Double Trouble

.

.

Kim Yesung

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Dll

.

Maaf sebelumnya kalo part ini kurang feel. Lagi terserang virus malas soalnya. Biasanya setelah update, langsung bikin chap berikutnya. Tapi chap ini baru aku buat sehari sebelum update. Hehehehe...

okeiyh! Selamat Membaca.

.

.

Yesung melepas Headphonenya. Lalu dengan penasaran ia berjalan menuju pintu. Meskipun ia ragu,, namun harus ia akui, ia sedikit berharap, seseorang akan datang untuknya. Seseorang yang akan menjawab kebimbangan hatinya.

Dengan tangan bergetar, namja manis itu membuka pintu rumah mendiang ibunya. Dan ia tampak terkejut melihat namja di balik pintu itu.

"H-hyung...?" ucapnya tak percaya.

Namja di depannya tersenyum.

"Aku datang untuk menculikmu, Kim Yesung!"

.

Chap 11

.

Sudah semua tempat mereka datangi dan tak satupun dari mereka yang menemukan Kim Yesung. Cho Kyuhyun bahkan hampir membanting ponselnya sendiri saat tak berhasil menghubungi Yesung.

"Aku bisa gila! Dimana kau berada, Kim Yesung!" geram Kyuhyun.

"Ini semua karena sikap keras kepalamu itu, Kyu!"

"Mwo? Justru kau yang membuatnya tertekan!" balas Kyuhyun pada Siwon.

"Aku? Memangnya apa yang telah aku lakukan?"

"Kim Yesung merasa bersalah padamu, dia ingin bersamaku, tapi dia takut menyakitimu. Karena itulah dia memilih pergi!"

Siwon tertawa mendengar ucapan Kyuhyun. "Khayalanmu terlalu tinggi. Yesungie mencintaiku. Dia menyukaiku bahkan sejak kecil dulu, kau lupa?"

"Yeah..., tapi suka dan cinta itu dua hal yang berbeda, hyung. Dan perasaan manusia bisa berubah. Jangan lupakan hal itu."

Siwon terhenyak mendengar ucapan Kyuhyun. Adiknya benar. Semua itu bisa saja terjadi. Tapi..., benarkah semua itu yang Yesung rasakan saat ini? Benarkah perasaan Yesung telah berubah?

"Kau menyerah?" cibir Kyuhyun.

"Ani! Aku tidak akan mundur sebelum mendengarnya sendiri darinya. Lagi pula, mungkin saja perasaan Yesung padamu hanya sesaat. Hanya pelampiasan rasa rindunya saat jauh dariku."

"Mwo?"

Siwon tertawa melihat reaksi Kyuhyun. Hanya sesaat sebelum akhirnya ia terdiam. Di depannya Kyuhyun juga terdiam.

"Bagaimana jika ia tetap bersikeras untuk tak memilih? Bagaimana jika ia memilih untuk menyerah?" ucap Kyuhyun bermonolog.

"Apa?"

"Bagaimana jika dia berpikir, tak ingin membuat salah satu dari kita terluka dan memutuskan untuk tak memilih?" ucap Kyuhyun.

Kedua namja itu terdiam. Memikirkan kemungkinan yang Kyuhyun katakan. Bagaimana jika hal itu benar terjadi? Bagaimana jika Yesung tetap bersikeras untuk tak memilih. Apa mereka rela melihatnya bersama namja lain?

"Cho Kyuhyun, Choi Siwon!"

Dua bersaudara itu serempak menoleh saat mendengar panggilan dari suara yang mereka kenal itu.

"Mommy?" ucap mereka bersamaan.

Nyonya Cho melangkah cepat ke arah dua putranya dan langsung memukul kepala mereka dengan gemas. Di belakangnya Heechul menyeringai senang melihat dua tuan mudanya mengaduh.

"Mom!" protes Kyuhyun sambil memegangi bekas pukulan mommynya. Sementara Siwon hanya meringis menahan sakit.

