Author : Makasih yang sudah review dan makasih yang udah mau masukin OCnya ^^. Makasih buat sarannya huhuhuhu *author malah nangis*.

Deidara : Kenapa, un?

Author : Makasih juga buat yang kasih saran, sebenernya author jarang kok nongol di fic, paling hanya sekedar author quote atau author note. Tapi masa sih jadi gak keren? Apa author gak keren yak? *ngaca pake kaca Itachi*.

All Akatsuki (kecuali Tobi) : Lo emang kagak keren! *ditendang berjamaah sama Akatsuki*.

Author : Ya sudah, sebenarnya author memang sering menampilkan author note, adegan author muncul di fic (walaupun jarang) secara mendadak, itu merupakan style author dalam menulis. Dan author yakin para senior-senior diatas author, juga memiliki gaya penulisannya masing-masing yang menjadi ciri khas biar bisa dikenali sama yang baca (walaupun saia gak yakin sih yang baca fic author ini banyak =="), tapi ya sudah maaf kalau ada yang tidak berkenan dan kurang menyukainya^^.

Warning : Rate saya ganti jadi T untuk berjaga-jaga.

Disclaimer : I do not own Naruto and Akatsuki.


AKATSUKI MASUK SEKOLAH

Chapter 12

( Ghost at school? Or Hoax?)

"Pagi-pagi lemes amat lo?" tanya Gaara heran, gak biasanya Sasori keliatan gak bergairah gitu, ada apa gerangan sama sepupunya yang satu itu? Gaara mikir sampe numbuh alis.

"Iya…Rencana gue mau baikan sama Nazuka jadi gatot alias gagal total!" curhat Sasori sambil merenungi nasib, padahal Pein udah susah payah nyari ide, maklumlah Pein kan jarang-jarang bisa menelurkan sebutir ide dari otaknya yang minim.

"Sabar aja bro!" samber Kiba sambil nepuk bahu temannya itu.

"Ada Anko-Sensei, diem semua!" kata Hidan yang mendadak masuk kelas sambil rapihin bajunya yang (sangat) acak-acakan dan langsung duduk manis di bangkunya. Semua murid ikutan rapihin seragam mereka yang berantakan.

"Selamat pagi anak-anak!" sapa Anko-Sensei yang masuk bawa setumpuk kertas nista.

"Sensei! Kan hari ini bukan jamnya Sensei..Kok masuk kesini Sensei?" Protes Hidan gak rela ketemu lagi sama Anko-sensei.

"Kamu itu ngusir saya ya?" tanya Anko-Sensei sambil senyum iblis.

"Gak sih…." Jawab Hidan pelan sambil membatin 'iya, gua ngusir elu!'.

"Saya kemari Cuma mau bagiin hasil ulangan kalian yang waktu itu" kata Anko, bikin semua murid kena serangan demam mendadak.

=^u^=

Sedangkan di kelas 3-A mereka kedatangan tamu yang tak diundang Tsunade.

"Pagi anak-anak! Hari ini saya akan bagikan hasil ulangan kalian yang kemarin", kata Tsunade dan memulai membagikan kertas hasil ulangan dari urutan tertinggi.

"Kakuzu" panggil Tsunade, Kakuzu langsung maju dengan diiringi tatapan takjub dari yang lainnya.

"Kamu hebat juga ya, dapat nilai sempurna" kata Tsunade sambil acungin jempol kaki (kagak sopan bener ini guru!).

"Jelas dong sensei!" jawab Kakuzu sambil nepok dada bangga.

"Pein" panggil Tsunade dan kali ini bikin murid-murid heboh gak percaya seekor Pein bisa mendapatkan nilai sempurna (hasil nyontek dari Kakuzu itu).

"Kamu gak nyontek kan?" tanya Tsunade angker begitu Pein maju kedepan.

"Y-ya gak lah sensei!" jawab Pein takut-takut.

