UnaOne present

Badboys

Cast: WinkDeep! JinSeob! Samhwi! Ongniel! (Side: HakWoong Minhyunbin Guanho)

Rate: T

Lenght: Chaptered

Discalimer: Cuma minjem nama doang hehe

Warn! :Terlalu ngedrama, Kebayakan keju, Typo! YAOI NIH YAOI!

Chapter 13

-ONGNIEL-

Daniel mengusap wajahnya dengan kasar, ini sudah hari kedua tetapi Seongwoo juga belum sadar. Dia menatap pintu itu dengan sendu. Tak ada yang boleh masuk kecuali dokter, jadi Daniel hanya bisa melihat dari kaca.

Tangannya meraba dinding kaca yang dingin, dinding pemisah dirinya dengan Seongwoo, bibirnya tertarik membentuk senyuman pasrah, ingin sekali Daniel berteriak untuk membangunkan Seongwoo sekali saja, tetapi apakah bisa?

Baru saja tangisnya ingin pecah, tubuh Seongwoo terkejut layaknya disengat listrik, Daniel yang melihat langsung kalap memanggil dokter. Dia menggigit jarinya, menatap dokter dan suster yang berusaha membuka pakaian Seongwoo dan menghidupkan alat pompa jantung, hentak demi hentakan tak kunjung membuat Seongwoo membuka mata.

Daniel yang melihat itu langsung gemetar, bibirnya terus melapalkan nama Seongwoo, berharap jika keajaiban sedang berpihak padanya.

Teman-temannya mengerumuni tubuh Daniel yang lemah, menghantarkan semangat utntuk tetap kuat dengan ujian ini.

"1 2 3! CLEAR!""NO RESPON, DOK!""ULANGI!"

Ketika dokter menghentikan kegiatan pompa jantung tersebut Daniel dengan cepat masuk tanpa permisi, langsung saja dia memegang tangan pucat itu dan terus menangis.

"Kamu mau ninggalin aku? Ayo bangun Seongwoo! Jangan tidur terus!"

Dokter dan suster yang tadi mencegah Daniek hanya menunduk sedih, merasa iba dengan apa yang dialami Daniel sekarang.

"SEONGWOO! JANGAN TINGGALKAN AKU!"

"SEONGWOO!"

Seongwoo mengerjap matanya, terbingung karena dia tak melihat siapa-siapa di sampingnya. Dia berada di tempat serba putih, hanya ada bangku kecil yang berada di ujung sana.

Baru saja dia duduk, di depannya sudah ada layar besar yang tiba-tiba hidup dan memunculkan video tentang dirinya dan Daniel selama 4 tahun mereka bersama.

"Hey, Ong liatlah bintang itu!""Kenapa?""Cantik seperti dirimu"

Seongwoo tersenyum melihatnya. "Daniel, kamu baik-baik saja kan?" Gumamnya, tangannya terulur mengelus pahatan wajah Daniel di video itu, air matanya menetes. Dia tersadar dan berlari, mencari celah dimana agar dia bisa keluar dari tempat ini.

"SEONGWOO! JANGAN TINGGALKAN AKU"

Telinga Seongwoo berdengung mendengarnya, dia menutup telinganya segera. Terduduk karena suara itu seakan menarik jiwanya agar kembali.

"SEONGWOO!"

Teriakan-teriakan itu membuatnya pusing, tiba-tiba kepalanya menghantam sesuatu yang tumpul, rasanya seperti dijatuhkan dari langit dan masuk kembali ke tubuhnya.

Seongwoo tersentak dan membuka matanya selebar mungkin. Nafasnya berhembus kuat seperti orang sesak nafas, jantungnya bak roda besi tua yang di hidupkan kembali. Jantungnya kembali berdetak.

Mata Seongwoo menangkap cahaya putih menyilaukan, setelah itu dia mendapati dirinya di kerumuni beberapa kerabat dan tunangannya.

Mereka semua mengucap syukur, saling mengelap air mata yang sedari tadi tumpah, terutama Daehwi yang masih saja nangis segugukan di pelukan Samuel.

Mata Seongwoo bergulir kesamping, berusaha mencari keberadaan kesayangannya. Walaupun kepalanya masih terasa pusing tetapi dia tetap memaksa.

