Sorry I Love You

Leeteuk termenung dikamarnya, ia masih memikirkan apa tadi siang Sungmin katakan padanya, "Donghae tidak mungkin seperti itu"

Meski ia mencoba menepis segala pikiran buruknya tetap saja apa yang Sungmin katakan mengusik pikiran Leeteuk, membuat suasana hatinya menjadi buruk.

Jungyeon melangkah masuk kekamar Leeteuk, membawa obat dan air hangat untuk putrinya itu

"Teuk, ayo minum obatmu dulu"

"Ne, taruh dimeja saja bu, nanti aku akan meminumnya" sahut Leeteuk

Jungyeon menaruh obat dan air hangat yang ia bawa ke atas meja, ia memperhatikan Leeteuk yang tampak murung, "Daritadi ibu lihat kau selalu melamun, apa kau sedang memikirkan suamimu?"

"Ne"

"Ibu tahu kau akan seperti ini, itu sebabnya kau seharusnya tidak membiarkan suamimu pergi"

"Sudahlah bu, jangan memulainya lagi, aku sedang tidak ingin berdebat"

Jungyeon menghela nafas mendengarnya, "Jangan lupa minum obatmu dan beristirahatlah" pesannya lalu melangkah keluar dari kamar itu, meninggalkan Leeteuk yang hanya diam.

"Kau mandilah duluan" ujar Donghae pada Hyukjae, mereka baru saja kembali kehotel setelah seharian menghabiskan waktu diluar

"Ne" sahut Hyukjae lalu melangkah kekamar mandi untuk segera mandi

Donghae duduk ditepi ranjang dan melihat hasil foto dikameranya sembari menunggu Hyukjae selesai mandi, ia tersenyum memperhatikan foto Hyukjae.

Getar ponselnya mengalihkan perhatian Donghae, ia meraih ponsel disakunya dan melihat panggilan masuk dari Leeteuk, Donghae segera menjawabnya, "Ne, Teuk-ah?"

"Kalian sedang apa Hae?" tanya Leeteuk diseberang telepon

"Aku dan Hyukjae baru saja kembali ke hotel"

"Ah begitu..bagaimana hari ini? apa disana menyenangkan?"

"Ne" sahut Donghae tersenyum, "Aku dan Hyukjae mengunjungi beberapa tempat indah disini"

Leeteuk tersenyum mendengarnya, "Dimana Hyukjae?"

"Dia sedang mandi"

"Ah begitu, bagaimana denganmu? Apa kau sudah mandi"

"Belum, aku akan mandi setelah Hyukjae selesai. Apa kau sudah makan?"

"Ne, tadi aku sudah makan"

"Bagaimana dengan obatmu? Apa kau sudah meminumnya?"

"Sudah Hae"

"Itu bagus" ucap Donghae tersenyum, "Pokoknya kau jangan sampai terlambat makan dan minum obatmu ne?"

"Ne.."

Pandangan Donghae lalu tertuju pada Hyukjae yang baru saja keluar dari kamar mandi, "Teuk-ah, Hyukjae sudah selesai mandi, aku mandi dulu ne?"

"Ah begitu, baiklah Hae" sahut Leeteuk

"Nanti aku akan meneleponmu ne?"

"Ne, sampai nanti Hae"

"Ne"

Leeteuk memutus teleponnya usai berbicara dengan Donghae, ia kembali termenung dan merasa kesepian.

"Kau sudah selesai mandi?" tanya Donghae menghampiri Hyukjae

"Sudah Hae" sahut Hyukjae sembari mengusap rambutnya yang basah dengan handuk

"Aku akan mandi dulu, setelah itu kita makan malam ne?"

"Ne.."

Donghae melangkah ke kamar mandi untuk segera mandi.

Pelayan restoran menghidangkan makanan dan minuman diatas meja, "Selamat menikmati tuan dan nyonya" ujarnya tersenyum

"Terimakasih" sahut Donghae balas tersenyum, pelayan itu lalu melangkah pergi

Hyukjae melihat semua makanan diatas meja, "Kau memesan banyak sekali makanan Hae"

"Ne, kita harus mencoba semua makanan enak disini"

"Memangnya kau akan menghabiskan semua makanan ini?"

