Title : My Husband is Perfect!
Author : Cho Sera
Rating : T+ dan tidak menutup kemungkinan bisa berubah menjadi M mengingat yang menulis fanfic ini adalah author mesum-,-
Summary : Kehidupan rumah tangga seorang penyanyi terkenal bernama Cho Kyuhyun dengan yeoja sederhana bernama Lee Sungmin. Akankah Kyuhyun bisa mempertahankan Sungmin dan cita-citanya dalam waktu bersamaan? Cerita pasaran yang mungkin sudah sering chingudeul baca di tempat lain, tapi karena ini fanfic GS pertamaku yah,, diriku butuh masukan, saran dan kritik dari chingudeul semua, semoga kalian suka:)
Disclaimer : sudah dipastikan Kyuhyun itu milik Sungmin dan Sungmin itu milik author, jadi kalian para pumpkiners relakan lah bias kalian mengarungi biduk rumah tangga dengan author seksi menggoda ini #Kyu buru-buru ambil jarum buat ngempesin author.
Warning : bagi kalian KyuMin Shipper mungkin agak risih ngebaca fanfic ini karena disini peran Sungmin oppa adalah sebagai yeoja, tapi demi tubuhku yang semakin lama semakin montok, aku menulis fanfic ini hanya untuk hiburan semata jadi jika ada chingudeul yang tidak suka baca fanfic GS kusarankan jangan baca fanfic ini, kita saling menghargai saja, oke?^^ dan mungkin bagi kalian yang masih dibawah umur, kusarankan lebih baik jangan baca fanfic ini, karena bisa membuat kalian lebih cepat dewasa #plak
DON'T LIKE DON'T READ! NO PLAGIAT! YES KYUMIN! *apasihhhhh*
CHO SERA PRESENT
.
My Husband is Perfect!
Part 12
**** My Husband is Perfect! ****
Menurut sebagian orang, kebahagiaan adalah saat dimana kita bisa tersenyum bersama dengan orang yang dicintai.
Tapi menurutku itu tidak sepenuhnya benar.
Bersamamu walau pahit ku anggap sebagai awal dari sebuah kebahagiaan.
Menurut sebagian orang, kebahagiaan adalah saat dimana kita bisa menaklukan dunia.
Tapi menurutku itu tidak sepenuhnya benar.
Bersamamu walau dunia tidak berpihak kepadaku, kuanggap sebagai jalan menuju kebahagiaan.
Menurut sebagian orang, kebahagiaan adalah saat dimana kita bisa dengan mudah memiliki semua yang kita inginkan.
Tapi menurutku itu tidak sepenuhnya benar.
Bersamamu walau menentang takdir-Nya kuanggap sebagai ujian untuk mendapatkan kebahagiaan.
Lihatlah aku sebagai simbol kebahagiaan,
Sederhana memang yang kumiliki,
Hartaku bukanlah materi berlimpah yang kuraih dari hasil keringatku,
Hartaku adalah Lee Sungmin yang kuraih dengan air mata tulus dan bermodalkan cinta.
Terima kasih karena telah mempercayakan Sungmin kepadaku, kutahu Kau sangat mencintainya tapi kuyakin Kau tahu betapa aku membutuhkan sosoknya melebihi apapun,
Terima kasih karena telah mengirim Sungmin-ku kembali, kutahu Kau menginginkannya tapi kuyakin Kau tahu benar betapa berharganya dia dihidupku,
Terima kasih karena telah menitipkan malaikat kecil dihidupku, kuyakin setiap hembusan nafasku aku akan selalu menjaga keduanya dengan sangat baik.
Lee Sungmin,
Cho Minyu,
Tidak ada yang paling kuinginkan selain mereka..
**** My Husband is Perfect! ****
-Flashback-
"Kalian benar akan melakukan pernikahan ini? Pernikahan bukanlah suatu hal yang sederhana untuk kalian lakukan," ucap seorang pendeta yang diminta Kyuhyun untuk menikahkannya dengan Sungmin. Dengan berbagai macam pertimbangan, Kyuhyun memutuskan untuk mengambil langkah ini demi mempertahankan hubungannya dengan Sungmin.
Tidak perduli apa yang akan terjadi nanti, yang terpenting untuk Kyuhyun saat ini adalah mengikat Sungmin seutuhnya, "Kumohon bapak, kami sudah memikirkan semua ini dengan sangat matang. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Bukankah kau diutus Tuhan untuk menyatukan dua insan yang saling mencintai?" Kyuhyun yang saat itu hanya mengenakan kemeja putih dengan setelan jas hitam sederhana dengan sungguh-sungguh meyakinkan sang pendeta.
"Tidak ada saksi dalam pernikahan kalian,"
"Kau yang akan menjadi saksi dalam pernikahan kami, kumohon,"
Yang saat ini Sungmin lakukan hanyalah menggenggam tangan Kyuhyun dengan sangat erat. Sungmin sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, yeoja manis itu hanya mengikuti kata hatinya. Kyuhyun sudah mengikat hatinya dengan sangat erat dan sungguh, Sungmin merasa tidak akan pernah sanggup melepas ikatan itu dan pergi meninggalkan Kyuhyun.
"Kalian hanya menikah dihadapan Tuhan, itu belum cukup. Hukum di Negara kita melarang itu,"
"Bapak, apakah hukum Negara mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada hukum Tuhan? Aku tidak perduli dengan semua itu yang kuinginkan hanyalah mengikat yeoja ini untukku dihadapan Tuhan dan pembantuNya,"
"Kyu sudahlah," ucap Sungmin mencoba menenangkan kekasihnya.
