London gossip

By: CountessCaroline

Rating : M ( well ini semua berkat sahabatku yang tiba-tiba seenaknya meng update cerita di ch sebelumnya tampa seijinku)

Disclaimer: harpot series tentunya punya jk rowling. Begitu juga dengan gossip girl series punya CW TV dan novelnya sendiri punya Cecily von ziegesar.

Hai guys… aku kembali lagi. Untuk semuanya makasih udah mau baca fic ancur,geje,dan mudah ketebak ini. Aku bahkan tak percaya jika ada yang setia mengikutinya. khususnya Nha Chang,kamu wow banget untuk tetap mengikuti fic abal-abalku ini. Trims ya. Begitu juga yang lainnya,makasih. Maaf gak di tulis.

Oh iya untuk ch ini,aku menyarankan kalian dengerin lagu kara yang judulnya love is fire. Well soalnya selama nulis aku dengerin lagu itu,dan entah kenapa cocok aja buat dramione. Apalagi untuk scene dimana hermione dan draco di resto, trus waktu berantem dijalan,and ketika di aku tau itu lagu korea,tapi tetap aja kurasa ccocok. Maaf maksa hehehe…..(aku pecinta kpop juga soalnya)

Chapter 13

Meet your father & my father

Jumat pagi,bertepat di hogwart high school.

Anak-anak berdatangan. Ini adalah rutinitas yang sudah biasa di hogwart. Namun sepertinya,orang kelas biasa pasti akan mengatakan ini bagaikan pergelaran busana. Yap,memang benar para remaja kaya itu mengenakan seragam yang serupa satu sama lain. Hanya saja,entah bagaimana caranyaa,mereka memang terlihat bagaikan para model yang tengah memamerkan busana mereka. Belum lagi dengan tas,sepatu,gelang,anting,jacket,bahkan syal bermerek mereka.

Itu sungguh membuat iri. Siapapun akan iri,dan semakin iri setelah melihat yang dijuluki barbie itu memang baru tiba. Ia terlihat cantik,bahkan setelah dipikir-pikir,astoria selalu terlihat cantik. Rambut pirang keemasannya terurai begitu saja,dan ia tersenyum. Raut wajahnya ceria dan penuh keramahan. Orang-orang memang menyukai sikap astoria tersebut. Tapi orang-orang tetap saja tak menyukai harry,seberapapun ia kini terlihat berjalan berdampingan dengan astoria dan tampak begitu dekat,orang-orang tetap membencinya.

"trims,harry" ucap astoria,lagi-lagi tersenyum.

Mau tak mau harry tersenyum juga. "untuk menemanimu?"

"iya. Terutama untuk mau memaafkanku dan mau bicara lagi padaku"

"semua orang pasti selalu mau bicara denganmu,As. Termasuk aku. Jadi, kau tak perlu berterimakasih"

"well…mungkin itu benar. Tapi, kurasa itu lebih karena kepopuleranku dan nama keluargaku. Kau mengerti maksudkukan? Ucap astoria dengan nada suara yang berubah pelan. Tak ada lagi nada ceria.

Harry tiba-tiba berhenti berjalan. Ia menatap serius astoria yang juga ikut berhenti. "aku tak peduli dengan kepopuleran ataupun nama keluargamu. Aku..aku pasti akan senang kau mau bicara padaku"

Astoria kembali tersenyum. "itulah yang kusuka darimu,kau benar-benar baik. Dan aku menyesal pernah membentakmu"

"oh ayolah…berhenti untuk menyesal soal itu. Aku benar-benar tak masalah As"

Astoria tertawa pelan. Ia pun kembali melanjutkan jalannya. "kau kelewat baik harry" ucap astoria tampa menoleh kebelakang. Senyumnya masih terhias diwajahnya,namun, itu tak berlangsunng lama. Hermione yang tiba-tuba telah berdiri dihadapannya membuat astoria terdiam membeku.

"eu…hai hermione" sapa astoria dengan raut wajah yang jelas sekali kebingungan melihat raut serius hermione.

Tampa menyahuti,hermione segera ke intinya. "bisa kau jelaskan apa maksud london gossip,As?"

Kening astoria mengerut,tak mengerti. "jelaskan apa? Aku sama sekali tak paham apa maksudmu?"

"benarkah?"

"eu..granger…" harry segera berbicara. Ia sudah membaca london gossip,namun ia benar-benar lupa untuk memberitau astoria.

Hermione lantas menatap harry tajam. "aku tak punya urusan dengan mu"

Harry terdiam.

Hermione kembali kepada astoria. Lagi-lagi ia menatapnya dengan serius. "apa maksudmu dengan mematai-mataiku?"

