Kamen Rider by Shotaro Ishinomori

Gundam series by Yoshiyuki Tomino and Hajime Yatake

Bootfighter Windom XP SP-2 by Y. Kamada (YSK)

Desperado OST (Cancion del Mariachi) by Antonio Banderas

Kamen Rider: Whistler by Agore

Rate: T

Genre: Action, Mecha, Sci-Fi, Romance

Warning: Typo, Break the Rules

Chapter 8: Partners and Civil War Developers-part 2 END

Happy Reading :)


March, 24th 2014

05:00 pm

Battle Dome, SD Academy

HENSHIN!

Ryuu menyilangkan kedua tangannya ke depan, ia memliki sepasang brace untuk henshin. Tubuh Ryuu mulai diselimuti armor bewarna hitam dengan sedikit sentuhan warna emas. Tak salah kalau dia merupakan royal knight, armornya mirip-mirip dengan knight, dengan perisainya juga. Meski begitu, standar bagi SDDriver untuk equip dengan senapan beam, meski itu tipe pengguna meele atau gun.

Aku mengamati pertarungan antara Ryuu dengan Ketsner di sisi stadion yang sedikit tersembunyi, namun tetap dapat melihat pertarungan di antara mereka dengan jelas. Dan juga, aku dapat melihat Trio Duchess of Capitol dari sini.

Aku memperhatikan dengan seksama pertarungan di antara mereka, dan aku menemukan ketidakbiasaan di dalam Ketsner. Ia menggunakan equip Shield. Saat aku bertarung dengannya, ia hanya menggunakan dual beam saber. Bahkan, Asteroid seharusnya tidak dilengkapi Shield. Tapi mengapa sekarang ia menggunakannya?

Aku terus memperhatikan gaya bertarung Ketsner. Ia sangat bertindak pasif hari ini, ia seakan membiarkan Ryuu menembakinya dengan beam rifle. Ini aneh, biasanya ia tipe agresif dengan menyerang lawannya duluan, baik menggunakan dual beam saber-nya atau menggunakan beam rifle. Dan ia menggunakan perisainya untuk menangkis tembakan dari Ryuu

Meski begitu, Ryuu juga memiliki keanehan. Ia tidak menyerang dengan pedang layaknya seorang knight swordsmen. Biodata Ryuu memperlihatkan bahwa dia class Knight Swordsmen. Atau mungkin ia ingin mendapatkan gunslinger class?

Aku juga menangkap seseorang yang juga mengamati pertarungan ini. Seharusnya ini pertarungan resmi tertutup. Resmi? Karena mereka berdua (Ryuu dan Ketsner) sudah minta izin pada pihak akademi untuk melaksanakan duel. Tertutup? Yah mereka meminta semua murid SDAcademy tidak boleh menyaksikan pertarungan di antara mereka. Kecuali Trio Duchess of Capitol dan juga aku.

Sesorang yang seharusnya tidak ada disini, dan tertangkap oleh pandanganku, juga memilih tempat yang tersembunyi, namun tetap dapat melihat pertarungan dengan jelas. Ia mengenakan seragam SDAcademy, menandakan bahwa ia juga murid disini. Namun, ia mengenakan pin SDWingdom. Setahuku, yang mengenakan pin tersebut merupakan pengembang atau tester di SDWingdom.

Aku memutuskan untuk mendekatinya, jika ada tester atau pengembang SDWingdom disini, selain Irish, Erika, dan Sofya, yang merupakan pihak vital Linux.

"Pertarungan yang menarik ya….. tetapi seharusnya tidak boleh murid SDA disini selain yang telah diumumkan pihak akademi tadi."

Aku mencoba untuk mencaritahu alasannya datang ke tempat ini.

"Ohh, yah sepertinya diriku kelihatanya seperti apa yang kau ucapkan. Namun, bukannya dirimu, Alexandr Yablonsetv Shimizu, sebenarnya dipertanyakan mengapa diperbolehkan datang kesini?"

Sepertinya ia orang yang susah untuk dibuka mulutnya. Meski begitu, itu membuat dirinya sedikit membuka alasannya untuk datang kesini, yaitu alasan 'spying' dari pihak SDWingdom.

"Alasannya mudah, aku diundang oleh Irish Linuxia. Dan sepertinya, kau memang ingin berbuat macam-macam disini!"

Aku menghunuskan ninjato tepat di lehernya.

