Title : The Curse

Crossover : Naruto x Fate x Hs DxD

Family, Hurt/Comfort, Angst, Romance (mungkin sedikit atau bahkan tidak ada),Supranatural

Disclaimer :

Chara Naruto,Chara Fate, dan Chara Hs DxD bukan punya saya. Saya tidak mengambil keutungan sedikit pun

Summary : "Dia" yang diabaikan, ditelantarkan,dan tidak dianggap memutuskan untuk berjalan di jalannya sendiri. Dengan takdir yang diberikan dari Tuhan untuknya, mampukah ia mengemban tugas dari-Nya...

Pair : Naruto x ?

Rate : T – M (buat jaga-jaga chapter ini dan seterusnya)

Warning : OC,OOC,Typo(s),miss-Typo,Alurnya berantakan,dan banyak kesalahan lain.

"Hai"berbicara

'Hai'membatin

.

Chapter 12 : Namikaze or Tohsaka?

.

.

Kamakura adalah wilayah pesisir pantai di prefektur Kanagawa di selatan Tokyo. Berhadapan langsung dengan teluk Sagami membuat Kamakura terkenal oleh objek wisata pantai dan laut yang indah. Apalagi dengan jarak 1 jam dari pusat kota Tokyo, menjadikan pantai di Kamakura dan Enoshima menjadi tujuan wisata favorit di musim panas. Banyak juga destinasi wisata yang berada di Kamakura selain wisata pantainya, yaitu kuil-kuilnya. Di Kamakura juga banyak kuil-kuil bersejarah dan setiap kuil memiliki sejarahnya masing-masing, saking banyaknya butuh waktu setidaknya dua hari untuk mengunjungi semua kuil di Kamakura.

Kita lupakan dulu tentang wisata-wisata di Kamakura karena bukan itu fokus chapter ini, di sebuah villa didekat bukit yang ditumbuhi pohon disebelahnya, membuat kesan asri pada villa tersebut. Saat ini terlihat keadan villa tersebut sedang ramai karena penghuninya kedatangan tamu yang tidak diundang.

"I-ini benar dirimu kan?!"tanya seorang gadis bersurai hitam diikat twintail pada gadis bersurai ungu dengan sedikit air mata terlihat dipelupuk matanya. Mungkin yang benar adalah air mata bahagia, dan itu dikarenakan kedatangan gadis didepannya ini bersama kakak angkatnya.

"I-ni benar diriku Nee-chan, dan dimana Otou-san? A-aku dengar kabar buruk terjadi pada kalian dan aku ingin menanyakannya langsung pada Otou-san"ucap gadis tersebut sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruang tamu guna mencari orang yang dipanggil Otou-san itu, tapi nihil. Ia tidak dapat menemukan orang yang ia cari.

"Sakura? Bagaimana kamu berada disini?"tanya pemuda bersurai orange yang terkejut karena kedatangan gadis tersebut yang memandangnya juga terkejut.

"Shirou-senpai! Bagaimana senpai juga berada disini? Dan juga kenapa disini ramai sekali? Apa ada acara penting disini?"tanya Sakura kepada Shirou yang baru turun dari kamarnya yang berada dilantai atas.

"Jadi kamu yang bernama Sakura, perkenalkan namaku Tohsaka Ino. Kakak angkat dari Rin-chan yang berarti kakak angkatmu juga"ucap Ino dengan semangat sampai memeluknya.

"Kakak angkat"beo Sakura yang saat ini sedang kebingungan.

"Hn, sesuai janjiku kemarin akan ku ceritakan semuanya sekarang"ucap seorang pemuda bersurai pirang-merah-hitam dari belakang Sakura, diikuti gadis bersurai putih setelahnya.

"Naruto/-san/-kun/-niisama"teriak mereka berbarengan membuat para orang tua yang baru tidur lansung menuju ruang tamu, tempat para remaja berkumpul sat ini.

"Huahhhh, kalian pagi-pagi berisik sekali. Memang ada ap-"ucapan Tokiomi pun terhenti ketika melihat gadis bersurai ungu yang sedang berdiri menatapnya dari bawah dengan mata berkaca-kaca.