Asttoria sekarang mengerti kemana arah pembicaraan ini. Ia pun menghela napasnya. "situs bodoh ittu semakin menyebalkan saja"

"kau benar! Tapi setelah dipikir-pikir ada saatnya situs bodoh itu bermanfaat,khususnya dikala seorang sahabat mulai saling tak percaya sepertimu"

"aku tak mau kita bertengkar,mione"

"tapi aku butuh penjelasan As!" suara hermione meninggi marah. Orang-orang tentu menatap kearahnya.

"aku jauh lebih butuh penjelasan darimu" astoria pun meninggikan nada suaranya.

Hermione menatap tak mengerti.

"tentang kau dan draco" jelas astoria.

Hermione menghela napasnya. Ini waktunya ia jujur denagn astoria."akan kujelaskan,tapi tidak disini" hermione pun melirik harry dengan kesal sekaligus jijik. Harry sendiri hanya diam saja. Ia sudah kelewat biasa ditatap seperti itu oleh hermione.

"maaf harry. Aku harus pergi. Sampai jumpa nanti" ucap astoria,lalu tersenyum.

Harry ikut tersenyum. Ia mengerti. Ini bukan urusannya dan ia cukup mengerti untuk membiarkan astoria pergi bersama hermione.

##

"maaf. Kau tak bisa menggunakan kamar mandi ini" ucap parvatil. Saat itu ia,padma dan lavender tepat berdiri di depan pintu kamar mandi wanita di lantai 3. Ketiganya benar-benar menghalangi siapapun yang hendak masuk.

"t..tt..tapi aku perlu buang air kecil" ucap seorang junior perempuan.

Lavender melangkah mendekat kearah junior itu. "harus berapa kali kubilang untuk sementara kamar mandi ini di tutup?"

"b..bbb..baiklah" junior itu segera berlari ketakutan. Harusnya sejak awal ia lakukan itu.

"dasar menyebalkan" guman lavender kesal.

"kau benar-benar hebat lav" ucap parvatil memuji.

Lavender menatapnya kesal."lain kali bersikaplah lebih tegas. Sikap lembutmu itu sama sekali tak berguna"

"lavender benar"padma menyetujui."aku tak bisa membayangkan betapa marahnya hermione maupun astoria bila pembicaraan mereka terganggu. Kau hampir membuat kita mendapat hukuman"

Parvatil menunduk. Ia tak berani menjawab dan hanya diam saja. Sementara di dalam kamar mandi,astoria dan hermione memang terlibat pembicaraan serius.

"aku sudah jelaskan As. Aku dan malfoy hanya sandiwara" jelas hermione,bersandar sepenuhnya pada westafel.

"aku mau mempercayaimu. Tapi hermione…."astoria terdiam untuk menghela napasnya. "ini sulit untuk dipercayai"

"kau no satu untukku"

"oleh sebab itu kau melakukan ini?"

"ya" nada suara hermione berubah ceria. Dia senang akhirnya astoria mau mengerti.

"termasuk dengan bercinta draco?"

"oh boy" keluh hermione,tak kuasa memutar bola matanya. Astoria sungguh menguji kesabarannya. "untuk yang satu itu aku tak bisa menjelaskannya"

"oh luar biasa hermione. Ini yang kau sebut sandiwara?"

"faktanya hubunganku dengan malfoy memang hanya sandiwara. Oh ayolah As,pake otakmu"

Astoria pun terkekeh tertawa denagn kesal. Tatapannya luar biasa marah."bagaimana bisa aku menggunakan otakku disaat ku tau bahwa sahabatku baru saja menyerahkan keperawanannya pada seorang draco malfoy! " astoria membentak

"eu…well…"hermione tampak terkejut akan respon astoria. "aku tak tau kalau kau segitu khawatirnya padaku"

Astoria menghela napasnya. Ia menyisir rambutnya dengan salah satu tangannya. Terlihat sekali ia nampak frustasi. Ia terdiam cukup lama. Jujur saja ia bingung apa yang sebenarnya ia rasakan. Rasa khawatir akan hermione atau rasa cemburu?

"kau menyukai draco?" tanya astoria akhirnya membuka suaranya.

"tentu saja tidak"

"kau mencintainya?"

Hermione tertawa kesal. "bagaimana bisa aku mencintainya sementara aku sendiri tak menyukainya? Kau tau aku membencinya"

"benci beda tipis dengan cinta"

"oh demi merlin As! Kau terlalu banyak membaca novel"

"dan kau perlu tau juga mione,siapapun wanita di dunia ini tak akan mudah menyerahkan keperawanannya tampa ada alasannya. So kutanya padamu,apa alasanmu?"

