Hai, sarasion kembali~

Maafkan telat ya, hehe. Kemarin-kemarin disibukkan dengan sesuatu, jadi nggak sempat upload~

Sebelumnya, mari balas review!

RosyMiranto18 untuk menginjak-injak, karena Sun Quan bilang mereka melakukan hal itu bukan untuk tamu kehormatan saja, jadi ya... Seperti itu (?)

Sun Quan: ... urusan itu biar Kak Ce yang lakukan, deh. Mungkin di chapter selanjutnya Zhu Ran kenapa-kenapa.

Zhu Ran: NGGAK.

Sun Ce: Oho? Boleh juga, tuh. Chapter depan, ya!

Zhu Ran: aku bilang NGGAK.

Lu Xun: ... m-maaf, salah ambil buku *kembaliin lagi*

Hohoho, tentu saja, semua orang harus tahu panggilan mautnya itu~ Dan untuk renang... Iya, ku ambil dari sana HAHAHAHAHAHHAHAHAHAHA!

Xu Sheng: *sweat drop*

Terima kasih sudah review + semangatnya ya~

Yukimura-kun wah, terima kasih sudah review dan memberi semangat~

Sebelumnya, chapter ini chapter spesial ya, mau tahu chapter apa?

Oke, langsung saja deh, di akhir baru aku kasih pidato *GAGITU*


Aku berdiri di atas panggung yang besar dan megah…

Ditonton oleh ribuan orang dengan ayunan warna hijau…

Melihatnya saja sudah membuatku senang!

Senang sekali!

Aku ditonton oleh ribuan orang yang selalu mendukungku, orang yang menyayangiku, dan orang yang selalu memberikanku semangat setiap saat.

Melihat mereka bersemangat dengan sorakan mereka, bentuk dukungan mereka, aku sangat senang sekali!

Tapi…

Satu yang hanya aku inginkan.

Aku ingin keluargaku melihatku tampil secara langsung bersama dengan ribuan penggemar ini.

Ayah, Kak Ping, Kak Xing, Kak Suo…

Oh, bahkan aku ingin Bao Sanniang dan Kak Xingcai melihatku juga!

Kak Zhao Yun yang sudah membantuku juga, lalu Kak Lu Xun dan Zhu Yuan…

Tapi…

Yang sangat aku harapkan kehadirannya bersama dengan ribuan penggemar ini adalah seseorang…

Ya, seseorang yang sudah membantuku dari awal sebelum debut, seseorang yang sudah menyelamatkanku berulang kali, dan seseorang yang tulus…

Aku harap, dia bisa melihatku dari dekat, bersama dengan ribuan penggemar dan panggung besar ini.

Semoga apa yangsangat ku inginkan, terwujud.

Special Chapter: Guan Yinping and Her Wish

"Zhu Ran! Bangun!"

Aku membuka mata perlahan, kemudian meregangkan tubuhku, melihat siapa yang sudah membangunkanku dari tidurku dengan mimpiku yang indah itu.

"Hmm? Xu Sheng? Selamat pagi."

"Selamat pagi, landak."

"Hee… Memangnya ada di skenario?"

"Improvisasi juga diperlukan, landak. Oh, iya! Tadi aku beli sesuatu buat sarapan, ada di dekat termos air panas tuh. Kalau mau minum teh saja." Ucap Xu Sheng lalu duduk di tempat tidurnya.

Benar juga, aku masih landak di special chapter ini…

Author, why…?

Masih dengan hawa malas-malasan, aku menggapai handphone-ku yang kuletakkan di meja kecil di dekat tempat tidurku, siapa tahu Lu Xun mengirim pesan atau mungkin saja adikku, sudah biasa kalau mereka mengirim pesan. Dari pemikiranku yang seperti itu, ternyata pesan yang masuk bukan dari Lu Xun atau adikku. Seseorang yang sedang mengadakan live tour Eropa dan kini berada di Jerman. Seseorang yang sempat menganggapku sekedar penggemar nomor satunya. Seorang gadis berkekuatan kuli.

Guan Yinping.

Aku terperanjat dan segera membaca pesan yang dia kirimkan.

'Selamat pagi, Landak-dono! Kapan aku bisa menemuimu? Ayo kita jalan-jalan!'

Wah, kebetulan sekali!

