.
.
.
- amexki chan PRESENT-
.
.
.
TODAY
If I lose myself
.
.
.
Disclaimer: INGAT NARUTO BUKAN MILIK saya tapi PUNYA KISHI-SENSEI
Warning : OOC,dan masih ada TYPO(s) berhamburan, de el el lainnya.
Genre : Romance and drama
Pairing: Naruto X Hinata
Rated : T
Special Thanks:
hqhqhq: wah wah amex juga pengen buatnya, arigatou udah review ^^, Guest (1): Arigatou, ungu kuning: arigatou untuk get to normal ditunggu aja ya? ^^, bala-san desa hikikomori: yup tepat banget tuh bala-san arigatou udah review, riview lagi? w, Guest (2): sip udah lanjut~, Bushin Anugrah ET: Ehe iya dong, arigatou pujian dan reviewnya.
.
.
.
Jika aku kalah dengan diriku sendiri maka aku tak kan bisa menggapainya
Suara riuh tepuk tangan menggema di seisi kedai ramen milik paman teuchi, Pemuda yang biasa selalu tak bisa tenang karena tingkahnya yang kelewat hiperaktif. Tapi, kali ini berbeda. Sama sekali berbeda. Ia kini terdiam sembari membawa sebuket bunga lavender yang diberikan Cuma-Cuma dengan Ino.
"Na-naruto-kun?" gadis yang berada di kursi yang mulanya ingin menyantap ramen yang beberapa saat lalu ia pesan kini terabaikan seketika. Pemuda itu telah sukses membuat dirinya jantungan karna ulahnya.
"Maaf Hinata, aku tahu aku sangat terlambat mengucapkannya ah maksudku memberikan jawaban untukmu saat itu." Ujar si pemuda bersurai blonde. Dan takut-takut memandang Hinata yang menutup mulutnya terkejut.
Jika aku kalah saat ini berarti aku adalah seorang pecundang
"Huft..." si iris safir itu menghembuskan nafasnya berharap jika melakukan hal itu maka rasa nervous yang melandanya berkurang. Tapi rasanya tindakan itu sia-sia karna banyak pasang mata yang kini menatap mereka berdua. Apa ia salah memilih lokasi ini sebagai rencananya untuk menembak sekaligus memberikan jawaban untuk Hinata-channya. Ia melihat jika Kiba dan Chouji terlihat paling gusar. Mereka jugalah yang berteriak kencang seperti ini. Dan kini Sasuke juga Shikamaru ikut-ikutan.
"Hoi bodoh! Cepat kau nyatakan, brengsek!" atau "Kau mau membuat kami menunggu sampai kapan, Dobe!" atau seperti ini "Naruto bilang saja aku mencintaimu (sambil memakan kriik kentang)" dan "Mendokusei, Baka Naruto". Cukup mendengar segala ocehan mereka yang membuat dirinya tak fokus.
Jika aku kalah dari diriku sendiri maka aku tak pantas mencintainya
"Ka-kau baik-baik sa-saja Naruto-kun?" gadis itu menyentuh puncak kepala Naruto dengan raut keibuannya. Dan hal itu sukses membuat pemuda yang ada dihadapannya merasa seperti patung lilin yang dapat meleleh karena aura panas yang menjalar dari sentuhan lembut milik Hinata.
"Hi-hinata-chan," ucapnya terbata-bata sedangkan suasana di kedai ramen itu semakin berisik saja.
Ya, aku jika aku kalah maka aku akan kehilangannya
Naruto menutup matanya berusaha tetap fokus dan melepas tangan Hinata kemudian menyodorkan buket bunganya kearah Hinata.
"Ini... untukmu." Ucapnya sambil bergetar. Hinata tersenyum manis dan mengambil buket bunga itu senang. Ia mengindahkan suara berisik yang berada disekitarnya ia tak peduli. Adakah yang lebih indah dari pada ini? Hei! Tak ada yang lebih indah jika seseorang yang kau cintai dan pernah menggenggam tanganmu kala kau menyatakan perasaan suka mun ditengah medan peperangan memberimu bunga yang kau sukai. Wow sederhana namun sangat indah.
