Disclaimer: Death Note milik Tsugumi Ohba & Takeshi Obata.

Pairing: KiraL, LightRyuuzaki, RaitoRyuga, YagamiLawliet

Warning: shounen-ai, OOC, AU (Alternate Universe), no Death Note. Don't like don't read.

A/N: Hai semua~ maaf ya aku menelantarkan fic-fic-ku di fandom ini. Akhir-akhir ini keinginanku untuk mengetik fic sedang turun drastis. Jadi begitu ada mood buat ngetik, aku segera melesat ke depan komputer untuk melanjutkan kisah gaje ini! Oh ya, berterima kasihlah pada Orange Burst a.k.a Yuzu, yang sudah berbaik hati membuat fanart untuk ketiga fic-ku di fandom ini. Berkat fanart buatannya—yang membuatku cengar-cengir karena tulisan-tulisan coretgajecoret awesome di sekujur fanart itu—aku jadi tergerak untuk tidak menyiksa reader dengan keterlambatan update yang terlalu bikin lumutan. ^_^ #PLAK

Yosh, happy reading~

The Love Note

by

Li Chylee

XoXoXoX

Kedua bola mata Misa melebar, begitu juga dengan mulut dan lubang hidungnya. Bahkan entah bagaimana, kedua lubang telinganya ikut melebar mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh pemuda yang sudah lama membuatnya terpesona itu. Untuk sesaat, wajah Misa sangat jauh dari wajah seorang model sekaligus cover girl imut yang sedang naik daun.

"Li… Light… Apa Light serius?" tanya Misa tergagap. Ia menutup mulut dengan kedua tangannya ala aktris telenevola kawakan yang sudah lama berkecimpung dan malang-melintang di dunia pertelenovelaan *halah*. Kedua lututnya terasa lemas seolah ia baru saja berjalan kaki dari Tokyo ke Osaka dengan memakai sepatu high heels setinggi dua puluh sentimeter. Kalaupun ini cuma mimpi, Misa rela menghabiskan seluruh hidupnya hanya untuk bermimpi Light memintanya menjadi pacarnya.

"Tentu saja aku serius, Misa-chan," jawab Light sambil mencoba menyunggingkan senyum terbaiknya. "Aku ingin kau menjadi pacar palsuku."

Ekspresi Misa langsung berubah mendengar kata 'palsu'. Begitu pun dengan bola mata, mulut, lubang hidung dan lubang telinganya yang kembali ke ukuran semula. Wajah Misa Misa si model cantik yang sedang naik daun akhirnya kembali.

"Apa maksud Light dengan pacar palsu?" Misa menyipitkan matanya dan merasakan hatinya yang tadinya berbunga-bunga sekarang jadi berdaun-daun(?) serta berduri-duri.

"Aku ingin kita pura-pura pacaran. Dengan begitu Ryuuzaki akan merasa cemburu dan menyadari ia tidak bisa melihatku bersama dengan orang lain selain dirinya," jelas Light.

Ia menambahkan dalam pikirannya, 'Ryuuzaki kemudian akan menarikku dari pelukan Misa dan memintaku menikahinya saat itu juga. Setelah menikah, kami akan berbulan madu selama berbulan-bulan di Afrika, atau mungkin di Rusia, pokoknya tempat yang sepi dan tanpa gangguan, dan menghabiskan hari dengan bercengkerama mesra layaknya pengantin baru. Kemudian aku akan mulai menggodanya sampai ia tersipu malu, lalu dengan perlahan dan tanpa ia sadari, aku akan melepaskan pakaiannya satu persatu, dan aku yakin itu tidak akan sulit karena pakaiannya sangat simpel. Beberapa menit kemudian… tada~! Mimpiku selama ini akan jadi kenyataan!'