"O-otou-san"gumamnya dengan air mata bercucuran dari manik dark-blue-nya. Ia pun segera berlari menuju ayahnya dan menghambur memeluknya.

Greb

"hiks..hiks…hiks…Otou-san, isashiburi. Anata ga inakute sabishīdesu (aku sangat merindukan kalian) hiks…hiks"ucap Sakura disela pelukan dan tangisannya, Tokiomi pun membalas pelukan putri bungsunya itu.

Sedangkan keluarga Namikaze dan Uchiha yang melihat kejadian itu sedikit bingung, karena tidak mengenal gadis yang berada dipelukan Tokiomi. "Ano Tohsaka-san, siapa gadis yang sedang anda peluk itu. Jujur saya tidak mengenalnya"tanya Minato yang mewakili rasa penasaran yang lain.

"Ah! Gomen Namikaze-san. Perkenalkan, ia adalah putri bungsu dan adik dari Rin-chan. Namanya adalah Sakura"ucap Tokiomi yang masih tetap memeluk Sakura yang terlihat masih menangis sesenggukan.

"Dan alasan kenapa kalian tidak mengetahui tentangnya karena selama ini ia diadopsi oleh keluarga Matou karena sebuah tradisi bodoh yang dilakukan tetua Tohsaka dahulu"ucap Tokiomi menjelaskan dan dibalas anggukan kepala oleh yang lain.

"Soal itu, aku berjanji kepada Sakura-chan untuk menjelaskan keadaan yang terjadi saat ini"ucap datar Naruto yang sukses membuat semua orang yang berada disana terfokus kepadanya.

Semua orang pun berkumpul di ruang tamu dan menyimak cerita Naruto kepada Sakura. Ia menceritakan tentang pertemuannya dengan Tokiomi 12 tahun lalu dengan Michael dan Gabriel, lalu tentang bagaimana dirinya menjadi kakak angkat Rin. Setelah itu tentang rencananya untuk hidup mandiri 2 tahun lalu dan berita bahwa ibu kandungnya yang meninggal 1 tahun lalu, terlihat raut kesedihan terpancar ketika Naruto menceritakan tentang kematian ibunya dan ditenangkan oleh Rin yang disebelahnya. Setelah itu cerita berlanjut tentang Tokiomi yang menikah lagi dan memiliki saudara angkat baru, yaitu Gilgamesh,Ino,dan Samui.

Berbagai perasaan Sakura rasakan didalam hatinya sekarang, ia mungkin sedih dengan kabar bahwa ibunya yang telah tiada namun ia harus menerimanya. Yang harus ia lakukan sekarang adalah menerima keadaan sekarang dan menimatinya, sekarang ia sudah bersama dengan keluarganya dan memulai hidup bahagia yang ia selama ini impikan. Ditambah dengan anggota keluarga barunya, ia akan memulai awal cerita bahagianya sekarang!

"Nah seperti itulah ceritanya, apa kamu sudah mengerti keadaanya sekarang Sakura-chan?tanya Naruto kepada adik sekaligus anggota keluarga barunya tersebut, terlihat Sakura mengusap air mata disudut matanya.

"Uhm, arigatou atas bantuanmu nii-san. Kalau bukan berkat nii-san pasti aku tidak akan bisa berada disini sekarang"ungkapnya dengan tersenyum manis dan dibalas Naruto dengan menguap kepalanya.

"Apapun untuk keluargaku"balas Naruto dengan nada datar dan tatapan matanya beralih pada Tokiomi.

"Ano Otou-sama, ada yang ingin kubicarakan dan ini sedikit penting. Apa tidak keberatan?"sontak saja perkataannya membuat semua orang yang ada disana menoleh kepadanya.

"Memang hal penting apa yang ingin kamu bicarakan Naruto-kun?"balas tanya Tokiomi sambil memandang lembut Naruto, tanpa mereka berdua sadari. Interaksi mereka berdua itu mengundang rasa iri seseorang, yap yaitu Minato Namikaze.

Minato merasa iri pada Tokiomi karena dipanggil sebutan 'Ayah' oleh Naruto, sedangkan dirinya sendiri yang notabene-nya ayah kandung Naruto tidak dipanggil dengan sebutan ayah oleh Naruto. Namun dirinya tetap bersabar, ia tidak boleh terlalu memaksakan kehendaknya agar Naruto tidak merasa terganggu dengan dirinya.

