Naruto : The Legends Of Orange Ninja © Ian Namikaze
Genre : Andventure, Romance
Pairing : [Naruto U. & Fem! Haku]
Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Warning!
AU, gaje, abal, OC, OOC, sarat denganmisstypo,smart andstrong naruto, alur cerita kurang jelas, ketikannya tidakjelas, Gender Bender, Dll.
Summary :
Naruto adalah seorang ninja yang berbakat tapi itu semua ia tutupi dengan kebodohan yang ia tunjukan di depan umum, Bad Summary. Warning! (Fem Haku)
A/N: Selamat Pagi/Siang/sore/malam lagi Rader's, Sesuai dengan janji Author akhirnya hari ini saya bisa ngepublish fic ini, maaf klo ficnya nambah ancur dan untuk Author Note's hari ini saya akan membahas beberapa review chapter 12 yang saya janjikan akan saya bahas, baik tanpa basa-basi kaya makanan basi langsung saja membahasnya.
- anggraxl : Maaf ya, kalo flashbacknya kebanyakan soalnya lagi gak ada inspirasi.. Jadi saya terpaksa memasukan flashback yang gak nyambung hehehe.. Maaf ya.
- m. : Siap! Udah lanjut nih :D
- Redcas : Yoshh, udah lanjut :)
- Namikaze Sholkhan : Siap, saya lanjutkan =D
- alvaro d diarra : Arigatou :) udah update nih :D
- Dark Namikaze Ryu : Maafkan atas ke khilafan saya dan Shinigami itu adalah pemeran Antagonis di fic ini.. Oke saya udah lanjut :D
- : udah lanjut nih ;)
- NMO : bener di sini Naruto bisa menggunakan Sage modo kitsune (rubah) dan Hiraishin itu dia belajar sendiri.. Sage modo itu ia kuasai saat berkontrak dengan para Kitsune saat di latih oleh Kyuubi dan sementara Hiraishin, Naruto mempelajarinya saat mencuri kunai Hiraishin milik Nidaime dan Yondaime Hokage di tempat rahasia milik desa Konoha. Dan untuk rasengan Kyuubi nggak mungkin mengajarinya soalnya dia bisanya cuma buat Bijuudama, lagipula tahapan rasengan yang tahu cuma Minato sama Jiraiya. Terus apakah Naruto akan punya mata Rinnengan? Entahlah saya lagi mikirin enaknya Naruto punya Doujutsu atau dua sennin modo. Semoga bisa menjawab pertanyaan yang kamu tanyakan, klo masih gak ngerti bisa saya jelakan lagi :D
- minyak tanah : okokok, dah lanjuttt.. :)
- Bagus A namikaze : maaf ya gak bisa update awal April, ini di karenakan Author harus ikut UN, jadi saya harus fokus beljar maaf yah hehehe.. Tapi ini udah update maaf yah telat :D
- : gapapa, yang penting udah mau review :D
- Matyus AgusTin : NaruHaku? Maybe? Maaf klo disini Haku jadi female (cewe) jadi ini fic Gender bender hehehe.. Di buat Harem? Bisa aja tapi Author gak terlalu ahli soal hal begituan hahaha =D
- Gitsuki Raymo : Udah lanjoot nih :D
- Yuriko Rin : yang sekarang juga udah update.. :)
- Naminamifrid: amin, semoga lanjut terus :D
- Blue-senpai : siap, ini udah lanjut ;)
- 3'Oct : hahaha, Author kelupaan klo masih ada karakter yang gak di tulis hehehe, maaf yah :D
- Sasu Teme Dattebayo : siap! Udah lanjut nih =D
- Namikaze Ichza : wah makasih, mudah-mudahan namabah seru :D klo namabahi Romance lagi saya gak terlalu bisa, jadi saya mohon maaf ya :(
- TobiAkatsukiID : yossshh, Amiin.. Udah lanjut nih :D
- altadinata : siap,, udah lanjut nih :)
- Gayung5094 : Udah lanjut nih :D
- aldhoefbinawans : ok, udah lanjut nih :D
- Guest : makasih udah khawatirin nih fic dan ini dia chapter ke-13 nya, maaf yah klo jelek :D
- haah : hahaha, bener juga.. Tapi sayanya bosen klo Narutonya kuat habis kalau udah sampai level Godlike jadi musuhnya lemah, malahan nantinya gak seru hehehe :D maaf ya klo Naruto nambah lemah tapi tenang aja kok nanti juga Narutonya jadi kuat :)
- Guest : udah lanjut nih broo =D
- dan : dah lanjut nih :)
- yuichi : ok, udah lanjut :D
- Naruto The Legend Of Orange Ninja chapter 12 : makasih :D ya Naruto akan di latih Jiraiya untuk menguasai sage modo gama (katak) dan ya tentu saja bisa tapi nanti bukan sekarang hehehe :D
- namikaze: ya? Udah update nih :D
- antoni yamada : salam kenal antoni-san, klo di buat mini harem kayaknya susah tapi saya akan berusaha keras.. Tapi maaf kalo hasilnya jelek ya hehe.. :D
- reyvanrifqi : oke wae lah, udah update nih :)
Saya ucapkan terimah kasih yang udah ngereview fic saya dan mohon ma'af jika ada pertanyaan yang tidak terjawab pada chapter-chapter yang lalu atau sekarang, saya ucapkan terimah kasih sekali lagi buat yang udah ngebaca, ngereview, dll. karena jika tidak ada kalian mungkin fic ini akan discontinue ataupun di hapus. Baik, untuk tanpa cak-cek-cok lagi saya ucapakan, selamat membaca!
Naruto : The Legends Of Orange Ninja
Sebelumnya:
"Kalian? Akatsuki, kah?"/ "Sepertinya jinchuriki Kyuubi mengetahui organisasi kita" Ucap Kisame/ "Chidori" Ucap Sasuke/ "Hey gaki, kelihatannya teknikmu belum sempurna? Kita akan bertaruh, kalau kau bisa menguasai jurus tersebut selama seminggu aku akan memberikan kalungku ini kepadamu dan.. jika kau kalah kau harus mengubur impianmu menjadi Hokage" Ucap Tsunade/"Aku menerima taruhanmu" seringai Naruto.
