Aloha readers~!
Sebelum membaca chapter 13 ini, YuMi Project akan membalas review dari para readers~
Erina Shina: Hehehe~ siap bos! Update~
bluepegasus9: Iya nih garing, kemaren aja dimakan buat nemenin si lalapan (eh?)
Shioko-chan: Iyah memang awkawkawk XDD
Ritsu Kanoya: Udah baca HM? Demi apa? Asyik temen seperguruan HM Kagami (?) nambah lagi~
Rezzie Sereno: Abis pulang dari Ciater? Oleh-olehnya mana? *plak* #abaikan ooooh doujin Minato-Akihiko yang lagi nge-HM itu? Seishounen Ryouiki? Kagami juga udah baca~ :D Manztap abizzzz...!
Sekian balesan reviewnya~ selamat membaca chapter 13 ini~ :D
San Kokoro no Ma (c) YuMi Project
Persona 3 Portable (c) ATLUS
.
.
-Chapter 13-
.
Di koridor lantai 3 Iwatodai dorm, terlihat Ken yang sedang kepayahan membawa sebaskom penuh air panas.
"Panas...panas..." gumam Ken pada dirinya sendiri. (Play: lagu 'Nakal'-nya Gigi *apa sih ini?*)
Ken membuka pintu di ujung koridor lantai 3 sambil membawa baskom itu dengan sebelah tangan ala emak-emak penjual kue basah cihuy keliling.
"Punten hatur nuwun mbah..." ucap Ken asbun. Di dalam sana terlihat Minako yang terbaring lemas di atas kasur. Sudah lama gadis itu terdur di sana—mungkin sudah lebih dari 12 jam. Ingin rasanya Ken menumpahkan seluruh air panas itu ke wajah Minako. Namun niat itu ia urungkan karena takut dibacok oleh Minato dengan alasan KDD, Kekerasan Dalam Dorm. Ken gedeg-gedeg kepala nggak jelas. Dengan cepat Ken menaruh baskom di atas meja. Mengambil kompresan yang sudah mengering dan mencelupkannya ke dalam air panas. Setelah itu ia mengocok baskomnya, kocok... kocok... kocok... eh tunggu, ini baskom apa mi kocok?
Setelah dirasa cukup basah dan panas, kain itu ia remas dan lipat, lalu diletakan di atas dahi Minako.
"Minako-san, bangun dong..." bisik Ken di samping telinga Minako. Asoy.
Ken menggenggam erat tangan Minako. "Ayo bangun Minako-san... nanti tak grepe-grepe loh~"
Hening.
Ternyata rencana 'Bocah Mesum' Ken tak efektif. (Ken: "Gue khilaf..." *sinetron mode: on*)
"Kemana~ kemana~ kemana~ *drt drt*" tiba-tiba sebuah ringtone ajib terdengar dari hp Ken. Bocah itu mengangkat hp-nya sambil goyang-gayung jempol ajep-ajep.
"Halloh?" sapa Ken melambai alay dan menyebabkan seisi ruangan bau kentut busuk.
Ken terdiam (baca: cengo) mendengar temannya bercuap-cuap di telepon. Mending kalo temennya ini ngomong, eh dia malah bercuit-cuit kayak anak burung kesurupan. Biasaaa, anak Twitter gitu loch (eh tunggu, emang ada pengaruhnya tah?)
"Oke, oke, daripada gue cengo sampe botak, gue ke sana sekarang." Ken menutup teleponnya dengan lega. Rasanya pengen dia banting aja deh itu hp BB (Kagami: "Ih lumayan kali buat gue :P")
Ken mengalihkan perhatiannya dari BB Torch (asek tajir ni bocah satu) ke Minako yang masih terlelap. Ia mengelus pelan rambut Minako yang halus. "Aku mau pergi ke rumah teman dulu," Ken tersenyum tipis. "Aku pasti kembali lagi."
Ken membuka pintu kamar itu. Sesekali ia memandang wajah Minako. Ia tersenyum, pergi keluar lalu menutup pintu itu perlahan.