"Apa yang kalian lakukan pada putra manis Mommy, eoh?! Kenapa dia bisa menghilang? Kalau terjadi sesuatu pada Yesungie, kalian tidak akan Mommy maafkan!"

"Mwo?" sentak keduanya. Kaget melihat reaksi ibu mereka itu.

Bagaimana tidak? Saat kedua putranya terjebak masalah, Mommy mereka justru mencemaskan orang lain dan memarahi mereka? Apa ini adil?

"Jangan pulang jika tak bisa menemukan Kim Yesung! Aigo, putra manisku, dimana dia sekarang? Apa dia baik-baik saja? Dia pasti sangat tertekan. Kalian benar-benar tak bisa diandalkan, bagaimana bisa kalian melibatkannya dalam masalah? Kalau begini mana bisa aku mempercayakan putraku pada kalian?!"

"Mommy, bukankah aku putramu? Kenapa aku seperti orang luar di sini?" protes Kyuhyun.

"Ck! Apa hal itu penting untuk dibicarakan saat ini tuan muda Cho?!" geram ibunya.

"Itu..."

"Lalu apa lagi yang kalian tunggu?! Cepat temukan Kim Yesung!" bentak sang umma lagi.

Dan kedua putranya langsung melompat masuk ke mobil masing-masing untuk melaksanakan perintah sang mommy.

..

Sementara itu...

"Kita mau ke mana, hyung?"

"Bukankah sudah aku katakan kau sedang di culik, Yesungie? Jadi menurutlah jika tak ingin terjadi sesuatu padamu," ucap namja di belakang kemudi.

"Aish! Kau mengerikan, hyung!" gerutu Yesung.

Namja itu tertawa seraya mengacak rambut Yesung tanpa menoleh.

"Kau banyak berubah, Yesungie."

"Benarkah?"

"Hmm..., kau tidak seceria dulu. Kau yang sekarang meski terlihat tegar, tapi itu hanya topeng. Yesung yang dulu, meski manja, tapi selalu jujur dengan perasaannya. Tapi Yesung yang sekarang, seolah membentengi dirinya dengan sikap kasar dan tak tersentuh itu."

Yesung tersenyum miris. "Benarkah? Sepertinya aku tak menyadarinya."

"Dan sepertinya aku memiliki andil di dalam perubahan itu. Mianhae, Yesungie."

"Hyung..."

Mobil itu menepi dan berhenti di bawah sebuah pohon akasia besar. Si pengemudi tampak terdiam menatap jauh ke depan. Menyesali satu hal yang tanpa dikatakan pun namja di sebelahnya tahu apa yang ia maksud.

"Mianhae..., aku telah berusaha menjaganya. Aku berusaha keras agar dia bisa kembali padamu dalam keadaan yang lebih baik. Tapi aku gagal. Andai saat ia terakhir kali ingin menyerah dan kembali padamu, aku membiarkannya pergi, pasti dia akan jauh lebih bahagia karena bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya. Tapi..., aku memaksanya untuk tetap bertahan, dan dia gagal. Mianhae..."

"Hyung..., itu bukan salahmu. Aku yakin, Hae hyung mengerti. Dia pasti tahu kau ingin yang terbaik untuknya. Dan meskipun aku sangat sedih karena kepergiannya, karena tak bisa menemani di hari-hari terakhirnya, tapi aku senang, kau, namja yang mencintainya, ada untuknya. Gomawo, hyung..."

"Yesungie..."

Yesung menarik nafas, dan mencoba bersikap senormal mungkin. Namja di sampingnya itu telah melakukan anyak hal yang seharusnya menjadi tugasnya. Dia menggantikan peran Yesung dengan baik. Yesung tak ingin membuatnya merasa bersalah pada dirinya karena menutupi penyakit Donghae padanya.

"Lalu..., apa kita akan pergi ke suatu tempat yang menyenangkan?" tanya Yesung mengalihkan pembicaraan.

Namja di sampingnya tersenyum. "Hm, kita akan pergi berkencan ke tempat yang selalu Donghae inginkan."

