Ting Tong...

"Iya tunggu." Hyungseob meneriaki seseorang dibalik pintu apartemen, dan sepertinya lelaki cantik itu telah mengetahui identitas dari sang tamu. Yah, cukup dengan melihat penampilan berbedanya malam ini, kemeja putih sepaha serta underwear yang juga sepaha sehingga lelaki itu kelihatan hanya menggunakan kemeja tanpa bawahan, dan hal itu tentu saja berhasil mempertontonkan bagian kaki jenjangnya yang putih dan mulus.

Klik...

"Eh, Kak Woojin. Silahkan masuk Kak." dan tamu istimewa Hyungseob itu adalah Park Woojin. Kakak senior dikampusnya sekarang. Dan sebenarnya kedatangan Woojin kesini hanya untuk mengerjakan tugas kuliah mereka yang kebetulan dijadikan satu kelompok, namun hal langkah seperti ini jadikan Hyungseob sebagai alasan pendekatan terhadap cogan terlaku di kampusnya ini.

"Ehmm.. Iya makasih." Woojin sempat syok sendiri melihat penampilan Hyungseob yang sungguh menggoda iman, namun sebagai senior yang jaim dan baik, Woojin harus menunggu waktu yang tepat untuk memberi pelajaran kepada anak ini.

Dan akhirnya setelah keduanya telah berada diruang tamu dan memilih untuk duduk lesehan diatas karpet, mereka mulai mengerjakan tugas dengan serius namun itu hanya bertahan setengah jam. Karna, Hyungseob yang telah memulai aksi gilanya dengan menonton video seks dengan volume segede toa, dan parahnya lagi anak itu malah ikut mendesah dengan posisi telungkup menghadap laptop, dan itu ia lakukan dengan Woojin yang masih setia duduk dihadapnnya.

"Yah, ukenya kurang panas, kurang menghayati. Desah kok datar gitu." Hyungseob mulai mengomentari tontonannya.

"Mungkin dia malu, disitu kan banyak orang. Coba kamu yang naena depan kamera pasti malu juga kan." akhirnya Woojin kepancing juga dengan ocehan kurang ajar Hyungseob. Namun sepertinya disini Hyungseob lah yang telah salah membangunkan jiwa kelam Woojin yang telah lama tertidur.

"Enggak kok. Tinggal anggap aja aku cuma berdua disitu. Pokoknya aku bakal desah sebebas mungkin, gak ditahan tahan kayak gini." kode keras pertama.

"Masa sih? Kayak gimana coba?" kode keras diterima bung.

"Disini desahannya ecek ecek. Masa cuma aahh ahhh ahhh eughh aahh oh my god doang. Kalau aku nanti aku bakal gini, eughhh~ ohh ahhh ahhh ahhh ahhh ahhhhh ahh shittt ahh fucking me ahh ahh shittt faster eughhh ahhhh ahhh.." Hyungseob benar-benar ngedesah sambil masang ekspresi menggoda tingkat bitch profesional.

Dan disana Woojin cuma bisa liatin Hyungseob dengan liur yang hampir menetes dan junior yang telah bangun sepenuhnya. "Hyungseob! Kamu nakal sayang. Karna itu kamu harus dihukum."

"Loh, aku salah apa kak?" Hyungseob masang muka sok polos, padahal dalam hati jiwa jalangnya udah meronta-meronta minta dipuasin.

"Salah Kamu?" Woojin mulai bangun dari duduknya lalu menghampiri Hyungseob yang masih telungkup didepan laptop. "Salah kamu itu banyak. Pertama.." Woojin telah berada tepat disamping Hyungseob dan sekarang ia mulai mengelus-ngelus rambut lelaki itu. "Kenapa pakai pakaian seksi seperti ini heum? Kedua.." lelaki itu kini beralih membalikan posisi Hyungseob yang tadinya telungkup mejadi telentang, "kenapa nonton video dewasa didepan aku? Dan yang ketiga." terakhir Woojin telah merangkak naik keatas tubuh Hyungseob dan mulai menjilati telinga serta dagu lelaki cantik itu, "kenapa desah nakal kayak gitu?"

"Ehmm.. Kenapa yah? Mungkin karna aku mau kakak ada disini." Hyungseob langsung lingkaran kakinya kepinggang Woojin sekaligus ngegesek-gesek lubangnya ke junior lelaki yang masih berada diatas tubuhnya.

"It's coming soon, Hmmpptt-" setelah puas menjilati wajah Hyungseob, Woojin mulai melumat serta menghisap bibir nakal lelaki mungil dibawahnya. Dan hal itu tentu saja disambut dengan senang hati oleh Hyungseob.

"Mpptt...eughhh...ahh...aahh..enghh.." hisapan-hisapan Woojin kini telah turun hingga ke leher putih Hyungseob, bahkan dibeberapa bagian Woojin sengaja menghisapnya dengan cukup kuat hingga tanda kemerahan mulai menghiasi leher lelaki cantik itu.

"Ini manis sayang. Ehhmm.." Woojin kesenangan sendiri setelah mulutnya telah berhasil menguasai dua buah tonjolan keras milik Hyungseob.

"Ahh..ahhh..euhhghhh..ahh..tarik kak..eughh enakkk ahh ahhh ahh.." Hyungseob cuma bisa lingkarin tangannya ke leher belakang Woojin, sambil terus ngebusungin dadanya sendiri.

