Title : Teror
Genre : Horor/Romance
Main Pair : KaiHun(Kai/Sehun).
Cast: Sehun, Kai, Luhan, Jaehee (OC)
And the other chara.
Rated : T
Summary : "h-hyung a-apa itu d-darah?". "siapa yang bernama Kim Yejin disini" . "a-apa kau yang dimaksud penjaga oleh Jaehee?" . "'dia' adalah pemain utama dari semua permainan ini.". Casts: KaiHun, Luhan, Yejin.
Warning : Boys Love, Typo(s), Mainstream plot dll.
DON'T LIKE DON'T READ.
Kris berjalan dengan santai menuju sebuah ruangan. Ia dipandu oleh seorang polisi yang berjalan didepannya.
"Dia sudah ada didalam, silahkan masuk. Waktu anda 30 menit," Ujar polisi itu.
Kris memasuki ruang itu dengan gaya cool-nya. Ia mendudukkan dirinya didepan seorang wanita dari masa lalunya.
"Hai, senang bertemu denganmu kembali… Yejin," Ucap Kris. Yejin menyeringai. Ia bertepuk tangan sebentar.
"Kau sedang kerasukan apa eoh? Mendatangiku? Apa kau sekarang ingin memintaku untuk menghentikan semua perbuatan yang telah aku lakukan pada Jongin dan kawannya?" Ujarnya.
"No, aku kesini ingin meminta maaf kepadamu. Maafkan aku sudah meninggalkanmu waktu itu hanya untuk seorang lelaki bodoh bernama Tao," Ujar Kris. Raut wajahnya berubah serius.
"Apa maksumu berkata seperti itu? Kau menyesal sekarang?"
"Ya, bisa dibilang begitu. Aku sadar aku sudah terlalu bodoh. Maafkan aku."
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu? Kau pasti sudah merencanakan semua ini dengan Jongin, iya 'kan?"
"Heh, kau tidak mempercayaiku?" Kris memajukan wajahnya, mendekat kearah Yejin. "Untuk apa aku berpihak pada mereka? Tak ada untungnya bagiku, sayang," Ujar Kris dengan seringaian dibibirnya.
Yejin menyipitkan matanya, "Kau benar-benar tidak bersekutu dengan mereka?"
Kris kembali menjauhkan wajahnya. "Terserah kau saja, mau percaya pada ku atau tidak. Aku sudah jauh-jauh menemuimu sekarang dank au tidak percaya padaku?"
"Baiklah, aku percaya padamu sekarang, apa kau masih berhubungan dengan Tao?"
"No baby, pria itu sudah lama terkubur ditanah. Asal kau tau saja. Jongin dan yang lain pun tidak tau. Aku hanya bilamg kalau lelaki itu sedang koma sekarang," Ujar Kris.
"Oh, kau sudah bertemu Jongin?"
"Ya, aku akan berpura-pura mendukung mereka, untuk mengetahui rencana mereka selanjutnya,"
"Mereka sudah mempunyai rencana?"
"Ya, tentu saja. Mereka tidak ingin si pria berkulit pucat itu terluka lagi."
"Sehun maksudmu?"
"Ya, siapalah itu. Aku tidak benar-benar peduli," Yejin menyeringai.
"Baiklah, katakana padaku apa saja rencana mereka." Ujarnya.
"Mereka akan memindahkanmu kepenjara luar, dengan alasan kau masih mempunyai akses untuk membuat kejahatan. Mereka hanya memperlukan sedikit bukti dan saksi agar semua bisa terlaksana."
"Kkk~ mereka tidak akan bisa melakukan itu. Aku akan memusnahkan mereka sebelum mereka semua melakukan itu," Yejin tertawa mengerikan setelahnya.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Kris.
"Mudah saja, aku akan…"
Kkeynonymous
Sehun mnggeliatkan tubuhnya. Tubuhnya sudah lebih baik sekarang. Dokter sudah membolehkan ia pulang besok. Ia tersenyum ketika mendapati Jongin yang tertidur disofa.