Hanya dengan membayangkannya saja, Light sudah merasa semangatnya meningkat berkali-kali lipat. Ia rela melakukan apapun untuk membuat semua yang ia pikirkan tadi menjadi nyata. Ribuan gunung rela ia daki, tujuh samudera rela ia sebrangi, asalkan ia mampu mendapatkan hati serta tubuh L sepenuhnya. Ia bahkan sudah mulai browsing di internet untuk mencari paket bulan madu yang sesuai dengan keinginannya. Ia begitu yakin rencananya yang (sangat tidak) masuk akal itu akan berjalan mulus dan sukses tanpa hambatan sedikitpun.

"Tapi Misa tidak mau menjadi pacar palsu Light! Misa ingin menjadi pacar sungguhan!" kata Misa kesal sambil menyilangkan tangannya.

Oke, mungkin sebenarnya ada satu hambatan yang menghalangi kesuksesan rencananya, yaitu kekeraskepalaan seorang Misa Amane. Tapi bukan Light Yagami namanya kalau ia tidak bisa memperkirakan hal ini dan menyiapkan kata-kata untuk membujuk gadis pirang itu.

"Kenapa tidak, Misa? Selama menjadi pacar palsuku, kau bisa berdekatan denganku terus-menerus. Aku juga mungkin akan menciummu lagi—jika diperlukan. Tidakkah kau menginginkan hal itu?"

Ekspresi kesal Misa melunak dan ia mulai mengarahkan tatapan penuh harap pada Light.

"Benarkah Light akan mencium Misa lagi?" tanya Misa sambil mengerjapkan matanya berkali-kali.

"Hanya jika diperlukan," koreksi Light. "Tapi kemungkinan selalu ada, kan?"

Misa yang memang lemah imannya kalau sudah menyangkut Light Yagami, mulai terbujuk oleh iming-iming pemuda itu. Ia memang berharap bisa terus berdekatan dengan pemuda yang dicintainya itu, dan bonus beberapa ciuman sungguh menggoda akal sehatnya. Tapi kemudian ia mengeraskan ekspresi wajahnya.

"Kalau semua itu hanya kepalsuan, Misa tidak mau," katanya sambil memalingkan wajah dan mengerucutkan bibirnya.

"Terserah kalau begitu," kata Light, berusaha terdengar acuh tak acuh. Ia mencoba taktik terakhirnya untuk mengakali Misa: bersikap tidak peduli dan sok jual mahal. "Aku masih bisa mencari gadis lain yang dengan suka rela mau menjadi pacar palsuku. Kurasa akan ada barisan panjang gadis-gadis yang mengantri untuk menggantikan posisimu. Bahkan antriannya bisa mencapai benua lain. Aku kan memenangkan polling 'makhluk paling hot, tampan, jenius, seksi, memesona, menawan, dan menjanjikan untuk dijadikan pacar palsu' di salah satu situs internet," tuturnya. Entah situs mana yang dia maksud, tapi admin situs itu pasti kurang kerjaan karena membuat polling gaje seperti itu. Dan lebih kurang kerjaan lagi orang-orang yang bersedia memberikan suaranya untuk polling itu. Dan lebih lebih lebih kurang kerjaan lagi Light yang menghabiskan waktu dua jamnya di depan komputer hanya untuk tersenyum narsis karena dia memenangkan polling aneh dan tidak penting itu.

Baiklah, mari kita alihkan subjek kita dari orang-orang kurang kerjaan, karena ada satu gadis di sini yang warna matanya berubah merah, entah terkena iritasi ringan atau apa. Geraman berbahaya persis seperti geraman hewan buas meluncur keluar dari bibirnya yang terolesi lipstik dengan sempurna, sedikit membuat Ryuk iri karena ia membutuhkan waktu lama untuk bisa membuat bibirnya terolesi lipstik sesempurna itu. Maklum, bentuk bibir Ryuk kan memang (sangat) kurang proporsional.

