Disclaimer : DMC dan DXD bukan punya saya
Rate : M
Genre : Advanture, Action, Family, Romance
Pair : ?
Warning : insides


Life 12 : For you, for our childrens


Setelah malam panjang berlalu, paginya kami terbangun.

Tubuh polos Eva terasa begitu hangat dalam pelukku. Juga rasa lengket dan aroma khas sisa-sisa cairan cinta kami, serta bekas darah keperawanan Eva yang merupakan sisa-sisa percintaan kami sekarang masih ada.

Eva sendiri, saat ini masih tertidur dalam pelukku. Desah nafasnya begitu teratur, raut wajahnya terliat begitu damai. Betapa bahagianya aku melihat wanita yang kucintai ini. Ah, ini sudah pagi.

"Hei, bangun."

Mendengar suaraku, dia membuka matanya.

"Fuaaa... Nanti saja sayang."

Eva malah bergelayut manja dalam pelukku, fufufu...

"Oh ayolah, kita harus mandi. Air di sungai sana pasti segar. Kalau tidak mau, aku duluan saja."

Aku lalu bangun dan berjalan menjauhinya. Dia masih berbaring. Kemudian aku berhenti untuk memastikannya.

"Kau yakin tidak mau mandi, Eva?"

"U.. Um... Aku.. tak bisa berdiri, masih terasa ngilu di sini..." ucapnya malu-malu sambil menunjuk daerah terlarangnya yang nampak bernoda sisa-sisa cairan cinta kami juga sedikit bercak darah.

H-hm.. Maaf... I-ini salahku... Aku lalu kembali kemudian menggendongnya dan membawanya ke sungai.

Ya, kami mandi bersama di sungai. Airnya yang begitu jernih, aliran airnya yang begitu tenang, juga kedalamannya yang hanya mencapai lutut, membuat kami merasa bebas untuk bermain-main air di sungai. Selain rasa segar di tubuhku karena air sungai ini, juga batinku terasa segar karena saat ini ada Eva yang menemani.

Hari berganti hari kami lalui. Tak seperti hari-hari yang lalu, kini baik aku maupun Eva terasa begitu bebas setelah kami mengungkapkan perasaan kami tempo hari.

Penuh cinta, penuh kasih sayang, penuh perhatian.

Hm, kalau dalam pernikahan, mungkin ini yang disebut bulan madu. Tapi kami belum menikah. Suatu saat aku ingin menikahinya. Tidak, aku pasti akan menikahinya!

Oh iya, ngomong-ngomong, kaki Eva sudah benar-benar pulih dan bisa berjalan kembali. Saat ini, kami sedang duduk berdua di pinggir sungai dan menyandarkan tubuh kami di bawah rindangnya pohon yang berada di pinggir sungai.

"Sayang, aku begitu bahagia."

"Aku juga, Eva. Setelah ini kita harus kembali ke rumahmu. Kakakmu pasti kawatir."

"Apa kau mau melamarku?"

"Tentu. Aku akan menikahimu dan hidup bersama selamanya.

"Ya, kita harus menikah."

"Hm?"

"Kalau tidak, anak kita yang ada di perutku ini akan marah."

Hening sesaat...

"EEEEEHH?! A... Anak kita?! Ja... Jadi?!"

A-aku benar-benar terkejut akan hal ini! T-tapi?!

"Ya, aku hamil."

-! Dengan senyum yang begitu cerah Eva mengatakan itu... T-tapi tunggu!

"B-bagaimana kau tahu? Meski kau pendeta suci, t-tapi kau bukan tabib, dokter, atau semacamnya kan?! L-lagi pula, perutmu juga tidak bertambah besar sedikitpun-"

"Huh, kau ini... Semenjak hari itu kita jadi keseringan melakukan 'itu' kan? Usianya juga baru beberapa hari. Lebih dari itu, perasaan seorang ibu itu begitu kuat!"

J.. Jadi begitu... Tak ada 1 pun kalimat yang tepat untuk melukiskan perasaanku ini. Tapi yang jelas, aku sangat-sangatlah bahagia!

Lalu aku melihat perut Eva dan menempelkan telingaku padanya. Ya, disana lah anakku berada. Meski gerakannya belum bisa terdengar, tapi aku bisa merasakan 1 kehidupan disana- tidak! Bukan 1! I-ini...

"Oh iya sayang, ngomong-ngomong. Disana ada 2 anak lho."

