Between us

Disclamer : Kurobas selalu milik Fujimaki Tadatoshi-Sensei

Cast : Akashi, Generation of Miracle, OC

Genre : Semi-Canon, Romance, Friendship, Hurt and Comfort

Rate : PG 15

Summary : Ini merupakan Sequel dari My Daily Activity, masih ada yang inget? Semoga minna-san pada inget ;). Babak baru kehidupan SMA Hotaru dan Kiseki no Sedai telah dimulai setelah pertandingan di Winter Cup berakhir.

Note: jika tanda 'titik spasi tiga kali' maka itu sudah memasuki cerita sebenarnya alias bukan previous lagi :D, selamat membaca minna-san!

Previously,

Tap..Tap..

Akashi berjalan dengan cepat menuju mobilnya, ia pun masuk ke dalam mobil. Sopir pribadinya hanya bisa menatap heran kenapa wajah tuan mudanya ini selalu terlihat badmood ketika pergi ke manapun atau setelah pergi dari manapun.

"Seijuuro-sama, apakah Anda langsung ingin pulang?". Tanya sang supir

"Hai, aku ingin segera pulang dan tidur. Tolong berkendara lebih cepat Suzuki-san!". Jawab Akashi lalu mobil itu pun berjalan sesuai dengan kecepatan yang Akashi inginkan.

Akashi Seijuuro menatap langit malam di awal tahun baru melalui jendela kaca mobilnya, ia tahu kalau saat ini dirinya sedikit pengecut mungkin dia lebih suka jika yang bertindak ini adalah dirinya yang satu lagi pasti bisa membuat Hotaru mengerti tapi karena dirinya yang satu lagi pula Akashi Seijuuro juga kehilangan Hotaru.

'Hotaru, apa saat ini kau sedang menguji perasaanku?'.

Batin Akashi

.

.

.

Chapter 12 : Growing Pains!?

.

.

.

Saat ini Hotaru dan Kagami masih ada di kuil Sensoji padahal waktu sudah menunjukan pukul 3 dini hari, walaupun suasana di kuil Sensoji masih ramai mereka masih asyik berlama – lama dikuil itu. Hotaru dan Kagami juga bertemu dengan Midorima serta Takao secara kebetulan disana, mereka berempat memutuskan untuk menikmati suasana tahun baru bersama.

"Mikaido, aku tak tahu kalau kau juga datang ke kuil ini nanodayo, akimashite omedetto nanodayo!". Midorima sedikit terkejut saat melihat Hotaru sedang membeli jimat.

"Ara, Midorima-kun hisashiburina! Aku setiap tahun selalu datang ke kuil ini koq, hanya saja biasanya aku datang bersama Seara nee-sama atau Misaki-chan. Akimashite omedetto". Hotaru tersenyum

Midorima hanya bisa menghela nafas sejenak, "Kau membeli jimat apa nanodayo? Bukan berarti aku ingin tahu juga nanodayo!".

Hotaru hanya tertawa pelan, "Hahaha, aku hanya membeli jimat keberuntungan".

"Souka, mungkin kau harus membaca peruntunganmu di Oha-Asa agar kau tidak kena sial pada hari pertama ditahun baru ini nanodayo!".

"Tenang saja Midorima-kun, aku akan beruntung tahun ini!". Ucap Hotaru sambil memberikan double tumbs-nya ke Midorima

"Mikaido, kau kesini dengan siapa nanodayo? Bersama Akashi?". Tanya Midorima

"Akashi-kun? Iie, aku datang kesini bersama Kagami-kun bukan dengan Akashi-kun". Jawab Hotaru terkejut

"Kagami? Dimana dia nanodayo?". Selidik Midorima

"Ah, Kagami-kun sedang membeli minuman disekitar sana!". Sambil menunjuk ke arah stand dimana Kagami berada, "Kenapa Midorima-kun mengatakan kalau aku pergi dengan Akashi-kun?". Tanya Hotaru bingung

"Tadi itu Takao melihat Akashi ada disini nanodayo! Jadi aku kira kau pergi bersamanya Mikaido". Jawab Midorima

Mendengar perkataan dari Midorima, Hotaru sedikit terkejut ia tak mengira bahwa Akashi akan datang ke kuil Sensoji ini, dimana kuil ini memiliki banyak kenangan manis bersama Akashi.

.

.

Flashback Start..

Malam musim panas itu, ada sepasang anak manusia yang datang ke festival yang ada kuil Sensoji. Mereka adalah Akashi Seijuuro dan Mikaido Hotaru, malam itu suasana festival sangat ramai, Hotaru yang sangat cantik menggunakan yukata berwarna pink dengan motif flower-nya serta Akashi yang menggunakan celana panjang hitam dan kaus lengan pendek berwarna biru tua. Mereka berjalan bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih yang dimabuk asmara.

