.

.

Sepasang bibir yang berbeda akan bertemu satu sama lain. Bibir antara laki-laki dan perempuan. Seorang laki-laki tampan bersurai cokelat dan seorang gadis manis bersurai dongker

"CUT!" Potong seseorang saat sebelum kedua bibir itu saling bertemu

Suasana diantara mereka pun seketika berubah. Si gadis langsung menjauhkan wajahnya dari si pria

"Kerja bagus" kata sutradara laki-laki berperawakan tinggi gemuk itu

Perkataan sang sutradara lantas membubarkan para staff dan gadis itu sendiri. Gadis itu langsung pergi dari hadapan si pria

Akhirnya, sesi pengambilan scene terakhir telah usai. Kontrak Hinata akhirnya telah habis. Hinata membereskan barang-barangnya, berniat kembali ke rumahnya

"Hinata, tunggu!" Teriak si pria meneriaki nama gadis manis tadi yang hampir diciumnya

Hinata keluar dari area pembuatan film. Hinata berhenti saat seseorang menahan lengannya. Hinata berbalik menghadap pria bersurai cokelat itu

"Apa maumu, Lars?" Tanya Hinata

"Izinkan saja walaupun hanya sekali" jawab Lars

"Izinkan untuk apa?" Tanya Hinata

"Menciummu" jawab Lars sambil memegangi bahu Hinata

Hinata menghela nafas dan menepis pelan tangan Lars. Sudah sering sekali Lars meminta sesuatu yang sama. Disaat sesi pembuatan film pun, Hinata selalu meminta kepada sutradara untuk memotong adegan ciumannya

"Lars, sudah berapa kali harus kukatakan? Aku masih belum ingin untuk menciummu walaupun kita adalah sepasang kekasih!"

"Tapi...kapan kau mau?"

"Aku juga belum tahu"

Lars mengacak-acak rambutnya karena masih mendapatkan jawaban yang sama dari Hinata

"Sekarang aku ingin bertanya kepadamu" kata Lars

"Apa?"

"Apa kau mencintaiku?"

Pertanyaan Lars sukses membuat Hinata tercekat. Ingin menjawab, namun batin Hinata serasa ingin menolak. Tak mampu berucap, Hinata pun hanya menggerakkan kepalanya keatas dan kebawah

"Keluarkan suaramu. Apa kau ragu untuk mengatakannya?" Tanya Lars

Hinata masih saja diam karena keraguan didalam hatinya. Karena Hinata tidak kunjung menjawab, Lars pun angkat bicara

"Ragu, heh? Jika itu maumu, lebih baik kita mengakhirinya sekarang juga" kata Lars

"Tidak masalah!" Balas Hinata lalu pergi begitu saja meninggalkan Lars sendirian

.

*Tap...Tap...Tap...*

.

*Bruk*

.

Hinata tanpa sengaja bersinggungan dengan seorang pria bersurai pirang yang tidak dikenalnya

"Maaf" kata Hinata dan menatap siapa yang dia tabrak walaupun hanya sekilas lalu kembali melanjutkan jalannya

Tak lama setelah itu, Lars juga meninggalkan tempatnya mengakhiri hubungan

Tanpa Hinata kenali, ternyata sosok yang ditabraknya tadi adalah Namikaze Naruto. Naruto menatap kepergian Lars dengan tajam. Setelah itu fokusnya beralih ke Hinata yang berjalan cepat dengan kesal. Naruto pun mengejar Hinata

"Nona?" Panggil Naruto dan sukses menghentikan Hinata

"Apa?!" Tanya Hinata masih dalam keadaan kesal

Naruto menyodorkan sebuah ponsel kepada Hinata. Hinata sedikit kaget karena melihat ponselnya berada ditangan pemuda didepannya

"Kau baru saja menjatuhkannya" ujar Naruto agar Hinata tidak salah paham

Hinata mengambil ponselnya dengan cepat dan memasukkannya kedalam tas kecil yang ia bawa selalu

"Terimakasih" kata Hinata

"Kupikir dia perampok" gumam Hinata dalam bahasa Jepang

"Maaf jika anda sempat berfikiran seperti itu" kata Naruto tiba-tiba membuat Hinata kaget