"Heh…." Ia menatapku seolah mengitimidasi lawannya.

"Dengar-dengar sekarang SDWingdom ingin menghancurkan Linux, jadinya disini kau ingin mengorbsevarsi kartu asnya, bukan begitu?"

"Mungkin, kau sudah tahu kan? Konflik ini tidak bisa dielakkan."

Perkataannya memang benar. Konflik antara Linux dan SDWingdom tidak akan selesai tanpa pertempuran. Semenjak rakyat negara Zero tahu kebenarana invasi di Kiangsi dengan dalang pelaku BOA dengan campur tangan pemerintah Zero yang dimotori perusahaan resmi pemeritahan SDWingdom, sementara Linux tidak tahu menahu tentang ini. Semenjak itulah, Rakyat(yang peduli politik, kebanyakan veteran perang kemerdekaan) berdemo di lapangan kebebasan(Lapangan di kantor pusat pemerintahan negara Zero), menuntut pemerintah meminta maaf, serta proyek 'CORE' dialihkan ke Linux, yang didukung oleh kebanyakan rakyat dan sebagian anggota legislatif dan Dewan Jenderal. Karena konflik tidak kunjung habis, pemerintah akhirnya 'entah bagaimana' memutuskan untuk mengadu kekuatan antara SDWingdom dan Linux.

"70 persen ucapanmu mungkin benar. Tapi, bagaimanapun juga akan…."

"Sudah Cukup!"

Aku terkejut dengan perkataan yang tegas seolah-olah hewanpun dapat tunduk dengan perkataannya. Suara yang ditimbulkan sesuai dengan perawakan, tegas dan berwibawa. Meski wajahnya terlihat muda, dengan usia sekitar kepala 3 atau 4.

Ia ternyata merupakan pimpinan SDWingdom, dilihat dari seragam yang dikenakannya.

"Baiklah, apa yang membuat pimpinan SDWingdom kemari?"

"Untuk melihat pertarungan ini, dan melaporkan hasilnya ke Pemerintah. Mungkin pemerintah akan memutuskan sesuatu yang dapat menghentikan pertikaian yang terjadi."

Ia mengatakannya dengan sangat berwibawa dan tenang.

Aku menyarungkan kembali ninjato milikku.

"Dan juga, sebagai pimpinan SDWingdom, serta sebagai kepala projekt Whistler, aku menyerahkan surat tertulis untuk dirimu, sebagai user tester dan pengembang. Saatnya dirimu menggunakan SDDriver yang pantas dengan skill tinggimu."

Ia menyerahkan surat dengan cap dan segel SDWingdom serta Departemen Pertahanan.

"Terima kasih, aku menerima suratnya, tapi mungkin aku menolak menjadi tester dan pengembang."

Aku menerima surat itu, kemudian langsung berbalik arah menuju ke tempat dimana Trio Duchess of Capitol berada.

"Walimu setuju untuk bergabung dengan projekt Whistler." Ia mengatakan sesuatu untuk membuatku bergabung.

"…"

"Jadi, sir. General Carlo Gorovich, mengapa anda tidak memilihku untuk bergabung dengan projekt Whistler, menggantikannya?"

"Kamu merupakan anak emas SDWingdom, ada mega projekt yang lebih besar untukmu, yaitu projekt Vista."

Murid bernama Garry Johnson ini tersenyum dengan angkuhnya.


Aku berjalan menuju ke tempat dimana Irish dan kawan-kawan berada. Aku berjalan sambil melihat pertarungan yang terjadi.

"Hoy hoy…"

Aku sepertinya melewatkan banyak tadi. Sekarang Ryuu menggunakan Double Saber, pedang dengan dua mata beam saber. Ia memegangnya dengan tangan satu tepat di tengah-tengah. Baru kali ini aku tahu swordsmen menggunakan pedang macam itu.

Ia sekarang memojokkan Ketsner, yang juga sudah beralih ke dual sabernya. Pertarungan yang sangat seru, Ketsner dengan ilmu pedangnya yang tak kalah kuat, Ryuu dengan ilmu pedang plus ilmu beladiri taijutsu. Pertarungan yang sangat berkelas.

"Apaan ini…"

Aku samar-samar melihat kedipan cahaya di Shield milik Ketsner. Seperti sensor…..


Suara background music amerika latin menggema di jalanan distrik zero. Aku berjalan-jalan tanpa tujuan pasti, mungkin hanya menyegarkan otak.

