"Yuuma! Tembak dia! Jangan biarkan dia hidup!"
"Ta― Tapi!"
"Jangan ragu! Kalau kau ragu di sini, kau yang akan mati!"
Yuuma yang masih berumur 12 tahun kala itu, memegang pistol dengan lemas. Tangannya tidak berhenti bergetar, kening dan pipinya penuh keringat. Walau dia pernah merasakan bagaimana dinginnya senjata api, dia belum pernah mengarahkan senjata itu pada orang lain sebelumnya.
Di sini, di Afrika Selatan, dunia keras yang melebihi aturan hukum rimba, semua orang bisa mati walau hanya dengan sebuah alasan konyol.
Ini adalah―
Ini adalah medan perang sesungguhnya, tempat pertama kali bagi Yuuma menapakkan kakinya demi tujuan penuh dosa yang disebut membunuh.
Orang yang sudah sekarat di hadapan Yuuma ternyata masih mampu bergerak, dia mengambil pistol di samping tangannya dan mengarahkan pistol itu tepat ke kepala Yuuma walau bidikannya tidak fokus.
DORR!
Darah bercucuran, menempel pada seluruh baju dan juga wajah Yuuma.
Wanita yang memaksa Yuuma untuk menembak akhirnya menarik pistol di pinggangnya dan menembak orang yang ada di hadapan Yuumam sebelum orang itu sempat melakukan apapun terhadap Yuuma.
― Ini adalah awal bagi Yuuma menjadi seorang pembunuh demi bertahan hidup ―
.
.
.
~Tarrasque: The Serenity Game~
Simpang Keduabelas: Sebuah Awal dari Akhir yang Lainnya
Main Character: VY2 Yuuma, Hatsune Miku
Main Pair: YuumaMiku
Disclaimer : Vocaloid © Yamaha, and other companies
Story © Me
UTAUloid © Owner creator
Fanloid © Creator
(Cover pic is not mine)
Summary :
"Ketika aku menodongkan senjata di tangan ku, dia bertanya 'Apakah membunuh itu membuat mu tenang?!' Lalu aku sadar, aku telah membunuh dan terbunuh berkali-kali. 'Apapun yang kau lakukan, jangan pernah menarik senjatamu lagi!' Tapi aku menggunakannya lagi demi dendam yang sebenarnya tidak ada, schródinger."
Warning : OOC (maybe), typo(s), gaje, pendeskripsian kurang, kesalahan eja 'PUEBI' dan teman-temannya.
'Abc' (italic): Flashback, kata asing (termasuk dari eksistensi asing), atau percakapan secara tidak langsung (telepon, email, sms, dll)
"Abc" : Percakapan normal
'Abc' (kutipsatu) : Hayalan, angan, atau (monolog) pikiran karakter.
'Abc'/ 'ABC' (bold atau kapital) : Kata atau kalimat yang diberi penekanan, kata atau kalimat penting.
HAPPY READING!
XOXOX
Malam itu adalah pertama kalinya bagi Yuuma, dia kabur dari mansion ayah angkatnya. Dia membawa apapun yang bisa dia bawa dengan tangan kecilnya. Singkatnya, dia pergi meninggalkan orang yang sudah merawatnya dan mengadopsinya dari sebuah tempat pembuangan sampah tempat ia pernah makan dan tidur dulu.
Dia terengah-engah, nafasnya tersengal, kakinya kini sudah mulai terasa berat untuk dibawa berlari. Dia gemetaran, dia takut…
Dia takut kalau-kalau dia tertangkap dan dibawa kembali ke hadapan ayah angkatnya. Dia takut dijadikan subjek percobaan tidak masuk akal itu lagi…
"HEI! Dimana dia?!"
"Aku sempat melihatnya tadi!"
"Cari lagi! Jangan sampai dia lepas!"
