ini benar-benar panas. Tak terhitung sudah berapa kali aku meneguk saliva manis Sungmin. Aku tersenyum.
"Ming...hhh~...mmhhh~ ahhh..."
Sedikit terpaksa, kulepaskan tautan bibir kami. Aku tahu nafas Sungmin telah memendek begitu juga denganku. Namun, seolah tak mau berhenti Sungmin kembali memagut bibirku –sedetik kemudian- dan membawa dirinya berbaring di sampingku. Dengan perlahan dia membawaku keatas tubuhnya. Kutatap Sungmin yang kini tengah terpejam. 'Apakah...?'
.
"Ming...mmhh...ahh~...Ming..." Dengan sedikit paksaan, kulepas tautan bibirnya membuat Sungmin mengerjap heran memandangku.
"Kyunnie...waeyo? apa Kyunnie tak suka?" tanyanya dengan nada yang sangat-sangat membuatku ingin menerkamnya sekarang. Aku menumpukan berat badaku di kedua siku dan lututku. Kupandang mata teduhnya dengan lembut.
DEMI TUHAN! Aku sangat menyukai cumbuannya sampai-sampai celanaku kini terasa sangat sesak dan perutku terasa terbakar menahan hasrat sedari tadi, bagaimana bisa dia mengatakan aku tak menyukainya?
.
"Aniya, Ming...Kyunnie hanya...hanya..."
"Minnie merindukan Kyunnie...~ " ujarnya lirih dengan jemari yang kini kembali mengusap lembut tengkukku.
Aku bergetar. Ya Tuhan! Aku tak janji tak akan menerkamnya jika dia terus seperti ini.
"Apa Kyunnie tak merindukan Minnie?" ucapnya menatapku dengan polos. Jemarinya dengan lembut menarikku mendekat kembali ke arahnya.
.
CUKUP!
AKU TAK TAHAN LAGI!
.
"Ahhh~...Kyuuuu~...nggghhaaaahh mmhhh" Sungmin tersentak saat aku langsung melumat kasar bibirnya. Melumat kedua belah lapisan kenyal itu secara keseluruhan dan menyesap salivanya hingga Sungmin menggeliat resah. Kususuupkan sebelah tanganku kepunggungnya dan kurengkuh tubuhnya erat di pelukanku sementara tanganku yang lain kini bergerak mengusap-usap wajahnya
"Ming...shall we? Shall we? Aku tak tahan lagi...~" pintaku menatap memohon kearah matanya yang langsung disambut Sungmin dengan anggukan dan senyumannya yang manis.
"I'm yours, Kyunnie..."
Setelah ia mengatakan itu aku langsung menindih penuh tubuh mungil Sungmin dan membuka kasar piyama tidurnya. Begitu juga Sungmin yang tampak tergesa melepaskan kemejaku dalam keadaan masih sambil berciuman. Kami berdua benar-benar bernafsu siang ini dan aku sangat senang.
KYUHYUN POV END
.
.
AUTHOR POV
.
"Ahh...Ming...mmmhhh ccppk" tubuh polos nan tinggi Kyuhyun terus menekan tubuh mungil Sungmin yang juga dalam keadaan polos membuat namja manis itu tak bisa bergerak bebas. Kedua kaki panjang Kyuhyun berada di sela-sela pahanya membuat Sungmin benar-benar terkunci dalam kungkungan tubuh Kyuhyun.
"Angghh...ahhh" Sungmin melengkungkan punggungnya saat lidah panas Kyuhyun mulai bermain di lehernya. Kedua tangan kokoh Kyuhyun sedikit mengangkat tubuh mungil Sungmin menjadi setengah duduk dan Sungmin hanya bisa terkulai lemas di bahu Kyuhyun. Perutnya tertempel sempurna di kejantanan Kyuhyun yang tengah mengacung sangat keras membuat sensasi tersendiri bagi Sungmin.
"Ohhh...akh!" Sungmin memekik saat Kyuhyun kembali menggigit dan menghisap salah satu spot di lehernya yang telah memerah sempurna. Tanpa sadar Sungmin menaikkan kedua kakinya dan melingkarkannya di pinggang Kyuhyun membuat Kyuhyun kini dalam posisi berlutut sambil seolah-olah menggendong Sungmin. Jemari indah Sungmin tersesat di helaian ikal Kyuhyun. Memberikan sedikit remasan di sana tanda bahwa dia sangat menyukai perlakuan Kyuhyun di tubuhnya.
"Ouuhh!...Mingg..." Kyuhyun menggeram saat kejantanannya bergerak menggesek kulit perut Sungmin dan menggeliat masuk kedalam pusar namja itu. Sungmin menengadahkan kepalanya merasakan nikmat hingga Kyuhyun makin bebas mengerjai leher dan dadanya.