Chapter 13
The Beginning of a Disaster
Author POV: ON
"Rasengan!" Terika seorang bocah berambut pirang di bawah sinar rembulan.
'Duarr'
"Na-Naruto-kun, sudahlah hari sudah mulai larut.. apa kau masih ingin menguasai teknik rasengan? Ini sudah larut sebaiknya kita pulang aku takut jiichan mengkhawatirkan kita" Ucap seorang gadis yang tidak jauh dari Naruto.
"Ne Haku-chan, aku tidak bisa menghentikan latihan ini.. aku harus bisa menguasainya teknik ini" Ucap Naruto ke arah Haku.
"Apa ini karena taruhan enam hari yang lalu, Naruto-kun?" Tanya Haku dengan nada yang mulai melemas.
"Bukan!" Jawab Naruto cepat yang membuat Haku mengkerutkan dahinya tanda dia bingung.
"Tapi aku ingin menguasai teknik ini, karena.. aku berpikir akan ada musuh yang lebih kuat dari dia, jadi aku ingin berguru dengan ero-sennin agar aku menjadi kuat.. untuk.." Ucap Naruto yang menggantungkan kalimat terakhirnya dan sukses membuat Haku bertambah bingung.
"Untuk.. bisa melindungimu, Haku-chan" Mata Haku melebar karena keterkejutannya atas ucapan Naruto.
Mata Haku kini mulai berkaca-kaca dia tidak mengerti apa yang dirasakannya kali ini. Hangat, kesal, malu, sedih, senang ya senang Haku senang karena Naruto menganggap dia adalah seorang wanita bukan seorang shinobi pelarian dari Kiri-gakure, Haku terlalu senang sampai-sampai cairan bening mulai mengalir sedikit di pipinya.
Hakupun mengusap air matanya yang akan terus mengalir. "A-arigatou Naruto-kun, ganbatte" lirih Haku melihat ke arah punggung Naruto yang sedang mencoba menyempurnakan tekniknya.
...
Sementara di sebuah kedai minum, kini Jiraiya bersama Tsunade sedang menikmati sake yang mereka pesan.
"Tsunade, apa kau tahu tentang Orochimaru?" Tanya Jiraiya yang merasa bahwa Tsunade melamun karena memikirkan sesuatu.
Tsunadepun tersentak kaget karena tiba-tiba saja Jiraiya bicara ke arahnya. "Tidak" Jawab singkat Tsunade.
"Benarkah?" Tanya Jiraiya yang menaikan sebelah alisnya yang membuat Tsunade agak bingung.
"Asal kau tahu saja Tsunade, kalau kau berkhianat kepada Konoha sama sepertinya.. aku akan membunuhmu" Ujar Jiraiya dengan penuh penekanan di belakang kalimatnya.
Bukannya menanggapi Jiraiya berbicara Tsunade langsung melontarkan pertanyaan ke arah Jiraiya. "Apa kau tahu, Jiraiya? kenapa gadis yang kau bawa itu memakai kalung yang sama dengan kalung istri dari Yondaime ini sangat aneh?"
"Hn, selalu saja mengalihkan topik pembicaraan.." Ucap Jiraiya sambil meneguk habis sakenya yang berada di sebuah gelas berukuran kecil.
"Entahlah aku tidak tahu.. tapi saat aku bertanya kepadanya dia bilang kalung itu pemberian dari Naruto" Lanjut Jiraiya.
"Kelihatannya Naruto dan gadis itu tidak mengetahui arti dari kalung itu.." Ucapan Tsunade membuat dahi Jiraiya berkerut karena bingung.
"Kelihatannya kau tidak begitu mengetahuinya ya.. padahal kau sensei dari seorang Namikaze tapi kau tidak mengetahui hal ini" terdengar nada meremehkan dari Tsunade yang membuat Jiariya mendengus kesal.
"Cepat ceritakan saja arti maksud kalung itu" Ucap Jiraiya yang sudah mulai kesal tapi kekesalan Jiraiya membuat Tsunade tersenyum tipis.
"Kau tau Jiraiya, seorang laki-laki yang memberikan kalung itu kepada seorang gadis dalam keluarga Namikaze itu sama saja dengan melamar.." Ujar Tsunade membuat Jiraiya terkejut.
"A-apa maksudmu, Tsunade?" Tanya Jiraiya yang masih dalam keterkejutannya.
"Bukankah sudah jelas, baka! bahwa Naruto sudah melamarnya.. dan berarti akan ada sebuah desahan erotis yang akan keluar" perkataan terakhir Tsunade telah membuat pikiran mesum Jiraiya datang entah dari mana yang membayangkan bagaimana Naruto ****(stop! Buat jaga-jaga rating)
Tsunade yang melihat Jiraiya sedang berhayal mesum hanya terseyum karena melihat ada sedikit darah mulai keluar dari hidung Jiraiya. 'Dia tidak banyak berubah' batin Tsunade.
"Sepertinya kau terlihat sangat bersemangat" Ucapan Tsunade yang membuat Jiraiya tersentak.
"Berhentilah berkata seperti itu" Ucap Jiraiya kesal membuat Tsunade semakin tersenyum.
"Lebih baik kau beritahu lebih banyak lagi tentang kalung itu" Lanjut Jiraiya bersemangat.
"Kau seperti biasa selalu bersenangat tentang sesuatu yang baru bagimu.." Ujar Tsunade.
"Baiklah akan ku beritahu.. kalung itu selain sebagai tanda untuk melamar, kalung itu juga memiliki harga yang sangat mahal.. ya kira-kira setara dengan kalungku, ini dikarenakan di dalam kalung itu ada sebuah segel 'Amaterasu' (Dewi Matahari dalam mitologi jepang bisa juga di katakan api hitam seperti dalam cannon) yang tertanam dikalung tersebut, segel itu bisa aktif jika pemakai kalung itu dalam keadaan yang mengancam nyawanya.. kalung tersebut berbentuk shuriken dengan empat bagian yang seperti sinar matahari, keempat bagian tersebut memiliki arti yang berbeda-beda.." Ucap Tsunade yang dengan sengaja menggantungkan kalimatnya.