"entahlah" jawab hermione gusar. Ia merasa terpojok."aku sendiri tak tau alasannya. Semuanya terjadi begitu saja."

"hermione?" astoria tetap meminta penjelasan.

"serius As. Aku tak tau. Jujur saja kukatakan padamu si ferret sialan itu tiba-tiba berubah menjadi begitu berbeda dari biasanya. Aku pasti sudah kehilangan pikiranku"

"baiklah. Untuk saat ini kucoba untuk mengerti"

"oh god!" hermione merasa lega. "trims" lanjutnya pada astoria. Ia bahkan tersenyum. "kau tak perlu khawatir lagi padaku. Seorang hermione granger tak akan terjerat dengan playboy seperti malfoy"

Astoria tak tersenyum. "aku tak menhkhawatirkanmu. Dan hermione ku pegang ucapanmu kalau kau tak akan menyukai draco."

Lagi-lagi hermione tersenyum. "katanya tak mengkhawatirkanku?"

Astoria menghela napasnya. "nanti kau akan tau apa yang sebenarnya ku khawatirkan. Saat itu kau pasti akan mengatakanku gila."

Hermione hanya tersenyum. Ia sebenarnya tak mengerti apa maksud ucapan astoria barusan,namun hermione tak perlu repot-repot untuk mengerti. Inilah salah satu keburukan hermione. Ia benar-benar tak peka. Jika ia lebih peduli,mungkin sejak dulu ia sudah tau perasaan astoria pada draco. Tapi itulah hermione. Ia hanya mempedulikan dirinya.

##

Draco menghembuskan napasnya dengan kesal. Ia menoleh kearah hermione. "harus berapa lama lagi kita menunggu? Ini sudah lebih dari 15 menit granger"

Hermione ikut membalas dengan tatapan marah. "ini bahkan belum jam 7 oke? Jadi wajar saja kalau ayahku belum datang"

Draco mendengus. Ia segera mengalihkan tatapannya dari hermione. "sudah kuduga kita datang terlalu cepat"

"ayolah berhenti mengeluh! Kita benar-benar harus terlihat bagaikan pasangan. Kalau tidak,sandiwara kita akan berakhir"

"aku tak peduli" sahut draco singkat. Ia bahkan tetap tak menoleh kearah hermione yang duduk disampingnya.

"tak peduli katamu?" suara hermione mengeras 2 kali lipat. Orang-orang sontak menatapnya. Yeah itu gak heran,karena sungguh sangat tak pantas berteriak di dalam restoran. Apalagi restoran mahal seperti ini.

"draco menoleh. "iya aku tak peduli,kenapa heh?"

"kau ini!" hermione dengan kesal mencubit pipi draco. Ia semakin tak peduli dengan orang-orang yang menatap kearah mereka." Kau kira siapa yang menyarankan ide gila ini heh? Dan siapa pula yang bilang akan membantuku?apa perlu ku ingatkan?"

"iya…ya…yaaa" draco melepaskan cubitan hermione. "aku akan bersabar dan menjaga sikapku. Puas granger?"

Hermione mendengus. Ia bahkan memutar bola matanya. "lebih dari itu yang harus kau lakukan"

"baiklah. Aku akan bersikap manis. Apa perlu kulakukan ini?" saat itu juga draco mengedipkan kedua matanya,bergaya seolah-olah ia wanita yang menggemaskan."bagaimana?apa aku manis?"

"tingkahmu membuatku jijik" cibir hermione segera menjauhi tubuhnya dari draco yang terus mendekat. "hentikan malfoy"

"oh saja aku manis. Aku akan memberikan kecupan untukmu" kali ini draco mencondongkan tubuhnya lebih dekat kearah hermione dengan bibir yang sengaja ia majukan secara berlebihan.

"demi merlin malfoy! Orang-orang memerhatikan kita" ucap hermione terlihat malu sekali.

"katakan dulu aku manis"

"kau benar-benat menye….."

"katakan"

Hermione menghela napasnya. "kau manis" ucapnya dengan nada yang benar-benar datar.

Dan draco berhenti,namun sialnya posisi mereka bisa dibilang terlalu dekat. Mendekati memalukan,apalagi ditempat umum seperti ini.

"bi…bisa kau merubah posisimu" suara hermione bergetar. Ia terlalu merasa aneh bila berada sedekat ini dengan draco.

Draco tak bergerak. Ia malah tiba-tiba mengecup bibir hermione. Singkat memang. Namun itu sudah cukup membuat orang-orang melototi mereka. Belum lagi dengan suara berdeham yang tiba-tiba muncul.

"mione sayang"

Hermione menoleh. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Tubuhnya pun berubah kaku. "dad"

tersenyum. Sayangnya tidak untuk hermione. Wanita itu segera mendorong draco,dan bangkit berdiri. Draco pun ikut berdiri.