"Aku tidak akan menyerah sampai dia mau menikahkan kita,"
"Ada prosedur yang harus kujalani sebelum menikahkan sepasang kekasih, itu tidak semudah yang kau bayangkan Kyuhyun-ssi,"
"Kumohon, untuk saat ini lupakanlah semua itu. Cukup dengarkan kata hatimu. Jika menurutmu ini tidak berdosa, nikahkanlah kami sekarang juga dihadapan Tuhan. Jika menurutmu ini berdosa aku akan mencari pendeta lain sudi menyatukan cintaku dan Sungmin,"
Hening,
Pendeta itu terlihat berfikir sejenak. Ini memang bukan hal yang mudah dan Sungmin mengerti itu. Pernikahan ini memang tidak akan pernah sempurna. Secara hukum namanya tidak akan berubah menjadi Cho Sungmin, secara hukum dia bukanlah istri sah Cho Kyuhyun dan secara hukum, Negara tidak akan pernah mensahkan pernikahan mereka walau keduanya sudah mengucapkan janji setia dihadapan Tuhan dan pembantunya.
"Kyu," ucap Sungmin memecah keheningan, "Pendeta Kim, terima kasih karena telah meluangkan waktumu untuk menemui kami. Aku tahu ini adalah hal yang sangat sulit kau lakukan, aku tidak akan memaksa. Annyeong," Sungmin membungkukkan tubuhnya dan menarik tangan Kyuhyun pelan.
"Apakah benar ini adalah sebuah kesalahan sampai kau tidak ingin membantu kami?"
"Kyu sudahlah,"
Dengan langkah gontai Kyuhyun mengikuti langkah Sungmin untuk keluar dari gereja kecil yang berada di pinggiran kota Seoul itu. Ada gurat kekecewaan tergambar diwajahnya yang tampan, ia harus secepatnya mengikat Sungmin. Ibunya pasti sudah merencanakan hal yang lebih gila untuk memisahkannya dengan Sungmin.
"Tunggu!"
Serentak, Kyuhyun dan Sungmin menghentikan langkahnya, "Kau benar. Aku tidak melihat adanya dosa dihubungan kalian. Bukankah tugas utamaku adalah pengikat cinta setiap umat manusia? Kemarilah, aku akan menikahkan kalian,"
.
.
.
Dengan bantuan pendeta Kim, Kyuhyun dan Sungmin mengucapkan janji setianya dihadapan Tuhan. Janji yang akan selamanya mengikat mereka dengan hukum Tuhan. Janji yang maknanya mengandung banyak filsafah yang mengguratkan kesetiaan seumur hidup.
"Mulai saat ini, detik ini, aku sah-kan kalian sebagai sepasang suami istri. Kyuhyun-ssi kau boleh mencium pengantinmu," ucap pendeta Kim.
Sungmin yang saat itu hanya mengenakan gaun putih sederhana dengan panjang selutut hanya bisa menutup matanya ketika wajah Kyuhyun mulai mendekati wajahnya.
Tidak ada gaun indah dipernikahannya dengan Kyuhyun. Tidak ada tepuk tangan meriah dipernikahannya dengan Kyuhyun. Tidak ada bunga, wine dan lilin sebagai penghias dipernikahannya dengan Kyuhyun. Tapi bagi Sungmin, pernikahan ini tetaplah indah.
Air matanya menetes tepat disaat Kyuhyun memutuskan ciuman pertama mereka dengan status sebagai suami istri, "Mengapa kau menangis?"
"Apakah ini nyata? Mulai detik ini Cho Kyuhyun adalah milikku, benarkah itu?"
Dengan lembut Kyuhyun menghapus air mata Sungmin. Dikecupkan kedua mata indah yang sudah berhasil membuat Kyuhyun jatuh cinta dengan pemiliknya, "Aku adalah milikmu selamanya,"
**** My Husband is Perfect! ****
Berbeda dengan pasangan pengantin baru lainnya, Kyuhyun dan Sungmin merayakan pernikahan mereka dengan sangat sederhana dikedai es krim kesayangan Sungmin. Memesan satu cup ukuran besar es krim strawberry, dengan asiknya Sungmin menghabiskan semuanya tanpa membaginya sedikitpun dengan Kyuhyun.
"Sekarang kau sudah sah menjadi istriku,"
"Ne, tentu saja,"
"Setelah ini apa yang akan kita lakukan?"
"Molla, tapi aku berfikir ingin memesan satu cup es krim lagi. Kyuhyun~ah, kau masih punya uang? Aku ingin makan es krim lagi,"
"Andwae!"
"Wae?"
"Sisa uangku hanya cukup untuk menyewa sebuah kamar,"
"Menyewa sebuah kamar?"
"Ne! Apa kau tidak ingin melayaniku dimalam pertama kita?"
Blushh..
Pipi Sungmin kini telah berubah warna. Wajahnya merona mendengar ucapan Kyuhyun, "Aa-apa yang kau maksud Kyu," tanya Sungmin dengan wajah yang tertunduk malu.
"Jangan berpura-pura tidak tahu Sungmin~ah. Karena kau sudah sah menjadi istriku, mulai saat ini aku tidak akan sungkan,"
Jantung Sungmin kini berdetak dengan sangat kencang. Dicium Kyuhyun saja sudah membuat jantungnya tidak berdetak secara normal, apalagi..
"Ne kajja!"
"Mm-mwo?"
"Kau sudah selesai kan? Sekarang kita akan mencari sebuah kamar yang bisa kita sewa,"
"Kk-Kyu~ aku belum siap,"
"Tidak ada hal yang perlu kau persiapkan, cukup menuruti semua ucapanku maka malam pertama kita kujamin akan sangat indah," Kyuhyun mengedipkan matanya untuk menggoda Sungmin.
-Flashback end-
**** My Husband is Perfect! ****
"Dokter Shin, lama tidak berjumpa," sapa seseorang yang tiba-tiba saja masuk keruang kerja dokter Shin.
"Kk-kau?"
"Wae? Kau pikir aku tidak akan menepati janjiku?"