"Apa arti dari keempatnya bagian tersebut?" Tanya Jiraiya tersebut.
Kemudian Tsunade memberikan gelas Jiraiya yang sudah dia isikan dengan sake. "Minumlah dulu.." Ucap Tsunade.
"Hn.. baik cepatlah jelaskan arti keempat bagiannya" Ucap Jiraiya seraya mengambil gelas yang diberikan Tsunade.
"Kelihatannya kau sangat tertarik dengan kalung Namikaze tersebut" Ucap Tsunade dan dijawab dengan ber'hn' ria oleh Jiraiya.
...
[Sebuah tempat bawah tanah di dekat Konoha]
Terlihat dua orang shinobi memakai topeng 'Aka Oni' (iblis merah) dan 'Ao Oni' (iblis biru) sedang menghadap seorang shinobi yang memakai topeng dewa kematian (mirip kaya topeng shinigami yang ada di kuil Uzumaki) yang sedang duduk di singgahsananya.
"Kalian berdua pergilah ke Ame-gakure, aku dengar bahwa pemimpin Akatsuki berada disana.. bukan hanya itu saja, aku juga mendengar rumor bahwa pemimpin akatsuki memiliki mata rinnengan.. jadi, aku ingin kalian membunuhnya dan mengambil kedua mata itu untukku" Perintahnya dengan nada berwibawa namun dingin.
"Kalian akan bertemu dengan Kuroi Oni di depan desa Ame-gakure untuk membantu misi kalian" lanjut Shinigami
"Ha'i" Ucap mereka berdua serempak seraya menghilang.
'Dengan begini, tinggal sedikit lagi aku bisa melancarkan rencanaku.. dan aku bisa mengahancurkan dunia ini' Batinnya dengan seringai liciknya walaupun tertutupi oleh topengnya shinigaminya.
...
.
.
"Love Generates Hatred"
Ian Namikaze
.
.
Pagi hari yang cerah diringi suara burung yang merdu dan hembusan angin yang tenang dan perlahan. Matahari perlahan muncul menyising setiap pelosok negeri hingga sampai di tempat Naruto menginap, kini Naruto sedang duduk seperti orang yang sedang menyerap energi alam.
'Dtep'
Suara kunai menancap di sebuah tembok ketika Shizune membuka jendela dan itu berhasil membuat Shizune dan Haku yang berada di dekatnya terkejut, Kemudian secara perlahan Shizune melihat ke arah berlwanan dari kunai itu meluncur dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat Jiraiya dalam keadaan yang tidak dibisa baik-baik saja.
"Dimana Tsunade?!" Ucap Jiraiya meninggi.
"Ah.. Anda tidak apa-apa Jiraiya-sama?" Tanya Shizune yang tidak menjawab ucapan Jiraiya.
"Sial, kelihatannya ada sesuatu hal yang Tsunade dan kau tutupikan?" Tanya Jiraiya.
"Itu.."
"Ugh.. Sial obatnya mulai menyebar"
"Bi-biar ku obati dulu" Ujar Shizune yang melihat Jiraiya kesakitan.
...
"Naruto" Panggil Jiraiya
"Hn, ada apa ero-sennin?"
"Kau bisa melacak keberadaan Tsunade?" Tanya Jiraiya tanpa memperdulikan keadaanya yang sedang di obati oleh Shizune dan Haku.
"Hn, aku sudah membuat segel Hiraishin di tubuhnya.. saat bertarung melawannya" Jawab Naruto singkat
"Bagus, kalau begitu kau bisa memindahkan kami kesana?"
"Hn, akan kucoba"
...
Kini Tsunade bertemu dengan Orochimaru ditempat mereka bertemu pertama kali setelah lama tidak bertemu. Bukan hanya mereka berdua terlihat asisten pribadi Orochimaru yang berada di sampingnya yaitu Yakushi Kabuto.
Perlahan Tsunade mulai mengobati kedua tangan Orochimaru yang sudah mati akibat teknik dewa kematian yang dilakukan oleh Hiruzen aka Sandaime Hokage. Tapi Kabuto sadar bahwa yang dilakukan Tsunade bukanlah menyembuhkan Orochimaru tapi melainkan ingin membunuhnya, dengan cepat Kabuto menyerang Tsunade yang membuat Tsunade menghindar kebelakang.
'Brakkk'
Tsunade memukul tembok sisi jalan yang membuat hancur tembok tersebut. Perlahan-lahan Tsunade mendekat ke arah Orochimaru mencoba menyerangnya lagi, tapi tiba-tiba saja kabuto mencoba menghalangi Tsunade.
'Sring'
Naruto, Jiraiya, Haku dan Shizune berhasil sampai di tempat dengan menggunakan Hiraishin milik Naruto.
"Khu.. khu.. khu.. Tak kusangaka akan bertemu dengan teman lama" Ucap Orochimaru menyeringai.
"Orochimaru!" Geram Jiraiya.
...
"Kuchiyose no Jutsu" Teriak mereka bertiga bersamaan.
'Poof' 'Poof' 'Poof'
"Nani!" Teriak Jiraiya yang terkejut karena yang muncul bukanlah katak raksasa tapi melainkan seekor katak kecil.
"Gamakichi" Ucap Naruto.
"Yo, Naruto ada apa?"
"Khu..khu..khu.. Kau sama saja seperti dulu Jiraiya" Ejek Orochimaru.
"Ero-sennin biar aku.." Belum selesai Naruto bicara, Jiraiya langsung memotong ucapannya.
"Tidak, akan kucoba lagi" Teriak Jiraiya.
"Kuchiyose no Jutsu"
'Poof'
Muncul katak berwarna kuning pudar yang tak lain dan tak bukan adalah gamatatsu. Sudah dua kali Jiraiya gagal membuatnya pundung dan itu membuat hati siapa saja teriris kala melihat tangisan Jiraiya yang begitu mendramatisir, tapi Naruto tak ambil pusing dia langsung menggunakan jurus Kuchiyose untuk memanggil Gamabunta.