! A-aku tak punya tenaga lagi untuk terkejut... A-anak kembar... Aku... Benar-benar lemas karena kebahagiaanku meningkat berkali-kali lipat... A.. Aku akan menjadi ayah... Satu ayah... Satu ibu... Aku... Eva... Kedua anak kembarku... Benar-benar keluarga impian...

Guhaa... Akupun tak mampu bertahan lagi dan pingsan di pangkuan Eva karena terlalu bahagia...

.

Aku akan melindungi kalian bertiga, apapun yang terjadi. Itulah janjiku seumur hidup!

.

Esoknya, aku mengantar Eva pulang ke rumah. Ya, sudah ku putuskan kalau hari ini aku akan melamarnya.

Hm, ngomong-ngomong, saat ini aku tengah terbang sambil menggendongnya di kedua lenganku. Memang sih kaki Eva sudah benar-benar pulih dan bisa berjalan kembali. Tapi tetap saja, aku tak akan membiarkan Eva kelelahan karena berjalan jauh. Biar saja dia ngomel-ngomel tak jelas sambil mengataiku super posesif. Aku tak peduli, ini semua demi kebaikanmu dan juga kandunganmu tahu!

.

Sampailah kami di depan gerbang sebuah kuil. Tapi aneh, pintunya terbuka begitu saja. Lebih dari itu, sama sekali tidak ada yang menjaga gerbang ini, huh?

"Ayo sayang."

Eva berjalan duluan lalu aku mengikutinya. Dari sini, kuil itu terlihat begitu besar, juga halamannya ini lumayan luas.

Saat kami hampir mencapai kuil, segerombolan pendeta muncul dan mengepung kami. Ini buruk, meski mereka pendeta yang memiliki kemampuan yang membahayakan bagi iblis sepertiku, tapi mereka juga manusia. Aku tak akan mau melawannya... Hmm...

"Tahan, kalian semua."

"E... Eva-sama! T-tapi di belakangmu itu?!"

"Bawa kami ke tempat Arkham-niisama."

"H-ha'i!"

Wah wah, wanita yang kucintai ini,, begitu elegan. Sikapnya benar-benar berbeda jauh ketika hanya ada kami berdua di goa tempo hari. Ah sudahlah.

Kemudian salah 1 pendeta berjalan di depan kami, kami pun mengikutinya.

Di dalam kuil, hm, luas juga. Banyak tiang-tiang dengan ukiran gaya kuno. Hampir seluruh dinding juga terdapat banyak tulisan aneh. Ah, aku jadi sedikit pusing karena terlalu lama melihat tulisan-tulisan itu. Apa itu semacam mantra? Hm, pantas saja. Lebih dari itu, di dalam sini terdapat puluhan pendeta yang berdiri di tiap-tiap sisi karpet merah. Oh itu jalannya? Setelah ku lihat di ujung jalan karpet merah ini, terdapat seorang pria botak yang duduk di sebuah singgasana didampingi seorang wanita dan anak kecil. Namun beberapa saat kemudian, wanita dan anak kecil itu pergi ke belakang. Hm, kenapa pergi? Lalu, pendeta yang mengantar kami tadi undur diri.

Eva berjalan di atas karpet merah, dan aku mengikutinya.

Kurasakan banyak hasrat membunuh begitu kuat yang diarahkan hanya padaku. Firasatku mulai memburuk. Di 1 sisi, aku tak ingin melawan mereka yang kesemuanya manusia. Tapi di sisi lain, tujuanku datang kemari demi cintaku ke Eva. Jadi mau tak mau aku harus siap berhadapan dengan mereka.

Sampailah kami di hadapan singgasana pria botak itu. Apa dia kakaknya Eva? Tapi aneh, mata kanannya warna merah, sedangkan yang kiri berwarna biru. Ciri-ciri wajah mereka pun tak mirip sama sekali. Kemudian Eva berlutut di hadapannya.

"Aku pulang, Arkham-niisama. Maaf telah meninggalkan kuil begitu lama."

"Bangunlah, Eva adikku. Syukurlah kau selamat. Dan sepertinya kau membawa oleh-oleh yang begitu besar untukku."

Pria botak itu, Arkham, menyeringai saat tatapannya beralih padaku. Hm, ada apa? Kemudian Eva berdiri dan mengenalkanku padanya.

