Sekarang Baekhyun sedang bersama Kyungsoo, seperti biasa mereka akan makan di cafe sambil berbincang bincang. Hari ini Kyungsoo libur kerja, jadi lelaki manis bermata bulat itu punya waktu banyak untuk bergosip bersama Baekhyun.

Hari ini Baekhyun sengaja memakai syal merah maroon yang melilit rapi di lehernya untuk menyembunyikan bekas keunguan di lehernya akibat ulah Park Chanyeol, suaminya tadi malam. Tentu ia tak mau semua orang menatapnya aneh dan berfikir yang macam macam tentangnya, terutama Kyungsoo.

"Bagaimana hubunganmu dengan Chanyeol?" tanya Kyungsoo dengan senyum mencurigakan.

"Biasa saja..." jawab Baekhyun bohong, namun rona merah di pipinya tidak bisa membohongi Kyungsoo.

"Aku yakin sekarang kau sudah mencintai Chanyeol kan?" desak Kyungsoo. Nampaknya Kyungsoo memang tidak akan berhenti memaksa Baekhyun untuk bercerita sampai ia tau perasaan Baekhyun yang sesungguhnya pada Chanyeol.

"Aissh...Kyungsoo-ya, kenapa kau penasaran sekali sih!" kesal Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya lucu.

"Hihi, habisnya aku masih tidak percaya kalau Chanyeol bisa suka sama orang" jawab Kyungsoo sambil terkikik.

"Memang kau fikir Chanyeol suka siapa? Hantu?" canda Baekhyun.

"Aniyeo... tapi ku rasa kalian sangat serasi dan cocok, daripada Chanyeol harus bersama Irene yang genit itu" puji Kyungsoo.

Baekhyun tersenyum simpul sambil mengagguk, membenarkan perkataan Kyungsoo bahwa ia adalah orang yang cocok untuk Chanyeol.

"Jadi katakan padaku Baek, kau mencintainya kan...?"

"Iya iya aku mencintainya, sangat mencintainya!" jawab Baekhyun sambil pura pura kesal.

"Akhirnya! Kau mengaku juga Baek..." Kyungsoo girang bukan main bagaikan melihat drama romantis dengan Ending yang bahagia.

"Lalu mau kau apakan aku kalo sudah mengaku, huh?"

"Aku akan berselfie denganmu...!"

Hadiah yang tak masuk akal bagi Baekhyun, namun lelaki cantik itu hanya menggeleng lemah sambil menuruti kelakuan temannya yang menariknya untuk foto bersama.

"Aku akan mengupload-nya dengan caption- berfoto bersama Namja cantik milik Park Chanyeol, aku yakin teman teman sekelasku dulu akan heboh!" ujar Kyungsoo bangga.

Baekhyun mendengus pelan, akhirnya ia akan di jadikan Kyungsoo sebagai buronan para fans Chanyeol cepat atau lambat.

0o0

"Hey Boss!" sapa Kai dengan cengiran khasnya.

Lelaki berkulit Tan itu membawa banyak berkas lalu menumpuknya di meja Chanyeol hingga membuat Chanyeol menatap tumpukan itu dengan raut wajah pusing.

"Hari ini banyak kerjaan, tapi besok akan lebih banyak lagi... kau tunggu saja"

Chanyeol menggeleng pasrah, temannya itu dengan seenak jidatnya memberitau pada Chanyeol untuk menunggu kesibukan.

"Kau bantu aku juga..." pinta Chanyeol sambil masih serius mengetik.

"Aku juga membantumu, kau tak lihat mataku sekarang jadi merah" keluh Kai sambil menunjukan matanya yang memerah lengkap dengan kantung mata menghitam.

Chanyeol tertawa, Kai seperti panda-fikirnya.

"Apa yang lucu! Semalam aku lembur demi kantor!"

"Araseo...aku akan memberimu bonus"

"Hehe, terimakasih pak..."

"Dasar tak tau malu..."