"Misa tidak bisa melihat Light bersama gadis lain. Kalau Light sampai bersama dengan gadis lain selain Misa, Misa akan membunuh gadis itu, mengulitinya, mengeluarkan isi perutnya, melumurinya dengan garam dan perasan jeruk lemon serta bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, cabe rawit, laos, jahe, dan lengkuas yang dihaluskan, lalu memarinasinya sampai bumbunya meresap, kemudian memanggangnya dalam oven dengan suhu 180 derajat selama 45 menit, setelah itu memotong-motongnya di atas talenan yang bersih supaya tidak terjadi kontaminasi silang, terus mengumpankannya pada anjing bulldog milik tetangga Misa. Misa akan merekam dengan handycam saat anjing bulldog itu mengunyah potongan tubuh gadis itu. Lalu setiap malam Misa akan menonton rekaman adegan itu dan menikmati setiap bunyi retak yang terdengar ketika gigi taring anjing itu meremukkan tulang gadis itu dengan mudah seperti meremukkan cangkang telur. Terdengar menyenangkan, hihihihi…"

Selain beberapa bagian yang lebih terdengar seperti kutipan dari acara masak-memasak di salah satu stasiun tv swasta di negara author, Light merasa bulu kuduknya meremang mendengar ucapan Misa. Tidak disangka, gadis bertampang manis seperti dia punya mental psikopat juga. Light bertanya-tanya, jangan-jangan Misa hobi membaca cerita bertema gore.

"Kau tidak perlu melakukan hal itu kalau kau mau menerima tawaranku, Misa," ucap Light setelah berdehem untuk menyembunyikan suaranya yang sedikit bergetar.

"Khu khu khu, kau mulai berpikir kalau gadis ini lebih menakutkan dan berbahaya daripada kelihatannya kan, Light?" ujar Ryuk. Tawa anehnya semakin terdengar melengking saat Light melayangkan tatapan membunuhnya pada Dewa Cinta dengan wajah penuh make-up menor itu.

Misa mulai berpikir dan menimbang-nimbang keputusannya.

'Sepertinya tawaran Light untuk Misa tidak terlalu buruk. Kalau Misa terus berdekatan dengan Light, siapa tahu Light akan jatuh cinta pada Misa dan melupakan Ryuuzaki. Ada pepatah yang mengatakan cinta tumbuh karena sering bertemu. Tidak ada salahnya Misa mencoba. Selain itu, siapa tahu Ryuuzaki malah akan memutuskan Light. Dan itu saatnya Misa beraksi untuk mendapatkan hati Light!'

"Apakah kau sudah selesai memikirkan tawaranku, Misa? Aku tidak punya banyak waktu. Aku harus pergi kuliah," Light berkata dengan sedikit tidak sabar.

Misa mengangkat wajahnya dan memperlihatkan senyuman manisnya.

"Aku akan menemanimu pergi kuliah, Anata."

Kedua lengan gadis itu langsung melingkari lengan kiri Light dengan ketat, seolah takut jika dia tidak melakukannya, Light akan kabur. Ia berjalan dengan riang, setengah menyeret pemuda malang itu ke arah Universitas Touou. Senyuman bangga tertoreh di wajahnya setiap ada orang yang menoleh untuk memerhatikan pasangan pemuda tampan dan gadis cantik yang entah kenapa terlihat kurang serasi itu. Bahkan tanpa ditanya pun, Misa sudah mencicit riang, "Ini Light Yagami, pacar Misa Misa. Kami sangat serasi, kan~?" Gadis itu bahkan tidak menunggu untuk mendengar jawaban orang yang diajaknya bicara. "Ah, terima kasih! Aku tahu kami memang serasi! Misa akan memberikanmu tanda tangan Misa kalau kita bertemu lagi. Tapi sekarang Misa mau pergi kencan ke kampus dengan pacar Misa dulu. Jaa ne~" Misa melambaikan tangannya pada orang yang hanya mengangkat bahunya sambil berkata 'terserah' dengan tampang bosan itu.

Light mendesah pelan. Ini akan menjadi hari yang panjang untuknya.

XXXX

Kedatangan Light dan Misa di Universitas Touou mengundang perhatian hampir segenap mahasiswa-mahasiswi yang ada di sekitar mereka. Itu semua dipicu oleh teriakan seorang mahasiswa berambut pendek dan berkacamata yang dikenali Light sebagai salah satu seniornya di kampus itu.

"Hei, bukannya itu Misa Misa, model yang terkenal itu?"