"Kita berdua yang akan menghabiskannya" jawab Donghae tertawa

"Aku tak yakin" Hyukjae ikut tertawa

"Ayo kita makan" ajak Donghae

"Ne"

Donghae dan Hyukjae mulai menyantap makanannya sembari mengobrol, restoran yang berada dipinggir pantai itu menyuguhkan pemandangan laut yang indah, Donghae dan Hyukjae menikmatinya.

Selesai makan malam, Donghae dan Hyukjae berjalan-jalan disekitar pantai

"Leeteuk menyiapkan tempat yang sangat indah untuk kita" ucap Hyukjae tersenyum

"Ne" Donghae ikut tersenyum, "Lain waktu kita akan mengunjungi tempat ini bersama Leeteuk"

"Sungguh?" Hyukjae antusias mendengarnya

"Ne"

"Jika ada Leeteuk pasti rasanya lebih menyenangkan"

"Ne" Donghae kembali tersenyum

Hyukjae mengarahkan pandangannya ke arah laut, "Sejak aku kecil. aku sangat menyukai laut" ujarnya

"Benarkah?"

"Ne, melihat laut mengingatkanku pada ayah dan ibuku, mereka juga sangat menyukai laut, aku selalu teringat saat pertama kali ayah dan ibu mengajakku liburan ke pantai, saat itu aku masih kecil dan aku merasa sangat senang" ucap Hyukjae tersenyum

Donghae ikut tersenyum mendengarnya, "Aku tidak banyak tahu mengenai keluargamu, aku ingin mendengarnya"

"Aku hanya berasal dari keluarga yang sederhana, ayahku bekerja sebagai pekerja bangunan, dan ibuku membuka toko kecil, tapi meskipun kehidupan kami tidak semewah oranglain, aku merasa bahagia memiliki mereka yang begitu menyayangiku. Tapi semua itu berubah ketika ayah meninggal karena sakit, kehidupan kami menjadi semakin sulit, dan ibu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan kami"

Wajah Donghae berubah sedih mendengar apa yang Hyukjae katakan,

"Melihat ibu yang setiap hari harus bekerja keras membuatku sangat sedih, aku ingin sekali membantunya bekerja tapi ibu selalu saja memintaku untuk tetap sekolah, ibu tidak ingin aku putus sekolah, aku belajar sekeras mungkin dan mendapatkan beasiswa, saat itu aku sangat senang karena bisa membantu meringankan beban ibuku, ibu tidak harus membiayai sekolahku lagi, aku pindah kesekolah yang baru dan disana aku bertemu dengan Leeteuk"

Hyukjae tersenyum mengingat bagaimana ia pertamakali bertemu dengan Leeteuk, "Saat murid-murid lain tidak ingin berteman denganku karena latar belakang keluargaku, tapi tidak begitu dengan Leeteuk, Leeteuk berbeda dan selalu memperlakukanku dengan baik, bahkan dia selalu marah saat murid-murid lain menggangguku, kami bersahabat dan aku sangat menyayanginya, aku berharap Leeteuk akan selalu bahagia"

Donghae tersenyum mendengarnya, "Lalu kenapa kalian berpisah?" tanyanya kemudian

"Saat lulus sekolah, ibuku menikah lagi dan kami pindah rumah, sejak saat itu aku tidak pernah bertemu dengan Leeteuk lagi. Ibuku bepikir setelah menikah kehidupan kami akan berubah lebih baik tapi semua itu salah, keadaan kami menjadi lebih buruk"

"Wae?"

