Good Response = Next Chapter | Low Response = Hiatus
So SIDERS ... Please tinggalkan jejak kalian, hargai jerih payah Author ne
Title : Klan Xuè ( Huang Zi Tao is Xuè Zi Tao )
Part 12
Author : Titan18
Genre : Family - Friendship - Crime – Romance - Angst
Cast : Huang Zi Tao / Xuè Zi Tao - other EXO Member, etc.
Disclaimer : All cast belong to them Management ! i just owned the story ^^
Warning : BOYS LOVE!
.
Good Response = Next Chapter | Low Response = Hiatus
.
Part Sebelumnya :
"Aku dan Calvin akan ke Hongkong malam ini, dan Jiro kau bersama Victoria tetap di Qingdao" lanjut sang Ayah.
Tuan Xue dan Calvin beranjak meninggalkan ruangan, pria paruh baya itu melewati Tao dan menepuk punda anak bungsunya pelan.
"Berhati-hatilah" dan Tao memutar bola matanya bosan.
"Jangan khawatir baba, ini hal kecil"
.
"Gege tak ikut makan malam bersama kami?" rengek Tao.
Namja itu menatapnya sebentar, "Aku sibuk Tao, nanti malam kekamarku saja" dan kembali fokus dengan beberapa berkas dimejanya.
BRAKK...
Jiro hanya mampu menggelengkan kepalanya saat adik kesayangannya pergi dengan membanting pintu ruangannya, mau bagaimana lagi berbeda dengan Tao yang tak terbeban –dia dan saudaranya yang lain harus bekerja melayani kerajaan besar Klan Xue.
Ingat bukan ? Mafia bukan hanya sekedar membunuh saja, perdagangan gelap senjata dan manusia, Obat-obatan terlarang, kekacauan politik dan sebagainya adalah hal yang melekat dengan pasti. Klan Xue mengendalikan sejumlah gangster dan mafia diseluruh Asia. Walau tak terlibat langsung, karena sebagai kehormatan Klan mereka sama sekali tak menyentuh hal negatif kecuali membunuh.
.
O o o – o o O
Good Response = Next Chapter | Low Response = Hiatus
.
Seorang Ex-Agent adalah benar, Wu Yi Fan adalah seorang spy asal kanada yang telah dilatih sejak berusia 10 tahun. Hal itu wajar jika mengingat profesi ibunya yang merupakan salah satu mantan agent dan sekarang kemudian menjadi sebagai pelatih bagi agent-agent baru. Semuanya berjalan lancar hingga namja tampan itu berumur 17 tahun, ibunya yang berhenti melatih karena faktor usia membuat Kris juga mengikuti jejaknya. Disela keisengannya, Kris mengikuti sebuah tawaran audisi dan lolos menjadi Pemenang SM Audition dan berangkat ke Korea Selatan.
.
Wu Yi Fan tersenyum simpul saat melihat betapa giat panda kesayangannya melatih para membernya, sejak awal seluruh Member EXO adalah namja yang berbakat. Mereka cepat tanggap dan cerdas, terus berlatih saat menjadi Trainee membuat mereka mempunyai stamina yang cukup bagus.
Kode dari Tao menyuruhnya menghentikan latihan hari terakhir mereka, Kris bahkan tak menyangka dirinya akan kembali memegang senjata-senjata ini lagi. Terlebih mengajari member lainnya.
"Luar biasa sekali kalau kita menyadari bahwa kita masih punya kemampuan untuk memberikan kejutan pada diri kita sendiri" ucapan Suho membuat Kris mengalihkan pandangannya pada sang Leader yang terengah-engah.
Kris tahu sang Guardian Angel itu berusaha semaksimal mungkin, yang akan mereka lakukan nanti adalah Membunuh. Jika dulu Kris selalu ditemani seorang rekan yang sudah berpengalaman maka kali ini mereka semua adalah pemula –Kecuali panda Tao kesayangannya.
Banyolan khas Park Chanyeol sama sekali tak membuat Kris tertawa, namja itu sibuk mencuri pandang Tao yang tampak antusias bersama Luhan dan Sehun.
Kris tak membayangkan jika mereka –EXO dan dirinya berpisah dengan Huang Zi Tao. mungkin Kris akan mengambil keputusan nekat untuk tetap bersama panda itu, terus melewati waktu bersama dalam hitungan tahun sudah membuat Kris merasa terikat dengannya.