"Arkham-niisama. Perkenalkan, dia Sparda. Dia-"

"Khukhukhu. Aku sudah tahu Eva. Lagipula siapa yang tak kenal Sparda Lucifer? Iblis legendaris yang merupakan cucu dari Lucifer asli sang bintang fajar."

! S-sial! J-jadi dia sudah tahu aku?! I-ini benar-benar tak aku antisipasi! Tak hanya aku, bahkan semua pendeta disini juga terkejut, dan Eva... Maaf tak memberitahumu sebelumnya. Memang sih Eva sudah tahu iblis, tapi aku tak pernah menceritakan mengenaiku yang merupakan cucu Lucifer, lagipula, aku bukan bagian dari Lucifer lagi tahu! Eva nampak yang paling terkejut disini. Maaf jika membuatmu kecewa, aku tak bermaksud seperti itu. Aku sengaja tak memberitahukanmu karena inilah yang ku takutkan jika kau tahu-

Tidak! Aku harus yakin kalau cinta kita tetap kuat walau apapun yang terjadi! Ya, aku yakin!

"Ya. Aku memang cucu Lucifer. Namaku Sparda Lucifer. Tapi aku kesi bukan sebagai Lucifer, tapi sebagai diriku sendiri. Jika kau tahu mengenai identitas asliku, aku yakin kau tahu juga kalau aku bukan lagi bagian dari Lucifer kan, Arkham-dono?

"Khukhukhu, ya. Aku tahu. Kau menghianati bangsamu sendiri. Membantai ribuan iblis sebelum perang demi melindungi umat manusia. Fuhahaha... Dasar bodoh! Apa kau pikir dunia manusia akan menerimamu meski kau lakukan itu, hah?! Meski kau penghianat bangsa iblis, tapi kau tetaplah iblis! Iblis adalah eksistensi jahat, tak terkecuali kau! Tak akan ada dunia dan mitologi manapun yang akan menerima iblis seperti kau! Para pendeta sekalian, murnikan iblis terkutuk itu!"

! Ini gawat! Seluruh pendeta yang ada disini langsung mengepungku, aku harus melawan!

Tidak, tidak boleh... Aku tidak boleh menghindar! Jika aku menghindar maka... Eva...

'Shiiiiiiinngg

"Guuaaaaaaahhh!"

Puluhan aura suci dari berbagai arah ditembakan padaku! Jika iblis biasa pasti akan lenyap, meski aku bukan iblis biasa, tetap saja sakit sialan!

"Uwwaaaaahh!"

Cih, sihir pertahanku tetap tak berguna!

'Glub 'glub

T-tubuhku mulai berubah... Kulitku mengeras dan berwarna abu-abu... Cakar-cakar tajam tumbuh di kaki dan tanganku... Juga 5 pasang sayap iblis di punggungku... Dan terakhir... Wajahku berubah menjadi wajah iblis dengan kedua tanduk tumbuh di kepalaku.

Ini wujud Devil Trigger. Kekuatan yang hanya dimiliki keturunan Lucifer. Aku tak mau menggunakan kekuatan ini lagi. Tapi sepertinya, keadaan tubuhku yang benar-benar kritis memicu munculnya wujud ini dengan sendirinya. Dengan wujud ini, kekuatan, kecepatan, dan pertahananku meningkat berkali-kali lipat, tapi tetap saja sakit!

Lebih dari itu... Eva... Jangan menatapku dengan mata ketakutan seperti itu... Apa kau takut dengan wujudku? Guhh... Maafkan aku...

"S... Sparda..."

"Khuhahahaha! Kau lihat, Eva adikku?! Kau benar-benar membawa iblis yang luar biasa kuat! Dia bahkan tak langsung mati setelah menerima puluhan pemurnian sekaligus! Benar-benar cucu Lucifer yang mengerikan! Tapi sebentar lagi tetap saja akan musnah! Fuhahahaha!"

S-si botak brengsek itu! Kuuhh... Sepertinya aku memang tak tahan lagi...

Eva... Maaf-

'Greb

! Eva memelukku begitu erat! Meski dalam wujud Devil Trigger, Eva tetap memelukku begitu erat!

"Sudah cukup! Hentikan... Hiks..."
Melihat ini, para pendeta menurunkan tangannya dan aura suci yang menyelimuti tubuhku menghilang. Ah aku selamat. T-tapi ini...

