Profile Character:
1) Miyuki Tsuburaya
Umur: 14 tahun
Tinggi: 138 cm
Berat badan: 41 kg
Ukuran dada: A
Ras: -/- (Unknown)
Rambut tipe: berwarna biru panjang (human form) dengan Poni menyisir kesamping di atas alis mata (Preshippuden arc)
Personalita: Ceria, Bersahabat, Mudah menangis, dan sangat peduli dengan sesama teman
Penampilan: Pakaian kasual yang terdiri dari kaos hitam dilapisi jaket abu-abu dan mengenakan celana berwarna biru mirip dengan rambut birunya.
2) Satsuki Uchiha
Umur: 14
Tinggi: 139 cm
Berat badan: 43 kg
Ukuran Dada: B cup
Ras: Manusia
Rambut tipe: Berwarna Hitam panjang, dengan model menyisir lurus diatas alis mata, lalu di biarkan rambut samping melurus hingga sebatas pundak (Preshippuden arc)
Warna Mata: Coklat
Personalita: Dingin tidak berekspresi terlalu banyak, Setia, Mudah terbawa akan hasutan, mudah menangis jika mengenai hal masa lalu
Penampilan: pakaian kasual normal memakai baju kemeja putih diikat dasi merah mengenakan rok berlipat dengan tinggi hingga pahanya. Dan dilapisi pant stocking hitam.
3) Naruto Uzumaki (Aka in past life Greates Agent)
Umur: 14 (46 tahun)
Tinggi: 140 cm
Berat badan: 46 kg
Ukuran dada: -/-
Ras: Manusia
Rambut tipe: hitam lurus dengan rambut samping cukup panjang, menyisir membentuk kerucut hingga melewati diantara mata, dengan rambut bagian belakang diikat
Personalita: -/- (tidak ada yang tahu seperti apa sifat sebenanya)
Penampilan: Pakaian kemeja putih diikat dasi merah dengan celana hitam.
Arc 3. Road to Shippuden.
Lecture 11. Mages
Selama di perjalanan pulang dari Nami no Kuni semua berjalan dengan semestinya. Semua hanya keheningan dan tidak terlalu spesial mengenai hal itu.
Albert juga hanya tetap diam selama diperjalanan dan Kakashi juga tetap diam. Naruto dan kedua gadis kali ini tetap memilih diam untuk pertama sekali.
Ketika gerbang desa sudah terlihat dan itu sebuah pertanda jika akhirnya misi selesai. "Baiklah... Naruto, Satsuki , Miyuki. Kalian bertiga langsung saja istrahat. Aku dan Albert akan melapor pada hokage" ketiganya tetap diam dan mengangguk lalu melangkah menjauh.
"Sampai jumpa besok..." Miyuki melambaikan tangan pada kedua sahabatnya. Dengan segera Miyuki menuju rumah dan kembali beristirahat dengan tenang karena sudah tidak kuat dengan semua hal ini.
Naruto dan Satsuki juga kembali ke rumah masing-masing demi mengistirahatkan tubuh yang sudah lelah. Bayangkan saja misi 7 hari 6 jam 45 menit dikelilingi hal gila membuat tubuh dan mental tentu lelah.
Bersama Naruto.
Naruto saat tiba di depan rumah mulai memikirkan ulang mengenai tawaran Albert untuk menuju kerajaan asing. Dan juga mengenai menjadi guru untuk beberapa tahun mungkin tidaklah terlalu buruk.
"Baiklah... Lebih baik aku beristirahat"
"Tadaima" Naruto menyapa saat masuk kedalam rumah.
"Huuuuah" Naruto mendesah lalu melirik Noel yang ceria menyambut.
"Okaerinasai... Noel onee-san." Naruto tersenyum kembali. Dan kemudian duduk di meja makan.
"Naruto-sama... Bagaimana kabar anda? Anda kelihatan buruk sekali"Noel memberikan segelas air untuk Naruto. Sementara itu Naruto hanya membaringkan kepalanya di meja seperti orang stress.
"Ya... Aku sangat lelah dan ingin sekali mati seperti orang lain" Naruto hanya mengatakan dengan bercanda namun nampaknya hal itu tidak berlaku bagi Noel.
"Apa...!... Naruto-sama... Anda pasti sedang sakit berat!" Noel mulai kesana dan kemari mencari kotak medis untuk merawat Naruto.
"Noel onee-san aku baik-baik saja!" Naruto langsung bangkit ketika Noel mulai seperti orang panik, tidak Noel kali ini memang panik.