Terkadang Kris bimbang, sosok Tao adalah satu-satunya yang sudah dia anggap Adik sendiri dibandingkan lainnya. Tapi saat itu,
.
"Aku sejujurnya akan segera pergi dari Grup. Salah satu gegeku sudah mengurusnya, secara hukum aku tak terikat lagi dengan SM. Aku akan resmi keluar dua minggu_ ani...tepatnya satu minggu hm –lima hari lagi"
Pengakuan Tao kali ini lebih sakit daripada kenyataan bahwa namja itu adalah seorang mafia. "Kau bercanda?" hanya kita itu yang terlintas dipikirannya.
..
"Kau akan pergi ? kau benar-benar bertingkah seperti ini?" Kris merasakan degup jantungnya tak normal.
"Biarkan aku tidur sekarang, kita bicarakan ini besok" (baca chap 10)
Ingin sekali Kris berteriak, 'Aku mengenal diriku dengan baik Huang Zi Tao, tidak mungkin aku bisa berpisah denganmu'.
Dan akhirnya yang sanggup namja tampan itu lakukan hanyalah terpekur tanpa niatan menatap wajah Tao yang sudah lebih dulu berbalik tak menatapnya.
.
"Ketakutan adalah motivator yang luar biasa" kalimat yang terdengar bijak itu menyadarkan Wu Yi Fan dari lamunannnya.
Matanya yang menangkap sosok disebelah Henry menjadi tak tenang, tentu saja namja itu adalah Jiro yang dimaksud Henry beberapa hari lalu. Kris masih sangat ingat wajah yang hanya sempat dia lihat melalui ponsel sang bocah.
Tak diperdulikannya Henry dan Kai yang saling mengejek lagi,
"Xiongmao"
Namja itu dengan santainya berjalan dan menunjukan senyumnya kesosok Tao yang juga balas tersenyum padanya.
Cih, sialan !
Jiro berjalan kearah Tao dan memeluk tubuh pandanya, CHU~.
Kris meremas tangannya kuat, matanya menatap tajam sosok namja itu. 'SHIT'
"Henry, temani Hyungdeul dan lainnya. Aku akan menyusul ke puri ne. Paipai" Tao berlalu sembari menyeret Jiro cepat." Ucapan Tao membuat Kris menatap kesal sosok namja cantik itu.
Apalagi pandanya justru menarik lengan namja itu.
Seorang Wu Yi Fan berpikir mungkin hari ini adalah hari sialnya, tidak –Kris tak mau mengakui bahwa dia kesal karena Tao perhatian pada namja itu. hanya saja kenapa namja sialan itu justru mengecup bibir panda? dan sang korban bahkan tersenyum dengan sangat manisnya.
Oh ayolah~ Baby panda EXO tak mungkin seperti itu bukan?. Kris yakin yang lainnya –member EXO tak akan mau bibir Panda kesayangan mereka disentuh orang lain.
DAMN IT! Ingin sekali Kris mengumpat keras saat memori ucapan Kai teringat di otaknya.
"Ya, namja hebat yang membuat panda kita mendesah"
Tidak, Tao adalah sosok yang sudah dianggapnya sebagai adik. Maka tanggung jawab Kris untuk selalu menjaganya, itu pasti. Dan dia tak akan membiarkan sembarangan orang menyentuh lagi baby pandanya. Yah alasannya yang bagus WU YI FAN ~Munafik, tak bisa menyadari perasaanmu sendiri eoh.
Namja itu memperhatikan para member yang sepertinya masih terkejut, ditatapnya Henry yang menyeringai aneh. Kris sudah hafal kelakuan bocah evil yang selalu seenaknya itu, jadi saat Henry mengambil sesuatu dibalik blazernya –Kris sudah lebih dulu berjalan cepat meninggalkan ruangan tanpa mengingatkan member lain.
DUARRRRRRRRRRRR
"Welcome to the REAL WORLD"
.
O o o – o o O
Good Response = Next Chapter | Low Response = Hiatus
.
Setelah makan malam Suho meminta mereka semua untuk berkumpul di ruang utama, Henry sudah pergi ke Hongkong bersama Tuan besar Xue dan Calvin.
Para member menyebar di beberapa tempat.
"Sebelumnya aku ingin bertanya, selain Baby panda, Kris dan Sehunnie apa ada lagi yang kalian sembunyikan selama ini dari para member?"
"Aku hanya yah –capek karena terus menerus terkejut" lanjut Suho.
