Title: Our Youth

Cast: Jin, Suga, Namjoon, Hoseok, Jimin, Taehyung, Jungkook #VHope #NamJin #VMin #YoonSeok #KookMin

Lenght: Chapter

Rating: 15+

Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]

Inspired By Drama Korea "Because It's The First Time".


CHAPTER 13

.

"Apa aku tidak boleh menyukainya?" tanya Jin dengan wajah sangat polos.

"Sejak kapan hyeong?" tanya Hoseok, masih dalam ekpresi wajah terkejut.

"Sejak awal~ Sejak pertama kali ia datang kesini~ Aku langsung jatuh cinta padanya... Pada pandangan pertama~" sahut Jin sambil tersenyum.

Keadaan seketika menjadi hening.

"Kenapa kalian jadi diam seperti ini~" gumam Jin.

"Uh? Kami terkejut~" sahut Hoseok sambil menyikut lengan Taehyung yang masih tercengan itu.

"Uh? Ah~ Hyeong... Maaf.. Kau kan tahu, aku sedang menyukai seseorang~" sahut Taehyung sambil menundukan kepalanya.

"Gwenchana~ Toh aku tidak berharap apa-apa darimu~" sahut Jin sambil tertawa.

"Uh?" Taehyung menatap wajah Jin dengan ekspresi kebingungan.

"Aku tak memaksamu menyukaiku juga~ Aku menyukaimu~ Itu sudah cukup bagiku, hehehe.." sahut Jin sambil tertawa.

"Aaaaaaah~" Taehyung membuka lebar mulutnya.

Namjoon terus menatap Jin dengan tatapan sedih.

"Sudahlah~ Jangan dibahas lagi~ Ayo lanjut makaaaan~" sahut Jin berusaha memperbaiki suasana.

Keempat sahabatnya menganggukan kepalanya sambil lanjut memakan masakan Jin yang memang sangat enak rasanya.

.

.

.

"Apa yang kau sukai dari Taehyung?" tanya Namjoon ketika ia dan Jin sudah kembali ke rumah Jin.

"Semuanya~ Wajahnya~ Senyumnya~ Tingkah lakunya~ Aku suka semuanya~" sahut Jin sambil tersenyum.

Namjoon menghela nafas. "Mengapa harus Taehyung?"

"Uh?" Jin menoleh mendengar ucapan Namjoon.

Namjoon tersenyum sambil meggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, hyeong~"

.

.

.

"Jin hyeong benar-benar luar biasa! Menyatakan perasaannya di depan orang banyak seperti itu~ Aigoo~" sahut Hoseok.

Hoseok dan Taehyung sedang duduk berdua di halaman rumah Taehyung setelah acara makan-makan berakhir.

"Besok libur~ Ayo kita mengobrol di depan Taehyung a~" sahut Hoseok ketika ketiga sahabatnya pulang.

"Aku benar-benar terkejut dengan pernyataan cinta Jin hyeong tadi!" sahut Taehyung.

"Kita bahkan tidak bisa berbuat apa-apa~" gumam Hoseok.

"Kenyataan bahwa ayahnya meninggal... Dan kenyataan bahwa ia menyukaimu yang tidak menyukainya... Aigoo~ Apa Jin hyeong akan terus berpura-pura seolah tidak ada apa-apa seperti ini? Mengapa nasib Jin hyeong harus sepahit ini?" gumam Hoseok sambil menatap bintang di langit.

"Entahlah..." sahut Taehyung sambil mengangkat kepalanya, menatap bintang seperti yang tengah Hoseok lakukan.

"Apa kau tidak bisa menyukainya?" tanya Hoseok.

"Tentu saja tidak bisa, bodoh~ Apa perasaan bisa dipaksakan?" sahut Taehyung.

Hoseok menganggukan kepalanya. Mengerti bahwa perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan.

.

.

.

Keesokan paginya, Taehyung sudah berdandan sangat rapi. Sebentar lagi ia akan berkencan dengan Jimin!

Keempat sahabatnya sudah berkumpul di halaman rumahnya. Setiap sabtu dan minggu pagi mereka memang selalu berkumpul bersama di rumah Taehyung.

"Kau benar-benar pergi lagi meninggalkan kami Taehyung a?" tanya Namjoon ketika melihat Taehyung keluar dari dalam rumahnya dengan pakaian yang sangat rapi.

