Pairing:KrisTao

Rating:T/T+

Genre:Romance/hurt

Warning:Typo/EYD hancur/BL/masih pemula/masih membutuhkan bimbingan/

jangan membuatku mengulang kembali. Jangan biarkan aku melakukannya karena aku tidak ingin berharap kembali.

Why I Like You?

Ch-12-

.

.

.

.

.

"Sudah selesai?"Tao bersuara. Menatap kearah Kris yang kini menatap kearahnya. Menyelesaikan ciuman dengan dorongan pada pundak Tao seperti sangat memperlihatkan disini dirinya sendiri yang menjadi korban.

Tao berekspresi tak terbaca. Tak ada emosi kemarah yang meluap ataupun keinginan lebih dari sekedar kecupan ringan dengan belaian jilatan tipis di sepanjang bibir merah muda miliknya. Hanya menatap ke sosok Kris. Memperhatikan namja berumur lebih tua darinya itu tersadar dengan apa yang dilakukannya.

"Kalau tidak salah gege pernah mengatakan ingin membantuku? Apa seperti ini bantuannya? Bagus sekali, terimakasih banyak"Tao berucap kembali. Sedikit menolehkan pandangannya kearah member lain yang sebagian tidak melihat apa yang telah terjadi beberapa menit lalu tapi Tao tahu dan cukup jeli jika sekarang seorang Chen menatap kearahnya. Mengetahui apa yang terjadi. Matanya terbelalak seperkian detik dengan bibir ingin berteriak terkejut sebelum namja itu mengontrol suaranya untuk tetap tertahan di kerongkongan.

"Satu kata, ini benar-benar konyol"Tao menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat duduknya. Sungguh, Tao mungkin sekarang merasakan ledakan hebat di perutnya. Tentu saja, bahkan Tao tidak memungkiri rasa senangnya begitu ingin meluap dengan bergantikan rona merah jambu tapi satu hal disini. Kris bahkan pernah mempermainkan dirinya selama berbulan-bulan hanya sekedar untuk mengucapkan kata gay dan sekarang mungkin akan sama seperti itu. Tao tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, bersikap lembek kemudian menjerit meminta di jatuhkan lagi? Yang benar saja.

Kris tak bersuara sama sekali. Pikirannya berubah menjadi kalut. Oh good, bahkan ini cuma berawal dari benda bernama bibir? Ck, bahkan dia sudah cukup mengulum bibir-bibir berlipstik di luar sana dan kenapa semua perebuatan memalukan ini berasal dari benda sepele yang dirinya sendiri sudah tidak asing?

Jujur, ini benar-benar memalukan. Bahkan mengerikan. Bagaimana mungkin selama ini mulutnya yang selalu menderu ucapan menjijikan berkatakan gay jika sekarang dirinya seperti memakan ucapannya sendiri? Bahkan seorang gay masih memiliki malu untuk melakukannya. Ck, bahkan yang lebih buruk Tao sama sekali tak bereaksi seperti deretan cerita romansa yang selalu menampilkan sisi terkejut dengan tangan terkalung meminta lebih tanpa sadar? namja itu bahkan bersikap tenang seperti memenangkan dengan telak jika disini dirinya sebagai cecunguk.. Ah Kris, waktunya untuk menggelengkan kepala dan bersiap membongkar otakmu untuk di cuci ketempat loundri.

.

Member exo sudah sampai ke dorm mereka yang berada di China. Pemandangan pertama yang mereka lihat adalah segerombolan orang yang bisa di sebut fans tengah memenuhi bagian depan dekat pagar beton sebagai pembantas bagian luar dorm exo. Nampak spanduk dengan suara keras menyerukan setiap nama member disana menjadi alunan musik di kedua telinga para member yang masih berada di dalam van berukukan besar untuk menampung keenam member sekaligus manager yang sekarang tengah melihat situasi luar melalui kaca van.

"Bukan cuma di bandara, disini juga.. Mereka benar-benar hebat"Luhan bersuara. Membulatkan matanya dengan pandangan takjub atas kegigihan semua fans untuk mendapatkan info kemanapun mereka berada.

