Title : The Pain
Author : yehetohorat794 (prev:luluhanbyun)
Genre : Romance/Hurt
Rate : M
Cast : Xi Luhan, Oh Sehun, and the others
Disclaimer : semua karakter tentunya bukan milik saya, cuma milik Tuhan dan keluarga mereka beserta SMent. Tapi beda dgn Luhan, dia milik china :" kecuali story ff yang bener-bener berasal dari otak saya,:v jadi, plagiators, hush,hush
Warning : Genderswitch! Pairing HunHan! (Nyerempet KaiLu sih) (and other oficiall pairing!)/ Typo bersebarang
Summary :
"Apa mau mu,hahh!?"/"Katakan pada Eomma dan Appa mu untuk membatalkan perjodohan ini. Aku akan mengatakan hal yang sama pada orang tua ku. aku tak pernah sudi dijodohkan dengan 'pembunuh perlahan' seperti mu!"/"Dengan perjodohan ini kita akan semakin dekat, dan aku akan punya kebebasan untuk menindasmu"/"aku membenci mu,Oh Sehun"/HunHan/GS/ Slight KaiLu, KaiSoo and other pairs
.
.
Luhan mengerjap kaget saat membuka matanya. Bagaimana dia tak kaget, wajah sehun adalah hal pertama saat dia membuka matanya. Dan itu cukup membuat jantungnya berdetak lebih cepat, bahkan sangat cepat.
Maniknya menelusuri wajah damai milik sehun. Dia bahkan masih tak percaya bahwa kejadian semalam adalah kenyataan.
Matanya kemudian beralih ke tangan kokoh sehun yang masih setia bertengger di pinggangnya.
Entah sejak kapan pelukan ini menjadi hal ternyaman sekaligus terhangat baginya. Yang jelas sekarang, dia sangat menyukai pelukan Sehun. Sangat sangat dan sangat.
Pipinya mendadak merah saat menyadari sesuatu. Berarti sehun memeluknya sepanjang malam?
"Jangan melihat ku dengan pipi merah mu itu kalau tak mau ku cium" sehun bergumam dengan mata masih tertutup.
Luhan langsung tersentak dan kembali menenggelamkan kepalanya ke dada sehun manja.
Entahlah, dia merasa tenang jika bersama sehun.
"Untuk apa menyembunyikannya lagi, aku sudah melihatnya" sehun terkekeh sejenak setelah menyudahi kalimatnya itu, dia semakin mengeratkan pelukannya pada gadis itu, seakan tak membiarkannya untuk pergi.
"Dasar bodoh" luhan merutuk di dalam pelukan sehun, membuat sehun kembali tertawa renyah dan mengecup pucuk kepala luhan dengan sayang.
"Selamat pagi.." Sehun berujar dengan lembut usai mengecup puncak kepala luhan itu, membuat luhan tak bisa lagi untuk tak tersenyum saat menerima perlakuan yang menurutnya manis itu.
Hatinya juga sedikit bimbang. Apakah ini hanya sesaat? Dia sudah sangat menyukai kenyamanan ini. Dan dia juga tak mau kenyamanan ini pergi dari hidupnya. Dia sangat senang akan kehangatan ini.
"Morning too" luhan menyapa balik sehun dan memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya, dia kemudian bertemu dengan tatapan lembut milik Oh Sehun.
Pipinya mendadak memanas lagi, tapi tak ada niatan dalam dirinya lagi untuk menyembunyikannya.
Luhan sedikit menaikkan tubuhnya agar wajah nya bisa langsung berhadapan dengan wajah sehun. Dan untuk kesekian kalinya, dia terlena dengan wajah tampan milik Sehun.
"Sehun.."
"Hm?"
"Soal Seulgi... Kau sudah berakhir dengannya?" Luhan bertanya hati-hati, takut-takut sehun akan membentaknya.
"Apakah aku harus menjawabnya?" Bukannya menjawab, Sehun malah balik bertanya, membuat Luhan sedikit jengkel.
"Terserah mu saja" luhan mengatakannya dengan ketus, dia kembali membenamkan kepalanya pada dada sehun. Pelukan sehun memang membuatnya hangat.
"Kita sekolah hari ini?" Luhan kembali membuka suara nya, suaranya terdengar seperti bergumam karna dia menempelkan wajahnya pada dada sehun.