Meski begitu, sesungguhnya aku ditugaskan oleh Sofya untuk 'membawa lari' Irish dari dinner yang diadakan oleh Ryuu.

"Sudah cukup, aku tak mau mengacaukan kisah cinta seseorang."

Aku memutuskan beristirahat di salah satu café gaya klasik. Aku memutuskan untuk meminum secangkir kopi untuk menenangkan pikiran.

"Mengapa kamu tidak menuju ke restoran yang telah kuberitahu?"

Tiba-tiba, Sofya-senpai , duduk di depanku di café ini. Entah bagaimana ia bisa tahu aku disini, dan semenjak kapan ia berada di area ini, aku merasa Sofya-senpai tidak berada di area ini.

"Entahlah, senpai. Lebih baik aku tidak mencampuri urusan orang lain. Sudah cukup dengan kejadian liburan lalu."

Ia tampak marah setelah mendengar jawabanku.

"Jangan begitu! Kamu bertidak benar ketika kamu memutuskan pertunangan yang tidak disukai Irish. Kali ini, kamu harus membebaskan Irish dari orang yang sama sekali tidak ia cintai."

"Tapi, Ryuu kelihatannya sangat mencitai Irish. Aku tidak mau menghalang-halangi orang yang sedang ingin mengejar cintanya."

Yah, aku tahu perasaan laki-laki. Pasti mereka sakit ketika cinta mereka kandas oleh orang lain, apalagi itu disebabkan oleh laki-laki lain.

"Pokonya, kamu harus menyelamatkan Irish." Ia memaksaku keluar dari café.

"Tapi, senpai, aku belum bayar…."

"Nanti aku yang bayar."


Kami, aku dan Senpai, sekarang berada di restoran klasik dengan gaya kastil eropa. Kami menyamar, aku diubah menjadi mirip dengan bangsawan dengan wajah bangsa Slavia yang kental, sementara Sofya senpai berdandan layaknya putri kerajaan.

Kami memandangi meja yang terletak agak jauh dari kami, kami berada di dekat panggung pertunjukan yang ada di restoran ini, sementara tempat yang kami amati berada di tengah-tengah restoran dengan dekorasi dinner yang Romantis dan menawan. Dan disana sudah ada Ryuu.

"Kita tidak akan mungkin kan, menginterupsi begitu saja, apalagi tepat ditengah-tengah beserta meja-meja yang telah dipenuhi oleh pelanggan." Aku meragukan Sofya senpai yang menyuruhku untuk 'menyelamatkan' Irish.

"Ini diluar dugaanku, ternyata ia memesan meja eksklusif…."

"Terus bagaimana ini? Lebih baik kita biarkan saja…"

"Tunggu dulu, bukannya itu temanmu?"

Aku menoleh kearah yang ditunjukkan Sofya senpai, tepat di panggung pertunjukkan. Ternyata, Katoru Ziguzaki sedang memainkan gitar sambil bernyanyi. Ia memainkan salah satu lagu latin .

"Nanti, setelah ia selesai, kamu minta dia supaya kamu dapat tampil di atas sana, kemudian bernyanyi untuk Irish…. Supaya Irish terpikat, kemudian mengabaikan Ryuu, dan Ryuu pun menyerah."

"Hoy….hoy.."


"Tak kusangka kamu bekerja disini, Toru."

Aku mengejutkannya di belakang panggung pertunjukan.

"Meski biaya sekolah telah dicover oleh scholarship, tetapi aku masih kesulitan untuk biaya hidup, sama sepertimu. Aku tidak tinggal di asrama, aku tinggal di apartement yang tidak jauh dari rumahku."

Aku tak tahu mengapa Toru tidak berasrama dan bekerja di waktu-waktu sekolah.

"Tidak sepertimu, Shimizu. Kamu masih lahir di tanah zero. Aku mendapatkan suaka disini, sehingga ada pembatasan jika aku bekerja di instansi pemerintah ataupun militer."

"Oke, tapi bisakah dirimu membantuku tampil di panggung ini?"

Toru terkejut mendengar perkataanku, kemudian meneliti diriku dan keadaan ia tiba-tiba tersenyum.

"Baiklah, aku akan membantumu, kawan."


Para pengunjung restoran ini serentak melihat ke arah yang sama. Yaitu, menatap Irish Linuxia yang seperti bidadari yang jatuh dari surga, berjalan menuju kea rah meja makan yang disitu sudah ada Ryuunosuke Alzhard.

