SULAY FANFICTION INDONESIA
==Present==
Sexically Sexical
By
Flying White Unicorn
*Pairing*
Kim Junmyeon*Zhang Yixing
Yaoi
Bxb
Rate M NC17
Don't plagiat
Many typo(s)
Konten dibawah benar-benar banyak menggunakan bahasa sensual mohon disesuaikan dengan umur anda semua yang akan membaca
JANGAN BACA KALAU MASIH UNYU PLEASE T.T
I just wanna travel and fuck you on hotel balconies
…..
Yixing memandangi manusia di depannya, menatap dengan senang dan haru. Luhan, harta yang paling berharga. Satu-satunya darah yang sama dengannya walaupun berasal dari rahim yang berbeda. Manusia paling dijaga Yixing, melebihi nyawanya sendiri. Sedangkan orang yang ditatapnya hanya memandangi teko teh di meja yang memisahakan mereka berdua dengan bosan.
" Aku mengajakmu makan kue siang ini bukan untuk mencoba dekat denganmu." Ucap Luhan ketus
" Aku tahu." Balas Yixing
Luhan menatap Yixing kesal kemudian cepat membuang mukanya.
" Baiklah. Tujuanku kemari adalah ingin mengajukan perdamaian denganmu."
" Lu, Perang hanya jika kedua belah pihak saling membenci. Aku tidak pernah membencimu. Aku menyayangimu."
" Apapun! Mulai besok... Aku ingin...Aku ingin dekat denganmu."
" Lu.. Benarkah ini kau?." Yixing menggengam tangan Luhan
Luhan sontak menarik tangannya menjauh, ia tidak biasa bersentuhan dengan Yixing selama bertahun-tahun. Jika dulu Yixing menyuapkan dan memandikannya. Kini Yixing lebih seperti wabah untuk Luhan.
" Kita bisa mulai perlahan." Ucap Yixing maklum
" Baiklah. Besok aku ingin kau mengantar jemput ku. Sehun akan mulai bekerja. Dan... dan aku akan sering mengunjungi mu."
" Mengunjungiku?."
" Maksudku ke tempat kerjamu. Aku bahkan tidak tahu kau kerja dimana selama ini."
" Tidak perlu Lu. Aku akan selalu on time mengantar jemputmu. Aku akan selalu ada untukmu. Seperti biasanya." Ucap Yixing
" Terserah."
Luhan pergi meninggalkan Yixing, setiap ia berbicara dengan Yixing kakaknya. Entah bagaimana bisa hatinya terasa sakit. Ia teringat akan kehidupannya yang diatur Yixing. Sampai penjagaan Yixing terhadapnya. Membuatnya tidak bisa menikmati kehidupan masa mudanya.
Andai saja tujuan utamanya bukanlah untuk mengawasi Yixing. Mungkin dia tidak akan pernah sudi untuk dekat dengan Yixing. Luhan yakin, jika Yixing mengetahui keberadaan ibunya. Jika ada seseorang yang bisa menyembunyikan sesuatu dengan rapi. Sudah tentu itu adalah Yixing.
Dear Zyxzjs
Kau percaya? Aku berdamai dengan para iblis yang paling kubenci.
...
Hai..
Sudah pernah ku katakan bukan? Benci adalah suatu perasaan yang tidak absolut.
...
Tapi bukan berarti kebencian itu lenyap begitu saja. Kau hanya perlu satu kesalahan kecil untuk memancingnya kembali. Apa kau percaya bahwa penyimpan rahasia terbaik bisa kebobolan suatu hari nanti?.
...
Dia yang mengatakan menyukai kesendirian tapi membenci kesepian, dia yang mengatakan takut akan gelap tapi lebih takut akan keramaian, dia yang mengatakan menyukai kesunyian namun pencari kebahagiaan. Apa kau tahu apa yang membuat siklus ini menjadi nyata? Semuanya.. bahkan bisa kusebut semesta alam. Karena merekalah penyimpan rahasia terbaik.