"Whoaaa~ Kau benar-benar tampan Taehyung a~" sahut Jin sambil mengacungkan kedua ibu jarinya.

"Dan kali ini aku akan pulang sore~ Bukan seperti kencan buta biasanya, kali ini aku akan berkencan dengan Jimin hingga malam hari~" sahut Taehyung, lagi-lagi dengan gaya arogannya, memamerkan ketampanannya.

"Kami akan jarang bisa bermain denganmu lagi kalau begitu~" gumam Yoongi.

"Nanti malam bagaimana kalau kita berpesta lagi dirumahku?" sahut Taehyung.

"Oke call!" teriak Jin penuh semangat.

"Jam sepuluh malam lagi?" tanya Namjoon menatap ke arah Hoseok dan Yoongi.

Hoseok dan Yoongi menganggukan kepalanya. "Oke, jam sepuluh lewat sedikit~" sahut Hoseok.

Taehyung langsung berpamitan dan menuju rumah Jimin dengan senyuman di wajahnya.

.

.

.

Taehyung dan Jimin masuk ke dalam bioskop. Jimin benar-benar terlihat sangat manis siang itu.

Selama film diputar, tangan Taehyung terus menggenggam erat tangan Jimin.

Jimin berusaha melepaskan genggaman Taehyung tapi tenaga Taehyung terlalu kuat untuk dilawannya.

Akhirnya Jimin pasrah membiarkan tangan mungilnya itu berada dalam genggaman tangan Taehyung.

Setelah menonton, mereka makan siang dan mengobrol akan banyak hal. Ternyata Taehyung dan Jimin sama-sama memiliki hobi fotografi.

"Kapan-kapan kita ke pantai bersama,oke? Kita ambil banyak foto pemandangan yang indah disana~" sahut Taehyung dengan penuh antusias.

"Mengapa kau begitu yakin setelah hari ini aku masih mau keluar denganmu?" tanya Jimin.

"Karena aku yakin kau pasti mau~" sahut Taehyung sambil tersenyum manis menatap wajah Jimin.

"Apa kau playboy?" sahut Jimin.

"Enak saja! Aku tidak pernah mempermainkan perasaan siapapun~" gumam Taehyung.

"Mengapa kau senekat ini mendekatiku?" tanya Jimin lagi.

"Karena aku yakin, aku tidak mau kehilanganmu~ Makanya dengan penuh keberanian aku selalu mengejarmu~" sahut Taehyung.

Jimin tersenyum mendengar perkataan Taehyung itu.

Setelah selesai makan siang, mereka berjalan-jalan dan masuk ke dalam sebuah fotobox, mengambil beberapa foto mereka berdua, kemudian menghias foto-foto itu dengan kreasi mereka sendiri, dan mencetaknya.

"Ini~ Taruh di dompetmu~" sahut Taehyung sambil menyerahkan beberapa foto ke tangan Jimin.

"Dan sisanya ini akan kutempel di kamarku~" sahut Taehyung sambil tersenyum.

"Mengapa tak kau letakan di dompetmu juga?" tanya Jimin.

"Bolehkah aku taruh foto kita ini di dompetku?" tanya Taehyung sambil melebarkan kedua bola matanya.

Jimin menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

.

.

.

Sore itu tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras.

Taehyung dan Jimin berencana akan pulang setelah hujan berhenti dan mereka menunggu hujan reda dengan memesan segelas kopi hangat di dalam sebuah kafe.

Tiba-tiba handphone Taehyung berbunyi. Hoseok meneleponnya lagi.

"Taehyung aaa~ Tolong akuuuuu~ Aku di halte dekat rumah, hujannya sangat deras... Antar aku ke toko buku yaaaa~" sahut Hoseok.

"Yaissssh~ Hyeong! Kau kan tahu aku sedang berkencan!" gerutu Taehyung sambil melirik ke arah Jimin.

Jimin memperhatikan wajah Taehyung.

"Tolong aku kali ini sajaaaa Taehyung a~ Yaaa? Busnya tadi penuh, kalau menunggu bus berikutnya aku bisa telat bekerja~" rengek Hoseok.

"Yaiiisssh~ Aku benar-benar tidak bisa sekarang hyeong!" gumam Taehyung sambil menatap wajah Jimin.

