FATE

Final Chapter

Story is mine but not with the cast

Chanyeol x Baekhyun

Genderswitch!

Selamat membaca, Readers

..

.

Previous Chapter

"Kau hanya perlu memutar tubuhmu dan aku akan berada disana"

Bukan hanya ucapan tanpa arti sekedar menenangkan perasaan satu sama lain, namun memang itu kenyataannya

Chanyeol membelalakkan matanya saat melihat Baekhyun memutar tubuhnya sambil mengusap air matanya secara kasar, bahkan bunga yang dibawanya tadi terpaksa harus bersentuhan dengan tanah Pria itu terkejut dengan pemandangan dihadapannya, begitu juga dengan yang dirasakan oleh Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan pernikahan Jimin dan Daehyun gadis itu merasakan sakit hati yang teramat sangat karena melihat pria yang dicintainya menikah dengan wanita lain, terlebih gaun pengantin milikmu dipakai oleh wanita lain, ia merasa seperti semua miliknya diambil dan direnggut dengan sangat paksa

Namun sekarang saat ia memutar tubuhnya, ia melihat Chanyeol, pria lain dalam hidupnya berdiri disana dengan buket bunga kesukaannya. Gadis itu pun merasakan keterkejutan yang dirasakan oleh Chanyeol

Manusia hanya bisa merencanakan, namun Tuhan yang menentukan hasilnya. Sepertinya ungkapan itu menemukan mangsanya sekarang

Baekhyun dan Chanyeol menatap satu sama lain dalam kediaman, hingga akhirnya yang berambut panjang berlari kecil dengan isakan tangisnya menuju Chanyeol dan pria merentangkan tangannya untuk memeluk gadis manis kesayangannya. Byun Baekhyun

Gadis itu menangis terisak di dada bidang milik Chanyeol, ia menumpahkan segala sakit hati yang ia rasakan di pelukan hangat seorang Park Chanyeol

Lalu Chanyeol? Pria itu menitikan air mata saat mendekap hangat Baekhyun

"Chanyeol-ssi" Isak gadis itu masih dalam pelukan seorang Chanyeol, pria tinggi itu mengangguk dan mengusap belakang kepala Baekhyun "Aku disini"

"Sudahlah" sambung pria itu sambil mengecup pucuk kepala Baekhyun berkali – kali,

Baekhyun meluapkan kesedihannya dan Chanyeol masih memeluk memberikan ketenangan pada gadis yang sangat dicintainya itu

.

.

.

Sahabat Baekhyun menghela nafasnya dengan sangat berat melihat sahabatnya berlari dan menangis dan memeluk seorang pria yang bahkan wanita itu belum tau itu siapa. Wanita itu melangkahkan kakinya meninggalkan gereja, ia teringat akan curahan hati Baekhyun yang datang beberapa waktu yang lalu

Saat itu masih musim dingin di Seoul dan seorang wanita mungil lainnya sedang berada di balik selimut hangat sambil menikmati saluran televisi favoritenya dengan secangkir teh di tangan kanannya. Wanita yang sedang bergelung dengan hangatnya selimut itu harus rela bangun dan membuka pintunya yang di ketuk secara keterlaluan

"Nee~ sebentar"

Ia membuka pintu flat kecil miliknya dan melihat sahabatnya berdiri disana dengan kepulan asap putih di kedua belah bibir tipisnya "Oh tuhan, Baekhyun! cepat masuk" gadis itu memapah seorang yang bernama Baekhyun itu dan duduk di sofa miliknya, memakaikan selimut yang ia gunakan tadi dan memberikan segelas teh yang belum sempat ia minum

"Baekhyun ada apa?" Tanya sahabatnya itu sambil mengusap pundak kecil seorang gadis dihadapannya, ia melihat sahabatnya menitikan air mata "Jangan menangis dulu Baek, ada apa?" Kejar gadis mungil bermata lebar dihadapan Baekhyun

"Kyungsoo … hiks"

"Apa? Kau kenapa Baekhyun? Ada apa?"

"Aku sudah memutuskan semuanya Kyung" Ucap Baekhyun ditengah – tengah isakan tangisnya, Kyungsoo sahabat gadis itu menatap Baekhyun dengan tatapan penuh arti "Tentang pernikahanmu dengan Daehyun?" Ucapan Kyungsoo membuat Baekhyun menatap gadis dihadapannya "Bagaimana kau bisa tau tentang hal itu?"

"Kau menganggapku sahabatmu atau bukan? Mengapa kau menyembunyikan rasa sakit hatimu sendiri? Mengapa kau tak berbagi padaku?" Kyungsoo menitikan air mata melihat bagaimana kondisi Baekhyun saat ini, dari apartemen Baekhyun ke flat kecil milik Kyungsoo itu cukup jauh, belum lagi dirinya tidak memakai pakaian hangat padahal Baekhyun sangat tidak kuat dengan suhu dingin

"Kau merasakan sakit hatimu sendiri! Mengapa tidak berbagi hah? Apa aku bukan sahabatmu?" Kejar Kyungsoo, Baekhyun semakin menangis lalu memeluk Kyungsoo "Sekarang keluarkan semuanya, aku akan mendengarkan, jangan merasa kesakitan sendiri Baekhyun bodoh, berceritalah … agar beban mu … hiks … lebih ringan … hiks" Baekhyun mengangguk dalam pelukan Kyungsoo "Maafkan aku Kyung"

Kyungsoo mengangguk sambil melepaskan pelukannya dari Baekhyun "Jadi apa yang terjadi?" ucap Kyungsoo sambil mengusap air matanya

"Aku sudah memutuskan semuanya" ucap Baekhyun

Kyungsoo mengusap air mata sahabatnya "Apa keputusanmu?" Baekhyun menundukkan kepalanya "Aku tidak akan menikah dengan Daehyun Oppa"

Kyungsoo mengangguk dan memeluk lagi sahabatnya "Keputusanmu sudah sangat baik Baekhyun, yakinlah ini memang yang terbaik" Baekhyun membalas pelukan Kyungsoo lalu menitikan lagi air matanya "Apa ini benar .. Hiks ... Kyung? aku melepaskan cintaku … aku khawatir aku akan menyesal … Kyungsoo-ya" Baekhyun menangis lagi dalam pelukan Kyungsoo, apa yang dirasakan Baekhyun sudah sangat sakit, dirinya bahkan merasa bahwa ini adalah keputusan yang salah, namun Kyungsoo menguatkan Baekhyun dengan berkata bahwa "Ini sudah benar … kau pantas mendapatkan seseorang yang mencintaimu Baekhyun"

"Kyung kau tau … aku … hiks memberikan gaun pernikahanku pada calon istri Daehyun Oppa"

Kyungsoo melepas pelukannya "Apa maksudmu?"

"Aku memberikan gaun pernikahanku pada calon istri daehyun oppa … "Ulang Baekhyun

"Mengapa?"

"Gaun pengantin itu tidak pernah tau siapa mempelai prianya" Sambung Baekhyun sambil mengusap air matanya,

Kyungsoo mengangguk, ia mengetahui maksud dari ucapan Baekhyun tentang gaun yang tak pernah tau siapa mempelai prianya, pasalnya setiap Baekhyun pergi untuk fitting gaun pengantin ia selalu pergi sendiri, memilih desain, warna dan model semuanya sendiri. Padahal bagi seorang wanita gaun pengantin adalah sebuah mimpi. Mimpi dimana akan digunakan pada sebuah hari yang bahagia, dipakai sekali seumur hidup guna mengerti arti dan makna dari sebuah pernikahan yang sakral dan suci

"Tak apa Baekhyun …" Kyungsoo mengusap air mata Baekhyun yang menetes lagi dan lagi

"… Kau akan mendapatkan seseorang yang nantinya akan mencintaimu sepenuh hatinya"

Baekhyun terdiam, mendengar ucapan Kyungsoo hanya ada satu nama yang terlintas dipikirannya, atasannya Park Chanyeol. Seorang yang sudah sangat terlihat jelas bahwa dirinya mencintai Baekhyun. Bahkan saat final fitting yang menemani nya adalah Chanyeol, masih tergambar jelas di benak Baekhyun tentang bagaimana keinginan Chanyeol melihat dirinya memakai gaun pengantin dan mempelai prinya adalah Chanyeol itu sendiri, namun pria tinggi itu harus menelan pil pahit bahwa bukan dirinya yang akan menikah dengan Baekhyun, melainkan pria lain. Satu tetes air mata Chanyeol juga tak luput dari ingatan Baekhyun

Kyungsoo menatap kediaman Baekhyun yang tatapan matanya menerawang sangat jauh, terlihat bahwa ia sedang memikirkan sesuatu. Gadis bermata besar itu merapikan rambut Baekhyun yang sedikit berantakan lalu mengambil ponselnya

"Aku tidak bisa menemanimu ke pernikahan Daehyun oppa …" Ucap Kyungsoo sambil berbicara pada seseorang diseberang sana

"…"

"Aku tidak bisa pergi sementara sahabatku disini merasakan sakit hati yang terlalu dalam … Jongin-ah" Ucap Kyungsoo sambil melihat Baekhyun yang kembali menangis atas apa yang ia rasakan

Ucapan Kyungsoo yang berkata tidak datang ternyata hanya di bibir saja. Sekarang buktinya, wanita itu datang dan berjalan pelan ke area pernikahan namun saat dirinya hamir sampai. Ia menghentikan kakinya dan melihat sahabatnya yang tetap datang dan berlari memeluk seorang pria yang Kyungsoo tidak ketahui siapa pria itu. Namun senyuman Kyungsoo tercetak jelas, air matanya tumpah namun senyumnya tidak bisa dibendung

"Aku sudah bilang kan bahwa kau pantas mendapatkan pria yang tepat Baekhyun" Ucap Kyungsoo sambil mengusap air matanya pelan, "Kyung… kau bilang tidak datang" ucap seorang pria yang berkulit kecokelatan yang menepuk pundak Kyungsoo, gadis bermata besar itu memutar tubuhnya dan memeluk kekasihnya "Aku bahagia Jongin-ah"

"Apa yang terjadi …" pria yang bernama Jongin itu menatap dan melihat seorang yang ia kenal sedang memeluk seorang wanita "Oh … Chanyeol hyung? Dengan siapa dia berpelukan?"

Kyungsoo melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya "Dengan calon istrinya … ayo pergi Jongin-ah"

.

.

.

"Baekhyun … "

Baekhyun membuka matanya dan menatap kesekeliling, ia tertidur sepertinya

Dihadapannya sekarang ada sebuah danau yang sangat ia kenal, "Dumulmeori?" Baekhyun menatap pria yang ada dibalik kemudi, pria tampan yang ia peluk barusan "Chanyeol-ssi?"