"Jongin! Bangunlah!" Teriak Sehun. Jongin mengeliat lalu mendudukkan dirinya. Tangannya megucek kedua matanya. Terlihat menggemaskan dimata Sehun.
"Ada apa Sehunnie?" Tanya Jongin dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Bangunlah, temani aku mengobrol," Ujar Sehun. Jongin bangkit dari sofa itu lalu berjalan menuju kursi yang terdapat disamping kasur Sehun.
"Baiklah. Sekarang kau ingin mengobrol tentang apa?" Ujar Jongin tangannya dilipat dan ditumpukan pada sisi kasur Sehun.
"Apa kau yakin rencana kita akan berhasil?"
"Ya, tentu saja. Tapi kurasa itu membutuhkan waktu yang lama."
"Aku takut Jongin," Ujar Sehun, Jongin mengelus kepala Sehun dengan lembut.
"Kau tidak perlu takur Sehunnie. Aku akan melindungimu," Jongin tersenyum.
"Aku tidak takut kalau diriku sendiri harus terluka Jongin. Aku takut kalau Yejin melukai yang lainnya, termasuk dirimu,"
"Tidak akan, percaya padaku," Jongin menggenggam tangan Sehun.
"Apa Kris hyung sudah menghubungimu?" Jongin menggeleng pelan.
Sehun menghela napas panjang. "Aku khawatir padanya." Jongin mengangguk.
"Ah! Tadi aku meminta Chanyeol dan Baekhyun kesini membawa makanan. Kau pasti lapar 'kan?" Ujar Sehun.
"Ya, sedikit."
"Kurasa mereka sebentar lagi datang," Ujar Sehun, 10 detik sesudah Sehun menyelesaikan kalimatnya, pintu kamar rawat Sehun dibuka oleh seseorang.
Terlihatlah senyuman idiot dari dua orang yang mempanyai tinggi yang sangat berbeda. Chanyeol dan Baekhyun. Mereka datang bersama dengan Joonmyeon yang kebetulan memang ingin menjenguk Sehun.
"Ja~~ ini makanan yang kau pesan Sehun," Ujar Baekhyun seraya memberikannya pada Sehun.
"Uaa~ gomawo~"
"Makanlah, aku tau kau pasti lapar. Kau Jongin, ikutlah makan dengan Sehun!"
"Arraseo," Ucap Jongin.
Sehun dan Jongin makan dengan tenang. Sedangkan Joonmyeon, Baekhyun dan Chanyeol sibuk berbincang tentang banyak hal.
"Jongin, apa Kris ada memberi kabar?" Tanya Joonmyeon.
"Tidak ada hyung, kurasa dia sedang diawasi oleh anak buahnya wanita itu," Ujar Jongin.
Joonmyeon dan yang lain mengangguk.
"Kemana Kyungsoo? Dia tidak ikut kesini?" Tanya Jongin.
"Dia sedang membantu ibunya membersihkan rumah," Jawab Chanyeol. Jongin mengangguk.
"Tunggu saja kabar dari Kris hyung. Dia pasti mengabari kita." Ujar Sehun.
"Aku penasaran apa wanita itu akan percaya pada Kris hyung atau tidak," Ujar Jongin.
"Entahlah, tapi kurasa wanita itu tidak akan percaya begitu saja." Joonmyeon menanggapi. Kembali Jongin dan yang lainnya mengangguk.
"Ya, kurasa Kris hyung tidak akan bisa menemui kita dalam waktu dekat ini," Ujar Jongin seraya memelototi ponselnya.
"Wae?" Tanya Sehun. Jongin menyodorkan ponselnya ke Sehun.
Seseorang terus mengikutiku sedari tadi, kurasa itu adalah salah satu komplotan Yejin. Aku tidak akan bisa bertemu kalian sampai Yejin benar-benar yakin padaku.
Aku sudah mengetahui rencana Yejin. Aku tidak bisa memberi tahu lewat telpon, aku yakin ponselku telah disadap, berhati-hatilah!