"Sana, pergi saja~ Tidak apa-apa~" sahut Jimin sambil tersenyum.

Taehyung menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, serius~" sahut Jimin.

"Taehyung aaaa~ Tolong aku, eung? Tolong akuuuuu~" rengek Hoseok.

"Baiklah! Tunggu aku, lima menit lagi aku sampai disana~" sahut Taehyung sambil mematikan handphonenya.

"Kau benar tak apa-apa?" sahut Taehyung sambil menatap Jimin.

"Ia butuh bantuanmu? Pergi saja, aku bisa pulang naik taxi~" sahut Jimin sambil tersenyum.

"Kau tunggu saja aku disini, nanti kujemput lagi, oke?" sahut Taehyung.

"Oke~" sahut Jimin sambil menganggukan kepalanya.

"Oke, tunggu aku ya!" sahut Taehyung sambil berlari keluar untuk mengambil motornya di parkiran dan menjemput Hoseok.

.

.

.

Taehyung tiba di halte. Hoseok sedang berdiri sendirian sambil memeluk tubuhnya karena kedinginan.

"Ayo cepat naik hyeong~ Ini jas hujannya~" sahut Taehyung sambil menyerahkan jas hujan ke tangan Hoseok.

"Gumawo Taehyung a~" sahut Hoseok sambil memakain jas hujan dan naik kesepeda motor Taehyung.

Hoseok langsung memeluk erat tubuh Taehyung seperti biasa, dan lagi-lagi detak jantung Taehyung berdetak lebih cepat.

"Ada Jimin menungguku! Aku harus mengabaikan perasaan aneh ini!" gumam Taehyung dalam hati ketika detak jantungnya terus berdetak cepat saat Hoseok memeluknya.

Dan tiba-tiba saja, karena terlalu ngebut, motor Taehyung tergelincir.

Taehyung dan Hoseok terjatuh di pinggir jalan. Kaki Hoseok tertimpa sepeda motor Taehyung.

"Arrghhhh~" teriak Hoseok.

Taehyung segera bangun dan mendirikan sepeda motornya yang terjatuh menimpa Hoseok.

"Hyeong! Hyeong! Kau tidak apa-apa?" Taehyung panik. Ia sama sekali tidak terluka, tapi ia yakin Hoseok pasti sangat kesakitan.

"Kakiku Taehyung a~ Kakiku sakit sekali~" sahut Hoseok sambil menangis.

Taehyung langsung segera menelepon ambulans. Tak lama kemudian ambulans datang dan membawa Hoseok ke rumah sakit terdekat.

Taehyung mampir sebentar ke toko buku dan kafe tempat Hoseok bekerja untuk memberi kabar bahwa Hoseok tidak bisa bekerja untuk sementara karena kecelakaan.

Untungnya, pemilik toko buku dan pemilik kafe tempat Hoseok bekerja paruh waktu itu mengerti dan mengijinkan Hoseok beristirahat beberapa hari lamanya sampai kakinya pulih.

Setelah itu Taehyung segera berlari ke rumah sakit untuk menemani Hoseok.

Syukurlah, kaki Hoseok tidak patah, hanya berdarah karena beberapa luka yang cukup dalam dan itupun sudah dijahit.

Tiba-tiba Taehyung teringat bahwa Jimin menunggunya di kafe!

"Taehyung a~ Jangan kemana-mana, temani aku disini ya?" Tatapan Hoseok sangat memelas.

Bagaimanapun juga ini kesalahan Taehyung, makanya Taehyung mengiyakan permintaan Hoseok karena ia merasa bertanggung jawab atas keadaan Hoseok itu.

Taehyung segera menelepon Jimin untuk mengabarkan bahwa ia tidak bisa menjemput Jimin karena harus menemani Hoseok di rumah sakit.

"Oh~ Iya, gwenchana Taehyung a~ Aku bisa pulang naik taxi~" jawab Jimin di telepon.

"Maafkan aku, benar-benar maafkan aku Jimin a~" Taehyung merasa bersalah juga terhadap Jimin.

"Tidak apa-apa, sungguh! Aku bisa naik taxi. Ah, hyeongmu itu, bagaimana kondisinya?" tanya Jimin.