Chanyeol mengangguk lalu menampilkan senyumnya yang menawan "Aku tidak tau harus membawamu pergi, tapi aku merasakan ketenangan disini, aku harap kau merasakan yang sama Baekhyunnie" Baekhyun yang mendengar ucapan Chanyeol itu mengangguk dan kembali menitikan air mata

"Terimakasih, kau jauh – jauh menyetir dari Seoul ke Gyeonggi dan aku hanya tertidur … maafkan aku" Ucap Baekhyun, Chanyeol menggeleng "Tak apa … kau tertidur sangat pulas mana aku tega membangunkan mu Baekhyun"

Memang beberapa saat yang lalu Baekhyun menangis dengan terisak di dalam mobil Chanyeol, tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Seperti kebiasaan Baekhyun pada umumnya … jika wanita itu menangis maka ia akan tertidur, dan Chanyeol tentu tidak sampai hati membangunkan Baekhyun, dan pria itu memutuskan untuk membawa Baekhyun ke tempat pertama kali ia melihat senyum lepas Baekhyun yang menggunakan dress berwarna kuning pastel yang turun di hatle dan berjalan kearahnya. Dumulmeori

"Ayo turun Baekhyun" Chanyeol turun duluan dari Audi miliknya dan duduk di depan kap mobil mewahnya itu, tak lama Baekhyun ikut duduk disana dengan senyuman yang sangat ia paksakan, jejak air mata dan mata merah Baekhyun masih tergambar jelas di wajah cantiknya, dan itu mampu membuat jantung Chanyeol sedikit berdegup, Bahkan saat menangis pun Baekhyun sangat manis

"Lihat … sudah mulai senja Baek" Chanyeol membuka suara untuk memulai obrolan mereka, Baekhyun mengangguk "Iya Chanyeol-ssi, sangat indah"

"Kau benar … sangat indah, kau tau Baekhyun …" Chanyeol menatap Baekhyun yang ada disampingnya dan Baekhyun tentu menatap Chanyeol tepat dimatanya "Senja adalah akhir hari … dan tetap indah karena cahaya keemasan matahari menyeruak diantara putihnya awan, benar kan?" Chanyeol menggantung kata – katanya lalu menatap langit senja dihadapannya

"Maksud anda Chanyeol-ssi?"

Chanyeol tersenyum "Sebuah akhir belum tentu buruk Baekhyun, kau boleh mengambil contoh sebuah langit senja … apakah buruk? Tidak kan? Ia malah terlihat lebih cantik daripada langit pagi dan cahaya terik pada siang hari … kau tak perlu takut akan sebuah akhir Baekhyun-ah, sama seperti senja, dalam hitungan jam ia akan berubah menjadi malam dan ketika malam berakhir maka akan ada pagi yang baru"

Baekhyun terdiam, matanya menatap lurus kedepan ia mengerti maksud ucapan Chanyeol, yang mengatakan bahwa ia tak perlu takut akan sebuah akhir karena akhir juga sesuatu yang indah dan akan ada hal yang baru nantinya. Sekarang senyum Baekhyun sudah tercetak di bibir tipisnya "Kau benar Chanyeol-ssi"

Chanyeol menatap wajah Baekhyun dari samping kanan gadis itu, paparan cahaya jingga mengenai wajah cantik Baekhyun, dengan senyuman yang sedikit mengembang dan jejak air mata di beberapa helai bulu mata Baekhyun membuat wanita kesukaan Chanyeol terlihat jauh lebih cantik dari biasanya

"Byun Baekhyun …" Baekhyun menolehkan kepalanya dan menatap Chanyeol dengan lekat "Ya …?"

"Jadilah milikku Byun Baekhyun" Ucap Chanyeol tegas, tanpa terbata – bata dan penuh keseriusan

"Aku …"

.

.

.

Satu Tahun Kemudian

"Good morning sweetheart …" Sapa Chanyeol sambil mengusak matanya pelan, saat ini masih jam sepuluh pagi waktu Korea dan sayangnya sweetheart Chanyeol berada di perbedaan waktu 12 jam dengannya

"…"

"Bekerja? Tidak sayang, aku hanya akan tidur satu hari ini, lagipula aku baru datang dari Ankara kemarin" Ucap Chanyeol sambil merapikan selimut dan bantalnya

"…"

"Aku akan membuat sarapan, kau tidak tidur? Jam berapa sekarang?" Sambung Chanyeol sambil mengambil dua lembar roti tawar dan empat strips bacon

"…"

"Ah benarkah? Bagaimana harimu? Berat kah? Perlu oppa beri pijatan pada pundak kekasih oppa ini?" Goda Chanyeol, pria itu mendengar suara wanitanya terkikik pelan di ujung telepon sana

"…"

"Arra ... Arra bukan kekasih, aku memang bukan kekasihmu tapi kau akan tetap menjadi istriku nantinya sayang … Ouch" Pria itu terkena cipratan dari bacon yang di masak olehnya

"…"

"Hahaha aku hanya terkena cipratan minyak sayang, ahh kau tau maknae akan menikah dengan kekasihnya seminggu lagi, kau bisa datang?" Tanya Chanyeol

"…"

"Yaa kurang lebih begitu, apa kau tidak dapat libur natal? Pernikahannya kalau tidak salah dilaksanakan tanggal 19 nanti" Ucap pria itu sambil meniriskan bacon dan telur miliknya

"…"

"Belum tau? Ahh baiklah … akan lebih baik jika kau bisa hadir nanti"

"…"

"Kau ingin istirahat? Baiklah sayang selamat istirahat, aku mencintaimu" Setelahnya Chanyeol mematikan sambungannya dengan seorang wanita yang memegang penuh perasaannya dan sayangnya sekarang berada di Alaska. Pria tinggi itu menatap wallpaper di ponselnya yang menampilkan gambar dirinya dan wanita kesukaannya sedang duduk bersisian saat mereka menghabiskan Natal pertama mereka sebelum sang gadis berangkat ke Alaska untuk urusan pekerjaan

Di gambar itu menampilkan si wanita tersenyum dengan menggunakan hiasan rambut seperti rusa dan Chanyeol memakai topi natal dengan hidung merah, foto itu saat mereka menghabiskan Natal hari pertama di rumah Chanyeol yang terletak di Chengdu bersama dengan keluarga besar Chanyeol

Chanyeol menatap sarapannya dan foto dilayar ponselnya, pikirannya ia bawa ke satu tahun yang lalu

"Aku berharap demikian tetapi … Aku sudah menyetujui untuk mengambil proyek pengembangan bangunan di salah satu museum di Alaska Chanyeol-ssi dan menjadi arsitek untuk salah satu orang terkenal" Jawab Baekhyun, pria itu terdiam lalu meraih jemari Baekhyun dan mencium satu persatu jari lentik milik gadis kesayangannya itu

"Tak apa, sembuhkanlah dirimu dulu … aku yakin rasa sakit yang kau rasakan sangatlah dalam, aku akan menunggumu pulang" Baekhyun mengangguk dan tersenyum menatap Chanyeol

"Chanyeol-ssi, sebelumnya aku minta maaf aku tidak akan bisa menemanimu ke Bora – Bora untuk peletakan batu pertama" Ucap Baekhyun sambil menundukkan kepalanya, Chanyeol menggeleng "Tak apa, aku akan kesana dengan paman Uhm, kau sudah bekerja sangat keras Baekhyunnie terimakasih banyak"

Mereka bertatapan satu sama lain hingga Chanyeol meraih pipi Baekhyun untuk menciumnya. Baginya sekarang Baekhyun yang ada dihadapannya sudah terbebas dari sesuatu yang menghancurkan dirinya dan pria itu disana untuk memerbaiki Baekhyun seperti seharusnya, meskipun itu membutuhkan waktu yang lama dan kesediaan dari Baekhyun itu sendiri, sedangkan Baekhyun? Gadis itu saat ini sedang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang mengenalnya

Baekhyun terdiam menatap Chanyeol yang mencium pipinya, gadis itu kembali menitikan air mata

"Jangan menangis lagi Baekhyunnie" Chanyeol dengan sigap menyeka air mata Baekhyun, gadis itu mengangguk dan meraih tangan Chanyeol

"Terimakasih Chanyeol-ssi, terimakasih untuk semuanya" ucap gadis itu diikuti oleh isakan lembut dari bibir mungilnya, Chanyeol mengangguk dan mengusap surai hitam Baekhyun, gadis itu menutup matanya dan Chanyeol dengan gerakan terlampau pelan mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun, Chanyeol mendekatkan bibirnya pada bibir Baekhyun dan menempelkan kedua bibir itu dengan sangat lembut, tanpa pergerakan hanya sebuah kecupan manis untuk gadis yang sangat dicintainya, sebuah kecupan lembut dan hangat mendarat pada bibir mungil Baekhyun membuat gadis itu membuka matanya perlahan dan menatap pria dihadapannya

Satu tetes air mata turun lagi dari pelupuk mata Baekhyun, dan itu dirasakan oleh kedua pipi Chanyeol yang sedang bersentuhan dengan wajah Baekhyun. Pria itu membuka matanya dan pandangannya beradu pada Baekhyun yang sedang menitikan air matanya, Chanyeol meraih tengkuk Baekhyun dengan sebelah tangannya dan tangannya yang satu lagi menarik Baekhyun dalam rengkuhannya, Pria itu memperdalam ciumannya pada Baekhyun. Jika semula hanya kecupan lembut maka sekarang sudah berubah menjadi sebuah lumatan yang tak kalah lembut. Pria itu terlalu mencintai gadis dihadapannya, ia terlalu mencintai Baekhyun

.

.

.

"Tuan Chanyeol, resort anda di Bora – Bora kurang lebih akan rampung secara keseluruhan 2 minggu lagi" Ucap paman Uhm, orang kepercayaan Chanyeol. Pria itu menganggukan kepalanya dan tersenyum sambil menatap kalender meja miliknya beserta rangkaian vas bunga favorite kekasihnya "Setelah satu tahun akhirnya selesai juga dibangunnya" sambung Chanyeol, pria itu tersenyum puas "Paman kau bekerja sangat keras, terimakasih banyak" sambung Chanyeol, pria paruh baya dihadapan Chanyeol tersenyum sambil menatap lembut atasan yang sudah seperti putranya itu sendiri

"Sama – sama nak … apakah anda sudah mempersiapkan hadiah untuk pernikahan sahabat anda Chanyeol-ssi?" tanya paman Uhm, Chanyeol menggeleng "Akan aku siapkan segera paman, tak aku sangka penantian si maknae itu terbayar juga" jawab Chanyeol. Orang kepercayaan Chanyeol itu tersenyum lalu setelahnya mengundurkan diri dari ruangan Chanyeol

Chanyeol membuka fitur skype dan menghubungi salah satu hyung nya yang ada di Kanada, tak perlu waktu lama dan sambungan itu pun dijawab oleh pria rambut pirang itu

"Kris hyung" Chanyeol menatap Kris yang sedang fokus dengan pekerjaannya.