"Bagus, saya tidak suka ada murid saya yang mencontek! Kalau saya tau ada yang mencontek bakal gue tinju ampe ke Mars!" kata Tsunade setengah mengancam sambil ngeluarin aura kasih…..Errr, aura pembunuh maksudnya.

"Neji" panggil Tsunade, ternyata nilai Neji hanya berbanding tipis dari Kakuzu dan Pein.

'Sialan! Gue dikalahin sama duren busuk sama mamalia darat!' umpat Neji kesel dalam hati lantaran nilai dia dibawah Pein dan Kakuzu.

"Baiklah, Sai tolong kamu bagikan yang lain" kata Tsunade sambil menyerahkan sisa hasil ujian lainnya, tapi di tangan Tsunade ada tiga kertas mencurigakan yang masih dia pegang.

"Kalian tau, ditangan saya ada tiga kertas milik tiga orang murid dengan nilai terendah", kata Tsunade santai sambil ngipas-ngipas pake tiga kertas itu.

"Siapa ya kira-kira?" tanya Saki cemas (bisa juga toh mba cemas?), soalnya kertas punya dia belum juga mampir ke mejanya, walhasil jadilah Saki berpikiran negative. Itachi sih santai, kertasnya udah dapet dengan nilai 80.

"Entahlah, semoga bukan lo" jawab Itachi sok cool, padahal sih hatinya udah berdoa semoga aja bukan kertas ulangan si Saki yang dipegang sama Tsunade.

"Kayaknya yang dipegang sama Tsunade-Sensei salah satunya punya gua…" kata Rei dengan muka tegang.

"Tau dari mana lo?" tanya Pein mengernyitkan alis.

"Insting" jawab Rei singkat.

"Saya akan panggilkan…Zetsu, Kisame, dan..Rei maju kedepan" Tsunade manggil satu-persatu tersangka pembunuhan, eits salah, manggil satu-persatu tersangka dengan nilai terendah tersebut. Dengan malas ketiganya sekarang maju kedepan dan berbaris rapih.

"Kalian ini sebenarnya belajar tidak? Masa nilai bisa ancur begini, gak beda jauh sama wajah-wajah kalian!" omel Tsunade sambil jalan mondar-mandir didepan mereka bertiga.

"Pelajarannya gak ngerti sensei!" jawab ketiganya kompak.

"Rei, masa kamu Cuma betul satu? Dan Kisame, Zetsu, jawaban kalian gak ada yang benar!" kata Tsunase sambil membagikan kertas ujian mereka bertiga, biar bisa melihat seberapa parahnya kah hasil ujian mereka.

"Wado~" koor tiga-tiganya, Kisame sampe gak bisa napas, Zetsu kuncup, layu sebelum berkembang, Rei mah cuek aja.

"Liat nilai kamu Rei, masa nilai 20 dan kamu Cuma kerjain satu soal? Apa-apaan itu! Buat Zetsu dan Kisame kalian gak jauh beda sama Rei, nilai 10 itupun upah menulis!" Tsunade masih marah-marah sambil melotot, ketiga bocah itu langsung ciut ngeri liat nenek-nenek lagi ngomel.

"Mulai hari ini tiap pulang sekolah kalian ke ruangan saya untuk mendapat pelajaran tambahan sampai nilai kalian bagus!" sambung Tsunade tegas.

"Tapi sensei masih mending saya dong, meski Cuma satu yang saya jawab tapi bener daripada Kisame sama Zetsu jawab semua tapi gak ada yang bener!" kata Rei berusaha ngeles, Kisame sama Zetsu langsung pundung.

"Masih mending lagi kalian gak saya bogem!" Tsunade ngepalin tinju bikin Rei langsung ngeper.

"Ya sudah, saya permisi dulu, dan kalian bertiga jangan lupa ya habis pulang sekolah keruangan saya", kata Tsunade sambil senyum mengerikan dan keluar dari kelas.


