Chapter 12
Little Secret
Beautiful Blonde
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuHina
Rated : T
Sehari setelah tes itu, akan diumumkan dua orang yang beruntung yang bisa lolos dengan nilai tertinggi. Kebetulan hari itu bersamaan dengan Fuuma Corps' Anniversary sehingga band Hebi juga ikut diundang untuk merayakannya.
Maka, disinilah Hinata, yang saat itu menjadi manager band Hebi, harus naik mobil bareng dengan Sakura dan keempat personil band lainnya. Pengennya sih dia bareng Sasuke, tapi dia diseret buat bareng Sakura.
Hinata's POV
"Hei...! Kok diem aja sih? Lagi mikirin Sasuke ya?" Kata Sakura sambil menepuk pundakku dengan cukup keras. Aku yang waktu itu masih terdiam pun sedikit terkaget mendengar ucapan dan tepukan Sakura tersebut. Aku pun menolehkan kepalaku sambil memasang wajah masam kearah gadis berambut pink yang menggodaku barusan.
"Iya, aku lagi memikirkan Sasuke-kun. Emang aku seperti kamu yang merengek-rengek terus minta untuk ditemani oleh duren itu?" Kataku sambil menunjuk kearah bocah duren yang sekarang duduk di bagian belakang mobil van ini dan lagi bermain 'tunjukkan ekspresi wajah yang menjijikkan' bersama dengan Kidoumaru dan Sakon.
Aku agak bergidik melihat Naruto yang dengan tenangnya mengembang kempiskan hidungnya, menjulingkan matanya, sambil memasang wajah yang menjijikkan hanya untuk bersenang-senang dengan dua orang yang sama gak warasnya. Aku baru tahu kalo band Hebi isinya orang beginian semua.
Tapi, tidak begitu dengan Kimimaro. Dia sekarang sedang duduk disamping supir dan menatap lurus dengan pandangan tajam, seperti sedang memikirkan sesuatu.
Nampaknya dia itu pemikir juga, seperti Sasuke-kun, tapi hanya saja ekspresi Sasuke-kun saat memikirkan sesuatu itu lebih lembut daripada milik Kimimaro. Kau tidak akan tahu dia memikirkan apa hanya dengan melihat wajah Sasuke-kun, dan kemudian dia akan langsung memberitahumu sesuatu yang membingungkan.
Oh, iya...! Aku sedang naik disebuah van besar dengan empat baris kursi (yah...! Mini bus lah). Bagian belakangnya dipenuhi oleh orang-orang gokil, alias Kidoumaru, Sakon dan juga Naruto. Bagian depannya lagi, ada Tayuya yang selalu mengomentari orang gokil di belakang dengan wajah sebal, dan Sakura yang nampaknya ingin sekali bergosip denganku.
Dan, aku berada di kursi belakang supir, sendirian. Tadinya aku mau mengajak Sasuke-kun untuk bareng aja darpiada mubadzir bensin. Tapi, Sasuke-kun bukan tipe orang yang bisa dihadapi dengan rengekan manja dan tetesan air mata buaya. Huh...! Jadi bete nih.
"Hinata..." Panggil seseorang. Aku pun langsung menoleh kearah panggilan tersebut yang tampaknya adalah Kimimaro yang sedang serius didepan. Biasanya dia memanggilku dengan sebutan –san, tapi kali ini kenapa?
"Apa?" Kataku dengan sedikit nada gugup. Maklumlah, namanya juga cewek yang ketemu idolanya.
"Kalo sudah di Fuuma Corp nanti jangan kemana-mana" Pesannya.
Hah...? Apa maksudnya?
-0-
"Baiklah, ini untuk menimbulkan efek kejut, maka kita akan tampil dari sini. Kau, coba perbaiki permainan bass mu, dan usahakan jangan terlalu keras saat menekan senarnya. Drumnya juga coba atur agar ritmenya pas ..." Dan bla...bla...bla...! Begitulah apa yang kudengar dari mulut Kimimaro yang sedang memberi instruksi pada anak buahnya. Aku dan Sakura yang tidak mengerti musik dan menjadi manager dadakan pun hanya bengong mendengar ucapannya.