"Kau mengerti ucapanku?" Tanya Hinata dan dibalas anggukan oleh Naruto

"Kau mengerti bahasa Jepang?" Tanya Hinata sekali lagi dan menggunakan bahasa Jepang

"Aku mengerti karena Jepang adalah tanah airku" jawab Naruto dalam bahasa Jepang

"Kyaaa! Kupikir hanya aku satu-satunya orang Jepang di sini" kata Naruto dan memeluk Naruto lalu melepaskannya lagi

"Siapa namamu, pria jangkung?" Tanya Hinata sudah mengulurkan tangannya sudah kembali menggunakan bahasa Inggris

"Namikaze Naruto" jawab Naruto dan membalas uluran tangan Hinata. Mereka pun bersalaman

"Kalau namamu?" Tanya Naruto

"Baiklah aku memakluminya jika kau tidak mengenalku" kata Hinata

"Aku Hyuuga Hinata. Kau bisa mencari namaku di Gooble. Jika kau sering menonton drama Hollywood, maka kau akan menemukan namaku dalam rentetan filmnya" jawab Hinata dengan angkuhnya sambil melipat kedua tangannya didepan dada

"Ternyata dia tidak berubah" batin Naruto

"Astaga! Aku baru mengingat sesuatu! Maafkan aku. Aku harus pergi. Aku ada janji dengan sahabatku!" Pamit Hinata lalu pergi meninggalkan Naruto

Naruto menatap kepergian Hinata dalam keadaan diam tanpa berniat mengejarnya. Perasaan Naruto sedang bercampur aduk sekarang. Antara senang, sedih, dan marah

"Bagaimana caranya untuk mengingatkannya kembali?" Batin Naruto

.

.

.


Mendokusai? Make It Easy! 2

Disclaimer :

Masashi Kishimoto

Author :

Kazehiro Tatsuya

Pair :

Naruto X Hinata

Warning :

SEASON 2, Gaje, OOC (banget), AU, Typo, EYD gak jelas, alur kecepetan (karena ane gak bisa bikin lebih detail), bahasa ancur (mungkin), bikin sakit mata, dan masalah lainnya

Rated :

M

Genre :

Romance, Drama, Action, Sci-fi, Humor and Mystery


.

.

.

Flashback on

Seminggu Yang Lalu

.

.

*Swooofft...*

.

Sebuah pesawat jurusan Tokyo-Washington tengah terbang siap mendarat di bandara kota Washington

.

*Ciiit...*

.

Roda-roda pesawat akhirnya telah menyentuh permukaan aspal. Tak lama kemudian pesawat pun berhenti seutuhnya

Dari sekian banyak penumpang yang menuruni pesawat, Naruto pun keluar sambil menyandang tas besarnya

"New York, aku datang" batin Naruto

.


.

Naruto menarik kopernya. Seorang pria bersurai merah telah menunggu kedatangan Naruto. Naruto dan Gaara pun berpelukan sebentar tanda persahabatan

"Selamat datang di Amerika, Naruto" ucap Gaara dalam bahasa Jepang

"Terimakasih karena telah mau menjemputku dan memberiku tempat tinggal, Gaara. Aku berjanji akan mengganti uangmu" kata Naruto mengingat Gaara telah berbaik hati menyewa sebuah apartemen dengan uangnya sendiri untuk Naruto

"Tidak masalah. Sesama sahabat saling membantu, bukan? Kau tidak perlu menggantinya. Aku tulus"

"Baiklah. Sekali lagi aku ingin mengucapkan terimakasih" kata Naruto

"Karena kita sekarang di Amerika, kita harus berbicara layaknya orang Amerika" ujar Gaara menggunakan bahasa Inggris

"Baiklah" kata Naruto mengikuti keinginan Gaara

Gaara membantu membawakan barang-barang Naruto. Gaara menuntun Naruto ke tempat parkir mobilnya

"Kau menyukai suasananya?" Tanya Gaara

"Sangat" jawab Naruto

Mereka pun memasuki mobil mini-bus silver milik Gaara. Mobil yang dikemudikan Gaara mulai berjalan

"Berapa lama perjalanan darat ke New York?" Tanya Naruto

"4 atau 5 hari?" jawab Gaara

"Gaara, kau masih berstatus Hacker, bukan?" Tanya Naruto

"Masih. Tapi akhir-akhir ini aku sudah jarang melakukan Hacking karena tuntutan pekerjaan" jawab Gaara

