-o0o-
"Tapi apa tidak terlalu berlebihan Tuan, jika sekarang membawa minnie nona pergi?",samar-samar minnie mendengar suara Kim ahjumma menyapa indera pendengarannya. Dengan perlahan ia membuka kelopak matanya. Mencoba membiasakan retina matanya untuk menerima bias cahaya dari lampu kamarnya. Dilihatnya dengan agak buram dua seluet orang yang tengah berdiri disisi tempat tidurnya.
"I-ini semua terbaik untuknya, aku tidak mungkin meninggalkan ia sendiri disini. Ahjumma tahu sendiri pekerjaan menuntutku harus melakukan ini", suara tegas sangat dikenal minnie dengan sangat baik.
"Tapi Nyo-..",dengan cepat ucapan Kim ahjumma dipotong oleh lawan bicaranya -siwon-.
"Cukup! Jangan bahas ini lagi! Yang jelas mulai besok minnie akan ikut ke Jepang bersamaku",ucap siwon final.
'Mwo? Jepang?',batin minnie tersentak.
"Eunggh~",lenguh minnie saat mencoba duduk dari posisi tidurnya. Seketika kedua orang itu menatap minnie. Dengan cekatan siwon menghampiri minnie dan langsung memeluknya.
"Kamu sudah sadar eum? Jangan pernah berbuat begini lagi, arratji? Benar-benar membuat appa mati khawatir",ucap siwon yang tak ditanggapi minnie. Bahkan pelukan itupun tak kunjung dibalas oleh minnie.
"Apa maksudnya besok akan ke Jepang?! Minnie gak mau ke Jepang!",teriak minnie yang membuat siwon kaget.
Dengan perlahan siwon melepas pelukannya dan menatap minnie sendu. Sedangkan minnie lebih memilih menoleh kearah lain, asalkan tidak melihat appa-nya.
"Jika 'anda' ingin pergi ke Jepang ,pergilah sendiri. Aku dengan Kim ahjumma sudah cukup",ucap minnie dingin. Dia sepertinya benar-benar tidak ingin memanggil siwon dengan sebutan appa lagi.
"Anda?!",ucap siwon tak percaya."Yakk! Lee sungmin aku ini appamu!",teriak siwon emosi. Dan berhasil membuat minnie menatapnya tajam.
"Sejak eomma meninggalkan kita itu artinya minnie ga punya appa lagi! Minnie membenci appa yang membuat eomma pergi! Benci! Benci!",teriak sungmin kalap bahkan sampai memukul dada bidang siwon dengan kepalan tangan mungilnya.
Siwon hanya bisa tersenyum miris melihat sungmin -anak yang sangat disayanginya- sangat membencinya seperti ini.
"Pokoknya besok kamu akan ikut appa untuk tinggal di Jepang", ucap siwon final lalu meninggalkan sungmin yang masih menangis meraung-raung.
Dengan cepat Kim ahjumma menghampiri minnie dan memeluk yeoja mungil yang sangat lemah itu. Sesekali mengelus lembut punggung anak itu untuk meringankan tangisannya.
"Minnie benci appa! Benci!",teriakan sungmin ditengah tangisannya.
"Ssstttt, geumanhae, appa minnie hanya ingin yang terbaik untuk minnie. Sssttt, uljima~",ucap Kim ahjumma.
Keesokan harinya
Sungmin tengah tampil rapi dengan menggunakan baju polkadot pink hitam dengan pita dibagian dadanya yang dipadukan dengan celana jeans sebatas paha serta sepatu sket pink yang digunakannya. Jangan lupakan pula rambutnya yang panjang dikuncir dua tinggi. Ia kini mengetuk-ngetukan ujung sepatunya dipasir yang ada dibawah ayunan yang tengah didudukinya.
"Hahh~",helaan nafas itu benar-benar menandakan sungmin benar-benar lelah menunggu. Sesekali ia menatap arah jalan masuk ke taman bermain itu. Berharap sosok yang ditunggunya akan datang. Namun setelah lewat 2 jam, sosok yang ditunggunya tak kunjung datang.
"Apa aku harus pergi tanpa pamitan? Lagian kemana sih gaemgyu itu? Menyebalkan!",ucap sungmin sebal tanpa sadar ia mempoutkan bibirnya.
Srett
Kini sungmin berdiri lalu membenarkan pakaian yang agak kusut karena kelamaan duduk.