"Ani.."
"Memangnya ini hari apa?"
"Minggu"
"Ooh.." Luhan mengangguk sekali lalu kembali mengeratkan pelukannya pada sehun.
"Emm.. Sehunnie" luhan memanggil sehun, dia lalu menaikkan sedikit badannya agar berhadapan dengan sehun.
"Hm?"
"Kenapa kau sangat membenci Kai?" Luhan bertanya dengan penasaran,
"Aku? Membenci Kai?" Sehun menatap tak percaya pada Luhan,
"Iya" jawab luhan sembari menganggukan kepalanya keras.
"Aku tak membenci nya" ucap Sehun santai,
"Jangan berbohong"
"Untuk apa aku berbohong?"
"Huh terserahlah" luhan kembali mendesah kesal akibat nya, dia mengerucutkan bibirnya dan menimbulkan suatu yang menggemaskan bagi sehun.
Sehun dengan kecepatan kilat mengecup bibir luhan, membuat luhan terkejut dan hanya terdiam mencerna apa yang baru saja terjadi.
"Y-YA! K-Kau tak boleh m-mencium ku sembarangan" luhan berkata dengan gugup, pipinya bersemu merah karena apa yang baru sehun lakukan tadi.
"Sepertinya kau harus membiasakan diri, lu. Aku mungkin akan mencium mu setiap hari, oh tidak, mungkin setiap jam. Ah ani ani setiap menit dan setiap detik" sehun lalu mengakhiri kalimatnya dengan senyuman miring lalu kembali mengecup bibir luhan berulang kali, membuat pemilik bibir plum itu hanya bisa meronta malu-malu karena hal itu.
"C-cukup sehunnie.. Cukup" luhan berkata dengan gugup, takut melihat wajah sehun yang kini ada tepat di depan wajahnya. Ya, kini sehun sedang menindih luhan dan berusaha untuk mengecup bibir itu lagi.
"Cukup? Hm..?" Sehun kembali mengeluarkan senyum miring, lalu menganti nya dengan senyum lembutnya.
Tangan kanan sehun terangkat untuk mengusap lembut pipi luhan. Usapan yang membuat luhan terlena untuk yang keberapa kali. Usapan yang sangat disukainya. Usapan yang membuatnya hangat. Usapan yang dapat menghilangkan segala keraguannya untuk berkata tidak. Usapan Oh Sehun, pria yang dicintainya karena perjodohan aneh yang dulu dibencinya.
"Kau cantik" ucap sehun lembut,
"Bisa kau ulang pertanyaan mu yang semalam?" Luhan bertanya dengan penuh harap,
Sehun sedikit terkejut, tapi tetap saja dia menunjukan senyuman lembut dan manisnya.
"Xi Luhan, aku tau ini terlalu cepat. Tapi, jadilah kekasih ku" sehun meminta dengan lembut, dia menatap lurus kearah mata luhan yang teduh,
"Tch! Kau payah.. Kau sama sekali tak romantis" luhan mendecih keras, tapi tangannya terangkat dan memeluk leher sehun.
Sehun tau arti decihan itu. Sehun tau arti dibalik hinaan itu. Sehun lalu mendekatkan wajahnya dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir luhan.
Dia menciumnya dengan lembut dan sedikit melakukan pergerakan diatas bibir luhan, melumatnya dengan lembut dan sedikit melakukan hisapan di bibir bawah luhan,
Luhan tidak hanya diam seperti semalam, dia juga melakukan hal yang sama dengan apa yang sehun lakukan. Dia balas melumat bibir sehun. Sedikit menghisapnya dan itu cukup membuat sehun senang.
Ciuman mereka penuh kehangatan. Sangat membuat keduanya senang.
Luhan sedikit menepuk dada sehun, menandakan untuk menyudahi ciuman mereka.
"Terima kasih" ucap sehun lalu tersenyum lembut, dia lalu kembali mengecup singkat bibir luhan.
Luhan menjawabnya dengan senyuman manisnya.
.
.
.
"Waahhh~ makanan mu memang selalu enak" puji luhan lalu kembali menyantap makanan yang sehun buatkan.
"Makan lah dengan benar.." Sehun terkekeh sebentar lalu mengusak lembut rambut luhan.