'Kuchiyose no Jutsu" lalu munculah Gamabunta yang membuat Jiraiya dan Naruto naik di atasnya.
...
[Oke saya skip karena pertarungannya mungkin akan sama saja dengan yang di canon]
.
.
The Ancient War of Nine Gods
.
.
Kini tampak lima orang Anbu yang berbeda desa, ini terlihat dari baju yang mereka kenakan berbeda. Mereka adalah Anbu dari desa lima negara elemen yaitu Konoha, Suna, Kumo, Iwa, dan Kiri. Kini mereka mengahadap Shinigami dengan penuh hormat.
"Shinigami-sama, ini adalah gulungan informasi yang sudah kami dapatkan" Ucap Anbu Konoha yang memakai topeng seperti anjing (inu).
"Hn, kerja bagus Hokou, Shukaku, Nekomata, Sokou, Isonade" Ucap Shinigami.
Di tengah-tengah perbincangan mereka, tiba-tiba datang dua orang memakai topeng berang-berang (Bībā) dan tupai (Mujina).
"Maaf.. mengganggu Shinigami-sama" Ucap salah satu shinobi yang memakai topeng berang-berang.
"Hn.. ada apa, Raijuu?"
"Aku dan 'kaku' berhasil mendapatkan sebuah gulungan rahasia yang tersimpan di sebuah Mansion tersembunyi di perbatasan Hi no Kuni dengan Kaze no Kuni" Ucap Raijuu.
"Benarkah?" Ucap Shinigami senang.
"Kelihatannya Namikaze bukanlah sebuah nama belakang tapi sebuah klan, Shinigami-sama" Ujar Raijuu yang langsung memberikan sebuah gulungan kepada Shinigami.
Shinigamipun melihat sebuah segel di gulungan tersebut.
"Sepertinya begitu" Ucap Shinigami.
...
"Jadi kau menerimannya ya?" Tanya Jiraiya menyakinkan perkataan Tsunade barusan karena takut telinganya bermasalah.
"Ya aku akan menjadi Godaime Hokage"
"Hm, kelihatannya bagus.. aku senang kau tidak berkhianat terhadap Konoha" Ucap Jiraiya tersenyum.
"Ini berkat Naruto" Ujar Tsunade membuat Jiraiya tersenyum tiga jarinya walaupun tidak selebar waktu dia kecil.
"Jadi.." Tsunade menggantungkan kalimatnya yang sukses membuat Jiraiya bingung.
"Apa kau masih membayangkan erangan dan desahan erotis Haku ketika Naruto menjamah dan memainkannya?" Tanya Tsunade yang sukses membuat muncul rona merah tipis di pipi Jiraiya.
"Cih, mereka masih anak-anak kau taukan" Ucap Jiraiya mencoba tenang walaupun dalam hati yang terdalam dia juga menginginkan hal itu akan terjadi.
"Berhentilah membohongi dirimu sendiri.. aku tahu itu, bukankah itu bagus untuk referensi novel cabulmu itu" Goda Tsunade sambil meneguk sakenya.
Oh shit, apa yang di katakan Tsunade bagi Jiraiya itu sangatlah benar dan membuatnya ingin semua pemikirannya cabulnya menjadi kenyataan. 'Stop!' Ini bukan fic lemon.. Ah saya lupa hahaha. (Author aneh)
[Karena otak Author kacau jadi akan banyak skip yang akan terjadi.]
...
[Tidak berada jauh dari desa ame-gakure terlihat dua orang yang sedang berjalan]
"Hoy! Ao Oni, apa kau pernah berpikir sesuatu tentang dia?" Tanya Aka Oni tiba-tiba ke arah Ao Oni.
"Siapa?" Tanya Ao Oni tanpa menoleh kearah Aka Oni.
"Yokou" Jawab Aka Oni singkat.
"Tidak, memangnya kenapa?" Tanyanya Ao Oni lagi.
"Eh ano.. aku sering berpikir tentangnya, apakah dia itu sangat kuat? sampai-sampai shinigamipun mengatakan kepadaku bahwa dia lebih kuat di bandingkan anggota yang lainnya.. bahkan Yamata no Orochi-sama" Ujar Aka Oni.
"Entahlah, aku tidak tahu.." Ucap Ao Oni sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi, sepertinya cukup menarik.. mungkin kita harus mencoba kekuatannya" Lanjut Ao Oni dengan seringai tipis di balik topeng iblisnya.
"Kau benar, tapi jika kita mati bagaimana?" Tanya Aka Oni sedikit takut.
"Entahlah, aku tidak terlalu perduli.. tapi bukankah kita memiliki Kuroi Oni yang sangat kuat" Jawab Ao Oni dengan tenang.
"Ya mungkin, tapi apa dia akan mau dengan tawaran kita? kau tau sedirikan Kuroi itu tidak peduli dengan kita.. bahkan, cenderung membenci kita"
"Ayolah dia pasti mau, lagipula dia memiliki dendam dengan yokou" Ucap Ao Oni.
"Tapi, apa kau yakin?" Tanya Aka Oni
"Ya aku yakin, tapi lebih baik sekarang kita harus fokus dengan misi ini" Ucap Ao Oni dan di jawab anggukan oleh Aka Oni.
...
.
.
Naruto: The Legend Of Orange Ninja
Ian Namikaze
.
.
Flashback: ON
[Alam bawah sadar Naruto]
"Grrr, kau benar-benar sombong gaki! mungkin jika kau tidak menciptakan segel pelindungmu, aku akan membunuhmu, gaki!" Teriak Kurama dengan nada sedikit meninggi.
"Apa yang kukatakan itu benar.. kau itu lemah, baka!" Ucap Menma dengan tenang.
"Jadi kau ingin menguji kehebatanku, gaki? kalau begitu, lepaskan segelmu dan kita bertarung di sini" Ucap Kurama dengan seringaian licik ala rubah.
"Kai!" Teriak Menma melepaskan segel yang di buatnya, setelah segel terlepas dengan cepat Kurama membuat Bijuudama. Begitupun sama dengan Menma yang siap dengan segel jutsunya, belum sempat Kurama melepas Bijuu damanya tiba rantai cakra menariknya hingga jatuh.