"hai dad" sapa hermione dengan pipi yang merona. Ini sungguh memalukan.

semakin mempelebar senyumnya dan tampa terduga ia memeluk hermione. Wow ini sungguh di luar dugaan. "oh ya ampun aku begitu senang dapat melihatmu"

"eu.. …aku juga" hermione lanyas membalas pelukan ayahnya. Ia merasa kedua matanya dipenuhi dengan tumpukan air mata. "oh dad aku merindukanmu"

"dan aku jauh lebih merindukanmu" melepaskan pelukannya. Dengan tetap tersenyum senang ia menatap putrinya itu. "sepertinya sudah lama sekali,aku dapat melihatmu secara langsung seperti ini,dan lihatlah kau tumbuh menjadi wanita yang cantik."

"jangan memujiku dad! Aku benar-benar masih putri kecilmu"

"benarkah?kau yakin? Lalu bagaimana dengan pria yang kau bawa ini" menoleh ke draco,tentu draco balas dengan anggukan sopan. Sebuah senyum lagi-lagi muncul di wajah mr granger,ia lalu menatap kembali hermione. "bisa-bisa ia cemburu padaku jika kau berkata begitu"

"ayahmu benar" sahut draco,sontak membuat hermione menoleh dan melototinya. "kenapa kau menatapku begitu? Aku memang akan cemburu love"

Tawa pun terdengar,mr granger tertawa. "oh ya ampun! Kau sepertinya memiliki sikap yang menyenangkan mr malfoy"

Draco tersenyum. "aku jauhlebih menyenangkan dari yang kau duga mr granger. Sungguh suatu kehormatan dapat bertemu denganmu"

"begitu pula aku"

Dan semuanya pun berlanjut begitu saja. Draco sangat baik menjalankan aktingnya. Ia berkali-kali membuat mr granger tertawa. Sedangkan hermione sendiri hanya bisa dibuat menahan kekesalannya. Ini semua memang karena malfoy. Berulang kali juga hermione harus meluruskan ucapan draco. Kalu tidak, sandiwara mereka pasti akan segera terbongkar.

"sungguh aku baru tau kalau ternyata putriku begitu"

"itu sayang sekali mr granger! Karena faktanya hermione jauh berbeda dari kesan lembut. Ia bisa sangat galak sekali,belum lagi ia…"

"honey" lekas-lekas hermione menyela. Malfoy sudah terlalu banyak menjelek-jelekannya. Draco menoleh padanya. Sungguh ingin rasanya hermione mencabik-cabik wajah draco. "kurasa kau terlalu banyak bercerita. Aku yakin ayahku sudah lelah mendengar ceritamu. Iyakan dad?" hermione menatap ayahnya.

"tentu saja tidak" jawab mr granger. "aku sangat antusias mendengarnya. Jadi kau bisa melanjutkannya draco"

Draco tersenyum penuh kesenangan terhadap hermione. Ini moment yang jarang sekali. Hermione benar-benar menatapnya marah.

"awas saja kau malfoy" bisik hermione pelas sekali.

Tak peduli,draco menatap mr granger. "ia sangat pecemburu. Itulah yang mau kukatakan"

Tawa keras langsung terdengar drai mr granger, ia bahkan tak peduli dengan orang-orang yang menatapnya. "kalau yang itu aku sudah tau betul. Hermione benar-benar pecemburu. Ia bahkan sangat tak suka untuk berbagi."

"oh god" geram hermione frustasi. Dengan memutar bangkit berdiri. Jelas sekali ia marah. "aku perlu kekamar mandi. Jadi silahkan nikmati waktu kalian tuan-tuan" ucapnya,lalu melangkah pergi dengan hentakan kaki berlebihan dari biasanya.

Mr granger terkekeh,begitu pula dengan draco. Rasanya memang menyenangkan sekali dapat membuat hermione diluar kendali seperti itu.

"dan kurasa ia juga pemarah" ucap draco di sela tawanya.

Mr granger menganggukmenyetujui. Tampa tertawa lagi,ia punberbicara. Tatapan matanya begitu serius. "kuharap kau mau bersabar menghadapinya. Ia memang kekanak-kanakan,tapi aku yakin ia dapat menjadi istri yang baik untukmu"

Mendadak tawa draco berhenti. Secara keseluruhan raut wajahnya berubah total. Ia nampak seperti membeku.

"kenapa kau terlihat terkejut begitu" mr granger tersenyum geli akan raut wajah draco.