Ketika Irish tepat berada di dekat meja makan, Ryuu bak seorang butler yang gentlemen, menarik kursi untuk diduduki Irish, kemudian mencium punggung tangan Irish.

"Terima kasih telah menghadiri undanganku, Irish."

Ia mengucapkan terima kasih juga dengan sikap gentlemen.

"Jadi, kamu yang merencanakan ini semua? Cukup menawan."

"Tentu saja! Aku pesankan makanan terenak yang ada di restoran ini, serta minuman yang paling nikmat dan popular disini."

"Tidak mengandung alcohol, kan?"

"Tentu saja! Minuman terbaik dan ternikmat tidak melulu mengandung alcohol."

"Baiklah."

Irish mengehela napas, tanpa terdengar suara yang ditimbulkan akibat perbuatannya.

"Selamat malam, para pengunjung yang kami hormati. Terima kasih, telah memilih restoran ini sebagai tempat anda melepaskan penat, sambil menikmati hidangan kelas atas kami, dan juga pengunjung yang menggelar acara kencan makan malam disini, dengan suasana Romantis."

MC merujuk kepada Irish dan Ryuu soal 'kencan makan malam'.

"Karena acara kecan makan malam ini, menghadirkan seorang gadis yang amat cantik dan eloknya, layaknya bidadari yang turun dari khayangan, kami akan menghadirkan sebuah pertunjukan hiburan, berupa penampilan music, oleh kelompok music Intergenre! Disfrútala!"

Di panggung pertunjukkan, setelah MC menghilang, menjadi gelap. Kemudian muncul petikan gitar akustik, dengan nada khas latin.

Para hadirin begitu terkesima mendengar pembukaan yang sangat elegan, penasaran menanti hidangan utama dari pertunjukkan music itu.

Panggung menjadi cerah, terlihat seseorang dengan pakaian gentlemen ala spanyol, namun berwajah antar bangsa slavia dan Cossack, memainkan nada kedua dengan begitu apiknya. Terlihat penonton begitu menghayati permainannya.

Ia kemudian membetulkan senar gitar akustiknya, untuk memberi sentuhan terakhir sebelum ia memainkan nada selanjutnya. Terlihat wajahnya begitu menikmati dan menghayati permainan musiknya, begitu pula dengan para pengunjung restoran ini. Tak terkecuali, Irish, yang begitu terpana melihat permainan pembuka dari Shimizu. Ya, Shimizu menjadi seorang musisi yang tampil di panggung itu.

Dia kemudian memainkan petikan yang menjadi tanda awal pertunjukan music dimulai, yang kemudian disusul dengan 'jreng' oleh dirinya serta kedua temannya yang menemaninya mempertunjukkan music, yaitu Toru dan seorang pria muda berdarah spanyol.

Soy un hombre muy honrado
que me gusta lo mejor
las mujeres no me faltan

ni el dinero ni el amor

jineteando en mi caballo
por la sierra yo me voy
las estrellas y la luna
ellas me dicen donde voy

ay, ay, ay ay,
ay ay mi amor
ay mi Hermosa
de mi corazo

Para hadirin terlihat bercakap-cakap, memuji pertunjukan Shimizu serta kawannya, dengan bridge yang dimainkannya dengan menawan.

me gusta tocar la guitarra
me gusta cantar el sol
el mariachi me
acompaña
cuando canto mi cancion

me gusta tomar mis copas
aguardiente es lo mejor
tambien el tequila blanco
con su sal le da sabor

ay, ay, ay ay,

Terlihat seorang pria muda mendekati Sofya yang sengaja berpindah tepat ke dekat panggung untuk meilhat pertunjukkan yang merupakan bagian rencananya untuk menolong Irish.
ay ay mi amor

Pria itu merayu Sofya dengan jurus mautnya, jurus-jurus yang dikuasainya sebagai Cassanova.
ay mi Hermosa

de mi corazon

Sofya merasa risih dengan pria Cassanova yang merayunya, ia terus menampik rayuan pria itu.

Tak mengenal menyerah, Pria cassanova malah semakin gencar merayu Sofya, dan bahkan memengang tubuhnya, bagian tangan kananya dan pinggangnya, layaknya ingin mengajaknya berdansa.