"Kau sulit sekali aku hubungi Tuan,"
Sang pendonor itu datang. Harapan yang tadinya mulai hilang kini tumbuh kembali. Dokter Shin berharap dimalam natal ini keajaiban sudi menghampiri kehidupan Kyuhyun dan Sungmin, "Bagaimana keadaannya?" ucap sang pendonor seraya menyamankan tubuhnya disofa.
"Aku bahkan heran bagaimana bisa sampai saat ini Sungmin-ssi masih hidup,"
"Maksudmu?"
"Ini sulit sekali untuk dipercaya. Penyakit Sungmin-ssi sudah mencapai level tertingginya, jarang sekali ada manusia yang bisa bertahan dalam waktu lebih dari seminggu tapi sepertinya itu tidak berlaku bagi yeoja manis itu. Bahkan saat ini ia sedang mengajak suaminya bermain ditaman hiburan dan aku mengijinkannya," jelas dokter Shin dengan jas dokter yang masih melekat ditubuhnya.
"Apa yang harus kulakukan?"
"Kau hanya perlu memberikan sedikit saraf tulangmu untuk Sungmin-ssi, itu lebih dari sekedar membantu Tuan,"
"Jangankan hanya sekedar sistem saraf. Nyawa-pun akan kuberikan untuk menebus semua kesalahanku," Tuan dermawan itu menatap dokter Shin dengan penuh keyakinan. Ia berharap hanya dengan cara ini, dosa-dosanya sedikit bisa terampuni, "Tapi aku punya syarat yang akan kuajukan,"
"Apa itu?"
"Jangan beritahu Kyuhyun ataupun Sungmin semua hal ini,"
"Waeyo? Mereka berhak mengetahui semuanya, mereka berhak mengetahui keberadaanmu. Dengan begitu hubungan kalian bisa membaik dari sebelumnya,"
"Aku dan istriku sudah membicarakan semuanya, kami hanya ingin menebus semua kesalahan kami. Kami hanya ingin melihat mereka bahagia tanpa mengharapkan ampunan. Kami sadar kesalahan ini teramat sulit untuk dimaafkan, hanya ini yang bisa kami lakukan," rasa sesal itu kembali muncul. Rasa penyesalan teramat dalam ketika dirinya harus kehilangan putra terbaiknya hanya karena ego yang berlandaskan materi.
"Tapi sebentar lagi kau akan menjadi haraboji, tidakkah kau ingin melihat cucu pertamamu Cho Yeunghwan-ssi?"
Cho Yeunghwan. Yah, orang dermawan yang rela mendonorkan sebagian sistem tulangnya untuk Sungmin adalah Cho Yeunghwan. Pendiri dan Komisaris Utama dari jajaran investasi terbesar Asia, Cho Grup dan appa kandung dari seorang namja tampan bernama Cho Kyuhyun.
Sosoknya memang tidak setenar Kim Hanna –istrinya-, beliau lebih banyak memimpin perusahaan dari belakang. Nyonya Cho-lah yang selama ini tampil didepan publik atau sekedar bertemu dengan para kolega, semua kepengurusan memang diambil alih Nyonya Cho.
Jika boleh jujur, dari awal melihat Sungmin Tuan Cho sudah menyukai yeoja manis itu. Hanya saja kedudukannya sebagai salah satu dari 30 orang yang menguasai perekonomian dunia, menuntutnya harus bersikap jahat bahkan kepada putranya sendiri.
Hanya saja Tuan Cho tidak setega istrinya. Dia lebih memilih bersikap diam daripada harus menyakiti Kyuhyun dan Sungmin seperti yang selama ini dilakukan Nyonya Cho. Berkali-kali ia harus memberikan pengertian kepada istrinya untuk mengakhiri semua ini, mengakhiri keegoisan yang selama ini mengukung hati mereka. Sampai pada akhirnya Nyonya Cho menyerah. Statusnya yang tetap sebagai eomma menyadarkan hatinya yang picik.
BRAKK
Pintu ruang kerja dokter Shin tiba-tiba terbuka.
"Mian dokter saya lancang," ucap seorang perawat dengan nafas yang sedikit tersengal.
"Waeyo?"
"Sungmin-ssi,"
"Ada apa dengannya?"
"Sungmin-ssi tidak sadarkan diri, kondisinya kritis,"
Oh Tuhan! Hal yang paling ditakutkan dokter Shin akhirnya datang. Walau tim dokter sudah menjadwalkan waktu operasi yang terbaik untuk Sungmin, tapi dokter Shin takut Sungmin tidak bisa bertahan sampai waktu itu datang. Merasa bertanggung jawab sepenuhnya akan kondisi Sungmin, dokter Shin mengambil langkah cepat untuk memajukan waktu operasi menjadi saat ini juga, "Siapkan ruang operasi sekarang juga, kumpulkan tim bedah yang kemarin sudah kita bahas diruang rapat, atur jam operasi 10 menit dari sekarang," ucap dokter Shin memberi arahan.
"Apa hal yang buruk akan terjadi?" tanya Tuan Cho panik.
"Kau tenang saja, ini memang diluar perkiraanku. Tapi aku akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya," dokter Shin sejenak mengambil nafas panjang dan melanjutkan ucapannya, "Tuhan benar-benar mengirimmu datang disaat yang tepat,"
"Tolong selamatkan anak dan cucuku," Tuan Cho dengan erat menggenggam tangan dokter Shin untuk memohon.
"Aku akan mengusahakan yang terbaik Yeunghwan-ssi. Apa kau sudah siap? Jika kau mengijinkan, kami akan melakukan pembedahan diwaktu yang sama itu artinya saat ini juga kami benar-benar memohon bantuanmu untuk memperlancar operasi ini,"
"Lakukanlah! Kapan saja aku siap!"
"Gomawo, jeongmal gomawoyo Yeunghwan-ssi," dokter Shin menepuk pelan pundak Tuan Cho lalu segera pergi untuk menyelamatkan nyawa dua orang yang paling berharga bagi seorang Cho Kyuhyun.