"A-aku tak peduli meski kau cucu Lucifer... A-aku tetap mencintamu! Terlebih lagi,, kau menghianati bangsa iblis demi melindungi umat manusia hiks... Salah besar jika tak ada yang menerimamu. Kau tahu? K-kau sudah di dalam hatiku... Kau adalah pilihanku hiks... Aku tak mau kehilanganmu... Anak-anak kita juga tak mau itu... Kita akan selalu bersama... Hiks... Jangan pernah tinggalkan aku..."

Tak akan pernah Eva. Maaf membuatmu kawatir. Perlahan, tubuhku kembali ke wujud normal.

Di lain pihak, si botak itu nampak begitu kesal.

"Eva! Apa yang kau katakan?! Iblis itu harus mati!"

"Tidak Arkham-niisama! Iblis ini... Bukan! Tapi lelaki ini, adalah pilihanku! Aku akan menikah dengannya meski tanpa restumu!"

"A-apa kau bilang?! Jangan bodoh! Apa kau sadar apa yang kau katakan, hah?!"

"Ya! Aku sadar sesadar-sadarnya! Lagipula, anak kami yang ada di perutku ini akan marah jika sampai kami tidak menikah fufufu..."

"!K-kau...! Tidak! Anak manusia setengah iblis tak boleh terlahir ke dunia! Dia akan membawa bencana! Matilah kalian berdua!"

! Si botak itu menembakan segumbal aura yang pekat, itu bukan aura suci, tapi penghancur!

Mana mungkin ku kubiarkan sialan!

"Goughh..."

Aku memuntahkan darah saat aura itu meledak di punggungku. Ya, sebelum aura itu mengenai Eva, aku mengubah posisi kami yang masih berpelukan hingga serangan si botak itu hanya mengenaiku.

Kuuhhh, tenagaku sudah hampir habis, maaf Eva telah mengotori pundakmu dengan darahku...

"Cih, kisah cinta antara iblis dan ma, fuhahaha! Tapi sayang sekali, itu harus bera-"

"Arkham-sama!"

Tepat sebelum si botak itu hendak menyerang kami lagi, seorang pendeta memasuki kuil dan berlari ke sini. Tapi, pendeta itu nampak terluka?

"Ada apa, hah?!"

"A-ampun Arkham-sama! Segerombolan iblis menyerang kuil!"

"Bodoh! Bukannya seharusnya pasukan di luar bisa menangani itu?! Kenapa kau malah melapor padaku?!"

"Ma-masalahnya, jumlah mereka ada dua ribu lebih! Mereka telah mengepung kuil ini! S-semua pasukan kita telah dikalahkan!"

! Situasi semakin kacau!

"Kalau begitu, kalian semua, hadapi mereka! Aku akan menyusul setelah menghabisi 2 mahluk kotor ini!"

"Ha'i Arkham-sama!"

Para pendeta itu menyerbu keluar kuil. Huh, kondisiku benar-benar kacau sampai-sampai aku tak menyadari ada pertempuran di luar. Sepertinya kuil ini juga dibangun cukup kuat karena tak terguncang sedikitpun sekalipun di tengah pertempuran besar.

Sekarang hanya tinggal kami bertiga. Inikah saatnya?

Tidak, ini belum waktunya.

"Tunggu apalagi Arkham-niisama? Cepat selesaikan dan segera bantu mereka! Setidaknya aku akan bahagia mati bersama lelaki yang kucintai..."

"Kukukukuku... Kuhahahahahaha! Dasar bodoh! Mana mungkin aku akan menyerahkan nyawaku sendiri pada para iblis itu hah?! Aku bisa pergi dari sini menggunakan sihir teleportasi. Tentu saja aku akan membawa anak dan istriku! Dan untuk kalian, tinggal tunggu waktu saja sampai para iblis itu masuk ke sini dan menghabisi kalian. Aku sarankan kalian puaskanlah bercinta selagi masih sempat. Fuhahahaha! Selamat tinggal."

Si botak itu menghilang dalam lingkaran sihir. Tapi lambang lingkaran sihir itu...yang jelas bukan lambang iblis. Lantas?

Hah...hah... Aku... Benar-benar lemas... Eva di sampingku, tersenyum. Namu juga terasa miris.

"Nah sayang, sekarang hanya tinggal kita berdua. Apa kau siap?"

"S... Siap untuk...apa?"