"Aku akan mengatakannya, tapi tidak disini. Mari ikuti aku, Otou-sama"ajak Naruto kepada Tokiomi dan mereka berdua berlalu dan pergi keluar menuju taman, dimana tempat yang indah dan nyaman untuk dijadikan sebagai tempat berdiskusi karena hawa segar dan santai menguar disana.

Skip Time ama change scene

Setelah berjalan beberapa menit, Naruto dan Tokiomi pun sudah berada di ditaman disalah satu tempat duduk yang berada disana. Mereka duduk berhadapan dengan suasana tenang dan semilir angin menemani yang sesekali memainkan surai mereka berdua.

"Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?"tanya Tokiomi mengawali pembicaraan mereka, sambil sesekali menatap sekitarnya.

"Ini tentang syarat yang aku ajukan kepada kepala keluarga Matou atas kembalinya Sakura kembali kekeluarga kita, Otou-sama"Naruto menatap wajah ayah angkatnya dengan serius, terliat sorot mata tajam tanpa adanya keinginan untuk bercanda disana, Tokiomi pun menghela nafas dengan sikap pemuda yang ia anggap sebagai anaknya sendiri tersebut.

Tokiomi sudah hafal akan sikap Naruto, hampir semua masalah internal keluarga Tohsaka hanya Naruto-lah yang tahu dan bersikap dengan dewasa ketika mengadapinya. "Ada apa dengan hal tersebut?"tanya Tokiomi dengan lembut.

"Aku mengajukan syarat untuk mengambil hak asuh Sakura yang awalnya berada pada keluarga Matou kembali pada keluarga Tohsaka dan syaratnya adalah hubungan kerja sama antara Matou Group dan Tohsaka Group"ucapnya sambil melihat bagaimana reaksi Tokiomi akan keputusan sepihak yang ia lakukan dengan kepala keluarga Matou. Namun, reaksi yang Naruto dapatkan adalah elusan hangat dikepalanya.

Ia mendongakkan wajahnya dan terlihatlah senyuman bahagia nan tulus tertuju padanya, yap Tokiomi tersenyum padanya. "Kamu selalu membuat Tou-san bangga Naruto-kun, kamu menjadi kakak yang baik untuk Rin dan Sakura. Tou-san selalu mendukung apa yang kamu pilih dan lakukan. Lakukan yang menurutmu itu benar Naruto-kun"

Naruto yang mendengar ucapan ayah angkatnya itu pun sangat senang, walaupun wajahnya tidak bisa mengekspresikannya tapi ia sangat bahagia mendengar ucapan tulus dari ayah angkatnya. Mereka pun beebincang-bincang disana, terlihat juga mereka berdua sedikit bergurau untuk mencairkan suasana yang tadinya sediit tegang tadi.

Change scene

Sedangkan disebuah kamar, terlihat empat orang sedang berkumpul disana. Terlihat dua surai pirang, satu surai hitam dan satu surai putih sedang berbicara disana, entah apa yang dibicarakan disana tapi sepertinya terlihat penting.

"Jadi Rossweisse-san, apa maksud dari kegiatan yang kalian lakukan dipantai kemarin?"tanya gadis bersurai pirang yang tidak lain adalah Gabriel, terlihat dirinya sedang mengintrogasi Rossweisse soal kegiatan yang aid an Naruto lakukan kemarin.

"Uhm, aku juga ingin tau soal itu"Rin juga terlihat ikut-ikutan mengintrogasi dirinya, bahkan terlihat ekspresi sebal terpasang diwajahnya yang berarti dirinya benar-benar tidak suka dengan yang mereka lakukan kemarin. Sedangkan Michael hanya sweatdrop melihat kelakuan dua gadis tersebut.

'Dasar perempuan, tapi kenapa Naruto selalu mendapat gadis yang cantik sedangkan aku tidak. Apa aku kurang tampan ya?'batin Michael nista sambil menangis anime.