KRIET
Shinjiro membuka pintu kamarnya, bermaksud untuk turun ke pantry untuk mengambil sarapannya. Awalnya ia berpikir itu akan terjadi dengan cukup simpel kayak lagu Mr. Simple: buka pintu, berjalan ke pantry, makan, lalu kembali lagi ke kamarnya dan melanjutkan membaca Seishounen Ryouiki. (tunggu, kayaknya yang terakhir ini bener-bener nggak sreg)
Tapi apa yang terjadi sekarang sangat jauh berbeda dengan apa yang ia pikirkan barusan. Sekarang di depannya sudah terlihat Akihiko yang juga baru keluar dari kamarnya. Pemuda berambut putih itu memakai baju berwarna hitam, jaket berwarna putih dan celana jeans. Kelihatannya seperti akan pergi keluar.
"Mau pergi ke mana?" tanya Shinjiro pada Akihiko, "Bukannya hari ini hari selasa? Mestinya kamu pergi ke sekolah kan?"
"Aku mau pergi keluar sebentar," Akihiko menutup pintu kamarnya rapat-rapat. "Lagipula Gekkoukan diliburkan sehari karena insiden kemarin."
"Oh, kalo gue sih... mau ke bawah buat sarapan." Kata Shinjiro.
"Masalahnya... gue nggak nanya." Akihiko masang tampang kesel.
"Apa lo bilang?" Shinjiro masang tampang serem.
"Gak, gapapa." Akihiko masang tampang abang-abang es krim yang mau dibacok warga gara-gara harga es krim yang ngelonjak. "Ngomong-ngomong, makanan di pantry udah abis."
"Hah? Demi apa? Udah abis lagi? Perasaan baru kemaren beli makanannya deh!"
"Lo belum tau ya? Makanannya kan dimakan sama kambing kurban kita."
"Bukannya kita nggak punya kambing?"
"Ada tuh, si Junpei!"
"Oh iya gue lupa."
"Makanya gue mau cari makanan ke wartegnya Abah Jepri, lu mau ikut nggak?"
"Apa? Warteg Abah Jepri? Ikyut~" kata Shinjiro sok imut dan sok seksong ala bencong di iklan Ax*s. Akhirnya Akihiko dan Shinjiro pergi ke warteg Abah Jepri sambil pegangan tangan dan nyanyi-nyanyi ala maho gak lulus TK. (Bah, minta dibacok ini authornya)
Kriet...
Minato membuka pintu kamar Junpei. Ternyata di sana ada si siluman kambing yang masih tidur dengan gaya elegan (baca: ndeso) yang mengkambing-buta.
"Junpei, Junpei," panggil Minato sambil mencolek pipi Junpei yang mirip sabun colek. "Minta Dadah Piper-nya dong, kasian nih si Minako panasnya belum turun-turun."
"Mimin..." Junpei mengigau dengan tampang ndesonya, tampak gurat-gurat kekambingannya yang mulai muncul dari pantatnya.
'Wah, dia mimpiin gue!' seru Minato dalam hati yang udah pede tingkat dewa. Tiba-tiba makhluk abstrak itu blushing gak jelas.
"Mimin... mau baca doujin Mimin sama Aki-senpai yang Seishounen Ryouiki..."
"ANJROT!" teriak Minato sambil nyumpelin sendal busuk ke dalem mulut Junpei.
"Puh! Puh! Puh!" Junpei muntahin sendal yang kesumpel di mulutnya. "Apa-apaan sih lu Min?"
"Elo kali yang apa-apaan!" teiak Minato yang mulai sewot. "Bisa-bisanya mau baca doujin maho gue feat Akihiko-senpai!"
"Ya udah selow Min, selow! Hiduplah selalu dengan selow!" Junpei ngebacot kayak calon pejabat lagi kampanye dengan mulut berbusa.
"O atuh! Lo! Gue! End!" Minato niruin gaya Wendy Cagur dan ngebanting pintu kamar Junpei.
Hening.