Sejujurnya Tao ingin sekali tertawa, tapi dicoba untuk ditahannya. Kris yang duduk disebelahnya dapat merasakan tubuh pandanya bergetar tak mampu menahan senyum.
"Jadi—"
"Aku" Lay mengangkat tangannya, semuanya memperhatikan namja unicorn itu.
Namja asal China itu menarik napasnya pelan dan menatap seluruh member,
"Aku mempunyai penyakit yang tak bisa disembuhkan, karena hal itulah aku khawatir aku hanya akan menjadi beban kalian saja" ucapnya murung.
Suho menatap namja itu kaget, "Kau bercanda Lay?"
Lay menggelengkan kepalanya pelan, "Bleed Discorder dan Hemofilia, tanya pada baby panda jika kalian tak percaya"
Tao langsung mengaggukkan kepalanya kuat, si panda memang sudah menyuruh Victoria mencari tahu seluruh latar belakang EXO selengkapnya. Bahkan dia memngetahui hal itu lebih jelas dari para fans, rahasia dan masa lalu member.
Tentu saja pengakuan itu mencengangkan semuanya, "Lay gege pernah koma beberapa hari saat operasi kecil yang dilakukannya saat sebelum menjadi trainee. Dan hal itu karena Hemofilia yang dideritanya." Jelas Tao
"Hiks... kenapa kau menyebunyikannya dari kami? Padahal kau selalu bekerja keras selama ini." ucap Luhan sedih, namja yang selalu diekori Sehun itu memang lebih akrab dengan Lay dibanding lainnya.
Kris menatap sosok itu tajam, padahal dia sering memperhatikan Lay tapi kenapa dia tak menyadarinya. Aigoo Kris~
Suho yang melihat gerak gerik Lay yang merasa tak nyaman mengambil ahli, "Jangan memojokannya, setidaknya dia sudah jujur pada kita. Apa ada dari kalian yang ingin mengatakan rahasia kecil lagi?
Semua member sontak menggelengkan kepalanya, Suho tersenyum setelahnya.
"Bubar dan istirahatkan diri kalian, besok kita akan berangkat menuju Norwegia" ucapnya.
.
SRET...
Lay yang akan masuk kamarnya dilantai dua terkejut saat sepasang tangan menariknya, dengan pasrah Lay membiarkan dirinya ditarik Kris kedalam kamar namja itu.
"Kenapa kau tak pernah mengatakan hal itu padaku Yixing?" nada suara namja tampan itu terdengar khawatir.
"Aku hanya tak ingin membuat kalian khawatir" ucap Lay lembut.
"Aku pikir kita sudah saling mempercayai satu sama lain" balas Kris, namja itu menatap Lay kesal.
HUG... Lay memeluk Kris sekilas, " Terima kasih karena menghawatirkanku Kris ge".
CKLEK...
Tao merasa de javu, berbeda posisi. Hanya saja Lay tak menangis dan Tao tak perlu menatapnya dengan tatapan mengasihani. ( Chapter 2 : Dear TaoTao )
"Upss...Mianhae, aku menganggu" Tao memberikan cengiran tanpa dosanya dan dengan cepat kembali menutup pintu.
Namja manis itu buru-buru berjalan menjauhi kamar Kris dan menuruni tangga.
"Aku sibuk Tao, nanti malam kekamarku saja"
Ucapan Jiro teringat dibenaknya, "Baiklah sepertinya malam ini aku tidur bersama Jiro gege saja" bisiknya pelan. Padahal tadi namja manis itu ingin mengunjungi Kris bertanya apakah namja tampan itu akan menemaninya tidur seperti biasa.
.
CKLEK..
"Tidur disini baby?" Tao yang tanpa sopan santun membuka kamar sang kakak asal langsung masuk tanpa memberi salam dan hanya tersenyum mengangguk.
"Tidurlah duluan, setelah mengerjakan ini aku akan menyusulmu" ucap Jiro.
Tao hanya mendengus tanpa berkomentar, moodnya sedang buruk sekarang.
Drrtt...
Sebuah pesan singkat dari Kris,
Dimana baby panda? Kau tak ada dikamarmu dan kamar yang lain
Tao memutar bola matanya bosan, dia pikir Kris tak mencarinya.
Aku tidur bersama Jiro gege. Bye
Sent.
Dengan tak berperasaan Tao membanting ponselnya keras hingga Jiro terkejut.