"Gomawo sehunnie.. Hihi.." Luhan tertawa manis disela kegiatan mengunyahnya. Mau tak mau ikut membuat sehun tersenyum.
"Aku akan menonton, lu.." Ucap sehun santai lalu pergi keruang tv dan menghidupkannya.
Luhan melirik punggung sehun yang tampak dari pintu dapurnya ini. Bahkan hanya punggungnya saja sudah membuatnya menawan.
Luhan menghabiskan suapan akhirnya sebelum memutuskan untuk menghampiri sehun.
Dia kemudian mendudukkan dirinya di samping kanan sehun, menyandarkan badannya pada dada sehun.
Sehun lalu mengangkat tangannya dan mengusap kepala luhan, memberi rasa nyaman pada luhan,
Dia lalu mengecup pucuk kepala luhan sebelum mengganti channel nya.
Hingga, channel nya terhenti di salah satu acara musik, yang sedang menampilkan performance dari EXO, Growl.
Luhan sontak duduk menegakkan bahu nya, dia menatap dengan pandangam berbinar pada layar kaca itu, matanya lihai menangkap wajah salah satu member disana. Sesekali dia mengatakan pujian ataupun gurauan saat melihat member yang sering memakai eyeliner itu tersenyum sambil menari. Dia juga sesekali teriak saat melihat member yang berkulit tan menampilkan smirknya. Dan jangan lupakan saat dia memekik riang saat melihat member termuda yang menampilkan wajah serius nya. Yap, Luhan adalah fangirl dari EXO. Boyband asal negara Korea yang terdiri dari 12 orang yang sangat tampan baginya.
Sehun hanya mendecih keras saat melihat luhan yang tergila-gila akan band ini. Dia menatap malas layar kaca di depannya,
Dia sedikit melirik member kesukaan Luhan, yaitu member yang termuda atau magnae dengan wajah seriusnya itu. Kalau dipikir-pikir, wajahnya dan member itu hampir mirip,
"Uwwaaa... Kenapa mereka sangat tampaann... Aaaaa~ kapan aku bisa menikah dengan si magnae ituu-"
"Kau takkan menikah dengannya,karena kau akan menikah denganku" ucap sehun tegas, dia memberikan tatapan tajam pada luhan yang kini menatap malas pada namja yang disampingnya ini.
"Huh.. Asal kau tahu ya, Oh Sehun. Kau tak ada apa-apanya dengan si magnae cadel itu, dia sangat tampan, tinggi, dan pintar menari-"
"Aku juga tampan! Tinggi! Dan kalau menari, kau tak tau kalau aku ahli dalam hal itu!" Sehun memotong perkataan luhan,
"Iya hal itu memang ada padamu," ucap luhan lalu terkekeh geli, mengakibatkan senyuman bangga terukhir di wajah Oh Sehun.
"Tapi apakah kau bisa aegyo?" Luhan memicingkan matanya,dia juga memberikan senyum miringnya seakan-akan menantang Sehun.
"Aah, soal itu.. Aku.. Aku bisa.. Hanya saja.. Itu.." Sehun berkata dengan terbata-bata, mengakibatkan luhan mau tak mau tertawa geli melihat ekspresi sehun,
"Kau bisa? Kalau gitu tunjukkan padaku" pinta luhan,
"Aku bisa .. Hanya saja"
"Jebal" luhan mengeluarkan aegyo mautnya. Dia menyatukan kedua telapak tangannya dan memberikan puppy eyesnya, membuat sehun terenyuh.
"Hhhhh~" sehun menghela lemah, dia lalu mengepalkan tangannya dan meletakkan nya di samping pipi kiri dan kanannya, pipi nya dia gembungkan sedikit,
"Bbuing.. Bbuing?" Sehun berkata dengan nada yang dibuatnya seimut nya sendiri.
1 detik..
2 detik..
3 detik..
"AIGOO SEHUNNA!" Luhan langsung saja menerjang tubuh tegap Sehun, dia langsung memeluk pinggang Sehun dan menimpa badannya.
"Kau sangat sangat sangat menggemaskan~" luhan berkata. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Sehun.
"Tingkah mu ini malah yang menggemaskan" Sehun bergumam sambil mengusap lembut kepala Luhan.