-Wu Fan-
Sebuah pesan dari nomor tidak dikenal diterima oleh Jongin.
"Aku sudah mengira itu semua akan dilakukan wanita itu," Ujar Jongin.
"Shh," Joonmyeon mendesis, "Dia benar-benar gila," Tangannya mengepal.
"Baiklah, untuk sementara bagaimana kalau kita susun rencana B?" Usul Baekhyun.
"Baiklah, jadi apa yang ada dipikiranmu hyung?" Tanya Chanyeol pada Joonmyeon.
"Entahlah, aku tidak punya ide sama sekali," Joonmyeon mengedarkan pandangannya pada orang-orang yang berada disana. Mereka serentak menggeleng.
"Huhhh~ sepertinya kita harus menunggu Kris hyung," Ujar Sehun frustasi. Jongin membenarkan perkataan Sehun.
"Wanita itu benar-benar gila, tak ada cara lain lagi untuk menyadarkannya. Bahkan dipenjarapun ia masih bisa berulah. Kris hyung harapan terakhir kita," Ujar Chanyeol.
"Chanyeol benar. Jika rencana itu gagal mungkin satu satunya cara untuk mengehentikan wanita itu hanya dengan membunuhnya," Ujar Baekhyun.
"Dan itu ada dilist terakhir dari rencana kita," Ujar Sehun.
"Aku tidak mau mengotori tanganku untuk membunuh wanita sepertinya ngomong-ngomong," Joonmyeon menimpali.
"Kau pikir aku sudi hyung?" Jongin berkata dengan datarnya.
"Untuk itu, rencana ini harus berhasil!" Chanyeol mengangkat kepalan tangannya keatas.
"Hwaiting!" Seru mereka bersama-sama kemudian.
Kkeynonymous
Kris melajukan mobilnya pada kecepatan rata-rata. Ia melirik pada kaca spionnya. Seorang dengan masker dan kacamata hitam terus mngikutinya sedari tadi. Ia tidak terlalu bodoh untuk menyadari bahwa orang itu adalah penguntit yang ditugaskan Yejin untuk mengawasinya.
Ditepikannya mobilnya. Kemudian ia membuat sebuah panggilan dari ponselnya.
"Jadi, baby. Apa yang harus aku lakukan lagi? Aku sudah mengirimkan pesan itu pada mereka."
"Ya, aku sudah tau. Sekarang kau hanya perlu menunggu sayang. Terimakasih sudah bergabung bersamaku. Hahaha," Ujar Yejin disebrang sana.
"Baiklah, semoga rencana kita berhasil," Ujar Kris, kemudian ia memutuskan sambungan telpon itu. Ia menyeringai setelahnya.
Kembali dilajukannya mobil itu dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan.
"Mianhae." Bisiknya pelan.
Kkeynonymous
Sehun tengah bersiap-siap untuk kembali kerumahnya saat ini.
Ia akan pulang bersama dengan Jongin. Orang tua dan teman-temannya sudah menunggu dirumah.
"Kau sudah siap?" Tanya Jongin. Sehun mencibir.
"Kau bisa lihat sendiri Jongin," Jawab Sehun.
"Panggil aku Jonginnie, Sehunnie~" Jongin mengedipkan mata sebelah kanannya.
"Eww~ panggilan apa itu,"
"Itu panggilan sayang, Sehunnie~" Ujar Jongin lagi.
Apa? Ah! Kalian pasti mengira mereka sudah berpacaran bukan? Tidak tidak, mereka belum terikat hubungan apapun. Mereka belum berpacaran apalagi bertunangan. Jadi jangan kecewa oke?
"Ish, ayo cepat antar aku kerumah!" Perintah Sehun.
"Baiklah, ayo."
Jongin berjalan seraya menggandeng tangan Sehun. Sehun tidak menolak.
"Sehun," Panggil Jongin tanpa memandang Sehun.
"Hn?"
"Tidak," Sehun menaikkan salah satu alisnya.
"Kau semakin tidak jelas Jongin," Ucap Sehun, Jongin hanya tersenyum tampan.