"Ahhh...Kyuu...Akkhh...Kyyuuuuhhh.." Kyuhyun merebahkan tubuh mungil Sungmin kembali keatas ranjang masih dengan kaki Sungmin yang melingkar di pinggangnya. Lidah dan bibir panas Kyuhyun turun bergerilya ke dada dan perut Sungmin meninggalkan jejak alur saliva di atas kulit putih itu. Nafas Sungmin makin tersendat-sendat. Selama mereka berhubungan, Sungmin tak pernah merasa senikmat ini dengan cumbuan Kyuhyun.
Sungmin tampak menghempaskan kepalanya berkali-kali saat lidah panas Kyuhyun bergerak memutar di selangkangannya. Lidah panas itu bergerak liar membasahi lipatan pangkal paha Sungmin. Nafas memburu Kyuhyun menerpa juniornya yang mungil yang kini juga tengah mengacung lengkap dengan lelehan bening precum di atasnya. Sangat nikmat dan menggoda nafsu Kyuhyun.
Kyuhyun mengecup junior mungil itu sebentar kemudian langsung meraupnya kedalam mulut hangatnya membuat Sungmin kembali membanting kepalanya cukup kuat ke atas bantal. Kedua pahanya spontan merapat dan makin membuat Kyuhyun lebih dalam mengerjai junior itu. Sungmin sedikit membuka mata dan melihat tubuh polos Kyuhyun yang kini tengah berlutut di hadapannya.
"Aaaahhh...Aaaahh~...Kyuuuhh" Sungmin kembali mengerang dan memejamkan mata saat merasakan lidah Kyuhyun membelit junior mungilnya dan menekan-nekan lubang kecil disana. Sesekali bibir tabal itu menyesap ujung juniornya kuat-kuat. Sungmin merasa juniornya seperti terhisap-hisap. Kyuhyun menggigit kecil junior itu dan mengeratkan giginya di sana membuat Sungmin makin belingsatan. Nafas namja manis itu makin tak teratur. Dengan lihai, Kyuhyun memainkan twinsball Sungmin dan Sungmin makin menjerit frustasi. Kyuhyun terus saja menarik dan mengusap kedua bola kembar itu dengan intens membuat Sungmin merinding.
"Ahhh...nggaahh~ Kyuuu...Mi-Minniehhh...ahhhh...Minnie ma-mau...ahhh~..."
"Eum...keluarkan saja sayang...aku sudah menanti itu...~" lirih Kyuhyun yang makin intens mengemut dan menghisap junior Sungmin manakala junior itu makin terasa panas, membesar dan berkedut hebat di mulutnya. Kyuhyun menyeringai. Dengan kuat diremasnya twinsball Sungmin, dicengkeramnya batang junior itu dengan jari telunjuk dan jempol bersamaan dengan menguatnya hisapan dalam mulutnya.
"Nggghh..AAKKHHH!~" Satu lengkingan panjang itu menandakan Sungmin mencapai klimaksnya. Punggungnya melengkung keatas dengan kakinya yang menjepit erat kepala Kyuhyun. Kedua matanya terpejam erat dengan alis yang menyatu. Sungmin menggigit bibir bawahnya dengan kuat saat merasakan letupan spermanya yang berkali-kali terjadi. Tubuh mungil itu menegang dan bergetar. Sementara Kyuhyun tampak tenang dan menyeringai menyedot semua sari-sari Sungmin. Pipi putihnya terlihat mengempot ketika menghisap kuat cairan cinta milik namja-nya.
.
'Glup'
.
Kyuhyun menelan semuanya dengan rakus. Matanya terpejam menikmati rasa manis dan gurih Sungmin. Namja berkulit pucat itu sedikit menjilat pinggiran bibirnya sebelum merenggangkan kembali kedua paha mulus itu . Kyuhyun merangkak keatas dan mendapati kekasih hatinya masih memejamkan mata menyetabilkan deru nafasnya yang masih menderu-deru tak teratur. Dadanya bergerak naik turun dengan cepat. Kyuhyun terkekeh.
"Jagiya..." Kyuhyun berbisik lirih di telinga kiri Sungmin membuat namja itu membuka pelan kedua matanya.
"Eottae? Eum?" Kyuhyun mengulum cuping telinga Sungmin yang memerah dan menusuk lubang itu dengan lidah basahnya. Sungmin meremang kembali.
"Ngghhh...Kyuuu..." erang Sungmin menggeliat resah.
"Milikku sakit jagi..." bisik Kyuhyun lagi.
.
Setelah mengatakan itu, Sungmin dengan tenaga yang tersisa langsung beralih merebahkan Kyuhyun ke atas ranjang. Namja manis itu mengambil posisi duduk di atas perut Kyuhyun. Kyuhyun menyeringai. Ditariknya sedikit tengkuk Sungmin dan kembali memagut panas bibir mungil itu. Sungmin bergerak resah dan sedikit mengernyit ketika merasakan sedikit rasa cairannya dari mulut Kyuhyun.
