Happy reading yeoreobun... ^^,
.
.
.
Sorry for typo
.
.
.
I hope you'll like my story
Cast : Baekhyun (GS)
Chanyeol
Kyungso (GS)
Kim Jongin
Sehun
Luhan
Kris
CHAPTER 12
Smile, Love, Live
Tidak ada pernyataan resmi kalau Chanyeol mengajaknya kembai jadi kekasih Chanyeol. Tapi Baekhyun simpulkan semuanya sendiri. Chanyeol menciumnya, Chanyeol selalu menggenggam tangannya, Chanyeol tidak pernah lupa membahkan tanda hati di setiap pesan yang Chanyeol kirim, Baekhyun senang Chanyeol ada di depannya sekarang, dan Baekhyun merasakan apa yang ia rasakan dulu jika bersama Chanyeol, yaitu sayang.
.
.
.
.
"Untuk apa kau dulu pisah dengannya jika sekarang kau kembali bersamanya", tukas Kyungso.
"Kyungsoya, kau tahu. Terkadang kita harus menunggu untuk waktu yang lama untuk bertemu dengan orang yang kita sayang", ucap Baekhyun.
.
.
.
.
1 tahun kemudian.
Baekhyun izin tidak masuk kerja hari ini. Sehun akan pindah ke apartementnya hari ini. luhan sedang hamil 5 bulan. Rencana Sehun dan Luhan untuk menunda memiliki anak gagal. Awalnya mereka menunda dua sampai lima tahun untuk memiliki anak. Tapi ternyata tujuh bulan mereka menikah Luhan hamil. Sehun dan Luhan tidak bisa berbuat apa-apa. Luhan untuk sementara sampai anaknya lahir berhenti dari profesinya menjadi model. Sehun sekarang sudah memiliki pekerjaan, selain masih menjadi model. Sehun mengajar di sebuah sekolah musik untuk anak-anak. Selain itu, Ny. Heechul sekarang tinggal di Yeongwol. Jadi sekarang Baekhyun sudah dipastikan akan tinggal sendiri di rumah. Itu tidak masalah bagi Baekhyun, karena akan selalu ada pria baik hati yang menurutnya seperti pangeran akan menemaninya. Ya, siapa lagi kalau bukan Chanyeol.
Sudah satu tahun pula Chanyeol dan Baekhyun kembali bersama. Mereka kembali seperti dulu. Mereka semakin sering pergi berdua. Semakin sering bertengkar karena hal sepele. Selain itu, mereka sudah 3 kali putus dan kembali bersama. Memang mereka sedang menjalani hubungan mereka seperti awal lagi. Jadi banyak hal kecil yang dipermasalahkan meskipun tidak penting. Tapi mereka tetap saling sayang. Chanyeol tidak pernah lupa untuk menemui Baekhyun setiap harinya. Walau hanya beberapa menit karena Chanyeol yang harus ke rumah sakit. Ini sudah masuk tahun kedua Chanyeol mengambil program profesinya. Jadi, sekarang Chanyeol ssedikit lebih sibuk dari sebelumnya.
"Sehuna, kau antarkan saja dulu istrimu ke apartement", teriak Baekhyun yang sedang memasukkan barang-barang Sehun ke dalam kotak kardus.
"Tidak apa-apa nuna. Luhan bisa pergi sendiri naik taxi".
"Ya! Suami macam apa kau, membiarkan istri yang sedang kondisi perut seperti itu naik taxi sendiri membawa barangnya? Sudah cepat antarkan dia", omel Baekhyun.
"Baiklah, baiklah, nunim". Sehun keluar dari kamarnya bersiap mengantarkan Luhan ke apartementnya. Baekhyun sekarang hanya sendiri mengepak barang-barang Sehun dengan terus mengomel.
"Astaga, Oh Sehun. Dia ini seorang pria atau bukan. Barangnya lebih banyak dari barangku yang seorang wanita".
