"Reiji aku punya pertanyaan sebelum kau menanyai Shuu,"Jawab Subaru, membuat Reiji melirik dengan pandangan mendelik. "Mengapa kau nampak begitu perhatian pada Sakura Reiji!?,"Tanya Subaru dengan nada penasaran.
Pandangan tajam lalu ditolehkan Reiji pada Subaru, lalu seulas senyum tipis nampak diperlihatkan seolah seperti senyuman kepada seorang 'Rival'. "Karna aku tertarik pada Sakura Haruno,"Desisnya seolah tak ada keraguan dalam ucapanya
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
The Shadow Dark of Light
by
Lightning Shun
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
PART
12
(Luka)
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
Kediaman dan kelamnya malam nampak terjadi selama 10 menitan, namun mata Kou tiba-tiba membulat, dengan tubuh seolah mengenjang.
"Kau ada apa yang-"Belum Sakura menyelesaikan percakapanya, Kou lalu membuka sabuk pengaman tubuhnya juga, Sabuk pengaman pada Sakura lalu menarik Sakura dengan kasar. Sakura membulatkan matanya saat memandang mata Kou yang berubah warna menjadi merah.
DUAR!
Bersamaan dengan meledaknya mobil Kou secara tiba-tiba.
.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
[Setelah itu]
"Uhk!,"Sakura mengerang pelan. Saat dirinya berada dilokasi aneh, dimana itu adalah sebuah tambang tak terpakai tak jauh dari ledakan dan terpencil ditengah hutan. Sosoknya sedang berjalan digendong Kou kedalam sana, secara perlahan, matanya mengarah pada Kou yang nampak mengendongnya dan berjalan semakin dalam kedalam Gua-tambang. "K-Kou,"Sakura tak banyak membentak atau bicara, kondisinya masih lemah, dan Shock yang terjadi padanya beberapa menit lalu.
"Nampaknya dia memang mengincar, salah satu dari kita,"Desisnya lalu menurunkan Sakura bersandar dinding tambang yang kering, sementara Kou nampak merogoh kantongnya nampak mencari sesuatu.
Sebuah 'Pematik api' terbuat dari kuningan dan lempengan dikeluarkan dari sakunya. "Kuharap benda ini, dapat bekerja," Ia mencoba menyalakan pematik api yang nampak lembab.
BROWS!
Sebuah cahaya api berwarna kekuningan muncul dari pematik api yang lumayan bekerja, setelah dihangatkan, menampikan lorong gelap mengerikan, dan kondisi tambang yang benar-benar menyeramkan. Kou lalu menemukan sebuah obor-lama yang dipasang dinding-tambang lalu membakarnya. "Baguslah setidaknya ada penerangan,"Jawab Kou.
"?,"Sakura nampak mengeraktkan pelukanya sendiri pada dadanya, udara yang dingin dalam tambang itu dan tubuh mereka yang super basah karna hujan menambah kesan menggigil pada Sakura.
"Kau kedinginan!,"Jawab Kou nampak mendekat sebelum menyantuh pipi Sakura dengan wajah sangat cemas. "Sebaiknya aku akan membuat Api unggun untuk menghangatkanmu,"Jawabnya dengan nada serius, membuat Sakura hanya terdiam. Kou selama ini selalu terlihat sangat ceria, berubah 110% dari sikap yang selama ini Sakura Lihat, Kou nampak melepaskan Jas luar-nya yang berwarna hitam serta basah, lalu terakhir ia menanggalkan kemeja-dalamnya hingga telanjang dada, kou rupanya tak mengenakan baju dalam atau sebagainya, hingga memperlihatkan beberapa otot putih proposional yang lumayan pada gambaran tubuhnya. "Tapi kau bisa memakai kemejaku dulu, karna seragam dalamku masih kering dan selamat dari Hujan, kau bisa melepas bajumu disini, dan digantung ditangkai obor agar cepat kering, aku janji tak akan mengintipmu melepas pakaian,"Jawab Kou langsung berbalik dan mencari obor atau sesuatu untuk bahan penerangan lebih dari satu. Ia juga nampak mencoba mengaitkan jasnya agar cepat kering ditungkai obor yang menyala.