"Baiklah anak-anak, nilai sudah saya bagikan dan untuk ulangan kali ini tidak ada nilai dibawah standar jadi bersyukurlah kalian tidak harus mengikuti pelajaran tambahan, dan buat yang belum mengikuti ulangan saya bisa ikut minggu depan. Saya permisi dulu" kata Anko dan langsung keluar kelas, maklum guru yang satu ini ada kencan sama Kakashi jadinya dia buru-buru.

"A-akhirnya nilai pertama ulangan Anko-sensei yang gak merah!" kata Naruto kesenengan melihat hasil ulangannya yang bernilai 70, yah bagi Naruto nilai segitu udah bagus, biasanya dia dapat 50 kebawah.

"Jangan lupa lo dobe, nilai lo bagus berkat gua dan inget janjinya.." kata Sasuke sambil ngeluarin evil smirk.

"Cih, teme….Gua inget kok! " balas Naruto sambil buang muka kesel liat tampang Sasuke yang lagi berpose alay ck ck ck.

-SkipTime-

.

.

Everybody stand up! Agero kyou ichiban no jikan da! Everybody hands up! Matashita na hero's come back!

Bunyi bel Konoha yang baru berbunyi menandakan waktu istirahat (Wohoo! Biar kerenan sedikit…Dan biar Pein gak sewot melulu).

"Eh, Konan lo tau gak? Katanya di perpus skul kita itu ada hantu", kata Ten-Ten yang lagi asik kumpul sama Konan dan Saki (Nazuka gak masuk sekolah hari itu).

"Ngaco, gak mungkin banget sih!" Konan gak percaya, masa lagi-lagi harus berurusan sama hantu? Setelah markas mereka beberapa waktu lalu di kroyok massal sama hantu.

"Saki? Oi, Saki lo denger gak?" Ten-Ten geleng-geleng liat Saki yang malah asik sendiri sama headsetnya, heran Itachi bisa sabar ngadepin bocah budek kayak gini *Ten-Ten dikemplang Saki*.

"Hmm.." Gumam Saki gaje sambil manggut-manggut gak waras.

"Biarin aja si Saki lagi tenggelam didunianya, lanjutin cerita lo." Pinta Konan penasaran juga walaupun tadinya dia gak percaya.

"Si Lee barusan ngalamin tadi pagi, katanya pas ke perpus dia liat sosok bayangan lagi nangis di pojokan" cerita Ten-Ten bikin Konan merinding juga.

"Hayo, lagi pada cerita apaan nih?" samber Pein yang langsung duduk disebelah Konan barengan sama Itachi yang pasti duduk dideket Saki.

"Masa kata Ten-Ten di sekolah kita perpusnya berhantu" kata Konan ngadu ke yayang tercinta (cie elah! Suit-suit *author dibekep kertas Koran sama Konan*).

"Serius lu?" tanya Pein gak percaya, jangan lagi deh dia ngalamin kejadian horror lagi.

"Serius lah, tanya aja korbannya si Lee!" jawab Ten-Ten sambil nunjuk Lee yang malah asik main kartu sama Zetsu, Kisame dan Kakuzu (yang pastinya Kakuzu menang mulu).

"Waduh..Angker juga dong.." sambung Itachi udah ngeri duluan, soalnya dia yang paling sering di suruh bolak-balik ke perpus sama guru-guru udah kayak tukang anter jemput aja.

"Wah, lu harus hati-hati tuh Chi….Lu kan paling sering di suruh-suruh, nanti pas lu ke perpus di samperin aja!" kata Pein setengah nakut-nakutin bikin nyali Itachi jadi turun 180 derajat.

"Sial lo! Jangan jadi nakutin dong!" protes Itachi dan langsung ngacir nyeret Saki balik ke kelas.


Everybody stand up! Agero kyou ichiban no jikan da! Everybody hands up! Matashita na hero's come back!

Bel pulang sekolah udah bunyi (author skip lagi nih!).

"Zetsu, Kisame dan Rei kalian segera ke perpus, kita belajar disana", Tsunade tau-tau udah muncul dari balik pintu kelas untuk mengingatkan tiga muridnya yang hari ini jadi tawanan dia sementara.