"Lihatlah, pakaiannya saja sampai lebih dari 3 kotak. Lalu sepatunya".
"Ini yang dia kumpulkan selama ini", Baekhyun terus mengomel.
Tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang dan mengecup pippinya. Itu Chanyeol.
"Hallo, pacarku", sapa Chanyeol masih memeluk Baekhyun dari belakang.
"Hentikan. Bantu aku mengepak ini semua".
"Aigu, kau ini selalu mengomel tentang apapun".
"Kau tidak lihat barang Sehun sebanyak ini. Sekarang sudah siang, lihat matahari di luar sudah terik. Aku tidak mau mengerjakan ini sampai sore. Aku banyak pekerjaan", Baekhyun menggerutu.
"Kau tidak rindu padaku?".
"Park Chanyeol!", Baekhyun kesal.
"Baiklah, baiklah". Chanyeol menyerah. Ia tidak berhasil membuat Baekhyun tersipu seperti biasanya. Chanyeol keluar dari kamar Baekhyun menyimpan tasnya dan membuka jasnya yang ia pakai di kamar Baekhyun. Sehun pun tak lama kembali dari mengantarkan Luhan.
Chanyeol melipat kemejanya sampai batas siku. Lalu memakai sarung tangan. Sesekali ia goda kekasihnya yang sedang sibuk meski akhirnya Chanyeol mendapat omelan karena melakukan itu. Baekhyun melihat Chanyeol yang sudah sangat berkeringat. Baekhyun melepas sarung tangannya lalu keluar dari kamar Sehun. Karena dibantu oleh Chanyeol pekerjaannya menjadi cepat selesai. Baekhyun kembali dengan membawa dua gelas lemon jus. Satu untuk Sehun dan satu lagi untuk kekasihnya, Chanyeol. Baekhyun mengelap keringat Chanyeol dengan lengan bajunya. Lalu memberikan gelas berisi lemon jus pada Chanyeol.
"Terima kasih cantik", ucap Chanyeol sambil memberikan senyuman pada Baekhyun.
Sehun yang ada di antara mereka hanya bergeming, "aigu, kalian ini lebih tua dariku. Tapi kalian seperti anak SMA yang baru saja berpacaran".
Chanyeol dan Baekhyun hanya tertawa melihat Sehun yang protes melihat tingkah laku dua orang di depannya.
.
.
.
.
Sehun sudah pindah ke apartementnya. Sekarang Baekhyun tinggal sendiri. Tidak ada yang akan ia omeli lagi karena membuat rumah berantakan dan jahil pada istrinya. Baekhyun memandang kamar Sehun yang sudah kosong sekarang. Chanyeol meberikan back hug pada Baekhyun.
"Kau mau aku temani malam ini?".
"Tidak perlu. Kau pulang saja. Istirahat".
Chanyeol menarik Baekhyun yang sedang berdiri duduk di sofa. Chanyeol membaringkan kepalanya di pangkuan Baekhyun.
"Ah...nyaman sekali. Aku lelah, biarkan aku berbaring sebentar seperti ini".
"Kau ini. Sudah pulanglah dan istirahat. Kau bilang besok kau jaga pagi".
"Kau ini tidak bisa melihat kondisi. Sekarang kita hanya berdua kau malah menyuruhku pulang".
"Lalu? Kau bilang tadi kau lelah. Lebih baik kau istirahat di tempatmu sendiri".
"Kau sama sekali tidak seru Byun Baekhyun. Kau benar-benar tidak pernah romantis sedikit pun pada pacarmu ini". Baekhyun hanya tertawa melihat Chanyeol yang menggerutu.
Baekhyun memejamkan matanya, Chanyeol masih membaringkan kepalanmya di pangkuan Baekhyun. Menikmati sore dengan kekasihnya. Lagu Spring I Love You Best mengalun menemani sore mereka. Baekhyun membuka matanya memandangi wajah Chanyeol yang sedang tertidur. Ia pegang hidung Chanyeol dengan jari telunjuknya. Chanyeol terbangun karena merasa ada yang menyentuh wajahnya. Chanyeol mengintip dengan sebelah matanya. Lalu ia bangun memandang wajah Baekhyun. Lalu ia kembali menyandarkan kepalanya. Sekarang pundah Baekhyun yang jadi sasaran.