Setelah mengakhiri ciuman panjangnya, Kyuhyun merebahkan diri di atas bantal sementara Sungmin kini merangkak mundur kebelakang hingga dia sampai di depan junior besar Kyuhyun yang mengacung kokoh kearahnya. Sungmin sedikit susah meneguk liurnya. Matanya menatap benda coklat, besar, panjang, dan mengacung di depannya dengan kilatan nafsu. Walau dia dulu sering melihat "benda itu" namun rasanya ia tak pernah semalu ini. Wajahnya memanas. Kyuhyun menyeringai.
"Waeyo, jagi? Apa dia bertambah besar, eoh?" goda Kyuhyun yang malah makin membuat wajah manis Sungmin memerah sempurna.
.
Dengan gugup Sungmin meraih benda besar itu dan menggenggamnya. Kyuhyun yang masih tertawa tiba-tiba tersentak. Aliran panas dari jemari Sungmin membuat Kyuhyun menggigit bibirnya. Sedikit peluh di telapak tangan Sungmin membuat junior Kyuhyun makin membesar.
Dengan teratur kedua tangan itu mengurut junior panjang Kyuhyun keatas kebawah dan sesekali meremasnya pelan. Sungmin menggunakan kedua tangannya karena junior Kyuhyun terlalu besar dan panjang dan tak akan cukup jika hanya mengandalkan kelima jarinya. Kyuhyun mulai bergerak resah.
"Ooohhh...akkkhhh..." Satu desahan lolos dari bibir seksinya saat Sungmin tanpa peringatan menjilat pelan kulit junior itu. Lidah Sungmin bergerak menelusuri urat-urat yang ada di sana dari atas kebawah kembali lagi ke atas tanpa menyadari mata Kyuhyun yang mulai tak fokus. Udara di paru-paru namja Februari itu terasa menipis akibat menahan gejolak di perutnya.
"Ng~aammhh" sedikit suara desahan Sungmin mengalun saat dia memasukkan 'Little Kyunnie' kedalam mulutnya. Matanya terpejam erat meresapi rasa yang dirasakan indera pengecapnya. Beda dengan Kyuhyun yang kini membulatkan matanya dengan bibir yang terbuka. Pemandangan yang tak sengaja ia lihat di bawahnya benar-benar erotis. Berefek pada juniornya yang makin berkedut hebat dan tentunya makin terasa nikmat dalam kuluman Sungmin.
Dengan masih memejamkan mata, Sungmin melilit junior besar Kyuhyun dalam mulutnya dengan lidahnya dan mengeluar masukkan junior itu dari persis menghisap lolipop. Layaknya minum, Sungmin menggenggam dan menghisap junior itu keras. Jemari mungil tangan kanannya memegang erat pangkal batang besar itu sementara jemari kirinya memijat twinsball Kyuhyun dengan kuat, sesekali mengusap belahan butt di bawahnya.
"Nggghhh...ahh...Minnieeeeehhh...ahhhh~" Kyuhyun mengerang. Blowjob Sungmin sungguh terasa nikmat. Tak pernah dirasakannya nikmat seperti ini dalam hidupnya. Sungmin benar-benar luar biasa.
"Eummhh~...mmKkkyyuuu..mmhhheeum...cppk..sruuppp~" Sungmin sengaja mengeluarkan suara saat mengemut junior Kyuhyun membuat namja tampan yang tengah ia blowjob mengerang tertahan akibat getaran yang ditimbulkan rongga mulut Sungmin.
Sungmin makin menikmati permainannya. Sementara Kyuhyun kini tampak gelisah akibat rangsangan yang diberikan Sungmin. Kedua kaki panjangnya menendang-nendang gelisah ke udara. Kepala Sungmin naik turun dengan teratur kemudian memutar pelan hingga junior besar Kyuhyun ikut terpelintir di dalam mulutnya. Jemari mungilnya masih sibuk mengurut pangkal junior itu dan meremas-remas twinsball Kyuhyun dengan gerakan yang sangat seduktive membuat Kyuhyun makin memejamkan kuat matanya.
"Akkhh...cu-cukup, Minnie...akkhh...ak-aku ingin keluar...enng~aaakkhh...di-ddi dalam muuu...akkh~" ujar Kyuhyun tersendat-sendat saat merasakan juniornya makin berkedut hebat. Sungmin terus saja menikmati junior Kyuhyun tak mendengar apa yang Kyuhyun katakan. Dengan sangat terpaksa Kyuhyun sedikit bangkit dan menarik keluar juniornya –paksa- dari dalam mulut Sungmin. Namja tampan itu sedikit mengerang saat kulit juniornya bergesekan kuat dengan barisan gigi Sungmin. Sungmin terkejut dan langsung membuka matanya. Wajahnya langsung cemberut tak rela saat junior itu di keluarkan dari dalam mulutnya. Kyuhyun duduk di atas kasur dan Sungmin memandang Kyuhyun jengkel.