"Tentu saja mati bersama. Memangnya apa lagi? Tapi sayang, aku benar-benar bahagia bisa sehidup semati denganmu, meskipun aku juga merasa begitu bersalah karena anak-anak kita tidak akan-"

"Cukup! Hah...ku kira kau...akan...mengajakku bercinta...hah... Lagipula Eva... Kau terlalu mudah memikirkan kematian... Kau... Mengerikan..."

Huh. Apa-apaan perkataanmu itu? Itu terlalu menyeramkan! Melihatku cemberut, Eva tersenyum lembut.

"Fufufu... Bercinta denganku? Apa kau sebegitu inginnya, hm? Lihat, kondisimu begitu parah sayang. Jadi jangan berfikir aneh-aneh. Oke?"

"T...tentu saja aku ingin! Ughh... Tapi sebelum itu... Kita harus pergi dari sini..."

"Pergi?"

"Ya! Keluarlah, budak-budakku!"

Aku menjentikan jari. Kemudian lingkaran sihir raksasa muncul di lantai kuil ini. Dari dalam lingkaran sihir muncul beberapa mahluk, diantaranya,,
Anjing iblis kepala 3, Carberus. Bidak bentengku.
Iblis kekar setinggi 5 meter, Beowulf. Bentengku juga.
Seorang wanita iblis vampire, Nevan. Bidak peluncurku.
Kesatria iblis berbadan kekar tanpa kepala, yah, pedang di genggamannya itulah kepalanya. Mereka ada 2, tapi beda warna. Agni dan Rudra. Keduanya adalah bidak kesatriaku.
Lalu iblis mantan Grimreaper, Hell Vanguard, yang merupakan Pionku.
Juga iblis mantan manusia pengendali bayangan dimana seluruh tubuhnya juga terselimuti bayangan, Dopplegangger. Dia juga pionku.
Dan terakhir, seekor kuda perang yang mampu melambatkan waktu, Quicksilver. Dia juga pionku.

Ya, mereka semua adalah budak-budak iblis yang berhasil ku kumpulkan selama ini.

"I-ni..."

Eva begitu terkejut melihat para budakku. Hm, nanti sajalah ku jelaskan. Sekarang ada yang lebih penting.

"Perkenalannya nanti saja, Eva. Sekarang, kalian semua. Bisakah kuserahkan iblis-iblis di luar sana?"

"Ohohoho... Itu mudah. Tapi Sparda-sama, kau terlihat menyedihkan. Kasihan sekali."

"Beowulf benar, Sparda-sama. Ada apa denganmu?"

Beowulf hanya menertawakanku dan Carberus terlihat kawatir padaku. Walau kalian sama-sama benteng, tapi tempramen kalian benar-benar berbeda. Dan Beowulf, tertawalah sepuasmu! Lalu Nevan mendekat padaku dan langsung menjilati darah dari luka-lukaku. Hey! Ah, Eva malah terlihat cemburu, m-maaf!

"Penjelasannya nanti saja! Tolong habisi para iblis itu! Dan Nevan, berhenti menjilatiku!"

"Fufufu... Maaf Sparda-sama. Tapi dengan itu, kurasa luka-lukamu akan baik-baik saja, mfhh."

Ah, benar juga. Luka-luka ku sudah mengering. Tapi, staminaku tetap tak kembali, huh...

'Grep

! Ehh?! Beowulf menggenggam tubuhku dan tubuh Eva lalu mengangkat kami berdua! A-apa yang kau lakukan?!

"Kyaaaaa!"

"Oi Beowulf! Apa yang kau lakukan?! Aku majikanmuuu! Turunkan kami brengseeek!"

"Diam kau majikan bodoh! Carberus, bawa mereka berdua menjauh dari sini." ucap Beowulf setelah meletakkan aku dan Eva di atas punggung Carberus. Ah, disini dingin!

"Ha'i! Sekarang hancurkan kuil ini, Beowulf!"

"Itu mudah! Real impact!"

Mendengar perintah Carberus, Beowulf membentangkan 3 pasang sayap putihnya. Gelombang cahaya menyebar dan menghancurkan bangunan kuil sehingga terlihat lah ribuan iblis. Mereka lantas merangsek menuju kemari. Namun para budakku tak tinggal diam.

"Carberus, sekarang! Juga Agni, Rudra, kawal dia."

" " "Ha'i!" " "

Mendengar perintah Beowulf, Carberus berlari sembari membawaku dan Eva diikuti Agni dan Rudra yang mengawal kami dari serangan-serangan para iblis yang hendak menyerang kami.