'Pagi, Yinping! Kebetulan hari ini aku libur kuliah, bagaimana kalau hari ini?'

'Asyik! Ayo! Kita bertemu di daerah dekat universitasmu saja bagaimana?'

'Hmm… Terserah Yinping, deh.'

'Hore! Jam sepuluh, ya!'

"URYAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Melihat aksiku yang tiba-tiba berteriak itu, Xu Sheng langsung melompat dan tersedak.

"Uhuk! Ran! Uhuk! Apa yang kamu lakukan?! Aku sedang minum tiba-tiba kamu—Uhuk!"

"W-Wah, wah! Maaf, Xu Sheng! Oh, iya. Hari ini aku pergi, ya! Aku akan bertemu seseorang."

"Huh? Jadi aku sendirian di kamar?!"

"Maafkan aku, Xu Sheng. Ini orang penting!"

"Huh… Ya sudahlah. Oh, sekalian. Aku titip gel rambut."

Lihatlah saudara-saudara…

Xu Sheng pakai gel rambut, lho.

Masih mau aneh-anehin aku yang masih landak ini?

"Dibilang pakai punyaku dulu kenapa—"

"Kalau terus-terusan pakai punya orang rasanya aneh. Lebih baik punya sendiri!"

"Haah… Iya deh… Kalau ingat."

Kemudian Xu Sheng lempar bantal.

"Aku mandi dulu!"

Setelah mandi dan badan terasa segar, aku kembali menata rambutku, kemudian mengenakan pakaian berlapis, mengingat di luar sana pasti dingin sekali. Setelah selesai dengan penampilan prima, aku bergegas mengambil apa saja yang perlu kubawa dan berlari kecil menuju pintu keluar.

"Xu Sheng! Aku jalan dulu, ya!"

"Hati-hati! Jangan lupa g—"

BLAM!

Ups…

Maafkan aku Xu Sheng, aku tidak dengar, aku tidak dengar.

Aku berlari dengan senangnya, sampai-sampai aku dimarahi oleh beberapa teman satu dorm yang sedang berada di luar kamar mereka, tentu saja dengan bahasa yang berbeda.

'Yinping, kamu dimana? Aku tunggu di taman dekat pintu masuk dan keluar universitas, ya.'

Aku duduk di bangku taman, menatap sekelilingku yang dipenuhi oleh bunga yang bermekaran, bangunan-bangunan dengan ciri khas yang luar biasa berbeda dari tanah kelahiranku. Lalu orang-orang dengan bahasa lain. Bahkan suasana yang sudah berbeda drastis. Walau demikian, aku menyukai suasana baru ini, walau agak kesulitan juga. Mau bagaimana lagi, budaya yang benar-benar berbeda membuatku kebingungan dan penuh tanya. Untung saja Xu Sheng ada di Jerman lebih dulu dari aku dan dia memang tahu persis bagaimana budaya Jerman, jadi aku tidak masalah.

"Aku harus menyesuaikan diri, nih…"

"Heeeei!"

Sosok gadis berambut hitam panjang terikat melambaikan tangannya. Bajunya didominasi warna hijau dengan sedikit merah dan menggunakan syal merah. Gadis itu berlari senang ke arahku. Sedangkan di belakangnya ada seseorang yang menggunakan setelan jas rapi membungkukkan badan untuk memberi hormat.

Ya, Guan Yinping dan managernya.

"Landak, apa kabar! Lama sekali tidak bertemu denganmu!" gadis itu langsung memelukku erat.

"Demi dewa, aku bukan landak—"

"Masih landak, kok!"

Aku tersenyum kecil, kemudian menoleh ke arah manager yang berjalan mendekati kami berdua.

"Hei, itu managermu 'kan? Nggak apa-apa kalau kamu meluk begini?"

"Yup! Tidak masalah, karena aku sedang menyamar!"

Menyamar, katanya…

Ya, rambutnya sedikit berbeda dari terakhir kali bertemu, tapi memang itu gaya rambut terbaru Guan Yinping.

"Samaran yang tidak jauh berbeda dengan aslinya, dasar… Oh iya, salam dari Zhao Yun dan Lu Xun. Oh, Xingcai juga."

"Eh?! Waaah! Salam balik! Aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka!"

"Nanti deh aku sampaikan."

"Oh, iya. Selamat datang di Jerman, Kak landak!"