"Jeongmal?"

"Nde! O ya, apa HongGi merepotkanmu? Dia terlalu terobsesi untuk menjadi seseorang yang baik di mata kakak kesayangannya. Dia ingin melakukan apapun yang Hae tak sempat lakukan. Termasuk untuk menjagamu."

Yesung tertawa lirih. "Dia.., sedikit merepotkan, tapi, sekarang aku tahu, dia namja yang baik. Aku senang mengenalnya. Hae hyung mengirimkan banyak malaikat untukku."

"Benarkah?"

Yesung mengangguk. "Termasuk juga kau, Hyukkie hyung."

Lee Hyukjae menoleh menatap Yesung. "Aku memang guardianmu kan?" candanya.

"Cih!" cibir Yesung.

"Baiklah! Kita akan bersenang-senang hari ini."

"Ah, aku akan menelpon Heebongie hyung."

"Andwae!" Hyukkie merebut ponsel Yesung.

"Waeyo?"

"Bukankah sudah aku katakan, kau sedang diculik, Kim Yesung? Jadi kau tidak bisa menghubungi siapapun. Arra?" ucap namja itu sambil mengantongi ponsel Yesung.

"Tapi..."

"Akan kita buat dua namja yang memperebutkanmu itu kelimpungan mencarimu. Apa kau tidak ingin tahu, siapa yang lebih mencintaimu?"

Blush! Wajah Yesung merona mendengar ucapan mantan sunbaenya itu.

"Aigo..., kau manis sekali, eoh?" ucap Hyukkie sambil menoel dagu Yesung seraya menjalankan kembali mobilnya.

.

-double trouble-

.

Mata Kyuhyun membola saat melihat foto yang terkirim padanya dari ponsel Yesung. Namja manis itu tengah tertidur ~pingsan dalam pikiran Kyuhyun~ di dalam mobil, dengan kemeja yang nyaris terbuka. Dan sebuah SMS bernada ancaman menyusul kemudian.

Lakukan sesuatu yang menarik jika ingin dia selamat. Waktumu hanya sampai jam delapan malam ini.

Kyuhyun memukul atap mobilnya dengan kesal.

"Kyu!" panggil Siwon yng disusul bunyi rem yang diinjak mendadak.

Kyuhyun menoleh, dan mendapati kakaknya keluar dari mobilnya dan berjalan terigesa ke arahnya.

"Tadi aku berhasil menghubungi Yesungie, tapi yang mengangkat orang lain."

"Mwo?" sentak Kyuhyun. "Apa yang dia katakan?" tanyanya penasaran.

"Dia mengatakan, agar aku melakukan sesuatu, jika ingin Yesungie selamat. Apa artinya Yesungie diculik?" tanya Siwon.

"Ne, aku juga berpikir begitu, hyung," ucap Kyuhyun seraya menunjukkan ponselnya pada Siwon.

"A-apa ini? Apa yang namja itu coba lakukan pada Yesungie? Jika dia berani menyentuhnya, aku pastikan dia tidak akan selamat!"

"Kau pikir aku akan mengampuninya?! Tapi apa yang harus kita lakukan, hyung?"

"Bagaimana kalau menelpon polisi?" usul Siwon.

"Apa kau sudah gila? Dia meminta kita melakukan hal menarik. Itu artinya dia berada di sekitar kita, hyung! Kau pikir dia tidak akan tahu jika kita menelpon polisi?"

"Lalu apa? Kita harus melakukan hal menarik apa? Berkelahi? Saling membunuh?"

"Molla! Aku juga tidak tahu!"

Kedua bersaudara itu saling menatap dengan memendam kemarahan mereka. setidaknya pikiran mereka masih waras, untuk tidak bertengkar lebih jauh lagi di saat seperti ini.

"Tr..!" ponsel Kyuhyun bergetar tanda panggilan masuk.

"Dari Yesungie...," ucap Siwon yang memegang ponsel Kyuhyun.