"Apa?!" Jawab Kris ketus, setelahnya pria itu kembali fokus dengan rangkaian gundam miliknya

"Ketus sekali orang tua ini" Ucap Chanyeol asal – asalan dan diujung sana Kris hanya mengendikkan bahunya "Hyung kau akan pulang? Maknae akan menikah!" Sambung Chanyeol sambil memperlihatkan senyuman lebarnya

"Sudah tau, aku mungkin akan ke Korea bersama Zitao dan Kevin, apa kekasihmu akan pulang Chanyeol-ah?" tanya Kris

"Eumm … tidak tau hyung, aku berharap ia akan pulang atau bisakah kau membawanya kembali bersamamu? Lagipula Kanada dan Alaska kan dekat?" Tawar Chanyeol

Kris terkekeh pelan "Tidak mau, lagipula apa aku harus menjemput kekasihmu dulu begitu? Kau kira dari Glace Bay ke Anchorage dekat? Itu Jauh Chanyeol-ah" Kris menggeleng lalu fokus lagi pada gundam miliknya yang sudah setengah jadi,

"Kau keterlaluan hyung …"

"Mengapa tidak kau yang menjemputnya?" Tanya Kris

"Aku khawatir ia tidak dapat waktu libur, padahal sudah aku katakan aku ingin menjemputnya" Chanyeol mem-pout -kan bibirnya dan itu disaksikan oleh Kris yang sedang berada ribuan kilometer jauhnya dari Chanyeol saat ini

"Mengerikan, jangan tunjukan wajah mu yang seperti itu, sama sekali tidak menggemaskan" Kris kembali sibuk dengan gundamnya, tak menyadari perubahan wajah Chanyeol saat ini

"Aku matikan dasar orang tua"

Setelahnya terdengar bunyi pip tanda sambungan skype sudah dimatikan oleh Chanyeol,

Pria itu menggerutu lalu keluar dari kantornya, ia sangat kesal terhadap Kris

"Tuan Park? anda mau kemana?" tanya sekertaris Chanyeol, pria itu mengambil ponselnya yang berada disakunya dan menatapnya lekat

"Bertemu dengan Sehun … aku tidak ada meeting hari ini kan? Karena aku akan sampai sore" Tanya Chanyeol, sekertarisnya itu menggeleng dan setelahnya Chanyeol melangkah pergi setelah mengucapkan terimakasih

.

.

.

Di jam yang sama namun di hari yang berbeda, terdapat Kris dan kedua orang dihadapannya sedang tertawa satu sama lain karena sikap kekanakan Chanyeol

"Kau lihat? dia selalu marah kalau keinginannya tidak terpenuhi, anak kecil sekali" ucap Kris sambil meletakkan gudamnya yang sudah selesai ia rakit, kedua wanita dihadapannya tersenyum "Begitulah kekasihmu itu Baekhyunnie" Sambung Zitao, istri Kris. Baekhyun tersenyum sambil menggendong Kevin yang ada di pangkuannya

"Jie dia selalu mengerjaiku … dia selalu bilang suka melihat wajahku yang sedang kesal, jadi aku juga ingin melihat wajahnya saat sedang kesal. Aktingmu sangat bagus Ge" Baekhyun berkata demikian sambil me-nina bobokan Kevin dipangkuannya. Pemandangan itu disaksikan oleh Kris dan Zitao keduanya tersenyum satu sama lain

"Baekhyun kau akan ikut bersama kami kembali ke Korea tiga hari lagi? Jika iya akan aku pesankan tiket juga" Tanya Zitao, Baekhyun menggeleng "Gege dan Jie Jie berangkat duluan saja, aku harus ke Guadalajara dulu selama satu hari untuk bertemu salah satu customer ku, setelahnya aku akan berangkat dari Mexico langsung ke Korea"

"Sibuk sekali dirimu Baekhyun-ah, apa setelah menikah dengan Chanyeol kau akan tetap sesibuk ini?" Tanya Kris, Baekhyun terdiam sambil menatap Kevin yang ada di gendongannya "Entahlah Gege, aku berharap bisa membuat perusahaan kontraktorku sendiri"

"Kau desainer dan arsitek kelas dunia sekarang Baekhyun-ah, tentu kau bisa melakukannya" disampingnya Zitao menyemangati Baekhyun sambil mengusap punggung Baekhyun lembut

"Kau istirahatlah, besok kau akan berangkat ke Mexico, jam berapa penerbanganmu gadis kecil?" Tanya Kris, Baekhyun tersenyum "Setengah Sembilan ge"

"Kau istirahat saja lebih awal Baekhyunnie" Tawar Zitao sambil mencoba mengambil putranya dari gendongan Baekhyun "Biarkan aku saja Jie, kalian lah yang istirahat duluan aku akan menidurkan kevin setelahnya juga aku akan istirahat"

Pasangan suami istri itu mengangguk lalu berlalu meninggalkan Baekhyun dan putra semata wayang mereka "Kevin … let's take a picture first" ucap Baekhyun sambil mengambil ponselnya dan mecari fitur kamera untuk memotret dirinya dengan bayi kecil berusia 2 tahun itu

"Chaa~ sekarang ayo kembali ke kamarmu karena Imo akan istirahat juga sekarang" Baekhyun melangkahkan kakinya menuju kamar kevin yang ada disebelah kamar orang tuanya, ia meletakan bayi kecil itu di dalam baby box dan mulai menghidupkan penghangat karena saat ini sedang musim dingin di Kanada "Selamat malam baby boy" setelahnya Baekhyun keluar dari kamar kevin dan duduk menatap langit malam seperti biasanya yang ia lakukan

"Chanyeollie aku merindukanmu" Ucap Baekhyun sambil mengeratkan jaketnya, gadis itu teringat musim dingin tahun lalu dimana ia kehilangan cintanya namun disaat yang hampir bersaman ia mendapatkan seseorang yang sangat mencintainya. Ia sangat bersyukur Chanyeol adalah orang yang gigih meskipun tak dapat dipungkiri olehnya bahwa Chanyeol lah yang paling tersakiti jika pernikahan dirinya dengan mantan tunangannya jadi dilaksanakan saat itu. Gadis itu menatap wallpaper di ponselnya dan tersenyum melihat disana tarpasang foto Chanyeol yang sedang tersenyum lebar kearah kamera

"Aku sangat mencintaimu, terimakasih Chanyeollie" sambung Baekhyun sambil mengusap layar ponselnya

.

.

.

"Maknae yaaa~ kau akan menikah hahaha, selamat ya" saat ini sedang ada beberapa orang pria dengan kadar ketampanan yang luar biasa duduk dan tertawa satu sama lain

"Tak aku sangka ia akan menikah duluan dariku Hyung, dasar" Itu suara Jongin, tunangan Kyungsoo

"Kau benar Jongin-ah, tak disangka – sangka ya penantian si pejuang hubungan jarak jauh ini terbayar juga" Itu suara Chanyeol yang tertawa sambil high five bersama Jongin, dihadapannya Sehun tertawa kecil diikuti oleh Joonmyeon yang tersenyum disamping Sehun

"Oh ya apakah kau sudah membicarakan pernikahanmu dengan Kris dan Yixing, Sehun-ah?" Tanya Joonmyeon sambil meminum Americano miliknya, Sehun mengangguk "Sudah hyung, Kris Hyung dan Yixing Hyung akan datang nanti katanya beserta dengan anak dan istrinya masing – masing"

"Geunde Sehun-ah, bagaimana kau bisa menyakinkan rusa galak itu untuk menyudahi karirnya sebagai perfumer dan memilih menikah denganmu?" Tanya Chanyeol sambil mengambil satu potong kue manis dihadapannya

Sehun menghentikan kegiatannya meminum milkshake cokelatnya dan menatap sembarang "Mudah saja, dengan bayi yang ada di kandungan Luhan tentu saja"

Jongin tersedak

Chanyeol hampir memuntahkan pie manisnya

Joonmyeon memberikan tatapan tak main – mainnya pada Sehun

"Apa? Kenapa?" Tanya Sehun sambil menatap ketiga pria yang ada dihadapannya saat ini

"Tak aku sangka si bayi sudah bisa menghamili kekasihnya" Ucap Chanyeol sambil membersihkan bibirnya dari sisa pie manis yang ia makan tadi "Benar hyung, tak aku sangka" Sambung Jongin

"Biar cepat saja, aku sudah lelah menunggu" Jawab Sehun acuh, lalu tertawa setelahnya

"Masih bisa tertawa lagi, dasar anak nakal" Joonmyeon memukul lengan Sehun dan hanya dibalas kekehan ringan oleh pria tampan itu "Tapi aku sangat mencintainya Hyung, kalian tenang saja" ucap Sehun sambil meminum kembali milkshake cokelatnya

.

.

.

Di pagi hari yang bahkan matahari belum muncul dari singgasananya Baekhyun sudah berada di salah satu international airport yang ada di Kanada, namanya adalah Toronto Pearson International Airport, ia mengambil penerbangan pertama ke Mexico mengingat cukup padatnya kegiatan beberapa hari wanita itu di negara itu, "Gege, hanya akan mengantarmu sampai disini Baekhyun-ah" ucap Kris sambil memberikan kopernya pada Baekhyun, wanita itu mengangguk lalu mengambil koper yang diberikan oleh Kris "Segeralah susul kami ke Korea, kekasihmu itu pasti sangat merindukanmu" Sambung Kris

"Aku juga merindukan semuanya di Korea Ge, terimakasih sudah mengantarku, dan sampaikan salamku pada Kevin nanti pada saat ia sudah bangun" Ucap Baekhyun

"Ya, dia pasti sedih bibi nya pergi meninggalkannya saat ia tertidur" Sambung Kris, Baekhyun tertawa lalu Kris meraih pundak Baekhyun "Jaga dirimu Baekhyun-ah"

"Ne Gege, terimakasih banyak"

Baekhyun menarik kopernya dan berjalan menuju Imigration Check, meninggalkan Kris yang menatap siluet calon istri kekasihnya itu … Baekhyun berjalan menuju lantai dua untuk menunggu pesawatnya yang katanya delay selama 30 menit jadi yang semula ia berangkat setengah sembilan menjadi tepat jam sembilan waktu setempat. Wanita itu menatap tiket dan passport ditangannya, lalu menatap namanya dengan lekat

Setahun lalu wanita itu dengan sangat bahagia berfikir bahwa nama belakangnya akan berubah menjadi Nyonya Jung, dengan senangnya wanita itu berfikir bahwa nanti anak – anaknya akan memiliki marga Jung seperti marga suaminya kelak, hubungan yang ia yakini tak akan berakhir mengingat bagaimana ia menjaga dan mencintai Daehyun, namun akhirnya harus kandas karena Daehyun yang lebih dahulu menemukan pasangan hidupnya. Setahun ini Baekhyun berfikir bahwa mungkin tuhan akan memberikan kebahagiaan lain untuknya lewat pria yang sekarang menunggunya di Korea itu, dan melepaskan ikatannya dengan Daehyun kekasih tujuh tahunnya, dan sekarang ia sudah sangat menerima keadaan … mengiklaskan Daehyun bersama dengan seseorang yang pria itu cintai dan menjalani kehidupannya yang sekarang bersama dengan Chanyeol, pria yang ia kenal karena urusan pekerjaan, pria yang awal bertemu berkata bahwa dirinya adalah tipe kesukaannya, pria yang sangat mencintai dirinya

Baekhyun mengusap namanya, ia tersenyum dan menatap layar ponselnya

"Menjadi Nyonya Park, adalah takdirku … Terimakasih Tuhan" ucap Baekhyun dalam hatinya

"Pesawat dengan tujuan Mexico City International Airport dengan nomor penerbangan A319, dari Toronto Pearson International Airport akan segera landas dalam 15 menit lagi, diharapkan seluruh penumpang menuju terminal III, terimakasih"

Setiap wanita itu mendengar pemberitahuan mengenai penerbangannya, ia selalu ingat bahwa dirinya pernah ke Shanghai bersama Chanyeol beberapa bulan lalu untuk menemui investor resort milik Chanyeol

.

.

.