Dia berdiri dengan air mata yang masih turun, pandangan Seongwoo dan Daniel bertemu. Daniel menelusuri pipi Seongwoo dan membuatnya menutup mata-menerima kehangatan yang ada ditelapak tangan tunangannya.

Daniel tersenyum, sangat lebar sampai gigi kelincinya itu keluar. Lalu matanya bergulir menatap teman-temannya, seakan menyuruh mereka berbalik. Setelah berbalik, tanpa menjelaskan apapun bibir Daniel sudah mengecup seluruh permukaan bibir Seongwoo.

Menciumnya penuh kekhawatiran dan kelegaan yang bercampur, membuat Seongwoo ikutan menangis karena suasana seperti ini, dia meremat baju Daniel dan menciumnya dalam.

Semua yang tadinya disuruh berbalik malah menyaksikan pemandangan panas itu, kecuali Seonho yang sudah ditutup matanya oleh Guanlin atau Daehwi yang memerah dan menyembunyikan dirinya di perpotongan leher Samuel.

Ciuman itu disudahi dengan kening yang bersatu, Daniel mengecup lagi dan lagi permukaan bibir tunangannya dan tersenyum tampan yang menular ke Seongwoo sendiri.

Daniel turun kearah telinga Seongwoo dan membisikkan sesuatu yang membuat ratusan kupu-kupu berterbangan di perut Seongwoo.

"Terima kasih sudah bangun, sayang"

Seongwoo menelan ludahnya, padahal dia barusan bangun tetapi kedua temannya ini sudah mengintrogasinya. Jihoon masih belum sadar, jadi dia tak ada. Daniel yang berada disamping Seongwoo hanya nyengir saja, menambah tatapan tajam Daehwi dan Hyeongseob.

"Hyung ada hubungan apa dengan Daniel sunbae?"

"Panggil Daniel hyung saja"

"DIAM!" tunjuk Hyeongseob didepan wajah Daniel, yang diteriaki langsung diam tak bergeming, membuat Seongwoo menghela nafas.

"Kami sudah bertunangan saat smp" penjelasan Seongwoo itu membuat Daehwi dan Hyeongseob terkejut, mereka sama-sama berdiri dan menatap tak percaya Seongwoo. Sedangkan Daniel sudah mengecupi tangan Seongwoo yang tak terinfus.

"Hyung? Kau tidak terbentur apa-apakan sebelumnya?"-Hyeongseob

"Hyung? Dengan Daniel hyung? Daebak" ucap Daehwi sambil menepuk tangan, Seongwoo tersenyum canggung. Dia takut temannya itu menjauhi dirinya.

Daniel yang melihat wajah sedih Seongwoo, berdehem pelan, "Sebenarnya kami ingin mengatakannya, tetapi karena Seongwoo sendiri anak teladan dan aku berandalan. Jadi kami menutupinya, sungguh kami tidak bermaksud membohongi kalian semua" terang Daniel yang membuat temannya mengangguk mengerti.

"Tapi bagaimana dengan Jihoon?" Tanya Hyeongseob yang membuat Seongwoo cemas, adik tersayangnya itu juga masih belum sadar. Lebih parah dibanding keadaannya, karena kepalanya yang terbentur langsung dengan lantai jadi lebih intensif lagi. Untung saja sudah melewati waktu kritisnya, jadi hanya menunggu dimana Jihoon akan membuka matanya.

"Jihoon sudah tau duluan kalau mereka bertunangan" itu suara Bae Jinyeong yang masuk ke dalam ruangan Seongwoo, dia melipat kedua tangannya di tangan dan mengangguk ke arah Daniel yang terbingung

"Kapan?"

"Saat kalian mandi bersama"

"HEEEE????"

Seongwoo menutup wajahnya yang memerah, teman-temannya pasti menggodanya habis-habisan. Daehwi bahkan sudah tersenyum mesum dan diiringi Hyeongseob yang loncat-locat. Duh, itu anak ga sadar apa kalau dia hampir saja patah kaki.

"Sudah, jangan menggodanya" marah Daniel, kedua teman Seongwoo itu segera terdiam dan pamit keluar, takut Daniel beneran marah dengan mereka. Jinyeong juga mau pamit, ingin bersama Jihoon katanya.

"Bagaimana? Sudah ketauan'kan?" Goda Daniel, tangannya menumpu kepalanya dan menghadap kearah Seongwoo. Pemuda Ong hanya mendengus sambil mencubit kedua pipi Daniel.