Shimizu melihat perlakuan pria cassanova itu, tak tahan untuk segera mengenyahkannya. Ia memberi kode kepada kedua temannya untuk berjaga-jaga di dekat Sofya, ia sendiri melangkah mendekati pinggir panggung ke tempat dekat pria cassanova merayu Sofya.

Sambil memainkan Interlude yang sangat elegan dan menawan, ia menghajar kepala pria itu dengan Headstock gitarnya. Kemudian sesaat setelah itu, para hadirin memberi applause kepadanya, karena sikap heroiknya serta gentlemen miliknya, yang telah merobohkan pria cassanova tadi.

me gusta tocar la guitarra
me gusta cantar el "song"
mariachi me

acompaña
cuando canto mi cancion

me gusta tomar mis copas
aguardiente es lo mejor
tambien el tequila blanco
con su sal de la sabor

ay, ay, ay ay,
ay ay mi amor
ay mi Hermosa
de mi corazon

ay, ay, ay ay,
ay ay mi amor
ay mi Hermosa
de mi corazon…...

Shimizu mengakhiri pertunjukkanya dengan sangat keren. Para pengunjung memberikan applause dan terdengar sangat meriah. Pengunjung di restoran ini pasti setuju, jika penampilan Shimizu malam ini merupakan pertunjukkan musik hiburan terhebat yang pernah mereka saksikan.

Irish, yang sedari refrain pertama tadi berdiri, tak kuasa membendung tangis kebahagian. Irish tahu, bahwa lagu ini dibawakan Shimizu untuknya, sebagai tanda bahwa ia mencintainya. (Bagian terakhir dari kalimat ini merupakan pendapat pribadi Irish sendiri)

Irish kemudian berlari menuju ke arah panggung, dan karena ia memakia gaun panjang yang sampai menyentuh lantai, serta ia menggunakan high heels, ia tersandung dan kemudian jatuh.

Namun untungnya, ia mampu diselamatkan oleh Shimizu dengan gaya passionate serta gentle. Sukses membuat pipi Irish bersemu merah jambu.

Irish kembali berdiri dibantu oleh Shimizu, kemudian ia menyatakan kepada Shimizu, yang membuat semua pengunjung disini serentak bertepuk tangan.

"Aku telah memutuskan, bahwa dirimu merupakan patner resmiku."

Shimizu menampilkan wajah bengongnya. Ia terus begitu ketika Irish mencium pipinya.

"Baiklah, aku akan pulang Shimizu, sampai ketemu besok."

Irish kemudian melangkah keluar dari restoran. Ryuu yang sempat berpapasan dengan Irish, melihat Irish dengan wajah sedih, namun ia kemudian tersenyum.

Ryuu menghampiri Shimizu dengan wajah yang tenang.

"Selamat, sepertinya aku kalah dalam pertarungan ini. Sampai bertemu kembali."

Ia juga melangkah keluar dari restoran.


"Selamat Shimizu." Toru mengatakannya dengan raut muka tersenyum seperti bangga.

"Apa-apaan ini…."

"Kamu telah menjadi patnernya Irish. Partner dalam turnamen di SDAcademy nanti. Kamu telah memenangkan pertempuran." Sofya senpai mengucapkan selamat kepadaku.

Oh...iya. Aku lupa bahwa aku belum juga mendapatkan patner untuk turnamen yang akan datang, para pemilik 'sarung tangan' wajib ikut, dan aku merupakan sebagian kecil yang masih belum mendapatkan pasangan. Sebenarnya aku ingin berpasangan dengan Akiha, namun karena Akiha dan aku terpaut banyak (Tahun pertama dibanding tahun keempat keatas), jadinya tidak diperbolehkan.

"Baiklah, setidaknya membuat diriku tenang karena telah mendapatkan patner. Oh iya, Sofya senpai, belum mendapatkan patner kan?"

"Eh….iya juga ya. Ah, aku harus menemukannya. Tapi kayaknya tidak ada yang cocok untukku…"
"Bagaimana denganku, senpai? Aku sangat bersedia menjadi patnermu, senpai."

Toru dengan bangganya menawarkan diri untuk menjadi patner Sofya senpai.

"Hmmm…." Ia menilai-nilai Toru. "Baiklah, aku memutuskan untuk menjadi patnermu."

Toru kemudian berselebrasi layaknya seorang pemain yang mencetak gol penentu kemenangan tim yang dibelanya.


...

...