"Sudah aku katakan aku baik-baik saja onee-san!" Naruto mulai panik ketika noel dengan wajah menakutkan memegang jarum suntik.
"Sudah diam saja Naruto-sama..." Kali ini wajah Noel semakin menakutkan karena tertutup bayangan dan mata yang bersinar.
"A... Ano.. Nee-san.. Aku benar-benar baik..." Nada Naruto semakin pelan ketika noel maju dan semakin dekat. Kali ini Naruto harus cepat mundur jika tidak ingin sasaran serangan suntik itu.
"Jangan Lari Naruto sama!" Noel mengejar Naruto yang berlari berputar di meja.
"Apa kau bercanda!" Naruto membalas dengan panik ketika melihat wajah menakutkan Noel masih mengejar Naruto.
"Kena kau!" Noel berhasil mengangkap Naruto yang tidak sengaja terpeleset jatuh dan Noel memandang Naruto dengan bahaya.
"Sekarang diamlah!" Noel langsung menusuk jaruk itu.
Naruto kemudian menyerang titik lemah noel. "Kyah!" Noel memerah dan bergetar ketika ekor kucingnya berhasil di pegang Naruto.
"Hahaha... Aku sekarang pemenangnya" Naruto tertawa ketika melihat wajah Noel yang memerah dan terus bergetar.
"Nah... Onee-san. Bisa jauhkan suntik itu" Naruto mengancam dengan bermain-main menggunakan Ekor Noel.
"Na... Naruto-sama... Aku mohon hentikan kudasai" Noel mendengkur bagaikan kucing ketika Naruto masih bermain-main dengan ekor noel.
"Ehehe... Jauhkan dulu suntik itu" Namun noel masih memegang jarum suntik itu sehingga Naruto mulai mengelus-elus ekor Noel.
"Masih sanggup melawan?" Noel mulai mendesah membuat wajah Naruto yang sebenarnya berusia 40 tahun lebih menjadi ikut memerah.
"Jauhkan dulu itu" Namun ketika melihat wajah Noel yang seperti itu. Alhasil Naruto mendesah, dan memilih untuk melepaskannya.
"Jadi. Bisa hentikan itu... Kyah!" Naruto saat berbalik badan sangat terkejut akan serangan dadakan Noel yang menyerang menggunakanJarum.
"Janga harap kau bisa pergi dengan mudah Naruto-sama." Noel memandang dengan tajam. Naruto menahan tangan Noel dengan kedua tangan berusaha agar tidak terkena serangan.
'Kuat sekali tenaganya' Naruto tidak percaya jika tenaga Noel melebihi perkiraan Naruto. Bagaimana tidak Naruto harus berjuang untuk mencegah jarum menyentuh kulit.
Namun karena Naruto terus mundur kebelakang dan akibatnya Noel dan Naruto terjatuh bersama-sama. Posisi mereka terjatuh juga menyebabkan orang lain akan mudah salah paham. Naruto terjatuh dengan posisi menindih tubuhnoel.
"Noel suara apa itu jangan bilang jika..." pembantu lain melihat posisi keduanya mulai terdiam.
"... Maafkan mengganggu!" Pembantu itu melarikan diri dengan wajah memerah.
"Tunggu! Ini salah paham!" Naruto menggelap dibagian mata ketika melirik tangan kirinya tertusuk benda tajam. Dan ketika melihat wajah Noel yang tersenyum licik, Naruto menyadari jika dirinya sudah tertusuk jarum suntik.
Mata gelap dan diikuti tawa kemenangan. Naruto hanya mengumpat lalu jatuh pingsan.
Naruto tertidur cukup lama akibat obat yang mengandung efek bius cukup lama, Naruto tertidur dengan Noel yang merawat Naruto hingga beberapa jam kedepan.
Pagi hari
Pagi datang cukup terang menyinari sekitar ruangan kamar.
Seorang anak laki-laki tertentu sedang tertidur dengan menggumamkan suatu hal anak itu terbangun.
Naruto uzumaki. (143 cm. Berat 45 kg. Warna mata; Biru, Warna rambut; Hitam. Pakaian aktivitas; Kemeja putih diikat dasi merah tidak sampai keatas lalu dilapisi celana hitam)
Naruto berusaha bangun ketika suasana pagi menyentuh matanya. Dengan menggosok mata lalu memilih memejamkan mata lagi. Naruto ingin sekali tertidur kembali karena ini adalah dayoff jadi dia bisa menikmati liburan hari ini.
