King of Shinobi
By…Ksatria
Rate : M
Genre : Adventure, Family, Romance, Mysteri
Disclaimaer : Bukan punya saya
Pair :Naruto x ?
Warning : Masih pemula dan cerita abal, gaje dan banyak lagi….
Chapter 13 :
Summary : Naruto adalah anak yang di abaikan oleh kedua orang tuanya dan di anggap aib bagi seluruh desa Konoha sejak dia berumur kurang dari 4 tahun, setelah insiden terjadinya penyerangan pria bertopeng dengan mensumonkan kyubi ekor Sembilan pada Konoha dan disegel oleh Namikaze Minato kedalam tubuh Menma kakak dari Naruto dan mereka yang dipuji oleh warga desa dianggap sebagai keluarga pahlawan desa. Naruto yang berusaha mendapat perhatian mereka, kini merekalah yang menyesal atas perbuatan mereka dan ingin memulai kembali bersama Naruto untuk membuat keluarga yang bahagia.
^ Akademi Ninja ^
"ohayo mina…" sapa Iruka pada murid-muridnya.
"ohayo Sensei…." Balas para murid pada Iruka.
"baiklah…kita akan mengadakan ujian kelulusan Genin….kita kelapangan…" ucap Iruka lalu pergi diikuti murid-muridnya.
Setelah berada dilapangan. "ujian akan dinilai oleh Hokage dan yang lainnya…" ucap Iruka menjelaskan sambil menunjuk ke arah para penilai. Tentu saja membuat para murid agak tegang karena mereka harus menampilkan kemampuan masing-masing dihadapan orang-orang yang berpengalaman dan memilki kemampuan yang hebat.
"yang pertama Shikamaru Nara…." Panggil Iruka sensei.
Dengan santainya Shikamaru berjalan dan mengambil posisi untuk melempar shuriken.
STAB!STAB!STAB!...
Hanya 8 shuriken mengenai target, lalu selanjutnya Shikamaru melakukan Henge dan berubah menjadi Anbu yang memakai topeng Kelinci yang bercorak-corak di setiap pinggirannya. Setelah itu Shikamaru juga melakukan Kawarimi.
"selanjutnya gunakan jutsu andalanmu, Shikamaru…" ucap Iruka menjelaskan ujian tahap akhir.
"ha'i…Ninpo Kagemane no Jutsu…" ucap Shikamaru yang melakukan handseal dan terlihatlah bayangannya bergerak-gerak serta menebas pohon.
Semua yang melihatnya begitu takjub akan kehebatan Shikamaru.
"selanjutnya Uchiha Sasuke…." Panggil Iruka sensei.
Dengan santai dan tatapannya yang membuat para fansgirlnya terus berteriak-teriak. "kyaaa Sasuke-kun yang terkeren…" teriak fansgirl, namun tidak diperdulikan oleh Sasuke. Begitu juga dengan para penilai yang ingin melihat kemampuan si Uchiha cilik ini.
Setelah melempar 9 shuriken Sasuke melakukan Henge dan berubah menjadi Hokage. Yang jelas membuat semua yang melihatnya takjub. Dan dilanjutkan dengan jutsu Kawarimi. Ditahap akhir Sasuke mengeluarkan jutsu andalannya. "Katon Gokakyu no Jutsu…." Teriaknya lalu menyemburkan api dari mulutnya. Semua orang kaget sekaligus takjub melihat kemampuan hebat Sasuke.
"kyaaa…Sasuke keren sekali…." Teriak fansgirl.
"baiklah…selanjutnya Namikaze Menma.." panggil Iruka sensei.
"heh…aku tidak akan kalah darimu…Sasuke…." Ucap Menma santai dengan arogannya.
"kyaaaa…Menma sangat keren…dan tampan…." Teriak para fansgirl.
Menma hanya diam saja mendengar teriakkan itu, apa lagi dengan gaya sombongnya. Setelah melempar 9 shuriken lalu melakukan Henge dan berubah menjadi Hokage sama seperti Sasuke. "sial…pakai acara seri pula….heh…kali ini aku pasti tidak akan kalah darimu…Sasuke…." Gumam Menma.
Lalu Menma mengeluarkan jutsu andalannya. "Rasengan…." Ucap Menma yang membuat jutsunya dengan menggunakan bayangannya lalu bayangannya menghilang. Semua yang melihat kemampuan Menma merasa takjub meskipun ada beberapa yang menganggap wajar akan kehebatannya karena Menma adalah anak Yondaime Hokage. Apa lagi ini adalah pertunjukan yang mereka tunggu-tunggu, yaitu melihat kemampuan anak dari Yondaime Hokage sekaligus pahlawan desa.