"Bukan apa-apa, kami hanya berciuman. Apa itu terdengar aneh bagi kalian? Ah, atau kalian cemburu dengan yang kulakukan kemarin?"goda Rossweisse kepada dua gadis tersebut dan berhasil membuat keduanya memerah dan gelagapan karena berhasil menebak.

"A-ah a-aku tidak ce-ce-cemburu kok. Kenapa juga harus cemburu dengan itu"Gabriel memalingkan wajahnya kesamping karena malu dan ha tersebut membuat senyum jahil tercipta diwajah Rossweisse.

"A-aku ju-juga, Naruto-niisama adalah kakakku. Jadi untuk apa harus cemburu"Rin juga ikut-ikutan memalingkan wajahnya agar tidak bertatap muka dengan Rossweisse.

"Hoo~ kalau begitu tidak apa-apa kan kalau aku yang memiliki Naruto, toh juga dia tidak masalah kalau denganku"balas Rossweisse yang berpura-pura ingin berbalik pergi.

"Jangan/Tidak boleh"teriak Gabriel dan Rin berbarengan dan hal tersebut sukses membuat Rossweisse tertawa terbaak-bahak dengan sifat Tsundere mereka berdua.

"Hahahahaha"

"Hawa nafsu"ucapan tersebut membuat suasana hening seketika dan pelakunya tidak lain adalah Michael pun sedikit memasang wajah serius disana.

"Hawa nafsu"beo Gabriel dan Rin bersamaan karena tidak mengerti maksud perkataan Michael yang tiba-tiba itu.

"Ahaha…gomen, Rin-chan bisakah meninggalkan kami sekarang? Karena ada hal yang penting yang harus kami bertiga bicarakan"ucap Michael lembut kepada Rin.

"Apa itu nii-sama, kenapa aku tidak boleh tau. Apa sepenting itu hingga aku tidak boleh tau?"tanya Rin penasaran, karena tidak biasanya ia tidak diperbolehkan untuk mengetahui pembicaraan Michael dan yang lainnya.

"Untuk yang ini tidak boleh dan bukankah seharusnya kamu melepas rindu dengan Sakura?"bujuknya dengan halus namun dapat membuat Rin percaya.

"Oh benar juga, kalau begitu aku pergi dulu"sepeninggal Rin dari sana, tiba-tiba atmosfir diruangan tersebut berubah menjadi dingin.

"Jadi apakah dirimu salah satu perwakilan dosa besar, hawa nafsu Rossweisse-san?"tanya Michael dengan ekspresi serius, ia merasakan kekuatan gelap yang besar dari dalam tubuh Rossweisse karena ia perwakilan dari malaikat. Jadi ia tau dan ia sedikit curiga karena bagaimana bisa perwakilan dari 7 dosa besar bisa berkeliaran didunia manusia? Itulah yang membuat dirinya penasaran.

Sedangkan yang diajak bicara pun tersenyum karena identitasnya dapat ketahuan dengan mudah. "Memang perwakilan dari Malaikat tidak bisa dianggap remeh dan untuk pertanyaanmu tadi adalah ya, aku perwakilan dosa Hawa nafsu. Apa kau mau memenjarakanku Cocytus?"tanya Rossweisse kepada Michael yang memasang ekspresi tersenyum daritadi.

"Itu tidak perlu, hanya saja aku cukup penasaran bagaimana iblis sekaliber dirimu bisa berkeliaran didunia manusia"balik Michael bertanya, walaupun terlihat santai tapi ia siap bila harus bertarung sekarang juga.

"Itu sesuatu yang tidak bisa kuberitau, karena tidak hanya diriku saja yang bisa kabur dari sana. Tapi tenang saja, aku tidak akan melakukan hal yang membahayakan kalian disini"ucapnya sambil menyeringai dan dibalas Michael senyum manis. Sedangkan Gabriel dari tadi duiam saja menyimak pembicaraan keduanya, walaupun ia diam tapi ia tau topic yang mereka berdua bicarakan. Jadi jangan merendahkan dirinya.

Change scene

"Baiklah Otou-sama, ayo kita kembali. Mereka pasti menunggu bila kita tidak kembali dan juga aku ingin memberikan sesuatu kepada kalian" ucapannya itu sukses membuat tanda tanya muncul dikepala Tokiomi.