Pov
Aku ingin sekali kembali tidur. Namun entah kenapa tubuhku terus menerima hawa panas. Apakah ini artinya jika aku masih kepanasan?
Naruto kemudian tertidur lagi dan lagi-lagi hawa panas itu membuat tubuhku ingin sekali membuka selimut. Karena hal itu, aku terpaksa bangun. Aku bergerak kesana dan kemari berusaha mendapatkan ruangan di kasur.
(Sfx meremas)
"Kyah!" Aku merasakan sesuatu yang lembut di jariku. Dan aku juga mendengar jeritan kecil yang aku sendiri tidak asing di telingaku.
'Apa ini?' aku bertanya-tanya ketika benda aneh ini sangat lembut berada di jari kiriku. Saat aku berusaha menggerakkan tangan kananku alhasil aku memegang suatu hal yang kecil namun halus penuh bulu.
?
Aku bingung dan ketika aku meremas hal aneh dikedua tanganku untuk sekali lagi.
"Kyah!"
Jeritan kecil dan saat itu juga aku langsung sadar apa itu. "Uah... Noel? Apa yang kau lakukan di kamarku!" Aku bertariak pada Maid yang ikut bangun. Noel ternyata tertidur bersamaku sepanjang malam.
Jujur aku mulai mendesah melihat tingkah Noel yang mulai bersikap aneh padaku. Aku hanya mendesah lelah dan memilih menuju kamar mandi dan bersiap. Hari ini kami bertiga akan melaksanakan latihan untuk pertama sekali.
Aku menggosok gigi dan mandi lalu mengganti baju. Tidak ada yang spesial sama sekali bahkan pakaianku juga tidak ada yang spesial hanya kemeja putih seperti biasanya. Dan tidak lupa sarung tangan putih aku kenakan agar energiku terus bertambah.
"Noel onee-san sangat aneh" Aku mulai menggumamkan kalimat itu ketika menuju meja makan. Dam seperti dugaanku jika Noel mulai aneh karena dia menyiapkan makanan dengan wajah memerah dan senyuman yang berbeda.
"Naruto-sama Ganbatte kudasai" Noel melambaikan tangan ketika aku sudah didepan pintu keluar.
Aku kemudian tersenyum "Ittekimasu... Noel" aku memutuskan untuk memanggil namanya saja.
"Eh..." Noel mulai memerah akan sesuatu dan aku hanya tersenyum lalu melambaikan tangan pergi ke lapangan pelatihan 7.
Selama diperjalanan aku penasaran mengenai materi apa yang akan kami pelajari nanti. Mengingat kakashi mengatakan jika Albert akan membantu dalam pelatihan.
Saat diperjalanan dua gadis yang aku kenal memanggilku. "Naruto... Ohayou" Miyuki menyambut dengan ceria. Miyuki memakai pakaian kasual yang terdiri dari kaos hitam dilapisi jaket abu-abu dan mengenakan celana berwarna biru mirip dengan rambut birunya.
Di lain sisi. Satsuki memakai baju kemeja putih diikat dasi merah mengenakan rok berlipat dengan tinggi hingga pahanya. Dan dilapisi pant stocking hitam.
"Yoish... Ohayou" Aku membalas sapaan mereka dan kami pun berangkat menuju tempat pelatihan. Agak sulit sekarang jika di pertempuran tanpa Yoko. Yoko adalah roh penjaga milikku, namun akibat pertempuran terakhir yoko harus tertidur di dimensi lain dan bisa aku hubungi sesekali.
"Bagus kalian sampai juga" Albert sudah menunggu kami dengan pakaian kemeja putih dilapisi blazer jubah berwarna biru.
Kakashi seperti biasa dia akan telat dengan alasan tidak berguna.
Pov ed
"Baiklah sekarang aku akan melatih kalian... Kalian mungkintidak tahu siapa aku. Jadi mari aku perkenalkan ulang. Aku Albert Number 7. Magedari kerajaan Alborz. Kemampuanku adalah menembakjarak jauh" Al ert kemudian mengeluarkan demonstrasi yang membuat ketiganya terkejut bukan main.
"Sekarang aku akan melatih kalian cara menyempurnakan teknik Sihir yang kalian berhasil kembangkan sendiri" Albert memandang kami dengan serius. Ketiganya pun memandang Albert dengan serius karena ini adalah pelajaran menarik dari guru yang menarik.