"kyaaa….Menma sangat keren sekali….aku jatuh cinta padanya….kyaaa…" teriak fansgirl yang ada beberapa jatuh pingsan yang terpesona menatap ketampanan Menma.
Setelah semua menunjukan kemampuan mereka baik dari melempar shuriken, Henge, Kawarimi dan jutsu andalan mereka. Kini tiba giliran Naruto yang terakhir untuk menampilkan kemampuannya.
"Uzumaki Naruto…" panggil Iruka yang cukup mengagetkan Minato yang mendengar nama Clannya telah berubah yang seharusnya Namikaze berganti menjadi Uzumaki.
Naruto berjalan dengan santainya meskipun dengan ekspresi wajah datarnya tidak hilang. Semua yang melihatnya hanya diam saja tidak begitu perduli karena pasti akan tahu hasilnya. Sedangkan Menma dan Sasuke hanya mengejek Naruto saja tampa berhenti dan dibalas oleh Naruto dengan diam saja tidak memperdulikan ejekan mereka.
Setelah melempar shuriken dan mengenai semua target bahkan sampai ke titik fital manusia, anggapan mereka sedikit berubah akan kemampuan Naruto.
"heh…paling-paling dia hanya bisa melempar shuriken saja…dasar tidak berguna…." Ejek Menma.
"cih…dasar pengecut…." Ejek Sasuke pula yang mendecih.
"Sensei…boleh aku selesaikan dengan jutsu andalanku…" ucap Naruto datar dan dengan reaksi dari semua orang, agak tekejut dengan perkataan Naruto.
"lakukan sesukamu Naruto…." Ucap Iruka sensei tersenyum.
"Taju Kage Bunsin no Jutsu…" teriak Naruto lalu berubah menjadi ribuan bayangan yang berbeda-beda.
"oi…kau Hasirama….akan gue habisi…lo…" teriak bunsin Naruto yang berubah menjadi Uchiha Madara dengan beberapa kelompok Naruto. Begitu juga dengan Hasiram Senju yang merupakan bunsin Naruto dengan beberapa bawahannya yang tetap dengan wujud Naruto. "hentika ini Madara…kita ini teman..kan…" ucap Hasirama Senju.
"berisik…gue remuk lo kayak kerupuk…hahahha…." Teriak Uchiha Madara sambil tertawa-tawa yang diikuti oleh bawahannya.
"hentikan ini…apa kalian semua tidak melihat ketampanan dan otot-ototku yang keren ini…" ucap beberapa bunsin Naruto yang berubah menjadi tampan dan berotot sampai membuat para fansgirl lainnya berbalik terpesona. "kyaaaa…tampan sekali…" teriak fansgirl.
Dan beberapa bunsin yang sama seperti Naruto yang wajah datarnya.
"cih….membosankan…." ucap bunsinnya dengan wajah datar.
Mereka yang melihatnya benar-benar terkejut akan kemampuan Naruto. Sampai semua laki-laki yang melihat perubahan Naruto yang selanjutnya langsung mimisan. "sialan….kenapa hebat sekali…" ucap semua laki-laki dengan memegang hidung yang sudah mengeluarkan darah karena mimisan.
"hentikan ini….kalian semua…." Goda bunsin Naruto yang berubah menjadi perempuan sexy.
"jika ini masih belum cukup….aku masih bisa menambahnya lagi…" ucap Naruto datar. Dengan reaksi semua orang terkaget mendengarnya kalau Naruto masih bisa menambahkan bunsinnya lagi.
"oh jadi kau Naruto….dasar sialan…." Teriak bunsin perempuan sexy itu dengan tatapan membunuh lalu menghampiri Naruto dan menghajarnya sampai babak belur.
"baka…baka…akan kuhajar kau…Naruto…berani-beraninya kau merubah kami menjadi perempuan sexy…." Teriak mereka masih setia menghajar Naruto.
"he..hentikan…ini tidak baik…." Ucap semua bunsin Naruto ketakutan melihat keganasan bunsin Naruto yang berubah menjadi perempuan sexy terus menghajar Naruto yang sudah babak belur.
"apa….apa kalian juga ingin…?" ucap Bunsin perempuan sexy yang telah menghajar Naruto dengan tatapan dingin nan pembunuh melirik ke arah semua bunsin Naruto.