Sementara itu di belakang, terlihat para budakku yang lain telah membantai para iblis habis-habisan.

Quicksilver yang melambatkan pergerakan para iblis, lalu Dopplegangger yang merasuki bayangan para iblis lalu menghabisinya. Serta Hell Vanguard yang membuat ratusan clon dan menghabisi pasukan iblis lainnya. Kombinasi 3 pionku ini memang hebat.

Di lain pihak, Nevan, wanita itu berubah menjadi ratusan kelelawar. Dan kelelawar-kelelawar itu menyambarkan petir-petir dalam jumlah dan kapasitas yang gila pada para pasukan iblis. Ya, itu memang sewajarnya bagi Nevan yang sudah mengkonsumsi 2 bidak peluncur.

Juga Beowulf, dia nampak begitu brutal menghabisi pasukan iblis hanya dengan tangan kosong. Dari segi kekuatan murni, Beowulf adalah yang terkuat.

Ya, aku percaya mereka mampu dengan mudah mengatasi ini.

.

Beberapa hari setelahnya, aku dan Eva melangsungkan pernikahan. Namun, tak ada 1 pun pendeta, pastor, atau manusia manapun yang mau menikahkan iblis dan manusia seperti kami. Jadi terpaksa aku menghubungi Ajuka untuk menikahkan kami. Dia kan raja iblis, jadi kurasa ini tak apa. Hanya pernikahan sederhana dimana para budakku sebagai saksi dan juga Ajuka sebagai penghulunya.

Setelah Ajuka mengesahkan aku dan Eva sebagai suami istri, aku langsung terbang membawa Eva pergi dari sini meninggalkan mereka yang melongo melihat kelakuanku.

Ini bulan maduku tahu, jadi siapapun tidak boleh mengganggu!

.

Beberapa bulan setelah pernikahan kami, hari ini adalah menjelang kelahiran anakku.

Namun, ini bukanlah hari yang tenang. Terjadi guncangan besar dimana-mana, termasuk rumahku. Dan di saat seperti ini, Eva merasakan kontraksi karena merasa anak kami akan segera lahir. Bertambah kacau lah situasi ini.

Saat ini, Eva yang hendak melahirkan ada di kamar bersama Nevan yang membantu proses persalinan. Sedangkan aku, saat ini aku bersama budak-budakku lainnya berada di luar rumah menciptakan kekkai yang begitu kuat untuk melindungi rumahku dari guncangan dasyat ini.

Dari apa yang dilaporkan Hell Vanguard padaku, gunjangan ini terjadi karena di tempat lain terjadi pertarungan akbar antar kedua naga langit. Hakuryuukou dan Sekiryuutei, 2 naga langit yang terus bertarung sejak jaman dahulu, dari generasi ke generasi. Dan generasi yang sekarang, malah memilih hari ini sebagai pertarungan mereka. Cih, mengganggu saja. Jadi kami pun bagi tugas,. Nevan yang membantu proses persalinan. Hell Vanguard yang memata-matai pertarungan 2 naga langit itu. Sisanya, yaitu aku dan budakku yang lainnya menciptakan kekai terkuat untuk melindungi rumah ini dari guncangan.

Setelah beberapa saat, guncangan hebat ini berhenti. Huh? Kemudian Hell Vanguard muncul di depanku.

"Lapor Sparda-sama. Pertarungan kedua naga langit telah selesai."

"Siapa pemenangnya?"

"Tidak ada. Mereka semua mati."

"Jadi begitu. Terimakasih Hell Vanguard."

Aku dan para budakku menghilangkan kekei yang melindungi rumahku. Buru-buru aku memasuki rumah dan menuju kamar.

! Di ranjang, Eva tengah berbaring bersama 2 bayi. Dibelainya pipi kedua bayi itu bergantian. Kedua bayi itu memiliki wajah yang amat mirip, rambut putihnya sangat mirip denganku! Ah, sepertinya mereka tidur. I-ini...

Perasaan di dadaku begitu bergemuruh, tubuhku bergetar, air mata jatuh di kedua mataku. M-mereka... Kemudian Nevan yang ada di dekatku mengatakan ini.,

"Selamat Sparda-sama. Kedua anakmu lahir dengan selamat, begitu pula Eva-sama. Dan keduanya adalah kembar laki-laki. Fufufu, mereka begitu tampan sepertimu, Sparda-sama."