Pelatihan berjalan normal dan Naruto juga sedikit kesulitan menyempurnakan teknik yang menjadi andalan Naruto.
"Lima elemen pemegang kendali akan alam..." Naruto menepuk kedua tangan lalu mengulurkan tangan kiri sementara tangan kanan tergenggam.
"... Alam penghancur datanglah. Lightning Burst" Naruto mengeluarkan energi dalam jumlah masal ketika kedua tangannya terulur kedepan.
Laser cahaya sangat besar berjalan dam membuat lubang besar mengarah ke hutan yang terkenahingga jarak 1 km. Saat selesai Naruto langsung terbaring karena kehabisan energi.
Miyuki dan Satsuki membantu Naruto duduk dengan benar. Lalu Albert menyaksikan dampak dari serangan barusan. Setelah 5 jam berlatih cara agar dapat mengucapkan mantra singkat tanpa mengubah teknik itu sendiri, dan penyempurnaan imajinasi teknik yang akan dikeluarkan. Akhirnya kali ini Naruto merasa tenik mematikan ini sudah sempurna sekarang tergantung dari penilaian sang ahli.
Pria berambut biru panjang itu memejamkan mata sejenak. Lalu melihat kearah Naruto. "Sudah cukup baik. Hanya saja kau bermasalah dalam penggunaan energi dalam pengeluaran teknik itu. Selanjutnya kau Satsuki " Albert melirik kearah gadis berambut hitam panjang tertentu.
"Dewi perang, berikan senjata dikedua tanganku" Satsuki berhasil merubah kalimat pemicu agar tekniknya lebih maksimal. Dan saat itu juga musket tercipta di kedua tangan Satsuki tanpa perlu 'mengambil' secara manual dari dalam rune.
"Yatta..." Satsuki cukup gembira ketika berhasil menciptakan tekniknya.
Albert masih memandang dengan serius lalu membuat senyuman kecil. "Cukup bagus... Teknik creator mu mulai membaik"
Lalu Albert menyipitkan mata pada Miyuki yang mulai tersenyum gugup. "Sekarang giliranmu Demi-Human (separuh manusia) " Akhir kalimat Albert tentu saja membuat Naruto dan Satsuki maupun Miyuki itu sendiri terkejut.
"A... Apa maksud anda Albert-san" Miyuki mulai gugup ketika melihat mata serius Albert.
(Demi Human sebenarnya memiliki pandangan buruk bagi warga shinobi. Karena mereka mirip hewan namun mereka adalah separuh manusia maka shinobi menganggap mereka sebagaimanusia kutukan. Pengecualian untuk beberapa Demi-Human. Seperti Noel dan beberapa pembantu di rumah Hiruzen)
"Aku sudah tahu siapa kau... Kau bisa menipu orang lain menggunakan kamuflase. Tapi kau tidak bisa menipuku" Albert mulai menyipitkan mata. Naruto dan Satsuki mulai memandang Miyuki yang mulai ketakutan.
"Lepaskan" Miyuki bergumam pelan dan dengan menundukkan kepala wujud Miyuki perlahan memudar dan menampilkan wujud Miyuki yang sebenarnya. Wujud Miyuki adalah seorang gadis bermata biru di mata kiri dan Kuning di mata kanan (khas demi human tipe Yokai) dengan rambut putih panjangbagaikanemas dan diatas kepalanya sepasang telinga kucing putih sama seperti rambutnya dan telinga kucing berekor dua berwarna sama seperti rambutnya.
(Nekomata; Yokai Mitologi yang di yakini kucing rumahan yang pergi dan tidak kembali dalam beberapa minggu lalu ditemukan tewas. Maka kucing itu akan berubah wujud menjadi roh Kucing berekor dua dengan wujud beragam. Ada yang meyakini jika nekomata berwujud kucing hitam menyeramkan dan ada juga meyakini jika berwujud manusia. Nekomata juga dipercaya masyarakat jepang jika Nekomata hidup dipegunungan dan memakan manusia)
Naruto saat melihat wujud Miyuki yang sebenarnya mulai melebarkan mata. Angin pelan melayangkan rambut Miyuki dan menampilkan wajahMiyuki yang tertutupi poni tanda Miyuki sedang ketakutan.
"Naruto... Satsuki .. Aku minta maaf membohongi kalian.. Tapi aku... Aku... Aku adalah demi-human" Miyuki mengatakan dengan sedih. Air mata juga mengalir karena Miyuki merasa jika dirinya menjadi pengkhianat bagi teman-temannya.