Di tengah jalan yang ramai di pusat Roma, Italia, Yuuma berlari dengan kaki kecilnya dan terus berlari tanpa tau arah. Ini semua terjadi karena hal bodoh tentang harapan dan keinginan yang membuatnya trauma.
.
Sebelumnya, Yuuma sudah tidak sadar kalau dirinya dimasukkan dalam sebuah percobaan aneh. Percobaan yang melibatkan manusia sebagai subjeknya, dan lagi, orang yang memasukkannya dalam percobaan tidak manusiawi itu adalah ayah angkatnya sendiri.
Orang yang dikenal sebagai dr. Farlo Bruno, ilmuwan terkenal yang mengkhususkan dirinya pada penelitian kuantum dan simpang dimensi. Beliau percaya kalau ada entitas lain yang hidup berdampingan dengan mereka, tapi bukan berasal dari planet lain atau tempat lain yang tidak dia ketahui di alam semesta ini. Dia bersikukuh terhadap teorinya kalau khayalan tidak masuk akal manusia bisa jadi kenyataan kalau semua orang menerima khayalan itu, termasuk tentang entitas lain yang dia bicarakan ini.
Dia tahu, sebenarnya dr. Farlo Bruno sudah paham kalau dia hanya sedang berkhayal tentang makhluk-makhluk spiritual di luar akal sehatnya. Tapi entah kenapa, meneliti tentang khayalannya sendiri membuatnya benar-benar terkesima.
Kesimpulan yang muncul dari penelitiannya bertahun-bertahun pada Celestial Record, catatan yang mengatakan bahwa ada campur tangan Dewa dibalik sejarah manusia yang disimpan ketat di bawah arsip Katolik Roma adalah, adanya entitas lain yang setingkat Dewa yang memang tidak berasal dari dunia ini, dunia dimana manusia tinggal.
Ini semua berawal setelah penelitian dr. Bruno akhirnya membuahkan hasil, seorang anak yang dipaksakan menjadi katalis dari 'Dewa' tersebut akhirnya berhasil membwa sang 'Dewa' ke dunia manusia.
Tapi, yang pertama dikatakan oleh Dewa tersebut merupakan hal yang tidak masuk akal.
"Ayo kita buat permainan! Permainan yang seru dan memacu adrenalin! Shishish~"
Yuuma yang tidak mengerti, meringkuk di balik punggung ayahnya, tapi jelas sekali, ayah angkatnya itu tidak terlihat takut pada mahkluk melayang yang berada di luar akal sehat tersebut.
"Per― Permainan apa yang kau maksud?" Tanya dr. Bruno kala itu.
Dr. Bruno, seorang dokter yang pertama kali berkarir dalam bidang neurologi dan kinerja sel otak, spesialis dalam penyakit mental yang melibatkan kesalahan dalam kinerja pola pikir pada hippocampus. Dia memperluas ilmunya sebagai seorang psikiater setelahnya, dan berakhir pada meja konferensi ilmuwan sebagai ilmuwan muda yang mempelejari mekanisme teori kuantum dan hubungannya dengan kinerja otak manusia dalam menerima formula kuantum.
― Mudahnya, dia mulai menjadi gila dalam duna intelektual ―
― Dia percaya bahwa teorinya akan membawanya dalam penemuan esper ―
― Para manusia atau makhluk sejenis yang mempunyai kekuatan di luar nalar ―
Gelar sarjananya dalam bidang kedokteran dia dapatkan di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Sebagai seorang lulusan terbaik dengan skripsi tentang kemampuan otak manusia dalam memahami hal yang berada di luar nalar, dia membawa kembali istilah yang paling dicekal dalam dunia kedokteran dan ilmiah.
Laut Dirac.
Sebuah konsep dari mekanika kuantum, dijelaskan sebagai formula yang penuh dengan energi negatif yang terkumpul dalam sebuah vakum yang bisa disebut sebagai Lubang Hitam. Dr. Bruno menjelaskan bagaimana otak manusia bisa berinteraksi dengan konsep Laut Dirac ini dan membuat kenyataan kedua dari sebuah khayalan.