"Ya.. Tapi setidaknya mereka sekolah di jam sekarang, bukannya membolos"Lay bersuara. Menatap sedikit tidak suka dengan beberapa fans yang terlihat mengenakan seragam sekolah begitu tampak. Ayolah.. Seidola apapun mereka Lay masih menginginkan bocah-bocah itu lebih mementingan masa depan mereka, bahkan Lay menjamin orang tua dari mereka tidak mengetahui kini anak-anak yang di pagi hari sarapan dengan sepotong senyuman dengan segelas do'a dari kedua orang tua tidak mengetahui seberapa berharapnya anak-anak mereka menjadi yang terbaik apalagi di negara China dimana persaingan dalam keuangan perekonomian sangat ketat.

Lay menghela nafas. Lain kali mungkin memberikan ceramah setelah perfom akan terlihat sangat baik. Sementara menjiwai seorang ibu dari puluhan fans kelihatannya tidak buruk. Ck, dia benar-benar seperti ibu-ibu.

"Bagaimana ini manager?"Luhan bersuara. Menoleh kearah sang manager yang juga melihat suasana di luar van.

"Aku tidak menyangka fans akan meludak juga di sini, aku bingung, sebenarnya seberapa banyak fans kalian?"Manager bersuara.

"Banyak sekali"Xiumin bersuara. Menyahut ucapan manager denga cepat dan berasil mendapatkan cengiran dari beberapa orang disana.

.

.

.

Malam menjelang kemudian. Menampakan udara dingin yang sedari tadi tertutup oleh udarah panas matahari. Bahkan udara dingin yang mungkin dapat membuat seorang namja berambut hitam kelam kini memilih bergelung pada selimut dan juga jaket tebal. Mengingat tanggal telah memasuki musim dingin di tahun ini.

.

Lebih mengeratkan selimutnya. Tao kembali bergelung. Mengubah posisinya mencoba menyamankan diri dengan kasur empuk di bawah tubuhnya sebelum suara dering handphone bermerek mahal terdengar dari sisi tempatnya berbaring.

Tao merayapkan tangannya kearah asal suara. Memecet asal tombol meyakinkan tombol yang dia tekan benar kemudian menempelkan benda persegi panjang itu pada telinganya yang terlihat tenggelam dengan selimut.

"Hallo.. "Suara Tao terdengar. Tampak sedikit parau dengan serakan kentara akibat terlalu lama bermanja dengan guling sedari tadi.

"Oppa"Tao mengernyitkan alisnya. Menjauhkan handphonenya pada telinganya kemudian mengarahkannya kearah depan untuk melihat siapa sang penghubung dan mendapati teks bertulisan Sulli tertera jelas disana beserta foto sang yeoja yang tengah tersenyum dengan kaos bewarna blue berry manis disana.

"Ya sulli?"Tao menyahut. Mengucek matnya beberapa kali. Menolehkan pandangannya kearah jam dinding di atas pintu kamarnya dengan posisi masih berbaring pada tempat tidur. Malas beranjak.

"Tidak apa-apa, oppa tidak menghubungiku sedari tadi"Sulli bersuara di seberang sana.

Ah, ya, Tao baru ingat. Ya, dia akui dirinya sedikit melupakan yeoja itu sesat setelah otaknya cukup terkuras untuk memikirkan kejadian di dalam pesawat tadi siang. Bahkan pemikiran itu membuatnya belum siap terlalu sering bertatap muka dengan sosok namja pembuat ulah pada kupu-kupu di perutnya. Waupun siang tadi dirinya cukup hebat berucap seperti tak tertarik sedikitpun tapi namja panda itu tak memungkiri otaknya memutar rekaman kejadian itu berulang-ulang bahkan sedikit mengingat morning kiss paginya.

"Maafkan aku, aku sangat lelah"Tao bersuara. Memposisikan tubuhnya untuk beranjak dari tempat tidur kemudian melangkah kearah pintu keluar.

