CHAPTER 12

THE TRUTH.

Sampai di pondok, Keiji memperban kaki Aomine lagi. "Patah tulangmu sangat parah. Untuk sementara kamu harus istirahat dulu sampai kakimu sembuh." katanya. Aomine hanya bisa mengangguk lemas. "Ki-chan bagaimana? Apakah dia tersesat? Hiks..hiks.." ujar Momoi yang sejak tadi menangis. Semuanya hening. Tidak ada yang menjawab. "Hah.. Kalian tahu. Sebenarnya ada yang harus aku katakan pada kalian," Keiji memasukkan peralatan medisnya ke dalam kotak. "Kalian tahu, kenapa Kise tidak kembali pada malam hari dan kembali pada pagi hari?" tanya Keiji. Yang lain hanya menggeleng-geleng dan mengangkat bahu. "Jadi begini.. Kalian ingat luka Kise yang ada di lehernya karena digigit seekor anjing rabies waktu itu?". "Ya," mereka jawab bersamaan. "Sebenarnya, Kise sudah tertular oleh virus dari anjing rabies itu. Jadi.." ucapan Keiji terputus saat Kuroko bertanya. "Jadi, sebenarnya.. Kise-kun berubah menjadi anjing rabies?" tanya Kuroko sambil bangkit berdiri. Keiji mengangguk pelan. Sekarang semuanya tersadar. "Oh.. Aku masih ingat waktu melihat anjing itu. Jenisnya Golden Retriever, dengan mata berwarna kuning, gigi panjang-runcing, cakar yang panjang dan tajam, dan anjing itu juga mempunyai poni. Poninya sangat mirip dengan Kise. Jadi sebenarnya, yang menyerangku waktu itu adalah Kise?" kata Aomine tersadar. "Ya. Benar." kata Keiji sambil bersandar. "Te-terus.. Anjing yang menyerangku waktu aku dan Murasakibara ke kamar mandi.. I-itu, juga Kise..?" Midorima tergagap-gagap. "Ya." jawab Keiji singkat. "Sebenarnya kalian digigit pada sisi yang aman, karena jika yang digigit adalah leher kalian, kalian juga bisa menjadi seekor anjing rabies seperti Kise." lanjut Keiji. "Jadi sekarang harus bagaimana?" tanya Alex sedikit panik.

"Kita harus menyembuhkan Kise dari virus rabies itu sekarang juga," kata Keiji. "S-se.. Sekarang? Ta-tapi dia sangat berbahaya!" pekik Midorima. "Ya. Dan kau lihat. Apa yang dilakukannya terhadap tanganku!" Murasakibara menunjukan tangannya yang diperban. "Lalu dengan cara apa kita bisa membuatnya kembali seperti semula? Maksudku, supaya Kise tidak akan menjadi seekor anjing rabies lagi selamanya." sahut Himuro. Keiji tidak menjawab. Dia begegas menghampiri koper dan tas gunungnya. Kemudian ia mengambil sesuatu. Sebuah senapan! "Kita bisa menyembuhkannya, dengan menggunakan ini," Keiji menunjukan senapan. "Tunggu dulu. Maksudmu, kau menginginkan supaya kita bisa membunuh Kise dengan menggunakan senapan?" tanya Akashi tidak yakin. "Bukan. Tapi aku akan menembakannya dengan obat bius ini. Sebenarnya, obat ini sudah lama aku buat dan tidak pernah aku pakai. Tapi kelihatannya masih berfungsi." Keiji memegang sebuah obat bius kecil berwarna hijau. "Aku masih punya 2 senapan lagi. Jika kalian mau membantuku ambil saja untuk bersiap-siap." lanjut Keiji. "Wow! Aku tidak menyangka! Kau punya banyak senjata. Apakah kau suka berburu?" tanya Alex kagum. "Umm.. Tidak. Tapi aku membawanya buat berjaga-jaga jika ada hewan buas." jawab Keiji memasukan obat bius ke dalam senapan itu.