"Pulanglah, istirahat di tempatmu".
"Aku benci tidur di apartementku".
"Kenapa? Selama ini kau baik-baik saja tinggal disana".
"Baekhyuna, apa aku tinggal disini bersamamu saja?"
"Tidak".
"Kenapa? Kau kan jadi ada teman. Kau tidak takut sendiri di rumah seperti ini?", Chanyeol sekarang duduk dengan tegak di samping Baekhyun.
"T.I.D.A.K", tegas Baekhyun sambil memegang pipi Chanyeol. Lalu ia berdiri menuju dapur mengambil gelas dan membuat coklat panas.
"Ah... kau benar-benar jahat pada kekasihmu".
"Cepat pulanglah, Park Chanyeol. Banyak kerjaan yang harus aku selesaikan".
"Kau tinggal mengerjakannya sekarang sambil aku temani".
"Jika ada kau, aku tidak akan pernah bisa fokus mengerjakan pekerjaanku jika ada kau".
"Oho...-"
"Berhenti menggodaku, jangan teruskan perkataanmu", ancam Baekhyun.
.
.
.
.
Baekhyun masih bekerja di majalah Chuigo. Kyungso pun sama. Tapi sekarang Baekhyun sudah menjadi redaktur untuk redaksi teenager. Kyungso pun sekarang sudah menjadi pimpinan tim marketing. Kyungso sekarang juga sedang hamil. Sudah enam bulan. Dalam waktu beberapa bulan Baekhyun akan memiliki dua orang ponakan yang lucu. Baekhyun sesekali menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri karena lehernya pegal. Pekerjaan Baekhyun memang tak serepot dulu sekarang. Tapi Baekhyun sekarang masih menjadi penulis online bahkan ia menjadi penulis senior dengan bayaran yang tidak sedikit sekarang. Setiap hari Baekhyun setidaknya harus memasukkan 5 tulisan. Jadi kebiasaan begadang Baekhyun masih sama sampai sekarang karena harus menulis.
Hari ini Baekhyun tidak bertemu dengan Chanyeol. Chanyeol harus jaga hingga besok pagi. Baekhyun memilih pergi ke cafe milik Kris. Tempat yang selalu menjadi temapt favorit Baekhyun jika ingin menyendiri. Baekhyun selalu membawa buku bacaan di tasnya. Jadi ia selalu memiliki obat untuk menyendiri. Segelas coklat panas yang selalu menemaninya sudah ada di depannya, sepiring pie bluberry juga menjadi teman Baekhyun hari ini. Baekhyun memasang earphone, menyetel musik di mp3 playernya.
.
.
.
.
Hari ini tanggal 30 April. Baekhyun ada janji dengan Kyungso, Jongin, Sehun dan Luhan. Chanyeol, tentu saja ada. Sudah setahun terakhir ini mereka selalu menyempatkan diri untuk bertemu entah hanya minum kopi di cafe milik Kris, pergi makan, atau hanya diam di salah satu tempat milik mereka. Hal seperti ini tidak sengaja mereka lakukan, karena beberapa kali mereka sering pergi makan bersama, sejak itu mereka membiasakan untuk setiap akhir bulan untuk berkumpul, saling membagi cerita atau apapun. Baekhyun, beruntung memiliki orang-orang yang menyanganginya. Hari ini mereka semua berjanji untuk berkumpul di cafe milik Kris. Kris, sunbae kesayangan Baekhyun ini akan menikah tahun depan. Betapa lega Baekhyun dan yang lainnya mendengar kabar itu. akhirnya Kris menemukan seseorang, setelah beberapa tahun terus menggoda Kyungso yang pada akhirnya dia pun gagal mendapatkan hati Kyungso. Kris akan menikah dengan Yixing. Yixing ini teman bermainnya saat kecil. Akhirnya semua kembali pada sesuatu yang mereka mulai sebelumnya, jauh sebelum mereka sadari kalau mereka akan memulai segalanya.