.
.
.
Operasi pencangkokan dilakukan diruang yang berbeda walau ruangan itu hanya dibatasi oleh kain penyekat. Kyuhyun yang memang sejak awal menemani Sungmin dan tidak melepaskan sedikitpun genggamannya, benar-benar tidak menyadari siapa yang sekarang ini sedang terbaring disebelah ruang operasi Sungmin itu. Pikirannya saat ini hanya terfokus kepada Sungmin.
Bayinya sudah berhasil dikeluarkan oleh tim dokter dan Kyuhyun yakin saat ini kondisi anaknya aman berada dalam pengawasan tim ahli. Dan sekarang, hanya perlu menyelamatkan saru nyawa lagi.
Jika melihat aturan ilmu kedokteran, apa yang dilakukan dokter Shin saat ini tentu saja melanggar aturan ilmu kedokteran. Melakukan dua operasi dalam satu waktu adalah hal yang tidak dibenarkan oleh ilmu kedokteran!
Mengeluarkan bayi lalu dilanjutkan pada pembedahan pencangkokan memiliki resiko yang sangat besar! Tapi, satu hal yang dokter Shin yakini adalah.. Setiap keputusan pasti memiliki resiko, ia yakin Sungmin yeoja yang sangat kuat apapun hasilnya kelak, bagi dokter Shin menyelamatkan nyawa Sungmin lebih penting daripada memikirkan prosedur yang terkadang menghambat semua keyakinannya.
Tubuh Sungmin bergetar terkena aliran listrik. Jantungnya tidak lagi berdetak.
Tidak putus asa tim dokter sekali lagi melakukan tindakan penyelamatan dengan cepat. Segala cara dilakukan untuk membuat jantung Sungmin kembali berdetak.
Disamping, Kyuhyun tidak ingin ketinggalan memberikan semangat untuk Sungmin. Beribu-ribu kalimat cinta ia bisikan disamping telinga Sungmin agar Sungmin mendengarnya. Wajahnya telah basah oleh air mata, Kyuhyun tahu saat ini Sungmin-nya telah pergi tapi hatinya tidak ingin menyerah begitu saja.
"Chagiya~ uri aegya sudah lahir. Kau akan menyesal jika tidak bisa melihatnya terlebih dahulu,"
Tim dokter masih dengan cepat melakukan prosedur penyelamatan. Secara tiba-tiba Kyuhyun bangkit dari posisi awalnya lalu pergi menemui perawat yang saat itu sedang mengurusi baby Cho.
"Aku ingin anakku,"
"Tapi Tuan,"
"Sebentar saja kumohon,"
Dengan perlahan perawat itu menyerahkan baby Cho kedekapan hangat sang appa. Kyuhyun menggendong anaknya dengan sangat hati-hati dan membawa baby Cho menemui sang eomma.
Bayi itu menangis dengan sangat keras seolah meminta Sungmin untuk bangun dan menggendongnya. Kyuhyun sengaja mendekatkan baby Cho yang sedang menangis disamping telinga Sungmin, "Kau dengarkan? Dia membutuhkanmu chagiya,"
Bayi itu terus menangis disamping tubuh Sungmin yang mulai memutih. Seluruh tim dokter sudah mulai menyerah dan dalam diam hanya bisa memandang pilu moment menyakitkan itu.
"Chagiya, kau tega meninggalkannya? Bangunlah, kumohon," Kyuhyun mengecup kening Sungmin dan mendekatkan baby Cho kewajah Sungmin, "Kau lihat? Bayi ini adalah duplikatmu. Mata ini, hidung ini, bibir ini semua milikmu chagiya,"
Bunyi lonceng terdengar bersahutan diseluruh kota Seoul seolah menjadi backsound dari segala kisah cinta Kyuhyun yang sebentar lagi diketahui titik akhirnya. Senandung doa kian terdengar diseluruh penjuru arah untuk mengagungkan nama-Nya. Salju-pun turun menambahkan kesan syahdu di malam natal tahun ini.
Diluar sana Ryeowook tidak henti-hentinya berdoa didepan patung yang dipercaya sebagai simbol Tuhan oleh umat Kristiani. Yesung, Eunhyuk dan Donghae terlihat melakukan hal yang sama walau caranya sedikit berbeda. Doa mereka sama. Memohon kepada Tuhan untuk memberikan keajaiban dimalam natal ini. Memohon kepada Tuhan untuk menyelamatkan nyawa Sungmin dan baby Cho.
Lalu Tuhan-pun tidak tuli,
Apapun yang dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas, yakinlah pasti akan berakhir indah.
Keajaiban yang diharapkan itu pun muncul..
Sekali lagi, Tuhan telah menampakkan kebesaran-Nya dalam kehidupan Kyuhyun dan Sungmin. Alat pendeteksi jantung itu kembali bergerak menandakan kembalinya nyawa Sungmin kedalam raganya yang mulai membeku. Seolah ingin memberikan tanda kepada Kyuhyun bahwa ia telah kembali, Sungmin menggerakkan jari tangannya pelan. Tapi demi Tuhan Kyuhyun melihat itu!
Dokter Shin yang menyadari keajaiban telah muncul, langsung mengarahkan kembali tim dokter agar menyelesaikan operasi.
Kyuhyun menghela nafasnya panjang dan kembali mengecup kening Sungmin, "Selamat datang kembali, Lee Sungmin,"
.
.
.
**** My Husband is Perfect! ****
.
.
.
"Eommaaaaaa~ sebenarnya apa yang kau masak?" yeoja kecil yang tahun ini genap berusia 5 tahun kini tengah menatap sendu seonggok daging panggang yang terlewat 'matang' dipiring berwarna pink kesayangannya.
"Daging panggang kesukaanmu, wae?"
"Tepatnya daging bakar chagi," sahut sang appa datar.