"aku..er..aku hanya terkejut."sahut draco pelan. "well…hubunganku dengan hermione belum sampai tahap serius seperti yang kau pikirkan"

"aku tau" sahut mr granger singkat."tapi entah kenapa aku mempunyai firasat yang baik tentang hubungan kalian"

Kening draco mengerut. "jujur ini mengejutkan mr granger. Kukira kau akan menentang hubungan ini"

"itu bukan kemauanku"sahutnya. "mantan istriku lah yang menentangnya. Ia benar-benar terlihat tak menyukaimu"

"aku sama sekali tak heran ia tak menyukaiku. Mantan istri anda pasti sudah tau segala hal buruk tentangku"

Mr granger tersenyum. Ia pun menyesap sampanye nya sebelum berbicara. "aku juga tau segala keburukan yang kau miliki draco"

"dan kau malah mengijinkan ku berkencan dengan putrimu?" jelas sekali draco terkejut.

"aku bahkan lebih setuju kaulah yang berkencan dengan hermione. Terus terang aku selalu merasa khawatir dengan cedric. Kau tau cedruc bukan?"

Draco hanya mengangguk.

Mr granger menghela napasnya. "diggory benar-benar tak cocok untuk hermione. Aku tak dapat membayangkan jika hermione menikah dengannya. Bisa-bisa ia akan membuat hermioneku menjadi mayat hidup yang membosankan tamapa ekspresi"

Draco sontak terbatuk-batuk. "demi merlin mr granger! Aku sama sekali tak mengerti jalan pikiranmu. Kau lebih memilih putrimu berkencan dengan pria playboy sepertiku dibanding pria baik-baik seperti diggory?"

Lagi-lagi mr granger tertawa. "aku pernah baca bahwa pria playboy akan menjadi pria paling setia untuk wanita yang memang ia cintai,dan aku percaya kau mencintai putriku"

Draco tak menyahuti. Ia merasa terkena serangan jantung. Wajahnya yang sudah pucat semakin pucat saja. Mata draco pun mengikuti hermione,saat hermione berjalankembali ke meja dengan kepala diangkat tinggi-tinggi. Semua pelanggan lain di restoran itu juga mengamatinya. Ia bukan cewek berbusana terbaik atau terceking ataupun tertinggi di ruangan itu,tetapi sepertinya ia sedikit lebih berkilau daripada mereka dan hermione tau itu.

"kau kenapa?" tanya hermione ketika telah duduk disamping draco. "kau terlihat pucat"

Draco mengelengkan cepat ia menyesap sampanye. Hermione tentu merasa curiga,ia menoleh ke ayahnya yang tersenyum. "apa yang dad lakukan padanya?"

"tenanglah. Aku tak melakukan apa-apa. Mungkin ia hanya terkejut karena aku mengijinkan kalian berkencan"

Kedua mta hermione terbuka lebar. "benarkah?"

semakin tersenyum. "jangan senang dulu. Kau masih harus menyakinkan ibumu agar ia merestui hubungan kalian"

Ini diluar dugaan hermione.

"dan my little princes aku punya kejutan untukmu" menepuk tangannya,dan seluruh pelayan tiba-tiba berbaris keluar dari dapur dengan membawa kue tar super besar bewarna soft pink. Para pelayan dan koki mengelilingi meja itu,kemudian mereka mulai menyanyi.

"happy birthday to you…."

Oh god ini memalukan.

"well sayang,aku tau ini sudah sangat telat,tapi aku tetap ingin mengucapkan selamat ulang tahun untukmu" kemudian bangkit berdiri. Ia melebarkan tangannya. "kemarilah"

Hermione banhkit berdiri. Ini memang memalukan tapi faktanya kini hermione menangis dan segera memeluk ayahnya. Draco yang melihatnya ikut bangkit berdiri dan ikut pula menyanyikan lagu ulang tahun itu. Sungguh makan malam yang menyenangkan.

##

Senyum mengembang sangat terlihat diwajah hermione. Siapapun yang melihatnya,dapat mengetahui bahwa ia begitu terlihat gembira. Sepertinya sangat tepat memilihkan sepasang sepatu manolo blahnik sebagai hadiah. Sepatu itu benar-benar edisi terbatas,dan hermione sudah pasti sangat bangga untuk hal tersebut.

Ia bahkantak henti-hentinya menatap sepatu yang kini tengah ia kenakan. "sepatu ini benar-benar indah"

Draco mendegus mendengarnya. Dengan kedua tangan dimasukan ke saku celanannya,ia berjalan ogah-ogahan. Ini sudah pukul 10 malam dan Ia sudah terlalu lelah untuk menghabiskan waktu dengan berjalan kaki seperti ini. "mau sampai kapan kita berjalan seperti ini granger?"

Hermione berhenti melangkah dan menoleh ke belakang. Draco benar-benar tertinggal beberapa langkah darinya.

