The Guardian

A Super Junior fanfiction

By Park Hae Rin

2012

.

Super Junior Yesung

Moon Geun Young

All Super Junior

.

Super Junior is not mine

Inspired by City Hunter SBS Drama and Code Breaker Manga

.

.

Warning:

OOC (Out of Character), AU (Alternative Universe), Science fiction, Some typo

.

.

Don't like, Don't Read

Don't copy with credit

Don't be a silent reader

.

.

.

Chapter 11:

EMPTY

"Lonely is iam"

.

.

.

Loneliness Your Silent Whisper
Fills A River Of Tears
Through The Night
Memory You Never Let Me Cry
And Hear (You), You Never Said Good-Bye
Sometimes Our Tears Blinded The Love
We Lost Our Dreams Along The Way
But I Never Thought You'd Trade Your Soul To The Fates
Never Thought You'd Leave Me Alone

Time Through The Rain Has Set Me Free
Sands Of Time Will Keep Your Memory
Love Everlasting Fades Away
Alive Within Your Beatless Heart
Dry Your Tears With Love
Dry Your Tears With Love


Terlihat seorang yeoja berjalan mendekati kamar dengan nuansa baby blue ini raut wajahnya terlihat sedikit kesal mendengar alarm dari ponsel temannya ini, sudah 3 kali alarmnya berbunyi namun si pemilik smartphone ini tetap enggan memasuki alam sadarnya.

Yeoja dengan purple mini dress ini langsung mematikan alarm yang sudah berkali – kali tak di indahkan pemiliknya.

"Youngie bangun" ujarnya pada teman satu apartenya.

"Youngie"

"Youngie"

"YOUNGIE" teriaknya mulai tak sabar.

"Nde" balas Moon Geun young yang akhirnya mau juga bangun memasuki dunia realita ini. Terlihat wajahnya sedikit pucat dan disekeliling bola matanya terlihat lingkaran hitam yang akan membuatnya terlihat seperti panda.

"Kau sakit?" tanya Seowoo sedikit khawatir.

"Anni. Aku hanya mengantuk, aku baru tidur jam 2 pagi" jawab Geun Young sambil melihat sekelilingnya.

"Ini jam berapa?" tanya Geun Young yang terlihat sedikit bingung.

"Jam 7 pagi" jawab Seowoo sambil membuka korden kamar ini.

"AKU TELAT" teriak Geun Young sambil berlari ke arah kamar mandi.

"Kebiasaan kau ini huh" balas Seowoo sambil mendesah pelan.

"Ganti lagu alarm mu itu terlalu sedih, mana ada orang yang bangun kalau alarmnya seperti itu" lanjut Seowoo.

"Anni, aku suka lagunya" jawab Geun Young yang masih di kamar mandi.

"Aku ada kuliah jam setengah 8. Mianhe aku duluan ya Youngie" balas Seowoo sambil keluar dari kamar Geun young.

"Nde hati-hati. Sampaikan salamku juga pada Hyukjae ya" ujar Geun Young.

"Ishh hari ini aku berangkat sendiri bukan dengan monyet bodoh itu" balas Seowoo kesal.

"Bertengkar lagi ya" ujar Geun Young sambil tertawa.

Geun Young POV

Kenapa aku bisa telat bangun. Pabo ya Youngie hari ini mata kuliahnya Hwang songsaenim yang paling terkenal galak di jurusan Psikologi. Telat sama saja cari mati.

Lagi – lagi aku ditinggal Seowoo. Sejak kuliah dia memang berubah lebih rajin. Ya tak ada yang akan menyangka dia bisa diterima di fakultas hukum apalagi di Seoul National University. Seowoo memang mengikuti jejak ayahnya. Seorang mahasiswi hukum dan pelanggar hukum mungkin akan jadi kisah cinta yang menarik kalau Seowoo tahu pekerjaan lain Hyukjae.