Yang lebih parah lagi, Naruto, manager yang sebenernya sekarang malah ngilang gak tahu kemana. Huh...! Aku heran kalo band yang seperti ini bisa maju menuju ke perusahaan musik besar milik Tou-chan. Tapi, nampaknya itu berkat kebolehan Kimimaro dalam mengorganisir tim dan kecerdasannya, dia bisa membuat band ini maju.
Aku heran kenapa dia tidak menjalankan debut sendiri saja, bisa cepat terkenal kan? Yah...! Tapi, hal itu bukan urusanku.
"Sugoi...! Kimimaro" Gumam Sakura nampak berdecak kagum melihat Kimimaro saat mengorganisasi tim sebelum pertunjukkan. Eh...! Bukannya dia sudah pernah melihat Kimimaro sebelumnya? Saat konser pertama di sekolah kan dia yang ngatur konsernya? Kenapa dia malah berdecak kagum sekarang?
"Bukannya kau sudah tahu bagaimana cara Kimiamro mengatur saat kelas dua dulu?" Tanyaku dengan nada penasaran pada Sakura.
"Nampaknya dia sudah banyak berubah, dulu dia gak begitu bisa jadi pemimpin" Kata Sakura sok bijak. Aku pun hanya memutar bola mataku mendengar ucapannya. Tapi, kenapa Kimimaro tiba-tiba berubah ya? Oh...! Iya, itu kan waktu aku pertama kali bilang kalo Sasuke-kun adalah pacarku. Bukan jadian yang resmi sih, waktu itu aku yang maksa Sasuke=kun supaya jadi pacar boonganku, eh...! Keterusan.
Tunggu sebentar, jika begitu, apakah artinya Kimimaro dan Sasuke-kun bertukar informasi waktu pentas seni saat aku kelas dua itu sehingga Kimimaro berubah? Apakah Kimimaro ini juga seorang agen rahasia yang juga mencari orang bernama Firmware AMI itu? Lalu, kenapa Sasuke-kun tadi menyuruhku untuk memata-matai Sasame-nee, tapi Kimimaro malah melarangku? Apakah Sasuke-kun mau membuat aku menjadi umpan? Ataukah Kimimaro yang sengaja menghambat rencana Sasuke-kun?
Sekelebat bayangan jingga lewat didepanku. Matanya menatap datar kedepan, tanpa menoleh kekanan dan kekiri. Di dadanya terkepal sebuah tablet PC yang nampaknya disembunyikannya secara erat.
Hah...! Persetan dengan Kimimaro, kali ini aku lebih percaya pada Sasuke-ku. Meskipun Kimimaro adalah idolaku, tapi dia tidak akan berbuat apa-apa kan? Sasuke-kun pasti akan menyelamatkanku jika aku dalam bahaya.
"Aku mau ke toilet sebentar" Dustaku pada Sakura dan langsung mengikuti sosok berambut jingga a.k.a Sasame yang baru saja lewat tersebut. Aku belum pernah membuntuti orang sebelumnya, secara sadar sih maksudnya.
Aku sering diajak date oleh Sasuke-kun, padahal itu untuk membuntuti seseorang. Dan kebanyakan aku tidak sadar bahwa Sasuke-kun membuntuti seseorang. Mungkin saja karena aku terlalu senang saat diajak date oleh Sasuke-kun sehingga tidak menyadari bahwa Sasuke-kun sedang membuntuti seseorang.
Aku pun menciba untuk tidak melihat kearah Sasame. Kata Sasuke-kun, wanita itu mempunyai kelebihan dalam hal emosional, intuisi dan penglihatan. Kau tidak tahu apakah seorang cewek itu melihat padamu atau melihat kearah lain karena pandangannya melebar. Itulah sebabnya, cewek tidak pernah ketahuan ketika memperhatikan cowok yang disukainya. Huh...! Sasuke-kun bisa tahu hal yang hanya diketahui cewek seperti itu. Selain itu, dia juga bisa melihat seseorang yang bahkan tidak ada dalam jarak pandangnya. Apakah dia juga punya mata seperti cewek?