"Eh, benar! Dia Misa Misa! Yang di sampingnya itu Light Yagami dari tingkat 1 kan? Kenapa mereka datang berdua sambil bergandengan tangan begitu ya? Ayo kita hampiri mereka!"

Dalam sekejap sudah banyak orang yang mengerubungi mereka dan menanyakan hubungan mereka sebenarnya. Bahkan ada mahasiswa yang menjadi wartawan dadakan dan menyodorkan mikrofon ke arah Misa dan Light dengan penuh napsu seorang maniak gosip.

"Apakah kalian berdua pacaran? Kapan dan di mana kalian bertemu pertama kali? Apakah hubungan ini akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius?"

Belum sempat Misa dan Light menjawab pertanyaan itu, mendadak seorang mahasiswa lain sudah memberondong mereka dengan pertanyaan lain lagi.

"Yagami-san, benarkah gosip yang mengatakan bahwa kau sempat menggoda salah satu bawahan ayahmu yang berinisial M? Beberapa saksi mata sudah menyaksikan sendiri bahwa kau melemparkan senyuman paling cemerlangmu pada orang itu. Selain itu, benarkah kabar burung bahwa ibumu adalah seorang fujoshi? Kalau benar begitu, tidakkah hubunganmu dengan Misa Misa ini akan ditentang oleh ibumu?"

Light mengerutkan keningnya mendengar rentetan pertanyaan itu. Dari mana orang itu tahu mengenai hal-hal tersebut? Dan berani sekali dia bilang bahwa Light sempat menggoda Mogi! Light sangat yakin bahwa Mogi-lah bawahan ayahnya yang tadi dia maksud. Waktu itu kan dia cuma salah sasaran saja. Ck, bagaimana dia harus membersihkan nama baiknya setelah ini? Dan lagi, ibunya seorang fujoshi? Itukah sebabnya setiap malam ibunya rela memantengi tv untuk menonton sinetron yaoi tidak jelas berjudul Cinta Vikri dan mengabaikan Soichiro yang meminta 'jatah'? Sungguh fakta yang mengejutkan. Tapi itu semua baru kabar burung yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

Saat Light sedang sibuk berpikir untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan padanya, tiba-tiba ia merasakan aura membunuh yang sangat tajam menusuk datang dari balik kerumunan mahasiswa-mahasiswi yang mengelilinginya. Sepertinya bukan dia saja yang merasakan hawa yang bisa membuat bulu kuduk meremang itu, karena semua orang yang mengerumuni mereka mendadak terdiam. Suasana terasa mencekam, rasa horor menguasai hati setiap orang yang berdiri di sana. Dengan penuh ketegangan, kepala semua orang menoleh pada sumber hawa membunuh itu.

Sang pembawa aura membunuh itu berjalan pelan ke arah Light dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celananya, dan semua orang otomatis memberi jalan, karena mereka merasa hidup mereka tergantung pada apakah mereka mau memberi jalan atau tidak.

Kedua mata Light menyipit saat orang itu berjalan semakin dekat padanya. Light bisa merasakan tangan Misa yang menggenggam tangannya basah oleh keringat, dan ia juga bisa mendengar suara gadis itu menelan ludah karena ketakutan.

"Perkenalkan, dia Misa Amane, kekasihku yang baru," ujar Light, tangan kirinya bergerak untuk meraih bahu gadis pirang yang berdiri di sampingnya, menarik gadis itu lebih dekat padanya. Pipi gadis itu langsung memerah, tapi Light tidak peduli. Ia sibuk membuat kontak mata dengan pemuda yang sekarang menghentikan langkahnya dan berdiri di depan Light dengan dipisahkan jarak yang tidak seberapa.

Sepasang mata onyx yang sebelumnya membuat semua orang merasa sedang diintai maut, sekarang memancarkan aura yang sungguh berbeda.

Terluka.