Namja pucat itu merebut ponsel miliknya dan mengangkat panggilan itu. Masih sempat ia mendengar sang kakak memintanya untuk menyalakan pengeras suaranya.

"Y-yeoboseyo?"

"Hello, Cho Kyuhyun'ssi?"

"Kau! Nuguya? Apa maumu? Di mana Kim Yesung?"

"Shhtt..., jangan terlalu banyak bertanya, tuan muda. Kalian tidak berhak untuk bertanya di sini. Cukup dengarkan saja. Arraseo?"

"Katakan saja apa yang kau inginkan?! Dan segera bebaskan Kim Yesung!" teriak Kyuhyun.

Siwon merebut ponsel di tangan Kyuhyun. Mereka sedang bicara dengan penculik, dan Yesung ada di tangan mereka. Jika Kyuhyun terus bersikap sekasar itu, akan berbahaya untuk Yesung kan?

"Yeoboseyo..., tuan, aku mohon, lepaskan Kim Yesung. Akan kami berikan apapun yang kalian inginkan."

Di seberang sana, si penculik tertawa mendengar ucapan Siwon. "Ah, kau pasti Choi Siwon, kau negosiator yang lebih baik rupanya."

"Gomawo. Lalu, apa yang kau inginkan dari kami tuan?"

"Pertama, jangan melapor pada polisi jika itu yang kalian pikirkan. Yang kedua, kalian jangan berpikir untuk meminta bantuan jika ingin dia selamat."

"A-apa?"

"Cobalah membuatku terkesan."

"Tunggu! Apa yang harus kami lakukan?" cegah Siwon saat si penelpon hendak menutup sambungan telepon.

"Pikirkanlah sendiri. Ah, apa kalian tahu, berita tentang kalian menjadi top news di internet? Itu lebih menarik dari drama yang sedang tayang saat ini."

Tuuuuutttt...

Siwon menatap ponsel Kyuhyun yang telah mati. Namja di ujung line memutuskan kontak begitu saja.

"Dia bilang apa?"

"Eobseo. Dia bilang berita tentang kita menjadi trending topic di internet."

"Mwo? Erghhh! Shit!"

"Hei, Kyu, bukankah ponsel Yesung ada GPSnya? Kita bisa melacak keberadaannya kan?" ucap Siwon tiba-tiba.

Kyuhyun menoleh. "Hyung! Untuk pertama kalinya aku menyukaimu!"

Chuuu! Satu kecupan mendarat paksa di kepala Siwon. Dari adik 'tercintanya'. Si tampan sedikit terhenyak, menyentuh kepalanya. Untuk pertama kalinya Kyuhyun bersikap manis padanya.

Siwon terseyum tipis.

Sementara di tempat lain.

"Hyung?" Yesung mengucek matanya, sesaat setelah bangun dari tidurnya.

Hyukkie menoleh. "Kau sudah bangun?" ucapnya seraya mengulurkan ponsel Yesung yang tadi dia sita.

Dahi Yesung berkerut saat menerima ponsel itu.

"Aku hanya membalas pesan yang masuk dan juga menjawab telepon untukmu," ucap Lee Hyukjae seolah tahu isi pikiran Yesung.

"Benarkah? Kau tidak melakukan sesuatu yang aneh kan?" tanyanya tak percaya. Yesung masih cukup hafal bagaimana sifat namja manis yang sedang bersamanya itu. Salah satunya adalah taktik jual mahal itu.

"Kurasa..., tidak. Atau..., entahlah," jawab Hyukkie tak peduli.

Yesung mengalihkan tatapannya dari namja di dekatnya pada ponselnya. Membuka beberapa aplikasi yang mungkin telah disabotase oleh namja Lee di sampingnya.

"Hyungie!" protesnya kemudian saat melihat fotonya yang terlihat sedikit..., errr..., entah bagaimana dia bisa menyebutnya. Dalam foto itu dia tengah terlelap dengan kemeja yang acak-acakan dan terbuka, mengekspos bagian atas tubuhnya yang putih mulus. Jangan lupakan ekspresi wajahnya yang tampak sangat lelah.