"Ternyata kau sangat sibuk menjadi seorang pengusaha" kata Naruto

"Ada apa kau menanyakan itu?" Tanya Gaara

Naruto terlebih dahulu diam untuk memilih cara bicara seperti apa untuk menawarkan Gaara sebuah misi

Naruto pun mulai berbicara. Menjelaskan siapa sebenarnya H2 dan menceritakan mengenai Crowned Clown yang mengincar Hinata. Ekspresi Gaara saat mendengarnya berubah-ubah. Kaget, marah, khawatir, dan simpati

"Jika kau ingin memburu mereka, aku bisa membantumu" ujar Gaara

"Hm...terimakasih" kata Naruto

"Sebenarnya, aku juga memiliki dendam dengan Crowned Clown" tutur Gaara membuat Naruto menoleh

"Penyebab kematian ayahku adalah mereka" ungkap Gaara

"Bagaimana bisa?" Tanya Naruto membuat Gaara diam sejenak untuk kembali mengingat masa lalunya

"3 tahun sebelum kami baru saja menetap di New York, ayahku menciptakan sebuah produk terbaru namun belum disebarluaskan. Produk itu seperti batu mulia yang dibentuk seperti miniatur dengan elektromagnetik yang hanya segenggam tangan. Ayahku bilang alat tersebut diproduksikan untuk militer karena bisa menghilangkan ingatan sesuai kehendak kita. Nama benda itu adalah Zero" jawab Gaara membuat Naruto membulatkan matanya

"Mungkinkah..." Gumam Naruto

"Ya. Alat yang mereka gunakan untuk menghilangkan ingatan Hyuuga-san adalah ciptaan ayahku yang mereka klaim sebagai ciptaan mereka" kata Gaara

Mobil silver Gaara berhenti karena tuntutan lampu lalu lintas. Sekarang hanya padang rumput yang terlihat kiri-kanan

"Crowned Clown merebut Zero dari genggaman tangan ayahku lalu membunuhnya. Dengan Zero itu, dia menghapus ingatanku akan hari itu dan mengubah ingatanku. Mengubah alasan kematian ayah" lanjut Gaara dan kembali menjalankan mobilnya

"Lalu, kenapa ingatanmu kembali?"

"Masalah itu, entahlah. Ingatanku kembali seiring jalannya waktu. Tapi yang aku yakini, membuat korban Zero mengingatkannya kembali akan kenangan yang pernah ia lalui bersama seseorang yang dia lupakan. Kau mengerti?"

"Ya aku mengerti dan aku tahu bagaimana caranya untuk mengembalikan ingatan Hinata"

.

.

Flashback off

.

.

"Ohayou, kaa-san" kata suara lembut yang berasal dari seorang gadis manis yang tengah melakukan Video Call. Dia mengucapkan selamat pagi disaat cahaya matahari telah tergantikan dengan cahaya lembut sinar rembulan. Tentu saja dia melakukannya karena perbedaan waktu diantara Jepang dan Amerika

"Ohayou, Hinata-chan. Kau baik-baik saja?" Tanya sang ibu, Hikaru

"Hm!" Jawab Hinata dengan anggukan

"Bagaimana karirmu?" Tanya Hikaru dengan wajah tersenyum

"Kontrakku dengan Cozzy Film sudah berakhir. Sekarang aku ingin fokus menjadi designer" jawab Hinata

"Hebat. Blablablabla..."

Setelah puas berbincang dengan sang ibu dan digantikan oleh sang ayah, Hinata pun menutup laptopnya. Ternyata jam dinding telah menunjukkan pukul 23.41

"Lelahnya" gumam Hinata dan merebahkan badannya di kasur. Tali tanktop kuning yang ia kenakan langsung kedodoran membuat aura seksi keluar

"Namikaze Naruto?" Gumam Hinata teringat akan sosok pemuda Jepang yang bertemu dengannya siang tadi

"Apa aku akan bertemu lagi dengannya?" Batin Hinata lalu tanpa sadar telah masuk dalam dunia mimpinya

.


.

*Cklek*

.