Mau tidak mau, Light merasa bersalah dan ikut terluka melihat tatapan L, tapi ia mengesampingkan rasa bersalahnya, kemudian mematahkan kontak matanya dengan pemuda itu. Ia menggerakkan kepalanya untuk menatap mata Misa lekat-lekat, dan gadis itu balas menatap Light dengan rasa cinta dan pemujaan yang meluap-luap, sampai-sampai semua orang bisa melihat kedua mata gadis itu berubah menjadi bentuk hati.

"Misa, apakah dulu orangtuamu menjual korek api?" tanya Light dengan suara selembut mungkin.

"Eh? Memangnya kenapa?"

"Karena kau telah membakar hatiku dengan api cintamu."

Semua orang resmi menggubrak mendengar rayuan gombal Light yang mengingatkan kita pada salah satu program komedi terkenal di negara author itu.

'Plis deh, kalau mau merayu cewek, rayuannya yang bermutu dikit kek!' pikir semua orang secara serempak.

Sedangkan Misa yang sudah dibutakan oleh cinta malah menganggap rayuan itu sangat romantis dan membalasnya dengan rayuan yang tak kalah gombalnya.

"Light, pantas saja ayahmu adalah kepala kepolisian Jepang," ucap Misa.

"Memangnya kenapa, Misa-chan?"

"Karena kau sudah menangkap dan memenjarakan hati Misa dalam penjara cintamu…" jawab Misa sambil tersenyum malu-malu.

Setelah nyanyian jangkrik yang sempat menggema selama beberapa detik, terjadi acara muntah massal di Universitas Touou. Beberapa yang tidak tahan mendengar rayuan norak bin super gombal itu bahkan terpaksa menderita dehidrasi yang disebabkan muntah terus-menerus. Beberapa unit ambulans dipanggil untuk melarikan para korban ke rumah sakit terdekat. Semua orang berlarian, saling berebut untuk meninggalkan Light dan Misa karena tidak mau telinga mereka ternodai oleh rayuan-gombal-yang-nggak-banget lagi. Jeritan mereka terdengar bersahut-sahutan dengan sirine ambulans yang meraung-raung memekakkan telinga.

…Tolong jangan salahkan kelebayan mereka, karena sebenarnya author-lah yang melebay-lebaykan scene ini. *dikeroyok*

Setelah semua kekacauan itu selesai, tinggallah Light, Misa dan L sendirian.

Light merasakan jantungnya berdebar sangat cepat. Ia tidak sabar menanti L menarik tangannya dan mengatakan pada Misa kalau Light adalah miliknya—miliknya seorang—lalu meminta Light menikahinya detik itu juga (yang tentu saja akan disambut Light dengan senang hati dan ia akan langsung menjalankan rencana malam Minggu hotnya yang sudah tertunda terlalu lama).

Tapi tidak satupun bayangan Light menjadi kenyataan. L hanya terdiam sambil menatap Light dan Misa dengan mata pandanya. Kedua tangannya tidak pernah keluar dari saku celana jeansnya.

'Ada apa ini? Apa Ryuuzaki terlalu syok sampai ia tidak bisa menarik tanganku? Tanganku mulai pegal dipeluk Misa terus…' keluh Light dalam hati.

Light terus menunggu, sampai akhirnya ia memutuskan kalau dalam waktu empat puluh detik Ryuuzaki masih belum menggerakkan tubuhnya, ia sendiri yang akan membebaskan diri dari pelukan Misa, melompat ke arah L lalu memeluknya dan mengatakan kalau semua ini hanya akting dan ia hanya mencintai L seorang.

'40… 39… 38…'

Light mulai menghitung. Udara di sekitar mereka terasa berat, terutama dengan terjadinya acara tatap-menatap di antara ketiga orang itu. Keringat dingin meluncur dari dahi Light.

'33… 32… 31…'

Misa yang sedari tadi diam tiba-tiba melepaskan pelukannya pada lengan Light, membuat pemuda itu merasa sedikit lega. Tetapi sebelum ia bisa menarik napas lega, kedua lengan Misa sudah melingkar di leher Light dan gadis itu berjinjit sambil mendekatkan wajahnya ke arah Light. Light menatap horor bibir Misa yang semakin mendekat. Walau begitu, sebagian otaknya yang masih berfungsi sempat-sempatnya melanjutkan acara menghitung mundurnya.