Minato membuka lagi pintu kamar Junpei dan menyambar Dadah Piper di meja Junpei. "Gue tetep ambil yak plesternya, tapi tetep Lo! Gue! End!" Minato membanting lagi pintu kamar Junpei.
"Kalo gitu O! A! TUH!" teriak Junpei pake gaya 'lo gue end'-nya Wendy Cagur.
"Jadi gimana? Panasnya sudah turun belum?" tanya Yukari pada Minato.
Ya, mereka sedang berada di dalam kamar Minako. Dan tentu saja untuk merawatnya dan bukan untuk mengulitinya (sumpah, ini ngaco).
"Belum," jawab Minato singkat, "Dia begini terus sejak kemarin."
"Hem... begitu ya..." Yukari manggut-manggut sambil melihat bayangan dirinya yang terefleksikan di atas air di dalam baskom.
"Oh iya" Minato mengalihkan pehatiannya ke Yukari. "Baskom itu berat kan? Biar aku saja deh yang bawa."
"Ah, nggak usah sungkan," Minato berdiri dan berjalan ke arah Yukari. Tapi ketika jarak mereka sudah dekat, tiba-tiba saja...
TAP
Kaki Minato tersandung sesuatu dan menyebabkan badannya oleng. Minato terjatuh ke arah depan, namun dengan cepat tangannya memegangi tembok. Matanya yang tadi tertutup karena gerak refleks, mulai membuka karena penasaran dengan apa yang terjadi sekarang. Dia terkejut, ternyata sekarang di depan matanya terlihat wajah Yukari yang memerah. Dan Minato baru sadar: jarak antara wajahnya dan wajah Yukari hanya satu jengkal! (Syahroni-numpang-lewat: "Iiiiih, sesuatu banget yaaaaaaah!")
"Hm...sepertinya aku menyadarinya," Minato tersenyum menggoda, "ternyata kamu manis juga ya..."
Perlahan, Minato mendekatkan wajahnya ke wajah Yukari, dekat, dekat, dan terus mendekat. Badan Yukari tak bisa bergerak, serasa seperti ada sesuatu yang membekukannya. Wajahnya pun semakin lama semakin memerah, namun Minato tak memedulikannya. Semakin dekat, dekat, dan...
BRAK
Kagami: "NGUENG NGUEEEEEEEEENG!"
Yuuki: "NGEEEEENG RATATATATAT!"
Kagami: "HEYAAAAA! RASAKAN SERANGAN STRIKE FREEDOM GUNDAM GUE INI!"
Yuuki: "CIAAAAAAT! MAKAN NIH SERANGAN DARI DESTINY GUNDAM DOR! DOR!"
Ternyata kedua author sedeng ini ngacir ke dalem kamar Minako sambil bawa-bawa Gunpla dari serial Gundam Seed Destiny. Sambil niruin gayanya Keroro dan Tamama mereka sukses membuat Minato dan Yukari ngerasa 'mending-makhluk-ini-dibacok-aja-kali-ya'.
Yukari: "Ah... author sial, mengganggu adegan romantis aja ih!"
Minato: "Ih, dasar makhluk sableng, kalian ngapain sih?"
Kagami: "Ya main gundam-gundaman lah bego, MAKAN NIH SERANGAN EEK CEPLOK-NYA STRIKE FREEDOM! *ngelempar eek kucing ke Minato*"
Minato: "GYAAAA! RAMBUT SEKSONG GUAAAAAA!" *ngacir muter-muter ala Spongebob kesurupan*
Yukari: "Ih padahal tuh ya tadi gue mengharapkan dapet adegan ciumaaaan! *tampang Spongebib sedeng* Tapi kalian menghancurkan semuanyaaa! *tampang garang Spongebob titisan suster ngesot*"
Yuuki: "Terus kenapa? Inget semboyan gue: 'hiduplah selalu dengan selow!'"
Kagami: "ITU MAH SEMBOYAN GUE KALI! EMANG LU PERNAH NYELOW TAH?"