Tiba di Guadalajara adalah salah satu impian Baekhyun, kota yang sangat indah di dekat ibu kota Mexico tempat lahir arsitek idolanya Luis Barragan. Hari ini gadis itu ada janji untuk bertemu dengan salah satu customernya yang memakai jasa Baekhyun untuk membuat rangkaian desain rumahnya

"Miss. Ximena" Sapa Baekhyun saat melihat seorang wanita cantik berkulit kecokelatan mantan Miss Universe 2010 yang juga berasal dari Guadalajara sedang duduk dan menikmati taco dan margarita

"Yes …"

"Oh, Nice to meet you, It's me Baekhyun" Baekhyun memperkenalkan diri dan seyum cerah didapat Baekhyun oleh customernya itu "Oh Baekhyun, nice to meet you ... I've been waiting for you"

Baekhyun mengambil tempat tepat dihadapan Ximena dan mereka mulai membicarakan tentang desain Baekhyun. Wanita cantik itu mengeluarkan tabletnya dan memperlihatkan racangannya pada wanita dihadapannya "This is the final desain for your lovely house Miss. Ximena, how do you think? Is there anything you want to change or add?"

"Wahh, perfect Baekhyun … the main bedroom soo pretty, I love it ... what is the tone color for this room?"

"As your favorite color Miss. Ximena, beige and baby blue … here and here" Baekhyun menunjukkan di beberapa tempat dimana nantinya akan ada perpaduan warna favorite customernya itu

"Perfect, where is the living room and ahh ... kitchen, have you made it as I said a few days ago?"

Baekhyun mengangguk "I did Miss. Ximena, this is the Kitchen, small and useful, how do you think?"

"Ahh you really know what I want Baekhyun … I love it, really love it … Thank you baby girl" Ximena memeluk Baekhyun dan membuat gadis itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum sangat manis "Baby, I've send those money to your bank account this morning, check it first"

"Ahh, No it's okay Miss. Ximena, I believe on you … really"

"Hahaha, this girl, how about you become my little sister … I would really love if you mind to be my little sister, I've been fallin for your cuteness Baekhyun" Ximena tertawa sangat lembut, dan dibalas anggukan oleh Baekhyun "Sure, I'd love too"

"And Baekhyun, This for you" Ximena memberikan sebuah kotak yang ia ketahui adalah sebuah sepatu, "A pair of shoes?" Tanya Baekhyun, Ximena mengangguk "For you, I saw this on New York Fashon Week and I think this is would be so perfect on your feet"

Baekhyun membuka kotak sepatu dihadapannya dan binar mata gadis itu tidak dapat ia sembunyikan lagi "Woah … Manolo? Thank You eonnie" Baekhyun tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya dan semakin membuatnya menjadi lebih menggemaskan "What? Eo ... what Baekhyun?"

"Eonnie"

"What does it mean?" Tanya Ximena

"Now, I have a sister, in Korean a girl they have an older sister, its should be called Eonnie"

"So, I'm your eonnie?" Tanya Ximena, Baekhyun mengangguk "Yes, you are my Eonnie"

.

.

.

Disini sekarang Baekhyun berada di salah satu hotel dekat Mexico City International Airport, dari lantai kamarnya ini ia dapat melihat suasana kota Guadalajara yang sangat mengagumkan. Pias cahaya jingga matahari membuatnya merasa sangat tenang, ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang via video call

Sekarang jam lima sore ditempatnya tinggal, jaraknya dengan seorang yang ia cintai adalah empat belas jam lebih cepat di Seoul maka sekarang kurang lebih jam 7 pagi di Seoul. Baekhyun membenarkan rambutnya dan berlatih tersenyum

"Yaaa" terdengar suara erangan di seberang sana, kebiasaan pria itu langsung mengangkat tanpa melihat siapa yang menelepon, dan sekarang layar Baekhyun hanya menampilkan langit – langit kamar Chanyeol

"Chanyeol-ah"

"Mmmm"

Baekhyun menggeleng "Chanyeol kalau kau tidak mau mengangkat teleponku aku matikan saja" Terdengar suara krasak – krusuk diujung sana, lalu seketika layar Baekhyun menampilkan dahi Chanyeol dan rambut hitam berantakannya

"Chanyeol-ah?" Sapa Baekhyun lagi "Umm ya Baekhyun" Chanyeol mengguap dan mengusak matanya terlihat jelas di layar ponsel Baekhyun, sepertinya Chanyeol masih belum terlalu sadar sekarang jam tujuh pagi tentu saja pria itu baru bangun

"Oh cantiknya … Baek, kau darimana? Atau mau kemana?" mata Chanyeol membesar menatap Baekhyun yang sangat manis diujung sana, dan kembali lagi sikap posesif Chanyeol keluar dengan sendirinya

"Aku tidak kemana – mana hanya saja aku baru bertemu dengan customerku" Jawab Baekhyun, Chanyeol mengangguk, sekarang ia mendudukkan dirinya dan bersandar pada headboard tempat tidurnya. Pipi Baekhyun memerah, senyumnya ia sembunyikan, bagaimanapun juga ia tidak pernah melihat Chanyeol dalam posisi seperti sekarang, pria topless dengan wajah setengah mengantuk dan rambut hitam berantakan. Baekhyun tidak pernah tau jika kombinasi seperti ini bisa sangat mematikan, apalagi ini Chanyeol … apa mungkin pria itu saja yang terlalu tampan dengan dahinya yang sangat menawan yang membuat Baekhyun … ah sudahlah

"Baekhyun kenapa diam"

Baekhyun tersentak kaget, lalu dengan kurang ajarnya pria diujung sana memberikan smirk nya dan berusaha menggoda Baekhyun

"Hei cantik, apa aku harus memakai pakaianku sekarang?" kejar Chanyeol, Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata anak anjingnya "Kau tak mau? Kau lebih suka melihatku seperti ini?" Chanyeol menggoda Baekhyun dan sekarang wajah gadis itu merona dengan sangat hebatnya

"Kalau ka-kau mau pa-pakailah saja pakaianmu" Ucap Baekhyun sedikit terbata, Chanyeol tertawa kecil diujung sana "Aku tidak, siapa suruh kau meneleponku pagi – pagi sayang"

"Terserah" Jawab Baekhyun ketus, namun senyumannya tak bisa ia sembunyikan

"Baek, kapan kau akan kembali ke Korea? Aku harus ke Ankara besok dan akan kembali mungkin dua hari lagi" Chanyeol menatap wajah gadisnya itu, Baekhyun tersenyum maklum "Tak apa pergilah, aku belum pasti Chanyeol-ah" Padahal penerbangan gadis itu besok jam tujuh pagi

"Masih belum pasti juga sayang? Huh … aku merindukanmu tau" Chanyeol mempoutkan bibirnya dan Baekhyun tersenyum geli setelahnya "Nanti akan aku kabari, kapan pernihakan Sehun?"

"Sekitar lima hari lagi, entahlah katanya diundur … mempelai wanita sedang jatuh sakit karena kehamilannya"

Baekhyun mengangguk "Ya, Luhan eonnie masih hamil muda wajar dia seperti itu, apa kau sudah mempersiapkan hadiahmu untuk mereka?" Tanya Bakhyun, Chanyeol menggeleng "Nanti aku carikan di Ankara saja, Baekhyun~ aku merindukanmu"

Chanyeol merajuk, sambil mempoutkan lagi bibirnya

"Sebentar lagi kita pasti bertemu kan"

Pria diujung sana menganggukan kepalanya "Kau tau Baekhyun, Jongin juga akan menikah dengan tunangannya"

Baekhyun mengangguk "Ya, Kyungsoo bahkan sudah memintaku membantunya untuk persiapan pernikahannya" Chanyeol menatap lekat wajah Baekhyun dari balik layar ponsel "Sehun dan Luhan akan menikah, Jongin dan Kyungsoo juga sebentar lagi menikah, Suho Hyung sudah hidup dengan kedua putra – putrinya, Yixing hyung dan Minah Noona sudah punya Yi Wei dan sekarang sedang hamil, Kris Hyung dan Zitao Noona juga sudah memiliki Kevin …"

"Lalu …" Tanya Baekhyun

"Masa tidak tau sih Baekhyun …" Chanyeol masih menatap wajah Baekhyun lekat "Tidak tau, maka beritau aku" Jawab Baekhyun

"Kita ? Kapan akan menikah?"

Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata anak anjingnya, lalu tersenyum setelahnya "Kau ingin menikah denganku?" Tanya Baekhyun, Chanyeol mengangguk diujung sana "Memangnya kau sudah melamarku? kita berpacaran saja belum" Baekhyun menatap jengah pada Chanyeol "Kau kan sudah pasti akan menikah denganku Baek"

"Percaya diri sekali, huh … Kau tau Yeol, sepupu customerku tampan sekali lho" Goda Baekhyun, pria diujung sana membelalakkan matanya "Jangan macam – macam sayang"

"Bweee … aku matikan ya, aku mau mandi, kau bersiaplah kerja"

"Baek jangan macam – macam … aku mencintaimu"

"Aku juga" Setelahnya Baekhyun mematikan sambungannya dan meletakkan ponselnya dan bergegas menuju kamar mandi

Diujung sana Chanyeol masih menatap ponselnya dan otaknya mulai menyusun rencana melamar Baekhyun, sepulang gadis itu dari Alaska … Ah, benar … Chanyeol tidak tau bahwa Baekhyun sekarang di Guadalajara, Mexico

.

.

.

Sama seperti saat keberangkatannya kemarin dari Kanada ke Mexico sekarang wanita dengan rambut panjang hitam itu sudah berada di bandara pagi pagi sekali, sekarang ia akan berangkat ke Korea untuk kembali pulang kerumah dan menghadiri pernikahan sahabat calon pacarnya, Calon pacar? Bukan calon suami Baek?

"Jadi sekarang aku akan ke LAX lalu dari Los Angeles ke Narita setelahnya baru ke Incheon … huh, pasti akan sangat lelah" gumam Baekhyun sambil mendudukkan dirinya di lounge bandara, ditambah lagi dengan delay 30 menit yang akan dialami gadis itu, namun gadis itu tetap bersemangat, bertemu Chanyeol alasannya

Dan setelah menunggu kurang lebih dua jam, gadis itu mendengar pengumuman akan pesawatnya yang akan berangkat ke Los Angeles International Airport

.

.

.

Jam dua siang waktu Korea selatan, pria itu sudah bersiap dengan setelan jas resminya dan akan berangkat ke Ankara untuk bertemu investornya yang ada disana, ia mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi Baekhyun yang ia masih kira berada di Achorage, Alaska.

"Mengapa ia tak menjawab ponselnya?" Gumam Chanyeol … Akhirnya ia memilih mengetikkan pesannya dan langsung menuju terminal III untuk menuju Ankara

.

.

.

Empat jam empat puluh menit gadis itu habiskan diudara dan sekarang dia mendarat di Los Angeles dan harus transit selama kurang lebih dua jam untuk selanjutnya mengambil penerbangan ke Narita International Airport di Jepang dengan menggunakan pesawat air bus milik maskapai Amerika

"Apa yang harus aku lakukan disini selama dua jam, sekarang masih jam sepuluh pagi kurang …" Gadis itu melangkahkan kakinya menuju starbucks dan memutuskan untuk menikmati waktu transitnya dengan menikmati kopi hangat ditemani dengan musim dingin di Amerika yang saat ini mencapai minus lima derajat celcius, wanita itu menghidupkan ponselnya dan mendapat beberapa pesan dari sabahatnya dan kekasihnya

Kau kapan di Korea Baekhyun-ah! – Kyungsoo

Baekhyun, kau kalau pulang jangan lupa bawakan aku Guacamole ya – Luhan

Baekhyun, aku berangkat ke Ankara sekarang, aku akan di perjalanan selama sebelas jam lebih … sampai bertemu secepatnya, aku mencintaimu – Yeollie

Baekhyun menyunggingkan senyuman manisnya, ia membuka galeri nya yang berisi foto dirinya dengan Chanyeol, waktu itu hanya ada waktu dua hari sebelum keberangkatannya dari Korea lalu ke Alaska selama satu tahun, dan 2x 24 jam itu dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh Chanyeol dengan membawa Baekhyun ke rumahnya yang ada di Chengdu, mereka menghabiskan natal disana bersama dengan keluarga Chanyeol

Saat itu kedua orang tua Baekhyun memaklumi keinginan putrinya untuk merayakan natal bersama atasannya dan terlebih itu Chanyeol, seorng pria yang sudah dianggap putra sendiri oleh Ailee dan Daesung, dan di Chengdu sendiri Baekhyun dapat diterima dengan baik oleh kedua orang tua dan kakak Chanyeol serta suami dari kakak perempuan Chanyeol

.