"Sudah kubilang aku bukan landak, Yinping. Lalu, aku lebih dulu sampai di Jerman sebelum kamu."

"Hehehe…"

Sudah lama aku tidak melihat senyum dan tingkahnya.

Kurasa dia tidak berubah sama sekali.

Hanya penampilannya saja.

Itu pun tidak drastis.

"Selamat pagi, Zhu Ran. Hari ini kalian mau kemana?" tanya manager Guan Yinping dengan sopan.

"Ohh… Selamat pagi! Umm… Kita mau kemana, Yin—"

"Waaah! Bunganya indah sekali, ya! Taman ini indah sekali!"

Tiba-tiba dia sudah bermain dengan bunga-bunga yang bermekaran di taman itu.

Ingin rasanya bilang seperti ini…

Awas kalau disentuh Guan Yinping langsung kenapa-kenapa.

"Yinping, kalian berdua hari ini mau kemana? Biar saya antar."

"Umm… Kak Zhu Ran, ada ide?"

Oh, tidak.

Aku belum pernah keluyuran sebelumnya.

Seharusnya aku bertanya pada Xu Sheng terlebih dahulu—

PIIP PIIP!

Oh, ada pesan.

'Ran, beli gel rambutnya di daerah X saja ya, lebih murah. Satu lagi, di sana banyak tempat kuliner enak-enak, lho! Kamu harus mencobanya!'

Xu Sheng panutanku, Xu Sheng penyelamatku.

"Oh, oh! Kita ke daerah X saja! Kudengar dari temanku kalau di daerah X banyak tempat kuliner enak, kebetulan aku belum pernah berkunjung. Bagaimana?"

"Oh, daerah X, ya? Tempat yang bagus. Yinping, bagaimana? Biar aku antarkan kalian berdua. Kalau sudah mau pulang kabari lagi, bagaimana?"

"E-Eh? Manager tidak ikut bersama kami?"

Manager menggelengkan kepalanya.

"Ya! Ya! Ayo kita ke sana! Kebetulan aku lapar!"

Kamu selalu lapar…

Punya tenaga kuli harus makan yang banyak.

Akhirnya kami berdua diantarkan oleh manager ke daerah X yang menjadi tujuan kami.

Daerah X, benar-benar daerah yang sangat cocok untuk jalan-jalan. Banyak sekali tempat nongkrong seperti café dan tempat-tempat asyik lainnya. Berjejer penjual makanan dengan aroma yang lezat dan terlihat menarik. Entah kenapa, melihat pemandangan seperti ini mengingatkanku pada Sun Café. Aku benar-benar rindu Sun Café.

"Kalau begitu, kalian berdua bersenag-senanglah. Zhu Ran, tolong jaga Yinping, ya? Aku harus pergi ke tempat live tour Jerman, tidak jauh dari sini, kok."

"I-Iya, hati-hati di jalan."

Kini tinggal kami berdua.

"Nah, Yinping… Tempat apa yang harus kita kunjungi pertama?"

"Nah, karena Yinping lapar, kamu ingin makan apa?"

"A-Ahahaha… Ini dia, pilihan sulit kalau tempat makan yang enak berjejer begini…"

"Ya sudah, kita beli makanan yang ringan dulu saja, sambil melihat-lihat target makan siang."

"Yay! Setuju! Ayo!"

GRAB!

Tenang, itu sound effect, bukan ojol[1].

Tiba-tiba Guan Yinping menarik tanganku dan membawaku jalan bersamanya…

Dengan tarikan yang luar biasa.

Sakit, ini sakit!

Ya, kami jalan berdua. Membeli beberapa camilan sambil melihat-lihat tempat untuk makan siang yang Guan Yinping inginkan, melihat-lihat ke toko aksesoris yang ada di daerah X, dan melihat-lihat beberapa tempat yang menjual mode pakaian. Selama kami menelusuri daerah X, Guan Yinping terlihat sangat bahagia sekali. Melihatnya bahagia seperti itu, aku turut merasa senang. Ya, walau terkadang ada perasaan aneh yang membuatku hangat.

Apakah kamu menyalakan api dalam hatiku?

Author, kamu masih hidup, 'kan?

Setelah puas berjalan-jalan, akhirnya kami memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran, tentu saja makan makanan Jerman!