...
Lalu? Maksudmu?
...
Tidak ada rahasia yang lebih sempurna jika tidak terbongkar. Bukankah kau bisa menilai rahasia itu penting atau tidak, jika sudah tahu apa isi rahasia itu?.
...
Cahaya mobil masuk ke dalam kamar yang lampunya sudah Yixing matikan. Pertanda Junmyeon sudah pulang. Hari ini memang Yixing mengatakan akan pulang sendiri lebih cepat karena pertemuannya bersama Luhan. Junmyeon yang memang tidak pernah membatasi Yixing, tidak menganggap itu sebuah masalah. Yixing kini tahu, Junmyeon pulang cepat karena dirinya. Itu berarti lebih banyak waktu beristirahat. Mungkin ide pulang bersama tidaklah selalu buruk.
" Yixing kau belum tidur?." Junmyeon yang baru masuk ke kamar melihat Yixing masih memegang laptopnya.
" Ne, aku masih belum tidur." Jawab Yixing
" Hidupkan lampu jika kau menggunakan laptop Yixing. Menulis di gelap tidak baik untuk kesehatan matamu."
" Aku sudah siap menulis, memang kebiasaan ku mematikan lampu."
" Hmm.. Apa mobil putih itu milikmu?." Tanya Junmyeon yang tampak sudah tidak sabar lagi bertanya
" Ne, aku membeli mobil sendiri untuk keperluanku dan Luhan." Ucap Yixing
" Luhan? Bukankah Sehun sudah kuberikan mobil sendiri?."
" Luhan memintaku untuk mengantar jemputnya sekarang. Mungkin karena Sehun sudah akan mulai bekerja denganmu."
" Oh baiklah. Kalau begitu aku mandi dulu."
Junmyeon cepat masuk dan mengeluarkan ponselnya, dia tahu keinginan Luhan bukan hanya karena kemanjaannya. Luhan ingin menyelidiki sendiri. Itu berarti senjata satu-satunya Junmyeon agar Yixing tetap berada di dekatnya akan hilang. Junmyeon menghidupkan semua keran air. Dan menekan sebuah nomor.
" Chanyeol, Apa kau sudah ada kemajuan?."
...
" Baiklah, tidak-tidak. Jangan. Kurasa kau ada pekerjaan lain lagi. Bukan menemukan lagi yang kuinginkan, tapi menyembunyikan."
.
.
Minseok benci jika Jongdae kembali kebiasaan lamanya. Melupakan sesuatu yang penting. Dengan tampang siap marah, Minseok membawa setumpuk berkas yang disebut Jongdae sebagai harapan hidup dan matinya. Bagaimana bisa Jongdae melupakan hal seperti ini.
" Permisi Tuan.. Sajangnim sudah menunggu di dalam." Ucap sekretaris Jongdae begitu melihat Minseok
" Ya, aku akan masuk." Balas Jongdae
Cleek
Minseok masuk tidak melihat Jongdae yang tertutup seorang pria berbahu lebar. Menunggu di dekat pintu karena pasangannya masih ada pekerjaan.
" Baik saya permisi."
" Sehunnie? Mengapa kau ada disini?." Tanya Minseok begitu pria yang menutupi Jongdae berbalik kearahnya.
" Oh sayang kau sudah datang. Sehun bekerja di perusahaan Junmyeon hyung. Dia kemari mengantarkan beberapa berkas penting." Ucap Jongdae menjawab pertanyaan pasangannya
" Aku permisi dulu mr Kim." Sehun membungkuk pada Jongdae dan Minseok kemudian keluar melalui pintu disebelah Minseok.
" Benarkah Jongdae? Sehun sepertinya sudah memiliki peran untuk Junmyeon." Ucap Minseok begitu Sehun menutup pintu
" Adiknya Yixing yang meminta Sehun untuk bekerja di perusahaan Junmyeon. Kau bawa berkas ku?."