Hinata membuka pintu apartemen nomor 303-nya dalam keadaan mata tertutup. Kamar Hinata terletak di lantai 3. Hinata melangkahkan kakinya mendekat ke pagar dengan mata yang masih tertutup. Menghirup udara pagi sehat kota New York membuat sensai nyaman tersendiri bagi Hinata

.

*Cklek*

.

Hinata langsung membuka mata dan menoleh saat mendengar suara decitan pintu salahsatu kamar bernomor 304 disebelah kamarnya

"Hoaam..."

Hinata mengedipkan matanya saat kembali mendapati seorang pria tinggi bersurai pirang dengan wajah campuran Jepang dan Amerika tengah memegang sebuah kantong hijau besar berisikan sampah

"Ohayou" sapa Hinata membuat Naruto mengalihkan perhatiannya dari kantong yang ia pegang

"O...ha..you..." Balas Naruto yang sedikit tidak percaya dengan kenyataan sekaligus sedikit terpesona dengan penampilan Hinata yang terbilang seksi mengundang nafsu

"Bahasa Inggris atau Jepang?" Tanya Hinata dalam bahasa Jepang

"Inggris saja" jawab Naruto

"Kau yang tinggal di kamar 304?" Tanya Hinata

"Iya. Aku baru saja pindah malam tadi dan sekarang aku sedang beres-beres" jawab Naruto

"Kau sendiri, sedang apa disini?" Tanya Naruto dan sudah meletakkan kantong hijau besar itu dengan pelan

"Aku tinggal di 303" jawab Hinata sambil menunjuk pintu apartemennya dan menopang badannya dengan tangan di pagar besi pembatas. Naruto juga ikut melakukan hal yang sama

"Kenapa orang terkenal sepertimu tinggal di apartemen yang sederhana ini?" Tanya Naruto membuat Hinata tertawa pelan sebentar

"Kau bukan satu-satunya orang yang bertanya seperti itu" kata Hinata sehingga Naruto menaikkan sebelah alisnya

"Aku memilih apartemen sederhana ini karena dekat dari pusat kota dan tempatnya begitu nyaman" jawab Hinata

Naruto mengangguk tanda mengerti lalu menukar posisinya menjadi menyandar membelakangi pagar

"Apa kau kuliah?" Tanya Naruto

"Sudah tidak lagi. Aku sudah menyelesaikan pendidikan S1 jurusan designer di University California of Los Angeles (UCLA). Dan aku akan memulai bisnisku dalam fashion" jawab Hinata membuat Naruto tersenyum

"Aku yakin suatu saat kau akan menjadi designer terkenal yang dibanggakan Jepang" kata Naruto dan Hinata langsung tersenyum senang

"Semoga jadi kenyataan. Lalu, bagaimana denganmu? Kau kuliah disini?" Tanya Hinata

"Tidak. Aku sebenarnya seorang pengacara di Jepang. Kedatanganku kesini ingin mencari seseorang" jawab Naruto sambil menatap mata Hinata

"Hebatnya! Menjadi seorang pengacara tidaklah pekerjaan yang mudah. Aku mengaguminya!" Kagum Hinata

"Lalu siapa orang yang kau cari, Naruto? Apa dia laki-laki atau perempuan?" Tanya Hinata masih dengan senyum manisnya

"Dia perempuan"

"Berarti di hidupmu?"

"Sangat berarti di hidupku"

"Kekasihmu?"

"Hm"

Hinata sedikit kecewa dengan jawaban Naruto namun berhasil ia tutupi. Ternyata Naruto sudah memiliki kekasih dan sekarang ia mencari gadis itu

"Hinata, maaf tapi aku akan beres-beres" kata Naruto memecah keheningan dan kembali mengangkat kantong sampah

"Boleh kubantu?"