'25… 24… 23…'

Light bisa merasakan tatapan membunuh L pada Misa bahkan tanpa harus melihat itu dengan matanya. Ryuk mulai beraksi dengan menambahkan efek slow motion pada saat bibir Misa hampir menyentuh bibir Light.

"Misa sangat mencintai Light…" bisik gadis itu.

Light tidak memedulikannya sama sekali. Ia memfokuskan perhatiannya pada tangan L yang sedikit bergerak saat mendengar Misa mengatakan hal itu. Mata hitam L sama sekali tidak berkedip dan terus memancarkan aura membunuh yang semakin kuat.

'15… 14… 13…'

Tepat di detik ketiga belas, di saat jarak antara bibir Misa dan bibir Light sudah terlalu dekat, kedua tangan L meluncur keluar dari saku celananya dan ia memegang sesuatu yang kelihatan seperti… borgol?

Kedua mata Light melebar. Ia merasakan tarikan di tangan kirinya dan kemudian…

'Klik'

Sesuatu yang sangat terdengar seperti suara borgol dikunci menggema di udara.

"Light-kun milik saya." Akhirnya dialog yang sudah Light tunggu-tunggu itu keluar juga dari bibir L. "Hanya milik saya seorang."

Suara 'klik´ lain terdengar dan Light melihat tangan kanan L sudah terkunci oleh ujung borgol yang satunya.

Itu adalah borgol yang istimewa. Rantainya dibuat sepanjang dua meter dan sepertinya itu adalah tipe borgol yang tidak akan tergores bahkan oleh gergaji listrik sekalipun. Jangan tanya Light bagaimana bisa borgol itu muat di dalam kantong celana L tanpa menyebabkan kantung itu terlihat berisi, karena Light juga tidak tahu jawabannya.

Misa hanya bisa menganga melihat keposesifan L yang akhirnya muncul ke permukaan. Ditatap dengan cara seperti yang L lakukan pada Misa sekarang itu mengerikan! Jika kalian belum pernah melihat L marah 'marah', maka sekaranglah saat yang tepat untuk menyaksikannya. Dan seharusnya Misa bangga bisa menjadi salah satu orang yang beruntung untuk melihat L mengeluarkan emosinya yang biasanya terkubur, tapi jangankan bangga, ia sekarang malah ketakutan setengah mati!

Di lain pihak, Light justru terpesona setengah hidup melihat L dengan keposesifannya. Itu membuktikan bahwa L memang mencintai—ah, tidak, amat-sangat-terlalu-mencintai Light lebih tepat. Sebelumnya dia tidak pernah seposesif ini selain menyangkut makanan manisnya. Dan Light sudah memecahkan rekor sebagai orang pertama yang membuat L posesif!

Halo~? Itu rekor yang sangat hebat, kan? Light sungguh-sungguh merasa seperti seorang super hero sekarang, sebab daftar ke-awesome-annya yang sudah berderet seperti rakyat yang mengantri sembako gratis itu kini bertambah lagi!

Tinggal menunggu beberapa saat lagi dan L pasti, PASTI akan meminta Light untuk menikahinya seperti yang ia rencanakan. Kemudian ia akan hidup bahagia dengan L dan bisa mengucapkan selamat tinggal pada Love Note dan RYUK! Light merasa ini adalah momen paling membahagiakan sepanjang hidupnya. Ia bisa menangis saking bahagianya.

Bagaimanapun, peristiwa itu tidak terjadi—belum, koreksi Light.

L masih sibuk 'membunuh' Misa dengan tatapannya, dan jika saja tatapan bisa membunuh, Misa pasti sudah mati berkali-kali.

Bosan menunggu, akhirnya Light berdehem untuk mendapatkan perhatian dari L. Cara itu berhasil, karena L langsung mengalihkan pandangannya pada Light. Kilat kemarahan masih ada di kedua bola mata L, namun kesedihanlah yang mendominasi sorot mata L saat ia menatap Light.