Dia terkekeh geli saat Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya pada bagian dadanya,
Luhan lalu mendongakkan wajahnya agar bertemu dengan wajah Sehun,
"Sehunna~"
"Hm?"
"Bisakah kau menemani ku ke toko mainan? Baekhyun besok ulang tahun.." Ucap Luhan memohon,
"Kapan?"
"Sekarang~ jebal, jangan menolak~"
"Hh, baiklah, apa aku bisa menolak jika kau memberi ku tatapan seperti itu?" Sehun berkata dengan geli sebelum mencium kedua pipi Luhan.
.
.
.
"Apakah ini bagus, Sehunna?" Ucap Luhan riang saat menunjukkan boneka bambi bewarna oranye.
"Itu untuk Baekhyun?" Tanya Sehun,
"Tentu saja"
"Ani.. Ani.. Itu sama sekali tak bagus untuknya, Luhan-ah, dia cocok dengan boneka.. Ehmmm... Ini" cerca Sehun lalu menyodorkan sebuah boneka hiu bewarna biru tua,
Luhan sontak tertawa saat boneka itu tiba-tiba ada di depan wajahnya, dia lalu meletakkan boneka bambi itu dan mengambil hiu itu dari tangan Sehun.
"Kenapa ini sangat cocok dengannya?" Tanya Luhan pada Sehun,
"Karena mereka sama-sama mengerikan" ucap Sehun jujur, menyebabkan kekehan manis keluar dari mulut Luhan.
"Baiklah, ini saja kalau begitu..." ucap Luhan lalu tersenyum senang,
"...Tapi... Sehunna?" Sambung Luhan,
"Hm?"
"Bolehkah aku membeli boneka bambi ini juga? Aku sangat menyukai nya.." Ucap Luhan memohon,
"Tentu saja, ayo ke kasir" ucap Sehun lembut sebelum mencium pipi Luhan sekilas.
.
.
.
"Kau tunggu disini, jangan kemana-mana, aku akan segera kembali" ucap Sehun lalu menutup pintu mobilnya,
Luhan hanya mengangguk sambil memeluk boneka bambi itu.
Dia terus menggerak-gerakkan kaki kanan depan boneka itu, dan jangan lupakan suara aneh + imut yang keluar dari mulutnya saat memainkan boneka itu. Dia terlihat seperti anak usia 5 tahun sekarang.
"Tuk.. Tuk.. Tuk" jendela hitam mobil Sehun terketuk, luhan langsung menolehkan wajahnya ke arah samping, wajahnya yang sumringah tiba-tiba menjadi sangat suram kala melihat siapa yang kini mengetuk-ngetuk jendela nya itu.
"Seulgi.." Gumam Luhan di dalam hati,
Gerakan jari Seulgi menyuruh Luhan untuk segera keluar,
Luhan hanya menurutinya, dia membuka pintunya perlahan sebelum benar-benar menapakkan kakinya di tanah itu.
"Ada apa?" Ucap Luhan santai.
"Jadi ini benar-benar karena kau, sialan!?" Seulgi memekik, dia mendorong pundak luhan,
"Apa maksudmu?" Luhan bertanya bingung,
PLAKK! Satu tamparan di daratkan di pipi Luhan,
"KARENA KAU, SEHUN MEMUTUSKAN KU!" Seulgi berteriak di depan wajah Luhan, sedangkan Luhan hanya terdiam dengan tangan kanan yang meraba pipi kanannya.
Bibirnya mengulas senyuman, senyuman yang manis, atau senyuman kesenangan.
Dia langsung memeluk badan Seulgi,
"Y-YAK! APA YANG KAU LAKUKAN!?" Seulgi memekik lagi, berusaha melepaskan pelukan Luhan,
"Aku? Memelukmu" luhan berkata dengan ceria, dia semakin mengeratkan pelukannya,
"Gomawo" ucap Luhan lagi sebelum melepaskan pelukannya.
Seulgi menatap bingung yeoja yang ada di depannya,
Kaki nya langsung melangkah menjauhi Luhan, pikirannya sempat memikir yang aneh-aneh sebelum benar-benar berjalan menjauhi tempat Luhan berdiri,
Luhan yang melihatnya hanya senyum senang, dia kembali masuk kedalam mobil Sehun dengan senyumannya itu.