"Begitukah? hahh.. Kelihatannya aku mengganggu ne, yasudah aku tutu-

"Tidak apa-apa, aku sudah cukup istirahat"Tao memotong ucapan Sulli.

Dengan masih memegang handphone yang tertempel di telinganya Tao membuka pintu bewarna kecoklatan di depannya. Menoleh sedikit ke arah Kris yang tampak berdiri di depan pintu. kelihatannya namja itu ingin masuk kamar, terlihat dari tangannya yang sedikit terangkat seperti ingin membuka kenop pintu.

Hanya sedikit menoleh dan namja panda itu kembali melangkah melewati Kris. Tak begitu peduli dengan namja yang kini mungkin terlihat dingin seperti biasa. Omong kosong dengan bantuan. Bahkan namja itu benar-benar merusak otak Tao dengan hal yang lebih parah.

Mengingat dirinya yang harus sekamar dengan Kris membuatnya berdecih. Untuk sementara tidak bisa meminta member lain bertukar. Mungkin kalian masih ingat keributan dimana namja itu berpindah kamar? Ah, ku harap kalian mengingatnya.

.

Untuk kesekian kalinya. Namja itu kembali melepar buku di tangannya. Berniat untuk mengembalikan buku berstatus novel pada tempatnya tetapi malah mendapati namja mirip panda hibernasi itu menatapnya dengan.. Ah, Kris tidak bisa menjelaskannya. Ck, ini benar-benar buruk.

Dengan sedikit kasar Kris mendudukan tubuhnya pada pinggiran ranjang. Sedikit mengacak rambutnya dengan kasar. Berharap pikiran bodohnya cepat-cepat menghilang segera mungkin.

Mengingat kelakuan memalukannya bahkan membuatnya benar-benar ingin membuang mukanya ke bak sampah terdekat. Ah, ayolah, sekeras apapun wajahnya dia masih memiliki sisi malu selain benda privasi di dalam celananya.

Kris merebahkan tubuhnya. Memposisikan kakinya tetap bergelantung pada lantai. Hal ini benar-benar di luar kontrolnya. Otaknyapun seperti berhenti memikirkan cara membalikan kata-kata namja panda itu. Bahkan membalikan kata. Bahkan Kris menjamin matanya sama sekali tidak ingin bertatapan dengan namja itu.

Kris meraih handphonenya. Membuka beberapa floder dengan nama-nama tersendiri disana. Dia sangat membutuhkan peralihan pikiran sebelum dia benar-benar merontokan rambutnya dengan menjambaknya. Sejenak Kris memilah. Menekan tanda gulir untuk melihat beberapa koleksinya sebelum matanya terpaku pada floder tersembunyi dengan kode sebagai pengaman tersendiri disana. Dengan lincah Kris menekan digit nomor dan tampak tulisan kode benar kemudian menampakan deretan video tersembunyi. Ah.. Apa kalian tahu video apa itu? video dirinya dan Tao? Ah, tidak, tidak.. Mungkin jika kalian namja tentu kalian tidak asing dengan istilah blue film? Ah, ya.. Video yang mungkin bisa membuat hasratmu memuncak jika melihatnya atau mungkin jari jemarimu ingin melakukan hal yang sama di dalam video itu.

Kembali jari jemari Kris menekan tombol pada handphonenya bersamaan dengan merubah posisinya menjadi terduduk dengan posisi bersandar pada sandaran tempat tidur. Menempatkan selimut sebagai penghangat namja itu kembali memutar video yang beberapa detik lalu dihentikan sementara. Membiarkan bunyi seperti ketukan pintu dari arah handphone yang dibiarkan terdengar bebas oleh telinga siapapun.

.

"Ya.. Aku tidak akan lupa lagi, ne.. Jaljayo"Tao bersuara. Mengarahkan jari jempolnya untuk menekan tombol bewarna merah untuk mengakhiri telponnya. Melirik kearah jam yang tertera di handphone.

Namja itu menghela nafas berat. Sudah cukup larut. Berdo'a saja semiga besok dia tidak bangun kesiangan atau Lay akan memukulkan panci ke bokongnya.