"Annyeong gaemgyunnie",lirih sungmin sebelum benar-benar pergi kesana.
-o0o-
FF / My pure love to you / KYUMIN / GS / Part 12
Author : Han Hye Neul a.k.a Christine Wijaya
FB : EmiLy Tinzz Tinee
Twitter : Cristiintin
Genre : romance ,hurt, sad*maybe*
Warning : GenderSwitch, berbeda dengan karakter aslinya, Typo yang menyebar hingga pelosok (?) ff dan Cerita yang gaje
Rating : 15+
Main Cast :
Kyuhyun
Sungmin
Other cast : always find by ur eyes reader ^^
~ Story begin ~
"Aku ingin bertemu cinta pertamaku,kyu. Mian."
DEG
Seketika tubuh kyuhyun menegang. Ia menatap sungmin dengan pandangan yang sulit diartikan.
"C-cinta pertama?! Musun iriya?",tanya kyuhyun dengan sisa suara yang bisa ia keluarkan. Statement yang baru diucapkan sungmin cukup membuat nafasnya tercekat.
"Mianhae kyu~ jungmo mengenal seseorang yang kucari sejak bertahun-tahun lalu. Aku benar-benar ingin bertemu dengannya.",ucap sungmin tak kalah lirih. Bahkan yeoja manis itu rela menundukkan wajahnya. Ia benar-benar tidak sanggup menatap kyuhyun.
"Lalu?",
Pertanyaan kyuhyun membuat sungmin menatapnya."Lalu apanya?",tanya sungmin balik.
"Lalu apa yang kamu lakukan kalau sudah bertemu dengannya?",tanya kyuhyun dengan nada yang penuh harap.
"Y-ye? I-itu.. Aku belum memikirkannya",jawabannya sungmin yang terlampau jujur membuat kyuhyun tersenyum miris.
"Ahh~ sepertinya aku terlalu banyak berharap padamu",lalu tawa renyah keluar dari bibir kyuhyun.
"Mianhae kyu aku ti-...",dengan cepat ucapan sungmin dipotong kyuhyun lagi.
"Tidak bermaksud begitu? Gwaenchana ming~",ucap kyuhyun kini senyum miris tercetak diwajahnya.
"Kyu~",sungmin mencoba menyentuh kyuhyun namun dengan cepat kyuhyun menepisnya dengan lembut.
"Jangan lakukan apapun yang membuatku terlalu berharap",ucap kyuhyun dingin lalu meninggalkan sungmin disana.
"Hiksss..hiksss..mianhae kyu~"
Namun belum sempat kyuhyun pergi menjauh. Langkah kakinya terhenti saat...
BUGHH
Dengan cepat kyuhyun menoleh kebelakang dan ia mendapati tubuh sungmin yang sudah ambruk dijalan. Dengan cepat ia berlari kearah sungmin. Hidung sungmin mimisan. Kyuhyun sangat panik melihat kondisi yeoja yang dicintainya ini.
"Lee sungmin irreona! Yak! Palii irreona!",ucap kyuhyun sambil menepuk-nepuk pipi chubby yang kini terlihat pucat itu.
SRETT
Dengan cepat kyuhyun menggendong sungmin ala bridal style.'Kumohon bertahanlah ming~',batin kyuhyun.
-o0o-
Kini sungmin sudah ditangani di ruang gawat darurat. Kyuhyun benar-benar syok melihat kondisi menggenaskan sungmin tadi. Namun sekarang kondisinyapun tak kalah menggenaskan. Baju yang dikenakannya kini banyak bercak darah yang berasal dari hidung sungmin tadi. Ditambah air mata yang sesekali menetes dari pelupuk matanya kini menambah buruk kondisinya.
"Aku tidak akan meninggalkannya lagi seperti tadi..mianhae ming",lirih kyuhyun saat mengingat tadi dengan dinginnya ia mengacuhkan sungmin. Ia sangat menyesal, namun rasa menyesal itu kini menguap. Dan berubah menjadi rasa putus asa kala otaknya memutar kejadian beberapa waktu lalu yang sukses membuat dadanya terasa dicubit. Bahkan untuk bernafaspun serasanya sangat sulit.
"Aku ingin bertemu cinta pertamaku,kyu. Mian."
"Mianhae kyu~ jungmo mengenal seseorang yang kucari sejak bertahun-tahun lalu. Aku benar-benar ingin bertemu dengannya."