Tapi tetap saja, itu semua hanyalah khayalan, khayalan itu hanya akan menjadi nyata pada orang yang bisa berinteraksi dengan Laut Dirac itu, sedangkan yang tidak bisa hanya akan tetap melihat itu sebagai khayalan. Skripsi nya ditolak mentah-mentah pada awalnya, jadi beliau terpaksa membuat skripsi normal yang membahas tentang kedokteran pada umumnya.
Tapi kemudian, ketika dia mengambil gelar masternya, dia memberikan detil pada skripsinya yang ditolak di dalam tesisnya. Lalu desertasinya menguatkan lagi apa yang pernah dia tulis pada tesis miliknya saat dia menempuh jenjang akhir pada gelar doktor nya.
― Kenyataan akan Dewa ―
― Adanya makhluk lain yang hidup di dimensi lain ―
― Simbol nyata dari khayalan Laut Dirac yang akan bisa diterima semua orang ―
Itulah awalnya hingga dia membanting setir dari seorang dokter menjadi ilmuwan yang terkenal.
Dia adalah ilmuwan gila, yang percaya kalau khayalan bisa menjadi nyata jika diterima semua orang.
Dia sendiri mungkin sudah sadar tentang kemungkinan kalau Dewa― Sosok yang memanggil dirinya sendiri sebagai Tarrasque― Makhluk spiritual yang memiliki tingkat intelektual tinggi tersebut sebenarnya hanyalah bentuk khayalan dari manusia yang memimpikan untuk bisa bertemu Dewa.
Kemungkinan kalau Tarrasque adalah bentuk nyata interaksi otak manusia dengan konsep Laut Dirac, dengan kata lain― Makhluk yang sebenarnya tercipta dari khayalan para manusia itu sendiri.
― Sosok Dewa yang diciptakan oleh manusia untuk mereka sembah sendiri ―
"Hmm… Permainan ya permainan. Para pesertanya akan berkompetisi untuk sebuah harapan yang akan aku kabulkan, apapun harapan itu. Lagipula aku adalah Dewa, tidak ada yang tidak bisa aku lakukan, shishishi~"
Itulah awal, dari kedatangan para Tarasque ke dunia ini― Ke dimensi ini. Mereka berkata berkat bantuan dari dr. Bruno, para Tarrasque bisa mendapatkan formula kuantum untuk bisa pergi ke dimensi dimana para manusia tinggal. Setelahnya, dr. Farlo Bruno sadar kalau makhluk tersebut tidak hanya satu…
… Belasan bahkan puluhan dari mereka mulai datang dan merasuki para anak-anak di berbagai belahan dunia.
Lalu, orang yang pertama kali dr. Bruno coba demi menjalankan 'permainan' yang Tarrasque itu maksud adalah, anak angkatnya sendiri… Yuuma.
.
.
.
"Hei! Apa sudah ketemu?!"
"Tidak bisa! Kita kehilangan jejaknya!"
"Shit!"
Yuuma meringkuk di balik tong sampah, dengan rasa takut yang luar biasa. Air matanya sudah mengalir dan mulutnya bergetar tidak karuan. Saat orang-orang yang mengincar Yuuma pergi, Yuuma keluar dari sana dan berlari lagi.
Tapi dia menabrak seseorang saat ingin berlari.
BUK!
"Ma― Maafkan aku! Maafkan aku!"
Yuuma terus-terusan membungkuk meminta maaf, sedangkan wajah orang yang dia tabrak malah menampilkan senyuman.
Orang tersebut― Yang adalah seorang wanita, melihat Yuuma dengan seksama, dia memegang tubuh Yuuma di beberapa tempat dan kemudian mengangguk. Dia mengangkat rokok yang dia hisap di mulutnya dan berteriak kepada gerombolan orang yang ada di belakangnya.
"Yosh! Dia anak orang kaya! Kita culik dia dan minta tebusan! Hitung saja bonus saat menjalani liburan."