.

.

Pelayanan kelas satu dari salah satu maskapai terbaik di dunia tidak dapat menghentikan rasa kelelahan Chanyeol, dirinya akan berada di udara selama dua belas jam dan sekarang baru enam jam dari dua belas yang dikatakan tadi, dan pria itu sangat lelah, ditambah lagi keinginannya untuk bertemu Baekhyun yang sangat ia cintai

Pria itu menatap kesekeliling melihat beberapa penumpang lainnya melakukan kegiatannya masing – masing

"May I assist you Mr. Park?" Tanya seorang pramugari disana, Chanyeol mengangguk "Excuse me do you have something like brochure or magazine which is related to wedding or something else?" Tanya Chanyeol, pria itu keturunan Korea asli, namun ia sangat fasih berbahasa asing terlebih dunia yang ia geluti adalah pariwisata, jadi berbekal background tersebut pria itu dituntut harus mampu berbahasa asing,

"We do Mr. Park, Just a moment please" Pramugari itu melangkahkan kakinya dan meninggalkan Chanyeol yang sedang menatap wajah gadis yang dicintainya itu lewat layar ponselnya

"Here you are Mr. Park, is there anything else we can help you with?" Pramugari itu memberikan beberapa buah majalah dan Chanyeol menerimanya dengan sangat baik "Oh, its enough … thank you"

"Have a good day Mr. Park"

Chanyeol memberikan senyumannya lalu menyamankan dirinya dan membuka satu setiap lembar majalah pernikahan yang disediakan oleh maskapai penerbangan itu

"Okay let's see purpose seperti apa yang bisa aku berikan kepada si cantik Baekhyun itu" Chanyeol menyunggingkan senyum tampannya sambil sesekali menatap layar ponselnya

.

.

.

Jika dari Incheon ke Ankara Chanyeol harus transit dulu di Istanbul dan mengalami penerbangan selama dua belas jam, maka dua belas jam lainnya juga gadis itu rasakan saat pesawatnya tinggal landas dari Los Angeles ke Narita, Jepang. Penerbangan yang diambil oleh Baekhyun bukanlah penerbangan kelas satu seperti Chanyeol yang eksekutif muda, ia lebih memilih untuk mengambil kelas ekonomi. Selain karena menghemat uang nya ia juga sedang berusaha untuk mengumpulkan uang dan membuat perusahaan kontraktornya sendiri, gadis itu mampu … ia adalah seorang arsitek kelas dunia sekarang, tentu ia mampu mengambil penerbangan yang memberikan kenyamanan lebih atau setidaknya meng-upgrade seat nya menjadi business class, namun ia tetap mengurungkan niatnya

"Excuse me, Korean?" Tanya seorang pria yang duduk tepat disamping Baekhyun, gadis itu mengangguk

"Ohh akhirnya aku bertemu seseorang yang sama – sama orang Korea, oh annyeonghaseo Choi Minho imnida" Baekhyun tersenyum "Jeoyo Baekhyun imnida annyeonghaseo"

"Baekhyun, apa anda akan ke Jepang juga saat ini?"

"Saya akan ke Korea namun harus transit di Jepang dulu setelah ini" Jawan Baekhyun dengan senyuman manisnya, pria yang bernama Minho itu mengangguk "Apa anda tinggal di LA?" Tanya pria tinggi dan tampan disamping Baekhyun, gadis itu mengangguk "Tidak saya mengambil penerbangan dari Mexico ke LA"

"Ahh begitu, saya tinggal di Vancouver karena tidak ada penerbangan langsung ke Jepang oleh karena itu saya mengambil penerbangan ke LA lalu ke Narita"

Baekhyun mengangguk dan menampilkan senyumannya

"Saya rasa saya terlalu banyak bicara, maafkan saya …"

Baekhyun menggeleng "Tidak Minho-ssi, saya senang ada teman mengobrol" Pria bernama Minho itu menganggukan kepalanya "Lama tinggal di Vancouver saya merasa sedikit asing dengan suffiks ssi diakhir nama saya, hahaha terimakasih sudah mengingatkan darimana saya berasal" Pria itu tertawa pelan dan diikuti Baekhyun setelahnya "Baekhyun-ssi, penerbangan ini selama dua belas jam anda dapat beristirahat dahulu"

Baekhyun mengangguk "Ya, anda juga harus beristirahat Minho-ssi" Minho yang balas mengangguk setelahnya, Lalu Baekhyun menyamankan seat nya dan mengambil ponselnya yang menampilkan fotonya bersama Chanyeol, dan itu tak luput dari pandangan Minho yang merasa tertarik pada Baekhyun, dengan sedikit keberanian pria itu bertanya pada Baekhyun "Kekasih anda?"

Baekhyun menatap Minho, lalu tersenyum setelahnya "Iya"

"Ahh sangat tampan, anda juga begitu cantik Baekhyun-ssi"

"Terimakasih banyak"

Saat itu juga perasaan tertarik Minho harus dihentikan karena gadis disampingnya sudah memiliki kekasih

.

.

.

Dua belas jam atau 720 menit atau jika diperkecil lagi dalam hitungan sekon maka akan mendapatkan 43,200 detik … selama itu keduanya lalui diatas awan, Chanyeol yang merasakan kelelahan yang berlebihan tentu mengalami jet lag yang tidak main main, kepalanya pening, beruntung ia adalah penumpang kelas satu jadi ia mendapatkan tempat yang layak untuk beristirahat dan menghilangkan pusing yang dirasakan pria itu

Chanyeol mengambil ponselnya dan memfoto bandara dihadapannya dan mengirimkannya pada Baekhyun yang ia masih ketahui berada di Anchorage, Alaska

Ataturk, Turki … Baekhyun aku lelah, penerbanganku siang hari dan turun sudah malam TT … Oh mengapa kau hanya membaca pesanku, tidak berniat membalasnya?

Pesan Chanyeol dikirimkan ke Baekhyun yang saat ini juga sedang berada di pesawatnya menuju Narita, Jepang

Chanyeol meletakkan ponselnya dan melonggarkan dasinya, ia sangat ingin bersitirhat sekarang namun ia hanya mendapat waktu transit dua jam sebelum penerbangan selanjutnya ke Ankara, jadi ia lebih memutuskan untuk berjalan ke sekeliling bandara

"Hadiah apa yang bisa aku berikan untuk Luhan dan Sehun" pria itu bergumam dengan sendirinya dan tetap melangkahkan kakinya ke sekeliling Ataturk International Airport

.

.

.

Jika Baekhyun berangkat jam 11 siang dan dihitung dua belas jam setelahnya maka sekarang wanita itu juga mendapatkan jet lag nya karena pesawatnya juga mendarat di Jepang keesokan harinya, beruntung ia tidur dan tidak terlalu bermasalah dengan pening di kepalanya

"Apa anda sudah mendapatkan hotel untuk beristirahat Baekhyun-ssi?" Tanya Minho saat mereka sama sama keluar dari gate II yang membawa penumpang dari Los Angeles, gadis itu menggeleng "Saya tidak perlu hotel Minho-ssi, saya hanya akan transit disini selama satu setengah jam ditambah delay tiga puluh menit

"Benarkah?" Tanya Minho, gadis itu mengangguk … "Maaf Baekhyun-ssi, boleh saya berkata ini?"

Baekhyun menatap Minho sejenak lalu menganggukan kepalanya sambil memberikan senyum termanisnya "Tentu"

"Anda sangat cantik, kekasih anda sangat beruntung mendapatkan kekasih seperti anda"

Baekhyun tersenyum lalu mengucapkan terimakasih, setelahnya mereka bertatapan satu sama lain, lalu Minho yang lebih dahulu mengundurkan diri karena harus segera pergi ke hotelnya

Sementara dibelahan dunia lainnya Chanyeol tersedak Americano miliknya

"Siapa membicarakanku?"

.

.

.

"Kyungsoo-ya, kau kan dokter … kau tidak bisa membantuku menghilangkan morning sick ku?" Tanya Luhan saat kedua wanita itu sedang berada di rumah Sehun, yang sekarang menjadi rumah Luhan juga meskipun belum resmi menikah, Kyungsoo memutar bola matanya malas "Pertama eonni aku belum pernah hamil, kedua aku dokter bedah otak … aku tidak terlalu mengerti tentang kehamilan dan apapun itu, mungkin kalau otak eonnie yang bermasalah aku bisa membantu"

"Yak! Jangan bicara banmal Kyungsoo-ya, bayiku nanti mendengar" Ucap Luhan sambil mengelus perutnya yang masih rata, Kyungsoo semakin memutar kedua bola matanya mendengar ucapan Luhan

"Oh ya Kyung, kapan Byun itu pulang?"

"Ada apa eonnie, apa kau merindukannya?" Tanya Kyungsoo sambil membawa satu piring buah kiwi asam favorite Luhan, wanita berambut pirang itu mengangguk "Aku juga merindukan guacamole ku" dan Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Luhan

"Oh iya, aku punya parfum baru untuk kalian, sebentar" Luhan bangun dengan kiwi di tangannya dan membuka laci kamarnya, wanita itu membawa dua buah parfume dengan isi masing – masing 75ml

"Ini untukmu dan ini untuk Baekhyun" ucap Luhan sambil menaruh kedua parfumnya dihadapan Kyungsoo, gadis itu mengambil parfum yang ditujukan untuknya lalu menyemprotkannya di pergelangan tangannya "Wanginya sangat manis"

Luhan mengangguk "tentu saja, itu perpaduan Saffron, Flamenco trompette dan Sandalwood kau tau … dan ini kau coba Kyung"

"Ini untuk Baekhyun?" Tanya Kyungsoo, Luhan mengangguk lalu melihat Kyungsoo menyemprotkan parfum untuk Baekhyun di pergelangan tangan lainnya "Wah, ini sangat berciri Baekhyun, wewangian apa saja ini eonnie?"