Baekhyun dan Kyungso datang lebih dulu. Jongin sedang dalam perjalanan menuju cafe milik Kris. Sehun dan Luhan juga. Chanyeol bilang ia akan telat karena ada operasi. Baekhyun selalu menunggu waktu ini. Baekhyun selalu senang melihat orang-orang di sekitarnya tersenyum. Tak lama Sehun dan Luhan tiba. Kyungso dan Luhan, dua orang wanita yang sama-sama sedang membawa seorang calon bayi di dalam perutnya langsung sibuk saling berbagi cerita. Menyusul Jongin yang datang dengan barang pesanan Kyungso. Sebelum pergi menuju kesini, Kyungso menelepon Jongin, menyuruhnya membeli tteokbeokki yang di jual di Hongdae. Harus yang di jual di Hongdae. Ya, begitulah penyakit wanita hamil. Mereka mulai ramai saling berbagi cerita. Chanyeol baru tiba 15 menit kemudian.
"Maafkan, aku telat.", ucap Chanyeol sambil membungkukkan badan.
Chanyeol duduk di samping Baekhyun. Melihat Baekhyun lalu memberikan senyuman. Setelah mengobrol banyak acara kumpul mereka selesai. Sudah hampir pukul 10 malam. Mereka memang tidak kenal waktu jika sudah kumpul seperti itu. Baekhyun pulang dengan Chanyeol. Sehun menawarkan Baekhyun untuk diantar pulang tapi Baekhyun menolak. Chanyeol mengajak Baekhyun ke taman bermain yang sering mereka datangi. Seperti biasa mereka duduk di bangku yang selalu sama. Bangku yang menghadap ke pemandangan lampu kota. Baekhyun menyandarkan kepalanya di pundak Chanyeol.
"Aku lelah sekali", keluh Baekhyun.
"Bagaimana pekerjaanmu?", tanya Chanyeol.
"Di kantor tidak ada masalah, tapi aku harus menyelesaikan 3 tulisanku untuk di website. Ah... aku harus kembali begadang untuk menyelesaikan ini".
"Aku bilang padamu, berhentilah menulis online. Jaga kesehatanmu", Chanyeol khawatir.
"Tidak. Aku senang melakukannya. Cita-citaku menjadi penulis naskah drama atau film belum tercapai. Jadi aku masih terus akan melakukan ini."
"Baiklah authornim. Lakukan apapun yang membuatmu senang".
Mereka saling diam. Melihat pemandangan di depan mereka yang begitu cantik.
"Sebentar lagi ulang tahunmu".
"Kau benar. Ulang tahun pertamaku lagi denganmu".
"Kau mau hadiah apa?".
"Tidak ada yang aku inginkan. Cukup seperti ini. Jadi orang yang menyediakan pundaknya untukku jika aku butuh".
"Apa? Kau hanya perlu pundakku saja?"
"Oh... hanya pundakmu". Chanyeol mengelitiki tubuh Baekhyun. Hari ini Begitu sempurna bagi Baekhyun. Ia bertemu orang-orang terbaik dalam hidupnya.
.
.
.
.
Tanggal 6 Mei.