"Terimakasih bunganya Naruto-kun. Ayo kita makan lagi ramennya untung masih panas." Si indigo itu menarik tangan Naruto untuk kembali duduk di sampingnya. Dan tak sadar suara berisik itu semakin menjadi dan membuat Naruto harus menahan emosinya.
"Tunjukan keberanianmu, Dobe!" Sasuke membuka suara. Dan menyadarkan Naruto yang masih linglung karena berhadapan dengan sang Hyuuga.
Karna itu aku harus bertarung
Bertarung dengan diriku sendiri, lepas dari kekangan pikiran
Ia menggeleng kata-kata Sasuke memang benar ia harus berani. Ia harus bertarung dengan hati dan pikirannay akar menjadi singkron kembali. Seperti saat Hinata menyelamatkannya dulu yang selalu melindunginya kala ia hampir sekarat dan putus asa.
Ia menggenggam balik tangan putih itu. Membawa gadis itu berdiri bersamanya disampingnya untuk lebih dekat lagi.
Untuk dapat terus bersamanya
"Hinata maafkan aku." Ia menahan nafasnya kala Hinata menatapnya polos dan tangannya terangkan membelai wajahnya dan ia melihat gadis itu tersenyum simpul dengan rona merah. Matanya berwarna ungu pudar memancarkan kebahagian sembari menatapnya.
Naruto merasakan Dejavu kembali. Hal inii sama seperti setahun yang lalu saat perang berkecamuk saat Invasi pein yang berubah menjadi aksi balas dendam Obito dan Madara Uchiha. Gads itu menyentuhkan tangannya ke pipi dirinya. Naruto tersenyum dan menggenggam tangan Hinata yang entah sejak kapan menjadi dingin dan berkeringat.
Orang tercinta yang kucinta
"Aku tahu kau menunggunya, apa mungkin kau merasa bosan jika aku baru mengatakannya sekarang Hinata-chan?" Naruto menatap lekat iris Hinata lembut dan serius. Hinata salah tingkah dan tangan kirinya mencengkram erat ujung jaketnya yang senada dengan mata Hinata.
"Apa –" Dengan gerakan cepat dan tiba-tiba Naruto mencium bibir kecil Hinata yang ranum dan menggoda. Di resapi bibir itu dengan pelan namun menuntut. Ia melepaskannya dan menatap semua orang yang entah sejak kapan menjadi ramai namun sunyi lebih tepatnya semua terdiam cengo, termasuk teman-temannya yang dari tadi sibuk berteriak dan mencelanya. Naruto memasang cengiran khasnya dan merangkul Hinata.
"Aku mencintai Hyuuga Hinata, dan kupastikan dalam waktu dekat ini kami akan menikah." Tungkasnya enteng dan merangkul Hinata yang wajahnya memerah dan menutup seluruh wajahnya dengan tangannya menahan malu yang amat sangat.
Hyuuga Hinata.
FIN
Terima kasih yang telah membaca fic ini sampai habis dan juga menyempatkan sampai ke author note ini, er... entahlah beberapa waktu ini amex lagi gak mood nulis banyak yang terjadi di real world. Apa lagi amex ada masalah sama dosen statistika belum lagi ada pemenerimaan mahasiswa baru yang membuat amex makin sibuk jadi gomen lama gak update apalagi banyak fic amex yang telah membusuk di archive *pundung+ngeri* tapi karena udah gak bad mood lagi amex pasti nge-lanjutinnya, hadiah bagi yang log in silahkan kasih request cerita kalian untuk amex buatin di drabble today ini w hehehe *emanglusempetbuatnya? #PLAK
Silahkan memberikan review, masukan, uneg-uneg di kotak review karena bagaimanapun review adalah semangat dan berarti bagi semua author...
R
I
V
I
E
W
PLEASE
.
.
.
Amexki chan