"Apa itu Naruto-kun?"tanyanya dan hanya dibalas senyuman tipis oleh Naruto.

"Nanti Otou-sama akan tau"

Skip time

Saat ini terlihat 3 keluarga besar ditambah Kakashi,Grayfia,Kirei, dan Shirou sedang berkumpul diruang makan, saat ini mereka sedang makan malam bersama yang telah disiapkan oleh Grayfia tadi. Terdengar canda tawa disana karena saat ini dikeluarga Tohsaka saat ini bertambah satu anggota lagi, yaitu Sakura. Sedangkan Rossweisse tidak ikut disini karena ia menyewa apartemen didekat sana.

"Jadi, karena besok disini akan diadakan festival kembang api. Aku berniat memeru kalian tiket untuk masuk ke tempat yang sudah kupesan dan disana adalah tempat VIP yang bagus, karena kita dapat melihat ledakan kembang api sangat jelas dari sana. Yah, sekaligus untuk merayakan kembalinya anggota keluarga Tohsaka. Jadi saya mohon kerkeikutsertaannya"ucap Naruto dengan formal dengan diakhiri menunduk bak butler kepada majikannya, semua orang yang melihat perilaku Naruto barusan pun sedikit tersentuh dengan dengan apa yang ia lakukan. Karena tidak seharusnya seseorang dengan mudahnya merendahkan harga dirinya pada orang lain, karena itu berarti tidak memiliki kebanggan terhadap dirinya sendiri.

Tapi apa kalian sadar, apa yang kalian anggap apa yang pemuda barusan lakukan berasal dari lubuk hatinya yang terdalam? Bila kalian lebih teliti melihatnya, kita dapat melihat seringai licik terpampang diwajah pemuda bermarga Tohsaka tersebut, bila kalian masih percaya bahwa Naruto yang sekarang adalah Naruto yang baik,bijaksana, dan dapat diandalkan anggapan kalian semua salah. Setelah melihat kejadian yang tidak masuk akal sehat seperti ini sejak dirinya dibuang dan hidup sebagai demi angel, Naruto bisa dikatakan bukan lagi bagian dari jiwa yang terikat dengan hukum makhluk hidup di bumi ini dan bisa dikatakan bahwa semua hal yang selama ini ia lakukan tidak lebih dari caranya untuk bersenang-senang diatas dunia yang busuk ini. Karena pada akhirnya, dialah yang juga akan menjadi tokoh utama sebuah pertunjukan yang dimana jeritan manusia adalah lantunan nada yang indah bagi mereka kaum iblis.

"A-ah, kau tidak perlu merendahkan dirimu seperti itu Naruto-kun. Tenang saja, dengan senag hati kami menerima ajakanmu. Iya kan, Anata?"tanya Mikoto pada suaminy, bukannya apa tapi melihat sesorang yang lebih muda darimu sampai merendahkan kepalanya hanya untuk permintaan kecil seperti itu lebih seperti penghinaan bagi ia yang lebih tua.

"Uhm, aku juga menyetujuinya. Kau juga ikut kan, Minato?"ganti Fugaku yang bertanya pada rekan sejawatnya itu. Ia tahu bahwa sejak awal datang kesini Minato sedang menahan diri untuk mendekati bahkan sekedar berbicara dengan putra yang selama ini ia cari pun tidak berani ia lakukan. Ia sangat tahu tabiat bodoh temannya itu yang terlalu percaya dengan sejarah bodoh yang diwariskan turun-temurun oleh kakek buyut-nya itu. Entah bagaimana bisa kelakuan bodohnya itu bisa membuatnya menjadi sukses hinnga seperti ini, mah….tapi yang selalu pepatah katakan "Penyesalan akan datang diakhir" dan itu yang saat ini sedang menimpa sahanatnya itu.

"Ahh…..kami juga akan ikut juga kok, lagipula hal ini bisa menjadi awalan yang bagus untuk menjalin kerja sama yang baik antara keluarga kita dan Tohsaka. Jadi kami dengan baik tawaran ini"dan dengan sedikit terpaksa Minato pun menyetujuinya, bukan karena gengsi atau apa, tapi sebenarnya ia tidak ingin melihat lebih jauh lagi kedekatan antara Naruto dan Tokiomi yang bisa membuatnya sakit karena iri melihat kedekatan mereka. Itu saja yang tidak ingin ia lihat dan sebisa mungkin ia hindari.