"Hooooyyy!"
Orang-orang di belakangnya berteriak.
Yuuma makin nampak ketakutan dan bingung, dia jatuh terduduk dan menyilangkan lengannya di atas kepala ku.
"Ma― Maafkan aku! Jangan sakiti aku!"
Lalu si wanita ternyata memasang wajah terkejut dan tertawa lagi.
"Hah? Siapa yang akan menyakiti mu? Sudah kubilang kan? Kita hanya akan menculik mu dan meminta uang tebusan, dari penampilan mu, sudah jelas kau anak orang kaya! Aku tidak peduli dengan alasan kenapa kau bisa berkeliaran sendirian malam ini, selama aku bisa dapat uang, aku akan melakukan peran ku dengan senang hati! Jadi, jangan banyak bertingkah dan jadilah anak baik, kami tidak akan menyakiti mu dan akan memberi mu makan."
"Oh, tapi jangan terlalu arogan, kami bukan agensi penitipan anak." Lanjut si wanita itu.
Wanita itu menghisap rokoknya lagi dan menghembuskan asap dari mulutnya, dia tersenyum kepada orang-orang di belakangnya yang sepertinya adalah anak buahnya.
Dia tersenyum lebar ke arah Yuuma.
"Jadilah anak baik dan ikut dengan kami? Oke?"
Saat wanita itu ingin memegang lengan Yuuma, tiba-tiba saja ada teriakan dari seseorang.
"Itu dia! Itu Tuan Muda Yuuma!"
"Tangkap dia dan jangan biarkan dia kabur lagi!"
Ketika Yuuma mendengar itu, dia tidak bisa berpikir jernih lagi dan langsung berdiri dari tempatnya duduk. Dia berlari melewati wanita di depannya tanpa basa-basi.
"HOY!"
Saat dia melewati si wanita, para lelaki di belakang wanita tersebut memegang Yuuma agar dia tidak kabur. Yuuma terus-terusan memberontak dan meronta agar dilepaskan, tapi orang-orang yang memegangnya tidak mau mendengarkannya sama sekali.
Orang-orang lainnya yang sepertinya sedang mengejar Yuuma sudah semakin dekat, beberapa dari mereka mengeluarkan tongkat pukul yang terlihat sangat menyakitkan jika kena pukul.
"Guys! Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi sepertinya orang-orang ini ingin mengambil mangsa kita! Ayo kita temani mereka bermain!"
"Oooohhh!"
Orang-orang di belakang si wanita selain yang memegang Yuuma langsung berlari, ada total 8 orang termasuk si wanita dan satu yang memegang Yuuma dari kelompok wanita tersebut. Mereka menahan orang-orang yang mengejar Yuuma dengan tangan kosong mereka, beberapa bahkan sudah melakukan baku hantam.
"Siapa mereka?!"
"Aku tidak tahu!"
Orang-orang yang sepertinya adalah orang suruhan ayah angkat Yuuma terlihat tidak paham dengan situasi yang terjadi, tapi sebelum mereka sempat mengerti dan melakukan perlawanan, beberapa dari mereka sudah terjatuh di tanah dengan tinjuan mentah yang mematahkan tulang hidung mereka.
Orang yang terlihat panik memukul salah satu dari komplotan si wanita yang ingin menculik Yuuma dengan tongkat pukulnya tepat di kepala targetnya. Si target yang berasal dari komplotan wanita penculik itu langsung mengeluarkan darah dari kepalanya, tapi alih-alih pingsan, orang itu malah menatap orang yang memukulnya dengan tatapan yang mengerikan dan meninju orang itu hingga tidak sadarkan diri.
BUAK!
BUK BUK!
BUK!
Suara tinjuan dan tendangan terdengar di jalan yang ramai itu, membuat beberapa orang berhenti dan melihat mereka, para pejalan kaki yang berhenti mengira itu adalah adegan dari pengambilan gambar sebuah film baru yang akan diproduksi. Tapi, ketika para pejalan kaki itu melihat darah sungguhan, mereka panik dan berlari menjauh dari sana.