"Aku sudah selesai,"Kou nampak berbalik menatap wajah Sakura yang nampak datar, entah kenapa membuat wajahnya pemuda dihadapanya nampak memanas. Bagaimana tidak sosok Sakura dengan rambut berantakan, dengan wajah yang nampak basah, ia hanya mengenakan Kemeja Kou yang nampak panjang hingga dibawah atas pahanya, yang mulus putih nampak terlihat jelas dimata seorang laki-laki.
Kou bersumpah dirinya memang tidak pernah melihat sekalipun Sakura dengan baju yang minim dihadapanya(Author: Etoh author merasa ini cukup minimkan*gugup).
"Apa aku nampak selayaknya hantu,"Sakura melirik datar wajah Kou yang nampak memerah pink seperti warna rambutnya.
"Ah bukan apa-apa!,"Wajah Kou nampak langsung, membuang muka, entah kenapa. "Sebaiknya aku mencari kayu bakar, atau sesuatu untuk kubakar,"Ucapnya melangkah pergi bersamaan Sakura memandang punggung lelaki itu nampak terukir jelas sebuah bekas luka jarang-jarang yang berbekas lebar disana.
"Ada apa denganya!,"Sakura hanya menghelah nafas, sembari memandang punggung Kou mulai menjauh, dan memutuskan mengeringkan bajunya dekat obor yang sudah dinyalakan oleh Kou.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
Sosok Gaara kembali memperhatikan, sosok pohon semakin besar kali ini. Pohon itu makin besar dari hari - kehari, tinggi dan terlihat banyaknya kelopak bunga dipohon itu, kondisi semakin subur nampak terlihat sangat segar.
Membuatnya menatap sembari tersenyum, ia juga nampak melihat sosok Eve nampak tertidur pulas sembari bertopang pada akar pohon, sementara Sakura masih ditempat yang sama.
BYUSHH!
Sebuah portal nampak terbuka tak jauh dari pohon, sebuah Portal Kehijauan dengan beberapa lambang segel tertera disana, membuat Gaara memandang serius portal asing itu muncul. "Dia semakin tumbuh dan semakin baik lagi,"Sebuah sosok lelaki, berambut hijau panjang sepunggung, pony rambut sepanjang hidungnya hingga menutup sebagian wajahnya, berwajah tampan, berkulit pucat, tinggi, berjubah hitam nampak keluar dari Portal.
"Kau benar-benar berhasil memasuki tempat ini!,"Jawab Gaara datar, sementara lelaki dihadapanya mendekat lalu menyentuh akar pohon. "Bahkan kau bisa memasuki ruang-jiwa seorang yang berstatus seorang dewi, Tuanku Dewa Eras,"Jawab Gaara memanggilnya dengan 'Eras'.
"Kau tak perlu memanggilku dengan gelarku, panggil saja Shun," Jawab Eras membuang muka. "Aku sudah lama meninggalkan dunia dewa dan tak tercimpung dengan dunia dewa. "Namun aku sebagai Dewa yang melepaskan Gelar itu tetap saja tak bisa membiarkanya begitu saja, Keseimbangan dunia antar dimensi, serta paralel tetap harus dijaga,"Jawab Shun lalu mendekat dengan merapal sebuah lambang membias kehijauan ditanganya.
"Tunggu! Apa yang anda lakukan!,"Tiba-tiba sebuah pasir yang muncul entah dari mana langsung muncul bagai puyu, dan melilit tubuh Shun, dan lelaki berambut hijau hanya tersenyum.
"Kau tak perlu cemas, ini hanyalah sebuah Kekkai pelindung bagi Aiden, saat ini jiwa dan ingatanya belum terbangun semua, bahaya bisa datang dari mana saja, kekkai ini kuharap bisa melindunginya hingga dia bisa mengontrol kekuatanya sendiri, bahkan ingatanya,"Jawab Shun.
Mata Gaara membulat dengan tatapan ditundukan kelantai bermarmer dibawahnya, entah pasir Gaara yang sempat melilit Shun juga menghilang begitu saja. "Selanjutnya Aidenlah yang menjalani hidupnya,"Jawab Shun lalu mendekati Gaara dan mengelus surai merah bata pemuda tersebut. "Mari percaya padanya,"
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
DUAR!