'Bruuk'
'Duarrr'
"Hah?"
"Berhentilah berkelahi di dalam perutku!" Teriak Naruto kepada Kurama dan Menma.
"Akhirnya kau kemari juga, Naruto... aku ingin sekali membunuhmu jika tidak ada segel ini" Ucap Menma sambil menunjuk sesuatu yang seperti jeruji penjara.
Terlihat ada sebuah tulisan kanji yang melayang di sela-sela jeruji tersebut. "Aku membenci segel ini... segel yang dapat membakarku jika aku menyentuhnya" Ujar Menma.
"Aku tidak peduli, lagi pula aku kesini hanya ingin bertanya kepadamu... tentang siapa sebenarnya kau itu? aku tahu kau itu bukanlah kegelapan dalam diriku, dan juga tentang tujuan dan hubunganmu dengan Haku-chan? aku tau kau datang ke Konoha bukan untuk membunuhku, bukan? melainkan kau ingin membawa Haku-chan pergi, iyakan?" Ucap Naruto dengan nada penuh penekanan di beberapa ucapannya.
Menmapun menyeringai. "kelihatannya penyamaranku terbongkar..."
Kurama membelalakan matanya. 'Cakranya berbeda dengan yang tadi, jadi begitu dia memanipulasi cakranya jadi mirip dengan Naruto.. bukan hanya itu dia juga memiliki fisik yang sama dengan Naruto, pantas saja aku tertipu olehnya' Batin Kurama yang masih terkejut.
"Aku adalah Namikaze Menma dan, tujuanku adalah menculik Haku untuk membalaskan dendamku terhadap dunia shinobi" Ujar Menma enteng.
"Begitu ya?" Tanya Naruto dengan gaya berpikir.
"Berhentilah berpura-pura bodoh, Naruto" Ucap Menma yang sukses membuat Naruto tersenyum lebar.
"Aku tidak peduli dengan dendam yang kau miliki dengan dunia ini, tapi.." Ucap Naruto yang mulai menatap tajam ke arah Menma.
"Jika kau berani macam-macam terhadap Haku-chan, aku akan membunuhmu!" Ancam Naruto kepada Menma.
Tapi sebuah ancaman yang di berikan Naruto malah membuat Menma tertawa. Menma tidak menyangka Naruto yang biasanya selalu tenang kini mengancamnya, meski begitu Menma tau Naruto melakukan ini karena dia mencintai gadis itu.
"Hahaha..! Apa kau tau? meskipun kau berbicara seperti itu! bukan berarti kau bisa melindungi Haku dan menghentikanku untuk menghancurkan seluruh dunia!" Ucap Menma dengan nada yang terdengar licik, sementara Naruto yang mendengar ucapan Menma kini mengeratkan kepalan tangannya.
"Kau akan menyesal karena keputusanmu sendiri, Naruto!" Lanjut Menma membuat Naruto tersentak.
"Apa maksudmu?" Tanya Naruto.
"Maksudku tentang keputusanmu yang membawa Haku menjadi warga Konoha dan itu adalah kesalahan yang dapat membuatmu menyesal seumur hidup" Ucapan Menma membuat Naruto mebelalakan matanya.
Tapi Naruto sadar apa yang di katakan Menma mungkin saja benar, namun Naruto tidak ingin melepaskannya, melepaskan Haku. Walaupun mungkin pilihan yang naruto ambil mungkin salah, tapi Naruto tidak perduli dan yang Naruto perdulikan adalah bagaimana dia harus terus bersama Haku setiap saat.
"Mungkin keputusanku memang salah, tapi itu lebih baik" Ucap Naruto membuat Menma sedikit bingung.
"Jadi, kau lebih memilih mati ya?" Tanya Menma yang mulai mengerti akan tetapi itu membuat Kurama agak bingung, tapi ekpresi Naruto berbeda dengan Kurama sorot matanya terlihat kosong seperti memikirkan sesuatu.
"Apa maksud dari perkataanmu itu, gaki?!" Tanya Kurama.
"Huh! Inilah kenapa aku sangat membencimu Kurama, kau itu sangat licik tapi juga bodoh untuk menangkap perkataan seseorang.. entah apa yang di pikirkan Rikudou sennin sampai-sampai memilihmu untuk menjadi Kyuubi no Bijuu, Kurama?!"
"Jadi kau berpikir bahwa aku ini tidak berguna hah?"
"Tepat!"
"Ka-kau! Sialan kau, gaki! Aku ini dipilih Rikudou karena dia percaya kepadaku! Dia percaya bahwa aku adalah Kitsune yang paling tepat untuk menjadi bijuu! Kau harus ingat itu!" Teriak Kurama kesal.
"Jadi begitu yah? aku tidak tau bahwa Rikudou bisa sangat bodoh, sampai-sampai mempercayakan kekuatan Kyuubi kepadamu, Kurama" Ucap Menma tenang dan tampak seringai licik Menma keluar.
"Kau!" Geram Kurama.
"Inilah kenyataannya Kurama! Kenapa aku bicara seperti itu? karena, kau itu sangat lemah di bandingkan Yokou"
"Jangan samakan aku dengannya baka! Aku adalah Kurama-sama, raja dari para Bijuu dan Kitsune!"
"Benarkah? Kalau kau raja! harusnya kau bisa mengalahkan orang itu.."
"Uchiha Madara!"
"Tapi kenyataannya kau seperti budak baginya, kau di kendalikan Madara dan menghancurkan semua yang ada di lembah Kitsune! Tapi, apa kau tahu siapa yang kesusahan waktu itu? dia, Youko..."
...
"Hentikan!" Teriak Naruto sambil menatap tajam ke arah Menma yang terdiam dan kemudian muncul seringaian licik.
"Jadi, kau sudah berhasil menemukan jawaban dari kegalauanmu itu ya?" Tanya Menma.
"Ya! sekarang aku mengerti semuanya, akhirnya aku menemukan sebuah tujuan hidupku yang sebenarnya! Bukan menjadi Hokage dan di akui warga desa ataupun menjadi shinobi terkuat.." Ucap Naruto.