"Kalian! Kita sudahi ini! Sepertinya situasi akan semakin gawat kalau polisi negara ini sampai datang dan menangkap kita! Kita pergi dari sini!"
"Oooohh!"
Ketika si wanita itu ingin berbalik, seseorang yang sepertinya adalah suruhan dr. Bruno yang sudah babak belur dan penuh darah hendak memukul kepala si wanita itu dengan tongkatnya.
Tapi, bahkan tanpa menoleh, si wanita melakukan high spin kick dan mengirim orang yang ingin menyerangnya terpental jauh dengan beberapa kali putaran di udara. Dari melihatnya saja, jelas sekali kalau ada beberapa gigi dari orang itu yang berhamburan keluar dari mulutnya.
Ugh… Sepertinya terkena tendangna seperti itu bisa memperpendek umur sampai 0.
"Dasar teri, apa kalian kira serangan kejutan akan berhasil untuk menyerang ku?"
Wanita itu dan kelompoknya mulai berlari setelah selesai dengan orang-orang yang pada awalnya ingin membawa Yuuma kembali. Mereka kembali ke sebuah van besar dan masuk ke dalamnya dengan membawa Yuuma.
Mobil itu berbelok 180 derajat dengan gerakan yang terlihat brutal dan melaju dengan kecepatan tinggi setelahnya.
XOXOX
"Nah, sekarang diam di situ dan biarkan kami melakukan tugas kami." Si wanita mendorong Yuuma ke arah sofa yang ada di hadapannya.
Mereka berhenti di sebuah villa yang agak jauh dari pusat kota, sepertinya mereka menyewa villa itu sebagai tempat tinggal mereka selama liburan yang mereka maksud sebelumnya.
"Mizki, aku sudah menemukan identitas anak ini!"
"Oh? Kau sudah menemukannya?"
Salah satu bawahan si wanita yang dipanggil Mizki itu membuka notebook nya dan menunujukkan foto seseorang, itu adalah foto Yuuma.
"Sepertinya meretas data penduduk kota dari kantor catatan sipil sangat mudah bagi mu." Ucap Mizki.
"Yah, ini tidak semudah yang kau kira." Balas orang itu, dengan senyuman lebar sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Aku pastikan ada bonus untuk mu bulan ini." Balas Mizki.
"Yahoo!"
Mizki membaca biodata Yuuma sebentar, sedangkan Yuuma yang masih ketakutan belum bisa berkata apapun semenjak dia sampai di villa itu.
Malam mendadak menjadi lebih gelap, bintang-bintang menghilang begitu juga begitu juga dengan rembulan. Awan hitam menggulung dan menutupi langit, dalam sekejap, hujan menutupi seluruh area yang bisa dilihat mata.
"Kau, kau anak seorang ilmuwan terkenal?! Yah, kau anak angkat sih." Ucap Mizki, si wanita penculik, dengan wajah agak terkejut.
Orang-orang yang merupakan bawahan Mizki berteriak girang.
"Guys! Setelah kita kembali, sepertinya kita akan pesta!"
"Oooh!"
"Nah, sekarang, Luo! Luo!"
Mizki memanggil seseorang di dalam villa itu, dari lantai dua, muncul seorang wanita berwajah asia yang turun hanya menggunakan celana dalam kaos oblong. Yuuma sempat melihat wanita yang turun itu sejenak, kemudian dia malu sendiri dan memalingkan wajahnya.
"Ada apa sih Mizki, malam begini."
Orang yang dipanggil Luo terlihat menggerutu dengan mata yang masih setengah tertutup, rambutnya berantakan dan jelas sekali kalau dia baru bangun tidur.
Bangun tidur saat malam hari.
Hebat.