"Ahh~ tampilannya memang sangat buruk, tapi rasanya tidak terlalu mengecewakan," kini sang eomma bersiap membela diri.
"Appaaaaa~ huweeeeee~" yeoja kecil itu turun dari kursinya lalu dengan manja memeluk sang appa yang pagi itu terlihat sangat tampan dengan stelan jas abu-abu dengan kemeja putih didalamnya.
Sungmin yang melihat anaknya menangis sendu dipelukan Kyuhyun ikut terbawa emosi dan mungkin sebentar lagi sang eomma juga akan menangis, "Aa-apa eomma membuat kesalahan lagi? Mian, jeongmal mianhae Minyu~ah, huweeeee~"
Yah, inilah keseharian Kyuhyun sekarang. Kyuhyun seperti mempunyai dua anak kecil yang harus dijaga, "Yaaa! Lee Sungmin! Kenapa kau ikut menangis?"
"Hikss, molla.. Aa-aku hanya tidak bisa melihat Minyu menangis, huweeeee~"
"Yaa yaa yaaa! Sudah cukup hentikan!"
Kyuhyun kembali fokus menenangkan putri semata wayangnya, "Minyu~ah, walau kelihatannya sangat menakutkan tapi appa yakin rasa daging itu tidak terlalu buruk, coba lihat ini," Kyuhyun mengiris daging dan dengan cepat memasukkan potongan daging itu kemulutnya.
"Enak kan?" tanya Sungmin dengan tangan yang mencoba menghapus air matanya.
"Minyu~ah sebaiknya pagi ini kita makan roti saja! Appa rasa makan roti lebih aman untuk kita,"
Sungmin kembali mempoutkan bibirnya lucu, kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi. Seberapapun kerasnya Sungmin belajar memasak, tapi tetap saja yeoja bergigi kelinci itu hanya mampu membuat ddubboki yang kelezatannya tidak perlu dipertanyakan lagi, "Minyu~ah, jangan menangis. Nanti siang setelah pulang sekolah eomma akan menjemput Minyu dan akan membelikan Minyu es krim strawberry, bagaimana? Minyu senang?" rayu Sungmin agar Minyu memaafkannya.
"Benar eomma?"
"Tentu saja, kapan eomma berbohong padamu. Satu jumbo cup es krim strawberry pasti sangat lezat!"
"Tapi Minyu tidak suka strawberry eomma, Minyu suka es krim cokelat!" sahut Minyu kesal.
"Bilang saja kau yang ingin makan es krim," lagi-lagi Kyuhyun menanggapi dengan kalimat yang sangat datar.
"Ah sudahlah, cepat kalian berangkat! Kyu, hari ini kau yang mengantarkan Minyu, aku ada kelas pagi," dengan cepat Sungmin memasukkan bekal ke tas Minyu dan tentu saja tas Kyuhyun-pun tidak lupa Sungmin masukkan bekal super anehnya.
.
.
.
-Cho Minyu POV-
Annyeong haseyo,, perkenalkan namaku Minyu.. lengkapnya Cho Min Yu imnida, tahun ini aku genap berusia 5 tahun^^
Aku putri dari seorang evil jahat bernama Cho Kyuhyun dan kelinci manis bernama Lee Sungmin, setidaknya itulah yang selalu dikatakan Hyukkie eomma kepadaku. Aku sangat mencintai keluargaku. Appa-ku yang tampan, eomma-ku yang manis, Hyukkie eomma si pembuat onar, Donghae appa si ikan Mokpo, Wookie eomma yang kata appa tidak pernah tumbuh dan Yesung appa si kepala besar. Mereka adalah keluargaku dan aku sangat menyayanginya..
Tidak seperti anak pada umumnya, aku memiliki tiga orang appa dan tiga orang eomma. Tapi walaupun begitu, aku tahu jika Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin-lah appa dan eomma-ku yang sesungguhnya. Tapi aku juga sangat menyayangi appa dan eomma-ku yang lain koq, heheee..
Kata eomma aku lahir dari sebuah rasa cinta dan eomma bilang aku lahir disaat malam natal yang penuh dengan salju, maka dari itu eomma sangat menyukai salju. Tapi kata appa, aku lahir dari hasil jerih payah appa dan eomma (?) lain lagi dengan yang diucapkan Wookie eomma, Wookie eomma bilang aku tiba didunia ini karena burung bangau yang membawaku dan menitipkannya kepada eomma.
Appa sangat mencintai eomma, begitu juga aku! Aku pun sangat mencintai eomma. Walau terkadang eomma tidak bisa melakukan apapun dengan benar, tapi aku tahu bahwa eomma-ku adalah yang terbaik!
Appa sampai membuat perjanjian denganku. Sejak kecil aku sudah dibiasakan tidur malam sendirian, walau terkadang aku menyusup karena ingin tidur dipelukan eomma. Appa bilang jatahku bersama dengan eomma adalah dari pagi sampai jam 8 malam, selebihnya adalah waktu appa bersama eomma dan aku dilarang mengganggu.
Menyebalkan sekali!
Eomma memang sangat manis, mungkin karena itulah semua orang mencintainya. Berbeda dengan eomma, appa-ku itu terkadang menyebalkan!
Walau sangat menyebalkan, tapi aku tetap mencintai Cho Kyuhyun, heheee..
Cho Kyuhyun, Lee Sungmin dan aku, Cho Minyu akan terus bersama selamanya..
Family = Cho Kyuhyun + Lee Sungmin + Cho Minyu
Appa, eomma jeongmal saranghaeeee~^^
-Minyu POV end-
**** My Husband is Perfect! ****
Apartment mewah bergaya minimalis elegan yang terletak dikawasan distrik pusat Seoul ini menjadi saksi betapa bahagianya keluarga kecil yang dikepalai oleh namja tampan bernama lengkap Cho Kyuhyun. Tahun ini pernikahan Kyuhyun dan Sungmin sudah memasuki tahun ke 11 tapi pancaran kebahagiaan itu tidak sedikitpun berkurang.