DAHZZ
"Ahh!,"Bola mata Sakura membulat besar, saat mendengar sebuah suara petir nampak menyambar diluar tambang, membuat ia yang awalnya hampir tertidur dalam posisi duduk ditanah kering jadi terbangun, matanya lalu melirik posisi Kou yang tak jauh darinya, tak biasanya pemuda itu yang selalu berisik berubah menjadi 110% pendiam seperti ini, sejak tadi Kou nampak terdiam, melihat pemuda itu begitu menjaga jarak darinya.
"Apa ada yang aneh dariku?! Atau wajahku!,"Tanya Sakura dengan nada heran.
"Tidak apa-apa,"Jawab Kou langsung menggeleng.
"Lalu,"
"Luka ditubuhmu,"Tanya Kou dengan pandangan menyengit, sejak tadi, membuat mata hijau Sakura membulat, menyadari rembesan air ditubuhnya mengenai kemeja Kou, sehingga lukanya terlihat begitu samar.
"Haah!cuma luka penyiksaan saat aku masa-kecil,"jawab Sakura datar, mata Hijaunya nampak memandang kearah Kou, dengan pandangan senduh memperhatikan. "Apakah luka dipunggungmu juga sama?,"Jawab Sakura sembari menatap polos.
"Apa maksutnya dengan Cuma?,"Jawab Kou dengan nada tak percaya, tak mungkin benda sebanyak itu bisa berbekas pada kulit seorang gadis, orang jahanam macam apa yang melukai gadis itu.
"Sebelum aku tinggal dipanti! Aku aku adalah budak kaum bangsawan, dan luka ini kudapatkan dari sana, penyiksaan sudah menjadi hal yang biasa, bagiku,"
"Apa kau mau mendengar sebuah cerita?!,"Kou nampak memandang wanita-bersurai Pinky itu dengan serius. Kou nampak mau mengatakan sesuatu saat Sakura mengangguk setuju.
"Bertahun-tahun yang lalu, cerita bermula pada sebuah kisah seorang lelaki menginginkan sebuah kebahagiaan."
"Hidupnya selalu terpenjara dalam kemiskinan disebuah panti Asuhan,"
"Namun semua penantianya, berakhir saat salah satu warga kerajaan datang untuk mengambil anak Asuhan,"
"Dan anak itu lah yang dipilih, kebahagiaan terasa baginya, doanya yang selama ini diinginkan menjadi terkabul,"
"Akan tetapi,"
(Kou nampak masih bercerita, namun nada suaranya terdengar berat, dan menjadi gemetaran, ia bahkan memeluk tubuhnya sendiri entah kenapa)
"Keinginan Lelaki itu, jauh dari harapanya"
"Ia justru dianiyaya bahkan disiksa, dan mendapat penderitaan selama, bertahun-tahun lalu - la-"
GYUT!
Ucapan Kou berhenti, saat sebuah pelukan diberikan oleh Sakura, membiarkan kepala Kou berada didadanya. "Aku tak tahu dugaanku benar atau tidak akan tetapi," Sakura lalu menghelah nafas, bersamaan bola matanya nampak tertutup perlahan, mengabaikan wajah Kou memerah dalam pelukanya. "Masa lalu itu akan hilang nantinya,"Jawabnya ia berbisik kemudian tersenyum. "Kau sama sepertiku, akan tetapi kau tak boleh merontokan senyumanmu begitu saja, jangan pernah kala dari masa lalumu Kou,"Jawab Sakura.
"Sakura,"Bola mata Kou membulat, perlahan mengeluarkan air mata, dan menangis didada Sakura dalam diam.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"Eh! Sakura-chan pergi dengan Kou,"Jawab Yui dengan wajah murung, saat ia dan para lelaki dari keluarga Sakamaki, turun dari 'Leimose' mewahnya, di kediaman mereka.
"Aku mendengar jika mereka berdua ditetapkan!, menjadi bagian kelompok mengurus pesta kebudayaan,"Jawab Reiji menyengit dengan wajah yang tak baik.
"Haah! Menyebalkan sekali kenapa Sigulali itu harus, bersama salah satu mahluk, dari Mukami!,"Umpat Subaru.
"Kenapa Subaru kau cemburu,"Tanya Raito sembari tersenyum sinis, lalu tanganya bergerak-gerak seolah berdansa. "Aku juga cemburu dengan hal ini! Cherry-chaan dimana kau Gerangan,"Jawab Raito.