"Y-ye? I-itu.. Aku belum memikirkannya"
"Permisi apa anda keluarganya Lee sungmin-ssi?",tanya seorang dokter yang membuat kyuhyun tersadar dari lamunannya.
"Y-ye? Saya namja...eh saya chingu-nya sungmin. Ada apa uisanim?",tanya kyuhyun. Seketika raut wajah sang uisa berubah serius.
"Apa sungmin baru saja mengalami kejadian yang tak mengenakan?",tanya uisa yang membuat kyuhyun tersentak.
"Y-ye?",
"Seharusnya kamu sebagai chingunya bisa menjaga kesehatan psikisnya, karena itu sangat berpengaruh terhadap kesehatannya. Apalagi sekarang ia masih masa pasca chemotheraphy. Lebih baik kamu segera hubungi keluarganya. Kondisi sungmin yang kian menurun seperti ini akan mempercepat berkembangnya penyakit yang ia idap.",jelas uisa yang bisa membuat kyuhyun termenung.
'Ini semua salahku',
"Mungkin sungmin-ssi belum sadarkan diri. Karena kami memberinya obat penenang.",jelas uisa itu lagi.
"Kira-kira kapan sungmin akan sadar?",tanya kyuhyun.
"Kalau itu tergantung sungmin-ssi sendiri. Jika kondisinya memungkinkan ia akan sadar hari ini, tapi jika kondisinya lemah mungkin beberapa hari lagi ia baru akan sadar.",jelas sang uisa.
"Baiklah, saya harus memeriksa pasien lain, sebentar lagi sungmin akan dipindahkan keruang inap. Jadi segeralah hubungi keluarganya",lanjut uisa yang direspon anggukan oleh kyuhyun.
-o0o-
Kyuhyun melangkah gontai mendekati ranjang tempat sungmin terbaring. Wajahnya begitu damai terlelap. Dengan perlahan kyuhyun mendudukan dirinya dikursi yang ada disisi ranjang sungmin. Jemari besarnya membenarkan beberapa helai anak poni yang menutupi wajah imut nan cantik milik sungmin.
Tangan kirinya dengan lembut menggapai tangan kiri sungmin yang menganggur tanpa dipasangi alat infus. Diusapnya dan diangkat perlahan lalu dikecupnya singkat.
"Mianhae ming~ mian membuatmu tertekan",kyuhyun tertunduk dan tanpa ia sadari air matanya mengalir begitu saja. Ia cukup bingung dengan penyebab hatinya merasa sakit sekarang. Apa itu sakit karena melihat sungmin terbaring lemah karenanya? Atau karena ia mengetahui sungmin masih memikirkan 'cinta pertama'nya ?
Entahlah, yang jelas semua yang kini ia rasakan itu karena yeoja yang tengah terbaring pulas dihadapannya.
"Ming, irreona~",lirih kyuhyun sambil mengusap lembut pipi chubby sungmin.
Tok tok tok
Ketukan pintu itu mengintrupsi aktivitas kyuhyun. Kyuhyun kini menoleh kearah pintu untuk melihat siapa yang baru saja datang. Sesosok yeoja paruh baya menghampiri kyuhyun dan sungmin.
"Bagaimana dengan keadaan Nona sungmin?",tanya yeoja itu benar-benar bernada khawatir. Jangankan nada bicaranya, sorotan matanya pun sangat jelas menggambarkan kekhawatirannya.
Kyuhyun segera berdiri dan membungkuk sedikit untuk tetap menjaga etikanya.
"Jwiseonghamnida ahjumma, aku benar-benar gagal menjadi namjachingu yang baik untuk sungmin. Dia begini karenaku. Semuanya salahku..",ucap kyuhyun lirih sambil menundukkan kepalanya. Kim ahjumma -yeoja paruh baya itu- mengelus pundak kyuhyun lembut.
"Aniyo~ nona sungmin memang sering drop seperti ini, jangan terlalu menyalahkan diri-...",ucapan kim ahjuma dengan cepat kyuhyun sela.
"Ani! Ini semua salahku! Aku yang membuatnya tertekan, tidak seharusnya aku cemburu dengan..cinta pertamanya",ucap lirih kyuhyun berhasil membuat Kim ahjumma menghentikan acara mari-membuat-kyuhyun-tenang.
"J-jadi nona sungmin masih memikirkan namja itu? Hahh~",ujar Kim ahjumma itu sedikit frustasi."Padahal aku pikir dia sudah membuka hatinya untukmu, mengingat nona sungmin banyak berubah semenjak bersama denganmu",lanjutnya lagi.
