Hola, dan selamat tahun baru, suasana tahun baru memang berbeda, tapi saya akan benar benar sibuk, saya akan ada bimbel (bimbingan belajar) untuk persiapan UAN nanti, yah ditahun ini saya sangat sibuk, jadi bisa saja update tertunda basa basi selesai, waktunya kita balas review dari para Readers tercinta.

-Lee Xia-

Cao Pi:"eh, ti, tidak, siapa yang nyariin Mi Yan?"

Author:"Readers sebagai saksi, tadi kau khawatir dengan Mi Yan"

Cao Pi:"khawatir sedikit kan, ti,tidak masalah"

Author:"hahahaha, kau terjebak"

Cao Pi:"What?!"

Oke thanks to review.

-scarlet and blossoms-

Cao Pi tsundere, diluar galak, ternyata didalam perhatian sama Mi Yan.

Cao Pi:"ti, tidak untuk apa perhatian sama anak kecil"

Benar, memang chapter sebelumnya seperti novel, karna salah satu Readers ada yang memperingatkan saya, jadi tulisan saya beradaptasi :)

Oke thanks to review.

-black roses 00-

Hahahahahaha, ada baiknya menderita tapi tertawa (*ajaran sesat, harap jangan ditiru*)(?)

Lu Xun memang seperti itu, ngomong suka ngawur tapi sangat berguna.

Lu Xun:" aku dengar, aku baca semua ceritanya kok"

Author:"baguslah"

Om keren sudah ga normal, tidaaaaak (lebay mode on)

Xiahou Dun:"siapa juga yang mau sama Zhang He! Apa kata Mi Yan nanti"

Mi Yan:"master Xiahou Dun tidak normal"(merinding)

Xiahou Dun:"aku masih normal, dasar banci cap botol kecap, gara gara dia, aku dikatain tidak normal, dan belok!"(marah meteran marah 100%)

Ide humor menghilang setidaknya Xiahou Dun berbelok bisa membuat anda tertawa, hahahaha (ditendang Xiahou Dun sampai ke Chibi)

Oke thanks to review.


Royal Kingdoms: The Justice

By:Aiko Ishikawa

Rated:K+

Genre:adventure,humor

-all character belong to Koei, Mi Yan itu OC saya-

Warning: seperti biasa ceritanya gaje amat, kemungkinan OOC, cerita lari dari sejarah (?), dan hal hal yang tidak akan pernah ditemukan disejarah aslinya, cerita hanyalah sebuah fiksi dari sang Author.

Summary: semua orang saling menaklukan satu sama lain, saling membunuh, apakah didunia ini sudah tidak ada lagi keadilan, apakah semuanya sudah mengikuti hukum rimba 'siapa yang kuat dia yang menang' apakah keadilan sudah lenyap didunia ini?


Chapter: 12

- strategi yang sempurna -

Sebulan sudah kekalahan Wei atas Wu, hal ini membuat frustasi sang strategi Wei yang bernama Sima Yi, "sial! Kenapa aku kalah dengan si kumis lele!" kata Sima Yi sambil menggertak meja.

"sabar Papa, Yang Mulia juga tidak begitu khawatir akan kekalahannya" kata Sima Shi sambil melahap bao zhi.

"bukan itu, aku kalah dengan si ahli strategi dari Shu itu!" kata Sima Yi.

"siapa Pa?" tanya Sima Shi sambil masih melahap bao zhinya.

"si kumis lele!" kata Sima Yi lalu kembali duduk dikursinya.

"ha? Kumis lele?! Aku baru dengar ada orang yang bernama kumis lele" kata Sima Shi terkejut.

"bukan! Namanya Zhuge Liang!" bantah Sima Yi.

"lalu kenapa papa panggil dia kumis lele, kasiankan Pa, nama orang bagus bagus dipanggil kumis lele" kata Sima Shi.