"Violet leaves, Peony, Rose petals dan Praline kau suka baunya?" Kyungsoo mengangguk, tapi aku lebih suka yang ini, Kyungsoo menunjuk parfume yang diberikan Luhan untuknya "Nanti akan aku buatkan juga perpaduan yang pas untuk Jongin, dan Chanyeol"

"Kau tau memangnya apa yang tepat untuk mereka eonnie?" Tanya Kyungsoo, Luhan mengangguk "Tentu saja, Sehun itu pasti wangi Patchouli, Chanyeol itu selalu memakai perpaduan wangi Musk dan Haitian vetivier, sedangkan tunanganmu Jongin dia lebih memilih Abisinthe, kakakku Yixing dia sangat menyukai wewangian campuran Sea salt accord dan Oak moss makanya segar, dan Joonmyeon oppa yang berwibawa itu wewangian perpaduan antara Musk dan Outwood"

Kyungsoo membelalakkan matanya mendengar ucapan Luhan, "Wow eonnie kau sangat keren" Luhan tertawa pelan "Tentu saja, aku kan perfumer lulusan Isipca Versailles" Kyungsoo mengangguk, "Tapi eonnie apa tidak apa kau hamil dan kau membuat parfum seperti itu?" Tanya Kyungsoo, Luhan menggeleng "Aku kan tinggal bilang perpaduannya saja dan aku tinggal minta staffku di Prancis sana yang menyelesaikannya"

"Sebentar eonnie, ada telepon" Kyungsoo menyela ucapan Luhan lalu mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa yang menelepon

"Nee, Yeoboseo~"

Kyungsoo mendengar tertawa pelan dari penelepon "Hanya bermain – main, akan aku matikan" sambung gadis bermata besar itu "Kau beberapa waktu yang lalu menganggap tunanganmu itu seorang penawar jasa asuransi, sekarang kau melupakanku?"

Kyungsoo membelalakkan matanya dan raut wajahnya diperhatikan oleh Luhan, "Siapa?" Tanya Luhan, "Baekhyuuuuunnnnnnn~" Kyungsoo berteriak dan hampir membuat Luhan terkesiap namun seketika kedua gadis itu tertawa satu sama lain "Loadspeaker saja Kyungsoooo" Luhan merengek, dan Baekhyun diujung telepon sana tertawa pelan

"Baek kau dimana?" Tanya Luhan,

"Aku di Incheon eonnie"

Kedua gadis itu berteriak mendengar salah satu sahabat mereka berada sudah berada di Korea "Sudah ada yang menjemput?" Tanya Kyungsoo

"Sudah, aku sekarang sedang di dalam taksi, akan ke apartemen Chanyeol"

"Kau pasti lelah kan, besok kita harus bertemu" Ucap Kyungsoo, Luhan mengangguk "Guacamole ku sudah? Kau tau kekasihmu ke Turki?" Sambung Luhan

"Tau eonnie, sehari sebelum pernikahan kalian Chanyeol pasti datang"

"Kami merindukanmu~ aku Kyungsoo dan bayiku" Ucap Luhan, Baekhyun tertawa pelan "Apa keponakanku sehat eonnie?"

"Sangat sehat … maka cepatlah kemari" Kyungsoo bantu menjawab pertanyaan Baekhyun "Kalau begitu kau istirahat saja dulu Baekhyun, kami akan kesana besok" ucap Luhan diangguki oleh Kyungsoo setelahnya

"Baiklah, aku matikan ya~ sampai bertemu besok"

"Eung~ ittabwa" Ucap keduanya bersamaan

.

.

.

"Saya harap kerja sama ini berjalan dengan baik kedepannya"

"Saya juga berharap demikian Mr. Omar, senang bekerja sama dengan anda" Ucap Chanyeol sambil memberikan kontrak perjanjian antara kedua belah pihak, "Apa anda sudah makan siang Mr. Park? Makanan disini sangat lezat, apa anda mau mencobanya?" Tanya Omar, Chanyeol menggeleng "Tidak perlu Mr. Omar, saya akan makan siang di hotel, karena saya akan mengambil penerbangan segera untuk kembali ke Korea dini hari nanti"

"Begitukah, ah sebentar …"

Pria bernama Omar itu memanggil assistant nya dan memberikan sebuah kotak untuk Chnayeol "Apa ini ?" Tanya Chanyeol "Cashmere untuk yang tercinta … Istri saya adalah pengusaha kain, dan mendengar saya akan bertemu dengan anda ia memberikan ini untuk anda, lebih – lebih saat kunjungan terakhir anda ke Ankara anda berkata sudah memiliki calon istri"

Chanyeol mengangguk, "terimakasih kalau begitu Mr. Omar akan saya berikan pada calon istri saya nanti"

"Tentu saja Mr. Park" Keduanya tertawa satu sama lain, "Bisakah saya bertanya satu hal pada anda Mr. Omar?" Tanya Chanyeol, Omar mengangguk "Tentu, katakan saja Mr. Park"

"Bisa saya bertanya dimana Duty Free dekat sini? Saya ingin membeli hadiah pernikahan untuk sahabat saya"

"Ah tentu … Sebentar"

Omar memanggil sekertarisnya dan menyuruh wanita itu membantunya memberitau dimana ada Duty Free sekitar Ankara

.

.

.

"Iya ibu, Aku sudah di Korea, sedang di apartemen Chanyeol"

"…."

"Pulang ke Bucheon? Mungkin minggu depan aku akan pulang, setelah pernikahan sahabatku"

"…"

"Tentu bu, aku juga sangat merindukan ibu dan ayah"

"…"

"Baiklah sampai bertemu nanti bu, Aku sayang ibu"

Baekhyun mematikan sambungan teleponnya dengan ibunya yang ada di Gyeonggi dan sekarang ia melanjutkan pekerjaannya membersihkan apartemen Chanyeol, mengganti sheet dan bed cover, mencuci pakaian Chanyeol sehari – hari, membersihkan dapur dan beberapa hal lainnya ia lakukan dengan sigap karena sekarang pria nya itu sedang berada di Turki, dan sampai sekarang pun belum tau perihal Baekhyun yang sudah di Korea, anggaplah kejutan kecil Baekhyun untuk pria yang ia cintai

"Chaa~ selesai" Baekhyun meletakkan sebuah bantal dan menepuk tangannya, dihadapannya sheet Chanyeol yang biasanya berwarna abu – abu dan navy sekarang sedikit berwarna dengan sentuhan biru pastel ala Baekhyun

"Ne Eonnie" Baekhyun meletakkan ponselnya di perpotongan lehernya dan keluar dari kamar Chanyeol

"Sudah dibawah? Baiklah tidak usah naik eonnie, aku akan ke bawah sepuluh menit lagi" Baekhyun merapikan rambutnya dan memakai lagi lipglossnya

"Eungg~"

Di perbatasan antara dapur dan ruang tamu yang Baekhyun lewati ia melihat cetak foto dirinya dan Chanyeol ukuran 21R di gantung oleh pemilik apartemennya, Baekhyun terkikik geli dan akhirnya memutuskan untuk memakai sepatunya dan berjalan menuju kedua teman – temannya yang sudah menunggu dibawah

.

.

.

Di waktu yang sama, Chanyeol yang tidak ada dua puluh empat jam di Ankara sudah mengambil penerbangan ke Istanbul untuk kembali ke Korea, dirinya sangat lelah … bahkan ketika ditawari oleh pramugari Emirates tentang makan malam pun Chanyeol menggeleng, ia hanya ingin istirahat karena satu jam saja ia akan terbang dari Ankara ke Istanbul. Pria itu memejamkan matanya dan mencoba tidur namun ketika ia merogoh sakunya ia menemukan benda yang membuatnya tersenyum sangat lebar. Sebuah cincin LOVE ring by Cartier dengan emas putih dan delapan buah berlian diatasnya membuatnya terlihat simple namun tetap elegan dan berkelas, Chanyeol tak main – main untuk cincin lamarannya dengan Baekhyun saja ia merogoh sakunya sekitar USD 9,600 atau sekitar 11 Juta Won. Pria itu mengusap cincin itu dan meletakkan lagi kotak beludru berwarna merah darah itu di saku jasnya

.

.

.

"Menginap disini ya Baek, aku akan mengadakan pesta sebelum pernikahan" Bujuk Luhan sambil menunjukkan aegyo miliknya, Baekhyun yang semula menolak akhirnya mengiyakan keinginan Luhan, sekalian berkumpul dengan ketiga sahabatnya. Kyungsoo, Luhan dan Minseok … Oh Minseok adalah teman Luhan sewaktu SMA dan rekan sesama dokter dengan Kyungsoo oleh karena itu mereka bersahabat sekarang

"Baiklah asal eonnie tidak minum saja, karena aku tidak mau terjadi apa – apa dengan kandungamu Eonnie" Larang Baekhyun, Luhan mengangguk dan setelahnya mereka melanjutkan obrolan mereka dengan makan pop corn, menonton film bahkan bermain Go-Stop

Keempat wanita cantik itu terlihat lembut, memiliki kharismanya sendiri – sendiri namun siapa sangka mereka juga cukup ahli bermain Go-Stop, terlihat dari bagaimana Baekhyun dan Minseok yang melipat kakinya, Luhan yang mengikat asal rambutnya dan Kyungsoo berteriak "Go-dori" saat ia membuka kartu yang tepat dan membuat ketiga sahabatnya membayar kekalahan mereka.

Lain Luhan dan sahabatnya, Lain juga Sehun dan beberapa Hyung nya. Mereka mengadakan pesta bujang di kediaman Jongin dan hanya dihadiri oleh Joonmyeon, Jongdae, dan Jongin mengingat Chanyeol sekarang sedang berada di Turki

Jika yang wanita bermain Go-Stop bersama maka keempat laki – Laki tampan itu berpesta dengan minum bir kalengan dan bermain billiard, dari sore hari hingga jarum jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Rumah Jongin adalah yang paling keren menurut mereka disana banyak ada permainan yang bisa mereka coba, ada billiard, XboX, Wii dan bahkan meja ping-pong, hasrat kekanakan mereka berempat terpuaskan dirumah Jongin termasuk Joonmyeon yang sudah memiliki dua orang putra dan putri

"Jam sepuluh, aku harus pulang teman – teman" Ucap Joonmyeon meletakkan stick billiard dan membuat ketiga lainnya menghentikan kegiatan mereka "Kenapa buru – buru Hyung" Tanya Sehun, Joonmyeon menggeleng "Anak – anak dirumah sendirian" Jawab pria dengan wajah setampan malaikat itu. Ketiganya mengangguk kalau Joonmyeon sudah mengatakan hal tentang anak "Apa hyung tidak berniat mencarikan ibu untuk mereka?" Tanya Jongin saat Joonmyeon memakai jas dan scraft nya, pria itu menggeleng "Aku tidak mau putra dan putriku tidak nyaman nantinya"

"Baiklah aku pulang duluan ya, sampai bertemu dihari pernikahamu maknae" Ucap Joonmyeon yang setelahnya berlalu dari hadapan ketiga pria lainnya

"Padahal Suho Hyung masih single tapi ia menjadi ayah yang baik untuk putra putrinya" Ucap Sehun sambil menembakkan bola putihnya dan membuat bola bernomor 5 dan 7 masuk ke hole nya masing – masing

Jongin mengangguk "Yuta dan Yeri beruntung saat ditemukan oleh Suho Hyung, dan sekarang mereka berada ditangan yang tepat"

Joonmyeon belum menikah, ia single dan seorang pemimpin di perusahaannya, namun sudah memiliki dua orang putra dan putri yang ia angkat dari sebuah panti asuhan, tidak ada kata kasihan yang ada adalah cinta pada pandangan pertama pada putranya Yuta dan putri kecilnya Yeri

"Sehun-ah, Jongin-ah kemarilah … ayo menari bersamaku …" Panggil Jongdae sambil memutar lagu girl band Sistar yang sayangnya saat ini sudah disbanded

"Dia sudah mabuk?" Tanya Jongin sambil menatap Sehun,

Sehun menatap Jongdae yang menari dengan penuh usaha untuk mengikuti Sistar dihadapannya, mereka berdua melihat bagaimana Jongdae menepuk pantatnya dan bergoyang sesuai irama

"Sudah ku katakan jangan campur bir dengan soju Jongin-ah"

"Touch my body~ …. Touch my body~"

.