Rasa cinta yang sudah dari dulu tertanam, seolah bertambah besar setiap harinya. Dalam waktu 11 tahun pernikahan, sudah banyak kisah yang mereka torehkan dibuku takdir kehidupan. Ada cerita sedih yang ditorehkan walau kisah bahagia lebih mendominasi, semuanya tercatat jelas dalam buku perjalanan mereka.
Hidup bersama dengan Sungmin selama 13 tahun dihitung dari masa pacaran, tidak membuat Kyuhyun bosan dengan partner hidupnya sekarang, Lee Sungmin. Lee Sungmin seolah menjadi candu tersendiri untuk seorang Cho Kyuhyun.
Namja tampan yang sekarang berstatus sebagai appa dari seorang putri cantik bernama Cho Minyu itu pun mengukir prestasi yang sangat membanggakan. Perusahaan yang ia dirikan bersama dengan Yesung dan Donghae kini kian menancapkan taringnya dikancah Internasional. Itulah yang membuat sosoknya dan keluarga kecilnya terus diburu media publik.
Tidak jarang Kyuhyun merasa sangat marah ketika media sudah berlebihan mengganggu istri dan putri kecilnya. Statusnya sebagai mantan idol juga dirasa punya andil besar untuk para awak media mencari beritanya setiap hari.
Berbicara tentang Minyu, Minyu tumbuh dilingkungan yang sangat baik, semua menyayanginya, semua mencintainya dan semua membutuhkannya. Minyu tumbuh layaknya Sungmin kecil, waeyo? Karena yeoja kecil itu hampir seluruhnya mewarisi gen sang eomma. Kulit, wajah, hidung, bibir dan mata itu semua milik Sungmin yang ia wariskan kepada Minyu. Kyuhyun benar-benar merasa cemburu saat menyadari bahwa tidak ada sedikit pun gennya yang nemplok ditubuh putri kecilnya. Tapi disamping itu sebenarnya Kyuhyun harus berbangga hati karena bagaimanapun Cho Minyu tetaplah darah dagingnya. Yah, setidaknya Kyuhyun telah dengan sukses mewarisi sifat evilnya kepada Cho Minyu putrinya.
Tidak jarang Sungmin merasa memiliki dua evil yang harus selalu ia jaga agar kedua evil itu tidak membuat ulah! Begitu juga dengan Kyuhyun, sifat Sungmin yang memang tidak pernah bisa berubah mengharuskan ia terbiasa merawat dua yeoja manja yang gemar menangis dan makan es krim.
Mobil sport berwarna putih itu tiba disebuah taman kanak-kanak bertaraf internasional yang berada tidak jauh dari apartmentnya. Sungmin dan Kyuhyun memang tidak pernah main-main untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk Minyu. Selain pendidikan, Sungmin pun sudah mendaftarkan Minyu dikelas bela diri agar Minyu bisa melindungi dirinya sendiri sejak awal, "Minyu~ah kita sudah sampai!" setelah selesai membantu Minyu membuka sabuk pengamannya, Kyuhyun lalu keluar membukakan pintu untuk putrinya.
"Gomawoyo Kyuhyun appa," ucap Minyu sedikit menggoda.
"Apakah perlu aku antar Tuan putri?"
"Tentu saja,"
Kyuhyun lalu menggenggam tangan Minyu dan tangan kirinya membawa tas sang putri tercinta, "Minyu~ah, kau ingat kan jika gurumu bertanya apa pekerjaan orangtuamu, kau harus menjawab apa?" Kyuhyun berjongkok dan mensejajarkan dirinya dengan tinggi badan Minyu.
"Tentu saja appa! Kau adalah appa terbaik seKorea selatan!"
"Mengapa hanya seKorea selatan?"
"Karena jika eomma marah, eomma selalu mengatakan bahwa ia sangat menyesal menikah denganmu," ucap Minyu polos.
"Eomma gendutmu itu hanya bergurau chagi, tentu saja orang gendut itu harus selalu bersyukur mempunyai suami sepertiku, kau mengerti Cho Minyu?"
"Ne! Annyeong appa!" Minyu mencium cepat pipi sang appa dan berlari menyambut tangan guru wali kelasnya yang sudah lama menunggu obrolan orang tua dan anak itu.
"Minyunnie, appamu sangat tampan, pasti kau sangat bangga mempunyai appa tampan seperti itu," Kyuhyun yang belum jauh melangkah dapat mendengar dengan jelas ucapan wali kelas Minyu. Senyum pun langsung terulas sempurna dari bibir sexynya.
"Ne, sangat tampan karena appaku bernama Cho Kyuhyun!"
"Pasti sangat menyenangkan. Apa pekerjaan appa Minyunnie?"
'Seorang pengusaha sukses yang dulunya adalah penyanyi terkenal kebanggaan publik Korea!' dalam hatinya Kyuhyun menjawab sendiri pertanyaan dari yeoja anggun berkacamata itu, "Appaku adalah seorang tukang pos terkenal!"
Dengan sangat tidak elit Kyuhyun jatuh karena tidak sanggup menahan malu akibat ulah putri kecilnya. Cho Minyu benar-benar berusaha keras mempelajari sifat evil sang appa tercinta.
.
.
.
Sama halnya dengan Kyuhyun, kini Sungmin-pun sedang berusaha keras mewujudkan mimpinya. Menikah dan sekarang mempunyai putri kecil yang lucu tidak membuat Sungmin menyerah!
Saat ini Sungmin sudah terdaftar sebagai guru bantu dari sekolah dasar yang berada di kawasan Ilsan, Korea Selatan. Walau hanya sebagai guru bantu tapi Sungmin yakin suatu saat ia pasti mengikuti jejak Ryeowook dan Eunhyuk yang sudah lebih dahulu diangkat sebagai guru tetap.