Tak lama, Sehun masuk kedalam mobil dengan satu kantong plastik.
Dia lalu memberikan 1 gelas bubble tea taro kepada Luhan,
"Gomawo Sehunnieee~" luhan berkata manja, lalu segera menyedot minumannya, sedangkan Sehun hanya tersenyum manis sambil meminum bubble tea coklatnya sebelum menjalankan mobilnya.
.
.
.
"Sehunna~" ucap Luhan lagi, kini dia sedang berbaring di samping Sehun, dengan wajah menghadap Sehun,
"Saranghae saranghae saranghae" ucap luhan lalu mengecup bibir Sehun berulang kali, tak bisa dipungkirinya bahwa dia sangat senang saat tau bahwa sehun dan seulgi benar-benar sudah putus.
"Nado Sa..rang..hae" ucap Sehun terputus-putus karena Luhan terus-terusan mengecup bibirnya,
Luhan memandang Sehun dengan tatapan lembutnya, dia lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Sehun,
Bibirnya kemudian menempel pada bibir Sehun, dia mengambil alih. Luhan melumat lembut bibir Sehun, mengigit kecil ujung bibirnya lalu menghisap bibirnya lagi,
Sehun yang menerima perlakuan agresif ini hanya terdiam, membiarkan Luhan memimpin,
Tangan Sehun diam-diam sudah ada dipinggang Luhan, dia perlahan menaikkan tubuh Luhan keatas tubuhnya, mengakibatkan kini Luhan menindih Sehun,
Sehun lalu menekan tenguk Luhan guna memperdalam ciuman mereka, dia sedikit mengigit bibir Baekhyun, mengakibatkan mulut Baekhyun terbuka,
Lalu lidah Sehun masuk kedalam goa hangat itu. Lidah Sehun kemudian bertemu dengan Lidah Luhan, dan pertarungan dimulai.
Mereka saling menghisap, menyesap, mengigit,melumat, dengan sangat dalam,
Bunyi kecipak yang disebabkan bibir mereka berdua menggema di ruangan itu,
Sehun kemudian membalikkan posisi mereka menjadi Sehun yang menindih Luhan, dia lalu kembali menghisap bibir bawah Luhan, menyesapnya dan menjilatnya dengan lembut.
Bibirnya kemudian menjalar kebawah, keleher jenjang Luhan. Dia kemudian menyesap leher Luhan dengan lembut, mengakibatkan beberapa kiss mark disana,
"Sshhh.. Aahh" luhan mendesah kala Sehun berhasil membuat sebuah kiss mark lagi di lehernya.
Sehun lalu melepaskan ciumannya pada leher Luhan,
Tangannya merangkak keatas, meraba perut luhan sampai tangannya berhenti pada buah dada Luhan yang masih terbalut kemeja dan bra itu,
Dia meraba nya dengan perlahan, membuat Luhan mendesah frustasi.
"Aahh.. Jeball.." Luhan mendesah,
Sehun tersenyum miring sebelum akhirnya membuka kancing kemeja itu dengan santai,
Hingga akhirnya matanya menangkap buah dada yang masih terbalut dengan bra warna hitam yang sangat menggairahkan.
Sehun menekan nya dengan iseng, tak tahu bahwa Luhan akan mendesah keras hanya karena itu,
"Ahh Sehunnahh" desah Luhan,
Sehun kemudian menunduk, dia memberi kecupan kecil di bagian dada Luhan, mengakibatkan luhan kembali mendesah.
"Ehmmh... Sehunnahh.. Lepashh..." Pinta Luhan,
Sehun lalu mengecup bibir Luhan singkat, dia kemudian menurunkan bra Luhan hingga puting payudaranya terlihat bebas.
Buah dada Luhan tidak besar. Tapi juga tidak kecil.
Tapi jika Sehun memegangnya itu bisa memenuhi telapak tangannya.
"Ahhh... Sehunnhhh.. Ahhh" luhan meracau kala sehun menjepit puting payudara luhan dengan kedua jarinya, dia melakukannya pada kedua buah dada nya, kemudian dia memelintirnya ke kanan dan kiri,
"Aahh... Sehunnieehhh.. Ahh" luhan kembali mendesah saat Sehun meremas buah dada nya lembut, dia lalu mengecup puncak puting Luhan, membuat Luhan kembali mendesah keenakkan.