Bulan April, tanggal 14. Cuaca cerah. Aku berbaring di kasur, di sebuah kamar yang tidak terpakai. Di Apartemen mewah milik temannya Toru, seorang pria berdarah spanyol yang tinggal beserta pacarnya yang merupakan wanita oriental. Sekarang, pria itu sedang bertugas, ia merupakan tentara angkatan darat negara Zero yang ditugaskan disini, sedangkan pacarnya, sedang berbelanja.

Aku kemudian mengumpulkan nyawaku yang masih tercecer, dan kemudian menahan rasa sakit di sekujur tubuhku. Yah, aku sekarang di skors selama sekitar 3 bulan. Akibat insiden kemarin-kemarin, tentang rumornya terbunuhnya murid tahun akhir oleh pemerintah. Dan jelas, ini telah meruncingkan pertikaian antara Linux dengan SDWingdom, tinggal menunggu pertempuran yang terjadi.

Aku sudah tidak bisa apa-apa, aku diskors, driverku sudah hancur, tubuhku penuh luka. Oke, meskipun jika aku terlibat di dalamnya, aku pasti berada di pihak SDWingdom karena aku merupakan anggota projekt whistler. Aku menerimanya karena Akiha-nee.

Aku membaca note yang berada di meja sebelah ranjang ini. 'Makanan sudah siap di meja makan, jika kamu bangun, makanlah.

"Terima kasih, Allejandro san dan Okiku san."


"Sepertinya kamu sudah selesai sarapannya, bagaimana enak?"

Okiku baru saja pulang dari belanja, membawa 2 kantong plastic penuh. Ia nampak bersemangat hari ini.

"Ah…iya. Enak."

"Begitu ya. Syukurlah kalau kamu menikmatinya. Tetapi, ngomong-ngomong masalah di sekolahmu ternyata berbuntut panjang…"

Itu sudah bukan lagi menjadi masalah di sekolahku, tetapi masalah nasional.

"Jangan-jangan….."

Aku mencoba untuk menerka apa yang mungkin terjadi….

"Kawasan LinTech ditutup oleh pasukan khusus AT. Beberapa diantara mereka ada yang berlogo SDWingdom." Okiku tampak khawatir.

"Gawat!" aku segera meraih jaketku, kemudian melangkah ke pintu masuk.

"Alex, lukamu…." Okiku berusaha mencegahku pergi. Namun, aku harus berusaha untuk memastikan keadaan….

"Tidak apa, Okiku san. Aku harus pergi…"

Aku pergi keluar apartemen.


April 14th, 2014

Alexandr Yablonsetv Shimizu

Zero Distric, Republic City

Aku berlari menuju ke area dimana LinTech berada. Ternyata, warga banyak yang dialihkan dari area tersebut. Semakin mendekati area LinTech, semakin banyak AT yang mengawasi. Aku pun berusaha untuk bisa lewat tanpa ketahuan AT. Aku melewati gang-gang sempit…

HUMPH

Aku berusaha diculik dan dilumpuhkan oleh seseorang. Aku berusaha untuk melawan, namun tampaknya orang tersebut lebih kuat dariku. Aku tak mampu lagi, membiarkan tubuhku dibawa oleh orang itu.

…..

…..

…..

"Untung saja aku membawamu kesini, kamu tadi sudah diincar oleh penembak jitu dari AT. Dengan jaket hoodie hitam dengan garis-garis merah yang memberi kesan garang, dibiarkan unzip, menampakkan kaos oblong putih, serta bercelana hitam panjang serta memakai sepatu pelatihan militer. Hmmm, nampaknya penembak jitu itu sangat ahli…."

"Siapa anda?"

Aku dibawa di suatu ruangan, bisa disebut garasi. Dengan motor jenis trail, serta beberapa persenjataan mulai dari assault rifle, SMG, serta pistol.

"Aku adalah orang yang sama saat di Shelter pengungsian."

"Sugou Amaka…"

Pak tua ini beperwakan gagah, seperti veteran militer atau pensiunan detektif kepolisian, sesuai dengan pakaian yang dikenakannya saat ini.

"Betul. Sepertinya, rumor tentang diriku berkebang dengan pesat. Hahaha."

Ia tertawa sambil memejamkan kedua matanya. Bekas luka seperti sayatan terlihat jelas di bagian pinggir mulutnya.

"Jadi, mengapa anda menculikku disini?"