"Apes banget sih lu bertiga harus belajar diperpustakaan.." kata Pein tumben-tumbenan prihatin.

"Iya nih, apalagi di ajarin sama Tsunade-sensei" keluh Kisame yang lagi berdiri dideket bangku Pein-Rei bareng Zetsu.

"Bukan Tsunade-senseinya…Emang lu pada kagak tau?" tanya Pein sok misterius bikin suasana mencekam.

"Emang tau apaan?" tanya Zetsu penasaran sambil masukin buku bokep punya Kankuro yang tadi berhasil dia comot dan sekarang yang punya celingukan nyariin.

"yang gue denger nih, di perpustakaan sekolah kita ada mak erotnya, eh salah ada mak lampir alias hantu!" kata Pein menjelaskan gossip yang dia denger di kantin.

"AH, yang bener lu!" kata Kisame gak percaya sambil geprak meja bikin Pein yang lagi asik cerita sambil nakut-nakutin jadi lompat kambing.

"Serius gue, itu noh si Lee korbannya! Kalo gak percaya lu tanya aja ke dia." Bales Pein sambil nunjuk-nunjuk si alis tebal.

"Halah hoax itu!" kata Rei yang udah selesai beresin bukunya dan sekarang siap-siap mau cabut bareng ZetsuKisa.

"Serah kalo pada gak percaya, pokoknya ati-ati aja, jangan sampe kesurupan!" bales Pein memperingati.


"Sas, mau ikut anak-anak gak?" tanya Hidan sambil nenteng-nenteng sabit (gila juga ni anak, gimana caranya itu senjata bisa dia bawa *sweatdrop*).

"Ikut ke kuburan?" tanya Sasori ngasal.

"Bukanlah! Itu anak-anak mau jenguk Nazuka, katanya sakit. Mau ikut gak lu?".

"B-boleh deh.." jawab Sasori ragu-ragu dan langsung ditarik sama Tobi keluar kelas.

,,=_=,,

.

.

"Gila ini perpustakaan apa goa batu?" tanya Kisame begitu ngeliat kondisi perpustakaan yang gelap.

"Kalo di liat lagi ini tempat nyeremin juga ya…" komen Zetsu malah bikin Kisame ciut.

Srekk, Srekk…Terdengar suara aneh dari balik bookshelf (author gak tau indonya apa ya ini?).

"Su-suara apa itu?" Kisame panik langsung dorong-dorong Rei sama Zetsu.

"Jangan dorong-dorong dong lo!" omel Rei gak terima di dorong-dorong dengan nista.

"Ka-kayanya gua liat bayangan dah!" kata Zetsu ikutan panik.

"Jangan berisik!" kata bayangan yang bersembunyi di balik bookshelf dan sekarang berjalan mendekati tiga trio yang lagi ketakutan gak bisa gerak.

"Mamak!" Kisame sama Zetsu teriak bareng-bareng sambil pelukan, gak nyadar yang ditengah aka Rei udah pengap.

"Maafin kalo gue ada salah ya!" kata Kisame gaje malah jadi maaf-maafan sama Zetsu.

Bayangan itu semakin mendekat, mendekat dan JRENGGGGGG!

"CUT!" orang sarap kembali lewat dan men-cut adegan hot tersebut! Kira-kira siapa yang ada diperpus itu? Beneran hantu atau hanya mitos? See ya next chap.

TBC…


Author : Maap masih banyak bad typos dan mohon koreksinya kalau ada beberapa kata yang author gak tau indonya apa m(_)m.

Kisame : Kebiasaan banget sih suka cut,cut aja! Gua udah ngeri tauk, jangan-jangan lu berniat nista mau munculin setan ya?.

Author : Hmm...Boleh juga tuh, author pikirkan.

Kisame : Gua bukan ngasih saran dodol!

Author : Review, saran dan kritik author terima dengan baik, dan usahakan kalau memberi saran mohon yang jelas maksudnya biar author gak ambigu (soalnya saia lemot).

Enjoy this chapter and Happy read ^^V.