"ti…tidak….maaf bos…kami tidak dapat menolongmu…" ucap semua bunsin Naruto lalu menghilang.
"oi…kau ingat… jika kau masih mengubah kami menjadi perempuan sexy lagi…akan kuhajar lagi kau…." Ucap bunsin perempuan sexy menjambak rambut Naruto.
"ma…maafkan…a..aku…aku ti..tidak akan mengulanginya lagi…" ucap Naruto yang sudah lebam dihajar bunsinnya sendiri.
"baiklah…hehehe…sampai jumpa bos…" ucap bunsinnya tersenyum seringai lalu menghilang.
Sesudah bunsinnya menghilang semua, Naruto berdiri dengan muka lebamnya. "ano….apa aku sudah selesai….." ucap Naruto yang sudah berdiri dengan muka lebam.
Mereka semua yang melihat Naruto seperti itu hanya sweetdrop. "ahhaaa….." hela nafas Iruka sensei setelah bangun dari sweetdropnya, lalu mengangguk saja sambil tersenyum ke arah Naruto.
Setelah selesai menunjukan kemampuannya dan sudah diizinkan oleh Iruka sensei untuk meninggalkan arena ujian. "Naruto…kau hebat sekali…Yondaime Hokage…Sandaime Hokage bukankah dia pantas untuk masuk kedalam Anbu …" ucap Hiashi pada Naruto yang hendak pergi dan mendapati anggukan oleh Yondaime Hokage dan Sandaime Hokage, begitu juga dengan para penilai lainnya yang merasa kalau Naruto memang sudah pantas.
"kurasa itu terlalu berlebihan…." Ucap Danzo yang juga sebagai penilai dari ujian tersebut.
"ya…kurasa…jadi Jounin saja dulu…" ucap Minato sebagai Yondaime Hokage yang merasa perkataan Danzo ada benarnya.
"tidak…kurasa dia sudah pantas untuk masuk kedalam pasukan Anbu…aku bisa yakin itu…karena Naruto dapat menggunakan salah satu jutsu terlarang…Tajuu Kage Bunsin no Jutsu…yang bahkan untuk penggunanya sendiri haruslah memiliki chakra yang besar…dan yang dapat menggunakan jutsu tersebut hanya sekelas Jounin lebih tinggi…." ucap Sandaime menjelaskan secara rinci, karena dari tadi dia hanya diam saja.
"jadi Naruto maukah kau menjadi pasukan Anbu…?" Tanya Hiruzen Sarutobi yang merupakan Sandaime Hokage terdahulu, menawarkan tingkatan Anbu kepada Naruto.
Semua orang terkaget akan perkataan Hyuuga Hiashi yang merupakan salah satu tetua Konoha sekaligus kepala Clan Hyuuga serta tawaran dari Sandaime Hokage yang mendapat persetujuan penilai lainnya.
"maafkan saya yang lancang Hiashi-sama….Sandaime Hokage-sama…..dan Yondaime Hokage-sama…serta para tetua lainnya…..saya masihlah belum cukup berpengalaman….hanya akan mengacaukan misi dan menjadi beban saja….bisa-bisa saya akan terbunuh sebelum menyelesaikan misi…." Ucap Naruto menolak dengan sopan tapi dengan wajah datarnya tidak hilang, menjelaskan kenapa dia menolak tawaran tersebut.
"ternyata kau cukup pintar Naruto….baiklah…aku tidak dapat memaksamu…jika butuh sesuatu beritahu aku saja…." Ucap Hiashi tersenyum mengerti akan perkataan Naruto.
"mau bagaimana lagi…." Ucap Sandaime yang juga mengerti perkataan Naruto dan mendapati anggukan dari para penilai lainnya. Sedangkan Yondaime Hokage hanya tersenyum karena anaknya sudah dewasa dan mengerti.
"arigato…Hiashi-sama…Sandaime-sama…Yondaime-sama…dan semuanya…." ucap Naruto menundukan kepalanya meskipun wajahnya tetap mengekspresikan datar.
"bocah ini benar-benar hebat…suatu saat dia pasti akan menjadi orang besar dikonoha ini…." Pikir Hiashi yang melihat Naruto telah pergi menjauh dari arena ujian kelulusan.
"cih…dia pikir hebat hanya karena ditawari masuk kedalam Anbu…." Gumam Sasuke mendecih kesal dalam hatinya sambil mengepalkan tinjunya.
"sialan…dia pikir hebat hanya karena mampu menggunakan jutsu seperti itu….aku jauh lebih hebat darinya…." Gumam Menma dalam hatinya yang begitu kesal melihat kemajuan Naruto yang melampauinya.