"Aku ingin kau menghapus seluruh rekaman baku hantam kami di kota tadi sebelum media mengambilnya, akan gawat kalau wajah kita sampai diketahui oleh salah satu negara superior di Eropa, aku sudah cukup hanya menjadi buronan di Afrika dan Amerika. Kau tidak mau kan ini menjadi kesempatan terakhir mu liburan di Italia?" Bujuk Mizki.
"Memangnya apa yang kalian lakukan hingga membuat kalian akan jadi buronan di benua ini juga?" Tanya Luo, sambil menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.
Mizki tersenyum lebar, dia menunjuk Yuuma dan memperlihatkan biodata Yuuma dari notebook yang dia pegang.
Luo awalnya hanya membaca dengan tenang, tapi tidak butuh satu menit hingga membuatnya membuka seluruh matanya dari rasa kantuknya.
"A― A― A― APA KAU GILA?!"
"Tee~ Hee~"
Luo langsung berteriak-teriak tidak jelas, sedangkan Mizki hanya memasang wajah tidak bersalah.
"Hah? 'Tee Hee' mata mu!" Luo langsung menarik-narik kerah Mizki dengan kasar.
"Yah, sudah terlanjur sih, aku hanya merasakan dia orang penting lalu membawanya ke sini." Ucap Mizki.
"Dia ini bukan lagi orang penting biasa, dia anak dari ilmuwan gila itu! Dr. Farlo Bruno! Apa kau benar-benar tidak bisa tidak membuat masalah satu kali saja?!" Luo terus-terusan mengguncang tubuh Mizki, tapi Mizki hanya memasang senyuman lebar.
Mizki membuang rokoknya ke asbak dan melihat Luo dengan tatapan serius.
"Sudah terlambat untuk menangisi susu yang tumpah, selagi kau marah di sini, pihak media sudah berjalan untuk mengambil rekaman tersebut. Ini benar-benar akan jadi liburan terakhir kita di Eropa, sungguh disayangkan."
Luo akhirnya berteriak kesal sambil mengacak-acak rambutnya, dia mengambil notebook-nya dari lantai dua dan sebuah telepon satelit. Tidak ada pilihan selain bekerja, pikir Luo.
"Traktir aku steak!" Teriak Luo.
"Gampang, uang tebusannya pasti banyak. Jangan lupa untuk menutupi kejadian itu sebagai perkelahian geng biasa."
"Ugh!"
Luo akhirnya hanya bisa mengeluh tanpa didengarkan oleh siapapun.
Saat Mizki menghampiri Yuuma dan mencoba berbicara dengannya, Yuuma ternyata langsung menyela pembicaraannya.
"Aku tidak ada niatan kembali ke rumah, jangankan memberi kalian uang tebusan, para polisi dan tentara hanya akan datang ke sini dan mengepung kalian. Sejujurnya, mungkin dia tidak akan peduli kalaupun aku mati di sini." Yuuma berkata demikian sambil menekankan pada kata 'dia', mungkin yang dia maksud adalah ayah angkatnya. Lalu, entah sejak kapan rasa takutnya sudah hilang.
"Masa bodo~ Kau tidak akan tahu sebelum mencobanya~" Mizki terlihat tidak peduli dengan perkataan Yuuma.
Tapi jujur, dia terkejut dengan perubahan sifat Yuuma yang tiba-tiba.
"Kalian tidak berasal dari negara ini bukan? Bawa aku pergi dari sini, aku akan membayar kalian."
Saat itulah, Mizki terlihat kesal dengan perkataan Yuuma.
"Membayar? Jangan macam-macam bocah, kau tidak tahu betapa mahalnya biaya jasa kami." Jawab Mizki.
"Kalian bisa menjual satu ginjal ku, itu memberikan uang yang banyak bukan?"
"Hoy, kami bukan penjual or―"
Saat Mizki melihat mata Yuuma, dia kembali terkejut.
Anak ini… Dia serius, itu pikir Mizki.