Manik emerald itu memandang seluruh isi festival itu dengan kagum, "Sei, menurutmu festival tahun ini lebih meriah kan?". Tanya Hotaru sambil menoleh kearah Akashi.

Namun Akashi Seijuuro hanya mengabaikan pertanyaan dari Hotaru dan membuat Hotaru kesal tingkat dewa, "Mou, Seijuurou! Aku sedang berbicara denganmu! Kenapa kau mengabaikanku?". Kesal Hotaru dengan berusaha mengembungkan kedua pipinya.

Akashi menoleh kearah Hotaru dan mendekatkan wajahnya ke Hotaru, "Yeah, aku tahu kau berbicara kepadaku Hotaru".

Tangan kiri Akashi malah mengenggam erat tangan kanan dari Hotaru, "Kau tahu Hotaru semakin ramai acara festival semakin sulit aku mencarimu jika kau menghilang!".

Hotaru menatap Akashi dengan kesal, "Maksudmu apa Seijuurou!?".

Kemudian tangan kanan Akashi memegang kepala Hotaru, "Baka! Kalau kau hilang Naoki Ji-san bisa membunuhku karena membuat putri kesayangannya ini menghilang!". Akashi mengusap – usap lembut kepala Hotaru dan tersenyum.

"Mou, jangan acak – acak rambutku nanti hiasan rambutku jatuh Seijuurou!". Hotaru berusaha menepis tangan Akashi dan berusaha mencari hiasan rambut yang ada dikepalanya.

"E-eh apakah hiasan rambut itu lebih berharga dariku Hotaru?".

"Tentu saja lebih berharga hiasan rambutku! Ini hadiah dari obaa-sama asal kau tahu!".

Mereka berdua berjalan di festival itu sambil bergandengan tangan juga sesekali bercanda, hampir seluruh stand mereka datangi mulai dari Okonomiyaki stand hingga permainan tembak – tembakan yang bisa mendapatkan hadiah.

"Hotaru, kau mau mencoba permainan itu?". Tunjuk Akashi kearah stand permainan tembak – tembakan itu, "Boleh".

Mereka mendatangi stand itu, lalu Akashi mulai mencoba permainan yang menggunakan senapan itu. Banyak para pelanggan atau orang yang berkunjung di festival itu melihat Akashi yang sedang melakukan permainan itu, mungkin mereka takjub dengan ketampanan seorang Akashi Seijuurou atau mungkin iri dengan kemesraan Hotaru dan Akashi pada saat itu.

"Sei, kau harus berhasil menembak nomor urut 7 itu, aku sudah mengincar lama seri action figure gundam itu! Karena aku paling tidak bisa melakukan permainan itu jadi aku mohon Seijuurou!". Hotaru berusaha menyemangati Akashi

"E-eh? Kalau aku berhasil mendapatkannya kau mau memberiku hadiah apa Hotaru?". Akashi tersenyum jahil sambil fokus untuk menembak ke arah undian nomor 7 itu.

Lalu Hotaru mendekatkan wajahnya ke arah Akashi dan membisikan sesuatu ke telinganya Akashi, "Aku akan membuatkanmu bento selama seminggu, bagaimana Seijuurou?". Bisik Hotaru lalu Akashi hanya tersenyum.

"Hai, aku pegang janjimu Hotaru!". Akashi pun berhasil menembak ke sasaran yang dituju dalam sekali percobaan setelah melakukan negosiasi singkat dengan Hotaru sebelumnya, saat Akashi berhasil mendapatkan hadiah yang Hotaru inginkan. Hotaru tiba – tiba langsung memeluk Akashi.

"Kya~ Seijuurou kau benar – benar penyelamatku!". Akashi hanya bisa tersenyum ketika Hotaru memeluknya didepan stand tersebut.

Flashback End..

.

.

Midorima terkejut ketika melihat Hotaru terdiam setelah ia mengatakan Akashi belum lama ini ada di kuil ini juga, pemuda bersurai go green ini sepertinya menangkap ada sinyal – sinyal masalah antara Hotaru dan Akashi.

"Mikaido, daijoubuka nanodayo?". Tanya Midorima

Hotaru langsung sadar dari buyaran lamunannya sejenak saat mendengar suara Midorima, "Hai, daijoubuyo Midorima-kun. Aku hanya teringat sesuatu saja".

Hotaru mencoba tersenyum namun Midorima malah menatapnya dengan penuh curiga, "Mika-.." baru saja Midorima mau bersuara tapi sudah ada Kagami yang tiba – tiba datang menghampiri mereka.

"Midorima, kenapa kau ada disini!?". Kagami terkejut melihat sosok shooting guard dari Shuutoku tersebut.

"Apa maksudmu? Aku bisa ada disini nanodayo!?". Muncul sudah perempat siku yang ada di dahi Midorima, sepertinya Kagami dan Midorima itu tipikal orang yang sulit disatukan.