Sasame nampak sedikit tergesa-gesa melewati sebuah lorong yang di terangi oleh banyak sekali lampu putih. Sinar matahari tidak bisa menembus sampai sejauh ke tempat ini. Perusahaan ini benar-benar besar. Setelah itu dia langsung berbelok ke lorong bagian kanan. Aku pun langsung mengikuti kemana dia berbelok, dengan sedikit mengendap-endap tentunya, tapi ...
"Are?" Kemana dia? Yang tersisa dari dirinya hanyalah sebuah lorong panjang yang kosong melompong. Aduh, aku bawa itu gak ya? Aku pun merogoh sakuku dan kemudian mengambil sebatang rokok dan juga korek. Nampaknya ucapan Sasuke-kun benar, ada ruangan rahasia di perusahaan ini, makanya Sasuke-kun menyuruhku untuk membawa rokok.
"Huh...! Kuharap disini tidak ada detektor asap yang akan menyalakan alarm kebakaran" Kataku sambil menyalakan rokok tersebut. Aku pernah melihat seorang detektif dalam sebuah film yang menggunakan semacam asap untuk mendeteksi adanya ruangan rahasia, tapi aku gak tahu ini akan berhasil atau tidak. Aku hanya mengikuti perintah Sasuke-kun.
Secara teoritis, dalam ruang rahasia yang pengap, tentu saja tekanan udaranya lebih rendah daripada tekanan udara di ruang lainnya karena tidak ada sirkulasi udara. Sehingga udara di ruang lain akan mengalir menuju ke ruang rahasia karena tekanan udara di luar ruang rahasia lebih tinggi. Itu seperti teori terjadinya angin dalam fisika, dan itu seperti teori yang dibuat-buat di film misteri.
"Are?" Aku pun terkejut begitu melihat asap keluar dari rokok langsung mengalir begitu saja memasuki dinding yang ada di sebelah kananku. Ups...! Nampaknya itu bukanlah teori yang diuat-buat dalam film, itu NYATA.
Aku pun langsung merapatkan diriku di dinding sebelah kanan tersebut. Aku menggunakan rokok itu untuk memeriksa berapa lebar dari pintu tersebut. Nampaknya tidak begitu lebar, hanya sekitar setengah meter saja.
Sekarang, tinggal menemukan mekanisme untuk membukanya saja. Pintu selebar setengah meter? Yang benar saja, bahkan orang yang tergemuk sedunia pun bisa masuk kedalamnya. Artinya pintu yang satu ini adalah pintu putar. Jika begitu, maka mekanisme pembukanya adalah dengan benda-benda didekatanya. Jika tidak, maka orang yang akan membuka pintu tersebut tidak akan bisa masuk (bisa kalian bayangkan kan?)
"Aduh...!" Gerutuku begitu melihat sebuah jam dinding yang nongkrong dengan manis di depanku. Kalo Sasuke-kun, dia pasti langsung mencoba angka acak dan kemudian mendengarkan setiap bunyi yang dia dengar untuk kemudian dianalisis. Tapi, aku percaya dengan intuisiku. Pasti ultah perusahaan.
Aku pun memutar jarum panjang pada jam dinding tersebut kekanan dulu dan kemudian mendengarkan dengan seksama. Nothing. Jadi harusnya kekiri dulu, baru kemudian kekanan dan...
Dhuakkk...! Aku langsung dipukul tepat di tengkukku ketika aku berhasil memasuki ruang rahasia tersebut. Keadaannya menjadi sangat gelap? Apakah aku akan mati?
End of Hinata's POV
Sai's POV
Halo...! Namaku Sai, kurasa kalian belum pernah bicara padaku dan tampaknya aku tidak begitu muncul. Sasuke sering memanggilku dengan sebutan bootloader untuk merahasiakan hubungan kita. Tapi, aku adalah saudara kembar Sasuke.
"Boleh aku duduk disitu?" Kata seseorang dengan rambut biru. Aku pun hanya mengangguk pelan mendengarnya. Sampai dimana ceritaku tadi?
Oh...! Baiklah, tidak seperti Sasuke, aku sekolah di luar negeri karena aku yang memintanya begitu. Bagiku, Sasuke adalah rival abadiku sehingga aku menuntut ilmu di London, tempat beraksinya Sherlock Holmes. Tapi, dia tidak menganggapku begitu.