Setelah melihat semua yang ada disana menyetujuinya, Naruto pun minta izin untuk keluar mencari angin dan anehnya sejak tadi ia terlihat tersenyum dan Michael melihatnya. Michael tau arti senyum yang sedang dipasang Naruto sekarang, bahkan ia lebih tau dari siapapun diantara mereka arti dari senyum tersebut. Sebuah senyuman yang mengekspresikan bahwa ambisi yang ingin ia raih sedikit demi sedikit telah ia gapai dan tinggal menunggu umpan yang ia jebak memasuki permainan yang ia jalankan. Walaupun begitu, ia tidak akan menghalangi apa yang akan sahabatnya itu lakukan, karena jalan yang Naruto pilih adalah jalan yang akan ia lewati juga. Jadi dia tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti menhentikannya, malah ia ingin tahu seberapa hebat kemampuan malaikat yang dipilih Kami-sama secara langsung tersebut. Tanpa ia sadari, gerak-geriknya sedari tadi dilihat oleh Sasuke,Shirou, dan Menma.

"Ada apa Michael-san? Apa ada hal yang aneh?"tanya Shirou mewakili Sasuke dan Menma yang juga penasaran.

"Nandemonai desu, silakan kalian lanjutkan saja jamuannya. Aku ingin pergi kekamarku terlebih dulu, matta ne"sepeninggal Michael, hanya kebingungan yang melanda mereka bertiga dan karena tidak ingin memikirkan hal yang rumit jadinya mereka pun lebih memilih melanjutkan acara makan yang tertunda.

.

.

Naruto Pov on

.

Pft…..apa mereka terlalu mudah dibohongi dengan kata-kata manis seperti itu? Aku sunghuh tidak percaya dengan sedikit merendahkan diri seperti itu bisa membuat mereka dengan mudahnya percaya dengan ucapan dari orang sepertiku. Ah, apa mungkin mereka saja yang terlalu naif ya? Ma-ma, yang penting sedikit demi sedikit rencanaku akan lebih mudah terlaksana bila mereka bisa menurut dengan apa yang kuucapkan. Paling tidak sampai aku mengumpulkan beberapa kepingan lagi untuk memulai pertunjukan ini. Omoshiroi ne, khukhukhu…aku tidak menyangka rencana yang kejam seperti ini bisa membuatku mendidih memikirkannya. Ternyata manusia memanglah menarik. Ne Kami-sama, kenapa engaku menciptakan makhluk lemah seperti kami diatas mahakaryamu yang indah ini? Kurasa hamba-mu ini baru menyadari bahwa yang dikatakan oleh Lucifer itu adalah benar, bukanlah hak hamba untuk meragukan apa yang engkau ciptakan tapi coba lihat perbuatan apa yang telah selama ini telah dilakukan para manusia lakukan pada mahakaryamu yang indah ini? Sungguh hamba tidak mengerti, tolong bimbinglah hamba-mu ini Kami-sama.

.

.

Naruto Pov off

Change scene at unknown place

.

"Wahai malaikat pilihanku, itulah yang ingin aku ajarkan padamu. Betapa rendahnya makhluk yang benama manusia ini, dan bagaimana cara mereka melampaui batasan yang kuberikan pada mereka. Dan percayalah anakku, lambat laun dirimu akan mengerti betapa kuatnya mereka bila telah bertekad melindungi sesuatu yang mereka anggap penting dan semoga dirimu dapat mengerti dengan apa yang ingin aku ajarkan padamu"ucap makhluk yang wujudnya tidak dapat dilihat oleh sembarang orang dan hanya orang tertentu yang dapat melihatnya, dialah eksistensi yang baru saja pergi dari panggung yang ia ciptakan dan menyuruh malaikat kepercayaan-nya untuk menggatikan perannya sebagai sutradara dalam sebuah cerita yang sedang ia kerjakan.