"Aku tidak ingin terlalu banyak berharap, aku yakin sungmin masih sangat mencintai namja itu"
"Jangan seperti itu, saya yakin kyuhyun-ssi memiliki tempat khusus dihati Nona sungmin. Jangan menyerah ne?",ucap Kim ahjumma menyemangati kyuhyun. Kyuhyun tersenyum tipis menanggapi ucapan Kim ahjumma.
"Geunde ahjumma, apa sampai sekarang appa sungmin belum mengetahui penyakit sungmin?",tanya kyuhyun serius. Kim ahjumma menggeleng lemah.
"Tuan Lee tidak ada di Seoul, ia masih tetap kekeuh tinggal di Jepang. Karena sepertinya Tuan Lee benar-benar ingin melupakan Seoul serta kenangannya di Kota ini.",
"Tapi hanya dialah yang bisa menyelamatkan sungmin..",
"Saya sudah mengatakan hal ini berulang kali pada Nona Sungmin, namun ia tetap menolak untuk memberitahu soal ini kepada Tuan Lee"
"Hahhh~ ahjumma bolehkah aku bertanya?", kim ahjumma mengangguk.
"Siapa namja yang beruntung menjadi cinta pertama sungmin?",mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir kyuhyun membuat Kim ahjumma tersenyum.
"Itu adalah namja yang Nona sungmin kenal saat masih kecil, ia bertemu dengan namja itu tepat setelah kedua orang tuanya berpisah. Namun saat Nyonya Lee meninggal, saat itu juga namja itu meninggalkan Nona sungmin dan tidak muncul lagi",
"Jinjja? Cih! Namja babo! Disini aku mengejar-ngejar sungmin tapi dia malah...ck! Menyebalkan",gerutu kyuhyun sebal yang membuat kim ahjumma terkekeh.
"Kalian sangat mirip!",ucapan Kim ahjumma membuat kyuhyun menoleh cepat kearah ahjumma.
"Nugu?",
"Kamu dengan Henry-ssi, saat henry-ssi mengetahui hal ini dia juga mengatakan hal yang sama denganmu",
"Mwoya? Henry? Apa sungmin mempunyai hubungan khusus dengan henry?",Kim ahjumma menggeleng menanggapi ucapan kyuhyun.
"Saat henry-ssi menyatakan cintanya pada Nona sungmin saat Nona sungmin di Jepang, saat itu juga Nona sungmin pergi ke London untuk menghindari Henry.. Mengingat Nona sungmin mengidap penyakit yang sama dengan Nyonya Lee ,makanya ia menghindari Henry-ssi yang sebenarnya adalah teman pertama Nona sungmin setelah ditinggal oleh cinta pertamanya."
"Jadi setelah ditinggal namja babo itu sungmin tidak memiliki teman ?", kim ahjumma menggeleng lemah.
"Nona sungmin jadi lebih suka menutup dirinya sampai saat ia sekolah menengah, baru diketahui kalau sebenarnya Nona sungmin mengidap penyakit yang sama dengan Nyonya Lee dan hal ini semakin membuat Nona sungmin menutup diri, ia tidak ingin memiliki teman. Karena Nona sungmin pikir temannya nanti akan sangat sedih jika suatu saat nanti Nona sungmin akan pergi meninggalkan mereka..hikss...hiksss",cerita yang panjang itu diakhiri dengan sebuah isakan kecil yang tertahan.
'Jadi hal ini yang membuat sungmin awalnya sangat tidak bersahabat?',batin kyuhyun.
"Mianhamnida kyuhyun-ssi, saya malah jadi menangis begini. Lebih baik kamu pulang, besok harus sekolah bukan? Sekarang sudah ada saya yang disini menjaga Nona sungmin",ucap kim ahjumma.
"Eum... Baiklah, saya permisi dulu ahjumma",ucap kyuhyun sambil membungkuk sedikit sebelum benar-benar pergi dari tempat itu.
'Geunde sebenarnya siapa namja babo itu ya? Kenapa bisa Jungmo menyebalkan itu mengenalnya?',batin kyuhyun.
-o0o-
Keesokan harinya
'Pokoknya pulang sekolah nanti aku harus menemui Jungmo babo itu!',batin kyuhyun.