"entahlah, habis, papa sering baca difanfic fanfic, Zhuge Liang selalu dipanggil kumis lele, mirip aja ngga, kenapa dipanggil kumis lele ya" kata Sima Yi bingung sendiri.

"mungkin dia pengusaha kumis lele kali Pa" kata Sima Shi.

"ngawur kamu" kata Sima Yi.

Sima Yi berjalan keluar meninggalkan ruangannya, dia berjalan dengan tenang sambil membuang semua pikirannya tentang kekalahan perang Chibi waktu itu, "baru saja berperang, strategiku kalah pintar dengan mereka" kata Sima Yi sambil terus berjalan.

Dari arah depan terlihat Guo Jia yang membawa gulungan dan beberapa buku, terlihat sangatlah berat, "ukh, ini berat sekali, dasar master Jia Xu, masa aku sih yang membawa buku seberat ini keperpustakaan" gerutu Guo Jia sambil terus berjalan, karna dia tidak bisa melihat kedepan, dia bertabrakan dengan Sima Yi

Buk!

Sima Yi dan Guo Jia terjatuh, Guo Jia menggelengkan kepalanya, lalu dia menghampiri Sima Yi, "master Sima Yi, anda tidak apa apa?" tanya Guo Jia.

"saya baik baik saja, tuan Guo Jia" kata Sima Yi.

"maaf kan saya, maaf kan saya" kata Guo Jia membungkukkan badannya berkali kali.

"tidak apa apa, lagi pula ini salahku, aku jalan tidak melihat kedepan, oh iya, buku sebanyak itu mau kau bawa kemana?" tanya Sima Yi sambil menunjuk buku dan gulungan yang berserakan disana sini.

"saya ingin membawanya keperpustakaan, saya disuruh oleh master Jia Xu untuk membawa semua ini keperpustakaan" kata Guo Jia sambil mengambil buku yang berserakan dilantai.

"boleh saya bantu" kata Sima Yi lalu mengambil buku dan gulungan yang berserakan dilantai.

"ah, makasih master Sima Yi" kata Guo Jia.


Dikamar Xiahou Dun, dia hanya menatap keluar jendela, karna dia tidak bisa banyak bergerak, luka yang berada diperutnya masih belum kunjung sembuh, dia hanya menghela napas karna merasa bosan tidak bisa berjalan kemana mana, "hah, aku merasa bosan sekali bila berada dikamar terus" keluh Xiahou Dun.

Tiba tiba pintu kamar Xiahou Dun terbuka, dan terlihat Mi Yan menghampiri Xiahou Dun sambil membawa makanan dan teh untuk Xiahou Dun, "master Xiahou Dun, waktunya makan siang" kata Mi Yan.

"Mi Yan, kau tidak latihan?" tanya Xiahou Dun.

"tidak, aku tidak ingin membiarkan master Xiahou Dun yang terluka sendirian dirumah" jawab Mi Yan tersenyum.

"begitu ya" kata Xiahou Dun.

Mi Yan meletakan makanan dan teh itu diatas meja yang berada disamping tempat tidur Xiahou Dun, "master Xiahou Dun mau disuapi?" tanya Mi Yan.

"tidak, aku bukan anak kecil Mi Yan" kata Xiahou Dun sambil meminum tehnya.

"begitu ya, oh iya malam ini, apakah aku boleh tidur dikamar master Xiahou Dun?" tanya Mi Yan.

"byuuuuuuur, apa kau bilang? Kau mau tidur dikamarku?" tanya Xiahou Dun terkejut.

"iya" kata Mi Yan menganggukkan kepalanya.

"tidak, kau bukan anak kecil lagi, kau sudah besar, lagipula usiamu sudah 16 tahun, itu sudah cukup dewasa" kata Xiahou Dun menolak.

"ayolah master, aku takut tidur sendirian dikamarku" kata Mi Yan.

"tidak" kata Xiahou Dun menggelengkan kepalanya.