"Chi! Jangan Gawur kau! Raito,"Umpat Subaru dan Raito hanya tertawa kecil.
"Sebaiknya kita masuk sekarang,"Ucap Shuu memasang wajah menunjukan sikap kesal, nampaknya mood sang lelaki tertua di Sakamaki kurang begitu baik, lalu meninggalkan tempat.
"Aku ngantuk,"Ucap Kanato, memasang wajah mengantuknya, lalu memeluk erat boneka Teddy-nya.
"Sebaiknya kita segera masuk, bulan semakin naik dan suhu semakin dingin,"Jawab Ayato menarik Yui.
".mmm."Sementara Naoto hanya terdiam tampa merespon, sebelum sosok matanya, nampak melihat sosok pria jangkung berambut keunguan yang nampak asing baginya, bergerak dari hutan gelap menuju kediamanya. "Siapa dia?!,"
Bersamaan sosok lelaki dengan rambut panjang sebahu, kehijauan dengan tubuh jangkung, bermata merah dingin mendekati para pria Sakamaki, Yui dan Juga Naoto. "Lama tak jumpa Paman,"Desis Shuu membuka suaranya.
"Paman?,"Ungkap Yui bingung dengan nada tak nyaman.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"Sepertinya Hujan diluar sudah reda,"Jawab Kou, tengah memandang kearah lain, Karna tepat dibelakangnya Sakura sedang berganti serangam.
"Terimakasi atas Kemejanya,"Ucap Sakura kembali mengenakan seragamnya, lalu memberikan kembali kemeja Kou yang digunakanya . Meski tak kering keseluruhan namun seragamnya sudah nyaman digunakan. "Setelah ini apa yang akan kita lakukan,"
"Ah! Sama-sama!,"Ucap Kou dengan nada canggung, lalu mengenakan kembali kemejanya, wajahnya entah kenapa, kembali memanas, saat wangi Cherry tubuh Sakura, menempel Kuat kemejanya membuatnya mengingat kejadian tadi. "Kita akan langsung kekediaman Mukami, aku harus melaporkan tindakan ini ke-Ruki sebelum dia menemukan mobilku, yang hancur ditengah hutan dan panic mencari kita, Kau tidak keberatankan,"Jawab Kou lalu mengunakan jas hitamnya dan merapikanya sedikit.
"Tidak!,"Sakura menggeleng cepat lalu menatap Kou dengan mata Jadenya, yang datar. "Aku percaya padamu. Ucapan Sakura lalu membuat seulas senyum tipis Kou nampak terlihat begitu mempesona.
"Kalau begitu,"Kou lalu tampa aba-aba mengangkat tubuh Sakura tampa izin, lalu tersenyum, saat merasakan nafas Sakura tepat menerpa wajahnya. "Bersiaplah kita akan Teleport sekarang,"Jawabnya bersamaan keduanya menghilang bagai kepulan asap dari tambang itu.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"Paman Richter,"Shuu nampak memandang tajam lelaki yang merupakan saudara kandung Ayah Sakamaki, dengan pandangan menyengit.
"Jika kau mencari Ayah,Dia sudah pergi lagi,"Ucap Ayato menghelah nafas.
"Aku hanya datang untuk berapa hal, dan bertemu dengan seorang tamu,"Ucap Richter, lalu melengang memasuki kediaman Mukami begitu saja.
"Paman dan Ayah selalu tak memiliki hubungan yang baik,"Jawab Kanato. Sebelum padangan Naoto menyengit dan terlihat serius.
"Nee sebaiknya kita juga masuk Yui,"Panggil Naoto dengan nada ramah, sementara Yui hanya mengangguk tenang.
Akhirnya mereka memasuki rumah dengan tenang namun tatapan Naoto kembali Serius mengenai kemunculan, Richter entah perasaanya mengatakan jika akan ada masalah yang terjadi pada Kediaman Mukami, dan kepergian Sakura yang membuatnya jadi Khawatir.
DEG
"Oii, Sampai kapan kau bengong Naoto-kun,"Jawab Raito, lalu menepuk punggung lelaki itu, yang tiba-tiba karna Bengong ditengah jalan.
"Ah aku baik-baik saja!,"Jawab Naoto menyelaraskan wajahnya kembali Normal, namun baik Ayato dan Reiji tahu ada yang tak beres dari Naoto, meskipun si ramah itu, terlihat cengar-cengir.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
TAP!