Ujian pun selesai dan dibubarkan. Hanya Tinggal menunggu hasilnya besok.
"Naruto tunggu…" panggil Shikamaru.
Naruto yang merasa ada yang memanggilnya lalu berhenti dari perjalanannya untuk pulang ke apartemennya dan ingin langsung beristirahat karena banyak hal yang dia kerjakan hari ini serta membuatnya kelelahan. "ada apa…" ucap Naruto datar yang melihat Shikamaru sudah kelelahan mengejarnya.
"bagaimana kalau kita makan untuk merayakan hari kelulusan kita…?" Tanya Shikamaru pada Naruto yang melihat kebelakang sudah ada teman-teman dari akademi yang menunggu, yaitu Sai, Karin, Sakura, Ino, Sasuke, Menma, Shino, Hinata, Chouji, Kiba, dan masih banyak lagi.
"hei..kenapa kita harus mengajaknya…?" Tanya Menma yang kesal karena acara makan mereka harus mengajak Naruto.
"heh…pecundang….." ejek Sasuke yang agak merasa kesal.
"itu benar…kenapa kita harus mengajaknya…?" Tanya Ino dan Sakura.
"kita ini teman seangkatan…" jawab Shikamaru.
"itu….kraukk…benar..kraukk….makin ramai makin menyenangkan…kraukk…" ucap Chouji sambil memakan keripiknya.
"sudahlah…lebih baik kita pergi sebelum keburu malam….." ucap Shino.
"ya…sudahlah….lagi pula aku juga ingin cepat pulang karena ingin merayakan bersama Tou-san…Kaa-san…dan Naruko-chan…." Ucap Menma yang tidak sabar menunggu.
"aku juga…kedua orang tuaku sudah menunggu…" ucap Sasuke.
"ok…kita pergi…" teriak Kiba yang di ikuti mereka, kecuali Naruto.
"maaf…aku tidak bisa bersama kalian….dan…dari awal kita bukanlah teman…." Ucap Naruto datar lalu pergi meninggalkan mereka yang terkaget dengan perkataan Naruto.
"Naruto-kun…." Ucap Hinata pelan.
"ada apa dengannya…." Ucap Shino yang merasa tidak enak dengan perlakuan Naruto.
"cih…siapa juga mau berteman dengannya…" ucap Sasuke kesal.
"maaf..aku juga tidak bisa…" ucap Karin dan Sai lalu pergi menyusul Naruto.
^ Di Restoran Yakiniku ^
"ada apa dengannya…" Tanya Kiba yang begitu kesal karena sikap Naruto seperti itu sambil makan.
"entah lah…" ucap Shikamaru yang juga sambil makan namun dengan wajah yang agak sendu.
"ya…itu cukup bagus kok…kalau dia tidak ada….hanya mengganggu saja…." Ucap Menma dengan lagaknya dan di ikuti anggukan lainnya meskipun ada yang beberapa hanya diam saja. Seperti Shino, Chouji yang masih setia pada daging yang terpanggang, Hinata dengan wajah tertunduk sedih, kiba yang merasa kesal, begitu juga Shikamaru yang kebingungan, serta masih ada beberapa yang lain.
"dasar pecundang…" umpat Sasuke kesal.
"Tou-san ku pernah mengatakan…kalau seseorang yang menilai dari sampulnya akan kalah oleh isinya…." Ucap Chouji yuang terus memakan daging panggang dan yang lainnya juga ikut memakan daging tersebut.
"aku tidak mengerti dengan perkataan Tou-sanmu itu Chouji…" ucap Kiba.
"maksudnya…jika seseorang meremehkan sesuatu maka suatu saat dia akan kalah dari sesuatu yang diremehkan…" ucap Shikamaru menjelaskan.
"oh begitu…" ucap Chouji dan yang lainnya ikut mengerti.
"heh…aku tidak akan kalah dengan pecundang itu…" ucap Sasuke lalu memakan daging panggang itu dengan lahap.
"kyaaa…Sasuke-kun keren…" teriak Sakura dan Ino.
"itu benar hanya karena dia mampu membuat Tajuu Kage Bunsin no Jutsu saja..bukan berarti…aku akan kalah darinya…" ucap Menma lalu tidak mau kalah dengan Sasuke.
"kyaaa…Menma-kun hebat…" teriak Sakura dan Ino.
"ahhaaa…" hela nafas Shikamaru yang melihat teman-temannya seperti ini.
