Please, Look At Me!
Author : BunnyJungie12
Cast : VKook, MinYoon, NamJin, Hoseok dll.
Genre : Hurt, Family, Friendship
Summary : Aku mohon lihat aku hyung –Jeon Jungkook . . . Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu –Kim Taehyung
.
.
.
.
Happy Reading
.
.
.
.
Preview
.
.
"Bisa kau jelaskan Kim?" tanya Seokjin dengan nada datarnya, membuat kedua pelaku menatap takut padanya.
Taehyung mengigit bibir bawahnya gelisah sedangkan Yoongi mengengam erat telapak tangan milik Jimin yang berada di sampingnya, keduany bingung harus menjelaskan seperti apa pada Seokjin sekarang ini.
"Hyung... kami...
.
.
Part 12
.
.
"Kami... aku dan Yoongi hyung... berhubungan dibelakang Jungkook" ujar Taehyung pelan lalu menunduk dalam menatap ke arah sepatunya.
BUGH
Keempat pria yang berada di pinggir lapang itu terperangah saat melihat Taehyung tersungkur ke atas tanah, mereka menatap tidak percaya pada sosok pria dengan surai cokelat tua yang menjadi pelaku pemukulan terhadap Taehyung.
"Jung Hoseok!" seru Namjoon saat pria itu tersadar dari rasa keterkejutannya.
Taehyung meringis merasakan perih di ujung bibirnya, pria itu mendongkak bermaksud menatap pria yang baru saja memukulnya. Namun belum sempat Taehyung mendongkak pelaku pemukulannya yang ternyata Hoseok sudah lebih dulu menarik kuat kerah kemejanya, Hoseok menatap tajam Taehyung dengan segala amarahnya yang memuncak.
"Kau benar-benar membuatku hilang kesabaran brengsek! Bukankah sudah kuperingati untuk berhenti mempermainkan Jungkook hah!" seru Hoseok dengan segala amarahnya pada Taehyung lalu pemuda ituu melepas cengkramanya pada kerah Taehyung kemudian menatap sendu pada sosok Yoongi yang menunduk.
"Aku kecewa denganmu hyung." lirih Hoseok membuat Yoongi mengangkat kepalanya menatap pemuda tampan itu.
"Apa hanya aku yang tidak tahu apapun disini?" tanya Seokjin pelan dengan mata yang menatap lurus ke dalam mata Yoongi.
"Hyun...
"Apa sebegitu tak berartinya kah aku dan Namjoon? Kalian bahkan tidak mempercayai kami sama sekali, lalu selama ini kalian anggap kami apa? Sedangkan aku sendiri memberikan semua rasa kepercayaanku pada kalian." ucap Seokjin dengan nada dinginnya membuat semuanya terdiam seribu bahasa.
"Min Yoongi!" Seokjin terdiam sejenak seraya menatap sendu wajah pucat milik Yoongi yang juga tengah menatapnya.
"Aku tak mengerti ada apa denganmu ... tapi seingatku 'KAU' sudah sangat tahu kalau Jungkook mencintai Taehyung sejak lama. Tapi lihatlah sekarang yang aku dengar ... kau berhubungan dengan Taehyung pria yang jelas-jelas dicintai adik sepupumu yang sangat kau sayangi! Ahhh... aku jadi meragukan rasa sayangmu itu... atau mungkin kau hanya ingin terlihat baik di depan kami semua dengan berkedok menyanyangi Jung..."
PLAK
Seluruh mata di tempat itu terperangah menatap sosok pria bersurai mint yang baru saja mendaratkan telapak tangannya pada pipi pria cantik di depannya, sementara sang pelaku pemukulan sendiri sama seperti yang lainnya terkejut dengan perbuatannya sendiri. Yoongi hanya mampu menatap kosong pada lengan kanannya yang baru saja mendarat di pipi Seokjin, tubuhnya bergetar dan nafasnnya tidak beraturan. Jimin segera bertindak melihat kekasihnya bergetar, pemuda itu membawa tubuh ringkih sang kekasih ke dalam dekapan hangat miliknya. Sedangkan Seokjin kini sudah berada tenang dalam dekapan Namjoon –sang suami, Seokjin nampak shok karena baru kali ini ia di tampar oleh Yoongi.
"Aku akan membawa Seokjin hyung pulang! Dan kau Kim, urusan kita belum selesai!" suara Namjoon memecah keheningan.
Namjoon melangkah pergi dengan Seokjin dalam rangkulannya dan juga Hoseok yang mengikuti mereka, namun baru saja mereka berjalan lima langkah sebuah suara menghentikan langkah mereka.