A...aku... Aku jadi ayah! Aku jadi ayah! Air mataku tak mau berhenti... A...aku sangat bahagia! Aku lalu berhambur ke arah Eva di ranjang untuk melihat kedua putraku lebih dekat.

Aku tak bisa menahan diriku untuk mencium kedua putraku bergantian yang membuat Eva protes,.

"Hey sayang.. Hati-hati... Nanti mereka bangun lho..."

"Hihi, iya maaf. Muach, terimakasih sayang."

Kucium kening Eva. Eva juga tersenyum penuh bahagia. Ya, inilah keluarga impianku. Eh tunggu, sepertinya ada yang terlupa...hm...

Ah ya ampun, nama untuk kedua putraku! Aku pun langsung bertanya ke Eva,.

"Oh iya Eva, apa kamu punya rekomendasi nama untuk kedua putra kita?"

"Tentu sayang. Yang kakak, Vergil. Yang adik, Dante. Bagus kan?"

"Whoa... Nama yang bagus. Tapi ngomong-ngomong, mana yang kakak dan mana yang adik?"

Ya, mereka berdua benar-benar mirip. Tak ada bedanya sama sekali. Jadi, bagaimana membedakannya? Lalu Eva mengatakan.

"Perhatikan lagi baik-baik sayang. Yang auranya putih, dialah kakaknya, Vergil. Dan yang merah, dialah adiknya, Dante."

Benar juga, setelah aku amati lagi, aura mereka memang berbeda. Putih dan merah. T-tunggu! A-aura ini...

"N-naga langit?!"

"Benar, sepertinya kedua naga langit memilih kedua putra kita sayang. Fufufu saat mereka dewasa nanti mereka akan jauh lebih hebat dari ayahnya."

Kau benar Eva, mereka akan jadi 2 pemuda yang jauh melebihiku. Kuharap, sebagai saudara kembar, mereka akan mampu mengubah takdir kedua naga langit.

Dengan adanya kedua putraku, ku rasa keluargaku akan menjadi begitu bahagia seperti yang kuharapkan.

.

Keluarga bahagia, itulah yang kuharapkan. Namun, kenyataan tak sesuai yang diharapkan.

5 tahun berlalu semenjak kelahiran kedua putraku, Vergil dan Dante.

Memang kami nampak seperti keluarga kecil bahagia saat di dalam rumah.

Tapi tidak bagi kedua putraku.

Sebagai anak balita, mereka sangat ingin bermain dengan banyak teman seusia mereka. Namun, karena mereka belum bisa mengendalikan kekuatan iblis mereka, anak-anak yang lain yang merupakan manusia mulai takut pada mereka.

Mereka ditakuti, mereka dibenci, mereka dijauhi, mereka dikucilkan,

Tak jarang kami sekeluarga berpindah-pindah rumah untuk mencari lingkungan baru. Tapi tetap saja, tak ada yang menerima keberadaan kedua putraku yang merupakan manusia setengah iblis.

Hingga akhirnya, Eva menggunakan kekuatan pendeta sucinya untuk menciptakan sepasang kalung berlian yang bisa menekan kekuatan iblis Vergil dan Dante. Cara itu berhasil. Vergil dan Dante mulai bisa diterima di lingkungan barunya. Setidaknya aku bisa sedikit tenang mengenai itu.

Ya, sedikit.

.

2 tahun kemudian. Saat itu malam hari, saat dimana aku dalam perjalan pulang setelah menyelesaikan pekerjaanku.

Tentu saja aku harus kerja mencari nafkah untuk menghidupi keluargaku. Dan sekarang ini, aku dalam perjalanan pulang.

Tiba-tiba, ada seorang pria tua berambut putih keperakan dengan jubah yang begitu mewah menghadangku, d-dia kan?!

"! Rizevim!"

"Uyahyahyahyah... Uncla! Kau tak sopan pada papamu ini Sparda-kun. Lama tak bertemu, apa kamyu gak kangen, hm?"

Cih, si brengsek itu! Kenapa dia muncul disini?!

Rizevim Livan Lucifer! Memang dia ayah kandungku! Namun si brengsek inilah dalang dari rencana penyerang manusia yang ku gagalkan berabad-abad yang lalu. Si brengsek yang tak lain adalah ayahku sendiri, huh!

"Mau apa kau? Apa kau dendam padaku? Atau kau ingin menyerang umat manusia lagi? Meski kau salah 1 iblis super, tapi aku tak akan kalah."