^ Keramaian Desa ^
Naruto sedang berjalan untuk pulang ke apartemennya. "Naruto tunggu…" panggil mereka berdua yang tak lain adalah Karin dan Sai.
"ada apa…?" Tanya Naruto datar yang berhenti di tengah perjalanan pulangnya.
"seharusnya itu pertanyaanku…Naruto…..kenapa kau pergi begitu saja…kita kan bisa makan enak lagi pula mereka yang mentraktir kita…" tanya Sai dan diikuti anggukan Karin.
"aku tidak perduli dengan itu semua…" ucap Naruto datar lalu melanjutkan perjalanannya.
"jika kau ingin…lanjutkan saja…" ucap Naruto lagi.
"oi…tunggu…jangan cepat-cepat jalannya…." Ucap Sai mengejar Naruto dan di ikuti Karin dari belakang.
"ada apa dengan kalian….?bukankah aku sudah bilang kita ini bukan teman….apa kau tidak mendengarnya…?" Tanya Naruto datar yang berhentai dari jalannya menatap mereka berdua.
Sai dan Karin cukup terkejut dengan perkataan Naruto, mereka menundukkan kepala merasa sedih. "i…itu…tidak benar Naruto…..tidak perduli seperti apapun kami akan tetap menjadi temanmu…." Jawab Karin membantah perkataan Naruto.
"kau menyelamatkan ku dan memberikan ku kesempatan hidup, kau juga yang membawa ku ketempat dimana aku bisa diterima banyak orang….hidup bahagia tanpa dikejar atau dimanfaatkan….." Ucap Karin lagi meneteskan air matanya.
Sedangkan Sai hanya diam mendengar perkataan Karin. Dan Naruto tidak begitu memperdulikan meskipun dalam hatinya juga merasa sedih.
"jadi…kau mau apa dari ku…?" Tanya Naruto.
"tentu saja kita akan selalu bersama…" ucap Sai serius.
"ahhaaa….terserah kalian saja…." Ucap Naruto datar sambil menghela nafasnya, sedangkan Sai tersenyum dan Karin telah mengelap air matanya dan ikut tersenyum juga.
"oi…Naruto…." Panggil seseorang dari sebrang jalan yang terlihatlah warung ramen Ichiraku.
Naruto menoleh dan ternyata yang memanggil adalah Iruka dan terlihat beberapa orang yaitu Tsunade Senju, Shizune, dan Sandaime.
Naruto menghampiri mereka di warung ramen Ichiraku dan di ikuti Sai serta Karin.
"Naruto makanlah…akan ku traktir…untuk merayakan kelulusanmu…." Ucap Iruka dan di ikuti senyuman dari Tsunade Senju, Shizune, dan Sandaime yang ikut menawarkan juga.
"maaf…aku sedang tidak lap…" ucap Naruto yang terhenti Karena suara keroncongan perutnya terus berbunyi.
"ahhhaaaa….mau bagaimana lagi…." Ucapnya menghela nafasnya yang dibalas senyuman mereka.
"Sai…Karin….kalian juga ikut makan ya…" ucap Shizune dan yang lainnya.
"ha'i…" ucap mereka.
"lagi pula ini terlalu cepat untuk merayakannya….belum tentu juga bakal lulus….." ucap Naruto yang sudah duduk dan memesan ramen jumbonya.
"ayolah kita makan saja dulu…." Ucap Sai yang di ikuti anggukan oleh Karin.
"Karin…aku minta maaf telah membuatmu menangis…." Ucap Naruto datar pada Karin tapi dalam kata-katanya penuh makna.
"hmmm…tidak apa-apa….lagi pula kita kan teman selamanya…." Ucap Karin tersenyum dengan wajah memerah di kedua pipinya.
"Sai….aku juga minta maaf….sudah meragukan mu…." Ucap Naruto datar pada Sai, namun dengan penuh makna.
"dasar baka…." Ucap Sai menjitak kepala duren Naruto.
"kau tidak perlu mengatakan seperti itu…kita ini akan selalu bersama-sama….." ucap Sai.
"arigato….arigato semuanya…." Ucap Naruto datar menundukkan kepalanya yang merasa sedang sendu dan langsung memakan ramennya dengan lahap.
Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum saja melihat Naruto seperti itu.
"Naruto sudah cukup banyak berubah…" pikir Tsunade sambil melihat kalung yang di pakai Naruto.
^ FlashBack ^
^ Di Rumah Sakit Konoha ^
"Naruto istirahatlah dulu…." Ucap Tsunade pada Naruto yang tampaknya sudah kelelahan.