"Gara-gara kamu! Padahal aku ingin mereka tau saat kita menyebarkan undangan" cicit Seongwoo, ucapan itu membuat Daniel menghangat, dia mendekap kepala Seongwoo dan mengecupinya terus menerus.

"Aku sayang kamu, Dan" lirih Seongwoo, sekuat apapun Seongwoo. Dia tak ada apa-apanya jika tidak bersama Daniel.

Dia bertahan selama ini karena Daniel.

Dia menjadi kuat karena Daniel.

Dia menjadi dirinya, Ong Seongwoo yang ceria karena Daniel.

Dia sangat mencintai Daniel apapun yang terjadi.

"Aku lebih sayang kamu, Ong" ucap Daniel sambil beranjak pergi, Seongwoo pikir pemuda bahu lebar itu tak akan kembali lagi tetapi Daniel cuma mengunci pintu. Alis Seongwoo naik sebelah. "Kenapa dikunci?" Tanyanya. Daniel tak menjawab, dia malah membuka sepatunya dan naik ke kasur Seongwoo, duduk sebentar di pinggang tunangannya.

"Hai, Ong Seongwoo. Ini Kang Daniel--" Seongwoo tersenyum mendengarnya, matanya berbinar melihat Daniel-yang pasti sedang menghiburnya.

"Kita dijodohkan oleh orangtua kita dan Seongwoo langsung menyetujuinya. Kenapa? Karena Seongwoo tidak mau ngecewain orang tua Seongwoo. Sangat berbakti, eh?"

Daniel tersenyum sambil memainkan jari Seongwoo.

"Tapi alasan Daniel kenapa Daniel menerima perjodohan ini, karena Seongwoo sangat cantik. Daniel suka" ungkap Daniel, Seongwoo memukul pundak Daniel, dia malu.

Daniel merunduk, mendekati wajahnya ke Seongwoo. Mereka sangat dekat sampia bisa bertukar nafas satu sama lain. Jangan tanyakan bagaimana keadaan Seongwoo, dia sudah berubah menjadi kepiting rebus.

"Kita tidak pernah mengaku dengan satu sekolah karena Seongwoo takut dibully. Sayang, Daniel akan jadi yang paling depan kalau Seonggwoo dibully"

Tiba-tiba Daniel teringat kejadian kemarin.

"Tapi Daniel minta maaf karena tidak menjadi yang pertama saat kejadian kemarin, Daniel sangat menyesal. Harusnya Seongwoo tidak diperlakukan seperti itu. Daniel merasa san--" Ucapan Daniel terhenti karena telunjuk Seongwoo yang berada tepat dibibir Daniel, menyuruhnya diam. Seongwoo menggelengkan kepalanya sedih karena Daniel berkata seperti itu.

"Dengar. Seongwoo tidak marah dengan Daniel karena terlambat datang menolong Seongwoo. Kehadiran Daniel disamping Seongwoo sudah cukup"

Seongwoo menutup matanya, menerima lumatan bibir Daniel yang menari di atas bibirnya, mengalungkan lengannya dileher pemuda itu dan membiarkannya menindih penuh seluruh tubuhnya.

Daniel mulai turun kebawah, mengecupi leher putih Seongwoo yang belum ternoda. Dia menggigit leher itu dan membuat bercak-bercak kemerahan yang kontras. Seongwoo hanya terkekeh geli. Lalu tangannya merambat ke bawah dan membuka kancing kemeja Daniel satu-persatu--

--Ingatkan bahwa rated Fanfiction ini tidak akan berbelok ke rated M

TBC

NAENA~ NAENA~ asiq ya yang naena dirumah sakit. Duh.

NAH PUAS KAN? PADAHAL SAYA MAU KARAMIN ONGNIEL TP GA TEGA WKWK. Ongniel 4lyfe.

Maaf ya kalau naenanya tidak bersambung, silahkan berimajinasi sesuka kalian huhu.

FF INI AKAN TAMAT DENGAN 20 CHAPTER DAN 2 SEQUEL

AYO WINKDEEPNYA KARAM MINGGU DEPAN. SIAPA YANG KANGEN WOO-JINYEONG MICHEOTJI JADI PHO??? minggu depan Woojinyeong datang sebagai phocameo yang merusak suasana. Ck

Unaone