"Kyuuu...waeyooo? Minnie masih ingin...~" ucap Sungmin merajuk. Tangannya mencoba menggapai benda panjang yang kini tengah di kocok sendiri oleh pemiliknya. Kyuhyun menyeringai mesum lalu menggenggam tangan Sungmin dan membimbing tubuh mungil itu agar kembali berada di bawahnya.
"Berbaringlah, jagi...sebentar lagi kau akan kembali merasakannya...hangat di dalammu..." bisik Kyuhyun sambil terus membaringkan Sungmin. Jemari panjangnya membelai wajah manis itu dengan sayang. Seolah tak ingin mengulur waktu, tangan kiri Kyuhyun langsung menekuk kedua kaki Sungmin hingga lutut itu berhimpit dengan dada Sungmin dan melebarkannya. Terpampanglah hole merah muda Sungmin yang menggugah selera Kyuhyun. Tanpa sadar namja brunnete itu menjilat bibirnya berkali-kali sementara nafasnya makin memburu, terdengar sangat cepat.
Sungmin merasa malu saat Kyuhyun menatapnya lapar. Dengan cepat dia menarik tangan Kyuhyun hinggan namja itu menindih tubuhnya. Kyuhyun tersentak namun sedetik kemudian namja itu menyeringai.
"Sampai kapan kau harus malu padaku, Ming? Kau itu milikku, aku milikmu...jangan pernah merasa malu padaku, arraseo?" ucap Kyuhyun sambil menciumi dagu Sungmin.
"Ngghh~...nee...aahh~..aarra..sseoo Kyuuu...cepatlah...ahhh~" Sungmin mendesah tertahan saat Kyuhyun menggesekkan dada polos mereka dan menjilati rahangnya. Sementara itu, kedua tangan terlatih Kyuhyun mulai mengusap-usap pinggang Sungmin dan memposisikan junior besarnya tepat di lubang merah Sungmin yang merah, berkedut, dan basah akibat aliran precum namja manis itu yang makin mengalir deras dari junior mungilnya.
Kyuhyun menunduk, mengendus ujung junior Sungmin. "Hmm...little Min benar-benar tak sabaran...slluurrp~ " ucap Kyuhyun ketika melihat junior mungil di bawahnya terus mengeluarkan cairan yang sedikit keruh itu. Dijilatnya lubang kecil di ujung junior Sungmin dengan ujung lidahnya membuat Sungmin menggeram.
"Euungghhh~...ahh~ cepatlah Kyuuuu..." tak sabar, Sungmin segera memeluk punggung Kyuhyun dan mengangkat sedikit tubuhnya hingga kepala junior Kyuhyun kini bersentuhan dengan opening hole Sungmin. Sungmin mengerang lirih.
"Ahh...Ming...tahan sedikit, ne...~" Kyuhyun sedikit menggejang, suaranya mulai parau akibat nafsu, dengan pelan ia mulai memasukkan junior gagahnya kedalam hole merah Sungmin. Sempit. Sungmin membuka lebar mulutnya, seakan ingin berteriak namun hanya erangan manis yang terdengar membuat Kyuhyun makin bernafsu. Segera di sambarnya mulut mungil itu dan dibawanya dalam lumatan panas dan basah lebih dari sebelumnya sementara 'Little Kyu' di bawah sana terus berusaha masuk kedalam hole sempit Sungmin.
"Hhhaahh~...nnghh...ahh...Kyuunnieehh...ahh~" Sungmin makin mendesah tak terkendali di sela lumatan bibir Kyuhyun manakala jemari kekasihnya kini menyusup ke punggungnya dan membelai bagian belakangnya dengan seduktif. Sungmin tak mampu bergerak bebas karena tubuhnya benar-benar terhimpit tubuh Kyuhyun.
"Uggh...arrhgghh~ Sung...ahhh~ Sungmiiinnhhh.." Kyuhyun kembali menggeram dalam ciumannya saat merasakan juniornya telah masuk sempurna kedalam tubuh Sungmin. Kyuhyun melepaskan pagutan bibirnya, menenangkan diri sejenak untuk masuk tahap selanjutnya. Sungmin mendongak dengan mata terpejam, nafasnya memburu sementara Kyuhyun terengah dengan menumpukan bobot tubuhnya di kedua siku.
"Hhh..hh..hhh~...hh~..." desah keduanya saat mencoba meraup oksigen.
"Angghh~" Kyuhyun mengerang saat merasakan hole Sungmin mulai berkontraksi seakan menghisap-hisap juniornya.
"Be-bergeraklah Kyu...ngghhh~"
Satu kalimat dari Sungmin membuat Kyuhyun memulai aksinya. Dikeluarkannya sedikit junior besarnya hingga tersisa kepalanya di dalam hole Sungmin kemudian menghentakkannya cukup keras kembali kedalam membuat Sungmin terlonjak dengan mata membulat sempurna.