Sehun kemudian mendekatkan wajahnya pada buah dada kanan milik Luhan, dia lalu menghisap puting kanan luhan, menghisapnya dengan lembut lalu kuat, seperti ingin mengeluarkan cairan dari dalam, dia lalu mengigit-gigit kecil puting Luhan, sedangkan Luhan hanya bisa mendesah keenakan,
"Aahh... Sehunnieehhh... Ini sangathh.. N-nikmatthh aahh.." Luhan merancau lagi saat sehun memainkan lidahnya pda puting kanan Luhan.
"Jeongmal saranghae, Luhan-ah" ucap Sehun singkat lalu mencium bibir Luhan dengan lembut,
Tangan Sehun lalu menurunkan rok Luhan, dia melakukannya dengan cepat, hingga kini terlihat celana dalam hitam ketat Luhan,
Luhan kembali mendesah saat jari jempol Sehun menyentuh daerah feminimnya. Dan beruntungnya jari itu malah mengenai klitoris Luhan, itu cukup membuat luhan medesah keenakkan.
"Ahh Sehunhh~" desah Luhan, saat jari sehun membelai vagina nya yang masih tertutup kain itu,
"Kau sudah basah ternyata"gumam Sehun tanpa memberhentikan aksinya,
"Ahh Sehunhh~" luhan mendesah lagi,
Sehun kemudian merobek celana dalam luhan itu, hingga kini tampaklah lipatan feminim itu di depan matanya. Vagina Luhan sangat indah, tanpa bulu dan lihatlah klitoris yang menyempil di antara lipatan itu. Sungguh sangat indah dimata Sehun.
Sehun langsung melebarkan kaki Luhan, hingga kini lipatan itu terbuka dan menampilkan satu tonjolan kecil.
Sehun menghadapkan wajahnya tepat pada vagina Luhan.
Dia lalu mengecup kilat puncak klitoris Luhan,
"Ahhhh Sehunaahhh ituhh sangatthh nikmatthh ahhh" bahkan hanya kecupan di klitorisnya sudah membuat nya mendesah tak karuan,
Dia lalu menempelkan lidahnya pada klitorisnya, menjilatnya dan juga memainkan lidahnya disana. Tak jarang juga dia menampar klitoris Luhan dengan lidahnya,
"Aahh Sehunnieehh kenapah itu sangat nikmathhh" desah Luhan yang sangat merasakan kenikmatan,
Sehun kembali menghisap klitoris luhan dan menggesek-gesekkannya pada klitoris Luhan,
Membuat luhan mendesah nyaris berteriak karena keenakkan.
Sehun kembali menyesap klit luhan, dan untuk pertama kali dalam hidupnya, tubuhnya terasa seperti di awang-awang dengan rasa yang sangat nikmat. Tubuhnya menegang dan dia mencondongkan tubuhnya keatas, jangan lupakan mata luhan yang kini membuka-menutup menahan gairahnya. Ya, sebentar lagi dia akan orgasme apabila...
Apabila sehun tak menghentikan aksi memmabukkannya itu,
Dia menghentikannya secara sengaja karena merasakan tubuh luhan menegang,
Sedangkan luhan? Dia hanya terdiam dengan tatapan kecewanya,
"Kenapa kau berhenti?" Lirih luhan yang masih tak rela,
Sedangkan sehun hanya tertawa lalu menunjukkan celananya yang kini sudah ada tonjolan yang besar,
"Ini juga mau diloloskan" ucap sehun seduktif,
Dia lalu segera menanggalkan celana dan celana dalamnya hingga kini dia hanya memakai baju,
Pipi luhan mendadak merah saat melihat betapa besarnya junior Sehun, dia mendadak ngerih membayangkan benda itu akan menerobos liangnya yang masih suci.
Luhan mendorong Sehun hingga kini posisinya dia ada diatan Sehun,
Dia dengan senyum nakalnya membuka kemeja Sehun, kemudian meraba-raba dada Sehun.
Membuat Sehun menahan gairahnya mati-matian karena saat ini ujung juniornya bersentuhan dengan klitoris Luhan.