Tak ada yang tahu mulai kapan perasaan Seowoo dan Hyukjae bisa disatukan seperti ini yang jelas sejak aku dan Seowoo memulai untuk tinggal bersama dalam satu aparte Eunhyuk mulai sering terlihat membantu kami. Kisah mereka memang unik, mahasiswi fakultas hukum semester 3 dan mahasiswa jurusan musik semester 1 ini selalu menjadi sarapan pagiku. 2 bulan lalu aparte ini penuh tragedi karena Eunhyuk gagal masuk Seoul National art seperti Sungmin namun reda dengan cepat karena monyet bodoh itu masuk ke universitas yang bisa dibilang lumayan walau tak sehebat SNA, universitasnya salah satu yang tertua di Korea Selatan setidaknya dia tak masuk universitas yang akreditasnya diragukan seperti Heechul.

Waktu memang berjalan cepat tanpa kita sadari. Sekarang aku sudah semester 3 juga di jurusan Psikologi di Seoul National University. Awalnya masuk universitas ini hanya mimpi bagi gadis bodoh sepertiku sangat mirip seperti yang orang itu selalu bilang aku kelinci bodoh yang tak berotak. Namun aku bisa buktikan padanya yang sekarang tak tahu dimana bahwa aku bukan hanya gadis bodoh, aku juga punya setidaknya satu hal bakat yang dia tak tahu.

Bakat untuk mengubah semua kesedihanku karenamu menjadikan nya energi positif yang membuatku sampai di Seoul National University saat ini.

Geun Young POV

END


Seoul National University

"Moon Geun Young-ssi" ujar seorang namja tiba tiba.

"Tugas dari Hwang songsaenim sudah kau buat?" tanyanya lagi.

"Nde dengan susah payah akhirnya semuanya selesai tepat waktu Junsu-ssi" ujar Geun Young tersenyum lega.

"Kajja sebentar lagi kuliahnya dimulai" ujar Junsu sesaat setelah melihat jam tangannya.

"Kajja" balas Geun Young.

Waktu bagai air yang terus mengalir tanpa bisa berhenti meninggalkan sepercik kenangan-kenangan yang tak akan bisa terulang. Kau yang disana apa kabarmu hari ini?.

"Mantan kepala direktorat pajak Im Jae Suk ditemukan tewas tenggelam di Port Incheon dini hari tadi oleh para nelayan setempat. Diduga penyebab kematian Im Jae Suk adalah murni kecelakaan, Polisi masih menyelidiki apakah kasus ini. Sebelumnya Im Jae Suk banyak disinyalir melakukan tindakan korupsi pada akhir kepemimpinannya. Sekian laporan dari Jung Hyeri SBS Highlight news".


"Berita kematian kenapa disiarkan di kantin saat banyak orang makan seperti ini" ujar Junsu sambil tetap memakan sandwichnya.

"Buktinya kau masih bisa makan kan Junsu" balas Geun young sambil tertawa.

"Aku lapar dari tadi pagi aku belum makan hehe. Entah kenapa ya sepertinya kasus kematian para mantan pejabat terjadi lagi. Dulu saat kita SMA pernah terjadi beberapa kali kan" ujar Junsu menyelidik.

"Nde" jawab Geun Young singkat.

"Jangan-jangan ada suatu kelompok yang direncanakan untuk ini" balas Junsu.

Terlihat jelas raut wajah Geun Young sedikit berubah. Dia tahu benar siapa pelaku dari semua kejadian ini. The Guardian lah kuncinya. Namun apa lagi yang bisa dia perbuat, sejak kepergian Yesung kontak dengan The Guardian pun mulai terputus hanya Eunhyuk atau Kyuhyun yang sesekali masih dihubunginya.


"Geun Young gwaenchana?" Tanya Junsu sedikit khawatir.

"Gwaenchanayo" ujar Geun Young sambil tersenyum.

"Geun Young-ah, ada hal penting yang ingin kubicarakan" ujar Junsu serius terlihat mimik wajahnya berubah seketika.

"Ne?" Tanya Geun Young sedikit penasaran.

"Besok malam datang ke café La Corda aku akan tampil malam ini. Kau bisakan?" Tanya junsu memang terlihat sedikit memaksa.

"Iya aku bisa, jam berapa?" Tanya Geun Young antusias.