"Ada apa, Otou-sama? Apa ada yang aneh sedang terjadi pada bumi?"tanya seorang pemuda bersurai merah yang baru datang sambil membawa seekor mayat unicorn yang sepertinya baru selesai ia buru.

"Tidak apa-apa kok, Lucifer-kun. Hanya saja aku sedang melihat hal yang menarik akan terjadi dalam waktu dekat ini"balasnya sambil menatap langit yang saat ini dipenuhi oleh burung-burung yang sedang terbang dengan damai-nya.

.

.

Change scene at Naruto place

.

Setelah selesai melepaskan semua yang ia pikirkan, Naruto berniat kembali masuk kedalam villa. Sebelum sebuah langkah kaki mengarah padanya….

Tap tap tap

"Onii-san!"teriak sebuah suara feminim memanggil namanya dan dengan cepat ia betbalik melihat wajah orang yang memanggilnya.

Setelah berbalik, terlihatlah seorang gadis bersurai pirang dikepang sebelah bermanil violet sedang menatapnya sendu. "Onii-san, kumohon apapun yang kau rencanakan saat ini kumohon hentikan. Aku tau bahwa semua ini adalah salah-"sebelum perkataannya selesai, Naruto langsung memotongnya dan sudah berdiri dihadapan Jeanne.

"Kalau kau sudah mengerti kenapa kau menyuruhku untuk berhenti? Apa kau berniat merendahkanku lagi seperti dulu? Maaf saja, aku tidak tertarik mendengar ucapanmu yang tidak ada gunanya padaku"ucapnya sambil berniat pergi dari sana sebelum sebuah tangan menghentikan langkahnya.

"Bagaimana kalau aku bisa menunjukkan bahwa semua ucapanku ini dapat berguna untukmu, Onii-san?"ucap Jeanne sambil menundukkan kepalanya membuat ekspresi wajahnya tidak terlihat.

"Coba kau buktikan dan mari kita lihat, apa itu bisa membuatku percaya dengan ucapanmu itu"balasnya sambil menatap remeh Jeanne dan dengan gerakan cepat tangan yang dipegang Jeanne tadi ditarik hingga membuatnya merunduk dan tongginya sejajar dengan Jeanne. Dan dengan cepat bibirnya telah dibungkam oleh Jeanne dengan bibirnya.

Cup

Sedikit lama mereka berada diposisi tersebut, karena Naruto sedikit terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh mantan adiknya itu. Tidak ada nafsu dalam ciuman tersebut,yang ada hanyalah sebuah ciuman yang berisi kasih sayang yang tulus pada seseorang. Tidak lama setelah itu, tautan bibir mereka pun terlepas karena kebutuhan oksigen.

"Kenapa kau melakukan hal itu?"tanya Naruto dengan nada datar.

"Aku hanya ingin membuktikan-"

"Kalau hanya dengan sebuah ciuman, aku pun juga bisa baka. Yang kubutuhkan adalah seberapa jauh tekadmu untuk membuktikan ucapanmu barusan, bila yang kau inginkan hanyalah sebatas itu aku pun bisa dengan mudah memberikannya bila kau mau"balasnya sengit dengan ekspresi jengkel terlihat diwajahnya.

"Itu karena….. AISHITERU YO ONII-SAN !"setelah mengatakan hal tersebut keheningan melanda mereka berdua, tidak ada tanggapan dari Naruto. Entah apa yang tengah pemuda tersebut pikirkan tapi hal itu membuat Jeanne penasaran.

Tap tap tap

"Renungkanlah perkataan yang kau ucapkan barusan dan jangan pernah melakukan hal seperti lagi padaku. Mengerti!"ucap Naruto sambil pergi meninggalkan hadis yersebut berdiam diri disana.

.

.

.

Tbc

Yo~~ ketemu lagi di chapter ini dan tidak peu bertele-tele, saya ingin mengucapkan maaf sebesar-besarnya atas keterlambatan updaye nih fict. Karena masalah imajinasi yang down dan saya lagi bersemangat ngelanjutin fict baru ane jadi fict lain jadi gk ke urus. Jadi saya mohon maaf sebesar-besarnya dan selamat tahun baru imlek bagi yang merayakan. Dan sampai ketemu di chaoter depan….

Unknownman 18 logout