"Ige mwoya?! Kenapa mengirim foto seperti ini pada Cho Kyuhyun?"

"Waeyo? Terlalu seksi? Kau tenang saja, saat ini dia tidak akan menyadari keseksianmu itu."

"Hyungie! B-bukan itu maksudku...!"

Lee Hyukjae tertawa mendengar ucapan Yesung. Tapi tawa itu terhenti saat ponsel Yesung berdering.

"Dari siapa?" tanyanya.

"Cullie hyung," jawab Yesung.

"Berikan padaku." Hyukkie merebut ponsel Yesung sebelum namja itu sempat menjawab. "Yeoboseyo?"

"Yeo-, siapa kau? Dimana Yesungie?"

"Uwaah..., bahkan aura hitammu terasa sampai di sini, Heenim!"

"Nugu?"

"Naega? Aku orang yang menculik adik tersayangmu."

"Mwo?! Ya! Brengsek! Lepaskan adikku jika kau masih ingin hidup!"

Hyukkie tertawa mendengar ancaman sahabat yang lama tak ia jumpai itu. "Tenanglah, Cullie'ah, aku tak mengikatnya, jadi tak perlu melepaskannya kan?" godanya.

"Ya! Jangan bercanda!"

Eunhyuk menjauhkan ponsel itu dari telinganya. "Aish jinjja! Dia masih saja segalak dulu!" komentarnya. "Ya! Kim Heechul, kau membuat telingaku nyaris tuli dengan teriakanmu itu, pabboya!"

"Mwo? Siapa kau sebenarnya? Apa maumu dengan menculik adikku?"

"Wooo, take it easy, chingu! Aku hanya meminjam adikmu sebentar untuk menemaniku bermain. Jadi jangan terlalu serius. Kau tenang saja, Kim Yesung aman bersamaku."

"Kau gila ya? Mana mungkin aku bisa tenang saat adikku diculik dan aku sedang bicara dengan penculiknya?"

Lagi-lagi Hyukkie tertawa.

"Heebongie hyung! Aku baik-baik saja. Tuan penculik ini hanya mengajakku ke tempat istimewa dan membelikan banyak makanan enak untukku," ucap Yesung setengah berteriak agar suaranya masuk ke telepon.

"Kau dengar sendiri kan? Adikmu saja mengakui kebaikanku. Jadi bersikaplah sedikit lebih lembut padaku."

"Ya..! Yesungie! Bagaimana...? Sebenarnya siapa kau?"

"Kau tenang saja, setelah aku puas bermain dengan dua pangeran itu, aku akan mengembalikan Yesung padamu."

"Mwo?"

Yesung menatap namja di sampingnya dengan heran. Seperti halnya Heechul di ujung sana.

"Hyukkie hyung, apa kau melakukan sesuatu?" tanya Yesung.

"Hyuk-hyukkie? Lee Hyukjae? Jadi kau yang menculik adikku? Jeongmalyo?"

"Ne, Kim Heechul'ssi. Lama tidak berjumpa. Kau merindukanku?"

"Aigo..., ternyata kau! Ya! Kau membuatku takut! Aku pikir adikku benar-benar diculik! Aish!"

"Hyukkie hyung, apa yang sedang kau rencanakan?"

"Tidak ada. Hanya sedikit memberikan pelajaran pada dua namja yang membuatmu bersedih."

"Tapi..."

"Ya! Ya! Jangan mengacuhkanku! Dimana kalian berdua? Biar aku menyusul."

"Aniyo! Kau tidak perlu ikut campur, Chullie'ah. Tunggu saja kejutannya. Annyeong!"

Hyukkie menutup teleponnya. Membiarkan namja di ujung line yang uring-uringan tak jelas karena sikapnya itu.

.

-double trouble-

.