"Jam 8 malam. Ingat aku menunggumu lho" ujar Junsu sambil tertawa.

Waktu bagai api yang terus menyala tanpa bisa dipadamkan meninggalkan arang yang terbakar karena kemarahan si merah. Kau yang disana tak keberatankah kau aku pergi dengannya?.


Inha Highschool

"YEOROBUN" teriak suara yeoja dengan rambut dikucir dua ini dengan semangat. Wajahnya terlihat merona entah apa yang membuatnya begitu gembira. Kaus putih dengan lambang mahkota bertulisan queen yang dipakainya saat ini sepertinya jawabannya.

"Yes Queen" jawab siswa siswi lainnya malas, ada yang memperhatikan ada pula yang masih sibuk pada kegiatannya sendiri berdandan atau makan. Ya ini jam siang kau salah jam Queen.

"Aissssh kenapa kalian tak bersemangat. Kalian harusnya mendukung kami. Kami wakil kelas ini kalian mau kan 3-2 jadi juara KING and Queen INHA HIGH. Ingat hadiahnya yeorobun uang tunai dan voucher makan gratis di kantin selama seminggu" ujar yeoja ini membuat sebagian mulai antusias.

"KYUNIIIE" teriak yeoja ini sambil menarik paksa namja disebelahnya yang memakai jaket hitam yang tampak kebesaran ini. si namja terlihat menjauh mendekati pintu nampaknya dia akan kabur.

"BUKAA BAJUMU" teriaknya mebuat seluruh isi kelas langsung tertuju padanya. Ya yeoja memaksa namja melepas bajunya adegan sangat tak biasa untuk kaum awam.

"ANNIIIII" balas namja ini sambil mencegah tangan si yeoja mengerayangi resleting jaketnya, kali ini dia mungkin akan terlihat sebagai korban yadong si yeoja. Dorongan demi dorongan pun tak terelakan lagi.

"PPALII" paksanya.

"ANNI ANNI ANNI" teriakan si namja terus mengalir merdu. Dan puncaknya saat tenaga namja ini lebih menang dari sang yeoja.

"BRAAAK" tak sengaja Ketua kelas 3-2 Min Sungah jatuh dengan tidak anggun dihadapan anak buahnya para siswa 3-2 akibat dorongan tak sengaja dari sang namja siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun.

Tawa satu kelas pun pecah mewarnai tragedi dorong –dorongan ini. Wajah Sungah sudah bisa ditebak merah seperti tuan krab.

"Baiklah kalau kau paksa" balas Kyuhyun sambil membuka jaketnya nampak kaus yang mirip dipakai Sungah hanya beda di tulisannya KING.

Ya mereka berdua peserta KING and QUEEN INHA HIGH Kelas 3-2.

"KYEOOPTAAAAAAAA" teriakan beberapa siswi seketika sangat berbeda dengan respon mereka pada Sungah yang tadi sangat terabaikan. Benar – benar menyedihkan.

"KAU PUAS HAH, KAU BUAT AKU MALU" ujar Kyuhyun kesal, namun tangannya berkata lain dia ulurkan tangannya pada si trouble maker ini.

"Gomawo" ujar Minah sambil tersenyum kecil.

"BLAAMMM"

"ANNYEONG HASEYOOO" teriak seorang yeoja memasuki kelas 3-2 sambil membuka pintu kasar. Dasar yeoja tak tahu sopan.

"KYAAAAAAAAAAAAAA APA YANG KALIAN LAKUKAN" teriaknya lagi.

"CEPAT AMBIL FOTO" balas beberapa siswa spontan.

"CLICK"


Shappire aparte 304

Semua masih sama tak ada satupun yang berbeda dari tempat ini. Wangi ruangan yang sama, cat yang sama, dan semua kenangan yang ada. Hanya satu yang berbeda pemiliknya. Kemana kau bodoh kau meninggalkan semuanya tanpa sisa ditempat ini, seperti kau meninggalkanku saat itu.

"Nunna masih sering kesini ternyata?" Tanya namja wajah manis yang datang tanpa diundang ini.