"nanti saja dulu…..setelah mengurus para Anbu yang terluka…." Ucap Naruto mengelap keringat di dahinya.
"biar aku saja yang menggantikan mu Naruto…jadi beristirahatlah…" ucap Shizune yang masih mengobati para Anbu yang terluka.
"hmmm…lagi pula…malam ini adalah malam festival…" ucap Tsunade.
"aku tidak perduli dengan hal itu…" ucap Naruto datar dan masih setia mengobati Anbu yang terluka.
"ya…ampun Naruto…kau selalu saja begitu…." Ucap Tsunade menggosok-gosok kepalanya menyerah dengan sikap Naruto yang begitu keras kepala. Sedangkan Shizune hanya tersenyum-senyum saja.
Dimalam harinya, kembang api begitu indah menyebar dengan warna-warninya dilangit malam dengan diterangi bulan.
Jauh di suatu tempat, berada di sebuah pemakaman. "Nii-san….aku membawa bunga yang indah untukmu…" ucap Naruto di hadapan pemakaman Uchiha Shisui sambil meletakkan bunga tersebut.
"Nii-san…maaf aku terlambat…karena ada urusan tertentu…." Ucapnya lagi.
"Naruto…kau kemana saja…?" ucap Tsunade yang menhampiri Naruto begitu juga dengan Shizune yang ikut megnhampiri Naruto dan ikut berdo'a di pemakaman Uchiha Shisui.
"Naruto selamat ulang tahun…." Ucap Shizune tersenyum menyerahkan sebuah kado yang masih terbungkus.
"Naruto….selamat ulang tahun ya…." Ucap Tsunade yang juga memberikan sebuah kado dalam bentuk bungkusan.
"apa ini….?" Tanya Naruto yang menerima kado dari mereka berdua.
"buka saja…pasti kau akan tahu…." Ucap Shizune tersenyum.
Lalu Naruto membuka kedua bungkusan kado tersebut. kado pertama yang diberikan Shizune berisi syal merah yang hangat dan lembut. Sedangkan kado kedua merupakan pemberian Tsunade berisi sebuah kalung Kristal. "Tsunade-sama…apa anda yakin memberikan kalung itu….?" Tanya Shizune yang khawatir.
"hmmmm….tidak jadi masalah…." Ucap Tsunade yang menundukan kepalanya agak meraasa cemas juga dengan pemberiannya.
"memangnya kenapa dengan kalung ini….?" Tanya Naruto datar kebingunan.
"kalung itu pembawa sial….." ucap Tsunade.
"tapi jika kau tidak mau….kau bisa mengembalikannya…Naruto…." Ucapnya lagi sambil tersenyum.
"tidak apa-apa…..apapun yang kalian berikan…..akan selalu aku terima…." Ucap Naruto datar yang tetap memegang kalung itu dengan erat.
"tapi…." Ucap Tsunade yang cemas.
"ahhaaa…" hela nafas Tsunade menyerah dengan sikap Naruto.
"Naruto….aku ingin….di saat pertempuran….cobalah untuk lari…jika kau tidak mampu bertarung dengan musuh-musuhmu yang jauh lebih kuat darimu…." Ucap Tsunade memperingati Naruto dan di ikuti anggukan oleh Shizune.
"jangan bilang kalau laki-laki harus lari dari pertarungan….?" Tanya Naruto datar.
"tapi kau bisa….." Jawab Shizune yang sulit mengatakannya.
"aku tidak akan mati sebelum mencapai impianku….dan aku tidak akan menarik kata-kataku…karena itu adalah jalan ninjaku" Ucap Naruto sunguh-sungguh.
Tsunade dan Shizune terkejut dengan perkataan Naruto, sehingga membuat ingatan masa lalu mereka teringat kembali.
"ya…mau bagaimana lagi…tapi kau harus ingat Naruto….jika musuh-musuh mu lebih kuat darimu cobalah untuk lari…ingat cobalah untuk lari…." Ucap Tsunade menambah penekanan dengan wajah evilnya.
"ha…ha'i…" ucap Naruto yang ketakutan dengan wajah seram evilnya Tsunade dan Shizune juga ikut-ikutan.
^ Kedai Minuman dan Makanan ^
"pesan sakenya…." Teriak Jiraya yang memesan minuman yang duduk bersama Sandaime.
"Sensei…kenapa Tsunade tidak pernah datang ke acara ulang tahun Menma…..bahkan Shizune juga ikut-ikutan…?" Tanya Jiraya yang menuangkan sakenya pada tempat minuman.