"Ayah tiriku bukan pria yang baik, dia orang yang sangat kasar dan selalu bersikap seenaknya. Setiap hari yang dia lakukan hanya meminta uang, jika dia tidak mendapatkannya dia akan memukuliku dan ibuku"

"Bagaimana dia bisa melakukan itu.." Donghae prihatin mendengarnya

"Aku juga tidak mengerti kenapa ibu bisa menikahi pria sepertinya, keadaan menjadi semakin sulit saat ibuku jatuh sakit, setiap hari aku harus bekerja, mencari uang untuk membiayai pengobatan ibuku, hanya ibu satu-satunya keluarga yang kumiliki, aku sangat takut kehilangan ibu" air mata Hyukjae menetes, "Tapi ibu tetap saja meninggalkanku.." ucapnya menangis

"Sekarang kau tidak sendirian, ada aku dan Leeteuk bersamamu"

"Ne.."

"Wajahmu terluka saat Leeteuk membawamu kerumah, apa ayah tirimu yang melakukannya?"

"Ne"

"Ayah tirimu benar-benar keterlaluan" ucap Donghae kesal, "Jadi karena itu kau pergi dari rumah?"

"Dia mencoba memperkosaku"

"Apa?" Donghae terkejut mendengarnya, "Dia mencoba memperkosamu?"

"Ne..tapi aku berhasil kabur"

Donghae mengepalkan tangannya marah, "Bagaimana bisa dia melakukan itu padamu, saat kita kembali ke Seoul kau harus membawaku padanya, dia harus mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan"

"Jangan Hae, kau jangan bertemu dengannya"

"Wae?"

"Dia orang yang sangat jahat, aku tidak mau dia mencelakaimu nanti"

"Tapi aku tidak bisa diam saja atas apa yang telah dia lakukan padamu"

"Itu akan membahayakanmu Hae, aku minta kau jangan menemui dia" pinta Hyukjae

Donghae menghela nafasnya melihat Hyukjae yang tampak cemas, "Ne, baiklah" jawabnya menghapus air mata diwajah Hyukjae, "Aku tidak akan membiarkan siapapun berbuat jahat padamu lagi, kau jangan menangis" ucapnya lalu memeluk Hyukjae

Hyukjae terdiam saat Donghae memeluknya, pelukan yang membuatnya merasa tenang, "Terimakasih..Hae.." ucapnya pelan

"Ne.." sahut Donghae tersenyum.

"Kenapa Donghae belum meneleponku lagi?" Leeteuk yang tengah berbaring menatap layar ponselnya, "Bukankah tadi dia bilang akan meneleponku setelah mandi?" gumamnya yang sejak tadi menunggu.

Leeteuk berniat untuk menelepon Donghae kembali, tapi perkataan Sungmin kembali melintas dipikirannya, "Apa mungkin Donghae sedang sibuk bersama Hyukjae dan lupa meneleponku?" batinnya sedih.

"Ini Hyuk.." Donghae memberikan satu jagung bakar ditangannya pada Hyukjae

Hyukjae mengambilnya, "Terimakasih Hae"

"Ahh.." Donghae kepanasan saat mencicipi jagung bakarnya

Hyukjae tertawa, "Yaa, jangan memakannya panas-panas Hae"

Donghae ikut tertawa, "Ne..aku lupa"

"Tiup dulu supaya tidak panas"

Donghae memperhatikan Hyukjae yang tengah meniup jagung bakarnya dan tampak begitu manis, ia tersenyum.

"Apa jagung bakarnya enak?" tanya Donghae

"Ne" sahut Hyukjae menikmati jagung bakarnya

Donghae ikut meniup jagung bakarnya lalu memakannya

"Lihat Hae, ada banyak sekali bintang" ujar Hyukjae memandang ke arah langit

"Ne, sangat indah" Donghae ikut menatap langit

"Saat aku kecil, ibu bilang orang yang sudah meninggal akan menjadi bintang dilangit, sekarang aku percaya, ayah dan ibu pasti berada diantara bintang-bintang itu"

"Ne, aku juga percaya itu, ayahku juga pasti adalah salah satu diantaranya" ucap Donghae tersenyum, "Ibu bilang, ayah meninggal saat aku masih bayi, ayah mengalami kecelakaan mobil, aku tidak sempat mengenal ayah dan hanya bisa melihatnya difoto"

Hyukjae prihatin mendengar apa yang Donghae katakan,

"Sejak kecil aku selalu ingin merasakan bagaimana rasanya mendapat kasih sayang seorang ayah, aku sangat merindukannya"

"Ayahmu pasti sangat menyayangimu Hae.."