.

Tao melangkahkan kakinya kearah kamar. Hal positifnya mungkin selarut ini Kris sudah tidur jadi dirinya tidak perlu berpikir keras untuk menyembunyikan kegugupannya dari namja itu.

.

Sudah Tao duga. Lampu sudah dimatikan berganti dengan lampu meja dengan cahaya redup disana. Cukup menenangkan untuk seseorang yang memilih tertidur dengan posisi yang.. Ah, tunggu, tidak ada Kris di tempat tidur. Kemana namja mirip naga buluk itu? Tao mengedarkan pandangannya kepenjuru ruangan kemudian mendapati pintu kamar mandi yang mengeluarkan celah sedikit yang nampak membuat cahaya dari dalam ruangan terlihat keluar.

Apa di dalam sana ada Kris? Tapi tidak mungkin Kris ceroboh tidak mengunci kamar mandi jika dirinya sedang mandi atau melakukan pekerjaan privasinya ya, mungkin pintu itu cuma terbuka tersendiri. Ah? Tidak, tidak mungkin. Tao menggelengkan kepalanya. Menghapuskan hal berbau mistis dalam otaknya segera mungkin sebelum dirinya memilih berlari untuk menginap di kamar Lay.

"A... ah.. Tao.. hh.. "

deg

deg

deg

deg

Apa ini? Tao sedikit terlonjak. Langsung menolehkan pandangannya pada arah kamar mandi yang beberapa detik lalu mengeluarkan suara seseorang yang menyebut namanya. Dan Tao menjamin seribu persen itu adalah Kris. Ah, jangan mengada-ngada.. Tapi?

Tao melangkahkan kakinya dengan pelan kearah kamar mandi. Cukup penasaran dengan apa yang terjadi di dalam sana.

.

Kembali terbelalak. Tao membulatkan matanya dengan sempurna dengan apa yang dilihatnya. Tepat di dalam sana nampak seorang Kris tengah ah.. Apa mungkin kita bisa menyebutnya? Oral sex? Ah.. Aku harap ini tidak masuk katagori rate M.

"Ta... Tao"Kris bersuara cekat. Menatap Tao yang sekarang berdiri tepat di depan pintu dengan mata membulat terkejut. Oh.. Tidak, Kris benar-benar berharap namja panda itu tidak mendengar desahannya.

Dengan terburu-buru Kris membenarkan resleting celananya. Tak mengindahkan ceceran berbau aneh tengah tampak sedikit tercecer di lantai.

Kris tidak bersuara. Membasuh kedua tangannya pada air keran di sana kemudian membersihkan cairan putih kental yang tercecer dengan air. Tak mengindahkan Tao yang masih berdiri dengan pandangan tepaku. Benar-benar terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"Lupakan apa yang kau dengar"Akhirnya Kris bersuara. Melewati tubuh Tao yang masih berdiri seperti patung.

"Jadi.. Ada apa sebenarnya?"Tao membalikan tubuhnya. Bersuara dengan nada biasa. Menyembunyikan senyum yang.. Ah, sedikit mengejek tanpa dia sadari kenapa dia benar-benar ingin menyuarakan beribu-ribu ucapan yang.. Menyakitkan sekaligus kemenangan untuk namja itu.

"Menurutmu?"

"Mendesahkan namaku? Ku pikir gege masih menyukai yeoja"

"Ya.. Terus"

"Jangan katakan gege sudah.. -

"Gay? Jangan bercanda, bukan hanya karena aku mendesahkan namamu.. Kau berpikir aku sudah sama sepertimu"

"Sama? Tidak? Mungkin gege mengenal Sulli, jadi.. Apa aku harus menjelaskannya?"

Kris berdecih. Sungguh, bahkan Kris cukup tahu sekarang namja di depannya sedang mencoba mencemoohnya. Cukup sudah dengan hal memalukan hari ini.