"Maa - maa, kalian ini tidak perlu bertengkar!". Hotaru mencoba melerai dua pemuda berberda warna rambut ini, "Kagami-kun, apa ada yang salah jika Midorima-kun bisa ada disini?".

"Iie, hanya aku kaget saja bisa bertemu Midorima disini". Kagami masih menatap Midorima seperti tatapan orang yang tidak diharapkan kedatangannya.

"Oh ya, Midorima-kun dimana Takao-kun?". Manik emerald Hotaru mencari – cari sosok point guard Shuutoku itu yang tidak terlihat disekeliling ramainya kuil Sensoji.

"Entahlah aku juga tidak tahu dimana Bakao itu nanodayo!". Midorima tampak cuek saat patnernya itu menghilang.

"Mikaido, bukannya aku mau ikut campur tapi sepertinya kau tak perlu menghindari Akashi lebih jauh lagi! Jaa ne!". Ucap Midorima lalu Midorima meninggalkan Hotaru yang terdiam dan Kagami yang tak mengerti ucapan dari Midorima.

'Oe oe, apa maksud dari Midorima!?'. Batin Kagami

Pemuda bersurai gradasi itu termengun ketika melihat Hotaru langsung terdiam setelah Midorima pergi, lidahnya seperti kelu ketika ia ingin mencoba bertanya apa yang terjadi kepada Hotaru.

"Mikaido". Panggil Kagami, Hotaru langsung terkejut dan menoleh ke arah Kagami, "E-eh? Kagami-kun nani?".

"Iie, lupakan saja Mikaido. Kau tidak ingin pulang? Ini sudah mau pagi. Oh ya, Akimashite omedetto Mikaido, mohon bantuannya untuk tahun ini!". Kagami memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh tentang keadaan Hotaru, mungkin ia akan berkonsultasi kepada Kuroko tentang ucapan dari Midorima tadi.

"Soudane, Akimashite omedetto! Soshite kaero Kagami-kun!". Kemudian Hotaru dan Kagami meninggalkan kuil Sensoji dan pulang kerumah masing – masing, awalnya Kagami berniat untuk mengantar Hotaru untuk pulang kerumahnya tapi Hotaru menolak dan memilih pulang sendiri menggunakan taksi. Kagami tak bisa memaksa Hotaru dan hanya bisa meminta supir taksi itu mengantar Hotaru ke rumahnya dengan selamat.

.

.

Kagami POV

Setelah sampai di apartementku, aku masih bingung dan tidak mengerti apa maksud dari Midorima teme itu! Apa maksud dari Mikaido menghindari Akashi? Memangnya ada hubungan apa antara Akashi dan Mikaido itu? Koq, aku jadi penasaran. Mungkin lebih baik aku mencoba bertanya kepada Kuroko lewat e-mail.

To : Kuroko Tetsuya

Subject : Help!

Text : Oi Kuroko! Boleh aku bertanya? Sepertinya sulit jika dijelaskan di e-mail, apa kita bisa bertemu di majiba siang ini? Pukul 3 sore juga tidak apa – apa, karena aku ingin bertanya sesuatu yang penting. Ku mohon Kuroko!

Setelah mengirim pesan kepada Kuroko, aku mencoba tidur sejenak setelah semalam bergadang untuk pergi ke kuil Sensoji. Mungkin saja Kuroko akan membalasnya pada siang nanti.

Kagami POV End

.

.

Hari pertama di tahun baru sudah datang, setelah semalaman Akashi membanting semua barang yang ada di kamarnya untuk melampiaskan emosinya yang tak tersampaikan, saat ini Akashi sedang duduk dikasurnya. Kamar Akashi terlihat sangat berantakan dan juga mengerikan dimana semua buku berhamburan dilantai, beberapa pecahan gelas, vas bunga, ataupun botol parfum kaca yang sengaja ia banting hingga berserakan dimana - mana.

Akashi Seijuurou sepertinya tak sadar kalau kebiasaan buruk melampiaskan emosi kepada benda – benda ini akan menyulitkan para pelayan dirumahnya untuk membersihkannya.

Sejak kecil Akashi Seijuurou tak pernah bisa menyampaikan emosi dengan baik karena ia selalu didik sebagai pewaris tunggal dari keluarga yang diktator membuatnya sering melakukan hal diluar batas ketika emosinya sedang memuncak, ia tak akan segan – segan melemparkan benda apapun ke orang lain biarpun orang itu tidak bersalah sekalipun.

Sudah banyak orang yang nyaris kena korban insiden acara lempar masal dari Akashi Seijuurou, maka dari itu semua pelayan yang sudah lama berkerja di rumah keluarga Akashi itu sudah paham bagaimana menyikapi ketika tuan mudanya sedang ada diambang batas emosinya yang akan meledak dengan menyingkir atau tidak mengganggu tuan mudanya itu.