(Sfx menepuk pundak)
Saat Miyuki masih menangis Miyuki melihat kedua temannya yang menepuk pundak Miyuki dan tersenyum lembut. Walaupun Naruto membuat wajah rumit
setelahnya. "Miyuki..." Naruto tidak tahu lagi harus berkata apa. Sebenarnya Naruto menerima saja jika Miyuki adalah Demi-Human Namun entah kenapa Naruto merasa di khianati.
"..." Albert masih diam memandang demi-human berwujud Yokai.
"Miyuki!" Naruto memegang pundak Miyuki cukup keras dengan wajah semakin merumit.
"... Miyuki. Jujur saja aku tidak keberatan jika kau adalah demi-human. Tapi kenapa kau membohongi kami" Kali ini Naruto langsung menatap Miyuki yang menunduk.
Satsuki juga mulai bingung harus bicara apa. Satsuki juga satu pendapatdengan Naruto mengenai alasan apa Miyuki harus berbohong ditempat pertama.
"A... Aku... Aku takut jika kalian membenciku. Satu desa membenci ras demi-human. Oleh karena itu aku dan Obaachan di jauhi penduduk desa. Namun ketika aku mendapatkan teman... Aku takut untuk mengatakan kebenaran" Masih melanjutkan menangis.
Naruto juga berpikir jika cukup masuk akal untuk merahasiakan hal itu. Dan Naruto sangat mengetahui akan hal itu jika demi-human tidak pernah di terima di desa ini. Hanya karena izin Hiruzen beberapa demi-human diijankan masuk.
'Ras terakhir dari Nekomata ya...' Albert kemudian mengingat sesuatu dimana jika dia tidak salah ras nekomata habis terbunuh akibat pembantaian yang dilakukan Kirigakure.
"... Miyuki dengar. Kami adalah temanmu. Dan kami tidak akan membencimu untuk hal ini. Aku hanya ingin jika kau lebih terbuka pada kami itu saja"
Satsuki kemudian tersenyum setelah Naruto berusaha mengatakan yang sebenarnya mereka berdua rasakan. "Itu benar Miyuki... Kita adalah teman dan kita tidak perlu saling menyembunyikan apapun"
"... Benarkah?" Miyuki yang masih menangis kemudian mengangkat wajahnya dan melihat kedua teman baik sekaligus berharga bagi gadis demi-human satu ini.
Naruto memejamkan mata dan tersenyum lebar. "Tentu saja"
Satsuki kemudian membuat senyuman di wajah cantiknya. Miyuki kemudian tersenyum dan kembali ceria ketika menerima jabatan tangan agar berbaikan.
Albert kemudian memandang ketiganya yang mulai tersenyum. 'Ikatan diantara mereka sangat kuat. Mereka akan menjadi tim terkuat yang pernah ada' Albert membuat kesimpulan pada mereka bertiga.
'Berarti di desa ini. Demi human tidak di terima dan di benci' Albert memandang kearah desa melalui mata jauh miliknya.'Danzo' Albert menyipitkan mata ketika melihat danzo di kawal beberapa pasukan asing menuju lokasinya.
Albert kemudian menonaktifkan pengelihatan jauh miliknya. "Baiklah kalian. Hari ini kita selesai, aku setidaknya mengetahui satu hal. Kalian memiliki ikatan antar satu tim yang paling kuat. Tetap pertahankan itu karena di pertarungan yang mungkin akan terjadi. Maka kerja sama tim adalah yang terpenting. Baiklah sekarang bubar"
"Hai... Arigato. Albert-sensei" Bertiga mengucapkan terima kasih pada guru mereka. Albert membuat senyuman kecil ketika melihat Miyuki yang menggunakan transformasi lagi namun Naruto dan Satsuki hanya bertindak seperti biasa bagaikan tidak ada yang terjadi diantara mereka bertiga.
Albert melihat mereka bertiga yang sudah mulai menjauh dari pandangan mata. Mulai mengaktifkan pengelihatan jarak jauh di mata kirinya. Mata kiri berubah menjadi berwarna biru dengan lingkaran rune. 'Dia sudah disini' Albert menyipitkan mata danmenonaktifkan teknik matanya. Hokage sudah memberitahukan mengenai pria bernama danzo.
Namun bagi Albert, Danzo bukanlah ancaman nyata karena nampaknya pria tua itu hanyalah ikan teri baginya. "Aku tahu jika kau sudah disini. Keluarlah" Albert mengatakan dengan dingin. Saat angin berhembus pelan menerbangkan beberapa helai rambut biru panjang Albert dan blazer panjang miliknya.
