DIFFERENT

CHANBAEK FANFICTION


.

.

.

Tidak pernah terpikir dalam pikiran Baekhyun bahwa ia akan diintimidasi oleh teman – temannya seperti saat ini. Ya salahkan saja adegan ciumannya dengan Chanyeol tertangkap basah oleh teman – temannya. Seharusnya ini bukanlah hal memalukan, karena bagaimana pun juga satu sekolahan telah tahu hubungan asmaranya dengan Chanyeol. Tetapi masalahnya adalah teman – temannya yang tahu bahwa posisi seorang master of tawuran sepertinya adalah seorang uke dari Park Chanyeol sang ketua osis yang bijaksana.

Meskipun Baekhyun kini dikelilingi teman – temannya, tubuhnya masih saja berada dalam pangkuan Chanyeol. Lelaki tinggi itu seolah enggan melepaskan pelukannya pada Baekhyun barang seinchi pun. Baekhyun yang telah berjanji menjadi pacar yang baik pun hanya diam saja ketika pelukannya makin erat, bahkan ia diam saja saat Chanyeol menghujaninya ciuman pada pucuk kepalanya didepan anak – anak.

Seluruh orang yang berada disana hanya mengerenyit jijik menyadari bahwa sosok ketua osis yang diagung – agungkan seperti Chanyeol ternyata sosok yang chessy.

Kyungsoo memulai membuka suaranya, tatapannya sangat mengintimidasi seolah – olah ingin menghunus Baekhyun saat itu juga, "Sejak kapan kau berubah menjadi sangat manis seperti seekor anak anjing, Baek?"

"Sebenarnya aku—"

Belum sempat Baekhyun selesai menjawab, Chanyeol sudah memotongnya dan senyuman tampannya mengembang, "Memang salah kalau Baekhyun bersikap manis pada pacarnya hm? Kau juga akan berperilaku seperti itu jika kau mempunyai pacar."

Chanyeol kembali menghujani Baekhyun ciuman, baik di pipi gembilnya ataupun dipucuk kepalanya. Wajarlah, Chanyeol sekarang sedang gemas – gemasnya pada pacar mungilnya.

Melihat interaksi pasangan anak adam itu, Minseok, Jongdae, dan Sehun menelan ludah kasar. Mereka tidak kuat dengan interaksi manis mereka, takut diabetes nantinya. Jadi mereka pun memutuskan untuk pergi.

Berbeda dengan mereka, Jongin dan Kyungsoo masih berdiri disana dengan wajah jijik.

"Kau benar sih, tapi jangan terlalu menjijikan seperti itu. Kau membuatku mual," Jongin menatap dua orang itu tak kalah sinisnya dengan Kyungsoo.

Kepala Kyungsoo mengangguk menyetujui ucapan Jongin.

Seketika saja Chanyeol terkekeh keras dan menatap Kyungsoo dan Jongin tak percaya, "Kalian berdua mirip haha, kenapa kalian tidak jadian saja seperti kita hah?"

"Amit – amit!" teriak Kyungsoo dan Jongin bersamaan. Mereka berdua saling menatap sinis dan mendengus kasar.

"Mending aku jomblo seumur hidup ketimbang harus memacari lelaki pendek bermulut boncabe ini!" ledek Jongin.

"Hei! Lebih baik aku pacaran dengan tukang gali kubur ketimbang pacaran dengan lelaki tampang rakyat jelata sepertimu!" balas Kyungsoo.

Adu mulut pun terjadi diantara mereka berdua membuat Chanyeol dan Baekhyun terkekeh bersama karena mendapatkan pertunjukan gratis.

"Haruskah aku membeli popcorn?" tanya Baekhyun yang sedari tadi diam, dia menatap Chanyeol malu – malu membuat Chanyeol makin gemas melihatnya.

"Tidak perlu, baby. Lihatlah mereka keluar sekarang," Chanyeol menunjuk Jongin dan Kyungsoo yang berjalan keluar ruangan. Setelahnya Chanyeol pun mencium pipi Baekhyun lagi dan berbisik lirih, "Bolehkah aku melanjutkan yang sempat tertunda?"

Kepala Baekhyun mengangguk malu – malu dengan rona merah yang terlihat jelas dipipinya. Seketika itu pun bibir penuh Chanyeol segera menyerang bibir Baekhyun lagi.

.

.

.

"Rakyat jelata!"

"Mulut boncabe!"

"Rakyat jelata!"

"Mulut boncabe!"

Saling lempar ejekan tak ada hentinya diantara Jongin dan Kyungsoo. Kedua lelaki itu seperti tak ada henti – hentinya untuk saling mengejek didalam mobil seperti sekarang. Dendam yang mereka sedari tadi sepertinya kini kian membara karena tak ada yang mengalah untuk berhenti mengejek.