Mizki teringat akan beberapa hal, lalu akhirnya menghela nafas.
"Hey nak, beritahu aku nama mu." Tanya Mizki.
"Bukankah kau sudah tahu? Aku Yuuma, seperti yang tertera di situ." Ucap Yuuma sambil menunjuk notebook meja.
Mizki menggeleng.
"Aku tahu kau hanya anak angkat, sebutkan aku nama asli mu." Tanya Mizki.
Yuuma tidak langsung menjawab.
Kemudian dia membuka mulutnya.
"Aku… Aku tidak tahu… Aku tidak punya nama sebelumnya."
Mizki menghela nafas lagi setelah mendengar pengakuan Yuuma. Dia melihat Yuuma kecil dengan tatapan iba, tapi kemudian dia tersenyum lagi.
Hati Mizki masih tergerak dengan tatapan serius Yuuma saat ia berkata akan menjual ginjalnya.
"Hei Yuuma, kau ingin ikut dengan kami? Kau bisa mati kapan saja, tapi apa kau ingin ikut dengan kami?" Tanya Mizki.
Yuuma tiba-tiba saja terkejut, tapi kalau dengan ini dia bisa pergi dari genggaman ayahnya, dia akan menyanggupinya. Walau nyawanya tidak lagi bisa dia jamin keberadaannya di dunia ini.
"Memangnya kalian ini siapa?" Tanya Yuuma.
Pengalamannya dalam mengalami banyak kenyataan yang pahit dan menyakitkan membuat Yuuma menjadi anak yang gampang takut dan tidak percaya pada orang lain. Tapi ketika dia sudah bertekad, tekadnya tidak akan goyah walaupun nyawanya terancam.
Dia tidak ingin mengikuti kelompok aneh yang tidak punya tujuan, dia lebih baik hanya menjual ginjalnya dan membayar mereka untuk tebusan biaya karena telah membawanya keluar dari negara ini.
Dia tidak sudi jika harus menjadi orang yang tidak punya tujuan lagi.
Tapi kemudian Mizki tersenyum lebar dan memanggil rekan-rekannya, kecuali Luo yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
"Kami adalah PMC, Private Military Company, tentara bayaran yang hanya membunuh saat sudah dibayar! Kami adalah Tarrasque!"
Mizki mengatakan itu dengan bangganya.
Tapi hanya satu kata yang membuat Yuuma beranjak dari kursinya.
Tarrasque
Nama yang sama dengan makhluk yang membawa hidupnya ke dalam kekacauan.
Yuuma akhirnya tidak lagi menuntut, dia berpikir, mungkin berkelana dengan tentara bayaran akan membuatnya mengenal kerasnya kehidupan. Dia tidak boleh mengeluh apapun yang terjadi padanya kelak nanti. Dia sudah membulatkan pilihannya.
Yuuma kecil turun dari sofa empuk yang dia duduki dan berdiri tepat di hadapan Mizki.
Walau hanya saling bertukar tatapan, Mizki sudah tahu apa jawaban Yuuma.
"Selamat datang!"
"Di Tarrasque!"
Sorak-sorai terdengar setelah Mizki selesai berbicara, Luo yang ada di sudut ruangan dengan Notebook-nya melepas kacamata yang dia pakai dan melihat Mizki bersama rekan-rekannya yang lainnya sibuk berteriak dan melempar-lempar Yuuma ke udara.
Yuuma jelas sekali tertawa saat dirinya dilempar ke udara oleh rekan-rekan Mizki, menurutnya, dilempar ke udara terasa sangat menyenangkan. Untuk sejenak, Yuuma terasa ringan dan melupakan masalah yang berkumpul di kepalanya, mau bagaimanapun dia tetaplah seorang anak kecil yang belum mengerti banyak hal sekarang.
Luo seketika memasang wajah yang tidak karuan jeleknya.
"Hah?! Apa maksudnya ini?!