"Tapi tujuanku sebenarnya adalah ingin bersamanya, bersama Haku-chan! Inilah kenapa aku selalu merasakan sesuatu yang janggal di dalam hatiku ketika aku bersamanya? dan kini aku tahu kenapa? karena aku mencintainya!" Lanjut Naruto sukses membuat Menma terkejut meskipun berhasil ia tutupi.
"Ketika Haku-chan tinggal diapartemen bersamaku, membuatku mengerti arti kehangatan sebuah keluarga.. meskipun awalnya aku menolak jika Haku-chan tinggal bersamaku, tapi aku sadar kenapa Hokage-jiji memintaku untuk membawanya tinggal bersamaku, dia pasti memiliki sebuah alasan dan sekarang aku sudah mengetahui alasannya" Ujar Naruto.
"Mungkin, setelah ujian chunnin ini selesai aku akan mengungkapkan perasaanku kepadanya.."
Flashback: Off
.
.
The God Of Dimensional
.
.
(Setelah beberapa minggu Tsunade menjadi Hokage)
Bukit, yah mungkin tempat yang bagus untuk menikmati udara segar di pagi hari dan tempat itulah yang akan menjadi tujuan Naruto saat ini. Dengan memakai kaos hitam lengan panjang dengan lambang Uzumaki di depannya dan ada motif api berwarna oranye di bagian bawahnya, sementara celanannya tetap sama berwarna oranye.
Tiba-tiba seulas senyum tergambar di bibir Naruto ketika dia melihat seorang gadis berambut indigo sedang berdiri mengamati sesuatu.
"Hinata! Bagaiman kabarmu?" Hinata yang merasa namanya di sebut oleh seseorang yang familiar langsung saja menoleh ke arah sumber suara.
Alangkah terkejutnya Hinata ketika menyadari ternyata suara yang ia kenali berasal dari orang yang ia sukai. Sontak muka Hinata mulai memerah dan bertingkah aneh (maksudnya mencari tempat buat sembunyi), tapi itu tentu saja membuat Naruto tertawa karena melihat tingkah lucu Hinata.
"Hahaha.." Tiba-tiba Naruto memegang bahu Hinata dan kemudian menatap mata Hinata dengan intens.
Tatapan yang Naruto berikan sukses membuat jantung Hinata berdegup semakin kencang dan entah kenapa Hinata merasakan pipinya mulai memanas, sementara Naruto yang mulai menyadari kalau muka Hinata sudah sangat memerah.
"Hinata? Apa kamu sakit? Wajahmu memerah! Biar ku antarkan ke dokter" Ucap Naruto yang memegang dahi Hinata dengan tangan kanannya dan tentu saja itu membuat wajah Hinata semakin memerah.
"Uwahh! Hinata wajahmu semakin memerah ayo kita harus cepat membawamu ke dokter!" Teriak Naruto yang mulai panik ketika melihat wajah Hinata yang sangat merah.
Dengan cekatan Naruto memegang tangan kiri Hinata untuk membawanya pergi ke dokter, dengan wajah tanpa dosanya Naruto mengenggam erat tangan Hinata dan itu membuat hinata semakin merah melebihi warna merah tomat.
"Ti-tid-dak Na-Naru-to-kun.." Suara gagap sukses membuat Naruto menghentikan langkahnya dan berbalik ke sumber suara.
"Tapi, ehh..." Belum sempat Naruto menyelesaikan perkataannya tiba-tiba saja tangan kirinya di tarik oleh seseorang.
"Sakura-chan?" Tanya Naruto yang terkejut dengan tingkah Sakura yang menarik tangannya.
Tapi bukannya menjawab pertanyaan yang dilontarkan Naruto, Sakura menatap Hinata kemudian tersenyum manis kepadanya "Hinata, maaf menganggu tapi Naruto-kun sudah berjanji denganku pergi kerumah sakit, jaa!"
Belum sempat Naruto ingin mengucapkan sepatah kata, Sakura sudah membawanya pergi meninggalkan Hinata sendirian. Naruto bingung dengan sifat Sakura yang sekarang karena sungguh berbeda dari biasanya, tapi Naruto tidak ambil pusing lagi pula dia sudah berjanji dengan Sakura untuk pergi menjenguk Sasuke bersama.
"Ne Sakura-chan, kenapa kau bertingkah aneh? Bukankah kita berjanji menjenguk Sasuke siang hari?" Pertanyaan Naruto sontak membuat Sakura sedikit terkejut.
"Tidak apa-apakan? Lagipula kita sudah bertemu, jadi kita akan menjenguk Sasuke lebih cepat itu baguskan?" Jawab Sakura dengan senyuman manis yang menghiasi wajahnya.
"Tapi, aku merasa tidak enak dengan Hinata" Lirih Naruto tapi masih bisa di dengar Sakura.
"Hinata pasti mengerti, Naruto-kun! Lagi pula dia sedang menunggu teman satu timnya" Ucap Sakura yang terdengar seperti marah.
"Tapi.." Belum selesai Naruto mengucapkan perkataannya, Sakura langsung memotongnya.
"Sudahlah Naruto-kun, ayo kita ke toko bunga Yamanaka dulu sebelum menjenguk Sasuke-kun! Kita akan membeli bunga untuknya" Ucap Sakura yang langsung menarik Naruto.
"Baiklah"
...
'Krining'
"Selamat datang! Di toko bunga Yamanaka" Ucap seorang gadis berambut kuning pucat.
"Sa-Sakura-chan? Dan.."
'Na-Naruto-kun?'
Sakura tersenyum melihat ekpresi terkejut sahabatnya itu. Sementara Naruto bingung karena melihat ekpresi itu 'dia seperti Hinata' itulah yang ada di pikiran Naruto, tiba-tiba Ino langsung mendekati Sakura dan membisikan sesuatu.
"Kenapa kau bisa bersama, Naruto-kun?" Bisik Ino kepada Sakura yang membuat si empu aka Sakura hanya terseyum.
"Apa kalian pacaran?" Kali ini perkataan Ino langsung rona merah muda dipipi Sakura muncul.