"Are you okay baby?"
"Yeah" jawab Tao singkat. Namja manis itu bahkan tak menjawab panggilan Kris yang tertera dilayar ponselnya. Untung dia mengaktifkan silent mode sehingga Jiro tak akan terganggu.
.
"SHIT" kini Kris mengumpat saat berada dikamarnya sendirian, dia buru-buru mencari Tao setelah Lay pergi malah dia sama sekali tak mendapati panda kesayangannya dimanapun.
Dan satu pesan singkat yang dibalas Tao cukup membuat Kris murka.
Namja tampan itu mencari kontak Tao di Phonebooknya dan menelpon, tapi percuma –Tao sama sekali tak menjawab.
Malam ini Kris yakin dirinya akan bermimpi buruk, dan didalam mimpinya Wu Yi Fan ingin sekali membunuh namja sialan yang bernama Jiro itu.
Sial.
.
O o o – o o O
Good Response = Next Chapter | Low Response = Hiatus
.
"Aku lebih suka berada didalam pesawat dibandingkan melewati tunnel bawah laut tadi" ringis Baekhyun.
Para member EXO sudah tiba beberapa menit lalu di pulau pribadi Tao yang masih berada dalam tetorial wilayah China.
Chanyeol menggandeng lengan Baekhyun dan mengajaknya menjajari langkah para member lain yang sudah menaiki pesawat terlebih dahulu.
"Wae?" Tao melirik Kris yang sedari tadi mengekorinya dari mansion hingga sekarang malah memilih duduk disampingnya.
"Baby pan –"
SREET... tanpa mendengar apa yang akan dikatakan namja tampan itu, Tao cepat memakaikan headset ditelinganya. Sepertinya uri Tao masih merasa kesal sejak semalam.
Kris akhirnya hanya bisa diam, dan ikut menyandarkan tubuhnya, tangannya merebut sebelah tali headset Tao dan ikut mendengar lagu bersama.
.
Norwegia – North European.
"Kita landing di salah satu lapangan udara kecil di kota pedalaman – vakker city, jadi jangan khawatir kita akan dikenali. Walaupun begitu tetap jangan lengah ne" tampaknya Suho mengerjakan tugasnya sebagai Leader yang baik.
Para member dengan semangatnya berjalan, Kyuhyun yang juga bersama mereka tampak semangat. Walau kota kecil tapi daerah ini terlihat makmur dan indah. Limousin mewah yang memuat ketigabelas namja itu berhenti disebuah rumah besar yang cukup jauh dan tertutup dari pemukiman warga nowegia lainnya.
Pagar besar itu terbuka dan mobil itu kembali memasuki kawasan yang cukup asri, Rumah ini mempunyai 2 lantai. Mungkin hanya sedikit lebih kecil dibandingkan puri Tao di Qingdao.
Seorang wanita paruh baya berdarah Eropa itu menyambut ketiga belas sosok itu, "ankomsten av nyhetene du har sendt inn, kan du nyte din ferie ung herre ( kabar kedatangan anda telah disampaikan, selamat menikmati liburan anda Tuan muda )".
"Hm... takk, nå gå bort og ikke kommer før jeg kaller ( Terima kasih, jangan datang sebelum kuhubungi )" sahut Tao
Wanita tua itu segera berlalu bersama dengan limousin yang pergi, untuk kendaraan mereka tak usah khawatir, toh 5 mobil mewah sudah tersedia.
"Apa yang dia katakan?" tanya Baekhyun penasaran.
"Bukan sesuatu yang penting Hyung, ayo masuk. Oh perjalanan hampir sembilan jam membuatku jetlag yang cukup parah" keluh Tao
.
"Rumah ini hanya punya 7 kamar, tiga di lantai 2 dan empat dilantai satu. Xiumin-Luhan, Lay-Baekhyun, dan Kyungsoo-Tao kalian pakai lantai atas. Sisanya dibawah, Kyuhyun akan menempati kamar sendiri, tak masalah bukan?"
Semuanya mengangguk mengerti membuat Suho tersenyum puas.
.
Kyuhyun berlari membuka pintu kamarnya saat terdengar suara ketukan,
CKLEK..
"Cepat sekali baby panda" serunya tersenyum. Tao segera berjalan dan membaringkan dirinya di kasur Kyuhyun, namja itu terlihat lelah.