Sehun yang sialnya berada ditengah – tengah mereka hanya mendengus kesal dan menatap keduanya dengan tatapan jengah, "Kalian ini sungguh memuakkan! Aku sengaja duduk disini agar kalian berhenti bertengkar sialan!"

"Memangnya aku peduli?!" jawab Kyungsoo dan Jongin bersamaan.

Senyuman miring Sehun terlihat, "Aku do'akan kalian menjadi sepasang kekasih."

"Amit – amit!"

Dan tawa meledak pun terdengar dari Minseok, Jongdae, dan pak supir yang berada dalam mobil yang sama.

Mereka sungguh tak bisa membayangkan jika seorang Kim Jongin, si topscore tim bola sungguhan berpacaran dengan seorang Do Kyungsoo. Tetapi tak ada yang salah sih, dunia ini penuh kemustahilan, buktinya seorang master of tawuran seperti Baekhyun bisa berpacaran dengan ketua osis terhormat seperti Chanyeol.

Benar kan?

.

.

.

Sepulangnya dari rumah sakit, sekolah telah dibubarkan beberapa menit lalu. Baik Sehun, Jongdae, Minseok, Jongin, dan Kyungsoo menghela nafas lega, setidaknya mereka tak akan dihadapkan pembelajaran memuakkan lagi setelah ini.

Saat ingin kembali ke kelasnya, Sehun mendapatkan pesan dari ibunya. Alisnya berkerut heran saat membaca pesan itu.

From : Ibu

Sehun cepatlah pulang sekarang, ada keluarga Irene dirumah. Sepertinya mereka ingin membahas masalah pertunanganmu.

Sehun mencengkram ponselnya dengan kesal, sepertinya hal ini adalah salah satu rencana Irene. Gadis itu benar – benar telah menyalakan genderang perang.

Tidak ingin gegabah, Sehun pun diam memikirkan rencana yang jauh lebih matang. Senyuman miringnya terlihat, dia pun segera menghubungi Luhan untuk meminta lelaki cantik itu membantunya.

"Hallo Lu?" sapa Sehun saat panggilannya tersambung.

"Ada apa, Hun?"

"Kau dimana?"

"Masih didepan gerbang sekolah, memang ada apa?"

"Aku akan menyusul."

"Hei—" belum sempat Luhan menjawab, Sehun telah memutuskan panggilannya dan berlari untuk menemui Luhan.

Senyuman Sehun melebar, dia tak sabar ingin mengajak Luhan ke rumahnya dan menghancurkan semua rencana pertunangan bodohnya dengan Irene.

Tetapi senyumannya perlahan luntur saat ia sudah sampai depan gerbang sekolah. Dilihatnya sosok Luhan yang berdiri dengan Kris disana. Sehun menelan ludahnya kasar, ia merasa tidak percaya diri jika harus meminta izin pada Kris untuk membawa Luhan.

Meskipun ia telah mendapatkan restu dari Kris, rasa takut pada sosok pria itu masih ada dibenak Sehun.

Sehun pun memilih untuk menggagalkan rencananya dan pergi dari sana, tetapi belum sempat semua itu terjadi, suara menggelegar Luhan memanggilnya, "Sehun!"

"Y-ya!" jawab Sehun gugup, rasanya ia tak bisa menolak untuk berjalan menghampiri Luhan dan Kris.

"Ada apa kau mencariku? Ada sesuatu?"

Mata Sehun melirik Luhan dan Kris dengan wajah tegang, "A-aku sebenarnya ingin mengajakmu main ke rumahku dan bertemu orang tuaku, tapi karena ada Kris Hyung disini sepertinya aku akan membatalkan saja."

Diliriknya lagi sosok Kris yang masih diam dengan wajah dingin, ketakutan Sehun pun makin bertambah.

"Ge! Tak usah menakuti Sehun dengan wajah surammu itu!" Luhan melirik Kris dan beralih pada Sehun, "Ayo Hun! Main ke rumahmu. Aku bosan jika dirumah sendirian."

Tiba – tiba Kris tertawa keras, dia menepuk – nepuk bahu Sehun, "Aku tidak mengerti mengapa kau seperti melihat hantu ketika melihatku, Oh! Yasudahlah, kalian pergi saja. Lagipula aku ada urusan penting sekarang."

Setelahnya Kris pun menjauh dari sana membuat hembusan nafas lega terdengar dari Sehun. Lelaki albino itu sungguh tak mengerti mengapa ia masih saja takut pada sosok Kris, Kris memang menyeramkan tetapi rasanya tidak etis jika takut pada kakak ipar sendiri.