Baekhyun bangun terpaksa seperti biasa. Baekhyun benar-benar belum tidur sama sekali. Ia akan ikut lomba menulis naskah film yang diadakan salah satu management artis. Jadi semalam ia menyelesaikan naskahny auntuk segera dikirim. Baekhyun memereiksa handphonenya. Tidak ada satu pun pesan masuk dan panggilan dari Chanyeol sejak semalam. Baekhyun sedikit kesal, karena Chanyeol tidak biasanya seperti ini meski ia sibuk. Baekhyun melihat kalender yang menggantung di dinding kamarnya. Hari ini tanggal 6 Mei. Ia benar-benar tidak percaya hari ini adalah tanggal 6 Mei. Hari ini hari ulang tahunnya. Lalu Baekhyun melihat jam. Sudah pukul 7 pagi. Belum satu pun ada yang mengucapkan selamat padanya. Tak lama handphonenya berdering. Itu dari ibunya. Ny. Heechul menelpon mengucapkan selamat ulang tahun dan meminta maaf karena tidak bisa ada bersama Baekhyun danmembuatkan sup rumput laut untuknya. Tak lama Baekhyun menerima telepon dari Kyungso dan Sehun. Juga mendapat pesan dari Luhan dan Jongin. Wajah Baekhyun berubah kesal saat ingat satu orang lagi belum mengucapkan apa pun padanya. Bahkan sejak semalam. Apa dia lupa? Atau dia pura-pura lupa lalu nantinya akan memberikan surprise? Begitu pikir Baekhyun. Baekhyun pergi ke kantor dengan suasana hati yang buruk. Ia lelah karena belum tidur sama sekali, kemudian ditambah dengan Chanyeol yang masih belum menghubunginya. Akhirnya ada pesan masuk dari Chanyeol.
'Happy birthday my love 3 3 3'
Baekhyun mendengus, "hah, dia memberikan tiga tanda hati. Itu tidak akan berhasil membuatku tidak kesal padamu Park Chanyeol".
.
.
.
.
Baekhyun benar-benar tak habis pikir, sampai ia selesai berkerja pria bernama Chanyeol itu hanya mengirimnya satu pesan saja. Setelah itu ia tidak menelepon atau mengirim Baekhyun pesan yang lain. Dengan kesal yang teramat, Baekhyun pergi menuju cafe milik Kris. Hari ini Baekhyun benar-benar sedang dalam suasana hati yang buruk. Baekhyun duduk di meja biasa dia duduk. Baekhyun keluarkan mp3 dan buku bacaannya dari tas. Baekhyun benar-benar kesal. Ia membanting bukunya ke atas meja. Bahkan pengunjung lain sampai melihat ke arahnya.
Tiba-tiba salah satu pelayan di cafe Kris memberinya sebuah kotak berwarna ungu dengan hiasan pita di atasnya. Baekhyun yang tidak tahu apa-apa hanya menerima kotak itu dengan bingung. Lalu Baekhyun buka apa isi kotak berwana ungu itu. Isinya adalah coklat berbentuk karakter namanya dan ada tanda hati. Kedua ujung bibir Baekhyun tertarik, membentuk senyuman. Baekhyun tahu itu dari Chanyeol. Baekhyun melihat sekeliling cafe, mencari sosok Chanyeol. Tapi ia tidak menemukan Chanyeol. Sampai Baekhyun melihat ke arah luar. Ada beberapa orang berjajar menghadap ke arahnya yang duduk dekat jendala sambil memegang kertas berukuran besar. Kemudian orang-orang itu mengangkat kertas berukuran besar itu. Itu potongan kalimat selamat ulang tahun. Baekhyun sekarang mulai tersenyum. Tak lama datang kembali beberapa orang yang juga memegang kertas berukuran besar dengan huruf yang berbeda. Sekarang Baekhyun terkejut. Seperti ada puluhan ribu kupu-kupu terbang menggelitik hatinya. Dengan huruf besar-besar tertulis dengan jelas 'WILL YOU MARRY ME". Kemudian Chanyeol muncul di hadapan Baekhyun membawa seikat bucket bunga dan kotak kecil berisi cincin.
.
.
.
.
Chapter 12 kkeut... ^^,
Gimana kelanjutannya? Baekhyun terima ga ya ajakan nikah dari Chanyeol?
Mereka nikah ga ya di next chapter?
Keep read my ff yeoreobun...
Itu pun jika kalian penasaran ^^,
Review juseyo yeoreobun *bowing*