"Akkhh!...Pe-pelan...ahhh~ pelan-pelan Kyuuhhhh" rengek Sungmin sembari mengalungkan kedua tangannya di leher Kyuhyun.
"Ahh...mianhae...Ming...sshhh~ ahh~" Kyuhyun kembali mengulangi kegiatannya namun kali ini sedikit lebih lembut namun konstan. Sungmin merintih pelan sambil mendekap erat tubuh berkeringat Kyuhyun.
"Ahh~ disanahhhh...Kyuuhh..disanaahhh~" desah Sungmin saat junior Kyuhyun menyentuh telak prostatnya membuat Sungmin makin mengerang nikmat.
"Neee..hhh...i-ini...nikmat Minnieeee...hhhh~ ngghhaaaahh~" Kyuhyun bergerak cepat sekarang pinggulnya maju mundur dengan lebih brutal. Sungmin hanya telentang pasrah mencengkeram kuat bahu Kyuhyun yang masih sibuk menyetubuhinya. Sesekali Sungmin menggigit bahu putih itu dan meremas surai coklat Kyuhyun melampiaskan rasa nikmat yang mendera tubuhnya.
"Ouugghh...ahhh~...Kyuuuuhhh~" Sungmin menggeliat frustasi saat jemari Kyuhyun menyusup masuk di celah tubuh mereka dan mengocok cepat juniornya. Sungmin makin mengeratkan pegangannya di tubuh Kyuhyun. Bibir tebal namja tampan itu tak tinggal diam. Mendengar desahan nikmat Sungmin yang makin menggila, namja itu segera menjulurkan lidahnya dan menjilati tengkuk Sungmin seduktif. Berkali-kali memutar organ kenyal itu di sana hingga kebelakang telinga Sungmin membuat namja mungil dalam kungkungannya itu makin blingsatan menahan nikmat. Kyuhyun tersenyum.
"Kyuuuhh...ahh~...Minnie...Minnie mau...akkhh...KKYUUUHHH~" akhirnya Sungmin cum. Setelah sekian lama perutnya terasa terbakar dan melilit akibat ulah Kyuhyun kini Sungmin bisa bernafas lega. Cairan putih kental itu akhirnya keluar. Menyembur dengan deras hingga membasahi tubuhnya dan dada jantan Kyuhyun serta sedikit mengenai leher jenjang namjanya.
Kyuhyun yang menyadari Sungmin mulai melemas setelah orgasme, mengeratkan pegangannya di pinggang dan punggung Sungmin sambil terus memompa tubuh mungil itu. Efek dari pasca orgasme Sungmin membuat juniornya makin terjepit dan terhisap lebih dalam ke dalam hole Sungmin. Kyuhyun mengeratkan giginya dan sedikit menggigit bibir bawahnya saat merasakan sedikit ngilu bercampur nikmat melanda juniornya. Intensitas genjotan Kyuhyun pada tubuh Sungmin makin brutal manakala ia merasakan juniornya makin panas dan berkedut cepat.
"Ahhh...Minnie...ak-aku...aku...AhhhkkHhh~...!"
'Croott'
"Oougghh~!"
Kyuhyun dan Sungmin sama-sama menjerit saat kenikmatan kembali mendera mereka. Kyuhyun melepas semua cairan cintanya kedalam tubuh Sungmin. Menghentakkan juniornya makin dalam saat letupan sperma itu terjadi. Sedangkan Sungmin, namja manis itu melenguh karena cairan cinta Kyuhyun membuat perutnya penuh dan hangat. Cairan itu terasa mengalir kedalam tubuhnya. Sedikit geli dan menyenangkan saat semprotan sperma itu mengenai dinding dalam rektumnya. Setelah mengejang beberapa kali, Kyuhyun ambruk di atas tubuh mungil Sungmin. Kedua kaki mungil yang sedari tadi mencengkeram pinggangnya kini terkulai lemas di ranjang.
"Hhh..ahh...hhh~...Minnie... ..hh..go-gomawo...ahhh~" ucap Kyuhyun terputus-putus sambil menikmati pasca orgasmenya. Namja itu sedikit mengangkat tubuhnya dan mengecup bibir plump Sungmin. Sungmin membuka matanya dan tersenyum manis. Nafas keduanya masih terengah.
.
"Saranghaeyo, Kyunnie..." lirih Sungmin dan membelai lembut pipi Kyuhyun. Kedua pasang mata itu saling menatap penuh arti dengan tubuh yang masih terpaut.
Tanpa di duga, Kyuhyun meneteskan airmatanya membuat Sungmin terbelalak kaget. "Kyu? Waeyo?" tanya Sungmin lemah sambil mengusap air mata Kyuhyun.