"Ia sudah baik-baik saja, hanya butuh istirahat total agar keadaannya segera membaik.." sahut Taehyung.

Tak lama kemudian panggilan terputus. Jimin menatap layar handphonenya sambil menghela nafas.

"Haruskah kukabari anak-anak?" tanya Taehyung.

"Nanti saja, aku perlu istirahat sejenak, Taehyung a~ Kabari mereka satu jam lagi~" sahut Hoseok sambil memejamkan matanya.

Taehyung menatap wajah Hoseok. "Hyeong, mengapa kau selalu meminta tolong padaku?" tanya Taehyung tiba-tiba.

Hoseok membuka matanya dan menoleh menatap wajah Taehyung. "Uh?"

"Kau tidak pernah meminta tolong yang lain, selalu kepadaku~" sahut Taehyung.

"Entahlah~ Aku merasa nyaman meminta tolong kepadamu~" sahut Hoseok sambil menghela nafas. "Mungkinkah karena aku sudah terbiasa meminta tolong padamu dari sejak kecil?"

"Ah~ Jangan merasa bersalah! Ini bukan salahmu. Memang takdir mungkin makanya aku terluka seperti ini.." sahut Hoseok lagi.

Taehyung menganggukan kepalanya. "Bagaimanapun juga, maafkan aku hyeong~"

"Aigoo~ Gwenchana Taehyung a~" sahut Hoseok sambil mengacak-acak rambut Taehyung.

Detak jantung Taehyung kembali berdetak dengan cepat. Taehyung langsung menatap wajah Hoseok.

"Hyeong... Apa kau masih menyukaiku? Karena itu kau selalu meminta bantuanku? Karena kau masih mencintaiku?" tanya Taehyung tiba-tiba.

Hoseok membelalakan kedua matanya.

.

-TBC-


reply for review:

hopekies: makin complicated ya? :) emang taehyung kepedean tuh wkwkw :)

Guest : hayo, disini vhopenya berasa lagi kaga nih? :) iya kalo apdet tiap hari yg ada tugas kampus saya keteteran dong XD

ORUL2 : siap2 aja ya di ff ini bakal ada beberapa plot twist wkwkw :) siap2 aja pokoknya :)

kimhyoshin : Jin ternyata naksir Taehyung, Namjoon apa kabar? XD belom, siapa yg bilang mereka pacaran kies? kan disini masih temenan semua berlima :)

minzz9594 : taejin yang tak terduga/? mengocar-ngacirkan perasaan namjoon XD hayo di chapter ini vhopenya udah berasa lagi blm? :)

ekayuni018: cinta jin yang tak terduga/? XD iya kasian namjoon bonyok digebugin XD nah, endingnya chapter ini gregetin lagi kaga? XD asik dah ada yang geregetan XD siap2 aja ya di ff ini bakal ada beberapa plot twist loh :) siap2 aja pokoknya kalo alurnya bakal ada beberapa plot twistnya :)

taniaarmy19 : wkwkw yg satu ribut minta VMin yang satu ribut minta VHope, biar adil saya buatin TaeJin ada deh/? XD iya itu udah clue sebenernya loh "..." itu :) akhirnya kamu menotis clue saya XD hayo kira-kira end pairingnya siapa hayo? :) wkwkw asik dah dibilang gemes mulu :*

Sugas kumamon : salahkan taehyung kenapa terlahir tampan/? XD here next chapter ya :) btw saya lagi garap 1 FF lagi nih NamJin YoonMin VHope sesuai pairing request mu, tapi mungkin baru saya post setelah Bangtan Fear Street end ya XD silakan ditunggu :)

Avijunhobie : wow wow wow, kagetnya kenapa avi? XD beneran lah itu buktinya Jin udah ngomong langsung :) plot twist pertama :) nanti bakal ada beberapa plot twist lagi jadi selamat menikmati :) hayo TBC nya ngeselin ya? wkwkw XD

dewiaisyah : kan karakter jin disini itu, mathyeong rasa magnae XD jadi paling tua tapi kelakuannya kadang-kadang polos macem bocah :) thx dewi for liking my story :*

AinayaFattika: salam kenal naya :) kayaknya baru liat km review ff saya ya? thx a lot udah nyempetin baca :) alhamdulillah kalo kamu suka ff ini :)