Kyuhyun membaca artikel tentang dirinya di internet. Para fans mereka benar-benar mengerikan. Mereka menghujat Yesung habis-habisan. Bahkan berita online itu juga menjelek-jelekan Yesung. Bukankah ia dan Siwon yang memperebutkan Yesung. Kenapa justru namja manis itu yang menjadi kambing hitam?

Di sampingnya, Siwon terus fokus pada jalanan. Mereka memang pergi bersama. Mobil Siwon dititipkan di Cafe milik teman Kyuhyun di dekat tempat mereka menerima pesan dari penculik Yesung tadi.

"Kyu, sepertinya mobil di belakang mengikuti kita sejak tadi," ucap Siwon sambil melirik kaca spionnya.

Kyuhyun menoleh pada hyungnya. "Mwo?" ucapnya seraya menghadap ke belakang. "Jangan-jangan itu penculiknya, hyung?"

"Tapi di GPS, Yesungie ada di tempat lain."

"Mungkin saja mereka menyekapnya di tempat lain, lalu mengawasi kita. Bisa saja kan, hyung?"

Siwon mengangguk-angguk. "Kau benar, Kyu. Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanyanya.

Kyuhyun berpikir sejenak. "Kita pancing ke tempat sepi, lalu kita hajar saja mereka. Kau belum lupa cara berkelahi kan, hyung?"

"Cih? Meremehkanku, eoh?"

Kyuhyun menyeringai. "Kajja! Kita habisi mereka!" ucapnya sambil mengulurkan kepalan tangannya.

Siwon memukul tanpa tenaga kepalan tangan Kyuhyun. Melakukan tos untuk pertama kalinya dengan adiknya. Untuk pertama kalinya mereka pantas disebut saudara. Hal yang mungkin tak mereka sadari.

Mobil van di belakang mereka terus mengikuti kemana mobil Kyuhyun melaju. Dan berhenti saat mobil di depan mereka tiba-tiba menghentikan lajunya menghadang mereka.

Kyuhyun keluar dengan membawa tongkat baseball yang tadi ia pinjam dari pemilik Cafe, sebagai persiapan saat menghadapi penculik Yesung nanti.

"Keluar kalian! Kenapa kalian mengukuti kami, eoh?" bentaknya seraya memukul velg mobil itu.

Siwon yang berniat membantu Kyuhyun terhenyak saat melihat blitz kamera dari dalam mobil itu.

"Ya! Kyu! Mereka paparazi! Tinggalkan mereka!" panggilnya.

"Mwo?" ucap Kyuhyun seraya menoleh pada kakaknya.

"Mereka..."

Belum sempat Siwon menjawab, di belakang mobil van itu menyusul beberapa mobil lainnya yang langsung mengepung kedua namja itu.

"Cho Kyuhyun'ssi, Choi Siwon'ssi. Apa benar kalian terlibat cinta segitiga?"

"Benarkah awalnya Kim Yesung hanya kamuflase untuk menutupi gosip kalian bersama Lee Sungmin?"

"Apa benar berita yang mengatakan bahwa Kim Yesung bertunangan dengan Cho Kyuhyun'ssi dan pacaran dengan Choi Siwon sekaligus?"

"Lalu bagaimana dengan Lee Sungmin?"

"Cho Kyuhyun'ssi, mengapa anda selalu menyukai namja yang dekat dengan Choi Siwon?"

"Atau kali ini Choi Siwonlah orang ketiganya?"

"Tolong jawab kami!"

"Jangan bercanda! Kami sedang tak ada waktu untuk semua ini!" ucap Kyuhyun seraya mencoba kembali ke mobilnya.

"Choi Siwon'ssi, apa benar anda kembali ke Korea demi Kim Yesung?"

"Lalu bagaimana hubungan anda dengan Lee Sungmin?"

"Itu..."

"Tr...!"

Ucapan Siwon terhenti saat mendengar dering ponsel Kyuhyun. Adiknya tampak sedikit tersentak saat membaca nama pemanggilnya. Pasti dari si penculik.

"Y-yeoboseyo?" jawab Kyuhyun.