"Aniya...'cuup' jeongmal saranghae, jagiya...jangan pernah meninggalkanku lagi...kumohon..." Kyuhyun mengecup punggung tangan Sungmin kemudian mencium puncak hidung bangir itu dengan lembut. Masih sambil menangis, Kyuhyun mengecup kedua kelopak mata Sungmin membuat namja manis itu terpejam kemudian mengecup lama dahinya. Tak peduli dengan rasa asin dari keringat yang tersesap.
.
.
"Lee Sungmin...Will you marry me? Please~" lirih Kyuhyun di telinga Sungmin. Mata obsidiannya menatap lekat foxy Sungmin yang kini membulat kebingungan.
"K-Kyu?"
"Marry, Me...Sungminnie...saranghaeyo" kembali Kyuhyun berucap membuat jantung Sungmin makin berdebar keras. Sungguh namja manis itu kaget. Tak pernah ia membayangkan akan di lamar Kyuhyun dalam kondisi seperti ini. Saat dimana tubuh mereka masih saling bertaut. Namun rasa bahagia yang membuncah dari dadanya membuat Sungmin seketika langsung menarik tengkuk namja tampan itu dan mengecup bibir tebalnya mesra.
"I Do, Kyunnie...nado saranghaeyo..." bisik Sungmin di telinga Kyuhyun kemudian mengecup leher itu sekilas.
Kyuhyun tersenyum bahagia. Obsidiannya berbinar-binar. Semburat merah mulai tampak di pipi pucatnya manakala mendapati Sungmin tersenyum manis sambil mengecupi bibirnya berkali-kali.
"Jeongmal saranghaeyo...My Precious Love...my precious Soul...Chu~" Kyuhyun kembali memagut bibir merah Sungmin dan di sambut hangat oleh pemilik bibir hingga erangan dan desahan kembali mengalun dalam kamar bernuansa pink itu.
.
.
.
.
.
.
.
END
.
.
.
.
.
SIDE STORY
.
Sebuah mobil Mercy hitam tampak melaju pelan di sebuah jalan yang memang cukup sepi. Tak berapa lama kemudian mobil mewah itu mulai menepi dan akhirnya berhenti tepat di sebuah taman. Taman itu tak terlalu luas namun sangat indah dengan barisan berbagai macam bunga yang sengaja di tanam membentuk bintang di setiap sisinya.
Seorang namja tampak keluar dari mobil Mercy itu. Langkah kaki panjangnya terlihat menuju ke salah satu bangku yang berada di pinggir taman. Namja itu duduk menghadap kearah danau kecil di sana. Kedua matanya terpejam dengan kepala yang sedikit menengadah ke arah langit. Cuaca yang cukup cerah saat itu membuat liukan angin sedikit menerpa wajah tampannya.
"Akhirnya...kau menemukan kembali kebahagiaanmu.." gumam namja itu masih sambil memejamkan mata. Beberapa saat kemudian senyuman sendu terpajang di bibir seksinya. Mata elangnya terbuka dan pandangannya fokus mengarah ke danau.
"Lalu aku? Bagaimana denganku? Kaulah kebahagian untukku..." kembali namja tampan itu bergumam dan tersenyum pahit. Iris coklatnya terus menatap sendu kedepan.
.
.
'Bugh'
.
"Akh!" Kris tiba-tiba berteriak meringis dan sontak mengusap kepalanya ketika sesuatu yang cukup keras menghantamnya tepat di bagian yang tengah ia usap. Namja tampan itu mengarahkan pandangannya ke arah bawah, kearah sesuatu yang bergulir di kakinya. Sebuah bola berwarna hitam putih dengan ukuran selazimnya bola sepak tampak terdiam di dekat sepatu kets Kris.
"Bola siapa ini?" ucap Kris bingung. Kris mengambil bola itu dan langsung berdiri, mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman berniat mencari sang pemilik bola.
Saat mengarahkan pandangannya ke samping kiri, Kris melihat seseorang yang cukup tinggi berlari ke arahnya dari kejauhan. Kris memicingkan matanya untuk dapat melihat lebih jelas sosok yang kini melambaikan tangannya ke arah Kris. Kris sempat menoleh ke sekelilingnya mengira jika namja itu bukan melambai ke arahnya, namun tak ada orang lain. Hanya dirinya dan orang itu yang ada di sini.
"Hahh...Huuuhh...hahh~...dui..dui bu qi...jeongmal dui bu qi...hahh..hh~" seseorang yang sepertinya namja kini berada di depan Kris membungkukkan tubuh kurusnya sambil terengah-engah akibat berlari.
"Bo-bola itu...hahh..hh...bola itu punyaku...ma-maaf telah menyusahkanmu..." ucap namja itu lagi dan sekarang tubuh kurusnya telah berdiri tegak. Perbedaan tinggi yang tak terlalu jauh membuat kedua namja itu dapat bertatapan dengan jelas.
