Manik hetero dengan bulan sabit di tengahnya itu menerawang ke berbagai arah. Ia menghela nafas ketika lagi lagi ia ditinggal sendirian
Tugas seorang guru muda rupanya berat ya?
Sebuah getaran dari saku mengalihkan pandangannya. Alisnya berkedut saat melihat nama yang tertera disana
"Kogi?"
Maaf.. Aku meninggalkanmu. Kau mau dijemput hm?
Sebuah pesan singkat dari Kogitsunemaru membuatnya tertawa sejenak
Tidak terimakasih
'Send'
Mikazuki menghela nafas kembali. Merasakan hawa dingin yang makin menusuknya
Kaki jenjangnya mulai melangkah keluar dari kantor. Dengan satu tujuan
kembali pulang
'DASAR ANAK TIDAK TAU DIUNTUNG! HARUSNYA KAU MENERIMA TAWARANKU!!'
Langkah Mikazuki terhenti seketika. Ia sesekali meremas dadanya saat sebuah luka kembali tergores cukup dalam di benaknya
Diriku masih muda tapi aku tak naif
Kulihat dengan tak berdaya ketika dia berpaling pergi
Dan kini masih ada rasa sakit yang harus kupikul (Mikazuki Ver)
'Otou-sama.. Saat aku besar nanti.. Aku ingin menjadi guru! '
'Apapun yang kau mau.. Anakku'
"Pendusta"
Masa lalu begitu dalam bahkan kau tak mampu menguburnya meski aku berusaha
Sebuah luka yang entah mengapa selalu menggores hatiku dengan brutal
Menyisakan sebuah permata berharga dari kasih sayang (Mikazuki Ver)
Manik Mikazuki menangkap sosok Yamanbagiri di halaman sekolah. Berteduh sembari melihat kedua temannya
"Lagi lagi.. Kau ada disana"
Setelah sekian lama
Tak pernah terbayangkan aku akan di sini (Mikazuki ver)
Kaki jenjang milik Mikazuki melangkah menuju pujaan hatinya. Menyelimutinya dengan jas hitam beraroma unik
"Pakailah"
Ketika cintaku padamu buta
Tapi aku tak bisa membuat dirimu melihatnya
Tak bisa membuat dirimu melihatnya
Bahwa aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu (Mikazuki Ver)
Manik peridot jernih itu selalu melihat Mikazuki dengan pandangan yang beraneka ragam
Namun tidak ada satupun tatapan yang ia mengerti
Sebagian dariku hidup kembali saat aku melihatmu
Aku akan terbangun
Hanya berharap dari sebuah realita (Mikazuki ver)
"Kau lebih membutuhkannya Yamanbagiri"
Yamanbagiri terdiam lama. Sedangkan kedua temannya masih sibuk bertengkar di tengah hujan
"Mereka.. "
"Tidak usah pedulikan mereka.."
Suasana hening kembali melanda. Dalam hati sang dwiwarma bulan itu bertanya tanya, apa salah dirinya hingga seorang Yamanbagiri begitu dingin padanya?
Ah sudahlah.. Yamanbagiri Kunihiro memanglah seperti itu
"Sensei.. "
Manik hetero melirik Manik peridot itu secara spontan
"Kau itu.. Siapa? "
Tubuh mikazuki menegak tiba tiba. Sebuah gejolak menyakitkan hadir di benaknya. Mengacaukan pikirannya
'Aku... Siapa?'
Segalanya akan seperti sebelumnya
Tapi senja seperti ini tampaknya begitu pelan berlalu
Dan menghilang saat kenyataan menghantam dunia (mikazuki ver)
"Oh sensei.. Konnichiwa"
Lamunan Mikazuki buyar ketika duo TsuruMutsu membungkuk dihadapannya
Mikazuki menangguk spontan lalu menatap Yamanbagiri tajam
Setelah sekian lama
Tak pernah terbayangkan kita akan di sini
Ketika cintaku padamu buta
Tapi aku tak bisa membuat dirimu melihatnya
Tak bisa membuat dirimu melihatnya
Bahwa aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu (mikazuki ver)
"Mau pulang bersama Lagi Yamanbagiri?"
Manik Tsurumaru dan Mutsunokami mengerjap beberapa kali. Mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh senseinya yang satu itu
"LAGI?!"