"aku mohon" kata Mi Yan sambil mengeluarkan jurus puppy eye dan kitten eye #plak#

"baiklah Mi Yan, hanya malam ini saja kau tidur disini" kata Xiahou Dun yang merasa kalah.

"asyik!" kata Mi Yan sambil melompat lompat.

"oh iya Mi Yan" kata Xiahou Dun.

"ada apa?" tanya Mi Yan.

"kata sepupu, dia memberikan hadiah padamu" kata Xiahou Dun tersenyum.

"hadiah apa?" tanya Mi Yan lagi.

"seekor kuda, sekarang dia ada dikandang kuda, kau bisa bertanya yang mana kudamu pada master Zhang Liao, itu hadiah untukmu karna kau berani dalam berperang" kata Xiahou Dun.

"aku akan kesana" kata Mi Yan lalu berlari keluar rumah, Xiahou Dun yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


"kuda siapa ini, Zhang Liao?" tanya Cao Pi sambil memperhatikan kuda putih itu.

"oh tuan muda, ini kuda milik Mi Yan, Yang Mulia yang memberikan ini kepada Mi Yan" kata Zhang Liao sambil memberi hormat.

"begitu ya, bagus juga kudanya" kata Cao Pi tersenyum, lalu dia pergi meninggalkan kandang kuda itu.


"wah, akhirnya kau sudah datang Guo Jia" kata Jia Xu.

"iya" kata Guo Jia sambil meletakkan buku dan gulungan diatas meja, diikuti oleh Sima Yi.

"aku dengar Liu Bei melarikan diri, sekarang dia sedang menuju jembatan Chang Ban" kata Jia Xu mulia serius.

"benarkah? Lalu apa Yang Mulia akan memerintahkan kita atau Jendral lainnya untuk mengejarnya?" tanya Guo Jia.

"aku tidak tau, banyak Jendral yang masih belum sembuh karena perang Chibi kemaren" kata Jia Xu.

Dari arah belakang terlihat Cao Cao menghampiri mereka bertiga, "ternyata kalian mengetahui tentang pelarian Liu Bei, aku berminat ingin mengejar dia" kata Cao Cao.

"anda yakin?" tanya Jia Xu.

"iya, empat hari lagi kita akan mengejar Liu Bei, karna Jendral kepercayaanku Xiahou Dun belum sembuh, jadi aku akan menunda sampai empat hari" kata Cao Cao.

"apa kita butuh strategi untuk mengejar dia, Yang Mulia?" tanya Sima Yi.

"aku bangga akan strategimu waktu diperang Chibi, Sima Yi, sekarang aku membutuhkan strategimu untuk mengejar Liu Bei" kata Cao Cao.

"saya mengerti Yang Mulia" kata Sima Yi sambil memberi hormat.


"master Zhang Liao!" teriak Mi Yan sambil menghampiri Zhang Liao.

"ada apa Mi Yan?" tanya Zhang Liao.

"katanya master Xiahou Dun, apa Yang Mulia memberikan kuda kepadaku?" tanya Mi Yan sambil mengatur napasnya.

"iya, itu yang berwarna putih, apa kau menyukainya?" kata Zhang Liao sambil menunjuk kuda yang berwarna putih.

"bagus sekali, tapi mirip seperti kuda pangeran Cao Pi" kata Mi Yan.

"memang, Yang Mulia sengaja memilih warna putih, karna kalian partner" kata Zhang Lioa tersenyum.

"menyebalkan, kenapa harus sama" kata Mi Yan sambil menggembungkan pipinya.

"sudahlah, sekarang apa kau mau latihan menunggangi kuda?" ajak Zhang Liao.

"iya, aku mau" kata Mi Yan semangat 45.


- To Be Continued -

Author:"cieee Mi Yan kudanya sama dengan Cao Pi, aku jadi iri"

Mi Yan:"diam! Aku tidak mau kudaku sama dengan dia!"

Author:"ya sudah, mohon reviewnya, see you next chapter"

Happy New Year 2014.

Next chapter: Cao Cao jatuh sakit