Luhan yang melihat keterdiaman Sehun langsung bersuara, "Kau kenapa hun? Ayo main ke rumahmu!"

Belum sempat Luhan berjalan mendahului, Sehun langsung memegang tangannya dan menatapnya seserius mungkin, "Aku butuh bantuanmu, Lu!"

.

.

.

"Apa kau siap?"

"Siap tak siap harus siap," jawab Luhan yakin.

Mereka berdua sekarang sudah berdiri dipintu rumah Sehun untuk menjalankan rencana gila Sehun. Sebenarnya Luhan menolak mentah – mentah rencana gila itu, tetapi karena Sehun merengek memintanya, mau tak mau Luhan pun menurutinya.

Kedua lelaki itu memasukki rumah keluarga Oh dengan perlahan dan setibanya mereka masuk, mereka langsung dihadiahi beberapa pasang mata yang menatap mereka di ruang tamu.

Lebih parahnya, beberapa pasang mata itu bukan hanya milik ayah, ibu, dan adik Sehun saja. Tetapi ada juga milik Irene dan kedua orang tuanya.

Segera saja Sehun tersenyum lebar, "A-aku pulang."

Dalam ekspetasi Sehun, ia pasti akan mendapatkan lirikan sinis dan makian dari anggota keluarganya. Tetapi ekspetasinya pupus saat Nyonya Oh berdiri dan mendekati Luhan dengan tatapan berbinar.

"Ya ampun Luhan, sudah lama tante tak melihatmu. Kau tambah imut sekali," Nyonya Oh mencubit gemas pipi Luhan.

Ya, Luhan dan Nyonya Oh memang pernah bertemu beberapa kali diacara kumpulan orang tua karena Nyonya Oh dan Nyonya Xi memang cukup dekat.

"Bagaimana kabar ibumu?" tanya Nyonya Oh dengan lembut, mengabaikan beberapa orang yang ada disana. Bahkan tangannya tak ada henti – hentinya mengelus pipi lembut Luhan dan memuji beberapa lembutnya pipi itu.

"Baik, tante."

Sehun geram melihat ibunya yang seolah memonopoli Luhan, ia pun segera mendekati Luhan dan menariknya untuk berdiri disampingnya, "Jangan ganggu pacarku, bu!"

Seketika saja keadaan rumah keluarga Oh menegang. Bagaimana bisa Sehun mengakui Luhan pacarnya disaat keluarga Sehun dan Irene ingin membicarakan tentang pertunangan.

Dapat dilihat, meskipun Nyonya Oh terlihat kaget, ia sepertinya tidak masalah jika Sehun memang memiliki hubungan spesial dengan Luhan. Tuan Oh yang memang mendukung Sehun hanya diam saja dengan cengiran khasnya menikmati drama dadakan yang ia lihat.

Tuan Bae yang semenjak tadi diam kini mulai bersuara, "Apa – apaan ini, Seyoung?" tanyanya pada Nyonya Oh.

"Bisa kau lihat sendiri oppa, Sehun memiliki kekasih. Rasanya aku tak tega jika melanjutkan pertunangan ini."

Diluar dugaan, Tuan Bae tersenyum dan menatap Irene dengan tatapan bersalah, "Kau lihat sendiri kan, Joohyunie. Sehun telah memiliki kekasih, jadi kau tak perlu merengek lagi untuk menikahi Sehun."

Dengusan terdengar dari Sehun, ternyata perjodohannya dengan Irene adalah murni permintaan Irene bukan kesepakatan kedua orang tua mereka.

Tiba – tiba Irene berdiri dan menjambak Luhan, "Dasar pelakor! Kau merebut Sehun dariku! Awas saja kau!" teriak Irene seperti kesetanan.

Tuan dan Nyonya Bae segera menghentikan tingkah Irene dan mengatakan maaf sebesar – besarnya pada keluarga Oh dan Luhan. Irene menatap kedua orang tuanya dengan tatapan marah, "Ayah, Ibu! Aku mencintai Sehun! Aku ingin menikahinya."

"Itu hanya obsesimu sayang, nanti ibu akan kenalkan pada Suho, anak teman ibu yang tampannya melebihi Sehun. Oke?" Nyonya Bae berusaha menenangkan.

Setelah Irene sedikit tenang, Keluarga Bae pun segera pamit untuk pulang ke rumahnya, yang sebenarnya rumahnya hanya bersebelahan dengan rumah keluarga Oh.

"Jadi kalian sungguh berpacaran?" tanya Nyonya Oh setelah keluarga Bae pergi.

Kepala Sehun dan Luhan mengangguk bersamaan, Sehun menatap ibunya takut, "Ibu merestui kami kan?"

"Tak ada alasan ibu untuk menolak menantu secantik Luhan."