"W-Wuaaah! Ini enak sekali!"

"Y-Yinping, makannya pelan-pelan saja…"

"Habwis, inwi, enwak, swekaliw!"

Kebiasaan…

"Kak, aku mau tambah!"

"H-Heh, belum habis mau tambah?!"

Benar-benar tidak berubah, porsi kulinya…

Setelah kami selesai makan, kami berbincang sesaat.

"Bagaimana live tour Eropa?"

"Saaaaangat menyenangkan! Ribuan penggemar menyemangatiku saat aku berdiri di panggung besar! Aku senang sekali!"

"Baguslah, tidak ada kejadian aneh, 'kan?"

"Tidak, kok! Kalau terjadi apa-apa denganku, aku bisa langsung memukulnya, kok!"

Tenaga kuli…

"Kak Zhu Ran sendiri bagaimana?"

"Hmm… Awalnya aku benar-benar syok melihat budaya yang berbeda dengan kampung halaman, tapi aku harus bisa menyesuaikannya. Untung saja aku punya teman yang dari China juga. Jadi aku bisa belajar darinya."

Xu Sheng panutanku, Xu Sheng penyelamatku.

"Oh, begitu… Umm… Oh, iya. Kalau tidak keberatan…"

SRAK.

Guan Yinping memberiku tiket live tour Jerman, barisan paling depan dekat panggung.

"Terimalah. Umm… Mumpung aku konser di Jerman dan mumpung kakak landak juga ada di Jerman! Karena… Yah… Pasti kita akan sulit untuk bertemu, 'kan?"

Aku terdiam, menatap tiket yang kini kupegang.

"Aku… Ingin kakak landak datang."

"Baiklah, tidak masalah. Aku akan datang."

Mendengar jawaban dariku, Guan Yinping tersenyum lebar.

Hangat…

"Ayo kita jalan-jalan lagi, kakak landak!"

"Sudah kubilang aku bukan landak!"

###

Selama berada di perjalanan, aku dan Guan Yinping berbincang banyak hal. Sampai-sampai, hujan pun turun dengan derasnya. Sangat tiba-tiba sekali. Aku langsung melepas syalku dan memberikannya kepada Guan Yinping yang terlihat panik, kemudian barlari mencari tempat aman.

"K-Kenapa hujannya tiba-tiba begini, sih?!"

"U-Uwawawawah!"

Akhirnya kami berdua berteduh di teras sebuah butik.

Basah…

"Yinping, maaf ya, jadi kehujanan begini."

"Tidak masalah, kok. Hmm?"

Guan Yinping tiba-tiba menatapku dengan penuh rasa penasaran. Aku hanya bisa diam mematung, mengetahui bahwa aku sedang diperhatikan dari jarak yang sangat dekat. Jari-jariku hanya bisa menyisir rambutku yang basah dan sepertinya gel rambut yang kupakai tidak berfungsi dengan baik saat hujan.

"Kak Zhu Ran, boleh aku melakukan sesuatu?"

"H-Hah? A-Apa, ya?"

Tiba-tiba tangan Guan Yinping mengacak-acak rambutku, tentu saja dengan cepat, sampai-sampai membuatku terkejut.

"Y-Yinping?! Apa yang—"

"Nah, seperti ini lebih bagus!"

"H-Hah?"

Penasaran dengan apa yang dilakukan Guan Yinping dengan rambutku, aku langsung mengampil handphone-ku untuk berkaca.

Rambutku yang semula landak, berubah.

"Kurasa, Kak Zhu Ran lebih bagus kalau rambutnya seperti itu!" ucap Guan Yinping dengan senyum lebarnya.

Aku terdiam menatapnya.

Lagi-lagi hangat…

Kami berdua terdiam sesaat, sampai akhirnya hujan pun berhenti.

Hanya hujan lewat, tapi sangat berkesan.

"Ah, sudah berhenti, ayo kak—"

"Yinping."

"Huh? Ada apa?"

"… Tidak, hanya ingin bilang terima kasih…"

Guan Yinping menatapku bingung.

Tuh, 'kan?!

Apa yang aku lakukan?!

"W-Wah, wah! Lupakan! Ayo kita jalan lagi!"

Kali ini, aku yang menarik tangannya untuk kembali menelusuri daerah X.