"memang kenapa?"

"kenapa katamu?" suara draco meninggi."aku lelah granger" terang draco sambil berjalan dengan hentakan kaki yang kesal kearah hermione.

Hermione tertawa. Jelas tawa yang mengejek. "aku baru tau kalau ternyata kau begitu lemah"

Draco ikut tertawa,tapi tertawa kesal. "kau bisa berkata begitu,karena kau tak menyadari betapa jauh kita berjalan. Cobalah lihat kesebrang"

Hermione mengerutkan keningnya. Ia tak mengerti maksud draco,namun ia menoleh kesebrang. Matanya melebar melihat sebuah gedung tinggi mewah dangan simbol M besar di puncaknya.

"bu.. itu hotel milikmu?" hermione kembali menatap draco.

"apa sekarang kau sudah tau berapa jauhnya kita berjalan?"

Hermione terdiam. Ia sadar ia salah. Tapi mau bagaimana lagi? Ia begitu menyukai sepatunya.

Draco menghembuskan napasnya. "ia segera merogoh salah satu saku celananya,dan segera mengambil handphonenya. Draco menelepon seseorang. "aku ada di depan hotek,kau bisa kesini"

"siapa yang kau telepon?" tanya hermione ketika draco telah mematikan handphonenya.

"aku menelepon supirku. Mau tak mau aku harus mengantarmu pulangkan?"

"apa?mau tak mau katamu?" oh ini gawat. Hermione terdengar marah. "jika kau tak mau mengantarku,maka kau tak harus. Kau kira aku tak bisa pulang sendiri heh? Apa karena kau malfoy,kau merasa hebat?"

"oh shit" geram draco sambil membelai rambutnya frustasi. Dengan kedua tangan di pinggang draco kembali berbicara. "hari ini aku berusaha bersikap baik dan sekarang yang kudapatkan kau marah padaku. Sungguh luar biasa granger"

Tatapan hermione menajam. "Kau sungguh 180 derajat berbeda dari cedric"

Tangan draco mengepal mendengar ucapan hermione tersebut. Rahangnya juga mengeras,dan draco sama sekali tak mau menyahuti ucapan hernione. Mereka berdua saling terdiam dengan cukup lama. Andai mereka berdua memiliki kekuatan super ,sepertinya mereka telah melukai diri masing-masing dengan tatapan mereka itu.

"son"

Suara itu membuat draco dan hermione menoleh. Pria yang sama percis dengan draco,keluar dari sebuah limonsin bewarna silver. Pakaiannya serba hitam dilengkapi dengan mantel senada. "sudah lama aku tak bertemu denganmu son"

Draco kembali menghembuskan napasnya dengan kesal. Sebisa mungkin ia bersikap menyebalkan,dan tak sopan didepan ayahnya. "begitu pula aku"

Rahang mengeras. Ia terlihat marah. "kau bukan anak kecil lagi draco. Jadi bersikaplah lebih dewasa."

Draco mendengus. Ia melangkah mendekat. Berdiri tepat didepan ayahnya. "jika menjadi dewasa,aku harus bersikap sepertimu,maka aku tak mau"

"kau bisa berkata seperti itu,tapi tampa kau sadari kau akan menjadi sepertiku" sahut ,kemudian menoleh menatap hermione. "well…siapa ini?" terdengar tertarik mendapati hermione. "miss granger,benar?"

Tubuh hermione berubah kaku. Ia tak tau harus merenspon apa. Ia terlalu terkejut untuk pertemuan mendadak seperti ini.

"jangan ganggu dia" ucap ayahnya menoleh kembali .

"aku tak berbicara padamu"hardik lalu kembali menatap hermione. Ia tersenyum sopan. "senang bertemu denganmu miss granger. Aku tak menyangka kau sudah besar dan tumbuh menjadi wanita yang cantik"

Hermione mengangguk canggung. "suatu kehormatan dapat bertemu denganmu "

tertawa. "rupanya ibumu mendidikmu dengan baik miss granger. Sungguh sayang sekali bila kau berkencan dengan putraku ini. Jika ibumu tau,ia pasti sangat melarangnya"

"a..a..aaa..apa maksud anda dengan berkata begitu" hermione tergagap.

terkekeh tertawa. "maksudku… putraku ini benar-benar pria brengsek. Seperti yang kau tau, like a son like father. Jadi miss granger ada baiknya kau mencari saja pria lain yang….."