Tidak lama kemudian saat angin berhenti berhembus sekelompok pria berjubah hitam dengan topen binatang. Mereka berjumlah 7 orang, Albert menyipitkan mata dengan raut wajah masih sama. Yaitu serius akan kemungkinan pertarungan. "Apa yang kau inginkan" masih menyipitkan mata Albert tidak menurunkan penjagaan sedikitpun.
"Tidak perlu serius sekali seperti itu. Albert-san" saat para pengawal berjubah dengan topeng mulai memberi jalan pada pendatang baru. Terlihat seorang pria dengan perban di mata kanan dan memakai tokat.
"Aku tidak ingat pernah mengundang anda untuk bertemu ditempat pertama"
Danzo kemudian membuka matanya dan mentap Albert. "Bisa jelaskan padaku apa tujuan anda datang ke desa ini?"
"Apa urusanya dengan anda?"
Danzo mulai melangkah maju. "Tidak ada yang penting. Hanya saja sebagai perwakilan dari kursi dewan aku merasa jika dikhianati"
Albert masih diam dan memandang tajam pada pria tua yang bergerak dan sekarang sudah di hadapan Albert. Albert kemudian memjamkan mata dan membuka lalu melihat ke arah kanan dan kiri. "Apa yang kau inginkan yang sebenarnya?" Albert semakin serius ketika melihat setidaknya dirinya dikepung 40 pasukan misterius.
"Anda memiliki suatu hal yang menarik, Albert-san... Oleh karena itu maukah anda bekerja sama denganku" Danzo kemudian mengulurkan tangan kirinya pada Albert yang masih mentap tajam kearah Danzo.
"Aku menolak"
Kali ini danzo mulai membuat tawa kecil. "Apa yang membuat anda menolak. Albert-san?"
"Karena itu bukan misiku datang disini. Dan sebaiknya anda jaga jarak denganku. Permisi" Albert melangkah pergi tanpa memperdulikan Danzo.
"Sayangnya Albert-san..." langkah Albert terhenti ketika pasukan musuh mulai keluar dari tempat persembunyian dan mengepung Albert.
"... Aku menginginkan kekuatan yang ada di dalam dirimu"
Albert berbalik badan pada danzo yang masih tenang. "Apa artinya ini tantangan?" namun Danzo tetap diam hingga beberapa saat. Ketika beberapa detik berselang musuh maju dengan berusaha mencegah Albert melarikan diri.
Albert kemudian mengaktifkan mata pengelihatan jarak jauh dan melakukan analisa cepat. "Musnahlah" Albert masih berdiri diam setelah mengucapkan matra. Kemudian tanah dimana Albert berpijak mengeluarkan getaran.
Sebuah Diagram Rune berbentuk lingkaran berwarna ungu besar keluar dari dalam tanah dengan cahaya. Saat itu juga kilatan cahaya menyerang semua pasukan musuh hingga semuanya terbaring tidak sadarkan diri.
"Sebaiknya jangan dekati aku lagi" Albert kemudian melangkah menjauh ketika melihat Danzo masih menatap Albert dengan mata terpejam tanda dia tertarik akan sesuatu.
"Kau menarik. Albert-san"
Albert tidak memperdulikan apapun dan memilih melanjutkan pergi mejauh dari lokasi. Albert setidaknya mengeluarkan kekuatan 5 persen dari kekuatan aslinya. Dan apa yang dibenci Albert adalah sesuatu yang tidak perlu akhirnya terjadi. Namun Albert tidak bisa berbuat apapun untuk mencegah hal itu.
Albert pergi menuju penginapan dimana suasana sudah mulai menjadi sore hari. Dan berharap pria bernama Danzo itu berhenti mengejarnya karena akan merepotkan sekali bertarung ketika mengajari murid.
Tidak berselang lama. Ketiga anak muda yang saling bersahabat dan saling bercanda sepanjang perjalanan akhirnya harus berhenti karena mereka sudah di tempat yang dituju. "Miyuki, Satsuki ... sampai jumpa besok" Naruto dan yang lain berpamitan ketika berada di persimpangan dimana mereka bertiga berbeda arah.
"Ya... sampai jumpa besok" Miyuki membalas dengan ceria. Miyuki selalu ceria seperti biasa dan Satsuki juga membalas dengan senyum seadanya saja.