.

.

Chanyeol yang sudah tiba di Incheon jam tiga dini hari, hanya mampu berjalan dengan lunglai memasuki apartemennya,

Gelap

Hanya satu kata yang dapat ia pikirkan saat melihat apartemennya yang gelap tanpa adanya satupun penerangan. Lelah sudah sangat ia rasakan, ia melepaskan sepatunya asal dan meletakkan sembarang ia tidak melihat bahwa ada sebuah wedges berwarna kecokelatan disamping sepatunya.

Pria itu mengambil air dan meminumnya dengan cepat lalu menutup lagi kulkas nya, tidak memperhatikan ada beberapa box kotak makan berisi kimchi dan makanan lainnya yang tak pernah ia letakkan disana sebelumnya.

Chanyeol melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan langsung merebahkan diri di atas kasurnya yang nyaman, tanpa menyadari bahwa bukan warna abu – abu dan navy yang biasa ia pakai melainkan bed cover berwarna biru milik Baekhyun dari apartemen lamanya sebelum wanita itu pergi ke Alaska

Sejauh ini pria itu tidak mengetahui bahwa kekasihnya sudah di Korea, bahkan dari hal kecil yang ada disekitarnya ia masih belum menyadarinya … Tak apa rencana Baekhyun masih berjalan dengan lancar untuk memberi pria itu kejutan

Baekhyun yang terbiasa bangun pagi akhirnya memutuskan untuk pamit duluan dan kembali ke apartemen Chanyeol setelah menginap di rumah Sehun bersama dengan sahabat – sahabatnya. Gadis itu sudah segar karena sudah sempat mandi sebelumnya dan sekarang ia akan membuat sarapan di apartemen Chanyeol

Saat membuka pintu apartemen pertama kali, gadis itu melihat sepatu yang tidak ia lihat kemarin berserakan dengan kaus kakinya, Baekhyun tersenyum "Chanyeol sudah dirumah" ucap gadis itu pelan, senyumannya merekah, lalu ia berjalan pelan menuju kamar Chanyeol dan melihat pria itu masih mengenakan pakaian formalnya tertidur dengan lelap

"Jam berapa kau sampai?" Monolog Baekhyun pada dirinya sendiri, gadis itu mengambil jas dan dasi Chanyeol yang pria itu letakkan sembarangan lalu menaruhnya di pangkuannya, ia duduk disamping Chanyeol dan mengusap dahi pria yang sangat ia cintai

"Selamat beristirahat" Baekhyun mencium pucuk kepala Chanyeol dan menggantung jas Chanyeol, serta dasinya.

Beruntung

Beruntung cincin yang Chanyeol beli untuk Baekhyun untuk melamar gadis itu tidak terjatuh dan membuat rahasianya untuk melamar Baekhyun tidak terbongkar di awal … Rencana Chanyeol masih bisa berjalan lancar sama seperti Baekhyun

Baekhyun beranjak pergi dari kamar Chanyeol dan berkutat dengan dapur untuk membuatkan Chanyeol sarapan

Chanyeol membuka matanya saat bias cahaya matahari mengenai paras tampannya, silaunya membuat Chanyeol membuka paksa matanya padahal ia masih ingin tidur mengingat bagimana yang ia lewati beberapa hari terakhir, Chanyeol duduk dan mengusak matanya pelan, ia menggulung lengan kemejanya sampai siku dan menatap kesekeliling, berdiri dan terkesiap karena jasnya tidak ada

"Dimana jasku" gumam Chanyeol pelan, ia terkejut namun akhirnya dapat bernafas lega karena melihat jas serta dasinya tergantung rapi

Bagaimana bisa? Pikir Chanyeol, pandangannya ia alihkan pada sheet dan bed cover di atas kasurnya, "Baekhyun?" Chanyeol bergegas mengambil cincinnya dan meletakkannya di kantung celana bahannya,

"Baekhyun … kau dimana? Kau dirumah?" Chanyeol sedikit berlari menuju dapur dan melihat beberapa masakan berada disana ditutup oleh tudung saji "Kau dirumah?" Chanyeol sedikit berteriak memanggil Baekhyun

Namun tidak ada sahutan

Nihil

Chanyeol duduk sambil membuka tudung saji yang ada dihadapannya "Mungkin assistant rumah tangga yang datang" Chanyeol menekuk wajahnya dan mengambil sumpit untuk memasukkan galbi kedalam mulutnya

"Kau anggap aku assistant rumah tangga?"

Sebuah suara yang sangat ia rindukan berada disekitarnya, pria itu memutar tubuhnya dan menemukan Baekhyun yang tubuhnya tenggelam di jubah mandi milik Chanyeol. Pria itu hampir menangis namun senyumannya selebar Marty sosok zebra dalam serial Madagascar

"Baekhyun!" Chanyeol meletakkan sumpitnya dan memeluk Baekhyun yang tersenyum sangat manis, ia mengangkat tubuh Baekhyun dan memeluknya dengan sangat erat

"Yeol~ uggh aku tidak bisa nafas" Rengek Baekhyun dalam pelukan Chanyeol, pria itu melepas pelukannya pada Baekhyun dan menecup pipi dan dahi Baekhyun berkali – kali, meluapkan kerinduannya akan wanita yang sangat ia cintai itu

"Isshh sudah … sudah, aku baru saja habis mandi" Baekhyun menahan dada Chanyeol, namun pria itu masih mengecupi pipi Baekhyun "Kau nyata kan? Atau aku hanya berhalusinasi?"

Baekhyun menggeleng "Aku nyata dan ayo habiskan sarapan mu sayang" Baekhyun menangkup rahang Chanyeol dengan kedua tangannya yang lembut, Chanyeol mengangguk "Ayo makan, temani aku ya sayang"

Baekhyun mengangguk dan mengambil tempat disamping Chanyeol, namun pria itu dengan sigap menahan tubuh Baekhyun dan mendudukkan gadis mungil itu di pangkuannya "Begini baru benar … suapi aku ya" Chanyeol meletakkan satu tangannya di pinggang Baekhyun dan sisanya mengusap surai Baekhyun yang kering

"Kau kan punya tangan sendiri, ayo makan dulu"

Chanyeol menggeleng, "Kau lihat satu tanganku merengkuh dirimu agar tidak jatuh, satu lagi mengusak rambutmu agar tidak berantakan jadi … tidak ada tangan yang tersisa, suapi aku ya" Baekhyun berdecih mendengar ucapan Chanyeol yang sangat kekanak – kanakan, lalu dengan senyuman yang sangat manis karena ia juga merindukan Chanyeol akhirnya ia mengiyakan permintaan pria tinggi yang sedang memeluknya saat ini

"Kau dirumah satu hari ini kan Baek?" Tanya Chanyeol, Baekhyun mengangguk … "Bagus, karena aku ingin bermalas – malasan denganmu satu hari ini" sambung pria itu

.

.

.

Malas – malasan yang dikatakan Chanyeol memang benar malas – malasan buktinya sekarang mereka berdua sedang berada di sofa panjang milik Chanyeol yang langsung berhadapan dengan pemandangan dari lantai apartemennya, dengan Baekhyun dalam pelukan Chanyeol, pria itu dengan leluasa memainkan tangan Baekhyun dan mencium pucuk kepala Baekhyun

"Baek … aku mau berkata sesuatu"

Baekhyun menengadahkan kepalanya dan menatap Chanyeol yang meletakkan bibirnya di dahi Baekhyun

"Apa?"
"Kau nyaman bersamaku baek?" Tanya Chanyeol, Baekhyun mengangguk "Sangat"

"Apa sakit hatimu sudah hilang?" Tanya Chanyeol lagi, Baekhyun terdiam sebentar lalu menganggukan kepalanya "Aku sudah melewati malam ku Chan" Jawab gadis itu, Chanyeol mengangguk "Baekhyun sayang, sudahkah aku berkata aku mencintaimu hari ini?"

Baekhyun tertawa kecil "Ini yang ke delapan kali omong – omong"

Chanyeol mengangguk "Baiklah kalau begitu dengarkan aku sayang … "Baekhyun menatap Chanyeol lekat di matanya dan membuat pria itu sedikit gugup "Sayang kau ingat kita pernah berdoa di Wawoojeongsa?" Baekhyun mengangguk

"Saat itu aku berdoa kepada tuhan agar memberikanmu kebahagiaan dan jangan memberikan kesedihan padamu, meminta tuhan menggoreskan senyum diwajah cantikmu dan membuatmu ada dalam garis takdirku …" Chanyeol menggantung ucapannya dan mengecup pucuk kepala Baekhyun

"Maukah kau menjawab doa ku kepada tuhan Baekhyun? Maukah kau menikah denganku? … Aku tidak akan membuatmu merasakan kesakitan yang seperti dulu kau pernah rasakan, aku mencintaimu kemarin, sekarang dan seterusnya … Maukah kau meberiku izin untuk mencintai dan melindungimu serta anak kita nantinya?" Ucap Chanyeol, mata gadis itu berair namun wajahnya menampilkan senyuman yang sangat manis pipinya bahkan menggembung karena senyumannya

"Kau melamarku? Mengapa tidak romantis?" Baekhyun tertawa kecil lalu menghapus air matanya yang sudah keburu menetes, Chanyeol bangun dan mendudukkan Baekhyun di pangkuannya

Ruang tamu Chanyeol yang berwarna putih bersih senada dengan kaus putih polos yang keduanya pakai sekarang, lebih tepatnya Baekhyun yang memakai kaus putih polos milik Chanyeol dengan hotpants miliknya yang tenggelam besarnya kaus Chanyeol

Chanyeol memeluk Baekhyun dan mencium perpotongan leher dan bahu Baekhyun singkat, ciuman itu membuat Baekhyun menutup matanya

"Lihat tanganmu"

Baekhyun membuka matanya dan menatap jemarinya yang sudah terselipkan cincin berwarna putih berkilau, air matanya menetes dan ia menutup bibirnya dengan sebelah tangannya yang satu lagi "C-Chan ... I-Ini…" Chanyeol mengangguk dan memeluk Baekhyun lebih erat lagi, Baekhyun menatap jemarinya dan setelahnya jemari Chanyeol berada disampingnya "Kau mau menikah denganku?" Tanya Chanyeol sekali lagi, Baekhyun tersenyum sambil menitikan air mata "Tentu, Terimakasih Chan" Baekhyun memutar tubuhnya dan memeluk Chanyeol

.

.

.