"Aku akan mempersenjatai dirimu, Shimizu-kun. Terimalah ini…" Ia menyerahkan sebuah bracelet berbentuk seperti perisai modern kepadaku.

"Ini…."

"Betul, SDDriver yang baru untukmu. Kamu telah mengembangkan Millenium dengan baik, dan sebagai hadiahnya aku memberikan Whistler."

"Whistler!?" aku terkejut mendengarnya.

"Yah, aku tidak terkejut jika kau kaget seperti itu. Aku tahu kau merupakan pengembang dari SDWingdom untuk Projekt Whistler. Sebenarnya, proyek itu hanyalah tiruan murahan dari mahakaryaku. Namun, sepertinya mereka hanya berhasil membuat tipe SP-3. Yah, yah itu superior sih, namun kekuatan utamanya justru pada dirimu. Sepertinya mereka ingin membuat sesuatu yang lebih besar melalui dirimu, namun sepertinya gagal, tentu saja gagal. Mereka hanya tiruan murahan!"

Ia mengatakannya sambil menahan amarah.

"SP-3, itu milik Akiha-nee…."

Memang, selama ini dari Projekt Whistler, mereka dapat menghasilkan SDDriver dengan tipe 'SP-3' melalui Akiha-nee.

"Ya,ya. Dan kau sekarang, akan melampaiaskan kekesalanku, dengan memukul mereka selagi mereka menyerang Linux. Lagipula serangan mereka tidak dilandasi dengan perintah resmi, bisa dibilang perintah resminya adalah palsu. Nah sekarang pilihlah senjata-senjata untuk menendang bokong mereka."

Ia mempersilahkanku untuk menggunkan senjata miliknya di garasi ini.

"Kau juga boleh menggunakan motor trail ini. Oh iya, dan juga ini." Ia menyerahkan semacam kunci atau sejenisnya, yang berbentuk mirip pedang. "Ini bagian terpenting dari SDDriver yang kuserahkan kepadamu, untungnya aku tidak melupakaanya. Pasangkan itu tepat di tengah-tengah perisai, melalu atas perisai itu."

Aku mengikuti instruksinya. Aku memasukkan pedang mini ini ke dalam perisai. Bagian perisai mini ini terbelah menjadi bagian kanan dan kiri untuk menyelimuti bagian pedang mini ini. Setelah masuk dengan sempurna, muncul bunyi 'biiip' dan….

SDDriver System Activated

KD-03 Whistler, Staff Sergeant Alexandr Yablonsetv Shimizu

"Selamat berpesta…."

"Ada penyusup….crk….crk… Ada penyusup."

"Bisa kau ulangi, Bravo 3?"

"Crk….ada penyusup….. uwaaa….."

"Semua unit! Semua unit! Hati-hati! Ada penyusup! Identias tidak diketahui, namun jika ada seseorang yang tidak berseragam AT, SDWingdom, maupun Target Operasi yang bersenjata, tolong lumpuhkan."

"Roger That…"


Suara-suara tembakan perluru menggema di dalam area ini, dan juga di dalam gedung ini. Mayat-mayat bergelimpangan disini, mayat pasukan khusus AT serta mayat anggota keamanan LinTech. Tidak ada mayat warga sipil disini. Jadi, mungkin warga sipil diungsikan dari sini.

Aku bersenjatakan HK416, pistol Glock 19, SDDriver Whistler, serta beberapa pisau. Aku telah kehabisan peluru HK416, dan sekarang aku memegang pistol Glock 19 sekarang.

Aku menyadari, pasukan bantuan akan datang mengepungku. Jadinya aku harus menuju ke posisi Irish dan kawannya berada. Aku telah mengetahui lokasinya, berada di lantai teratas.

TRIIINGG

TRINGGG

WHUUTTT

WHUUUTT

Sepertinya, di lantai atas terjadi pertarungan yang sangat seru. Aku berusaha tiba disana dengan tepat waktu.

Arrkkhhhh

Aku mendengar suara jeritan. Sial, aku harus cepat sampai kesana

…..

….

….

"Oh halo, senang berjumpa kembali dengamu, Shimizu."

Suara ini….. aku familier dengan suara ini… jangan-jangan…..

"Garry Johnson…. Ternyata kau memang seorang iblis sejati….."

Ia menusuk Ryuu, yang masih berwujud Black Selena, tepat di jantungnya.

"Nampaknya ia tewas…" Namun, sebelum Garry mencabut pedangnya dari dada Ryuu, tangan Ryuu bergerak menahan pedang itu, seolah-olah membiarkan pedang itu tertancap didadanya lebih lama.