"Annyeong Sungmin-a"

"Hanya sesekali kok. Ada apa kesini?" balas Geun Young merasa kurang nyaman seseorang menegurnya seperti ini.

"Ruangan ini selalu bersih ternyata nunna jawabannya" balas Sungmin tak mengindahkan pertanyaan Geun Young.

"Aku hanya disuruh leader untuk memindahkan barang-barang disini. Katanya Para Guards akan menjual aparte ini" balas Sungmin sambil memegang akuarium besar yang menghiasi ruangan tamu ini.

"Kenapa?" Tanya Geun Young tak puas.

"MOLLAYO" jawab pinky boy ini sambil terlihat malas, mulutnya terlihat sedikit manyun.

"Nunna chakkaman. Aku akan kembali sebentar"

"Bawalah ini. Dulu saat hyung ada disini kami tak boleh menyentuhnya sama sekali, kalian kan bersaudara ini juga hak mu" ujar Sungmin sambil menyerahkan laptop VAIO putih milik Yesung.

"Tapi ini dipassword, aku juga kurang tahu apa passwordnya"

Perlahan terlihat para ahjussi dengan seragam yang hampir sama datang berombongan. Hanya butuh kurang dari 30 menit petugas yang akan membersihkan aparte ini sudah datang dengan segala perlengkapannya dan kurang dari dua jam seluruh isi aparte ini habis dan tersisa.

Hanya ada kenangan yang selalu tertinggal.


Heaven Aparte 315

"Yeobseo"

"Oh ahjumma, ini Seowoo apa kabarnya sekarang?"

"Aku pulang" ucap Geun Young seketika memasuki apartenya ini terlihat jelas raut wajahnya tak ingin diganggu sama sekali, kanan kiri tangannya dipenuhi beberapa barang yang dibawanya dari aparte sang kekasih.

"Ppali Youngie, ibumu menelpon" balas Seowoo.

"Yeobseo eomma"

"Kabarku baik, bagaimana keadaan eomma sekarang. Aku dengar Mokpo sedang kekeringan"

"Wah kau borong apa Youngie" ujarnya Seowoo sambil membongkar isi tas yang dibawa temannya ini terlihat beberapa pakaian dan buku serta beberapa barang kecil lainnya.

"Pakaian namja buat siapa?" Tanya Seowoo penasaran namun dengan cepat dia menyadarinya.

"Jangan bilang kau ke aparte Jong Woon lagi. Buat apa kau memikirkan orang yang sudah mencampakanmu" kini Jang Seowoo meninggikan suaranya. Wajah putih Seowoo terlihat memerah dia sangat sensitif dengan hal yang berhubungan dengan Kim Jong Woon yang membuat sahabatnya ini sedih.

"Kau masih memikirkannya?" Tanya suara pada sambungan telepon terdengar parau.

"Kenapa kau masih mencari anak itu, apa kau tak puas merasa dicampakan selama ini. Kenapa kau masih mencari anak Sooman itu"

"Eomma aku akan menelponmu lagi nanti malam, annyeong" ujar Geun Young langsung menutup sambungan teleponnya.

"Kau benar-benar" balas Seowoo kesal. Dia bosan dengan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan namja bermarga Kim tadi.

"Aku bawakan kau jjangmyun Woo-ah" balas Geun Young mencoba merayu teman baiknya ini.

"Woo-ah jangan marah padaku. Kau kan sahabatku satu-satunya"

"Kau menyebalkan" ujar Seowoo sambil melempar bantal sofa kamar tamu tepat pada muka sahabatnya ini.

"Arghhh kau nappeun yeoja Seowoo"

"Ting Tong"

"Bukakan pintunya, anggap itu balasan pelemparan bantalmu tadi" protes Geun Young sambil mengonta-ganti chanel televisi yang dianggap membosankannya.

"Arrra"

"Nugu ya?" Tanya Geun Young setelah pintu aparte dengan gaya minimalis ini terbuka.

"Ah aku kira siapa" balasnya lagi sambil tetap menonton televisi. Ya tamu yang datang tepat jam 8 malam ini siapa lagi kalau bukan Lee Hyukjae.