Sasuke adalah orang yang low-profile (dalam hal lain). Dia merupakan seorang cowok yang kelihatan datar dan cuek, tapi kau akan tahu kekuatan sebenernya saat dia mengetahui semua rahasia terdalammu hanya dengan sekali lihat dan membeberkan semua hal itu padamu.
Aku juga low-profile (dalam hal lain) keahlianku adalah memecahkan kasus dengan diam-diam dan kemudian melarikan diri secara cepat. Anonimity adalah hal yang penting bagi seorang detektif, karena dia bisa dengan mudah menganalisis keadaan dalam diam.
Pengalaman? Aku sudah menecahkan banyak sekali kasus di London, tapi namaku tdak pernah tercantum di koran meskipun aku menjadi kartu As kepolisian setempat. Apa? Pengalaman cinta? Nothing.
Tidak seperti Sasuke yang nampaknya sudah punya pacar, aku tidak tertarik pada perempuan. Iya, aku memiliki standar yang cukup tinggi untuk urusan perempuan. Dan, aku tidak pernah melihat seorang cewek yang mendekati kriteriaku sepenuhnya. Tidak pernah, kecuali satu cewek yang sedikit mendekatinya.
Hinata. Ya, ya, ya, aku tahu dia PACARNYA Sasuke. Seorang cewek brambut indigo yang cerdas, mudah belajar dan juga bisa diajak dialog kapan saja. Selain itu, dia itu cakep, manis, dan imut. Ayahnya juga kaya. Huh...! Beruntung sekali Sasuke, bisa menemukan Hinata.
Tapi, sekarang bukan itu yang jadi pikiranku. Kali ini, aku dan Sasuke akan merencanakan sesuatu untuk menangkap Firmware AMI (Sasuke pasti sudah memberitahukan banyak hal kepada kalian). Dan, itu diawali dari sebuah pesta penerimaan pekerja baru di Fuuma Corp.
"Nah...! Ini dia, yang kau tunggu-tunggu" Bisik seseorang dengan kacamata bulat yang duduk disisiku. Kabuto, seorang agen FBI yang juga temanku saat dia memecahkan kasus unik di London.
"Siapa yang menunggu hal ini? Aku hanya menunggu hal setelahnya" Kataku dengan nada datar saja.
"Jangan terlalu serius begitu, dia juga belum bergerak tuh" Kata Kabuto sambil melirik kearah Sasuke yang duduk disebelah kanan. Jadi, waktu itu ada panggung dan kursinya dibagi menjadi dua, yaitu bagian kanan dan bagian kiri, sedangkan bagian tengah buat jalan. Sebenernya bukan buat jalan sih, itu buat para petinggi yang sekarang sedang duduk di sebuah sofa empuk didepan panggung. Bila ingin naik keatas panggung harus melewati sisi kanan dan sisi kiri, bukan sisi tengah.
"Apa kau sudah siap?" Kataku pada Kabuto.
"Iya, ada Kimimaro, agen CIA yang juga siap mengawasinya. Selain itu, katanya bocah duren itu juga ikut" Kata Kabuto.
"Baiklah, acara selanjutnya adalah sambutandari direktur Fuuma Corp. Beliau yang telah berjuang sekian lama untuk mendirikan perusahaan yang sekarang menjadi perusahaan terbesar ini dengan keringat, air mata, dan darah. Kita sambut dia, Danzo Shimura" Kata seseorang yang bertindak sebagai MC tadi. Seseorang dengan rambut coklat jabrik segera maju menuju panggung.
"Baiklah, Sai. Mungkin kau akan maju setelah sambutan ini. Jadi, bersiaplah, aku akan menanganinya dari sini" Kata Kabuto. Aku hanya mengangguk pelan sambil menatap tajam kearah depan. Kabuto, Kimimaro, dan juga bocah duren itu akan mengawasi direktur itu, Danzo Shimura. Sedangkan aku akan masuk kedalam perusahaan untuk mencari Firmware AMI. Sasuke? Yah...! Sasuke akan mengikutiku untuk sebagai pengalih perhatian, masuk kedalam perusahaan dengan alasan agar lebih familiar, padahal akan menyelidiki sesuatu.