"Ne" Donghae mencoba tersenyum, "Kau tahu Hyuk, aku sangat mirip dengan ayah"

"Benarkah?"

"Ne, ibu bilang begitu, saat melihatku ibu akan teringat pada ayah, tapi menurutku, aku lebih tampan dari ayah"

"Begitukah?" Hyukjae tersenyum

"Tentu saja" jawab Donghae tertawa

"Kalian pasti sama-sama tampan"

"Ayah tampan tapi aku tetap lebih tampan"

"Baiklah..aku percaya kau lebih tampan"

"Terimakasih untuk pujiannya Hyuk" Donghae kembali tertawa

"Ne.." sahut Hyukjae dan tiba-tiba meringis saat kakinya menginjak pecahan karang

"Ada apa Hyuk? kau baik-baik saja?"

"Aku menginjak sesuatu.."

Donghae segera memeriksanya, melihat kaki Hyukjae yang terluka dan mengeluarkan banyak darah, "Kakimu terluka Hyuk..sebaiknya kita kembali ke hotel, ini harus segera diobati" ucapnya cemas

Hyukjae mencoba melangkah dan menahan sakit

Donghae berjongkok, "Ayo naiklah kepunggungku"

"Tidak perlu Hae..aku berjalan saja" jawab Hyukjae merasa tidak enak

"Kau tidak bisa berjalan dalam keadaan seperti itu, ayo naiklah"

"Ne.." jawab Hyukjae ragu, ia lalu naik ke punggung Donghae dan melingkarkan tangannya dileher Donghae.

Donghae menggendong Hyukjae dan melangkah meninggalkan pantai

"Apa rasanya sangat sakit?" tanya Donghae

"Ne.." jawab Hyukjae merasa canggung

"Tahanlah sebentar ne.."

"Ne.."

Sesampainya dihotel, Donghae segera mengobati luka Hyukjae,

"Ahhk.." Hyukjae meringis perih saat Donghae menyentuh lukanya

"Tahan sebentar ne?" ucap Donghae tidak tega melihat Hyukjae kesakitan

"Ne.." Hyukjae mencoba menahan sakit

Donghae membersihkan luka itu dengan hati-hati dan mengobatinya

"Ini sudah selesai" ucap Donghae setelah selesai membalut luka Hyukjae dengan perban

"Terimakasih Hae"

"Ne..sekarang kau istirahatlah ne"

"Ne.." sahut Hyukjae lalu mencoba mengangkat kakinya untuk berbaring disofa

"Kenapa berbaring disofa Hyuk?" tanya Donghae

"Tidak apa-apa Hae, aku tidur disini saja"

"Wae? kau merasa tidak nyaman denganku?"

"Tidak..bukan begitu.." Hyukjae menggeleng tak ingin Donghae salah paham

"Biar aku saja yang tidur disofa, kau tidur ditempat tidur saja ne?"

"Jangan Hae..aku.."

"Tidak apa-apa Hyuk, kajja.." Donghae membantu memapah Hyukjae dan membawanya ketempat tidur,

"Hae, lebih baik kau saja yang tidur disini" Hyukjae merasa tidak enak

"Aku tidak mungkin membiarkanmu tidur disofa, kau tidurlah ne" Donghae menyelimuti Hyukjae, ia lalu mengambil bantal dan selimutnya, membawanya kesofa.

"Selamat tidur Hyuk.." ucap Donghae berbaring disofa dan memejamkan matanya.

Hyukjae memperhatikan Donghae yang sudah tertidur, ia tersenyum, "Selamat tidur Hae.." ucapnya pelan.

TBC