Sesampainya diparkiran, Jongin membukakan pintu mobil untuk Sehun.
"Aish, aku bukan wanita Jongin. Jangan memperlakukanku bagai wanita," Ujar Sehun dengan bibir yang mengerucut.
"Arraseo, arraseo. Sekarang duduklah dengan tenang. Okey," Ujar Jongin yang baru saja duduk didepan kemudi.
Keadaan mobil itu begitu hening. Hanya ada suara-suara yang berasal dari pemutar musik yang berada dimobil itu.
Niga nal sirheohae haneun geol ara
Naneun seounhae geureon nal wae neoneun mot ihaehae
You don't understand nan neoreul johahandagoSamar-samar terdengar lagu dari Akdong Musician yang berjudul Give Love dari pemutar musik itu.
Give love sarangeul jom juseyo
Give love sarangi mojarayo
Maeilmaeil jaraneun sarangeul geunyeoege juneundedo batjil anheuni
Give love sarangeul jom juseyo
Give love sarangi mojarayo
Maeilmaeil jaraneun sarangeul geunyeoege juneundedo batjil anheuni
Give love
Give love~
"Hey, Sehun. Kau sadar tidak?" Tanya Jongin.
"Apa?" Tanya Sehun balik.
"Lagu ini," Ujar Jongin lagi. Sehun mengernyit.
"Ada apa dengan lagu ini?" Tanya Sehun.
"Hhh, tidak. Tidak apa," Ujar Jongin putus asa. Kenapa Sehun berubah menjadi tidak peka seperti ini? Rutuknya dalam hati.
Sedangkan dilain pihak, Sehun hanya mengangkat kedua bahunya. Berusaha terlihat tidak peduli. Sesungguhnya Sehun mengerti sangat mengerti apa yang dimaksud dengan Jongin tentang lagu ini. Namun ia berpura-pura tidak tau.
"Nah~ Kita sudah sampai. Selamat kembali kerumah Sehun~" Ujar Jongin. Kemudian ia keluar dari mobil, lalu ia mengambil beberapa barang Sehun yang sempat dibawa kerumah sakit.
Sehun mengambil sebagian dari barang-barang itu. "Ayo kita masuk," Ujarnya kemudian.
Jongin mengikuti dibelakang. Senyum tak pernah lepas dari bibir tipis Sehun.
"SELAMAT KEMBALI KERUMAH SEHUN~~" Teriak teman-teman Sehun ketika Sehun membuka pintu rumahnya. Senyuman dibibirnya semakin lebar melihat banyak teman dan keluarganya menyambutnya.
"Apa kau suka Sehun?" Tanya Jongin di telinganya. Sehun spontan memalingkan wajahnya pada Jongin.
"Yak! Jangan berbisik ditelingaku!" Serunya. Jongin hanya tertawa. Sehun mempoutkan bibirnya.
"Berhenti tertawa Jongin!" Kesal Sehun.
"Baiklah, baiklah aku berhenti," Jongin berusaha menahan tawanya. Sehun memasuki rumahnya kembali dengan senyuman diwajahnya.
TBC
A/n:
Kris berpihak kesiapa sih?
Rencana mereka apa?
Apa pula rencana Yejin?
Tao beneran masih idup gak ya?
/author angkat bahu/
Hai hai! Maaf ya updetnya lama~~~ aku terlalu menikmati liburan~
Ini pasti kependekan ya? Ya maaf dah.
Semoga dichapter ini ga ada kesalahan kaya dichapter sebelumnya ya.
Jangan lupa review. Chapter selanjutnya bakalan aku post kalo reviewnya udah nyampe 200. Kalo belum nyampe aku gabakalan post~ hehehe.
Thanks buat yang udah mau cape-cape mikirin kata-kata apa yang harus ditulis dikotak review. Aku tanpa mu butiran debu~~ /g
Jangan bosen-bosen yaaa~~ buat baca dan review~
XOXO
141230 (Cieee dua hari lagi ganti taun)