Kini kyuhyun melangkahkan kakinya masuk kedalam kelasnya. Dilihatnya kelas itu sudah cukup ramai. Ia segera menghampiri tempat duduknya. Dan semua murid mulai berdatangan -termasuk henry, donghae dan yesung-. Tak lama kemudian pelajaran pun dimulai seperti biasa.
Saat istirahat
Kyuhyun lebih memilih duduk ditempat duduknya sambil bermesraan dengan 'selingkuhan'nya itu daripada ke kantin bersama hyungdeulnya yang tentu saja mereka pasti bersama dengan pasangannya. Kyuhyun mana mau menjadi nyamuk diantara pasangan itu.
Tak lama kemudian ada sepasang manusia menghampiri meja kyuhyun. Kyuhyun mempausekan gamenya lalu melirik sekilas 'pasangan' itu. Lalu kembali melanjutkan gamenya yang sempat tertunda itu.
"Wae?",tanya kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.
"Ada yang ingin ku bicarakan",ucap salah satu orang dihadapannya kini yang kita ketahui itu adalah namja sipit bernama henry.
"Katakan saja",ucap kyuhyun singkat tanpa mau menatap kedua orang itu -henry dan hyeneul-.
"Cih! Kau ini kekanakan sekali! Bisa berhenti memainkan benda yang hanya dimainkan oleh bocah itu sebentar eoh?!",ucap henry terbawa emosi.
Kyuhyun mematikan PSPnya dan menatap henry tajam."Sebenarnya apa sih yang mau kau bicarakan? Kenapa juga harus bersama hyeneul-ssi? Ahh~ apa kalian berpacaran ? Kalau begitu selamat. Tapi aku tidak begitu tertarik dengan perbincangan ini",ucap kyuhyun sambil berdiri dan berniat pergi meninggalkan henry dan hyeneul yang masih cukup kaget dengan ucapan kyuhyun barusan. Namun langkah kaki kyuhyun terhenti saat tangan henry menahan lengannya.
"Kenapa sungmin tidak masuk hari ini ?",
"Cih! Apa pedulimu henry-ssi ? Berhenti mengkhawatirkan yeoja chingu orang lain, aku muak melihatnya",entah apa yang terjadi pada kyuhyun. Hari ini moodnya benar-benar tidak baik. Ia begitu ingin bertemu dengan 'musuh bebuyutan'nya segera.
"Sudahlah, berdebat dengan orang sepertimu tidak akan ada habisnya, hyeneul-ah, seperti yang kau lihat hari ini sungmin tidak masuk, dan anjing penjaganya tidak mau memberitahu kita, lebih baik nanti saja kita memberikan barang itu pada sungmin", ucap henry yang membuat kyuhyun dengan cepat menoleh ke namja sipit itu.
"Apa maksudmu? Barang apa?",desak kyuhyun.
Hyeneul merogoh sakunya dan mengeluarkan 'sesuatu' yang membuat kyuhyun terbelalak kaget.
"Sebenarnya aku ingin mengembalikan ini dan sekaligus ingin minta maaf pada sungmin eonni, dia pasti salah paham tentang kemarin dan juga aku ingin minta maaf pada kyuhyun sunbae. Tidak seharusnya aku mengatakan itu pada namjachingu orang lain",kyuhyun masih terpaku melihat benda itu.
"Darimana kau dapat benda itu?",tanya kyuhyun yang tentu saja tak ada hubungannya dengan pernyataan dari hyeneul barusan.
"Ini milik sungmin eonni yang terjatuh saat ia melihat kita kemarin dihalaman",jelas hyeneul yang sepertinya masih membuat kyuhyun belum bisa terima.
"Darimana kau tahu ini milik sungmin?",tanya kyuhyun lagi sambil menarik tangan hyeneul kasar hingga membuatnya meringis.
"Sebenarnya ada apa denganmu Cho ? Tak perlu sekasar ini! Dia kan yeoja!",bentak henry kesal sambil menepis tangan kyuhyun dari tangan hyeneul.
"Itu memang benar milik sungmin, itu adalah benda pentingnya. Dan kalau kau bertanya kenapa aku bisa mengetahuinya ya tentu saja karena aku chingu-nya.. Itu adalah benda kenangan dari cinta pertama sungmin",ucapan henry kesal namun diakhiri dengan nada yang cukup lirih.
Bughh
Kyuhyun mendudukkan dirinya dikursinya dan memandangi 'benda' itu yang kini ada dalam genggamannya."T-tidak mungkin..."