"Uyahyahyah itu membosankan Sparda-kun. M-E-M-B-O-S-A-N-K-A-N. Daripada menghancurkan umat manusia, aku punya tujuan yang lebih bagus lho, lebih istimewa! Mau tahu hah mau tahu? Ayo tebak hm?"

"Kau..."

"Yup, benar! Jawabannya adalah KE-LU-AR-GA-MU! Uyahyahyahyah..."

! S-si brengsek ini! Aku menarik pedangku dan hendak menyerangnya namun dia malah berbalik dan melangkah pergi.

"Ou ou ou, daripada kamyu bermain-main dengan ku, aku lebih mencemaskan menantu dan kedua cucuku kau tahu?! Numbus mengincar mereka lho... Uyahyahyahyah!"

! Numbus?! Mahluk ciptaan Hades?! Tengkorak brengsek itu!

Cih, aku harus cepat! Aku mengaktifkan lingkaran sihir menuju rumahku!

Setelah sampai,

" "Uwaaaaahh! " "

Kedua putra kecilku menangis lalu menghambur dan memelukku.

"Vergil! Dante! Mana ibu kalian?!"

"Tadi...hiks... Kaa-san... Melindungi kami!"

"Ta...tapi mereka...hiks... membawa Kaa-san!"

! Aku begitu marah mendengar penuturan kedua putraku. Rizevim! Hades! Kalian harus mati! Tapi sebelum itu, aku harus menyelamatkan Eva terlebih dahulu. Aku lalu memeriksa jejak-jejak sihir teleportasi yang tersisa.

Cocytus?! Jadi mereka membawa Eva kesana?!

"Vergil, Dante, kalian bersembunyilah. Aku akan menyelamatkan ibu kalian. Jadi, jangan keluar dari persembunyian sebelum kami pulang, oke?"

" "Ha'i!" "

Setelah Vergil dan Dante pergi dan bersembunyi lalu aku menghilang dalam lingkaran sihir.

Aku muncul di sebuah dataran yang luas, lalu aku memanggil semua budakku.

"Kenapa anda memanggil kami, Sparda-sama?"

"Carberus, dan kalian semua. Aku akan pergi ke Cocytus. Numbus sudah menculik Eva. Aku harus menyelamatkannya."

Mendengar tujuanku, Beowulf marah.

"Jangan bodoh! Numbus bukan mahluk biasa! Dewa-dewa takut padanya! Jika kau melawannya, kau akan mati konyol Sparda-sama!"

"Ya, aku tahu itu. Aku memang tak bisa mengalahkannya, tapi bersama Eva, aku akan menyegelnya untuk sementara. Tentunya itu akan membuatku dan Eva tersegel juga. Dan di masa depan, akan ada kedua naga langit yang akan mengalahkan Numbus dan membebaskan kami."

Semua pun terdiam mendengar penuturanku. Lalu Nevan bertanya,

"Jadi maksud tuan, kami harus menjaga Vergil-sama dan Dante-sama?"

"Tidak, jangan. Biarkan mereka sendiri mencari jalannya. Mungkin mereka akan mengalami hal mengerikan dalam hidup mereka. Tapi cuma itu satu-satunya jalan bagi mereka untuk menemukan kekuatan dan jati dirinya. Dan untuk kalian para budakku, tunggulah mereka di Devil Tower. Akan tiba waktunya dimana kalian akan menuntun mereka. Kalian pahamkan?"

" " " " " " " "Ha'i Sparda-sama..." " " " " " " "

"Terimakasih telah mengikutiku sejauh ini. Aku pergi dulu. Selamat ting- tidak, sampai jumpa."

.

- End_flashback -

-TBC-


A/N : Selesai sudah flashback untuk Sparda. Juga selesai sudah untuk update minggu ini. -.-
Selanjutnya akan kembali ke cerita utama.
Juga untuk uchiha drac-san yang request fict Naruto, sudah saya bikinin. Tapi maaf, bukan Crossover, sorry banget ya -.-
Dan juga terimakasih untuk -san, HarisHeavenStar-san, Rinnegan-san, namikazeflash-san, serta Readers-san semuanya yang sudah mengikuti dan menyukai fict ini. Terimakasih banyak ^_^
Saya akan terus semangat update fic ini, meski waktunya tidak tentu juga -.-
Akhir kata, review... ^_^
v
v
v