"jaa..." mereka pun berpencar menuju rumah masing-masing.
0000000000000000
Skip.
Di pagi hari yang lain di sebuah desa yng baru saja mengalami peperangan.
Ketiga muda-mudi sedang berlatih seperti biasa. Pelatihan yang diberikan Albert mencakup. Pelatihan fisik murni (Tanpa chakra), pelatihan mempersingkat mantra, dan mengatur mana (Sebutan lain untuk chakra)
Albert memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan kapasitas energi yang dimiliki oleh Satsuki dan Miyuki. Naruto dilain sisi, Naruto karena memiliki 'Cadangan' yang sangat besar sehingga yang diperlukan adalah bagaimana mengontrol kekuatan itu agar tidak lepas kendali.
Jiraya melihat pelatihan yang dijalani oleh Tiga murid kakashi mulai melirik menuju anak berambut hitam tertentu. "Murid-Muridmu nampaknya lebih baik ketika dilatih oleh dirinya. Bukankah kau setuju denganku kakashi" jiraya memandang keatas pohon dimana kakashi menyaksikan pelatihan mereka.
"Aku juga tidak tahu" kakashi hanya menjawab malas. Namun mata kakashi memandang ketiga murid-muridnya yang berlatih cukup giat.
"apa anda akan pergi lagi. Jiraya-sama?" kakashi mulai memandang Jiraya.
Jiraya membuat wajah sedikit serius. Kakashi berani bertaruh itu adalah suatu hal yang buruk. Karena Jiraya tidak akan membuat wajah serius kecuali hal yang gawat. "Grup yang dikenal sebagai akatsuki dikabarkan mulai menculik para jinchuriki untuk alasan yang aku tidak ketahui"
"apa itu artinya. Naruto akan aman jika kita membiarkan dirinya ikut bersama regu Number?"
Jiraya menganggukkan kepala. "Pasukan Number memiliki kekuatan diatas kita bahkan diatas hokage sekalipun. Jadi selama Naruto bersama mereka, maka tidak akan terjadi hal yang aneh... aku harap" jiraya mulai melihat dimana Naruto mulai mengembangkan teknik baru lagi.
"hehehe... dia mirip sekali dengan Minato ya.."
Kakashi mulai melirik dimana Naruto dikelilingi dua gadis sebaya dengan dirinya dengan wajah kagum pada Naruto. Kakashi hanya tertawa kecil. "ya... kau benar. Dia sangat mirip dalam urusan kepopuleran di kalangan para gadis"
"uahahahaha" jiraya tertawa pada kakashi yang mengatakan diluar pemikiran jiraya. Yang dipikirkan jiraya adalah kejeniusan Naruto yang sangat mirip dengan ayahnya. Yah walaupun jiraya tidak bisa membantah jika Naruto memang cukup populer dikalangan para gadis.
"Aku rasa sudah saatnya aku pergi. Kakashi aku ingatkan padamu. Sebaiknya awasi pergerakan pasukan Number, aku merasa jika mereka tidak akan bisa dipercaya"
Kakashi menganggukkan kepala lalu jiraya mendesah dan akhirnya menghilang dengan ledakan asap kecil.
Beberapa jam berlalu.
"Baiklah kalian bertiga. Karena kalian sudah mahir dalam penggunaan mantra. Saatnya kita uji coba. Kalian bertiga serang aku menggunakan kolaborasi dan kerja sama tim kalian"
Albert kemudian membuat wajah serius dan menatap ketiga muridnya. Naruto dengan yang lain menganggukkan kepala dan kemudian membuat formasi. Satsuki maju pertama dan menendang Albert. Albert menahan menggunakan tangan kiri, lalu disambung dari pukulan oleh naruto dan berhasil ditahan menggunakan tangan kanan. Tak lama naruto menyerang sebanyak dua kali dititik yang sama yaitu perut.
Lalau Satsuki menyerang menggunakan kunai yang sengaja dilempar mendekati kepala Albert agar terganggu konsentrasinya. Ketika berhasil Naruto melompat kebelakang dan mengambil kunai itu berusaha menyerang.
Ketika albert menahan menggunakan kaki untuk menendang naruto. Satsuki mengambil kesempatan dengan menyerang melalui belakang. Dan ketika albert ingin menahan serangan Miyuki dari sisi lain menggunakan mantra penjebak agar albert berhasil ditangkap.