"Aku mencintai Yoongi hyung" sebuah suara berat mengalun di antara mereka, membuat semuanya kembali terdiam dalam hening mengikuti suara itu yang juga terdiam.
"Saat itu aku tengah terpuruk karena aku gagal meraih seseorang yang aku cintai... dia... aku mendengarnya ... Jungkook menyukai Jimin. Sejak kejadian itu Yoongi hyung selalu menemaniku dan memberikanku perhatian ... karena itulah aku mulai merasa mencintai Yoongi hyung." jelas Taehyung lalu terdiam seraya menatap mata cokelat milik Seokjin.
"Tapi.. aku salah! Aku tetap mencintai Jungkook sampai saat ini, namun karena keberadaan Yoongi hyung disekitarku membuatku lama-lama brfikir aku mencintainya. Aku salah mengartikan perasaan nyamanku pada Yoongi hyung hingga berakhir seperti ini." lanjut Taehyung mengakhiri kisahnya pada kelima hyungnya.
"Apa maksudmu Jungkook menyukai Jimin?" tanya Namjoon pada Taehyung.
.
.
Flashback
.
.
Langit biru berubah jingga seiring dengan hari memasuki sore hari, sepasang makhluk adam duduk berdampingan di bibir pantai memandang matahari yang lambat-laun menghilang di balik bukit. Keduanya menikmati angin laut yang menerpa wajah tampan juga manis milik mereka, salah seorang pemuda dengan kemeja sekolahnya menatap pemuda manis yang berada di sampingnya dengan senyum kecil. Jeon Jungkook, pemuda manis itu tengah memandang hamparan laut di sore hari. Wajah manisnya diterangi langit sore membuat wajah itu bersinar cantik, bibir merah plumnya terus menebar senyuman manis. Taehyung pemuda lain yang duduk di samping Jungkook menatap kagum pada pemuda manis itu, bagaimana senyum manis yang terpajang indah di bibinya dan juga wajah sempurna milik pemuda yang ia cintai itu begitu sempurna. Sudah sejak lama Taehyung memendam perasaannya pada pemuda manis itu, sudah terhitung sejak Taehyung menginjakkan kakinya di bangku Junior High school dan Jungkook berada di Elementary-nya. Sekarang mereka sudah duduk di bangku Senior high school dan Taehyung sama sekali belum berani menyatakan perasaannya pada pemuda yang berada dua tahun dibawahnya itu.
"Hyung?" suara Jungkook menyadarkan Taehyung dari keterpesonaannya. Jungkook menoleh ke arah Taehyung yang juga tengah menatapnya lalu tersenyum manis menampilkan gigi kelincinya yang lucu, membuat Taehyung dengan gemas mengusak lembut surai arangnya.
"Hmm?" jawab Taehyung dengan bergumam.
Jungkook menatap Taehyung sejenak lalu kembali memandang hamparan laut dihadapanny, senyumnya belum juga luntur tapi semakin melebar terbentuk.
"Kau tau hyung ternyata Jimin hyung orang yang sangat menyenangkan yah? Dia tadi meneraktirku ice cream di kedai dekat sekolah, dia sangat baik sekali." cerita Jungkook dengan wajah berbinar pada Taehyung.
Taehyung yang mendengar Jungkook berceloteh tentang salah satu sahabatnya itu hanya terdiam menunduk, pemuda itu tersenyum kecil merasa sakit mulai menjalar di dadanya. Taehyung jelas tahu bagaimana mata indah itu berbinar kala menceritakan sosok pemuda yang menjabat sebagai sahabat mereka itu, ia sadar dengan situasi ini. Taehyung sadar betul bahwa Jungkook menyukai Jimin, sahabatnya dan juga Jungkook.
"Kookie-ah, kau ... menyukai Jimin?" tanya Taehyung sangat pelan namun mampu di dengar oleh Jungkook.
Jungkook segera menoleh menatap mata sendu Taehyung yang tidak dimengertinya, hyungnya itu memang tersenyum namun binar mata itu terasa berbeda dengan biasanya. Memilih mengabaikannya Jungkook kembali memasang senyum manis pada Taehyung lalu mengangguk semangat menjawab pertanyaan itu.
"Ne, aku menyukai Jimin hyung! dia baik meskipun kadang menyebalkan dan selalu menjahiliku." jawab Jungkook semangat.
Setelah mendengar jawaban dari Jungkook, Taehyung hanya bisa terdiam memandang langit yang berubah gelap di balkon kamarnya. Taehyung mendesah pelan mengingat kembali percakapannya tadi sore dengan Jungkook yang begitu menohok hatinya, bahakan pemuda itu belum menyatakan perasaannya tapi sudah ditolak mentah-mentah.