"Arkhhh…. Shi….kuserahkan…. Black Selena ke Toru….arkh….. serta….bunuhlah…..ia…sekar.."

Aku tidak membuang-buang waktu, langsung menghajar Garry yang masih full armor bewarna hitam.

"Kau benar-benar sialan, Shimizu." Ia bangkit, setelah kuhajar dengan tangannku yang berselimuti iron fist.

Aku memandang sekeliling untuk memastikan, Ryuu tewas tertancap Great Sword yang bilahnya bewarna merah maroon, Irish pingsan, namun ia masih dalam wujud Linux Irish, Erika serta Sofya pingsan, begitu juga dengan Toru.

"Akan kubunuh kau sekarang juga…"

Aku menekan braceletku, kemudian terdengar suara seperti sesuatu yang terlepas, bagian kanan dan kiri shield yang merupakan bentuk bracelet terpisah, pedang yang ada dialamnya pun menonjol ke atas, kemudian tubuhku diselimuti armor bewarna dominan putih dan biru.

HENSHIN

"Akhirnya, muncul Whistler sesungguhnya. HAHAHA ini semakin menarik…. Siulan yang menjadi harapan….. Ayo, kita bertarung!"


Akhirnya, konflik itu selesai. Ternyata, yang menjadi pemicu kobaran api pertempuran adalah Garry Johnson, 'anak emas' SDWingdom, yang ternyata merupakan penyusup di SDWingdom. Ia merupakan pimpinan pasukan teroris yang nantinya dikenal sebagai Dark Age. Ia menyusup ke dalam SDWingdom, untuk mendapatkan SDDriver yang kuat, yang paling kuat untuk menaklukkan sebuah negara, bahkan dunia. Dan ia berhasil mendapatkan bibitnya.

Alexandr Yablonsetv Shimizu tidak berhasil membunuhnya, atau menangkapnya. Akhirnya pasukan AT yang awalnya ingin memburu Shimizu yang dikira penyusup, mendapatkatkan ralat perintah, kemudian mengevakuasi Shimizu beserta kawan-kawannya.

Bahkan peristiwa ini melibatkan Pasukan Keamanan Perdamaian United of Earth. Berkat mereka, kondisi di distrik ini dapat dipulihkan, serta LinTech dapat dipulihkan kembali.

SDWingdom tidak mendapat hukuman yang berat dari pemerintah, hanya saja Projekt Whistler mereka dihentikan sementara, termasuk juga peran mereka di dalam Projekt Core juga, namun tidak dalam waktu yang lama. Negara Zero sendiri mendapatkan sanksi denda dari United of Earth.

Berkat Okiku, yang menelpon pacarnya Allejandro, yang merupakan tentara AD Divisi Outer Guard yang bertugas di Zero Distric, dan juga Allejandro memiliki rekan yaitu perwira dari Pasukan Keamanan Perdamaian United of Earth, insiden ini dapat dinormalkan.

Dan akhirnya, Linux serta SDWingdom tetap menjadi perusahaan SDDriver, Linux berstatus lepas, dan tidak membuat SDDriver lagi sebanyak lebih dari 1(Linux masih boleh memproduksi SDDriver namun hanya 1 saja) sementara SDWingdom tetap boleh memproduksi sebanyak yang mereka bisa, berstatus milik pemerintah, namun untuk seri Millenium dan Whistler dicabut dari SDWingdom, dan diberikan kepada Sugou Heavy Indutries (untuk Millenium tipe 77 milik Toru, dijadikan asset oleh Linux untuk memulihkan dirinya, dan Toru akan mendapakan Black Selena sebagai gantinya)

End...

...

of the Flashback?!


Ok, Agore Here...

Agore minta maaf mungkin 3 chapter akhir2 ini adalah flashback...

Tapi, sepertinya konfliknya setelah ini sudah berada di pucak (sepertinya...)

Dan mungkin Agore juga melanggar rule, tentang Action not Allowed, point three. Lagu diatas merupakan lagu yang dinyanyikan Antonio Banderas dan Los Lobos(kalau nggak salah) dengan judul Cancion del Mariachi, OST film Desperado, dengan sedikit edit di bagian refrainnya, untuk menyesuaikan kondisi di fict.

Dan pada akhirnya, tolong reviewnya ya... :)