"Katanya kau ingin berbicara denganku Hyung"
Kyuhyun tersenyum tipis, "Kau mengajak mereka semua bersamamu? Bukankah ini lebih sulit?".
"Tidak semua hyung, apalagi dengan kondisi Lay gege"
Kyuhyun menatap serius, "Jadi rencanamu?"
"Hanya memperbiasakan mereka, setelah ini keadaan bisa saja berubah. Mereka bisa saja berada didalam bahaya, mungkin Kyungsoo atau Baekkie hyung bisa menjadi pengalih perhatian atau apapun yang tak berbahaya. Aku tak akan membahayakan memberku sendiri"
Tao terlihat bersungguh-sungguh, "Hyung, aku tahu baba menyuruhmu menjadikanku prioritas utama. Tapi apapun yang terjadi tetaplah disamping Lay gege, walaupun aku dan dia sama-sama terluka selamatkan dia dulu. Begitupun member lainnya, kuharap kau mengerti Hyung".
"Ya, tidurlah disini kau terlihat sangat lunglai. Aku akan memberi tahu Kyungsoo" Tao hanya mengangguk singkat dan memejamkan matanya.
.
O o o – o o O
Good Response = Next Chapter | Low Response = Hiatus
.
.
"Sulli, yeoja ini berada di Penjara lama skummel" sahut Kris saat melihat titik koordinat yang ditunjukan Sehun di laptopnya.
"Apa yang seorang gadis –baiklah mafia lakukan disebuah penjara lama itu?"
"dijadikan Bar khusus, Sulli walaupun umurnya masih 17 tahun, dia adalah seorang Kolektor –Perawan" ucap Sehun.
"Selain sudah lama tak digunakan juga tak ada penghuni satupun disitu, hanya beberapa pria dan wanita bar."
"Itu tempat yang sempurna bagi para pedagang manusia."
"dan sempurna untuk penyergapan...Jadi untuk memasuki tempat itu satu-satunya cara adalah harus ada yang rela menjadi tumbal" terang Tao.
Seluruh member menahan napas, Tumbal yang berarti akan menjadi barang lelang? Tidak, seorang gentle seperti Kris Suho Chanyeol Kai dan Sehun tak akan cocok untuk berubah menjadi menjijikan.
"Lay tidak bisa, dia akan berada di garis akhir" perkataan Kris disetujui oleh seluruh member dan Kyuhyun. Namja itu lebih berguna dibelakang.
Tao menghela napasnya... "Aku yang akan melakukannya, tidak mungkin bagi yang lainnya untuk memasuki tempat suram seperti itu".
"Baiklah, Tao yang akan memasuki tempat itu pertama. Aku dan Kris yang akan menjadi pelanggan yang berbeda kubu, Chanyeol bersamaku dan Kai bersama Kris. Sehunnie akan tetap di mobil mengontrol pergerakan kita bersama lainnya. Lay dan Kyuhyun bersiap dimobil lain yang dikendarai Chen. Arraseo ?" tutur Suho.
"ID kalian akan kusiapkan Hyung, yeah..let's Begin"
.
Empat buah mobil berada dalam posisi berbeda dengan jarak tak terlalu jauh,
Mobil 1 : Land Rover hitam yang dikendarai Chen berisi Kyuhyun, Baekhyun dan Lay, dan beberapa jenis obat-obatan mencegah jika terjadinya korban dari salah satu diantara mereka.
Mobil 2 : Gurkha F5, mobil lapis baja ini mampu menahan ledakan karena memiliki dua lapis baja di seluruh lapisan kabin. Xiumin yang mengendarai mobil yang isinya berbagai macam alat teknologi operasional yang dijalankan Sehun dengan dibantu Luhan dan Kyungsoo.
Mobil 3 : Dodge SRT8 berwarna abu-abu, mobil mewah ini digunakan Suho dan Chanyeol. Keduanya sudah memakai pakaian jas mewah yang memikat.
Mobil 4 : Ferrari FXX merah menyala, mobil sporty khas yang mencerminkan kedua sosok kharisma yang mengendarainya Kris dan Kai.
"Tao... kau siap?" suara Sehun terdengar di earphone dan chip yang tersambung pada ketiga belas namja itu.
Sementara Tao yang berada lebih jauh dari posisi keempat mobil itu memutar matanya bosan, "Yeah".
Tao menyalakan mesin Daytona 1969 yang dikendarainya, melaju lambat menuju sebuah bangunan sepi dengan seorang Pria berkebangsaan Eropa berjaga.