Saat ini, Akashi memandang handphone sejenak melihat semua kontak pribadi seseorang yang bisa ia minta tolong bantuannya, setidaknya membuat Hotaru tidak menghindarinya walau hanya sekali tapi sampai saat ini Akashi tidak tahu siapa yang harus ia hubungi.

"Misaki? Sepertinya menghubungi Misaki adalah pilihan terakhir. Siapa seseorang yang gampang aku ajak kerjasama dan mudah bisa mengajak Hotaru berbicara denganku?".

Akashi terus berpikir dan mengotak – atik handphonenya itu untuk mencari nama seseorang yang mudah ia ajak kerjasama, namun otaknya yang pintar itu tetap tidak bisa menemukan solusinya.

.

.

Berbeda kondisi antara Akashi dan Hotaru, dimana Akashi sedang sibuk memikirkan siapa seseorang yang bisa ia ajak kerjasama untuk sekedar mempermudahkan ia berbicara dengan Hotaru tapi disisi lain Hotaru cuma bisa termengun bingung ketika mendengarkan ucapan dari Midorima, ia merasa bahwa sikapnya selama ini kekanak – kanakan yang selalu main kucing – kucingan dengan Akashi tapi apakah ada orang yang bisa mengerti perasaan dia yang sudah dibuat seperti jet coaster oleh Akashi.

Hotaru mengambil sebuah album yang ada di dalam nakas disebelah ranjangnya, ia membuka album itu dan melihatnya kembali dengan tatapan sendu. Hotaru memaksa otaknya kembali memutar semua memori indahnya bersama keluarganya, teman – temannya, dan bahkan bersama Akashi.

Setiap tahun, Hotaru selalu melakukan kegiatan ini di awal tahun baru, setelah Akashi menolak perasaannya ketika di penghujung musim dingin ketika tahun keduanya di SMP Teiko. Hanya dengan melihat seluruh kenangannya, Hotaru bisa mencoba tersenyum dan bangkit dari keterpurukannya.

"Kau tahu Seijuurou, jika aku bisa berbicara denganmu walau sekali saja. Aku ingin mengatakan sesuatu untukmu 'Mungkin jika hanya hati yang kau sayat terluka, mungkin aku bisa mudah melupakan segalanya tentangmu tapi ini semua tentang kenangan kita yang tersimpan didalam kepalaku tak akan pernah hilang! Ketika aku mulai menjauh darimu, kau malah sengaja mengejarku kembali Seijuurou!' aku ingin bisa mengatakan itu semua kepadanya tapi lidah ini terlalu kelu untuk mengucapkannya kami-sama".

Bagi Hotaru untuk mencoba kembali bersama Akashi itu lebih terasa sulit dibandingkan mencoba untuk melakukan kegiatan yang pernah ia lupakan seperti basket.

Dddrtt...Ddrrtt...

Handphone milik Hotaru bergetar diatas ranjangnya, dengan cepat ia mengambil handphone tersebut dan mencoba mengangkat panggilan yang masuk melalui handphone-nya itu.

"Moshi – moshi, Sacchan ada apa meneleponku?".

'Mika-chan, etto akimashite omedetto!'.

"Ah, akimashite omedetto Sacchan!".

'Ano nee~ Mika-chan bagaimana kalau besok kita bertemu di majiba? Soalnya Ki-chan ingin bertemu dengan Mika-chan juga, ada Aomine-kun juga koq besok tenang saja!'.

"E-eh? Akan aku usahakan besok untuk datang! Memangnya ada acara apa Kise-kun mengajak kita bertemu?".

'Entahlah, Mika-chan tapi Ki-chan bilang hanya pertemuan biasa setelah tahun baru! Intinya Mika-chan harus datang! Aku juga sudah mengajak Misa-chan untuk datang besok! Jaa Mika-chan'. Belum sempat Hotaru menjawab Momoi sudah memutuskan sambungan teleponnya.

Hotaru tidak mengerti, sejak kapan ada acara reuni saat tahun baru begini? Tapi Hotaru tak mau memusingkannya, ia ingin menghargai Momoi dan Kise yang repot – repot mau mengundangnya dan mungkin ia akan datang kesana. Hitung – hitung sebagai hiburan dan temu kangen dengan beberapa teman SMP-nya dulu.

Hotaru tidak tahu bahwa pertemuannya esok dengan Momoi, Kise, dan Aomine adalah pertemuan kecil dengan seluruh anggota Kiseki no Sedai. Yang berarti Hotaru akan kembali bertemu dengan Akashi.

TBC...

Note : Hola~ Ichi berhasil update kilat seperti angin, ini semua berkat ide mengalir dan juga dukungan dari kalian semua! Pokoknya Minna-san jangan lupa RCL yah! *bow*