~Kekonyolan di Hari Minggu~
By:Hikary_Cresenti
730
Disclaimer : Bleach itu punya Om tite kubo,kalau punya saya udah lama si Tosen Koid(devil mode On)
Rated :T
Warning : OOC,Typo(s), Gajeness, full of humor, awal dan ahir yang tak nyambung, dan sebagainya, yang mau kasih Flame di persilahkan.
Enjoy my Fic...
Sepertinya udah ada yang percaya ya? Tapi kayaknya baru 0,000001 %(itu ketelitian atau apa sih?). Jadi berhubung sebentar lagi Hallowen maka saya kasih contoh lagi deh.
Flashback
entah ada angin apa, kali ini semuanya sibuk belajar dan membawa buku segede kamus kemana-mana. Termasuk Renji yang notabenenya paling dan termalas, jangankan bawa buku litany aja udah eneg. Namun buku apa yang kali ini mereka bawa? Kepo? Penasaran? Mari kita perhatikan huruf perhuruf. Ternyata buku tentang animal alias binatang sodara-sodara!
Tapi apa kali ini mereka berniat mendirikan kebun binatang? Atau jangan-jangan buka sirkus? Atau… mereka pengen jadi binatang? Oh No!
"Woi author! Narasi elo gaje amat!" protes sang landak, Hisagi.
Oke dari sini kita serahkan pada landak dan kawan-kawan. (author pamit)
"Kai… "
"Apa His?" tanya Kaien yang dari tadi belum mengalihkan pandangannya dari buku yang dari tadi dibacanya.
"Loe Yakin bisa nemuinnya disini?" tanya Hisagi dengan nada bingung.
"Aduh Bro, Tenang aja deh. Gue nggak pernah salah. Kalau gue salah balik ke pasal 1. " komentar sang Inu aka Kaien dengan gaje dan percaya diri setinggi langit.
"Pede amat loe," komentar si Tikus Got aka Kusaka seraya geleng-geleng dengan hipotesa yang menurutnya mustahil!
"Lagian! Elo udah berapa lama sih hidup di dunia ini!" protes Kaien yang mulai emosi.
"Udah-udah. Nggak usah perang. Kita ini di tugaskan untuk mencari reptile yang suka ngerayap di dinding. " kata sang Jeruk aka Ichigo dengan gaya seperti professor kesasar.
"Cicak aja napa, jeruk? " ejek si babaon dengan rambut nanas, aka Renji.
"Urusai!" gerutu Ichigo.
"Udah-udah ayo cari. " kata Hisagi lagi.
Maka pencarian sang cicak unyu-unyu itupun berlanjut.
"Ne, Hisa-Nii… " panggil Kusaka.
"Apa?" tanya Hisagi.
"Cicak itu punya 4 kaki ya?" tanya Kusaka.
"Ya iyalah. Masa 10?" gerutu Kaien.
"Terus warnanya ijo kekuningan ya?" tanya Kusaka lagi.
"Hah? Iya. "kata Hisagi.
"Terus hobinya di dinding ya?"
"Ya iyalah! Masa di lantai!" gerutu Ichigo yang mulai kesal dengan pertanyaan bodoh buatan sang Kusaka Soujirou itu.
"Ekornya bisa putus ya?"
"Iya. Itu namanya Mimikri," komentar sang pria ubanan, Hitsugaya, yang dari tadi mengheningkan cipta.
"Itu dia. " kata Kusaka seraya menunjuk sosok sang cicak yang lagi bertengger di dinding(?).
"Tangkap!" sorak Kaien dengan semangat.
Maka dimulai lah upaya penangkapan sang cicak tersebut, namun sayang tidak ada yang berhasil. Sedangkan sang cicak itu seolah-olah mengejek kebegoan para pria-pria yang saat ini berusaha menangkapnya.
"TEME!" gerutu Kaien yang kesabarannya sudah mulai menipis(?).
"Apa sebaiknya pakai perangkap ya?" usul Ichigo seraya menyerahkan perangkap tikus.
"Oi Ichi! Dia itu cicak! Mana mempan!" kata Hisagi seraya menggampar Ichigo dengan buku Animal tersebut sehingga membuat Ichigo langsung tepar.
"Ya udah! Ayo pakai lem tikus!" usul Renji.
Entah karena otak mereka yang dilanda galau atau memang lagi konslet akut. Mereka pun menyetujui usul gila tersebut. Maka mulailah mereka menempelkan Lem Tikus di sepanjang dinding.
"Hah beres. " komentar Hisagi. Namun sayang, tak sengaja ia malah memegang dinding yang ada di sampingnya dan-
"Gya! Tangan gue lengket!" sorak Hisagi dengan gajenya.
"Biar gue tolong!" kata Kaien yang berusaha narik Hisagi dari dinding tersebut yang lagi-lagi terjadi kesalahan fatal, karena ada lem sisa yang berada di lantai dan-
"Hadeh! Kaki gue!" sorak Kaien yang kini juga kerepotan.
"Ren. Ada cara untuk melepasinnya?" tanya Hitsugaya yang sudah sweatdrop melihat dua cicak nyasar yang ikutan lengket di dinding itu.
"Hm ada! Di siram pakai bensin lalu dibakar!" ujar Renji.
"Loe pikir kita apa!" protes Kaien dan Hisagi yang masih setia melengket di dinding.
"Oke! Gue tau!" kata Kusaka lalu ngacir.
"Oi! Kusa!" sorak Hisagi yang mulai merasa bad feeling.
Tak lama Kusaka kembali dengan sebuah meriam yang baru dibelinya lagi entah kapan.
"Kusa… Jangan bilang kalau elo mau ngancurin nih dinding pakai tuh bazooka?" tanya Hisagi.
"Iya! Kok tau?" tanya Kusaka dengan tampang Innocent.
"W-woi! Nggak ada cara lain ya?" protes Kaien.
"Udah tenang aja deh. Gue jamin! Tembakan gue nggak bakal meleset!" kata Kusaka seraya mengarahkan meriamnya ke dinding.
"T0tunggu du-"
DUAR! BLAR!
"Nah beres kan?" kata Kusaka bangga.
"Wah. Hebat tepat! Woi! Elo berterimakasih sono!" kata Ichigo.
"Eh, cicaknya ketemu!" kata Renji yang berhasil memasukkan cicak malang itu ke toples.
Sedangkan Kaien dan Hisagi telah divonis dalam keadaan K. O dan mengalami trauma akibat ledakan meriam.
End Of flash back
Sejak saat itu mereka kapok untuk menangkap cicak dan memutuskan untuk beli di Pet shop(?)
Jadi bagaimana? Masih ada yang belum percaya?
Oke see you in the next chapter!
TBC
Curcol author#lah?:
Hai! Kayaknya uidah lama saya nggak balik ke fandom ini? Atau bahkan berkarya di situs ini ya? Gommenasai pada all readers-tachi#bow. Ini karena tugas aauthor yang datang terus menerus secara berkala dan menimbulkan kristalisasi(lah?)
Oke abaikan curhat nggak jelas author.
Balas Review:
Ryuunose Chizuru:Wah! Kog tau? Kog ta-duak. Hehe begitulah, bikin malu saja sebagai ujung tombak pemerintahan tuh. Oke sorry baru update #peace.
Oke bagi yang mau mereview di persilahkan. Dan maaf jika garing dan pendek serta hambar -_-''