Saat albert berhasil ditangkap, albert membuat wajah senyuman kecil. "Kerja sama kalian sudah bagus. Berkat ikatan kalian yang sudah terbentuk sejak lama. Kalian dapat bersingkronisasi dengan baik" Albert kemudian berdiri dan menghilangkan beberapa debu di pakaian miliknya.
'Baiklah karena kita sudah melewati dua hari pelatihan. Kali ini aku akan memberitahukan sesuatu, Naruto aku yakin kau sudah tahu hal itu bukan begitu?"
Naruto menganggukkan kepala ketika albert menatapnya. "Kalian bertiga besok akan ikut bersamaku ke kerajaan Alborz. Atas izin dari hokage kalian"
Tentu saja Miyuki dan Satsuki terkejut akan berita yang tiba-tiba seperti ini. "Apa..." Satsuki terkejut.
"Kalian mendapat perhatian dari raja kami karena kemampuan kalian yang berhasil memanipulasi Ninjutsu menjadi teknik sihir tanpa bantuan siapapun. Di kerajaan kami, setidaknya ada ribuan Penyihir seperti kalian. Namun kami tidak pernah mengajari siapapun yang diluar kerajaan kami. Oleh karena itu saat mendengar jika kalian mempu membuat teknik sendiri padahal di desa shinobi. Maka kami tentu saja mengundang kalian untuk belajar di kerajaan kami. Bagaimana"
Untuk sesaat mituki dan Satsuki saling tukar pandangan lalu pendangan keduanya mengarah pada teman pria mereka. "Aku tentu saja ingin ikut, sekarang tergantung kalian. Kita adalah teman bukan begitu?"
Jawaban Naruto membuat keduanya saling tukar pandangan sekali lagi dan akhirnya mereka berdua mengangguk setuju. "Baiklah kami ikut, karena kita adalah satu tim"
Naruto tersenyum dan mengangguk tersenyum. "Baiklah jika begitu. Kita akan berangkat pagi besok jam 7 di depan gerbang. Apa kalian mengerti?" albert mulai pergi bahkan sebelum mereka bertiga sempat menjawab apapun.
"Sampai jumpa kalian berdua" Satsuki melambaikan tangan dan pergi menjauh.
"Ne... Miyuki, mau berkeliling sebentar" Naruto mengajak miyuki yang mulai bingung
Mereka berdua kemudian berjalan menuju sebuah taman rahasia dimana hanya mereka berdua yang mengetahui taman itu. Suasana sore menerangi taman penuh bunga. "Whoaaa... ini lebih indah" Miyuki tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Benarkan" Naruto mulai tersenyum ketika mengajak miyuki berkeliling sejenak di taman itu.
"...hihk" Miyuki menangis kecil ketika duduk di taman.
"Miyuki.. kau kenapa?" naruto ketika menuju Miyuki yang menangis. Saat miyuki memandang Naruto, di sela tangisan Miyuki tersenyum. Namun senyuman itu bukanlah senyuman kesedihan melainkan senyuman bahagia.
"Naruto... aku bahagia bisa bertemu denganmu dan Satsuki . Karena berkat kalianlah aku bisa disini dan merasakan kebahagaiaan"
Naruto hanya tidak tersenyum namun naruto membuat wajah peduli. "Tidak kau salah..."
Naruto menepuk kepala Miyuki dan mengelusnya pelan. "Kaulah yang membuat dirimu bisa disini. Selalu ingat Miyuki. Kau bisa seperti apa itu karena dirimu sendiri bukan karena kami. Kami hanya mengikutimu bagaimana" Naruto tersenyum pada miyuki yang membuat wajah terkejut
"Hai... kau benar" Miyuki tersenyum ketika hembusan angin cukup pelan di suasana sore hari seperti ini.
Miyuki kemudian berdiri dan melangkah beberapa meter lalu cahaya yang entah dari mana muncul dari tubuh Miyuki dan saat itu juga miyuki kembali ke wujudnya yaitu manusia kucing dengan mata memiliki dua warna.
Saat miyuki membalikkan wajahnya menghadap Naruto Miyuki menatap dengan senyuman bahagia dengan angin berterbangan diikuti bunga yang juga berterbangan. "Naruto. Aku akan selalu mencintaimu"
Saat itu juga Naruto diam membeku bagaikan patung dan berusaha memproses apa yang terjadi. Namun melihat wajah Miyuki yang tersenyum tulus satu hal yang bisa dikatakan dalam situasi seperti ini.
"Dasar merepotkan... Shironeko"
0000000000000000
Next Final Arc 3
Chap 12. Alborz Empire