Tao mendengus saja saat pria tadi memberi kode agar mobilnya berhenti,
Ckiit...
Namja manis itu keluar mobil dan mendatangi pria itu dengan ekspresi wajah panik,
"Hei bisakah kau memberitahuku arah pulang? Sepertinya aku tesesat" Tao berbicara dalam bahasa Korea yang lancar, sementara pria itu kelihatan sekali tak mengerti.
Pria itu memberi kode pada Tao agar pergi tapi sama sekali tak diindahkan.
"Ayolah... Pleasee.. Help me" hanya suku kata itu yang mampu Tao ucapkan dalam bahasa inggris.
Pria itu berbicara melalui talkie walkie ditangannya ... Sret...Sret... "Kom her, det er en vakker mann på villspor. for godt til å passere, kan han lage "Sulli 'lykkelig. (datanglah kemari, ada seorang pria cantik tersesat. terlalu sayang untuk dilewatkan, dia bisa membuat 'SULLI' senang.)"
Tao menyeringai dibalik wajah memelasnya, tentu saja dia mengerti bahasa itu.
Tak butuh waktu lama seorang wanita tua dengan pakaian yang entah kekurangan bahan atau apa berjalan mendekatinya.
"trekke det og ta det på Sulli ( Tarik dia dan bawa pada Sulli )"
Tao berontak saat tiba-tiba pria tadi menariknya paksa, sedikit melemahkan tubuhnya Tao membiarkan pria itu menariknya.
Matanya menatap setiap jalan dan jalur gedung yang dilaluinya, Tao berharap dia memiliki Syndrom fotografi yang mampu membuatnya merekam segala yang terlintas dipandangannya dalam sekejap.
BUKK..
"Kau Brengsek" maki Tao pelan saat pria tadi mendorongnya keras hingga menimpa lemari, untung saja dia tidak terluka. Jika bukan tuntutan mungkin dalam sekejap Tao akan membunuh namja menyebalkan dengan wajah jelek menurutnya.
"Kau orang Korea ? sepertinya wajahmu lebih oriental chinese" komentar seorang yeoja muda yang dipastikan Tao adalah sosok Sulli.
Tao menatap yeoja itu dengan wajah ketakutan "Si-siapa kau? A-pa mereka juga menculikmu?" tanyanya gagap.
Sulli tersenyum manis hingga eyesmile tercetak jelas diwajahnya, "Jangan takut, mereka orang baik. Siapa namamu?" sahutnya santai.
Sulli menyuruh salah satu anak buahnya yang seorang wanita eropa mendekati Tao, "Tao" ucapnya pendek. Ingin sekali Tao mengejek yeoja cantik yang bahkan segitu gaptekkah hingga tak menyadari sosoknya yang seorang idola terkenal?.
"vi vil auksjonere disse dager, flere og flere homofile entusiaster. og det synes hun er fortsatt jomfru. (kita akan melelangnya hari ini, peminat gay semakin banyak. dan nampaknya dia masih virgin)."
Wanita tadi mengangguk patuh dan kembali menarik Tao yang berontak lagi, "Siapapun kau, tolong aku hiks..." rengek Tao pada Sulli.
Yeoja itu hanya tersenyum remeh kearahnya.
"AKH" Tao memekik saat tubuhnya didorong masuk kedalam ruangan yang berisi banyak yeoja dan beberapa namja manis tipe Uke.
DRRT..CRING
Bunyi pintu yang dikunci membuat Tao mengenyit.
Sebuah sentuhan dipinggangnya hampir membuat Tao terkejut, "Siapa kau?" ketus Tao pada sosok cantik didepannya.
"Kau baik-baik saja baby panda" suara Kris yang terdengar di chip yang ditempelkan Tao pada antingnya lagi-lagi membuat namja manis itu terkejut.
"Ya.. aku sekarang berada didalam ruangan yang sama dengan beberapa remaja yang dipastikan akan dijual. Lakukan pekerjaan kalian dengan baik" balas Tao.
"Kau berbicara dengan siapa?" sosok Cantik itu menatap Tao bingung.
"Hm... bagaimana bisa seorang yeoja Korea terdampar disini?" tanya Tao membelokan percakapan.
"Eh... Aku ? aku diculik satu mm...minggu yang lalu saat sedang bersama pacarku di Los Angeles, aku tak ingat apapun karena mereka selalu membiusku. Bahkan aku tak tahu dimana ini sekarang?" jawabnya imut.