Sebelum menjawab Sandaime meminum sakenya yang sudah di tuangkan. "kau tahu…setiap tahun acara ini terus di adakan tanpa ada hambatan sedikit pun meskipun ada hal-hal kecil yang selalu mengganggu semua sudah dibereskan dalam sekejap….festival peringatan hari kepahlawanan sekaligus ulang tahun Menma Namikaze…berbagai Clan terhormat berdatangan dan para warga memberi hormat…semua orang menikmati acara ini….." jawab Sandaime lalu meneguk minumannya.
"jadi menurutmu…apakah kau akan mengingatku setelah aku mati….?" Tanya Sandaime yang membuat Jiraya terkejut dengan perkataannya.
"apa yang kau bicarakan Sensei….?" Tanya Jiraya yang terkejut tanpa menjawab perkataan Sandaime.
"kau tahu kan….hidup seseorang tidak bisa di tebak….jika tidak hari ini, mungkin saja besok atau lusanya, lusanya lusa lagi….." ucap Sandaime membuat Jiraya terdiam sesaat.
"itu adalah perkataan Naruto…" ucap Sandaime lagi yang membuat Jiraya terdiam sesaat sekaligus kebingungan dengan perkataan Senseinya yang berhubungan dengan Naruto.
"apa kau tahu tentang Naruto…Jiraya…?" Tanya Sandaime yang dibalas dengan gelengan kepala tanda tidak tahu.
"aku juga tidak begitu memahami Naruto…walaupun aku sudah bersamanya…." Ucap Sandaime yang terlihat Jiraya tambah kebingungan.
"maksud Sensei bersama Naruto…?" Tanya Jiraya yang tampak kebingungan pada Senseinya.
"aku dan Tsunade, beserta Shizune…melatihnya…." Ucap Sandaime yang membuat Jiraya terkaget hingga berdiri dari tempat duduknya, lalu duduk kembali untuk menenangkan dirinya dari kekagetan sekaligus mendamaikan suasana lagi yang terlihat banyak orang tengah melihatnya apa lagi dengan tatapan yang tidak menyenangkan.
"bagaimana mungkin….bukankah Naruto tidak memiliki aliran chakra…?" Tanya Jiraya yang tidak begitu percaya dengan perkataan Sandaime.
"aku tidak begitu tahu tentang itu….karena masih sulit sekali mengetahui tentang Naruto….." jawab Sandaime.
"yang kutahu….Naruto sangat suka dengan ramen apalagi di Ichiraku dan selalu memesan ramen jumbo….dia sangat rajin berlatih dan mampu menguasai semua jutsu dalam waktu singkat…ia juga selalu menabung uang jajannya…baik kepada orang lain bahkan selalu menolong mereka yang kesusahan padahal yang dia tolong adalah orang-orang yang pernah mencemo'oh serta menghinanya…..selalu sendirian tidak punya teman sama sekali…dia tidak pernah tersenyum kepada siapapun…bahkan saat ia bekerja di rumah sakit Konoha sebagai salah satu ninja medis yang terbaik selalu mengobati para Anbu yang terluka...walaupun ada beberapa Anbu itu yang membenci dan sempat membunuh Naruto meskipun gagal…ia tetap menolong mereka yang menjerit kesakitan….kurasa balasan bagi kami tidak akan pernah melihat senyumannya….." ucap Sandaime lagi panjang lebar dengan menundukan kepalanya merasa begitu sedih.
Jiraya yang mendengar itu semua merasa sedih akan penderitaan Naruto. "dan kau pasti tahu kalau hari ini juga ulang tahun Naruto….atau kau sudah melupakannya….." Tanya Sandaime menatap muridnya itu.
Jiraya jelas terkjut dengan penuturan Sandaime. Dia benar-benar lupa kalau hari ini adalah ulang tahun Naruto juga. "maaf Sensei aku akan memembeli hadiah juga untuk Naruto…" jawab Jiraya yang beranjak ingin pergi.
"ahhaa….benar kan kau pasti lupa….." ucap Sandaime menghela nafasnya.
Jiraya hanya dapat tertunduk dengan perkataan Sandaime. Jiraya juga telah menyadari rasa sakit Naruto selama ini dan itu disebabkan Karena ramalan yang belum jelas serta dipecayai oleh dirinya dan muridnya yaitu Namikaze Minato.