"Bahkan aku sudah ditolak meskipun aku belum mengakui perasaanku padamu, Kookie-ah." gumam Taehyung lirih.
.
.
Flashback End
.
.
Seokjin, Namjoon, Jimin, Hoseok dan Yoongi hanya mampu tertegun mendengar cerita Taehyung, terutama Jimin karena pemuda itulah yang secara tidak langsung membuat kesalahpahaman itu terjadi. Jimin menghela nafas memandang Taehyung dengan pandangan sulit diartikan, pemuda bersurai orange itu memijit pangkal hidungnya memikirkan segalanya yang terjadi begitu membuatnya pusing.
"Taehyung-ah?" panggil Jimin membuat sang pemilik nama juga ketiga pemuda lainnya menoleh padanya.
"Kau salah paham! Sebenarnya ..."
.
Hari keempat
.
Jungkook POV
.
.
Aku membuka mataku saat dering ponselku berbunyi, kubawa lenganku untuk mencari keberadaan ponselku di sekitar ranjang. Saat kutemukan ponselku aku segera menatap sebuah nama yang tertara di dalam ponselku itu, nama Tae hyung terpampang disana membuatku sedikit ragu untuk menerima panggilan itu. Semalam aku tidak pulang ke rumah kami, karena aku memilih menghidarinya dan berakhir pulang ke apartement milik Hoseok hyung. Sejak kejadian kemarin siang aku tidak berani berhadapan dengan Tae hyung ataupun Yoongi hyung, kalian mungkin berfikir aku pengejut karena menghindari masalahku sendiri tapi bukan begitu aku hanya belum siap bertemu mereka. Aku membiarkan ponselku berdering hingga suara bunyi itu terhenti sendirinya, aku memejamkan mataku sejenak agar membuatku sedikit tenang.
"Kenapa? Kenapa harus aku Tuhan?" tanyaku entah pada siapa.
Cklek...
Aku kembali membuka mataku menoleh ke arah pintu yang terbuka, disana menampakkan Hoseok hyung yang tengah berjalan menghampiriku dengan sebuah nampan dibawanya. Hoseok hyung tersenyum kecil padaku seraya menyerahkan segelas susu hangat untukku, aku menerimanya lalu membalas senyumnya dengan terpaksa.
"Bagimana keadaanmu? Sudah baikan?" tanya Hoseok hyung basa-basi.
"Ya, sudah lebih baik. Gomawo Hopie hyung" jawabku seraya tersenyum manis padanya meskipun aku yakin Hoseok hyung tahu aku memaksakan senyumku.
Kami terdiam dalam keheningan, hanya ada suara jarum jam yang terdengar di kamar yang kutempati ini. Aku memandang kosong jendela kamar yang memperlihatkan gedung-gedung tinggi di luar sana.
"Apa rasanya sesakit ini hyungie?" tanyaku tiba-tiba pada Hoseok hyung.
"Ne?"
"Rasanya ... apa sesakit ini ketika aku mencampakkanmu hyung?" tanyaku sekali lagi tanpa menoleh ke arah Hoseok hyung.
"Lebih dari itu Jungkook-ah. Rasanya seperti aku akan mati tercekik" jawab Hoseok hyung membuatku menoleh kepadanya yang tengah menatap langit yang sebelumnya kutatap.
"Maafkan aku hyung" ujarku seraya menunduk tak berani hanya untuk sekedar menatap matanya. Entah bagaimana air mataku mulai berkumpul dipelupuk mataku dan meluncur begitu saja melewati pipiku.
"Seandainya waktu itu aku tidak egois pasti kau tidak akan terluka. Hyung memberikan segalanya untukku tapi aku malah memberikanmu luka setiap detik, hyung aku benar-benar minta maaf! Kau boleh membenciku atau memukulku, aku tidak keberatan asal hyung mau memaafkanku." seruku pada Hoseok hyung dengan air mata yang mengalir deras dari mataku.
.
.
POV End
.
.
Author POV
.
.
"Seandainya waktu itu aku tidak egois pasti kau tidak akan terluka. Hyung memberikan segalanya untukku tapi aku malah memberikanmu luka setiap detik, hyung aku benar-benar minta maaf! Kau boleh membenciku atau memukulku, aku tidak keberatan asal hyung mau memaafkanku." Seru Jungkook pada Hoseok dengan air mata yang mengalir deras dari matanya.
Hoseok mendudukkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Jungkook, pemuda tampan itu meraih pipi tembam milik Jungkook dan memghapus air matanya.
"Dengar! Aku memang sangat marah padamu karena melukaiku, aku juga sangat ingin membencimu karena tiba-tiba meninggalkanku demi pria lain. Tapi ..." Hoseok terdiam sembari memberika senyum terbaiknya pada Jungkook.