Srettt
Kyuhyun dengan kasar mengambil tasnya dan pergi keluar dari kelas itu.
-o0o-
"Dimana kim jungmo?",tanya kyuhyun tak sabar saat masuk kedalam tempat bernama 'Trax Net' itu.
"Itu disana, ingat cho jangan buat keributan disini. Arratji?!",peringatan dari namja berbadan subur yang kita ketahui bernama shindong itu.
"Tenang saja hyung~",
Tak lama mata tajam kyuhyun berhasil menemukan sosok jungmo. Lalu dengan cepat ia menghampiri jungmo."Palli ikut aku keluar",ucap kyuhyun dingin. Mau tak mau jungmo menuruti 'musuh bebuyutan-nya itu.
"Ada apa eoh? Kau ingin memukulku lagi?",tanya jungmo menyindir.
"Untuk apa sungmin waktu itu menemuimu?",tanya kyuhyun to the point.
"Aigoo~ kau jauh-jauh kesini hanya untuk bertanya ini saja? Aku pikir kau akan menantangku duel game",
"Oh ayolah jungmo! Saat ini aku sedang serius! Lagi pula tanpa duel pun aku pasti menang!",ucap kyuhyun yakin yang membuat jungmo mencibirnya.
"Ishh! Tidak namjanya tidak yeojanya, kalian aneh! Sungmin waktu itu menemuiku untuk mengetahui siapa 'GaemGyu' ya karena saat itu aku tertarik melihatnya ya aku ajak saja dia kencan kalau dia benar-benar ingin tahu siapa itu 'GaemGyu' , tapi tak kusangka saat itu kau muncul dan mengatakan sungmin adalah yeojachingumu.. Aku tak habis pikir, untuk apa sungmin mencari GaemGyu yang jelas-jelas namja chingunya sendiri",jelas jungmo sejelas-jelasnya. Kyuhyun terpaku sebentar lalu pergi meninggalkan jungmo.
"Cih! Dasar aneh!",
-o0o-
Kyuhyun berlari terengah-engah menyusuri lorong rumah sakit. Bahkan tak jarang orang yang berlalu lalang dirumah sakit melihatnya heran.
Saat tepat berhenti didepan pintu kamar rawat sungmin, ia mencoba mengatur nafasnya yang terengah-engah.
Srettt
Ia membuka perlahan pintu geser itu. Kini dapat ia lihat dua sosok yeoja yang tengah bercanda. Yeoja paruh baya itu tengah mengupas buah untuk disuapi ke yeoja mungil nan manis yang tengah terduduk diranjangnya. Sontak saat kyuhyun membuka pintu geser itu, kedua yeoja itu menoleh kearahnya.
Kyuhyun membungkukkan badannya sedikit untuk memberi salam kepada Kim ahjumma. Dan kyuhyun melangkah mendekati sungmin.
"Kyu~",cicit sungmin. Kyuhyun tersenyum mendengar sungmin memanggil namanya.
"Apa kau sudah baikan?",tanya kyuhyun yang direspon anggukkan oleh sungmin.
"Ehemm,, lebih baik ahjumma pergi dulu ne? Keadaan rumah juga harus dirawat, bisa ahjumma menitipkan Nona sungmin padamu kyuhyun-ssi?",
Kyuhyun mengangguk antusias."Tidak perlu khawatir ahjumma, aku akan menjaga yeoja cantik ini",ucapan kyuhyun sukses membuat sungmin merona sekaligus bingung.
'Bukankah ia marah denganku?',batin sungmin.
Tak lama saat Kim ahjumma meninggalkan kyuhyun dan sungmin. Ia mendudukan dirinya dikursi yang tadi diduduki oleh Kim ahjumma. Kyuhyun mengusap punggung tangan kiri sungmin.
"Kyu...",
"Hm.."
"Mian-...",
Kyuhyun menaruh telunjuknya tepat didepan bibir sungmin.
"Sssttt..mulai sekarang kau hanya perlu menatapku dan percaya padaku minnie-ya"
-TBC-
Akhirnya bisa update juga. Nah di chap ini akhirnya si kyu tau kalo dia itu first lovenya sungmin. Hmm.. Mungkin di chap depan baru aku bikin ming tau kalau gaemgyu itu adalah kyuhyun.
Nah sekarang aku minta saran dan kritiknya dari para readerdeul yaa ^^