Tidak terasa, hari sudah mulai sore. Sudah saatnya Guan Yinping kembali ke hotelnya untuk mempersiapkan konser yang akan diadakan dua hari lagi. Manager pun sudah datang untuk membawa Guan Yinping ke hotel.

"Terima kasih sudah membawaku jalan-jalan! Jangan lupa datang ke konserku, ya!"

Aku tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya yang mulai memasuki mobil.

Dua hari lagi, ya…

Aku tidak sabar melihatnya berdiri di atas panggung sebagai artis top…

###

"Ran! Gel rambut pesananku dimana?!"

"Huh? Gel ram—eh…"

"Sudah kuduga kamu lupa membeli gel rambut dua hari yang lalu… Lalu bagaimana, ini?! Aku harus menemui dosen untuk membahas laporan, nih!"

Aku melangkah mendekati Xu Sheng, kemudian memberinya gel rambut milikku.

"Pakai saja. Aku sudah tidak butuh."

"Eh? Apa maksudmu, Ipeng?"

"AKU BUKAN IPENG! LALU, PAKAI SAJA SANA!"

Xu Sheng menatapku kebingungan.

Sudah kuduga…

Sejak hari itu, sejak seorang Guan Yinping melakukan hal itu kepadaku, aku merubah penampilan. Dengan bangga pula, aku sudah keluar dari zona kelandakanku. Akhirnya!

"Xu Sheng, mala mini aku mau pergi nonton konser."

"Aku nggak diajak?!"

"Tiketnya cuma satu…"

"Memangnya konser ap—"

"Rahasia."

"… Y-Ya sudah. Aku juga mau siap-siap bertemu dosen. Terima kasih gel rambutnya."

Author, tolong beri Xu Sheng gelar yang berhubungan dengan gel rambutku!

###

Guan Yinping

Aku berdiri di atas panggung besar, semua penggemar sudah berkumpul dengan ayunan warna hijau mereka. Terdengar teriakan dukungan, memberikanku semangat yang luar biasa. Ditambah lagi, orang itu akan melihatku tampil di atas panggung.

Aku sangat senang…

"Guan Yinping, persiapan sudah siap. Dua menit lagi langsung ke panggung untuk memberi sambutan."

"Ah, baik manager! Doakan aku!"

Manager tersenyum kepadaku.

Lampu sorot pun dinyalakan, tepuk tangan meriah memenuhi ruangan konser.

Aku berjalan dengan lambaian tangan dan sapaan penuh semangat.

Hanya saja…

Dimana…?

Zhu Ran

Aku berlari terengah-engah menuju gedung besar tempat live tour Guan Yinping diadakan. Entahlah, bisa-bisanya aku tertidur di kamar saat menunggu jam keberangkatanku kemari. Dengan cepat aku merogoh kantong tasku dan…

Huh?

HUH?!

"TIKETNYA DIMANA?!"

Aku mencari tiket pemberian itu di dalam tas dan di saku celana dan mantelku.

Tidak ada.

TIDAK ADA!

BODOHNYA AKU!

"AAAARGH! ZHU RAN BODOH! IPENG BODOH! KELANDAKANKU PERGI TAPI KESIALANKU TIDAK!"

"Zhu Ran?"

Aku menoleh ke arah suara itu memanggil namaku.

Manager!

"Zhu Ran, apa yang—"

"M-Manager! A-Aku kehilangan tiketku! B-Bagaimana ini?!"

"Eh? Umm… Masuklah lewat backstage! Aku bisa menolongmu!"

"W-Wah! Terima kasih, manager!"

Aku dan manager berlari menuju pintu untuk masuk ke backstage, kemudian menelusuri lorong dan meminta penjaga pintu untuk membukakan pintu menuju kursi penonton.

Dari pintu masuk, aku bisa melihat Guan Yinping yang benar-benar bersinar penuh semangat, menyanyikan lagu-lagunya. Semangatnya di panggung mempengaruhi penontonnya yang juga dengan semangat mengayunkan light stick hijaunya. Benar-benar idola…

Tanpa mengganggu penonton lain, aku memasuki ruangan live dan menemukan kursiku yang berada sangat dekat dengan panggung.

Ya, aku bisa melihat kehebatannya menjadi penyanyi top.

Dari nol dia mencoba dan akhirnya menjadi sesukses ini.