"Ehmmppt.. Manis kayak kamu.." Woojin narik-narik nipple kanan Hyungseop pake bibirnya, dan mutar-mutar yang kiri pake jarinya.

"Aahh...aahh..ahhh...enghhh...aahh...aahh...OH SHITT." Hyungseob kaget sendiri saat tangan Woojin yang lain telah masuk kedalam underwearnya, dan mulai mengocok pelan junior mungil lelaki manis itu.

"Aahh..ahh..ahh..ahhh...eughhh..enghhh...aahh...aahhsh...i..ini..nikmat...aahhh." Hyungseob benar-benar telah lupa diri saat kedua titik kenikmatannya dimainkan secara bersamaan.

"Aghh.. Shitt bitch." Dan dalam sekali gerakan Woojin telah berhasil melepaskan semua kain yang melekat pada tubuh Hyungseob. Lalu lelaki itu mulai menusuk-nusuk lubang berkedut Hyungseob dengan dua jarinya.

"Ahhh...ahh...ahhh..ahhh..eughhhhhh...aahh..ahhh.ahhhha...ahhhhh...ah.hh..hisap kakk...eughhh ahh ahh.. " Hyungseob ngedesah sambil dorongin kepala Woojin kearah lubangya pakai kakinya yang memang telah melingkar dibelakang kepala Woojin.

"Anything for you Babe, Slurpp eughh..aahhss.." Woojin cuma bisa nurutin semua kemauan Hyungseob dengan senang hati.

"Ahh..ahhh...ahh.ahhhh..ahhhhh...ah.anhhh eughh.."

"Aaghh..Aku akan masuk babe." Woojin sekarang mulai ngarahin Juniornya ke lubang Hyungseob, mengesek-gesekannya sebentar lalu langsung to the point nusuk sampe semua bagian juniornya tenggelam didalam lubang hangat itu.

"Aakkhhhh...OH MY GOD. ini besar dan panjang sekali akkkh shitt" Hyungseob nahan sakit dibagian lubangnya dengan cara meremas rambut Woojin.

"Heum besar? Jadi sebelumnya belum ada yang sebesar dan sepanjang ini?" Woojin smirk kearah Hyungseob sambil maju mundur pelan.

"Hemm.. Ini penis yang terbaik. Ahhh..ahhh..God...ahh.ahhh..ahhh..ahhh...faster kak..ahh...ahh..ahhh." yah, penis Woojin telah mendapatkan titik kenikmatan Hyungseob.

"Tentu saja babe. Ughh..eughhh...sempithhh eughh.." tempo tusukan kali ini benar-benar mulai dipercepat.

"Aahh...ahhh...sialan..tusuk cepat disitu..iya disitu aaghhh ahhh..ahhh..ahh...ahh..enghhh." tubuh mungil Hyungseob kini telah tersentak-sentak kuat diatas karpet bulu itu.

"Aagghh.. Ini sangat sempit babe ughh.. Kukira kau sering dimasuki banyak junior ahhh aagghh.."

"Ahhh...ahh..ahhh..ahh A...aku tidak melakukannya dengan eughhh ahh sembarangan orang ahh..ahhh...ahh..ahh fucking me..ahh..ahhh...ahh.ahhh."

"Ughh..ohhh..kau memang pintar babe.."

"Ahh..ahhh..ahhh.ahhh.ahh..ughhh...faster ahhh..ahhh..ahhh..a..aku anti despacito ahhh ahhh ahh ahhh..." tubuh Hyungseob bergetar kenikmatan, pertanda sebentar lagi lelaki itu akan segera sampai ke peraduannya.

"Ohh.. Anti despacito yah. Ughh..baiklah ini akan sangat cepat babe. " dan Woojin sungguh-sungguh menusuk lubang Hyungseob dengan cepat dan brutal.

"Ahhh..ahhhh...ahh...ahh.ahhh.ahhh.ahh..eughhh..ahh...shitt...ahh...aa..a..aku aakan sampai aahh ahhha aahh... OH MY GOD EUGHHH~~~" dan akhirnya Hyungseob berhasil mendapatkan orgasmenya yang kini tengah ia semburkan melalui junior mungilnya.

"Aaghh..ughhh..eughhh..ahh..aa..aku juga akan aahhh shitttt.. Buka mulutmu." sedetik sebelum Woojin mencapai klimaksnya, ia sudah memindahkan juniornya kedalam mulut Hyungseob hingga akhirnya semua spermanya berhasil memenuhi mulut Hyungseob.

"Uhukk..uhukk..aashhh.." Hyungseob sampai tersedak sendiri, karna sperma Woojin yang terlalu banyak bahkan cairan putih itu sampai merembes ke bagian dagu hingga leher lelaki cantik itu.

"Kau pintar sayang, mungkin lain kali kita harus kembali mencobanya dengan ronde yang lebih banyak dari ini." Woojin mulai menjilati sisa sperma dibagian dagu dan leher Hyungsoeb.

"Yah, harus. Hahh..ahhha..hhaah." Hyungseob terlalu lelah untuk sekedar berbicara panjang lebar.

"Sebaikanya sekarang kita melanjutkan tugas kelompok, agar kita bisa kembali mencoba hal ini sampai pagi datang." Woojin memberi smirk setannya pada Hyungseob.

"Hahaha... Aku lupa dengan julukanmu. Maniak seks." smirk balas smirk.

"Dan aku juga punya julukan baru untukmu. Anti Despacito."

JINSEOB