L tidak mengucapkan sepatah katapun dan keheningan menggantung di udara.

'Tentu saja! Harusnya aku menjelaskan dulu kalau tadi itu aku cuma berakting!' pikir Light, tiba-tiba merasa menjadi orang paling tolol di jagat raya ini. Mana bisa kau mengharapkan seseorang memintamu menikahinya kalau ia berpikir kau mencintai orang lain?

"Ryuuzaki, tadi itu aku hanya berakting. Aku tidak berpacaran dengan Misa. Aku hanya ingin membuatmu sadar bahwa kau tidak bisa melihatku dengan orang lain. Selamanya hatiku tetap milikmu!" ujarnya penuh keyakinan.

"Sebaiknya memang begitu, Light-kun," kata L. "Kalau tidak, saya tidak yakin Amane-san bisa tetap hidup untuk berpacaran denganmu dan menggantikan posisi saya di hati Light-kun…"

Sungguh, Light merasa takjub bagaimana bisa L tetap memakai bahasa yang sopan dan bahkan memanggil Misa 'Amane-san' saat ia tahu pemuda bermata panda itu tengah dilanda rasa cemburu yang amat dahsyat.

"Jadi? Sekarang kau sudah yakin kan bahwa aku memang mencintaimu, Ryuuzaki? Atau kau masih mau memaksa berkata kau 'bosan' padaku setelah apa yang kau lakukan? Kau bahkan memborgol tangan kita," ujar Light sambil mengangkat tangan kirinya. "Sampai kapan kau mau melanjutkan 'break' kita dengan alasan kau bosan padaku, Ryuuzaki? Bukankah pada akhirnya kau sendiri yang tidak tahan berpisah denganku?"

L mendengus sebal. Walaupun yang dikatakan Light memang benar, tapi ia tidak suka cara Light mengatakannya. Seakan-akan L adalah satu-satunya yang tidak tahan berpisah dengannya! Padahal L tahu, Light-lah yang tidak tahan sampai ia menggunakan Misa untuk membuatnya cemburu seperti ini.

"Itu benar, Light-kun. Maka dari itu, saya memutuskan untuk terus mengikatmu dengan saya selama dua puluh empat jam sehari sampai jangka waktu yang belum ditentukan."

Bola mata Light bersinar terang mendengar berita itu. Terborgol dengan L selama dua puluh empat jam sehari sampai jangka waktu yang belum ditentukan terdengar sangat menjanjikan! Itu artinya Light bisa 'menyerang' L kapanpun ia mau. Ah~ Light tidak bisa lebih bahagia dari sekarang. Ryuk terkekeh melihat tampang bahagia Light yang membuatnya tersenyum seperti orang bodoh, jauh dari imej jenius yang selama ini melekat padanya.

"Apa? Ryuuzaki tidak boleh melakukan itu! Dua pria terborgol seharian itu menjijikkan! Bagaimana kalau salah satu dari kalian mau ke toilet? Uuuh, Misa sama sekali tidak setuju!" seru Misa setelah berhasil keluar dari ketakutannya tadi. Rupanya informasi yang diterimanya barusan sukses membuatnya sadar dari genjutsu(?) yang dilancarkan mata mangekyou sharingan L. (readers: salah fandom woy!)

Sayang sekali, tidak satupun dari kedua pemuda di situ yang memedulikan protes Misa.

"Tapi tentu saja saya tidak akan membiarkan Light-kun menyentuh saya sesuka Light-kun. Saya sudah menyiapkan seorang pengawas yang sangat kompeten untuk mengawasi kita selama kita terborgol," ucap L. Dan kalimat itu sukses membuat wajah cerah Light meredup seketika.

"Apa maksudmu, Ryuuzaki…?" desis Light. Ia penasaran sebanyak apa lagi rintangan yang harus ia hadapi untuk mewujudkan malam Minggu hotnya yang lagi-lagi terpaksa ditunda.

"Near, keluarlah," ujar L tanpa memutuskan kontak matanya dengan Light.