"Kita sampai,"Kou menguma, saat keduanya sampai dikediaman 'Mukami' tak ada yang berbeda dari keadaan keadaan rumah mewah itu setelah Sakura pulang, kondisi sekarang masih sama, Kou lalu menurunkan tubuh Sakura secara perlahan, dan menarik Sakura masuk dengan cepat, lagi-lagi tampa izin dari orang lain.
"Kalian kemana saja!,"Pandangan tak baik diberikan pada Yuuma saat keduanya masuk, kediaman mukami lalu menatap serpihan lumpur pada baju Kou serta Sakura.
"Banyak masalah yang terjadi pada kami berdua,"Jawab Kou dengan tampang miris, saat Yuuma dan Azusa memberi tatapan kematian pada Kou.
"Kau tidak-apa-apa!,"Tanya Azusa lalu menarik Sakura menjauh dari Kou. "Sebaiknya sebelum memulangkanmu kau ganti pakaian saja disini, aku memiliki beberapa baju kecil,"Ucap Azusa.
"Oi! Oi! Jangan bawa Sakura-chan,"Ucap Kou dengan tampang mulai kesal, mau mengikuti kedua orang itu, sebelum Yuuma langsung mencegahnya.
"Siapa yang mengizinkanmu untuk ikut, mereka yang harus kau lakukan adalah memberi kami penjelasan,"Ungkap Yuuma.
"Ta-Tapi!,"Jawab Kou dengan tak setuju.
"Aku akan mendengarkan! Cepat jelaskan,"Jawab Ruki yang kebetulan, sudah muncul secara tiba-tiba. Lalu duduk disalah satu Sofa. "Kenapa kau pulang tampa mobilmu,"Jawabnya.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
"Silahkan pilih yang mana kau suka,"Jawab Asuza mengeluarkan beberapa pasang pakaian, sementara, Sakura hanya memasang wajah bingung sekaligus miris dengan pasangan baju yang terlihat membingungkan pasalnya.
Beberapa pasangan baju memiliki robekan atau tambalan sana - sini, entah pria pucat berpemilikan banyak luka ini, memiliki baju seperti ini. Azusa yang notabene salah satu pemuda ganteng dari Mukami memang menjadi Sorotan para kaum hawa, namun Sakura bingung sisi mana yang membuat mumi satu ini begitu digilai oleh fans fanaticnya disekolah (maaf bagi penggemar Asuza-kun).
Membuat Sakura mengeleng lalu memilih sebuah, baju Jacket berwarna hitam, dengan celana raid puntung berwarna hijau Lumut. "Etoh aku pakai ini saja," Jawab Sakura memasuki kamar mandi pribadi Azusa, untuk berganti pakaian.
Sepeninggalan Sakura meninggalkan Azusa sendirian dikamar, memutuskan merapikan beberapa pakaianya yang dikeluarkan dari lemari, namun sebelum merapikan kamarnya ia justru melirik kamar mandi yang terbuka lebar, tak menyadari Sakura belum menutup kamar mandinya, berniat baik menutup kamar mandinya Azusa nampak memandang sosok Sakura sedang berganti pakaian, saat gadis itu menanggalkan serangamnya, yang tersisah hanyalah sebuah 'Bra' berwarna hitam, yang melekat ditubuh bagian atasnya, ia terfokus takjub memperhatikan banyaknya luka lebam-lama, pada punggung ramping milik Sakura, yang bisa dibilang sangat parah, membuatnya membeku seketika didepan pintu.
Menyadari hal itu mata Sakura menyengit memperhatikan sikap. "Mengintip orang berpakaian, bukan hal yang baik, Azusa-san,"Bisik Sakura memandang wajah Azusa dengan pandang datar.
"Ah maafkan aku awalnya aku hanya, mau menutup pintu kamar mandi tapi,"Jawab Azusa.
"Tapi kau melihat Luka yang ada dipunggungku,"Jawab Sakura menghelah nafas, mencoba mengunakan baju jacketnya dihadapan Azusa. "Kau tak perlu meminta maaf atas apa yang kau lihat,"Jawab Sakura akhirnya menutup tubuhnya dengan baju Azusa, lalu mengikat rambutnya dengan serekat-karet yang dia minta oleh Azusa untuk mengikat rambutnya yang panjangnya.