"Aku bawa makanan" teriak Hyukjae menoca menarik perhatian Geun Young.

"Sudahlah dia gak bakal tertarik" balas Seowoo malas. Ya mereka masih dalam keadaan yang tidak bagus dalam hubungan yang sudah berjalan setahun ini. Kalau mereka sedang saling marahan siapa lagi sasaran curhat mereka kecuali Geun Young.

"Aku mau tidur dulu. Ingat jam 10 kau harus pulang Hyukjae, aku gak mau ada gossip aneh dari para ahjumma tetangga sebelah, arraseo?"

"Nde nunna" balas Hyukjae mantap.

"Oh ya kalian jangan terus berantem, aku bosan" ujarnya Geun Young lagi sesaat mematikan televisi.

"Nunna kau masih marah padaku" ujar Hyukjae menyesal.

"Kenapa kau datang kalau tahu aku marah, bocah tak tahu diri" balas Seowoo sambil menghempaskan dirinya ke dalam sofa putih ini.

"Mianhe aku benar – benar menyesal nunna" balas Hyukjae lagi, walau hubungan mereka sudah berjalan setahun lebih namun panggilan nunna tetap selalu digunakannya. Ya kata Seowoo nunna terdengar lebih sexy daripada chaggi. Dasar pasangan aneh.

"Sudah maafkan saja toh yeoja itu kan yang tiba-tiba mencium Eunhyuk diatas panggung" goda Geun Young dari dalam kamarnya.

"Youngie jangan menguping" teriak Seowoo protes.

"Aku tidak mengenalnya nunna. Aku hanya beberapa kali melihat dia saat aku dan Donghae menyanyi di beberapa acara. Bahkan namanya saja aku tak tahu kenapa kau begitu marah. Nunna jangan bertingkah seperti anak kecil terus" ujar Eunhyuk membela diri.

"Ya aku memang kekanakan kenapa kau mau pacaran denganku. Cari saja yeoja yang seumuran denganmu. Kau baru punya sedikit fans saja aku sudah meradang, bagaimana kalau kau nati jadi icon hallyu aku bisa mati cemburu karenamu" Seowoo mencoba tak melihat wajah Eunhyuk, dia sudah lelah selalu seperti ini. Kadang fans Eunhyuk membuatnya marah. Untungnya dia ambil jurusan hukum jadi dia masih bisa mengontrol emosinya kalau tidak apa kata dunia calon pembela hukum menjadi pengacau hukum.

Sejenak tak ada percakapan antara dua kekasih ini seolah mereka kehabisan stok kata-kata di dunia ini. Eunhyuk yang sedari tadi mengambil jarak dengan Seowoo memberanikan diri untuk mendekati kaktus liar ini- kata Donghae monyet satu ini salah memilih bunga. Dia malah memilih kaktus liar. Ya walaupun kaktus liar namun Lee Hyukjae tak dapat berpaling darinya.


"Hanya kau satu-satunya yeoja yang aku kencani lebih dari 12 bulan ini. Aku memang sempat berpaling darimu tapi nyatanya hanya kau tempatku kembali"

Diam lagi-lagi yang dilakukan WooHyuk couple ini. Hanya ada wajah Seowoo yang sedikit menunduk mencoba menyembunyikan tangisnya ini. Ada sisi kuat pasti ada sisi lemah.

"Uljima nunna. Mianhae" ujar Hyukjae sambil meraih Seowoo ke dalam dekapannya. Mencoba menenangkan jiwa yang gusar. Perlahan tangan Hyukjae menyentuh wajah Seowoo mengusap airmatanya yang jatuh sia-sia. Kini jarak antara keduanya semakin menipis membuat deru nafas keduanya saling terdengar.

"YAK PABO YA Jjangmyunnya masih di microwave" teriak Geun young keluar dari kamarnya baru sadar kalau dia masih memanaskan makanan. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat ke arah Seowoo dan Hyukjae.

"Apa aku menganggu kalian?" tanyanya innoncent.

"MOON GEUN YOUNG" teriak keduanya bersamaan.