"hentikan!" draco menyela. Ia terdengar seperti yang berteriak. Ia melangkah lebih dekat kearah hermione. Tatapan mereka bertemu. "kurasa aku tak bisa mengantarmu,jadi pulanglah"

Lagi-lagi tertawa. "lihat sendirikan? Ia benar-benar brengsek" ucapnya ke hermione." Jangan banyak berharap padanya miss granger. Draco tak cocok untukmu"

Draco tak mempedulikan ayahnya. Ia menatap hermione. Suaranya luar biasa lembut."pulanglah! aku akan meneleponmu"

"apa kau percaya itu?" hardik mr malfoy benar-benar menyebalkan.

Hermione menghembuskan napasnya. Tatapan matanya menajam saat menatap ayah draco tersebut. Sambil menggenggam salah satu tangan draco,ia berbicara.

"iya aku percaya. Draco yang kutau pasti akan meneleponku. Ia memang brengsek seperti yang kau bilang. Namun aku percaya ia jauh lebih baik darimu. Aku yakin itu."

mendengus tak percaya. "kau akan menyesal dengan berkata begitu"

"itu resiko ku. Kau tak perlu mengkhawatirkanku ." hermione mempererat genggamannya pada draco. Dan ….

Pergi begitu saja. Ia segera membawa draco jauh-jauh dari ayahnya. Draco sendiri tak berkata apa-apa. Entahlah ia masih belum dapat berpikir dengan apa yang baru dilihatnya. Hermione baru saja membelanya,tapi bukan senang yang ia rasakan. Ia sungguh merasa marah.

Tiba-tiba ia menarik tangannya dengan kasar. Langkah mereka berdua berhenti. Hermione menatapnya denagn penuh tanya.

"apa yang kau lakukan heh?" draco membentak hermione penuh marah.

"memang apa yang kau kira kulakukan? Aku baru saja membelamu" hermione balas membentak. Ia sungguh terluka draco melakukan ini padanya.

"kau kira kau siapa membelaku heh? Lagipula apa aku memintamu untuk membelaku? Tidak kan?"

"kau benar." Suara hermione sontak memelan. "kita tak benar-benar berpacaran. Tak seharusnya aku membelamu. Aku minta maaf untuk itu" hermione lantas berbalik pergi. Ia berjalan menjauh dari draco dan segera menghentikan taksi.

"yeah kita hanya bersandiwara,jadi jangan pernah sok peduli padaju granger" draco berteriak luar biasa keras. Ia tak peduli dengan orang-orang yang menatapnya. Ini aneh. Ia memang marah karena hermione membelanya. Tapi sekarang ia jauh lebih merasa marah mendengar ucapan hermione barusan.

Hermione sama tak pedulinya. Ia mendengar teriakan draco,namun ia tak peduli. Perasaanya benar-benar canpur aduk untu saat ini. Tampa menoleh,hermione memasuki taksinya dan segera pergi.

"granger!" draco berteriak.

##

Rupanya seperti ini rasanya air susu dibalas dengan air tuba. Aku benar-benar menyesal telah membelannya. Andai aku bisa menarik semua kata-kataku,hermione mendengus. Kedua tangannya terlipat didadanya. Ia merasa lelah dan terlalu sakit untuk memikirkan draco.

"nona,sepertinya seseorang mengejarmu" ucap supir taksi dengan menatap hermione melalui kaca spionnya. "kau mau kita berhenti dulu?"

Hermione mendengus sebagai responnya. Ia tau itu draco. "tak perlu"

"tapi ia tetap berlari dan….."

"kubilang tak perlu! Apa aku harus mengulang perkataanku lagi?"

Sungguh aku tak mengerti apa yang dipikirkan malfoy? Apa ia belum puas membentakku sampai harus berlari mengejarku heh? Gia kira dia itu siapa? Pokoknya aku benci padanya.

Saking bencinya,hermione bahkan tak mau melihat draco yang berlari mengejarnya. Untunglah, supir taksi itu cukup kasihan terhadap draco,sehingga ia memberhentikan mobilnya.

Hermione tentu protes. "kenapa kau berhenti? Apa aku memerintahmu untuk berhenti?"

"jika kau bertengkar dengan pacarmu,bukan seperti ini caranya! Bagaimanapun kau harus mendengarkanpenjelasannya dulu"

Kedua mata hermione menatap marah. "dia bukan pacarku dan kau tak berhak ikut campur karena ini sam sekali…"

"granger" pintu tiba-tiba terbuka. Draco segera masuk dan duduk di samping hermione. Napasnya benar-benar berubah berat tak teratur. Wajahnya memerah. Ia kelihatan lelah. "apa kau tak mendengarku memanggilmu?"

Dengan malas hermione menatap draco. "keluar dari taksiku"

Draco menghela napasnya . ia harus sabar. "aku baru mengejarmu granger,apa kau harus mengusirku?"