Lalu dengan santai Kai tidur di sofa panjang milik Chanyeol, rasanya ia sangat mengantuk karena belum tidur semalaman, dan dia akan tidur sekarang. Tapi tiba tiba dia ingat sesuatu, sesuatu yang wajib ia tanyakan pada Chanyeol.

"Hoi Chan! Apa kau dan Baekhyun baik baik saja sekarang?" tanya Kai masih dengan mata yang terpejam.

"Tentu saja..." jawab Chanyeol singkat karena ia sedang sibuk mengetik.

"Bagaimana hubunganmu dengannya, apa ada kemajuan?"

"Kemajuan yang sangat baik..." Chanyeol tersenyum sambil mentap layar monitor, ia tidak bohong karena hubungannya dengan Baekhyun kini memang sangat baik.

Kai terbelak, tak percaya dengan apa yang barusan temannya itu katakan.

"Kau serius Chan?!" tanyanya tak sabar.

Chanyeol tertawa pelan sebelum menghentikan aktifitasnya untuk fokus pada Kai.

"Aku serius, kami sudah saling mencintai sekarang" jawab Chanyeol terlihat senang.

"Sampai mana kalian? Apa kalian sudah itu..." Kai tersenyum miring, mencoba menggoda Chanyeol hingga lelaki tampan itu bersemu.

"Kau tak punya malu Kai! Jangan tanyakan hal itu" jawab Chanyeol terlihat grogi.

Kai tertawa puas, melihat wajah Chanyeol yang malu dan salah tingkah itu lucu, karena selama ini lelaki tampan itu hanya memasang wajah serius dan sedikit tersenyum.

"Ini sangat bagus Chan, lebih baik kau segera pergi bulan madu dan nikmati hari harimu bersama Baekhyun" saran Kai.

Chanyeol menatap Kai terkejut, tak di sangka Kai punya ide cemerlang. Ya, walaupun memang temannya itu punya banyak ide untuk melancarkan hubungan Chanyeol dan Baekhyun.

"Ide bagus Kai!" puji Chanyeol girang.

"Tapi selesaikan dulu pekerjaan ini" Kai mengingatkan sebelum ia kembali mejamkan matanya karena terasa berat.

"Jangan khawatir..." jawab Chanyeol masih tersenyum sambil memikirkan dimana ia dan Baekhyun akan pergi jika Chanyeol sudah menyelesaikan pekerjaanya.

0o0

"Jadi besok kau akan lembur dan tidak pulang?" tanya Baekhyun sedih, tangan kecilnya semakin erat memeluk Chanyeol dan menempelkan kepalanya di dada Chanyeol.

"Iya sayang, kau hati hati di rumah sendiri..." Chanyeol membelai lembut surai lelaki cantik di dalam pelukannya itu.

Acara TV yang mereka tonton sama sekali tidak mereka simak dan malah sibuk dengan pembicaraan mereka sendiri.

Baekhyun mengangkat kakinya untuk naik ke sofa karena udara semakin dingin, begitu juga kaki mungilnya yang kini mulai terasa dingin.

Walaupun penghangat ruangan terpasang di situ, nampaknya udara malam di musim gugur ini lebih dingin daripada yang di bayangkan.

"Tapi aku akan sangat merindukanmu..." Baekhyun mengercutkan bibirnya. Wajah memerahnya ia usap usapkan ke dada Chanyeol.

"Hanya satu hari saja sampai pekerjaanku selesai sayang..." Chanyeol menangkup wajah Baekhyun dan tersenyum padanya.

"Tapi kau harus janji kau tidak boleh sampai kelelahan, aku tak ingin kau sakit lagi..." Baekhyun mengelus tangan Chanyeol lembut dan membawanya kedepan bibir tipisnya untuk ia kecup.

"Aku janji" Satu kecupan di bibir Chanyeol berikan pada Baekhyun. Lelaki cantik di depannya kini merona dengan senyuman kecilnya.

Chanyeol memeluk Baekhyun erat sambil membaringkan tubuh mereka di sofa panjang ruang tengah. Saat saling berpelukan seperti ini tubuh mereka bisa lebih hangat, bahkan pengahangat ruangan tidak lebih hangat dari pelukan kasih sayang mereka.