"Tadi ngambek sekarang udah baikan lagi dasar pasangan labil" ejek Geun Young setelah Eunhyuk pulang , Ya jam sudah menunjukan pukul 10 lebih 5 menit.

"Aishh jinjja kau menyebalkan" balas Seowoo malu.

"Besok malam kau ada waktu Woo-ah?" tanya Geun Young mengalihkan pembicaraan mereka.

"Ada sih. Besok aku kuliah dari jam 10 sampai jam 2. Setelah itu aku free. Waeyo?" tanya Seowoo mulai penasaran.

"Besok malam Junsu mengajakku ke tempatnya café La Corda. Katanya dia akan menyanyi disana" balas Geum Young mencoba menjelaskan situasi yang harus dia hadapi.

"Kalau aku sendirian nanti aku takut orang akan berpikir macam-macam" lanjutnya lagi.

"Pikir kalian itu kekasih. Malahan bagus kan" balas Seowoo mencoba duduk disebelah Geun Young.

"Kalau hanya itu alasannya aku gak akan ikut. Lebih baik aku pulang ke toko ibunya Hyukjae disana sedang ada promosi penjualan akan butuh banyak tenaga. Dan kalaupun aku ikut takutnya akan menggangu kalian berdua" lanjutnya.

"Kami hanya teman Woo-ah seperti aku dan kamu atau aku ke Hyukjae" balas Geun Young mencoba meluruskan pandangan Seowoo.

"Menurutmu iya tapi menurutku Junsu menganggapmu lebih dari seorang teman" ujar Seowoo menyelidik.

"Pandangan matanya berbeda saat melihatmu seperti ada sesuatu ya kau tahu lah apa itu" lanjutnya lagi.

"Kau terlalu banyak menonton drama Woo-ah"

"TING TONG"

"Siapa yang bertamu malam begini. Aku yang akan bukakan pintu" lanjut Geun Young. Apakah Eunhyuk kembali memang apa yang ketinggalan. Yang jelas aku tak pernah berharap dia yang akan datang. Aku sudah terlalu lelah berharap dia kembali disini.

"Nugu ya?"

"EONNI!" teriaknya langsung masuk ke dalam aparte kami. Ya gadis ini Min Sungah.

"Kenapa hari ini terlalu banyak drama percintaan" ujar Geun Young malas pada Seowoo.

"Hush Youngie" balas Seowoo sambil menyenggol pelan lengan Geun Young.

"Gara-gara nae dongsaeng datang ke kelas kalian yang menyebabkan semuanya terjadi dan dia yang membuat masalah ini makin besar" ujar Geun Young mencoba memahami perkataan demi perkataan Sungah. Terlihat Sungah mengangguk pelan.

"Sunny-ah jinjja ishh. Kenapa aku punya dongsaeng yang merepotkan seperti dia" lanjutnya.

"Jangan jangan foto kalian berdua sudah diuplod ke web sekolah?" Geun Young mulai menggoda Sungah lagi-lagi.

"Eonni besok aku gak mau sekolah" Sungah merajuk pada sepupunya ini.

"Anggap saja seperti Playfull kiss drama ciuman tak sengaja kan antara kalian" balas Geun Young sambil sedikit terkekeh.

"AKU GAK MAU KE SEKOLAH" teriak sungah makin menjadi-jadi.


07.30 AM

"Kau benar-benar gak mau ke sekolah. Katanya mau jadi dokter mana ada dokter yang pemalas sepertimu" ujar Seowoo pada sepupu perempuan satu-satunya ini.

"Eonni aku malu. Coba pikir kalau eonni jadi aku" balas sungah masih setia pad pendiriannya.

"Kalau eonnimu memang tak punya malu" balas Geun Young yang langsung dibalas cubitan dari Seowoo.

"Baiklah aku berangkat dulu, aku ada janji dengan temanku pagi ini di kampus" ujar Geun young menyudahi drama pagi ini.

"Oh ya. Tadi aku telpon Kyuhyun katanya dia akan segera datang kesini. Jadi cepatlah berangkat ke sekolah atau kau akan berangkat bersama dengannya hehe" lanjut Geun Young. Sepertinya dia ketularan ke-evilan Kyuhyun.