"Kalian terlalu lama. Aku mulai bosan menunggu."

"M-mwo...?"

"Apa kalian benar-benar tak bisa melakukan sesuatu yang menarik untukku?"

"Ya! Apa maumu sebenarnya?"

"Aku hanya ingin bermain, bukankah sudah aku katakan? Ohya, berisik sekali di sana?"

Kyuhyun menoleh menatap Siwon yang berusaha mengalihkan perhatian wartawan agar Kyuhyun bisa bebas menjawab telepon.

Namja tampan itu tertegun. Tiba-tiba satu ide muncul di kepalanya. Ide yang mungkin akan membuat orangtuanya memarahinya karena bicara sembarangan. Tapi...

"Apa sebuah pengakuan cukup?" tanya Kyuhyun.

"Pengakuan? Coba saja, mungkin bisa aku pertimbangkan?"

Kyuhyun menyalakan speakerphonenya. Lalu menurunkan tangannya.

"Tolonglah, kami benar-benar harus pergi sekarang. Jadi..."

"Akan aku jawab!" Kyuhyun menyela ucapan Siwon.

"Kyuhyun'ssi, menurut anda, apa Kim Yesung hanya mempermainkan kalian berdua?"

Kyuhyun menghela nafas berat sebelum menjawab. Sementara Siwon menatapnya penasaran.

"Seperti yang kalian tahu, kami berdua memang mencintai Kim Yesung."

"Waa...," seketika wartawan menjadi riuh, dan blitz kamera langsung menhujani mereka.

"Kyu?" bisik Siwon mencoba mencegah Kyuhyun bicara.

"Sejak kecil, aku dan Siwon hyung tidak pernah akrab. Ah, ani, tapi aku yang tak ingin dekat dengannya. Karena dia merebut semua perhatian orang-orang di sekelilingku. Termasuk Lee Sungmin hyung. Seperti yang kalian tahu, aku pernah menyukainya. Tapi itu dulu. Sebelum aku tahu aku dan Kim Yesung dijodohkan."

"Cho Kyuhyun, apa kau sudah gila?" bisik Siwon lagi.

Kyuhyun tak menyahut, justru melanjutkan ucapannya. "Dan tanpa mengetahui bahwa Kim Yesung menyukai orang lain, kedua orangtuaku memaksanya menerima perjodohan itu, untuk menutupi gosip yang tersebar. Dan ia terpaksa menyetujuinya. Ia terlalu menyayangi ibuku, hingga tak pernah menolak permintaannya."

"Jadi, andalah orang ketiga diantara mereka?"

"Ne, aku adalah orang ketiga, diantara Kim Yesung dan namja itu. Kim Yesung mencintai orang lain. Aku, ani, kami, aku dan Siwon hyung adalah orang ketiga yang memaksa masuk dalam hidupnya. Dan aku tidak peduli. Karena itu..., Kim Yesung! Dengarkan aku! Aku tidak akan pernah menyerah atasmu. Sampai kau memilih satu diantara kami, aku tidak akan pernah melepaskanmu. Jika kau berpikir untuk menghindari semua itu demi kami, maka itu sia-sia saja. Aku dan Choi Siwon, akan tetap memperebutkan posisi tertinggi di hatimu. Jangan berpikir untuk berpaling pada namja lain, karena kami tak akan membiarkannya. Tapi untuk saat ini, tak peduli seperti apa hatimu, tak peduli apapun pilihanmu, asal kau kembali di sisiku, maka itu cukup untukku."

..

Jangan berpikir untuk berpaling pada namja lain, karena kami tak akan membiarkannya. Tapi untuk saat ini, tak peduli seperti apa hatimu, tak peduli apapun pilihanmu, asal kau kembali di sisiku, maka itu cukup untukku.

Lee Hyukjae tertawa lirih mendengar ucapan Kyuhyun. Namja manis itu menutup teleponnya.

"Donghae'ah, kau bisa tenang sekarang. Kim Yesung memiliki seseorang yang akan melindunginya," ucapnya.