Baekhyun memejamkan matanya menikmati usapan lembut di kepalanya, bagaikan nina bobo paling ampuh untuk Baekhyun, kini lelaki cantik itu mulai tertidur dalam pelukan Chanyeol.

Chanyeol tersenyum lembut sambil mengamati wajah damai sang istri, Ia mengusap pipinya dengan lembut sebelum mendaratkan kecupan di pipi seputih salju itu.

Chanyeol bertekad akan menjaga kedamaian di hati Baekhyun, menjaga senyum manis lelaki pujaannya itu, Chanyeol tidak akan pernah menyakitinya dan pergi untuk orang lain, Chanyeol akan selamanya mencintai Baekhyun di dalam tidurnya ataupun saat ia membuka mata. Tidak ada yang bisa menggantikan sosok mungil itu untuk selamanya...

Karena hawa yang semakin dingin ini Chanyeol mengeratkan pelukan mereka, saling berhimpit untuk berbagi kehangatan.

"Aku menyayangimu Baekkie..." bisiknya pelan sebelum memejamkan mata, menyusul Baekhyun dalam alam mimipi indah mereka.

0o0

Di malam selanjutnya Chanyeol benar benar tidak pulang, Baekhyun merasa sangat kesepian tanpa lelaki kesayangannya itu.

Baekhyun hanya tidur sendirian sambil memeluk guling, bahkan rasanya ia hampir gila karena perasaan rindunya pada Chanyeol yang membuncah. Biasanya Chanyeol akan mengusap kepala Baekhyun lembut sampai membuatnya tertidur, tapi sekarang Baekhyun harus tidur sendiri tanpa belaian Chanyeol.

Karena tak bisa tidur, Baekhyun pun punya ide agar membuatnya cepat mengantuk. Lelaki mungil itu mengambil handphone-nya dan membuka galeri, sekedar melihat lihat foto selca mereka di dalam handphone-nya.

Baekhyun tersenyum kecil saat memandangi wajah tampan suaminya, lesung pipi di wajah Chanyeol semakin menambah kesan manis pada lelaki berumur 20th itu.

Baekhyun membelai layar ponselnya, atau lebih tepatnya wajah Chanyeol di layar. Ia sangat ingin bertemu dengan kekasihnya saat ini juga, namun Chanyeol sedang sibuk bekerja, Baekhyun tidak boleh egois hanya karena menuruti sifat manjanya pada Chanyeol.

"Aku merindukanmu Channie, apa kau juga merindukanku?" tanya Baekhyun pada foto Chanyeol.

Tak mendapat jawaban, Baekhyun kini lebih memilih mengecup foto itu singkat lalu memandangnya lagi dengan sayang.

Baekhyun harap ia punya banyak waktu dan hari hari bersama Chanyeol, dimana ia bisa bermanja manja dengan kekasihnya itu dan mengatakan –aku mencintaimu sebanyak yang ia mau.

Sebaik apapun Chanyeol pada Baekhyun, ia bisa membuat Baekhyun tersiksa tanpa kehadirannya di hidup Baekhyun.

Ya, karena Baekhyun sekarang menggantungkan hidupnya pada Chanyeol, lelaki tercintanya.

0o0

"Baekhyun..." tiba tiba Chanyeol datang dan memeluk Baekhyun dari belakang, Baekhyun yang sedang masak sangat keget karena kedatangan Chanyeol tanpa suara itu.

"Aigoo, Channie! Kau membuatku kaget" keluh Baekhyun membalik badannya sambil memukul mukul pelan dada suaminya.

Chanyeol tersenyum jahil lalu mencium bibir Baekhyun sekilas.

"Aku merindukanmu sayang..." Chanyeol memeluk tubuh mungil Baekhyun dengan erat. Begitu juga dengan Baekhyun yang membalas pelukan Chanyeol tak kalah erat.

"Aku juga merindukanmu..."