Kim Ryeowook terdaftar sebagai guru tetap dengan mengajar seni musik disalah satu sekolah favorite dikawasan Seoul, sedangkan Eunhyuk terdaftar sebagai guru tetap dengan mengambil mata pelajaran modern dance disebuah sekolah swasta dikawasan Incheon. Lalu Sungmin? Walau bukan jurusannya tapi Sungmin tidak mau menyerah dan terus berusaha. Yah, Sungmin diperintahkan untuk mengajar sejarah Korea Selatan.
"Ne, pelajaran hari ini selesai. Tidak ada lagi yang mau mengumpulkan tugas?" tanya Sungmin yang langsung diberi jawaban dari ke 20 anak didiknya dengan cara menggelengkan kepala, "Baiklah, secepatnya kalian akan mengetahui hasilnya,"
"Ah matta! Hari ini adalah hari terakhirku mengajar disekolah ini, kuharap kalian bisa memaafkanku jika selama ini aku punya salah," menjadi guru bantu selama 3 bulan disekolah ini membuat Sungmin harus merasa kehilangan murid-murid kesayangannya.
"Sekarang waktunya!" ucap sang ketua kelas memberi kode.
Seketika seluruh murid yang saat itu berada dikelas mengeluarkan bunga mawar yang sejak tadi disembunyikan dibawah meja. Salah satu murid yeoja-pun membawa kue dan memberikannya kepada Sungmin.
Sungmin yang tidak menyangka diberi kejutan seperti ini sudah sangat terharu melihat murid yang selama 3 bulan ini menemani hari-harinya, "Kalian menyiapkan semua ini untukku?"
"Ne, seonsaeng!" jawab murid-murid serempak.
"Jeongmal gomawoyo," Sungmin menerima puluhan buket bunga mawar merah dan memeluk muridnya satu per satu.
"Sungmin seonsaeng, tolong jadikan ini yang terakhir," ucap Jinhoo sang ketua kelas.
"Mwo?"
"Tolong jadikan kami korbanmu yang terakhir,"
Sungmin semakin mengerutkan keningnya, "Kau tidak berbakat menjadi seorang guru. Kami sama sekali tidak mengerti tentang pembahasanmu selama ini. Itulah sebabnya nilai ulangan kami menurun drastis dari sebelumnya. Kami yakin bakatmu ada dibidang lain, tolong pikirkan kembali rencanamu untuk menjadi seorang guru, kami mohon,"
"Iya kami mohon seonsaeng!"
"Mm-mwo?"
Ingin rasanya Sungmin berlari menemui Kyuhyun saat itu juga, menangis dan mengadukan perbuatan bocah-bocah itu kepada Kyuhyun agar Kyuhyun bisa memberi mereka pelajaran!
"Huweeeee~ Kyuhyun~ahhhhhh"
**** My Husband is Perfect! ****
Sungmin melambaikan tangannya ketika melihat Minyu keluar kelas. Sungmin memang sudah berjanji akan menjemput Minyu dan mengajaknya makan dikedai es krim langganan Sungmin.
"Eomma!"
"Minyu~ah!"
"Eommaaaaaa~" Minyu berlari lalu dengan kencang memeluk tubuh Sungmin, "Eomma, kita akan makan es krim?"
"Tentu saja!"
"Aku mau 2 porsi!"
"Eomma mau 3 porsi!"
"Andwae! Appa memerintahkanku untuk menjaga eomma,"
"Apa maksudmu?"
"Kata appa, berat badan eomma sudah berlebih jadi eomma hanya boleh makan satu porsi es krim strawberry,"
"Sayang sekali, tadinya aku ingin memesan es krim yang sangat banyak!"
"Tidak boleh! Appa tidak mengijinkannya!"
"Baiklah, aku akan menuruti perintah appamu,"
Ibu dan anak itu berjalan riang dengan tangan yang saling terkait. Siapapun yang melihat Sungmin dan Minyu pasti akan mengira mereka adalah anak kembar yang lahir dari generasi berbeda. Sungmin yang saat itu mengenakan kemeja putih berlengan panjang dengan rok sepan selutut tidak menjadikan sosoknya berubah menjadi dewasa. Tetap saja orang akan mengira Sungmin adalah yeoja remaja mengingat wajah itu memang tidak pernah bisa menua (?)
.
.
.
"Wae? Kami dikedai es krim biasa Kyu," sudah menjadi kebiasaan Kyuhyun sejak dulu, setiap beberapa jam sekali Kyuhyun pasti akan menelepon Sungmin untuk sekedar menanyakan keberadaan istri tercintanya, "Kau tidak usah menjemput kami, kami bisa pulang dengan menggunakan taxi,"
"…"
"Ne, baiklah, aku akan menunggumu, annyeong," Sungmin mematikan handphonenya dan melanjutkan hobbinya makan es krim.
"Apa appa akan menjemput kita eomma?"
"Ne, sebentar lagi appa akan datang menjemput kita,"
"Assa!" sahut Minyu riang.
"Apa yang membuatmu begitu bersemangat?"
"Anni,"
"Pasti kau sedang merencanakan sesuatu," Sungmin sudah sangat paham dengan sifat putri kecilnya itu, sifatnya tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun yang gemar sekali merencanakan hal licik, "Jangan berbohong kepada eomma, eomma sangat mengenalmu Cho Minyu!"
"Anniya eommaaaaa~"
.
.
.
Pukul 3 sore Kyuhyun memenuhi janjinya untuk menjemput istri dan putrinya dikedai es krim. Dan saat ini Sungmin sudah berada dikursi penumpang samping Kyuhyun dan tentu saja Minyu berada dikursi penumpang belakang.
Walau Kyuhyun adalah pengusaha sukses tapi tetap saja Sungmin tidak ingin dibelikan kendaraan pribadi oleh Kyuhyun dengan alasan tidak bisa mengendarainya. Selama ini Sungmin lebih memilih menggunakan taxi atau bus untuk kegiatan sehari-harinya.