"Hyung, bisakah kita kembali?" tanya Yesung dari dalam mobil.

Hyukkie menoleh. "Arraseo," ucapnya lalu masuk ke mobil.

..

Entah bagaimana caranya tadi, Siwon akhirnya bisa membawa Kyuhyun kembali ke mobil mereka dan langsung membawa adiknya pergi.

"Kau gila, Cho Kyuhyun! Kau tahu ini bukan waktunya untuk..."

"Penculik itu menginginkan sesuatu yang menarik, hyung."

"Mwo?"

"Dan aku rasa itu cukup menarik untuknya," ucap Kyuhyun seraya menunjukkan sebuah pesan masuk.

Datanglah ke alamat ini.

Siwon menatap sms itu tak percaya. Jadi Kyuhyun membuat pengakuan menghebohkan, dan membongkar semua rahasia yang selama ini mereka hindari, adalah untuk memenuhi permintaan penculik itu? Untuk Kim Yesung?

Namja tampan itu memutar kemudi mobilnya dengan perasaan yang tak nyaman. Dia merasa kecolongan. Dalam hal ini, entah kenapa, Siwon merasa kalah. Dia seorang public figure, ia terlatih untuk menghindari serangan pertanyaan menjebak dari wartawan. Jadi ia pasti akan mengklarifikasi semua berita buruk dengan jawaban yang tak merugikan siapapun.

Tapi Kyuhyun, demi Yesung dia bahkan melupakan kemungkinan apa saja yang akan terjadi setelah ini.

Mobil Kyuhyun melaju kencang menuju alamat yang dikirim si penculik. Keduanya tak lagi peduli siapapun yang Yesung pilih nantinya. Yang mereka inginkan hanyalah kembali melihat Yesung dengan selamat.

Sementara itu...

Wajah Yesung merona sempurna setelah melihat video yang baru beberapa menit yang lalu diunggah di internet, atas permintaan Hyukkie.

"Dia benar-benar mencintaimu, Yesungie."

"D-dia gila! Apa yang sedang namja bodoh itu pikirkan hingga bicara sembarangan? Dia akan menyusahkan sajangnim!" gerutunya.

"Benarkah kau berpikir begitu? Bukankah seharusnya kau senang? Dia melakukan pengakuan cinta secara tak langsung padamu."

"Hyung~!"

"Jadi, pikirkan sekali lagi, Yesungie. Kau mencintainya. Jadi jangan melepaskan cintamu seperti sebelumnya, apapun alasannya."

Yesung tak menyahut.

Benar. Dia memang mencintainya. Diakui atau tidak, tapi perasaan itu memang telah memenuhi hatinya tanpa ia sadari. Tapi, untuk bersamanya, ada banyak hal yang perlu ia pikirkan selain untuk cinta.

"Nah! Kita sampai! Ayo Turun!" ucap Hyukkie seraya keluar dari mobilnya.

Yesung tersentak. Ia bahkan tak menyadari seberapa jauh perjalanan mereka, hingga tiba-tiba ia telah kembali berada di halaman rumah ummanya.

Dan baru saja namja manis itu keluar dari mobil, saat tiba-tiba seseorang menubruknya, dan memeluknya dengan erat.

"Kau membuatku hampir gila, Yesungie!"

"Wo-wonnie hyung..." sentaknya.

Sementara tak jauh dari mereka, Cho Kyuhyun jatuh terduduk menatap punggung kakaknya yang memeluk erat tubuh namja yang ia cintai.

"Syukurlah kau selamat...," lirihnya.

.

Tbc

.

Dan..., chap ini selesai sampai di sini. Sekali lagi maaf kalo gak ada scene romance di chap ini. Aku cuma kepikiran mau mendekatkan dua bersaudara itu. hehehe...

Tengkyu buat review di chap sebelumnya. dan ditunggu lagi reviewnya. Mian karena nggak disebut satu-satu. sekali lagi Gamsahamnida.

See Ya!