Hermione membuang mukanya. Ia fokus menatap kedepan. Benar- benar tak mau menatap draco. "aku tak menyuruhmu mengejarku,dan asal kau tau juga malfoy, aku pun baru membelamu. Tapi kau malah membentakku. Bagaimana menurutmu malfoy?"

"kuakui aku salah"

Hermione lantas menatap draco. Ia tetap kelihatan marah. "apa dengan berkata begitu semuanya akan selesai?"

"tidak" draco malah menyeringai. Secara tiba-tiba ia merengkuh wajah hermione,mendekatkan bibirnya,kemudian melumatnya. Hermione tentu terkejut. Ia mendorong draco,namun pria itu malah seenaknya dengan mudah memperdalam ciuman diantara mereka. Draco memasukan lidahnya, membelai lembut lekukan bibir dan lidah hermione.

Salah satu tangan draco,beranjak naik membelai tengkuk hermione. Ia melumatnya pelan dan mulai memiringkan kepalanya demi dapat dengan mudah menjelajahi mulut hermione. Draco benar-benar merasa haus akan hermione. Ia baru saja marah terhadap hermione,namun yang sekarang terjadi wanita ini telah berhasil mengubah amarahnya menjadi sebuah gairah.

Hal itu tak dirasakan draco saja. Ciuman tiba-tiba ini akhirnya meluluhkan hermione. Terbukti dengan hermione yang mulai merengkuh bahu draco dan membalas lumatannya.

Draco tersenyum. Ia melepaskan ciumannya. Semua kekesalannya sirna. Ia merasa begitu senang saat ini.

"apa itu cukup?"

Wajah hermione memerah,bibirnya pun terasa membengkak. Dengan malu ia mengalihkan tatapannya. Ia sama sekali tak melihat kearah draco.

"granger?" panggil draco lembut.

"aku tetap tak terima kau membentakku" hermione akhirnya berani menoleh ke draco yang berada di sampingnya.

"maaf aku tak bermaksud membentakmu,hanya saja tadi aku sungguh….oh sudahlah. Aku tak mau membicarakannya"

Tatapan hermione melembut. "aku juga gak mau membicarakannya. Ayahmu benar-benar menyebalkan. "

Draco tersenyum. "aku senang mendengarnya. Ayahku memang menyebalkan. Aku bahkan membencinya"

Kening hermione mengerut. "kau tak boleh membencinya. Bagaimanapun ia ayahmu"

"karena ia ayahku,makanya aku tak membunuhnya"

"kau inio" tiba-tiba hermione mencibit pelan perut draco. "jangan berani lakukan itu! Bagaimanapun aku tak mau memiliki pacar seorang pembunuh"

Senyum jahil yang menyebalkan muncul di wajah draco. "oh jadi sekarang kau menganggabku pacarmu?"

"kita hanya sandiwara ingat? Jadi jangan terlalu percaya diri"

Draco mendengus. "kau ini benar-benar perusak moodku"

"jika kau tak suka,kau bisa keluar. Aku tak melarangmu"

"mana bisa aku pulang,granger?aku harus mengantar pacarku dulu pulang"

"aku tak mau kau mengantarku pulang" sahut hermione ketus. Ia sama sekali tak tersenyum.

"kalau gitu baiklah" draco lantas menoleh kedepan,tepat ke supir taksi. Ia pun berbicara. "kami turun disini saja"

Supit itu tersenyum sekaligus mengangguk.

"apa maksudmu itu malfoy?" hermione terdengar terkejut.

"kau sendiri yang katakan tak ingin pulang, jadi aku akan mengajakmu menginap di tempatku. Bagaimana?"

"kau gila"

"aku tak gila,granger. Aku hanya ingin mengajak pacarku menginap di tempatku."

"kau semakin gila"

Draco tersenyum. "tergila-gila padamu kurasa"

Tampa banyak bicara ia pun menarik hermione keluar dan segera membayar taksi dengan bayaran yang extra.

Beruntungnya taksi itu.

##

Nah itu dia chapter 13. Bagaimana? Sukakah? Atau tidak?

So please review ya. Tapi jangan komen cara penulisanku. Aku tau pasti banyak sekali typo. Maklumi saja oke? Oh iya tolong beri aku ide-ide untuk alur fanfic ini selanjutnya ya. Btw aku mau nanya dong,untuk ch ini scene apa yang paling kamu suka? Beri alasannya ya.

Dan maaf banget untuk ch ini gak ada komen-komen LG.

and terakhir,aku cuman mau minta doanya kalau minggu ini aku akan menghadapi ujian praktik berharap banget,kalau aku bisa dan lulus dengan hasil terbaik. AMIN.

Trims….ketemu chapter 14. XOXO. You know you love me,london gossip