"Ah... kau salah sangka, aku seorang Namja"
Dan Tao sukses benar-benar terkejut saat ini. sosok cantik berambut pirang sebahu dihadapannya ini bahkan terlalu mungil untuk ukuran pria, apalagi hoodie berwarna pink dan jeans selutut yang dipakainya.
Oh astaga~
"Ren , kau bisa memanggilku Ren. aku Rindu Bummie Hiks... tak ada satupun disini yang berbicara korea.. Hiks..bahkan diluar negeripun Bummie yang akan berbicara mewakiliku..Hikss...aku rindu eomma dan appa... eotteokeh..." sosok cantik itu akhirnya menangis dihadapan Tao yang bingung harus berbuat apa sekarang.
DRRT...CRING
Bunyi pintu yang kembali dibuka sontak membuat seluruh kumpulan remaja itu berdiri Kaku, bahkan Ren sudah bersembunyi dibelakang Tao. Tao ingin sekali menghajar wajah pria-pria yang tersenyum mesum padanya tapi mengingat bahwa saat ini skenario harus dilakukan maka mau tak mau Tao harus bertingkah lemah dan pemalu seperti sosok yang bersembunyi dibelakangnya mungkin.
Tanpa berkata apapun mereka menarik paksa tubuh Tao hingga Ren terjatuh, mereka kemudian membawa Tao pergi kesebuah ruangan yang terdapat seorang namja yang harus diakui Tao –Tampan dan seorang wanita yang menurut Tao seorang –Slut maybe?
Pintu kembali ditutup.
"Bagaimana keadaan sekarang" suara pelan Sehun yang terdengar olehnya tak mungkin Tao jawab, toh mereka bisa mendengar percakapannya nanti.
"H-Hey...Wai..wait" Tao bahkan tergagap sekarang, wanita Slut tadi mulai mencopot pakaian yang digunakannya.
"Hey...Hen—tikann" teriak Tao panik –ini sungguhan.
'Celaka' pikirnya, kemeja yang dipakainya terbuka. Menampakan kondisinya yang topless tanpa sadar Tao memeluk tubuhnya menggunakan tangannya sendiri.
Suara ribut yang terdengar melalui chip earphone sama sekali tak diindahkannya.
"Jangan malu" perintah sang namja tampan.
"EH—?"
Didalam hatinya Tao meringis, haruskah? Tapi kalau tidak berarti rencananya gagal.
"Whats your name?" tanya namja tampan itu.
"T-Tao"
"Nice name, call me Daniel. Sekarang ikuti aku, dan jangan gugup ok." Ucapan namja tampan itu membingungkannya. Namja itu menyentuh lengan Tao, memberi kode agar namja itu menurunkan lengannya.
"Aku hanya bisa memberimu pelajaran singkat, karena Sulli menginginkanmu siap tengah malam nanti" ucap namja itu dengan bahasa korea walaupun aksen amerikanya lebih nampak.
Astaga... Tao mengutuk keadaannya sekarang ini.
'C'mon panda... kau bisa'
Ahirnya Tao membiarkan tangan Daniel menarik turun tangannya sendiri, jantungnya berdebar kencang. Apalagi wanita slut tadi menatap keduanya dari jarak yang dekat.
"Yang perlu kau lakukan hanya mendesah oke, sekeras dan seseksi mungkin"
"A-PA? Tunggu aku bel— Hmmmph..." pembicaraan Tao terbungkap saat bibir seksinya tertutup bibir namja korea-amerika itu.
Tao bodoh sekali, bahkan saat lidah namja itu menorobos belahan bibirnya dan mulai mengeksplor mulutnya yang bisa Tao lakukan hanya diam tanpa membalas.
Namja itu tampak tak puas dan menarik bibirnya menjauh, "Apa kau belum pernah berciuman?"
Mendengar pertanyaan langsung itu membuat Tao memerah, "Tentu saja" jawabnya cepat.
"Kalau gitu balas aku dan mendesahlah, arraseo"
Tao menutup matanya cepat saat wajah itu kembali mendekatinya,
"Demi Tuhan Tao, apa yang kau lakukan Bodoh. HENTIKAN" sayangnya teriakan Kris dan keributan diseberang sana tak bisa Tao dengarkan saat tangan namja yang menciumnya ini mulai bergerilya di tubuhnya.