Baekhyun mengirup aroma Chanyeol dalam dalam, betapa ia sangat merindukan aroma ini setelah seharian tanpa Chanyeol.

"Ayo makan, aku sudah memasakan makanan kesukaanmu" ajak Baekhyun melepas pelukan mereka dengan enggan.

Chanyeol mengusak rambut Baekhyun pelan.

"Terimakasih sayang..."

Di meja makan, kedua sejoli itu saling bertukar cerita. Menanyakan bagaimana harimu dan hal hal mendalam lainnya, Chanyeol dan Baekhyun tak henti hentinya tersenyum. Mereka tau, dari percakapan kecil seperti ini akan semakin memperkuat perasaan mereka.

"Baekhyun aku punya kejutan untukmu" ujar Chanyeol.

"Oh ya? Apa itu?" tanya Baekhyun penasaran.

"Kita akan pergi berlibur ke Jepang..."

Mata Baekhyun berbinar, ia sangat senang mendengar kejutan dari Chanyeol.

"Sungguh?" Baekhyun terlihat antusias, Chanyeol tertawa kecil melihat ekspresi lucu kekasihnya itu.

"Iya, kita akan hebiskan waktu bersama selama seminggu di sana" bisa di bilang itu kata lain dari bulan madu.

Baekhyun tersenyum dengan rona merah di wajahnya, Chanyeol begitu ingin bersamanya seharian tanpa ada yang mengganggu, dan itu sangat manis.

"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu, apa akan baik baik saja tanpamu?" Baekhyun sedikit khawatir, jika Chanyeol mementingkan Baekhyun dan membuatnya kepayahan dalam pekerjaan.

"Jangan khawatir, Kai lebih pintar daripada aku, dia pasti bisa menangani pekerjaan dengan baik"

"Kai? Siapa dia? Ku kira sekertarismu itu yang namanya Kim Jongin" Baekhyun yang baru pertama mendengar nama lain Jongin itu terlihat bingung.

"Kai adalah nama panggilan Jongin sejak kecil, dia lebih suka di panggil Kai daripada Jongin" terang Chanyeol sambil tersenyum maklum.

Baekhyun mengangguk pelan dan kembali memakan makanannya, ia jadi teringat dengan Kai dan Kyungsoo yang suka bertengkar jika bertemu dan saling mengejek dengan nama nama panggilan yang aneh.

"Pinguin..." ujar Baekhyun pelan ketika teringat ejekan Kyungsoo yang diberikan Kai, namun suara pelan Baekhyun ruapanya masih bisa di dengar oleh Chanyeol.

"Pinguin?" tanya Chanyeol.

"Anieyo...aku hanya teringat sesuatu"

"Oh, aku juga...Pinguin itu nama panggilan seseorang yang dulu pernah di sukai oleh Kai saat sekolah"

Baekhyun hampir menyemburkan nasinya ketika mendengar ucapan Chanyeol, apa barusan Chanyeol sedang bercanda?-fikir Baekhyun.

"Kai menyukai seseorang bernama Pinguin?" tanya Baekhyun terlihat menyelidik.

"Iya, dan sekarang Pinguin pergi ke London untuk belajar"

Baekhyun mengagguk dengan wajah datar, layaknya ia tak peduli dengan cerita masa lalu Kai dan membuat Chanyeol tidak akan curiga padanya.

Sekarang jelas sudah semuanya! Jadi benar kalau Kai itu memang menyukai Kyungsoo, tapi bagaimana ceritanya? Baekhyun jadi sangat penasaran, ia harus bertanya pada Kyungsoo ketika mereka bertemu. Bagiamana perasaan Kai pada Kyungsoo saat ini, setelah Kyungsoo pulang dari London?

Ternyata kedua orang aneh yang saling bermusuhan itu punya cerita yang menarik dan tersembunyi dengan rapi.

To Be Continued

Cherry kasih Kaisoo sebagai bumbu pelengkap karena cherry juga suka kapal manis satu ini.

bagi pembaca setia, cherry ucapkan terimakasih banyak... sy terharu karena banyak yg revew bagus... love you so much all!!!!