"Mmm...baiklah terimakasih. Tapi, kusarankan untuk mengganti pakaianmu terlebih dahulu. Kau terlihat begitu...rrr...seksi"

Hinata langsung memasang ekspresi jahil dan berdiri dihadapan Naruto

"Jadi kau tergoda, Na...ru...to?" Tanya Hinata dengan gerakan badan dan bibir sensual

"Sudahlah jangan menggodaku. Aku tidak akan terpengaruh" kata Naruto dengan nada datar dan berjalan membelakangi Hinata

"Jika kau tidak ingin mengganti pakaianmu, baiklah tidak masalah untukku. Aku sangat butuh bantuan seorang perempuan sekarang" kata Naruto sebelum menuruni tangga

Dari kejauhan tepatnya di kediaman Gaara, sekarang pria tampan bersurai merah itu tengah mengoperasikan komputernya

"Akan kubuat CCTV di apartemen Naruto dan Hinata tidak bisa di hack oleh Crowned Clown. Kalian tidak akan bisa mematahkan perlindungan dari Sabaku Tech Company" kata Gaara

Sabaku Gaara adalah pemilik sekaligus inovator dari perusahaan yang bergerak dibidang teknologi modern seperti gadget, komputer, laptop, dll. Perusahaan teknologi yang sering menghadirkan fitur-fitur terbaru sehingga reputasi Sabaku Tech Company cepat melejit

Dikarenakan kejeniusannya, Gaara pernah dinobatkan sebagai Hacker yang paling disegani seantero dunia walaupun identitas Gaara sebagai Hacker disegani itu belum terungkap. Orang-orang di dunia maya biasa menyebut Gaara dengan panggilan Tech6

Pernah sekali terjadi perang dunia maya antara Cracker, Crowned Clown dengan Hacker, Tech6. Perang cyber disaat Crowned Clown mencoba mendata penduduk Tokyo dan Tech6 mencoba melindungi web yang dijajahi Crowned Clown

.

[Downloading]

.

Gaara membelalakkan matanya saat sebuah kata terpajang di layar monitornya. Ternyata ada seseorang yang mencoba meretas sistem keamanan yang dilindungi Gaara

Tidak tinggal diam, Gaara langsung menggerakkan jari-jarinya dengan cepat diatas keyboard mencoba melawan si peretas

.

[Download error]

.

Gaara menghela nafas. Dia berhasil membuat pagar untuk si Cracker yang mencoba meretas apa yang dia lindungi

"Setidaknya dia tidak akan bisa lagi menembus pertahanan yang kubuat" gumam Gaara

Crowned Clown adalah organisasi Cracker yang terdiri atas 6 orang dengan topeng badut yang berbeda warna. Setiap anggota memiliki keterampilan yang berbeda-beda

Disisi lain, seorang bertopeng merah dan hijau tengah menahan kekesalan. Usaha mereka berdua telah berhasil digagalkan. Kali ini mereka tidak menggunakan topeng. Hanya saja wajah mereka tertutupi

"Ada Hacker pintar yang menggagalkan kita" kata merah

"Dia membuatku kesal" kata hijau

"Kita tidak bisa mengetahui apa target sedang berada dalam pengawasan H2 atau tidak" ungkap hijau

"Jangan marah dulu, Red, Green" kata si ungu yang tengah duduk membelakangi sehingga hanya bagian kepala belakangnya yang terlihat. Dilihat dari gerak-geriknya, si ungu tengah memakan snack

"Kau terlalu cepat kesal, Akashi" kata si pink yang keceplosan menyebutkan nama asli dari si merah sehingga dihadiahi delikan oleh Akashi

"Maaf" kata si pink

Pertengkaran singkat antara merah dan pink mendapatkan perhatian dari rekan-rekannya yang lain sehingga terlihatlah wajah dari masing-masing anggota

Merah, bernama Akashi Seijuro, merupakan ketua sekaligus Cracker utama. Sangat handal dalam peretasan

Biru, bernama Aomine Daiki, merupakan pemburu utama. Dia seorang penggila bertarung

Hijau bernama Midorima Shintaro merupakan Cracker kedua yang selalu membawa benda keberuntungannya kemana-mana. Selalu membantu Akashi dalam meretas

Kuning, bernama Kise Ryouta, merupakan pemburu kedua setelah Aomine. Sering ceroboh walaupun itu sebagian dari rencananya

Ungu, bernama Murasakibara Atsushi, merupakan pemburu ketiga setelah Aomine dan Kise. Anggota termalas dan tertinggi di Crowned Clown

Pink, bernama Momoi Satsuki, satu-satunya anggota perempuan. Tugasnya mencari informasi target secara langsung

Enam orang berbakat yang berkumpul menjadi satu untuk menghancurkan orang lain atau organisasi lain melalui dunia maya dan dunia nyata

"Siapa Hacker itu?" Gumam Akashi seperti mendapatkan sinyal perperangan

.