"Asal itu untuk kebahagiaanmu ... aku tak masalah dengan apapun selama itu membuatmu bahagia. Kebahagianku adalah melihat senyummu, jadi aku rela melakukan apapun demi senyumanmu. Hyung mohon berhenti meminta maaf karena kau sama sekali tidak salah." jelas Hoseok pada Jungkook membuat pemuda manis itu semakin terisak karena perbuatan luar biasa Hoseok.
"Terima hiks.. kasih hyung hiks.." ucap Jungkook seraya memeluk Hoseok dengan erat.
"Hmmm... aku juga berterima kasih padamu Kookie, karena kau sudah memberikan hyung kesempatan untuk memilikimu selama dua tahun belakangan." Hoseok berujar masih dalam pelukan Jungkook.
.
.
Onyx cokelatnya menatap kosong hamparan laut luas di hadapannya, binar sendu jelas terlihat dalam onyx matanya yang tajam bak elang. Pemuda bermarga Kim itu sudah berdiam diri di atas pasir pantai sejak matahari belum menunjukkan keberadaannya, entah apa yang tengah pemuda itu fikirkan namun yang pasti nama Jeon Jungkook terus berkeliaran di otaknya. Sejak Jimin menjelaskan semua duduk masalahnya Taehyung terus melamun memikirkan sang istri, menyesal tentu saja pemuda itu menyesal karena lebih menuruti pemikirannya dan tidak mau bertanya.
Haahh~~
Taehyung menghela nafas lelah, ia lelah dengan segala masalah yang terasa begitu sulit ia selesaikan. Taehyung memejamkan matanya membiarkan angin laut menerpa wajah tampannya, cerita Jimin terus memutar di kepala pemuda itu.
.
Flashback
.
"Kau salah paham! Sebenarnya ..." Jimin menghentikan ucapannya lalu menerawang memandang langit.
"Aku menyukai Yoongi hyung sebelum Jungkook mengenalkannya pada kalian. Saat itu aku tidak segaja melihat foto Yoongi hyung di handphone milik Jungkook , setelah itu aku menyukainya karena Yoongi hyung terlihat sangat manis. Aku memaksa Jungkook untuk mengenalkan aku pada Yoongi hyung tapi ia bersikeras menolak permintaanku itu. Tapi setelah aku memohon terus menerus padanya akhirnya ia setuju mengenalkan Yoongi hyung padaku dan juga ternyata ia mengenalkannya pada kalian, tapi Jungkook tidak membiarkan aku dekat dengan Yoong hyung dengan mudah. Ia memberikanku syarat-syarat jika ingin memiliki Yoong hyung." lanjut Jimin menjelaskan membuat semua orang tercengang mendengarnya.
"Syarat? Syarat apa?" suara Seokjin kemabli terdengar setelah lama terdiam.
" Jungkook bilang dia mengizinkanku mendekati Yoongi hyung jika aku mau memperbaiki nilai sekolah dan segala sifat burukku saat itu, ia juga mengajariku banyak hal tentang pelajaran agar nilaiku meningkat. Dia mengatakan kalau ia tidak mau Yoongi hyung berpacaran dengan pria yang berkelakuan buruk dan bodoh,, maka dari itu aku berusaha keras menjadi anak baik dengan dibantu oleh Jungkook. Tapi setelah Jungkook merubahku dan menyetujui aku bersama Yoongi hyung ... semuanya gagal aku tetap tidak bisa membawaYoongi hyung padaku." Jelas Jimin lagi mengakhiri cerita sebenarnya pada semuanya.
"Apa yang telah kulakukan?" tanya Yoongi lirih bahkan terkesan berbisik.
"Aku dan Yoongi hyung saat ini adalah sepasang kekasih, jadi ... aku mohon selesaikan masalahmu dengan Jungkook Taehyung-ah!" titah Jimin pada Taehyung yang dibalas dengan tertunduknya kepala pemuda itu.
"Percuma aku pemperbaikinya jika Jungkook akan meninggalkanku dalam waktu enam hari dari sekarang." jawab Taehyung pelan.
.
Flashback end
.
.
.
TBC
.
.
.
Hi Bunny back!
Sorry karena lama update abis serius Bunny buntu ide banget belakangan. Ini aja masih untuk Bunny bisa terusin, jadi maaf kalo ffnya pendek dan membosankan yah? Bunny janji buat chapter depan akan lebih panjang dan nggak membosankan. Makasih juga buat yang udah pada kasih review ataupun yang follow dan favorite ff ini, tapi maaf Bunny nggak bisa bales rreview kalian satu-satu.
Last, review juseyo...