"Aku tidak akan menghinamu, tenang saja.. Aku juga tidak akan mempermainkanmu seperti gege mempermainkan perasaanku"Lanjut Tao. Merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Tak memperdulikan Kris yang masih berdiri di samping tempat tidurnya dengan pandangan yang menginginkan mencincangnya.

.

.

.

"Hahh.. akhirnya pemotretan ini selesai, ya.. Tinggal pemotretan Kris besok, oke.. Ayo istirahat"Terdengar suara fotografer di tempat itu. Tempat dengan ruang minimalis menampakan akan kesederhanaan keluarga bemarga Huang itu.

"Ah, aku akan betah keChina kalau seperti ini"Chen bersuara. Memakan potongan kue kering beraroma jahe dengan krim coklat tebal di tangannya.

"Bilang saja kau ingin makanan itu saja, Chen"Luhan bersuara. Melirik kearah Chen yang masih terus mengunyah. Benar-benar berniat ingin menghabiskan berpiring-piring biskuit coklat buatan sang eomma Huang yang kini hanya tersenyum melihat anak-anak muda di depannya.

"Setidaknya ini gratis"Chen menyahut dengan candaan ringan. Kembali mengunyah namja itu menatap Tao yang kini duduk di samping Luhan menggunaka ekor matanya. Namja itu masih bersikap biasa. Ya, masih mengingat bagaimana kejadian sang leader yang terlihat jelas mencium namja panda saat di dalam pesawat. Tapi Chen tidak akan ikut campur. Chen tahu kedua namja itu sudah cukup besar untuk memikirkan mana yang benar ataupun yang salah walaupun Chen sebenarnya cukup penasaran dengan hubungan kedua namja yang mungkin terlhir dari fanservis dunia idol itu.

Kris ikut mengunyah biskuit jahe di depannya dengaan masih memainkan handphone pada tangannya. Mungkin hal ini akan terlihat biasa untuk semuanya tapi Tao tahu namja itu tengah menjauhkan diri dengan obrolan semua orang dan yang terpenting menjauhkan obrolan dari dirinya. Ya.. Bagaimanapun mereka akan mecoba bersikap senetral mungkin saat bersama para kru agency mereka dan sedikit obrolan terjadi. Mereka masih memiliki pendapat yang sama untuk tidak menambah berita berbumbu di social media.

Tao bahkan sering bertanya. Bukannya mereka sudah berdamai? Kenapa mereka masih tetap terlihat seperti musuh? Tao tidak mengerti. Ck, janagan salahkan Tao. Namja mirip naga buluk itu yang selalu menatapanya tajam. Ayolah siapa juga yang mau beramah tamah dengan namja bermata tajam yang seperti ingin mengulitimu? Tidak ada.

Drrrt.. Drrrrttt.. Drrrttt

Luhan berhenti mengunyah setelah mendapati handphone di tangannya bergetar beberapa kali. Namja itu melihatnya dan menemukan banyak pesan masuk dengan sambungan terlewat menumpuk dalam handphonenya.

Xie hae:21/00

Kau tidak lupa hari apakan ini?

Xie hae:21/23

kau.. Lupa?

Dan seterusnya. Luhan sedikit bingung dengan pesan di handphonenya. Dia cukup tahu siapa sang pengirim ya, Xie Hae, yeoja yang sudah satu tahun lenih menjadi kekasihnya. Seorang yeoja dengan kesederhanaan yang beruntung menjadi kekasih seorang xi Luhan seorang idol SM entertaiment.

Luhan mengernyitkan alisnya kemudian menekan tobol hijau untuk mencoba menghubungi sang yeoja terkasih disana.

"Hallo.. Xie hae, ada apa? "Luhan bersuara. Mengasingkan diri dari para member dan kru untuk berbicara leluasa dengan sang yeoja.

'Kau lupa ini hari apa?'Suara gadis itu menyahut.

"Hari ini?"

'Lupakan'

"Tunggu.. Jangan marah, sebenarnya ada apa?"

'Ku pikir kalender idolmu lebih penting dari pada aku'

"Tung-

Suara Luhan terhenti dengan putusan sambungan sepihak dari snag yeoja. Naja itu mengacak rambutnya kasar. Ck, sebenarnya ada apa ini?