"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" tanya Kyuhyun yang langsung membuat wajah Sungmin kembali muram, "Wae? Berjalan tidak baik?"
"Hmmm,"
"Kau bisa menceritakannya kepadaku,"
"Sepertinya aku harus lebih berusaha untuk menjadi seorang guru," jika saja tidak ada Minyu dikursi belakang, Sungmin bersumpah akan menangis sejadi-jadinya dan memeluk Kyuhyun erat.
Kyuhyun yang mengenal Sungmin lebih dari 13 tahun tentu saja menyadari keinginan istrinya, "Kau ingin menangis?"
"Hmmm,"
"Jangan sekarang,"
"Arra,"
"Minyu~ah tentang kesepakatan kita, bagaimana jika kita menjalankannya sekarang?" tanya Kyuhyun kepada Minyu yang saat itu sedang sibuk mencatat semua keinginannya.
"Itu yang kumau appa! Ini sudah kubuatkan daftar keinginanku,"
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Sungmin bingung dengan apa yang dibicarakan Kyuhyun dan Minyu.
"Catat semua yang kau inginkan, aku akan mengabulkannya untukmu!"
"Siap appa!"
"Kalian mengacuhkanku?"
"Appa, karena kau meminta jatah lebih maka aku juga akan menambahkan daftar keinginanku," jelas Minyu yang sama sekali tidak menanggapi Sungmin.
"Yaaa Cho Minyu, apa maksudmu?"
"Lakukan sesuka hatimu chagi, yang jelas aku meminta jatah lebih darimu," sama halnya dengan Minyu, Kyuhyun-pun sama sekali tidak menanggapi Sungmin.
"Yaaa Cho Kyuhyun! Kalian ingin mempermainkanku?"
"Itu rahasia antara appa dan anak, Lee Sungmin!" jawab Kyuhyun dan Minyu bersama-sama.
"Mwo? Ish! Kalian ini!"
**** My Husband is Perfect! ****
Kyuhyun, Sungmin dan Minyu kini sedang berada diperjamuan makan malam. Keluarga kecil itu diundang oleh salah satu kolega Kyuhyun yang akan menanamkan modalnya di C.K.L Grup. Keluarga kecil itu terlihat sangat kompak! Malam itu Kyuhyun terlihat tampan dengan jas hitam kemeja putih yang memberikan kesan tampan dan gagah dalam waktu bersama. Sedangkan Sungmin dan Minyu kompak mengenakan gaun pendek berwarna soft pink yang semakin memperlihatkan kesan manis dari pasangan ibu dan anak itu.
Setiap mereka melangkah ada saja sepasang mata yang menatap kagum kepada keluarga kecil itu. Kyuhyun tidak pernah melepaskan genggamannya dari tangan Minyu, sedangkan Sungmin mengikuti langkah Kyuhyun dan Minyu dari belakang.
"Kyuhyun-ssi!" sapa seorang rekan bisnis Kyuhyun.
"Ah, Park-ssi! Lama kita tidak berjumpa,"
Sapaan itu berlanjut pada obrolan ringan yang tentu saja selalu membuat Sungmin bosan. Sebenarnya Sungmin sangat membenci acara seperti ini! Tapi karena ini adalah tuntutan pekerjaan suaminya, mau tidak mau Sungmin harus selalu mendampingi Kyuhyun disetiap jamuan makan malam.
"Eomma, berapa lama appa akan mengacuhkan kita dengan ahjussi berkepala botak itu?"
"Minyu~ah! Tidak sopan,"
"Aku lapar eomma,"
"Kau lapar? Aku juga. Baiklah, kau tunggu saja disini, eomma akan mengambilkan makanan untukmu, kau mengerti chagi?"
"Ne eomma!"
Sungmin berjalan meninggalkan Minyu seorang diri, lalu dengan gesitnya Sungmin sudah berada dimeja jamuan untuk mengambil beberapa potong kue untuk Minyu.
Seolah lupa dengan perkataan Sungmin, Minyu berjalan menjauh. Seperti ada yang menarik perhatiaanya Minyu semakin menjauhkan langkahnya dari Kyuhyun ataupun Sungmin.
Berjalan dan terus berjalan, Minyu menghentikan langkahnya disebuah taman yang sepi dari pengunjung, "Kemana perginya anak kucing itu?" rupanya sejak tadi Minyu mengikuti seekor anak kucing. Minyu memang jelmaan dari Sungmin, bahkan mereka memiliki sifat yang sama. Sungmin sangat menyayangi binatang begitu pula Minyu.
"Gadis kecil, apa yang kau lakukan disini?"
Minyu menolehkan wajahnya kearah sumber suara, "Annyeong haraboji," dengan santun Minyu menyapa namja tua itu dengan sedikit membungkukkan badannya, "Aku sedang mencari seekor anak kucing. Tadi kulihat ia berlari kearah sini,"
"Kembalilah, nanti appa dan eommamu khawatir,"
"Tapi aku ingin menangkap anak kucing itu,"
"Kemana perginya anak kucing itu? Biar aku yang akan menangkapnya untukmu,"
"Jeongmal? Gomawoyo haraboji,"
TBC
Aneh kah?
Kubilang apa, sepertinya part 12 ini terlalu aneh benar-benar ga yakin dapat respon yang baik dari chingudeul semua-,-
Seaneh apapun, aku tetap mengharapkan komentar kalian..
Tinggal 1 part lagi, setelah fanfic ini tamat, aku sudah menyiapkan project fanfic lainnya tapi mungkin sebelumnya aku akan menyelesaikan Full House [KyuMin Ver] terlebih dahulu.
Semoga kalian masih menikmati karyaku ya^^
Kalian bisa memberikan ku kritik dan saran secara pribadi lewat fbku Metta Tansera atau mention twitterku tansera137
Jeongmal gamsahamnida chingudeul
-mettatansera-130302-