Yuuki: "...nggak,"
Kagami: "YA UDAH!"
Minato: "EH, RASAIN NIH SERANGAN BOM EEK KEBO GUE! *ngelempar eek kebo ke Kagami*"
Kagami: "*ngesummon Nero* o tidak bisaaaa *goyang ulek*"
Nero: "*nangkis eek kebo pake Red Queen* Demi bebeb Kagami, apapun akan saya lakukan sampai tetes darah terakhir!"
Kagami: "Nero... saranghaeyooooo! *meluk Nero*"
Nero: "Bebeb Kagami... *meluk Kagami*"
Kagami: "Nero..."
Nero: "Bebeb Kagami..."
Kagami: "Nero..."
Nero: "Bebeb Kagami..."
Kagami: "Nero..."
*piiiiiiip* (adegan 17 tahun ke atas *eh?*)
Minato: "Hellooooooo? Mau dikemanain benang merahnyaaaa?"
Kagami: "Kemana yaaa? Emmmmm, kemana yaaaa?"
Yuuki: "Kemana! Kemana~ kemana~"
Nero: *goyang-gayung*
Yukari: "Eh, dilanjut atuh, entar koneksinya Kagami ke doujin shounen-ai dicabut nih!"
Kagami: "JANGAAAAAN!"
Yuuki: "Lanjut guuuuyz!"
Minato masih tersenyum—senyum menggoda yang tentunya bisa membuat semua gadis tergila-gila padanya. Minato terus mendekatkan kepalanya kepada kepala Yukari—yang gadis itu pikir Minato akan menciumnya.
"Fuh... bodoh," samar-samar terdengar bisikan Minato di dekat telinga Yukari.
"Eh...?" spontan Yukari membuka matanya lebar-lebar.
"Kamu pikir aku akan menciummu? Jangan mimpi, aku nggak akan pernah mencium anak kecil sepertimu, bodoh!" seru Minato seraya menjauhkan tubuhnya dari Yukari.
"A-Apa-apaan sih kamu?" seru Yukari emosi. Pipinya memerah karena menahan amarah dan malu. "Justru kamu yang bodoh! Malah memprmainkan perasaanku seperti ini!"
"Kamu itu yang bodoh, lagipula mau-mau saja dicium orang yang tidak berhubungan denganmu? Cewek murahan!"
"DIAM!"
PLAK
Yukari menampar pipi Minato dengan keras. Minato hanya terbengong, kaget. Hening. Tak ada satu pun suara yang terdengar kecuali kentutnya author (ups...)
"Ka-Kamu jahat! Kupikir kamu orang baik-baik!" seru Yukari, setetes air mata turun menjatuhi pipinya, "Padahal selama ini aku... aku..!"
BRAK!
Pintu kamar Minako terbanting dengan keras. Minato hanya memandang pintu tersebut sambil mengelus pipinya yang terasa sakit akibat tamparan keras Yukari.
"Kakak? Sedang apa kakak di sini?"
Minato tersadarkan oleh pertanyaan Minako yang sudah terbangun dari tidurnya.
"Ah, nggak kenapa-kenapa kok! Abis duel adu poni sama Andhika Kangen Band!" jawab Minato asal.
"Bohong!" seru Minako sambil melorotin celana Minato (eh-eh-eh-ini bukan fic rated M!) "Kakak pasti... berantem sama Yukari ya?"
Minato terdiam, memalingkan pandangannya dari Minako yang menatapnya serius, "Jangan pernah... ungkit-ungkit hal itu lagi."
"Mau pesan apa?" tanya Akihiko pada Shinjiro begitu mereka sudah sampai di warteg Abah Jepri.
"Apa yaaaa, galau nih gue, pilihin dong saaaaaay~" kata Shinjiro ala banci nyungsep ke selokan.
"Oke deh saaay~"
"Iiih, yayangku memang okeeeh~"
-PIIIIP (author dibacok massal)-
"Bang, capcay cah pete satu ya!" seru Akihiko yang ternyata sudah menjadi pelanggan setia di warteg Abah Jepri.