"Jadi! Kalian mmmmpph.." Tiba-tiba mulut ino di tutupi oleh tangan Sakura.
"Jangan keras-keras! Ino-pig!" Ucap Sakura yang kesal.
"Ah, maaf Ino, kami datang kesini ingin membeli bunga untuk, Sasuke" Ucap Naruto yang sukses membuat hati si penjual bunga kembali cerah dan sementara Sakura hancur, padahal Sakura ingin Naruto menganggapnya sebagai pacar.
"Oh, begitu yah!" Ino langsung memegang kedua tangan Naruto dengan tatapan senangnya.
"Jangan! Asal pegang tangannya 'pig'!" Sewot Sakura dan sementara Ino menjulurkan lidahnya pertanda bahwa 'aku tidak mau, forehead'
...
'Tok.. Tok.. Tok..'
"Uchiha-san? Waktunya sarapan" Ucap seorang perawat dengan rambut hitam panjang sedang membawa bubur untuk salah satu pasien rumah sakit.
"Hn" Hanya kata itu yang keluar dari mulut sang Uchiha.
Kemudian perawat itu menaruh bubur itu di meja yang sudah di sediakan, sementara Sasuke hanya menatapnya datar tapi dibalik tatapan datarnya dia selalu memikirkan sesuatu ketika melihat wajah perawat yang ia lihat saat ini.
"Haku-chan!" Panggil Sasuke yang membuat Haku langsung menatapnya dan disaat itu pula Sasuke merasakan sesuatu yang aneh di dadanya.
"Suapi aku" Ucap Sasuke yang terdengar seperti orang yang memerintahkan pelayannya.
"Tapi, Uchiha-san saya harus pulang, untuk makan siang bersama Naruto-kun" Ucap Haku dengan seyuman manis menghiasi wajahnya.
'Deg'
'Wajah itu' batin Sasuke yang terkejut karena teringat sesuatu.
"Jadi, aku minta maaf, tidak bisa menyu... Kyaa!"
'Brugh'
"Ugh.." Rintih Haku ketika punggungya menyetuh sebuah tembok.
"U-Uchiha-san a-pa yang ka-mu la-kukan?" Gagap Haku yang kini kedua tangannya berada di atasnya dan di cengkram tangan kiri Sasuke, hakupun mencoba melepaskannya tapi tenaga tidak cukup karena cengkraman Sasuke semakin kuat.
Onyx bertemu Onyx tapi bagi Sasuke sekarang iris Onyx Haku lebih indah di bandingkan miliknya, setidaknya itu yang ada di pikirannya. Tapi berbeda dengan apa yang Haku rasakan, dia merasa takut dengan orang di depannya yang ia kenal sebagai sahabat dari orang yang ia cintai.
"U-Uchi-ha-sss-san hen.."
"Panggil namaku, Haku-chan" Bisik Sasuke tepat di telinga Haku dan membuatnya merasa aneh.
Haku bisa merasakan hembusan nafas Sasuke yang membuat Haku merasa geli, Sasukepun menyeringai karena dia bisa merasakan nafas Haku yang mulai tidak beraturan.
"Panggil namaku" Perintah Sasuke.
"Sa-sas-su-khe-h hen-thi-khan" Desah Haku yang merasa geli.
"Haku-chan, maukah kau membantuku? untuk membangun kembali klanku?"
'Ctar'
Bagai di sambar petir Haku mendengar perkataan Sasuke, dia tidak menyangka bahwa seorang Uchiha yang terkenal dengan stoicnya mengatakan hal seperti itu.
"A-pha mhak-shudmu?"
"Aku ingin kau menjadi ibu dari anak-anakku.." Ucapan Sasuke kini membuat Haku terdiam nafasnya terasa sesak.
"Kau mengingatkanku kepada ibuku" bisik Sasuke yang kemudian menjilat ujung bawah telinga Haku dan langsung membuat Haku bergetar.
"Ugh"
'Brak'
"Hoi, Teme aku datang untuk men..jenguk..." Mata Naruto melebar tak kala melihat adegan yang membuat dada terasa sakit.
Sasukepun mendecak kesal karena acaranya harus terganggu, kemudian Sasukepun melepaskan cengkramannya dan langsung menatap benci ke arah Naruto. Sementara Hakupun jatuh terduduk karena kakinya sudah tidak kuat menompang tubuhnya, terlihat ada sedikit air mata di pipi Haku yang membuat tatapan Naruto berubah menjadi kebencian yang sama seperti Sasuke.
"Ne Naruto-kun, apa yang terjadi?" Tanya Sakura yang berda di belakang Naruto.
"Ayo, kita bertarung dobe!" Ucapan Sasuke membuat semuanya yang di dalam ruangan terkejut, kemudian Sasukepun berjalan keluar pergi.
Ketika berada di samping Naruto, Sasukepun membisikan sesuatu di telinga Naruto. "Aku menunggumu di atap rumah sakit, jika kau laki-laki.. Kau harus menerima tawaranku, aku akan mengambil Haku-chan darimu" bisik Sasuke yang membuat Naruto melebarkan matanya.
"Sasuke-kun" Panggil Sakura tapi tidak di gubris oleh Sasuke yang terus saja berjalan.
Kemudian Narutopun mendekati Haku yang masih terduduk, dengan tatapan kosong Naruto menatap Haku. Sementara Sakura masih bingung dengan apa yang barusan terjadi.
"Sakura-chan, tolong jaga Haku-chan! Aku ingin pergi menemui Teme" Ucap Naruto yang langsung menghilang.
"Tapi.."
"Aku harus menghentikan mereka" Ucap Haku yang langsung berlari meninggalkan Sakura.
"Tu-tunggu! Haku-chan!"
...
Kini Naruto dan Sasuke sedang berhadapan di atas rumah Sakit, Sasuke menatap benci Naruto sementara Naruto hanya tatapan kosong yang ia berikan.
"Ayo kita mulai, Dobe!" Teriak Sasuke ke arah Naruto.
"Kau tidak memakai hitai ate milikmu?" Tanya Naruto.
"Kau juga tidak memakainya! Jadi, diamlah! Lagipula kau tidak akan bisa menyentuh dahiku" Ucap Sasuke percaya diri.