Tapi, ada seseorang yang menggangguku. Seseorang dengan rambut hitam bergelombang yang saat ini sedang terduduk diam sambil mengatupkan kedua tangannya. Wajahnya berkerut-kerut, dan ada banyak noda hitam diwajahnya. Matanya memandang ke tangannya yang terkatup tersebut dengan tatapan kosong. Sebuah kacamata hitam bertengger di atas hidungnya yang rata-rata. Rambutnya tampak kusut dan awut-awutan. Tampak seperti Sherlock yang sedang memikirkan sesuatu.
"Baiklah, sekarang akan kita panggilkan dua orang yang berhasil melewati tes ini dengan nilai tertinggi mereka berdua. Kita panggil dari yang nomor dua terlebih dahulu, inilah dia Uchiha Sai" Kata MC tersebut. Aku pun berdiri dan kemudian berjalan menuju kearah kiri panggung. Cih...! Juara dua lagi, kenapa si Sasuke itu selalu berada diatasku. Dia memang kakakku, tapi aku tidak sudi memanggilnya kakak hanya karena beda kelahiran dalam hitungan detik. INGAT...! Hitungan detik berarti tidak sampai 60 detik.
"Dan, yang mendapat nilai tertinggi untuk tes kali ini adalah bocah SMA yang sangat luar biasa. Inilah, Uchiha Sasuke" Seorang cowok dengan rambut raven pantat ayam langsung berdiri dan kemudian menuju kearah sisi kanan panggung dan kemudian berhenti disisiku.
"Inilah dia, bocah SMA yang menjadi wonderkid dari Fuuma Corp. Beri tepuk tangan yang meriah"
-0-
"Aduh...! Maaf, aku tidak begitu memperhatikan jalan" Kata seseorang yang dengan tiba-tiba menubruk tubuhku. Aku pun hanya menatap cewek tersebut dengan tatapan datar saja. Dia jatuh terduduk dan tabletnya jatuh. Untung saja tidak pecah
"Kau tidak apa-apa?" Tanyaku sambil mengulurkan tanganku. Bajunya tidak terlalu formal, sebuah baju putihnya hanya menutupi sampai perut bagian atas saja, tanpa lengan , tetapi dia menutupinya dengan menggunakan almamater perusahaan berwarna ungu kehitaman dan menutup bagian perutnya dengan menggunakan almamater tersebut, tetapi masih menonjolkan dadanya yang cukup besar.
Dia memakai rok mini sepaha berwarna ungu, senada dengan almamaternya. Kaos kaki berenda juga menghiasi kakinya. Mata aqua marine yang baru terbuka itu pun menatapku dengan tatapan 'aku baik-baik saja'. Rambutnya pirang dengan kucir kuda dan poni yang menutupi sebelah matanya.
"Namaku Sai, Uchiha Sai. Aku pegawai baru, mohon bantuannya" Kataku. Gadis itu pun berdiri dan melempar senyumnya.
"Namaku Ino, Yamanaka Ino. Aku sekretaris pribadi direktur" Katanya dengan seulas senyuman. Orang ini...
"Aku akan melihat-lihat sebentar lingkungan disini" Kataku datar saja, tidak tahu harus berkata apa.
"Oh...! Begitu, mau dibantu?" Tanyanya. Aku pun menggelengkan kepalaku sambil berjalan meninggalkan orang tersebut.
Cewek itu? Siapa dia?
TBC
Yups...! Betul sekali, cewek yang ditemui Sasuke saat itu adalah Ino. Tapi, Ino bukan mantan atau apanya Sasuke kok. Sayang sekali, author tidak akan memasukkan hal seperti itu dalam fic ini. Mungkin romance nya cuman SasuHina doang, gak ada yang mengganggu hehe.
Yah...! Mungkin pengganggunya ya Firmware AMI dan temen Sasuke yang menghambat romancenya :D.
Sipakah Ino itu? Dia berada dipihak Sasuke ataukah Firmware AMI? Apa yang terjadi pada Hinata? Apakah Sasame berada di pihak Firmware AMI?
Happy Read