"Omo! Lihatlah ini Jongin-ah!" Kyungsoo berteriak saat ia makan bersama di kantin rumah sakit bersama tunangannya, gadis itu menunjukkan foto di salah satu group chat mereka, Jongin menatap foto itu dan tersenyum

"Aku harus berkomentar, Kyung" Ucap Jongin lalu membuka group chat mereka

[photo]

Chanyeol_Park : "She said yes"

BabyLu : "Gosh, congrats Yeol and baby Baek"

Kyungsoo_Kyung : "AAAAA selamat Baekhyun, aku bahagia untukmu"

KimKAI : "Wow bro, selamat untuk penantianmu"

OSH_Sehun : "Selamat Hyung, selamat untuk penantianmu"

Baekhyun_Bee : "Terimakasih semuanyaaa ^^"

Joonmyeon_Suho : "Turut bahagia untuk kalian Chanyeol, Baekhyun"

Galaxy_Kris : "Si pemarah dan Si cantik yang akhirnya bersatu, selamat … baik – baiklah dengan adikku Yeol"

Chanyeol_Park : "Aku bukan si pemarah Hyung, kau menyebalkan … Bytheway terimakasih semua"

Yixing_Zhang : "Selamat! Gege tunggu undangannya"

Huang Zitao : "Selamat Imo, Kevin tunggu undangannya"

Chanyeol_Park : "Terimakasih gege, noona … Hi Kevin, nanti kalau sudah besar jangan menyebalkan seperti daddy mu ya"

Galaxy_Kris : "Tampanlah seperti ayahmu Kev"

Chanyeol_Park : "I'm getting vomit Hyung, stop it"

Minah_Zhang : "Selamat Baekhyun sayang, dan Chanyeol … Yi Wei memberi selamat juga"

Baekhyun_Bee : "Yi Wei dan Kevin … bibi sangat rindu kalian TT"

OSH_Sehun : "Baekhyun noona sudah ingin punya anak"

KimKAI : "Baekhyun noona sudah ingin punya anak (2)"

Jongdae_Kim : "Selamaatttt kalian berduaaa, ini Minseok maaf ponselku matiii TT"

Chanyeol meletakkan ponselnya dan mencium dengan lembut pipi gadisnya yang juga sedang membaca pesan di group chat mereka diatas pangkuan Chanyeol "Aku rindu Kevin dan Yiwei" ucap Baekhyun sambil menekuk bibirnya "Nanti kita bertemu mereka ya sayang" Baekhyun mengangguk

"Sayang"

Baekhyun mengangkat kepalanya dan menatap Chanyeol "Kita menikah bulan depan"

"Haahhh?" Baekhyun terkesiap mendengar ucapan Chanyeol "Mengapa buru – buru Yeol semua belum siap" sambung gadis itu, Chanyeol tertawa pelan "Karena kita perlu membuat teman untuk Kevin, Yiwei dan bayi Sehun dan Luhan yang belum lahir"

"Hei tak perlu buru – buru begitu … dasar mesum"

Tawa Chanyeol tak dapat ia sembunyikan "Aku mencintaimu"

"Sepuluh kali hari ini" Ucap Baekhyun, Chanyeol memiringkan kepalanya "Apanya?"

"Kau berkata kau mencintaiku"

Chanyeol tersenyum "Kedepannya tak perlu menghitung, karena aku akan selalu mencintaimu sekarang dan seterusnya"

Semu merah tercetak di pipi Baekhyun, selaras dengan senyuman manis yang dilemparkan keduanya …

Butuh penantian dalam cinta, kesabaran dan air mata adalah salah satu paket yang tak dapat dipisahkan, namun seperti kata Chanyeol bahwa akhir adalah senja dan senja juga merupakan sesuatu yang indah … Jadi sekarang penantian Chanyeol berakhir, tangis kesedihan Baekhyun berubah menjadi tangis kebahagiaan dan kesabaran mereka berbuah sangat manis

Satu Bulan Kemudian

Dumulmeori sudah di set dengan sangat indah dengan kombinasi warna hijau pastel dan pink lembut, sebuah altar sudah juga diset beserta dengan wedding chair serta aisle yang berisi taburan kelopak mawar merah muda

Masih jam delapan pagi, matahari belum terlalu terik hingga suasana Dumulmeori yang indah menambah keindahan dari sebuah pernikahan pasangan kekasih itu. Bunga peony putih kesukaan mempelai wanita sudah dirangkai sedemikian rupa, para undangan sudah duduk ditempat masing – masing. Terlihat dibarisan depan kedua orang tua Chanyeol yaitu Yoona dan Donghae dan orang tua Baekhyun duduk beserta dengan kakak perempuan Chanyeol dan suaminya

Dibelakangnya ada Kyungsoo dan Jongin yang tersenyum manis sambil menautkan tangan satu sama lain, disampingnya ada Sehun dan Luhan yang kandungannya sudah membesar, lalu anda Minseok dan Jongdae yang memutuskan untuk bertunangan, Suami istri Yixing dan Minah yang terbang jauh – jauh dari Changsa ke Korea bersama putri mereka Yi Wei, Kris dan Zitao yang duduk bersisian dengan pria tinggi itu mendudukkan Kevin dalam pangkuannya serta Joonmyeon dan kedua putra putrinya, dan beberapa tamu undangan lain yang tak lebih jumlahnya dari 25 orang untuk menjaga ke sakral'an suatu pernikahan

Chanyeol yang sudah diminta masuk oleh pembawa acara dengan gagahnya berjalan melewati aisle dengan setelan tuxedo yang berwarna putih dengan Boutonniere berwarna senada dengan tone color pernikahannya. Pria itu sangat tampan dengan rambut yang di style-up keatas menampilkan dahinya yang sempurna tanpa cela, wajah yang segar dan penuh seyuman ia berikan kepada seluruh tamu undangan, dan saat pembawa acara meminta mempelai wanita untuk memasuki altar, semua mata tertuju pada tenda putih yang langsung berisi jalan dengan kelopak mawar berwarna merah muda. Chanyeol dengan jantung yang berdegup luar biasa dan dan senyuman yang tak luntur – luntur ia menunggu keluarnya Baekhyun dari tenda itu mengingat mereka tidak bertemu satu minggu sebelum pernikahan

Tirai diangkat menampilkan Baekhyun yang sangat cantik menggamit lengan ayahnya Daesung. Para wanita disana hampir menitikan air mata melihat bagaimana cantiknya Baekhyun dan yang pria tersenyum melihat kecantikan wanita itu … Chanyeol? Ia bahkan menutup wajahnya dengan kedua tanganya karena saking terkejut dan senyumannya ia tak henti – hentinya ia berikan

Baekhyun cantik

Sangat cantik

Wedding dress yang panjangnya hingga mata kaki berwarna putih tulang senada dengan tuxedo Chanyeol menampilkan bahu nya yang sangat putih dan veil yang menutupi wajahnya membuat semua mata menatap gadis cantik itu

"Aku serahkan putriku kepadamu" Ucap Daesung sambil menyerahkan jemari putrinya kepada Chanyeol dan langsung diterima dengan sangat baik oleh pria itu

Saat Pendeta mengucapkan janji suci pernikahan maka Chanyeol dengan tegas menjawab "Saya Park Chanyeol, membawa anda Byun Baekhyun untuk menjadi istri saya, berjanji untuk mencintai dan menghormati sejak hari ini dan seterusnya, dalam semua hari – hari kehidupan kita untuk lebih baik, buruk, kaya, miskin, saat sakit dan sehat … Sampai kematian memisahkan kita" dibandingnkan kata "Ya saya menerima"

Pun begitu dengan Baekhyun mengucapkan kalimat yang sama namun dengan sedikit isakan haru dan kebahagiaan yang tak dapat ia bendung, dan saat pendeta sudah mengukuhkan pernikahan mereka saat itu pula Chanyeol dipersilahkan mencium mempelai wanitanya, alih – alih mencium di bibir yang pria itu lakukan pertama kali adalah memeluk lembut gadisnya dan mencium pucuk kepala Baekhyun serta berbisik satu kata yang membuat Baekhyun semakin menitikan air matanya, setelahnya pria itu mencium Baekhyun tepat di bibir, lembut dan sangat manis, hingga membuat sahabat Baekhyun, Kyungsoo menitikan air mata

Dibanding melempar bunganya, Baekhyun lebih memilih untuk langsung memberikan buket bunganya untuk satu – satunya pasangan yang belum menikah diantara mereka, Jongdae dan Minseok. Pidato kecil yang biasanya diberikan oleh adik atau kakak dari masing – masing mempelai diwakilkan oleh Kyungsoo saat ini

"Selamat pagi, dihari yang berbahagia ini … izinkan saya untuk memberikan sepatah atau dua patah kata untuk sahabat saya Byun Baekhyun, atau sekarang berganti menjadi nyonya Park … Chanyeol oppa, aku boleh meminta satu hal padamu?" Tanya Kyungsoo dan dibalas anggukan oleh Chanyeol yang saat ini sedang duduk sambil menggenggam tangan Baekhyun

"Jaga si cerewet disampingmu itu … "

Baekhyun tersenyum dan Chanyeol mengiyakan permintaan Kyungsoo, sementara undangan yang lain tertawa kecil "… ini lebih dari sekedar permintaan, menjaganya adalah hal yang sulit, kau sudah berjanji pada tuhan untuk selalu mencintai Baekhyun di berbagai kedaan … hiks … Baekhyun itu lemah sekali, ia adalah orang yang paling lemah, saat hatinya sakit ia hanya bisa menangis sendirian tanpa mau berbagi kesedihannya padaku, padahal kami bersahabat sejak sekolah menengah pertama … dia hiks…"

Kyungsoo menyeka air matanya, dan Baekhyun juga melakukan hal yang sama "… dia adalah orang yang bodoh, aku ingat apa yang dia lakukan untuk kebahagiaan orang lain meskipun mengorbankan perasaannya, aku yakin kau tau itu kan …" air mata Baekhyun mentes namun senyumnya tetap untuk sahabatnya yang sedang berdiri di hadapan orang – orang

"…Aku menyayanginya seperti kakak ku sendiri, aku menjaganya seperti adikku sendiri dan kami saling menjaga … hiks … aku mohon jaga dan cintai sahabatku, bahkan ketika maut memisahkan kau harus bertemu dan menjaga nya di surga hiks … "

Chanyeol menganggukan kepalanya dan menatap istrinya menangis sambil menatap sahabatnya, begitu juga dengan undangan wanita lain yang terharu mendengar ucapan Kyungsoo

"… dan Baekhyun-ah, selamat … inilah kebahagiaanmu, aku sudah bilang bukan kau pasti akan mendapatkan kebahagiaanmu, inilah dia yang ku maksud" Kyungsoo tersenyum menatap Baekhyun, keduanya tersenyum satu sama lain "Chanyeol oppa sangat mencintaimu, maka kau harus mencintainya juga sepenuh hatimu, kau paham ? Selamat untuk pernikahan mu … Aku menyayangimu nae chingu" Kyungsoo memberikan microphone nya pada pembawa acara dan berjalan mendekati Baekhyun dan diujung sana wanita itu berdiri lalu memeluk sahabatnya

Sahabat yang selalu anda untuknya …

Dan dibelakangnya Chanyeol menepuk pundak Baekhyun lembut dengan senyumannya dan setetes air mata penuh haru …

End

.

.

.

Yeah, 10k dan END …

Maaf untuk keterlambatan update nya, saya berusaha bawa ending yang bener – bener manis untuk mereka berdua, couple favorite saya …

To be honest readers, saya ada satu chapter tambahan bergenre dewasa untuk FATE ini, yaa kurang lebih isinya tentang kehidupan honeymoon sama "naena" nya mereka

dan saya masih bingung apa harus update atau engga, soalnya ini dari awal bukan genre M … is it okay kalau saya update itu? atau lebih baik di selesaiin segini aja?

Pertanyaan tentang kedua oppa gyuri akan saya update sebagai epilog singkat

Oooh, dan saya mau bilang terimakasih sebanyak – banyak nya untuk yang sudah read, follow, dan review … terimakasih banyak ^^

So … Mind to give me Last Review?

Tons of Love

Vilay