Dan saat itulah seorang bocah albino yang sejak awal sudah memberikan kesan pertama yang buruk untuk Light keluar dari mobil Rolls Royce yang diparkirkan Watari tidak jauh dari tempat L dan Light berdiri. Light hampir terkena serangan jantung ketika melihat seringaian mengerikan Near tertuju padanya.

'Bocah itu pasti bukan anak kecil biasa!' pikir Light. 'Mana ada anak kecil yang seringaiannya sebengis itu? !'

Menenteng puzzle di tangan kirinya dan sebuah robot gundam (dengan bekas lipstik berbagai warna melekat di tiap inchi permukaannya) di pelukan tangan kanannya, Near melangkah dengan—hampir bisa dikatakan—anggun, walaupun ia hanya memakai kaus kaki dan tidak mengenakan sepatu. Seringaian bengis itu tidak lepas dari wajahnya, namun segera menghilang setelah L membalikkan badannya untuk menghadap Near.

"Kau siap untuk melaksanakan tugasmu, Near?"

"Tentu," jawab Near dengan wajah datar.

"Tunggu, kalian tidak bisa memutuskan seenaknya! Bagaimana dengan Misa? Misa adalah pacar Light juga!" jerit Misa sambil menghentakkan kakinya.

"Apakah Amane-san lupa siapa pacar yang 'asli' dan siapa yang 'palsu'?" kata L. Ketenangan dalam nada suaranya justru terdengar menakutkan bagi Light.

"Misa tidak peduli! Pokoknya Misa mau ikut mengawasi kalian! Misa tidak bisa membiarkan Light terus bersama Ryuuzaki seharian! Pacar palsu juga punya hak untuk berkencan dengan Light, dan kami belum melakukan kencan yang sebenarnya. Ryuuzaki bahkan menggagalkan usaha Misa untuk mencium Light tadi. Bagaimana bisa kalian meninggalkan Misa begitu saja? Ini sama sekali tidak adil! Pokoknya Misa tidak mau tahu! MISA INGIN IKUT KEMANA PUN KALIAN PERGI!" Gadis pirang itu terus mencerocos tanpa jeda, menuntut keadilan dan 'hak'nya sebagai pacar palsu Light.

"Terserah kalau begitu. Lagipula di markas saya juga masih banyak kamar kosong," L mengatakannya dengan ringan, seolah itu bukan masalah besar.

Tapi tentu saja itu adalah masalah besar bagi Light! Masalah yang sangat sangat sangat besar!

Diawasi oleh Near saja sudah merepotkan, apalagi ditambah Misa. Bagaimana dengan rencana malam Minggu hotnya? Tidak adakah seorang pun yang peduli pada rencananya? Light meratap dalam hati.

Jelas Light belum bisa mengucapkan selamat tinggal pada Love Note maupun Ryuk.

"Khu khu khu… senang bisa tinggal bersamamu lebih lama, Light," ujar Ryuk dengan nada menyebalkan sambil mengedipkan sebelah matanya yang dipasangi bulu mata palsu setebal ulat bulu.

Light tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi nasib apesnya. Mungkin hanya bisa bilang kalau ini benar-benar SESUATU yah~ *Syahrini mode: on*

~TBC~

A/N: Nyahahaha, jadi inilah yang dimaksud dengan 'sekutu L' dalam chapter kemarin. L bukannya berniat untuk membuat Light cemburu dengan ikutan akting mesra dengan Near, tapi ia berniat untuk menjadikan Near pengawas Light. Persentasi L saat ini belum jelas naik atau turun. Tunggu saja di chapter depan. :3 *digampar*

Maaf ya, aku selalu~ saja telat update. Maaf juga kalau makin lama humornya makin garing dan chapternya makin pendek. Orz

Sebagai permintaan maaf, aku kasih spoiler untuk chap selanjutnya deh. L akan bertemu dengan sang ibu rumah tangga fujoshi teladan, Sachiko! XD *tabur confetti*

Jadi, review please? Review kalian itu sesuatu banget~ *kedip-kedip bareng Ryuk*