"Ahhh..." dan Tao sukses mendesah keras saat salah satu bagian sensitive tubuhnya disentuh.
.
.
- To Be Continued –
Good Response = Next Chapter | Low Response = Hiatus
So SIDERS ... Please tinggalkan jejak kalian, hargai jerih payah Author ne
.
Chapter 12 done. No edit so Mianhae jika banyak typo(s).
Ini update lebih cepat seJam dari waktu yang titan tentuin kemarin .
TBCnya malah dipart yang kaga jelas... -_-'' ... Namja tampan itu aktor amerika-korean Daniel Phillip Henney –buat yang nonton X-Man Wolferin , pasti tahu ne *wink... Umurnya ama Tao beda jauh astaga -_- keperluan cerita xD
Oh No..
Ini chap terpanjang dalam sehari yang Titan Publish xD
Yeay...Banzai...
Note ( Wajib baca ) :
+Kris saat mengetahui Heechul diorganisasi lamanya memang terkejut, tapi Heechul pun tak mengenal siapa Kris karena sudah dijelaskan dalam berkas yang dikirim Heechul –namja dengan hobi bercosplay itu tak bisa membukanya karena diprotect password.
+ Angry Bird adalah codename untuk Kris, seperti Sehun yang menggunakan user id Ose12.
+ Mafia Siccillian terseret perang dengan Klan Xue karena kesalahpahaman tentang kematian Jung Jessica atau Jung Soo Yeon. Dan hal itu terjadi karena jebakan Master. ( Ada pada chapter 4 : Revealed )
+ Ketua Mafia Sicillian bukanlah Master . Sekali lagi, yang mengetuai project pembunuhan Xue Zi Tao atas nama Mafia Sicillian adalah Jung Krystal, karena dia juga merupakan tangan kanan/orang kepercayaan bos. Dia ingin membunuh Tao karena ingin balas dendam.
+ Hahaha... maafkan titan mengecewakan para readers yang menebak semua member punya masa lalu yang hebat, ntar ceritanya malah keliatan kagak real dan terkesan dipaksakan. Author kasihan loh kalo bikin Suho Appa kagetan terus.
+ Choi Jinri a.k.a Sulli adalah target pertama EXO, setelahnya akan menyusul beberapa nama yang sudah ditemukan Sehunnie.
+ Anggap saja dua penyakit Lay itu baru terungkap sekarang ne, Ssstt! Buat penggemar Lay eomma diam-diam aja ne. xD
+ Author juga stress sama sikap Plin Plan Kris -_- so jangan coment author karena membuat si Kris jadi kayak gini. xD
+ Yang mendoakan author sembuh gomawo :* semoga kalian sehat selalu dan bakal setia jadi readers and reviewer FF titan xD
+ Dear NaughtyTAO gomawo selalu setia menanyakan dan mengingatkan author untuk updatenya via *** xD jadinya titan semangat selalu.
.
Big thanks kisseu for uri Reviewer chapter 11 :
NaughtyTAO - aniaani47 - mirarose86 - Kirei Thelittlethieves - XiuBy PandaTao - ezkjpr - WuHuang - versaillesmaiden– ochaken - nandamahjatia97 – RezsaWYF - Aswshn - Nasumichan Uharu - raetaoris - Khasabat04 - zhe - Jjongilt97 - sempaxkristao - jettaome - sindi. bigbang - Wu Zi Rae KTS - datekazukio - coffe latte - ichigo song – TM – xian - dew90 - Jamel Cronics – dee - zakurafrezee - Riyoung17 - kimberly lavenders - hlyjs - dame dame no ko dame ku chan - onkey shipper04 - chikakyumin - Juniel Is A Vampire Hybrid– hikmatuink - Zi-er - YulietaCindy1 – el -MinhyoPark94 - ravenilu597 – Guest(1) - CY Destiny - AulChan12 - Ranpenita - peachpetals - dhiya. yifantao - dia. huang91 – Guest (2) - aninkyuelf - junghyema - devimalik - chitao - Couphie - jnghyeeun - dewiprmtsri - .chw - meyy-chaan - TTy T.T– fantao – HyeonBi - futari chan - Ko Chen Teung
.
Buat yang sudah mengfavoritekan & memfollow FF KX Titan18 jeongmal gomapta
.
.
Good Response = Next Chapter | Low Response = Hiatus
So SIDERS ... Please tinggalkan jejak kalian, hargai jerih payah Author ne