Dengan gesit namaja rusa itu menekan tombol-tombol pada handphonenya. Menekan gambar kalender disana dan nampaklah tanggal dua puluh lima di bulan november ini. Dan seketika namja itu mengingat ucapan sang yeoja.

"Aku baru ingat ini hari ulang tahunnya"Luhan berdecih kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kearah salah satu kru. berbicara sebentar untuk memijam kunco mobil karena dirinya hari ini tidak membawa mobilnya.

"Mau kemana ge?"Lay bersuara. Memperhatikan gelagat Luhan yang terlihat terburu-buru.

"Ada perlu, aku duluan"Luhan menarik jaket birunya yang tergeletak sembarangan di sofa kemudian berjalan cepat pergi. Meninggalkan tanda tanya untuk semua orang disana.

.

Luhan memfokuskan pandangannya kepada jalan raya di depannya. Jujur, dia benar-benar ingin cepat-cepat sampai ketujuan untuk menemui sang yeoja agar tidak membuat yeoja itu semakin marah kepadanya. Luhan tak menyadari akan melupakan hari penting ini. Ah.. Pekerjaan menjadi idol benar-benar sangat menguras jadwalnya sampai pikirannya.

Dengan tak sabaran Luhan mengetukan tangannya untuk membuatnya lebih tenang untuk tidak segera menginjak pedal gas agar dirinya segera sampai tapi mengingat bagaimana penuhnya jalan raya Luhan akan memikirkan untuk itu ribuan kali. Tidak berniat untuk mati muda.

Luhan menoleh kearah kaca spion saat mendengar suara decitan ban mobil di belakangnya begitu terdengar jelas. Cukup penasaran hingga namja itu tidak menyadari bagaimana bagian mobilnya di tabrak dengan begitu keras hingga membuat mobilnya tedorong kepinggir jalan raya. Menyisahkan teriakan dari para wanita ber tas mewah di pinggir jalan.

Tbc

halooooo ketemu lagiii dengan shirooooo huwooo 'o'/

trimakasih untuk yang sudah review, baca dan mampir di ff shirooo,

Lvenge, Aulchan12, kristaotao, ayp,widhya. Syafitri, ko chen teung, ying mei kim, dinalya, icegreentaealatte, sukha1312, maple fijoshi2303, re-panda68, yurhachan, xyln, dandeliona96, TKsit, v3phonenix, junghyema, aiko michishige, niarhyubin, krispandataozi, safitri676, uknow69, rismama57, peachpetals, baby tao lovers, reader jahat aku jahat gak mau ripiu, guest(1), yuehuang99yahoo. Com, kyouta, A Y P,huang xiao mei, Vikyuu, panpanda, meme xiao, panpan894, huang xiao mei.

Aaa, mianhe buat hunhan momen yng belum shiro sempet buat disini. Mungkin di chapter depan. Mianheee neee, dan juga buat huntao, kelihatannya banyak yang mau huntao ne? Aaa, butuh pemikiran keras buat konkritkan sama chap'' sebelumnya, tapi shiro usahain ada kok, jangan marah yaaaaaa,

untuk chapter ini si kris shiro buat setrs habiis, semoga suka/plak

buat kekasih luhan. di chap depan akan muncul orangnya/?

Aaa.. Soal typo, sebenarnya shiro udah cek, tapi ada saja yang lolos T,T

buat ide'' yang gemilang para reader, shiro trimakasih neee, shiro terbantuuu,

ada yang ingin shiro tanyakan untuk para reader.

Shiro bingung, antara buat chapter banyak atau sedikit.

jika sedikit, otomatis shiro mempercepat alur, dan terlihat buru''

jika banyak, mungkin akan kongkrit dengan chap'' sebelumnya. Dan mengambil ide dari vikyuu chan, shiro akan update tiap minggu, aa ,bagaimana?

Shiro mohon pendapatnyaaa, neeee, aaa..

Trimakasiiiiiiiih