Tanpa babibu lagi, Mikazuki menarik tangan Yamanbagiri menuju mobilnya. Tidak menghiraukan sumpah serapah kedua murid yang ia tinggalkan di sekolah
"A-apa yang-"
"Terlalu lama mengambil keputusan ya? "
Mikazuki tersenyum walau pikirannya kini penuh dengan pertanyaan sang pirang
Sebagian dariku kembali saat aku menggandengmu
Setelah sekian lama mengapa
Kau tidak pernah mau menggapaiku
ah, mungkin kau tidak akan percaya (Mikazuki ver)
Tangan halus itu membuka pintu mobil secara perlahan. Membukakannya dan memperlakukan Yamanbagiri bagai seorang raja
Namun Yamanbagiri masih diam di tempat
".. Sensei.. Belum menjawab pertanyaanku"
Sunggingan senyum terpampang di wajah tampan sang rembulan. Memandang wajah indah yang selalu tertutup hoodie itu terus menerus
Tanpa berpaling
"Kenapa, kau menanyakan siapa aku hm? "
Wajah pucat itu berpaling menatap ke arah lain. Tidak berani menatap lawan bicara secara langsung
"Apa ada sesuatu dariku yang mengganggumu?"
Yamanbagiri tak bergeming. Tatapannya masih sama..
Mikazuki memiringkan kepalanya setelah sebelumnya ia menarik dagu sang pirang secara lembut
"Ada sesuatu yang Mengganggumu?"
Cintaku untukmu buta
Tapi aku tak bisa membuatmu melihatnya
Tak bisa membuatmu melihatnya
Bahwa aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu (mikazuki ver)
Sebuah siluet membuat kedua manik peridot itu terbelalak. Sosok dengan pakaian asing juga sebuah pedang tajam ditangannya
"Ugh"
Yamanbagiri meremas rambutnya saat siluet itu tersenyum padanya. Sebuah luka yang dulu pernah ia rasakan, kembali menyakiti hatinya. Membuatnya meringis perlahan
"Yamanbagiri..? Ada apa? "
Tangan milik mikazuki mencoba meraihnya
Namun ditepis dengan kasar oleh sang pirang
"Yamanbagiri?"
"Anata wa.. Dare? "
Manik hetero itu terbelalak seketika. Bertanya tanya apa yang salah dengan dirinya kali ini?
Mengapa sang lawan bicara melontarkan pertanyaan yang asing di telinganya?
Mikazuki mendekap Yamanbagiri saat tubuh ringkih itu terjatuh ke arahnya..
Hawa hangat menyentuh tubuh nya dengan cepat
"Panas"
Sebagian diriku menyesal saat aku mendekapmu erat
Bahwa aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu (mikazuki ver)
Dengan lembut, Mikazuki menempatkan pujaan hatinya di kursi mobil. Menatap wajah Yamanbagiri yang kian lama kian memerah.
Lalu mengecupnya perlahan
Melepas pelukan dan senyuman dilakukan sebelum akhirnya mobil mewah itu melaju kencang menuju suatu tempat
"Menyakitkan..."
Sebagian diriku mati saat aku melepasmu
*Please Stay With Me..
Derap kaki milik sosok tegap itu menggema di dalam sebuah ruangan. Bau anyir menyapanya saat sebuah pintu besar dibuka secara paksa
"Bangunan tidak terawat ini, kau jadikan sebagai tempat persembunyianmu? Sungguh rendahan"
Kogitsunemaru, sosok tegap itu menghampiri sebuah kursi besar yang membelakanginya kini
"Selamat datang.. Kogitsunemaru-sama.. Ah tidak, selamat datang pak tua"
Sosok gelap di kursi itu tidak memandang wajah kogitsunemaru sedikit pun. Hanya memberi salam dan menanyakan sesuatu yang amat berhubungan dengannya
"Apa kau datang... Untuk membicarakan sesuatu hm? Pak tua"
Sebuah koper berisikan uang dan emas dilempar begitu saja oleh kogitsunemaru. Menciptakan suatu kebisingan di telingannya
"Ambil itu"
Sosok gelap itu tergelak ditempat. Membuat kogitsunemaru menggeram kesal
"Hanya segini? Aku bahkan tau nilainya walau tak memandangnya. Ini jelas tak cukup.. Pak tua.. Lagipula...kau bisa membunuhnya seorang diri"
"Aku tidak mau mengotori nama baikku"
"Tapi nilai yang kau berikan tetap saja tidak cukup bagiku"
Alis Kogitsunemaru terangkat sedikit
"Apa yang kau mau?"
Sebuah pisau menggores wajah mulus sang rubah dengan cepat. Tatapan tajam diberikan oleh Kogitsunemaru secara spontan
"Nyawamu"
00000000000
bacotan author :v
hae semuanya.. maafkan atas kegajean yang author bikin ini :v
ff ini akan up setiap author ada waktu luang ya :V
akhir kata...
review please?