.


-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-


.

.

*Brak!*

.

"Huuuft..." Hinata membersihkan pelipisnya dari peluh yang membasahi sekujur badannya membuat keseksian Hinata semakin bertambah

Hinata langsung terdiam saat sebuah handuk mendarat di kepalanya sehingga menutupi kepala

"Bersihkan keringatmu" pesan Naruto

Hinata pun mengambil handuk putih itu dari kepalanya. Setelah itu memasang ekspresi jahil

"Kau tergoda?"

Naruto mengibaskan tangannya menandakan tidak atas pertanyaan Hinata

.

*Tok...Tok...Tok...*

.

"Ada kiriman!"

Pintu apartemen Naruto diketuk oleh seorang pengantar pesanan. Naruto berjalan menuju pintu dan membukanya diikuti Hinata dari belakang

.

*Cklek*

.

Terlihatlah laki-laki pirang Amerika sedang mengenggam sebuah barang yang telah dibungkus

"Kiriman paket untuk Hyuuga Hinata dari kamar 303" ujarnya

Hinata pun menerima paket tersebut dan tidak lupa mengucapkan terimakasih lalu memberi tanda tangan di kertas bukti penerimaan paket

"Tunggu sebentar. Tanda tangan juga disini, Hinata" kata si pengantar paket menyodorkan sebuah kertas kosong

"Untukmu pribadi?" Tanya Hinata

"Ya. Aku penggemarmu"

"Baiklah" kata Hinata dan memberi tanda tangan untuk si pengantar paket

"Terimakasih"

Pria itu pun berpamitan dan pergi dari hadapan Naruto dan Hinata. Tanpa izin Naruto, Hinata kembali masuk kedalam membuat Naruto geleng-geleng kepala dan menghela nafas

Naruto akhirnya masuk kembali dalam apartemen dan menutup pintu terlebih dahulu

Naruto mengangkat sebelah alisnya saat Hinata sedang mengenggam sebuah gantungan kunci berbentuk boneka panda

"Ah lucunya..." Kata Hinata dan mengelus-elus permukaan boneka dengan pipinya

Naruto memungut sobekan kertas boneka itu di lantai dan melihat nama si pengirim

.

[Dari penggemar beratmu]

.

"Penggemar" gumam Naruto

"Astaga!" Naruto langsung melihat Hinata ketika Hinata berteriak pelan

"Aku harus ke supermarket untuk membeli persediaan makananku. Aku pamit dulu, Naruto"

Hinata pun keluar dari apartemen Naruto. Naruto menghela nafas berat. Ia harus memulai sesuatu yang menurutnya merepotkan

.

.


-_Mendokusai? Make It Easy! 2_-


.

.

*Tap...Tap...Tap...*

.

Pakaian terbuka dengan dibalut cardigan cokelat membuat penampilan Hinata terlihat cantik. Tidak lupa ia juga menggunakan kacamata hitam untuk menyamarkan penampilannya

Barang belanjaan yang ia jinjing malah semakin menyamarkan dirinya dari penggemar. Hinata berbelok ke sebuah gang kosong agar perjalanannya menuju apartemen semakin dekat

Langkah Hinata berhenti ketika 3 orang laki-laki berbadan besar berbeda bentuk fisik dan berjas sedang memagar jalannya

Mereka bertiga diketahui adalah Aomine, Murasakibara dan Kise

"Hyuuga Hinata?" Kata Aomine

"I-iya?" Sahut Hinata dalam bahasa Inggris

Murasakibara mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Pria bertinggi badan 192cm itu perlahan tangannya menurun hendak memegang Hinata

.

*Tap!*

.

Murasakibara melirik seorang berpakaian serba hitam yang berani menepis tangannya. Hinata sedikit terkejut dengan kedatangan sosok bertopeng tengkorak tersebut

Aomine langsung menyeringai atas kedatangan H2. Jauh-jauh datang dari Jepang hanya untuk menyelamatkan Hinata

Aomine, Kise dan Murasakibara pun mengeluarkan pistolnya lalu menodong Naruto dan Hinata

.