"Hentikan pekerjaan mu sampai situ Luo! Kau tidak perlu menghubungi pihak wali anak ini, dia bergabung dengan kita sekarang!"
Luo menggeleng-geleng dengan cepat.
"Jangan bercanda! Kita tidak membawa prajurit anak ke medan perang!"
"Bukannya ada banyak yang seperti itu? Hanya bertambah satu saja ku kira tidak akan terlalu berpengaruh."
"Memang banyak, tapi mereka semua musuh!" Jawab Luo.
"Bukannya bertambahnya satu rekan di sisi kita membuat mu kehilangan satu kewajiban untuk membunuh musuh mu? Bergembiralah!"
Luo semakin menggeleng.
"Bagaimana dengan uang yang kau janjikan?!"
"Kita akan bekerja keras saat pulang nanti, dan lagi… Bukannya kau sudah banyak uang?" Jawab Mizki enteng.
Luo langsung terduduk lemas di kursinya, dia sudah tidak sanggup membalas perkataan Mizki lagi. Sekarang yang tersisa baginya untuk ditangisi adalah hilangnya steak mahal yang seharusnya masuk ke dalam perutnya besok.
Pertemuan itu berjalan begitu singkat untuk Yuuma, dia tidak pernah sadar kalau dia akan berakhir menjadi seorang tentara bayaran dan bekerja demi uang dalam membunuh orang lain.
Tapi pada saat itu, dia belum sadar, kalau kemampuannya― Kemampuan untuk melihat masa depan yang tersisa saat permainan pertama dimulai masih ada padanya.
Dia tidak sadar, kalau proses dirinya bergabung dengan Mizki dan kelompoknya sampai sekarang sebenarnya adalah keinginan yang terkabul sebagai balasan karena dia telah memenangkan permainan pertama di dalam lab itu.
Walau tidak membunuh siapapun, Yuuma memenangkannya. Iya, waktu 2 minggu itu berjalan begitu cepat baginya, dia sendiri tidak sadar kalau sudah memenangkan sesuatu di dalam permainan yang cukup kuat untuk mengubah takdir dunia. Dia tidak sadar kalau segala sesuatu yang terjadi padanya sekarang adalah akibat dari permintaan yang terkabulkan dari kemenangannya dalam permainan konyol itu.
― Dia berharap satu kala itu ―
― Bisa lepas dari ayah angkatnya di masa depan apapun resikonya ―
Dia tidak tahu… Yuuma tidak tahu kalau takdir akan mempermainkannya sekali lagi dan menghibur mereka yang cukup kuat untuk mengendalikan jalannya takdir― Para Tarrasque.
Itu adalah awal bagi Yuuma menuju akhir yang lainnya.
Dan sebuah akhir bagi Yuuma yang menuntunnya menuju awal yang lainnya.
XOXOX
"Aku tidak sadar, kalau aku masih saja dipermainkan."
XOXOX
Simpang keduabelas sudah selesai~
Akhirnya saya kembali lagi setelah selesai dengan administrasi perkuliahan, dan mulai selasa depan, saya akan kembali masuk kuliah. Mungkin akan ada beberapa hambatan untuk fict ini, tapi saya janji nggak akan terjadi hiatus apalagi discontinued. Paling ada minggu-minggu dimana saya nggak akan update, maklum masih bisa dibilangan mahasiswa baru #UdahSemester2Woy
Simpang ini dan simpang depan akan membahas masa lalu Yuuma, saya memang sudah bilang kalau Miku akan dapat pengembangan yang lebih detil, tapi bukan berarti kita akan meninggalkan Yuuma gitu saja dan berakhir jadi karakter sampingan yang hanya membantu Miku.
Akhir kata, maaf jika ada kata yang kurang berkenan, saya mau tahu komentar kalian soal chapter kali ini, apapun itu, karena bentuk apresiasi dari kalian adalah kebahagiaan untuk saya.
Jaa~~ Matta ne~~ ^^
Best Regards,
Aprian