"kurasa percuma saja Jiraya….belum tentu Naruto mau menerima hadiah yang kau berikan setelah menyadari penderitaan Naruto.." ucap Sandaime yang membuat Jiraya menundukan kepalanya begitu lemas.
"bahkan untuk kami saja…masih tetap kesulitan untuk mendapatkan hatinya kembali…..menurutmu bagaimana caranya menghilangkan kegelapan dihatinya….Jiraya…" ucap Sandaime lalu bertanya kepada Jiraya yang sudah berpengalaman karena terus berpergian dengan menatap serius.
"maaf Sensei…aku benar-benar tidak tahu…." Ucap Jiraya pada Sandaime dengan wajah tertunduk sedih.
"ahhaaa…lebih baik kita ketempat Minato dan keluarganya…semua orang sedang menunggu….lagi pula aku sedang memegang hadiah Tsunade dan Shizune…mereka tidak datang lagi tahun ini…." Ucap Sandaime sambil menghela nafasnya lalu beranjak ingin pergi.
"beruntungnya Tsunade dan Shizune…pasti sedang bersama Naruto…heh…andaikan aku bukan orang penting aku juga rasanya tidak mau datang untuk tahun ini…." Ucap Jiraya yang di dengar oleh Sandaime.
"ya…aku juga ingin….tapi kita sudah di tunggu oleh mereka…" ucap Sandaime yang berjalan didepan Jiraya yang juga berjalan mengikuti Senseinya.
"Sensei…kumohon…biarkan aku membeli hadiah untuknya…aku memang tidak bisa menghilangkan kegelapan dihatinya…mungkin dia juga tidak bisa memaafkan aku…karena itu setidaknya biarkan aku memberikan kepedulianku padanya…walau itu jauh atau pun dekat…aku hanya ingin memberikan apa yang bisa aku berikan untuk membuat dia tersenyum kembali…..aku tidak perduli meskipun dia tidak menerima hadiahku…atau pun membuang dan merobeknya…karena hanya itu yang bisa aku lakukan sebagai seseorang yang kuanggap cucuku sendiri…" ucap Jiraya memohon sambil menundukan kepalanya dihadapan Sandaime.
"baiklah….akan kutemani kau…Jiraya…" ucap Sandaime tersenyum tipis dan di ikuti juga oleh Jiraya yang tersenyum senang mau memberikan kesempatan untuknya agar bisa mendekati Naruto.
Lalu mereka pergi ketempat warung-warung yang menjual sesuatu yang menarik dan unik untuk mencari hadiah Naruto yang di temani Sandaime. "Naruto semoga kau menyukainya…" ucap Sandaime yang memegang kado ulang tahun untuk Naruto.
Setelah selesai mereka ketempat rombongan keluarga Nazmikaze serta para Clan dan Tetua Konoha yang terhormat yang sedang menjamu serta merayakan ulang tahun Menma Namikaze.
END
Setelah memakan ramen jumbonya sebanyak 8 piring, yang membuat kaget semua orang yang melihat Naruto. "Naruto benar-benar lapar…." Ucap Sai kaget yang melihat Naruto seperti itu.
"kurasa…Naruto tidak makan selama seminggu…" ucap juga Sandaime kaget melihat Naruto seperti itu.
"kenyang…kenyang…." Ucap Naruto mengelus perut buncitnya. Sedangkan yang lainnya hanya dapat menggelengkan kepala tidak percaya dengan cara makan Naruto.
"Sai…ini kuncinya….pulanglah duluan…aku ingin mengambil barang-barangku yang tertinggal…." Ucap Naruto yang berdiri dari tempat duduknya.
"arigato…." Ucap Naruto menundukkan kepalanya lalu pergi. Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum saja.
"hati-hati Naruto.." ucap Mereka lalu melambaikan tangan dan dibalas lambaian tangan Naruto juga yang sudah pergi menjauh dari tempat mereka.
^ Kediaman Namikze ^
Di malam hari yang diterangi oleh bintang-bintang dan bulan bersinar terang. Terlihat seorang bocah dengan umur yang diperkirakan 12 tahun berambut jabrik berwarna kuning dengan mata biru langitnya diterangi oleh cahaya bulan tengah menaiki suatu kamar bagian atas yang terdapat jendela dari luar.
"Kai…" ucapnya yang melakukan handseal lalu terbukalah jendela itu dengan lebar.
Sedangkan dari dalam rumah tersebut seorang wanita yang telah mendengar suara jendela terbuka dengan suara yang begitu nyaring lalu menaiki tangga menuju kamar itu.
To Be Continue….
LOG OUT