*Booft!*

.

Naruto menghempaskan sebuah bola kecil bewarna hitam sehingga menimbulkan kabut hitam yang menghalang pandangan mereka bertiga

.

*Tap! Tap! Tap!*

.

Terdengar langkah suara berlari. Hal ini sontak membuat Aomine, Kise dan Murasakibara menembakkan pistolnya

.

*Dor! Dor!*

.

Setelah beberapa kali menembak namun tidak membuahkan hasil apaun karena mereka masih mendengar suara hentakan kaki. Kise teringat akan sesuatu sehingga ia membelalakkan matanya

"Di belakang!" Teriak Kise dan membalikkan badannya. Namun sayang karena Naruto dan Hinata sudah menghilang tanpa jejak

"Mereka berhasil kabur" kata Aomine

.

*Tap! Tap! Tap!*

.

Naruto menghentikan langkahnya otomatis juga menghentikan langkah Hinata. Hinata bersandar di dinding sambil mengatur nafasnya

"Apa yang terjadi?!"

"Tenanglah" kata Naruto lewat speaker gadget

"Kau siapa?!"

Naruto terdiam sejenak karena diteriak oleh Hinata. Gadis cantik itu sudah terlihat frustasi

"Aku adalah pelindungmu"

"Pelindung?! Pelindung apa?!"

"Melindungimu dan menjamin keselamatanmu dari gangguan ancaman kekerasan"

Hinata sekarang sudah mulai diam. Tidak lagi stres seperti tadi

"Siapa yang membayarmu? Ayahku?" Tanya Hinata

"Rahasia" jawab Naruto

"Aku tidak membutuhkan perlindunganmu! Pergi sana!" Usir Hinata

"Baiklah" jawab Naruto setelah memikirkan pertimbangan. Naruto menerima pengusiran Hinata begitu saja karena area ini dirasa sudah aman. Naruto pun pergi dari hadapan Hinata

.


.

Hinata melangkahkan kakinya di trotoar jalanan hendak menuju apartemennya. Barang belanjaan Hinata masih ada walaupun sedikit acak-acakan

Tiba-tiba saja ponsel milik Hinata berdering menandakan sebuah pesan masuk

.

[Kami akan membunuhmu #CrownedClown]

.

Mata Hinata terbelalak saat mendapatkan pesan tertulis di ponselnya. Teror apa ini? Dia harus mengadu kepada polisi

Lagi-lagi ponsel Hinata berdering karena pesan baru telah masuk

.

[Melaporkan kepada polisi, maka keluargamu akan dibunuh #CrownedClown]

.

Hinata menutup mulutnya yang menganga. Bagaimana caranya melalui ini semua

"Apa alasan mereka ingin membunuhku?!" Batin Hinata

"Demi kesenangan" kata seseorang berasal dari ponsel milik Hinata sendiri. Ternyata ponsel tersebut telah di hack oleh Naruto

"Sudah kubilang, bukan? Aku adalah orang yang akan melindungimu" kata Naruto lewat ponsel Hinata yang telah di-hack

"Jadi, jangan perlu takut"

.

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

.

AUTHOR NOTE :

Terimakasih atas partisipasi kalian semua karena telah mendukung ane dalam menulis lanjutan dari season 1 sebelumnya

Thanks for follow, favs and review!

Maaf karena terlalu sedikit dan mengecewakan. Bahkan ane sendiri gak yakin chapter ini bagus.

Untuk anggota Crowned Clown yang sudah diketahui adalah chara KnB, anggap aja tinggi Murasakibara gak beda-beda dikit sama Ahomine
Alasannya supaya lebih enak dilihat

.

.

.


Reader Said :

Ke 2 ini tempat petualangan bertempat amrikkah...?

Apa pulang ke jepang.?

Author Said :

Udah terjawab,kan


Reader Said :

btw kallo bolleh tao temen Na-Chan yg di NY itu gara bukan thor?

Author Said :

Sudah terjawab, kan


Reader Said :

next thor, tambahin parkur klo bisa hhhhe

Author Said :

Mmm...

Gimana ya...

Tp sebenarnya itu sih ide bagus


.

.

.

Silahkan tinggalkan jejak :v

.

.

KAZEHIRO TATSUYA