"Siap cyiiin," kata Abah Jepri dengan gaya melambainya yang khas.
"Jadi, buat apa kamu mengajakku ke sini?" tanya Shinjiro seraya memakan capcay cah jengkol pesanannya.
"Mak-sud-lo?" tanya balik Akihiko pake gaya lo-gue-end Wendy Cagur.
"Ya... kamu pasti mengajakku ke sini pasti ada alasannya kan?"
"Kok tau?"
"Karena kamu telah mengalasankan hatiku~"
"Aiaiay~"
"SERIUS WOY!"
"Ehem!" Akihiko mendeham begitu capcay cah pete pesannanya datang. "He-eh, aku mengajakmu ke sini karena ada alasan tertentu."
"Alasan apa?"
"Aku mau bertanya padamu, sebenarnya apa yang membuatmu suka pada Minako?"
BRUUUUUSH
Tidak sengaja Shinjiro memuncratkan air jamban yang baru saja diminumnya. "A-Apa katamu?"
Pipi Akihiko bersemu, "Kalau aku sih, aku menyukainya karena dia manis, dia juga baik, pintar, dia juga sangat perhatian padaku. She's perfect! She makes me fall in love with her... I'll do anything just for her... Kalau kamu?"
Shinjiro memalingkan pandangannya dari Akihiko, "Aku... tidak tahu."
Seulas senyum kemenangan muncul di wajah Akihiko, "Checkmate, akulah yang akan mendapatkan hati Minako."
.
...TO BE CONTINUED...
Yuuki: "Yes! Akhirnya selesai juga nih SKNM chapter 13 hehehe..."
Minato: "Eh, auttie, author yang satu lagi mana? Nelpon nggak pernah, SMS nggak pernah!"
Yuuki: "Dia nggak punya pulsaaaaa"
Ken: "Om, om (?) auttie yang satu lagi di situ tuh, di situh!"
Kagami: "Huuuuuhuuuuuhuuuuuu *nangis di pojokan*"
Minato: "Kamu kenapa sayaaang?"
Kagami: "Nero-nya pulang kampuuuung,"
Mitsuru: "Aduh, sabar yah cyin, jangan galau!"
Kagami: "Terus, Nero bilang 'carilah pengganti diriku beb, karena kemungkinan besar aku tak bisa kembali ke pelukanmu, maafkan aku beb' huhuuuhuuuuuuu TTATT"
?: "Pengganti? Hm... aku bisa!"
Kagami: "Kamu siapa?"
Miyaji: "Aku Ryunosuke Miyaji, panggil aku Miyaji dan bukan Miyabi, aku berjanji akan menggantikan posisi Nero dan melindungimu!"
Kagami: "Ya! Kamu lulus jadi pengganti Nero!" *meluk Miyaji*
All: "Cepet amat ganti pasangannya T,T"
Kagami: "Mwo ya! Protes?"
All: "Ng-Nggak... *geleng-geleng kayak orang mabok*"
Yuuki: "Yaaaa... pokoknya sampai jumpa di chapter selanjutnya! Jangan kemana-mana tetap di San Kokoro no Ma YAEEEE!"
[Halo minna... hehehe :) Gimana San Kokoro no Ma-nya? Seru? Aneh? Garing? Kirim kesan kalian lewat review! Oh iya, bulan Desember lalu tepatnya tanggal 15 YuMi Project tepat 1 tahun ada di dunia FFn lho~ otomatis dengan itu pun serial San Kokoro no Ma sudah 1 tahun~! Tapi, dibalik kesenangan terkadang ada kesulitan di dalamnya. Bulan April nanti kedua anggota YuMi Project bakalan menempuh UAN SMP 2012! Doakan kami supaya lulus dengan nilai tinggi di UAN dan berhasil masuk ke SMA yang diinginkan ya kawan-kawan... :) Kirim ucapan dan doa kalian lewat review, semoga Yang Maha Kuasa membalas perbuatan baik kalian :D terima kasiiih :D]