"EONNI KAU NAPPEUN" teriak Sungah.

Other Place 08.00

"Rencana hari ini kau jamin akan berjalan lancar" ujar suara diseberang sana dengan nada tingggi ia kurang yakin rekannya dpat menjalankan misi ini sesuai dengan harapannya.

"Hyung percayalah padaku. Hari ini kita hancurkan tempat itu tak berkeping" balas seorang namja berambut pirang dengan sebuah anting disisi kanan telinganya.

"Arraseo"


Hujan deras mungkin akan membuatmu gusar

Namun hujan punya cerita lain di setiap sajaknya

Hujan menghubungkan langit dan bumi yang tak pernah menyatu

Membuatnya saling terhubung

Mendekatkan jarak yang membuat suatu cerita

"Ah aku lupa bawa payung" ujar Geun young sesaat setelah bis yang ditumpanginya diterpa air dari langit yang lumayan deras membuat sang supir sedikit mengurangi kecepatan berjalannya.

Jam di tangannya sudah menunjukan pukul 5 sore masih ada waktu 3 jam janjiannya dengan Junsu, namun hujan kali ini sepertinya akan membuatnya sedikit terlambat karena dia harus pulang ke aparte dulu baru ke tempat Junsu.

"Perhentian berikutnya telah sampai" pengeras suara berbunyi tandanya Geun Young sudah sampai pada halte dekat aparte nya.

"Seowoo kau masih di temaptnya Hyukjae?" ujar Geun Young mencoba mencari pertolongan ya mencari orang yang akan membawakan payung ke halte. Tempat tinggal mereka memang kurang dari 700 meter tapi hujan sangat deras.

"Aku sedang dalam perjalanan pulang Youngie. Apa kau terjebak hujan?" tanya Seowoo penasaran karena hujan memang sangat deras saat ini.

"Nde. Aku sudah tiba di depan halte dekat rumah kita"

"Baiklah kau tunggu aku sebentar kurang dari setengah jam aku akan sampai kesana, aku bawa paying kok tenang saja"

"Oke aku tunggu" balas Geun Young sambil mengamati sekitarnya. Banya k kendaraan lalu lalang seperti berkejar-kejaran dengan hujan. Mereka seakan ingin segera sampai tujuan.

"CIIIIIIIIIIIIIITTTTTT" terlihat sebuah truk besar kehilangan kendali berjalan di jalan raya. Truk tadi oleng ke kanan untuk menghentikan lajunya namun naas malah menabrak mini bus yang terparkir di tepi jalan.

"BRAAAAAAK" Tabrakanpun tak terelakan lagi.

Hanya butuh sepersekian detik setelah tabrakan selesai para manusia baik tua muda maupun namja atau yeoja menghentikan langkah mereka mencoba melihat apa yang terjadi pad supir truk dan mini bus tadi.

"Omona" ujar Geun Young mencoba untuk tenang setelah melihat kejadian ini kakinya tak kuasa mengikuti jejak manusia lainnya. Penasaran tentang apa yang terjadi.

"Show Time"

"5, 4 , 3 " Ujar seseorang menghitung mundur namun tiba-tiba hitungannya terhenti. Pandangannya mengarah pada seorang gadis yang sangat familiar untuknya.

"Pabo ya minggir" teriaknya sambil menarik gadis itu keluar.

"DUAAAAARRRRRRRRRRRR"

Ledakan hebat terjadi mobil yang ditabrak truk tadi tiba-tiba meledak membuat orang- orang yang berkumpul mengerubungginya ikut terlempar.

"Kelinci bodoh bangun" teriak namja ini kuatir.

"Kau" ujar Geun young masih dalam keadaan belum sadar sepenuhnya. Terlihat samar samar seorang namja berkulit putih pucat dengan rambut pirangnya menatap Geun young sendu.

"Kau"

"Jong woon"

"Sejauh kau menghindariku pada akhirnya kau akan tetap menatapku"

TO BE CONTINUE