Kris mengerutkan dahinya hingga alis tebalnya menyatu saat mendengar ucapan namja di hadapannya. Bukan...Bukan karena Kris marah. Hanya saja namja blasteran Kanada itu heran, namja dengan surai hitam di depannya ini mengoceh dengan bahasa campur aduk yang benar-benar membuat Kris bingung.
.
.
"Mi-mianhae...gege...bo-bolehkah aku meminta kembali bolaku?" ucap namja itu takut-takut saat melihat Kris menatapnya tajam. Kris terkekeh pelan melihat kegugupan namja berlingkar mata hitam di depannya. 'Lucu' batin Kris.
"Kau...orang Cina?" tanya Kris masih memeluk bola sepak namja itu.
"Eh? N-ne...a-aku baru pindah ke sini sebulan yang lalu...a-aku dari Qingdao..." jawab namja itu dengan polos sambil menatap Kris dengan tatapan bengongnya.
"Aku juga orang Cina, tapi besar di Kanada dan sekarang aku bekerja di sini..." ucap Kris tersenyum lembut membuat namja di depannya tersentak kaget. Entah kenapa namja itu tiba-tiba terlihat gugup dan menggerakkan bola matanya gelisah. Samar-samar semburat merah mulai terlihat di pipi putihnya.
"Ka-kau juga orang Cina?"
"Heum.." Kris bergumam sambil mengangguk.
"Ah...ma-maafkan aku telah berbuat salah padamu...maafkan aku...tadi aku sedang bermain bola di sebelah sana lalu tanpa sadar aku menendang bolanya terlalu kuat hingga sampai kemari dan aku tidak tahu jika bolaku itu telah menyakitimu. Maafkan aku. Jeongmal Dui bu qi...ahh..ani...jeo-jeongmal mianhae...ahh...ani ani ani...i'm..i'm so sorry..." namja dengan bibir mirip kucing itu tiba-tiba membungkuk berkali-kali di hadapan Kris sambil mengisahkan penyesalannya, tak sadar jika Kris kini membulatkan matanya kaget dengan aksi heboh namja itu.
"Ya! Ya! Sudahlah...jangan mencampur-campur bahasamu seperti itu. Aku paham apa yang kau katakan...lagipula aku tak marah...sudahlah..." Kris dengan cepat memegang bahu namja Cina itu menghentikan aksi minta maafnya yang menurut Kris sangat berlebihan.
.
Hei...come on! Itu hanya bola sepak biasa...Seorang Wu Yi Fan tak akan mati hanya karena hal semacam itu.
.
"Ahh...leganya...akhirnya kau memafkanku. Aku benar-benar berterima kasih. Xie xie, emmm...g-gege..." ujar namja Cina itu menggebu-gebu dan terdengar sedikit lirih di akhir kalimatnya.
"Haha...kau lucu sekali... Ini...kukembalikan bolamu. Lain kali jika bermain hati-hati, ne..." ujar Kris sambil menyerahkan bola hitam putih itu ke tangan namja di hadapannya. Kris mengacak lembut surai hitam di depannya sambil tersenyum manis. Entah kenapa, namun Kris merasa senang dengan kehadiran namja itu.
Kris terus tersenyum. Tak sadar jika namja yang rambutnya kini tengah ia belai telah mengubah warna pipinya menjadi merah merona. Namja itu tertunduk.
"Waeyo?" tanya Kris yang heran namja di hadapannya hanya diam saja.
.
".."
.
"Aku Wu Yi Fan...tapi kau bisa memanggilku Kris dan sepertinya kau lebih muda dariku..." Kris menurunkan tangannya yang sedari tadi mengusap surai hitam lembut itu dan beralih menyodorkannya ke arah sang namja Cina.
Dengan ragu dan gugup, namja Cina itu menyambut uluran tangan Kris. "A-aku Huang ZiTao...teman-teman biasa memanggilku Tao..." ucap namja bernama Tao itu pelan. Wajahnya masih tertunduk. Tak mau menatap Kris yang malah tengah menatap intens Tao. Lagi-lagi Kris terkekeh pelan.
"Kau sepertinya gugup. Waeyo?" tanya Kris yang tampaknya telah menyadari tingkah aneh Tao.
"A-aniyo...gege..." jawab Tao lirih. Sedikit mencuri-curi pandang menatap Kris. Kris lagi-lagi tertawa, kedua tangan mereka masih saling berjabat erat.
"Hei...kenapa Tao-er? Kau lucu sekali." Kris mencubit gemas pipi Tao dengan tangan kirinya membuat Tao kaget dan menatap malu-malu pada Kris.
"Senang berkenalan denganmu, Tao..." Kris menarik pelan tangan Tao yang masih bertaut dengan tangannya membuat tubuh kurus itu mendekat perlahan.