" Sepertinya Junmyeon terlalu tunduk dengan kedua Zhang itu. Aku menyukai Yixing tapi bukan berarti dia harus mengikuti kemauan mereka. Lagipula hyungmu tidak tahu perasaan Yixing yang sebenarnya.."
" Perasaan Yixing yang sebenarnya? Maksudmu?." Tanya Jongdae
" Er.. Tidak-tidak. Tidak ada maksud aku hanya asal berbicara. Ini berkasmu. Aku mau pulang." Ucap Minseok
" Kenapa cepat sekali, apa kau tidak rindu berbaring di atas meja kerjaku?." Tanya Jongdae dengan senyum nakalnya.
" Jongdaeee kau sudah berjanji kan kita akan melakukannya dengan lebih terarah."
" I-Iya tapi tidak ada salahnya sebagai salam perpisahan dengan kewild-an kita." Pujuk Jongdae
" Bagaimana ya.." Minseok mulai terpengaruh
Tok tok tok
" Maaf sajangnim. Rapatnya sudah akan mulai." Ucap sekretaris Jongdae
" Yaak."
" Baiklah aku pulang dulu Jongdae."
" Hampir saja.."
" Ada apa sajagnim?."
" Tidak-tidak. Baiklah bawakan berkasku ini Jaehyun."
.
Minseok yang semula akan langsung pulang langsung mengubah rencannya. Dia akan berjumpa dengan Yixing. Walaupun pasangannya yang memiliki hubungan darah dengan Junmyeon, tapi dia tetap tidak bisa menerima jika Junmyeon pada akhirnya mendapat harapan palsu.
" Kasihan dia.." Gumam Minseok.
Yixing mengendarai mobilnya dengan pelan, antara ingin membuat orang disebelahnya nyaman ataupun tidak ingin cepat sampai. Ia ingin menikmati waktunya berdua dengan Luhan, walaupun tanpa berbicara tapi rasanya mencium aroma parfum vanilla Luhan dari dekat meyakininya bahwa orang yang paling dia sayangi berada di dekatnya.
" Aku berhenti disini saja." Ucap Luhan
" Aku akan mengantarmu sampai di dalam gerbang Lu."
" Tidak perlu. Sudah berhenti."
Mau tidak mau Yixing menghentikan mobilnya.
" Nanti akan ku jemput."
" Tidak aku yang akan ke- ke kantormu. Berikan saja alamatnya."
" Untuk apa? Aku tidak ingin kau lelah." Ucap Yixing
" Untuk.. Makan siang. Aku akan membawakan bungkusan untuk kita makan siang bersama." Luhan cepat memberi alasan tidak ingin Yixing mencurigainya.
" Baiklah. Ini alamatnya ku whatsapp kan. Jumpa lagi nanti Lu."
Luhan mengangguk kemudian pergi meninggalkan Yixing yang masih mengawasinya.
Ting!
Rumah sakit Medical Seoul
Luhan menghentikan langkahnya, membalik badannya namun sosok Yixing telah pergi. Selama sekian lama baru Luhan tahu ternyata kakaknya adalah seorang yang berkecimpung di dunia kesehatan. Lalu untuk apa Yixing juga memaksakan Luhan untuk menjadi seorang dokter jika dirinya sudah berada di dunia itu. Dengan kesal Luhan melanjutkan langkahnya, berharap waktu makan siang akan datang dengan cepat.
.
Tanpa berbicara kedua manusia yang berada dalam ruangan yang Sama itu saling mencoba untuk tetap nyaman. Jongin melirik Kyungsoo, laki-laki yang sedang tekun mengetik sesuatu di laptopnya. Jongin memang meminta Kyungsoo untuk mengerjakan sesuatu namun tujuan utamanya adalah ingin berjumpa dengan Kyungsoo.
" Aku akan mencetaknya kemudian mengirimkan berkasnya." Ucap Kyungsoo segera beranjak dari tempat duduknya.