"Ini pakaianmu!,"Ucap Azusa lalu memberi sebuah bungkusan plastik berisi seragam milik Sakura sebelumnya, namun saat merasa ada yang aneh pada bungkusan yang lebih berat dari biasanya, dan pas dicek benar saja.
Sebuah Belati bertahtakan mutiara, berwarna Perak Silver nampak berada didalam kantung bersama seragam Sakura, membuat Sakura kaget, ia lalu mundur beberapa langkah dari Azusa.
"Apa maksut dari Belati ini!,"Jawab Sakura membulatkan matanya, sembari mengenggam belati keluar dari kantung plastik.
Azusa berjalan mendekati Sakura, lalu tampa tanggung-tanggung ia lalu mengenggam kepalan tangan Sakura, mengenggam belati itu.
"Ini kulakukan demi keselamatanmu!,"Jawab Azusa memandang senduh, matanya nampak memandang panuh keyakinan. "Berjanjilah tetap membawanya kemana pun,"Jawab Azusa lalu melepaskan tangan Sakura dan meninggalkanya dalam kamar, meninggalkan Sakura sendirian.
"Apa makasutnya!,"
[Bersambung]
[Februai - Selasa - 14 - 2017 ]
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
[Curhat!]
Halo Mi-Mina-san, lama tak berjumpa Salam kenal namaku Lightning Shun, cukup banyak juga yang mulai, menyukai cerita ini terimakasi-semoga anda-anda semua terhibur, selamat datang juga buat kamu-kamu yang baru baca.
Jujur saja akhir ini saya sedang fokus mengerjakan dua atau tiga Fic untuk saya kelarkan makanya semua jatwal cerita saya melambat karna saya mengerjakan untuk dua akun sekaligus.
Meski bukan penulis yang baik saya punya moto hidup 'jika setiap melakukan sesuatu maka saya harus menyelesaikanya'.
Dan salah satu cerita yang sedang susun saat ini adalah 'Cerita ini' banyak yang bilang banyak Plat hole cerita dan misteri didalamnya, maaf jika saya membuat ceritanya seperti itu namun lambat-laun saya jelaskan, akan tetapi dalam sesi curhat saya kali ini saya akan membahas pertanyaan beberapa pembaca saya.
{Tempat apa? yang selalu ada pohon besar dimana Sakura dan Yui tertidur}
Sampa saat ini sebenarnya saya kurang memahami, asal muasal tempat itu sebenarnya meski sudah membaca cerita, memainkan gamenya, menonton animenya..tapi saya menyimpulkan jika tempat itu adalah sebuah tempat Spirts, tahukah kalian jika manusia yang hidup biasanya dikaitkan dengan apa yang ada disekitarnya dan biasanya tersimpan dalam jiwa seseorang.
{Kenapa! Author tidak tak membuat Sakura bersikap, menjadi Sakura menjadi Anggun, tapi malah membuat karakternya sangat jauh dari Image seorang Heroine Harem}
Hah! Etoooo! Hahahah*Ketawa* sebenarnya aku kurang menyukai karakter wanita yang lemah atau wanita yang terlalu pasrahan, makanya Sakura kubuat sebagai wanita Kurang-peka dalam masalah cinta, serampangan, pendiam, dan Strong-girls, sepanjang Cerita.
{Inspirasi dari Cerita ini? Serta membuatnya}
*Terdiam lalu tersenyun* Aku menyukai cerita Fantasy akhir-akhir ini, memainkan banyak Game otome, membuatku mencoba alur yang lebih baik! :D
{Aku melihat ada Cerita Yaoi dibeberapa cerita yang Author buat, dan ada isu benarkah Author adalah lelaki?}
*Menghelah nafas* jujur saja aku orangnya netral, aku membaca cerita katagori secara bebas, dijepang terlalu banyak cerita dalam beberapa golongan aku jadi terbiasa dalam cerita semacam itu, Jadi aku menganggap Yaoi itu hanya cerita biasa untuk hiburan yang biasa saja, untuk soal gender kurasa membaca tak perlu mempersalahkan mau si penulis gendernya lelaki atau perempuan, mau jadi pembaca ya kurasa sama saja.
Oke untuk curhat ini segini dulu saja, sampai jumpa dipart depan. :D