"K-kau ma-mau apa...?" Tao bertambah gugup saat sadar Kris menarik tubuhnya mendekat kearah namja tampan itu.
"Kajja...kita main bola..." Kris segera merebut bola di tangan Tao kemudian menendangnya ke tengah taman. "Ayo Tao...kita bertanding. Jika kau menang kau boleh minta sesuatu padaku..." Kris sedikit berteriak pada Tao yang masih terbengong memandangnya. Sedetik kemudian mata sipit Tao membulat saat mendengar tantangan Kris. Tao tersenyum kemudian berlari menghampiri Kris yang kini tengah menendang-nendang bolanya.
.
'Grep'
'Cupp'
.
"Jika Tao menang gege harus jadi namjachingu Tao." Ucap Tao setelah mencium kilat pipi kanan Kris. Diambilnya bola yang menggelinding bebas di rumput hijau di bawahnya kemudian mulai berjalan meninggalkan Kris yang kini berdiri mematung ditempatnya. Tangannya bergerak menyentuh pipinya yang baru saja bertabrakan dengan bibir Tao.
.
.
.
"Kris gegeeee! Mau sampai kapan gege melamun di situuuuu?!" teriak Tao yang telah sampai di tempat awal dia bermain bola.
Kris mengerjapkan matanya beberapa kali. Namja tampan itu terdiam sejenak, kemudian sebuah senyum miring terpampang di wajah tampannya. Senyum yang sering di sebut sebagai seringai –yang sangat jarang ditunjukkannya- itu kini muncul di bibir seksinya. Membuat wajah tampannya makin terlihat mempesona.
.
.
"Gegeeee!" lagi-lagi Tao berteriak. Kini namja itu duduk bersila di atas rumput dengan memeluk bola sepaknya. Kris tersenyum sebelum mendekat kearah Tao.
"Taooo...Jika kau kalah kau harus berkencan dengankuuuuu!" Kris balas berteriak sambil melangkah mendekati Tao yang kini gantian mematung di tempatnya. Bola yang sedari tadi di peluknya bergulir bebas ke arah depan dan sampailah di sudut sepatu Kris.
Kini kedua namja itu telah berhadapan. Kris mengulurkan tangannya pada Tao yang masih duduk bersila membuat wajah namja Qingdao itu kembali memerah sempurna.
.
.
.
"Lets play the game...Panda..."
.
.
.
.
.
- SIDE STORY END -
Annyeong haseyo...HyunChan is back...\('v')
Akhirnyaaaa...selesai juga...
Gimana, chingu? Semoga berkenan bagi semuanya, ya...
Hyun harap tidak ada chingudeul semuanya yang tersinggung akibat FF Hyun ini...
Mianhae jika selama ini Hyun byk salahnya...InsyaAllah Hyun perbaiki menjadi lebih baik...
Maaf jg atas keterlambatan update FF ini...kemarin Hyun blg update kemungkinan kamis sore, taunya baru abis isya'...maafkan Hyun ya... m(_ _)m
Untuk yang "heboh" minta Tao...#smirk...tuh Hyun kaci dikit pelepas kangen na...smg suka ya...^^
.
SPECIAL DEEP XOXO TO :
ariesta87, Milky Andromeda, mayasiwonest everlastingfriends, paprikapumpkin, GaemGra, hideyatsutinielf, ChoKyunnie, deviyanti137, Cholee137, KyuMin Child Clouds, Cho Zen Min, fymuthia, Iam E.L.F and JOYer, Zahra Amelia, lenyclouds, ButtCouple137, epildedo, sitapumpkinelf, Nidaimnida, Safira JoyClouds329, ryeosomNia14, KyuKyuKyuKyuBabyKyunnie, winecoup137, Guest, lee sunri hyun, sissy, JOYersElFeu, nova137, ZaAra evilKyu, Cho Adah Joyer, Laura Rose, Diamond, sary nayola, punyuk monkey, kyuminsaranghae, Guest, pumpkinsparkyumin, Guest, Guest, winecouple, kim teechul, ika kyuminsssss, evil vs bunny, Sparkyu, ridaYKS, SPREAD JOY137, QQ KyuminShipper, kyumin pu
Serta seluruh yang FAV & FOLLOW FF ini...Hyun mengucapkan Terima Kasih banyak.
Untuk BASHERS dan FLAMERS Hyun juga ngucapin makasih, ^^
.
Sekian cuap2 dari Hyun...sekali lagi mohon maaf jika Hyun ada salah.
Akhir kata...
Gomawo, chingu-ya....^v^
JEONGMAL SARANGHAEYO YEOROBEUUUUUNNNNN...hiks..hiks...Hyun sediiiihhhh
.
SALAM KMS JOYERS. BELIEVE IT. KYUMIN IS REAL
SEMOGA KITA BISA BERTEMU LAGI DI LAIN KESEMPATAN