Luhan sedikit menggesekkan junior sehun itu sekali ke klitoris nya. Dan itu menyebabkan keduanya mendesah,
Luhan lalu memegang penis Sehun, kemudian mengocoknya dengan tempo lambat,
"Ahh.. Ya begitu Luhannie" desah Sehun sambil memejamkan matanya. Sentuhan tangan Luhan memang sangat memabukkan,
Luhan sedikit tersenyum lalu memasukkan ujung penis Sehun kedalam mulutnya,dia menghisapnya dengan sangat kuat, selagi tangan kanannya mengocoknya dan tangan kirinya memainkan twinsballnya,
Luhan lalu menjilat-jilat batang kemaluan Sehun, sebelum memasukkannya kedalam mulutnya,
Sehun sudah akan keluar jika saja Luhan tidak memberhentikan kulumannya,
Sehun mendesah frustasi karena dia gagal menuntaskannya,
"Balas dendam huh?" Sindir Sehun, dia lalu membalikkan posisinya kembali. Sehun menindih Luhan,
Sehun lalu melumat bibir Luhan, sembari juniornya berusaha masuk kedalam liang vagina Luhan,
JLEB!
"Arghmmptth" luhan berteriak dibalik ciumannya dengan Sehun itu, matanya mendadak berair. Bahkan dia sudah meneteskan airmatanya. Sakit! Itulah yang Luhan rasakan!
Sehun melepas ciumannya, dia lalu mengangkat tangannya dan menghapus sisa airmata Luhan,
"Uljimma hannie.. Kita berhenti saja,ya?" Tanya Sehun yang tak tega melihat wajah kesakitan Luhan.
"Andwae! Jangan berhenti" pinta Luhan,
Sehun tak menggerakkan kejantanannya di dalam vagina luhan. Dia menunggu luhan untuk memintanya.
"L-luhan-ah.. Ini kali pertama mu?" Ucap Sehun gugup saat melihat bercak darah yang ada di sprei nya,
Luhan hanya mengangguk lemah, "bergeraklah" dia kemudian menarik tenguk Sehun lalu menciumnya dengan lembut,
Sehun sedikit tersenyum dibalik ciumannya itu,
Dia lalu menggerakkan pinggulnya dengan pelan pelan, lalu dalam sekali hentakan, dia tanpa sengaja menyentuh titik kelemahan Luhan,
Luhan segera melepaskan ciumannya,
"Ahh disana Sehun-ahh" desah Luhan saat hal itu terjadi,
Sehun tersenyum miring, dia lalu kembali mengenjot Luhan dengan kecepatan yang cepat, dan berulangkali dia mengenai g-spotnya.
"Ahh... Sehunnaahhh aahhh"
"Kenapa lubangmu sangat sempit sshhh"
"Salahkan juniormu yang terlalu besarhh"
"Ini sangat nikmat Luhan-ahh"
"Eehhmm Sehunnahh aahhhh"
"Ahh Luhan aahhh"
"Sehunnh, jangan mengusap klitoris ku ahhh kau membuatku nikmatthh aahhh terus sehunhh terusshhh"
Sehun terus saja mengusap tonjolan kecil itu, membuat luhan merasakan kenikmatan yang sangat banyak.
"Sehunnahh, aku akannhh- AHHH!" Luhan segera mengeluarkan cairannya. Mengakibatkan penis sehun yang berada didalam luhan merasakan hangat.
Sehun sedikit memberi jeda untuk orgasme Luhan,
"Sehun, aku lelah, aku sangathh aahhhh" luhan mengakhirinya dengan desahan, ya, karena sehun mengenjotnya lagi,
"Tidak seperti itu Luhan-ah, aku bahkan belum keluar" seringai Sehun.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Mianhae mianhae baru apdet mianhaeeeeeee
Baru bisa apdet sekarang huhuhuh T.T
Ntuh hunhan udh nyatu:v
Dan soal NC :v sorry kalo gabagus,
Itu nc nya aku dibantuin sama kaka kelas kuT.T aku gangerti buat gituan jadi makluminya kalo jelek nc ya :"
Hunhan momentsnya juga membosankan:" mianhae para readers:"
Makasi yg udh bela2in ripiu, favs sama follow:v makasih byk,
Ah yodahlah dari pada banyak cingcongg~
Selamat membacaaa~
Annyeoongg~
Ppyong! /ngilang bareng Kai/