" Kyung tunggu…"
" Ada lagi?." Tanya Kyungsoo
" Tidak bisakah kita seperti biasa?." Tanya Jongin dengan tatapan mengharap.
" Biasa? Aku biasa-biasa saja."
" Tidak. Kau tidak masuk ruanganku jika tidak ku panggil, kau tidak menatapku seperti dulu dan bahkan pagi ini kau melupakan kopiku."
" Maafkan aku. Aku akan lebih teliti lagi nanti." Ucap Kyungsoo kemudian bersiap pergi
" Kyung! Jangan pergi." Jongin menarik tangan Kyungsoo membawa pria kecil itu kedalam pelukannya.
" Jongin…"
" Jangan pergi.."
Jongin menatap mata bundar yang sedang menatapnya dengan bingung. Jongin membelai pelan pipi Kyungsoo. Apapun yang diinginkannya adalah mencium bibir merah kecil milik Kyungsoo. Jongin melumat kecil bibir Kyungsoo. Ada perasaan tenang yang dirasakannya.
.
Kalau saja pesan yang dikirimkan Minseok untuk menunggunya di rumah sakit tidak dengan kata-kata penting, mungkin Yixing sudah menjemput Luhan. Keinginan untuk makan siang bersama mungkin lebih baik dilakukan di luar rumah sakit. Lagipula ini pertama kalinya untuk Yixing mendapatkan ajakan dari Luhan.
" Yixing."
" Minseok, ada apa? Kau ingin berbicara denganku padahal nanti dirumah kita juga berjumpa."
" Yixing.. Aku ingin berbicara tentang Junmyeon. Penting."
" Baiklah, Ayo masuk."
Yixing membuka ruangannya kembali, mempersilahkan Minseok masuk. Dalam hatinya ia penasaran dengan topik yang Minseok bawa. Ada apa dengan Junmyeon? Pagi tadi mereka berpisah tidak ada yang dirasa Yixing menganjal.
" Ada apa Minseok?."
" Apa jika aku memohon padamu, kau akan menerima cinta Junmyeon dan tulus kepadanya?."
Yixing menatap lekat-lekat mata Minseok. Tidak ada candaan, apa yang dikatakan Minseok adalah keseriusan.
" Kenapa kau berkata seperti itu?." Tanya Yixing
" Aku hanya berpikir, jika kau pergi atau menolak Junmyeon dia akan… Aku memang bukan siapa-siapanya Yixing, tapi percayalah Junmyeon sudah kuanggap seperti keluarga ku sendiri. Walau aku hanya iparnya."
" Minseok, kau tidak perlu suatu hubungan untuk peduli dengan seseorang. Itulah rasa yang menjadikanmu manusia."
" Jadi apa kau mau membuka hatimu untuknya Yixing? Kumohon."
" …. Akan kucoba." Ucap Yixing
Minseok menggengam tangan Yixing, seakan mengingatkan Yixing telah berjanji suatu hal dengannya. Entah apa yang dilakukannya salah ataupun benar. Minseok hanya ingin memastikan orang-orang di dekatnya hidup dengan bahagia. Sama seperti dirinya.
Dengan kaku Luhan memasuki bangunan yang lumayan ramai itu. Rumah sakit terbesar dan terlengkap. Semua jenis dokter untuk segala macam penyakitmu ada disini. Tempat yang mungkin beberapa tahun lagi akan menjadi tempat kerja Luhan, terasa asing untuknya. Beberapa orang mengenakan seragam putih dengan jalan cepat di jumpainya sepanjang lorong. Luhan memeriksa kembali ponselnya, Yixing tidak menyebutkan dia bekerja dibagian mana. Karena Yixing meminta Luhan untuk menunggunya di luar bangunan rumah sakit.
Insting Luhan lah yang memaksanya untuk masuk kedalam, mencari yang tidak mungkin ia temukan. Hanya karena rasa penasarannya saja.
" Lu?."
" Yi-Yixing."