Luhan dan Sehun pun tersenyum bahagia, begitupun Nyonya Oh. Sedangkan Tuan Oh hanya menggeleng – geleng kepala dan tersenyum dengan senyuman khasnya, "Mengapa ini seperti drama eoh?" tanyanya entah kepada siapa.

.

.

.

Ini sudah hari ketiga Chanyeol dirawat, lukanya sudah membaik dan ia pun diperbolehkan pulang. Selama dirumah sakit, hubungan Chanyeol dan Baekhyun makin lengket, bahkan mereka berdua hanya berpelukan diranjang sepanjang hari. Wajarlah, Baekhyun itu diskors, daripada dia harus pergi ke warnet lebih baik ia menyenangi hati pacar jangkungnya itu.

Chanyeol dan Baekhyun sungguh tidak menduga bahwa sesampainya mereka dirumah Chanyeol, ada pesta kecil – kecilan yang dibuat oleh keluarga Park untuk menyambut kedatangan Chanyeol. Bukan hanya keluarga Park, ada juga keluarga Byun disana.

Wajarlah, Keluarga Byun dan Park memang memiliki hubungan yang melebihi sahabat.

"Baekki kenapa tidak cerita pada ibu kalau kau berpacaran dengan Chanyeol hm?" tanya Nyonya Byun ketika ia mendapati Baekhyun memeluk lengan Chanyeol.

Senyuman malu – malu yang jarang Baekhyun tunjukkan, kini terlihat jelas, "A-aku malu bu."

Seketika dua keluarga besar itu terkekeh bersama. Mereka semua gemas dengan sosok Baekhyun yang saat ini, image pembangkang dan arrogannya yang dulu menghilang.

Chanyeol yang semakin gemas dengan Baekhyun pun tak henti menciumi pipi gembil lelaki mungilnya, "Aish kau membuatku ingin memakanmu!"

Tawa pun semakin pecah sekarang.

"Ya tuhan aku merindukan sosok Baekhyun seimut sekarang~" ledek Tuan Byun membuat tawa makin pecah. Yaampun~ Baekhyun terbullykan sekarang.

"Jadi kalian benar – benar sudah official sekarang?" tanya Baekboom dengan senyuman menggodanya.

"I-iya hyung," jawab Baekhyun malu – malu.

Kakek Byun yang semejak tadi diem dan sibuk menikmati cocktailnya diujung ruangan pun mulai bersuara, sosok berwibawanya tersenyum menggoda, "Baiklah kalau seperti itu, kakek akan meminta kalian untuk dijodohkan. Bagaimana? Semuanya setuju?"

Seketika sorakan penuh kesetujuan terdengar, Chanyeol dan Baekhyun bertukar pandang dengan senyuman lebar.

Mereka bahagia.

Apalagi saat mendengar rencana perjodohan mereka.

[Epilog]

Hari ini adalah hari pertama musim semi di Korea, bunga yang sebelumnya layu kini bermekaran kembali seperti jiwa – jiwa yang baru menjalani kisah cinta semanis permen. Chanyeol dan Baekhyun adalah salah satu pasangan semanis permen dan seindah musim semi. Hal itu dikarenakan kedua lelaki itu memang sedang dimasa – masa manisnya percintaan.

Dua lelaki berbeda postur tubuh itu kini telah menjalani hubungan selama beberapa bulan lebih. Keduanya banyak berubah. Chanyeol yang sebelumnya berwibawa namun terlihat untouchable kini lebih terlihat ramah dan banyak tersenyum.

Sedangkan Baekhyun, sekarang dia sudah tak terlibat tawuran meskipun masih sering tercyduk bolos karena bermain game diwarnet.

Bagai daun yang tak marah ketika angin meniupnya hingga jatuh, Chanyeol dan Baekhyun pun memaafkan Daehyun. Bahkan ketika ia kembali ke sekolah, semuanya justru berubah menjadi lebih indah. Drama action mereka kini berubah menjadi drama romantis yang benar – benar sangat romantis.

Hubungan Sehun dan Luhan pun tak ada bedanya dengan hubungan mereka, kedua lelaki itu juga berada dimasa – masa manisnya percintaan. Irene sudah tidak terobsesi lagi dengan Sehun, ia justru kini disibukkan dengan segala macam rayuan Suho.

Sedangkan Kai dan Kyungsoo, selayaknya drama – drama Korea, cinta mereka bersemi setelah benci.

Ya seperti itulah mereka.

Berakhir dengan bahagia sebagaimana akhir cerita Disney yang selalu happy ending.

.

.

.


END


Author's note :

Ending yang sampis banget emang wkwk. beneran buntu ama nih ff :( semoga suka yaak^^

terimakasih atas semua reviewnya :))