Aku benar-benar salut padamu…

Guan Yinping

Kursi kosong itu akhirnya terisi, seorang laki-laki dengan penampilannya yang sudah berbeda drastis dari dua hari yang lalu.

Terima kasih sudah datang, Kak Zhu Ran.

Ah, tidak dengan embel-embel 'kak'…

Terima kasih, Zhu Ran!

Akhirnya apa yang paling kuinginkan terwujud!

###

Zhu Ran

"Wah, ini Guan Yinping anak SMA Shu itu, ya? Luar biasa! Dia sudah mengukir sejarah dirinya di negeri orang!"

"Err… Lei Bin, tolong hentikan kemaniakanmu akan sejarah!"

"Aku ingin sekali bertemu dengannya lagi, kapan dia akan kembali, Ran?"

"Hmm? Dia masih harus keliling Asia bulan ini, mungkin bulan depan dia baru kembali untuk konser penutup live tour Asia. Semoga saja kalian mendapat tiket gratis darinya!"

"S-Soal tiket gratis sepertinya tidak akan, deh… Pasti tiket gratisnya untuk keluarga, Ran. Tapi, aku senang kalau dia sudah sesukses itu."

Aku menatap kedua teman seperjuanganku dan satu teman baruku, mereka terlihat sangat kagum dengan sosok Guan Yinping yang telah menjadi orang yang sukses di dunia.

Benar apa kata Lei Bin, dia telah mengukir sejarah indah tentang karirnya yang sangat berhasil.

"Lalu… Kamu mendapat pencerahan mengenai penampilanmu yang sekarang dari dia, ya? Enaknya, bisa dekat dengan idola!"

"Haha… Mantan landak."

"NGGAK ZHAO YUN, NGGAK—"

Ya, di kesempatan ini, aku akan berbagi cerita dengan Zhao Yun, Lu Xun, dan Lei Bin mengenai Guan Yinping dan cerita-cerita lain yang terjadi di Jerman. Entah itu cerita tentang gel rambut, sampai dengan cerita bagaimana penampilanku berubah. Tapi, untuk urusan perasaan hangat yang muncul, aku tidak akan menceritakannya kepada kalian. Perasaan itu akan kupendam sendiri, karena perasaan itu adalah perasaan yang paling tulus untuknya.


[1] ojol = ojek online

Jadi... Gel rambut...

Xu Sheng: *menggeleng kuat*

...

Tidak, Xu Sheng tidak perlu dianeh-anehin, tenang saja.

Zhu Ran: AUTHOR CURANG!

Maaf chapter ini agak panjang dari HWA!AGAIN yang biasanya...

Oh, soal pidato yang ingin kusampaikan... Jadi begini, sebelumnya saya sebagai author fanfict ini, ingin mengucapkan terima kasih kepada reader(s) yang sudah mengikuti Here We Are! dari awal sampai Here We Are!AGAIN berjalan. Terima kasih juga untuk semangat dan review yang diberikan, benar-benar membuat saya bersemangat untuk memunculkan ide-ide aneh nan ajaib. Ya, tepat minggu lalu, saya berhasil menamatkan kuliah saya. Iya, minggu lalu itu hari yudisium (bukan wisuda ya, beda sama wisuda, anggap saja ini peresmian dinyatakan lulus oleh pihak kampus, mungkin?) dan oke, saya sudah melepas status sebagai mahasiswa D3 (iya, saya D3, makanya cepat 'kan? Perasaan baru kapan kuliah, tiba-tiba udah lulus aja. Tapi wisudanya masih lama, sih... hehe)

Ini juga berkat reader(s) yang benar-benar mendukung saya saat tidak sempat update atau saat saya harus tulis status untuk tidak update lama karena persiapan pendadaran atau tugas atau kelas lapangan... Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak! *bow*

Lalu, untuk yang masih berjuang dengan sekolah atau kuliah atau mungkin skripsi, tetap semangat dan selalu memotivasi diri untuk tidak malas dan sebagainya. Ingat, apa yang kalian tempuh ini merupakan bekal awal untuk menuju ke dunia kerja dan dunia... kedewasaan (?)

Pokoknya tetap semangat buat kita semua!

Sampai jumpa di chapter depan ya!

Dapat salam dari Ipeng, nih.

Zhu Ran: IPENG SIAPA-