" Aku tidak tahu kau akan naik ke atas. Ayo kita pergi." Ucap Yixing
Mau tidak mau Luhan mengikuti Yixing, lagipula dia sama sekali tidak mendapatkan petunjuk apapun dari keberadaan ibunya.
" Makan apa kita Lu?."
" Terserah saja."
" Kau sedang ingin makan apa?."
" Steak." Jawab Luhan pendek
" Baiklah. Kita akan makan steak paling enak." Yixing tersenyum memandangi Luhan yang tidak dibalas oleh Luhan
….
Zyxzjs,
Kau tahu apa yang paling melelahkan di dunia ini? Berpura-pura bahagia.
….
Kau tahu kebohongan apa yang paling sempurna? Berpura-pura menerima kebahagiaan itu.
….
Jadi melakukan apa menerima nya lebih melelahkan untukmu?.
….
Keduanya, melakukan harus ada usaha, sedangkan menerima kau harus mempersiapkan hatimu.
….
Junmyeon pulang lebih awal, setelah sekretarisnya Byun Baekhyun asyik mengganggu kunjungan Chanyeol diruangannya. Setelah menumpahkan air di karpet dan tidak mendengar suruhannya. Baekhyun akhirnya mau keluar dari ruangannya setelah Chanyeol juga pergi.
" Kau menyukainya Byun?."
" Ti-tidak aku sekretaris anda. Sudah tentu jika ada kunjungan tamu aku akan menemani anda sajangnim." Ucap Baekhyun sopan
" Ya-ya aku percaya, padahal tadinya aku mau mengatur makan malam kita bertiga…"
" Bertiga? Apa dia ikut juga?." Tanya Baekhyun semangat
" Menurut ilmu hitung ku, dia termasuk Byun." Ucap Junmyeon menahan tawanya
" Aku akan mengechek jadwal anda dan memasukkan rencana makan malam dalam agenda." Ucap Baekhyun langsung keluar ruangan untuk menggapai meja kerjanya.
Junmyeon tertawa, tidak ada salahnya jika dua orang kepercayaannya saling memiliki hubungan. Lagipula Chanyeol seseorang yang sedang pertualangan sudah semestinya memiliki orang yang memperhatikannya.
Pintu kamar terbuka, seperti biasa Junmyeon menjumpai Yixing di antara laptop yang di pangkunya. Yixing tersenyum, walau sejak semula mereka tinggal di satu kamar. Tidak ada paksaan ciuman maupun lainnya dari Junmyeon. Yixing melakukannya sebatas having fun. Tidak dengan Junmyeon yang memang melakukannya karena rasa cintanya kepada Yixing.
Junmyeon tidak bisa memaksa Yixing untuk menerima cintanya, ia sadar apa yang dilakukannya yang terbaik hanyalah membuat Yixing tetap berada di dekatnya.
" Belum tidur?." Basa basi Junmyeon
" Kau belum pintar untuk berbasa basi hingga saat ini." Yixing menutup laptopnya dan menyimpannya kembali di tempatnya.
" Hmm.. Inilah aku." Ucap Junmyeon
Yixing berdiri mendekati Junmyeon yang masih diam.
" Mandilah. Kurasa aku merindukanmu." Ucap Yixing sambil membuka dasi Junmyeon.
Mata Junmyeon menatap tidak percaya, Yixing mengatakan sesuatu yang membuat jantungnya berdegup kencang. Bahkan sentuhan Yixing dirasa Junmyeon mulai akrab.
" Tunggu aku di atas kasur." Ucap Junmyeon segera pergi mandi.
Yixing tersenyum, meyakinkan hatinya sendiri apa yang dilakukannya bukanlah semata atas permintaan Minseok ataupun karena kebiasaanya melayani laki-laki.
Aku pasti bisa membuka sedikit hatiku untukmu Junmyeon…
TBC..
Mianhee kelamaan update hihihihi
Sudah buka kan yang puasa? Haha ambil jalur aman nih