Narutopun tidak ambil pusing diapun langsung membuat sebuah segel jutsu yang membuat Sasuke terkejut.
"Naruto-kun!" Teriak Haku tapi teriakannya terhenti ketika sebuah kekkai berbentuk lingkaran yang menghentikannya.
Bukan hanya Haku yang terjebak di dalamnya, Sakurapun juga ada di sana. Narutopun tiba-tiba menyeringai ke arah Sasuke, sementara Sasuke memasang kuda-kudanya untuk menyerang.
'Maafkan aku, Itachi.. Sepertinya aku tidak bisa menepati janjiku kepadamu' batin Naruto.
"Hentikan!" Teriak Haku yang ada di dalam kekkai.
Setelah teriakan Haku mereka berdua saling menyerang satu sama lain, mereka memulai dengan pukulan yang di lancarkan tangan kanan Sasuke ke arah wajah Naruto. Tapi pukulan itu bisa di taha oleh tangan kiri Naruto, kemudian Narutopun melancar serangan balik dengan mencoba menendang menggunakan kaki kanannya ke arah samping tubuh Sasuke.
Namun Sasuke bisa menahan serangan Naruto dengan tangan kirinnya. Tanpa membuang peluang Narutopun memutar tubuhnya mencoba menendang kepala Sasuke dengan kaki kirinya, Sasuke yang lengah tidak bisa menghindari serangan Naruto.
'Bugh'
Kaki kiri Naruto berhasil mengenai pipi Sasuke membuatnya terpental dan membentur pagar kawat yang ada di sana. 'Ugh, sial tenaganya kuat sekali!' Batin Sasuke.
Sasukepun bangkit kembali dengan menyeka darah yang mengalir dari mulutnya, kemudian dengan secepat kilat Sasukepun merapal sebuah jutsu untuk menyerang Naruto.
"Katon: Gokakyu no Jutsu"
Semburan api yang diciptakan dari mulut Sasuke langsung menyerang kearah Naruto. Tanpa membuat kesalahan Naruto langsung mengambil sebuah kunai dan melemparnya ke arah Sasuke, lalu ketika semburan api itu sudah mulai mendekati Naruto langsung menghilang.
'Bugh'
Naruto menghindari semburan api milik Sasuke dengan kunai Hiraisin yang ia lempar ke arah Sasuke, kemudian berhasil memukul perut Sasuke dan membuatnya terpental ke atas.
'Ugh, sial jika begini.. Aku akan kalah' batin Sasuke.
Kemudian Sasuke membuat segel jutsu dan mengalirkan petir ke arah tangan kanannya. "Chidori" Teriak Sasuke. Kemudian Naruto tanpa membuang waktu membuat sebuah bunshin dan menciptakan Rasengan dengan bantuan bunshinnya.
'Poof'
Suara bunshin Naruto menghilang setelah berhasil menciptakan Rasengan. Sementara Haku dan Sakura terus menggunakan tekniknya untuk menghancurkan kekkai yang dibuat Naruto.
'Crak'
'Crang'
Setelah Kekkai Hancur Haku berlari mencoba mengehentikan mereka, tapi mereka sudah melesat dengan teknik masing-masing.
"Rasengan"
"Chidori"
"Hentikan!" Teriak Haku yang berada di tengah mereka.
'Sial, aku tak bisa menghindarinya' batin Sasuke dan Naruto bersamaan.
'Tep'
'Tep'
Tiba-tiba Kakashi muncul dengan memegang pergelangan tangan mereka dan melemparkannya ke arah tempat penampungan air rumah sakit.
'Heh, teknikku lebih kuat darimu, dobe' batin Sasuke dengan seringai kemenangan yang melihat lubang kecil di tempat penampungan air yang terkena serangan Naruto.
"Sasuke, apa maksudmu menggunakan teknik itu dengan penuh nafsu membunuh?" Tanya Kakashi ke arah Sasuke.
"Urusai" Ucap Sasuke yang kemudian pergi, tapi baru akan pergi ia di kejutkan dengan sebuah lubang besar di tempat penampungan yang terkena serengan Naruto.
'Brugh'
"Sial, dia ternyata sangat kuat" Gumam Sasuke yang kemudian pergi.
"Kenapa?! Kenapa kau menghentikannya, Sensei?!" Teriak Naruto yang membuat Kakashi terkejut, karena aura kebencian yang begitu besar dan pekat dari Naruto.
"Apa kau berniat untuk mati?" Tanya Kakashi.
"Tidak" Jawab Naruto cepat.
"Lalu?"
"Aku ingin membunuhnya!" Ucap Naruto yang membuat Kakashi, Haku dan Sakura terkejut dengan apa yang Naruto ucapkan.
"Na-Naruto-kun" Panggil Haku ke arah Naruto, kemudian Naruto melihat kearah Haku tapi hanya sesaat saja ia melihat Haku lalu Narutopun meninggalkannya dengan tatapan kosong.
"Tunggu, Naruto-kun!" Teriak Haku yang juga mulai mengejarnya.
"Haku-chan"
"Sakura! Jangan mengejarnya biarkan saja mereka" Ucap Kakashi yang membuat Sakura sedih.
"Kelihatannya muridmu telah membuat Naruto marah" Ucap Jiraiya yang tiba-tiba datang di samping Kakashi.
"Apa maksudmu, Jiraiya-sama?"
"Aku melihat Haku-chan menangis dan Naruto juga kelihatan marah, lalu ada sebuah pertarungan di sini antara Naruto dengan muridmu.. Kelihatannya muridmu telah melakukan sesuatu terhadap Haku-chan sehingga membuat Naruto marah" Jawab Jiraiya.
"Jadi, begitu yah! Sepertinya wajah Haku-chan mirip seperti Mikoto-san dan itu pasti yang membuat Sasuke melakukan sesuatu terhadapnya" Ucap Kakashi.
"Tapi, apa akan baik-baik saja jika kita membiarkan Naruto?" Tanya Kakashi.
"Tenang saja, kau harus percaya kepada Haku-chan untuk masalah Naruto" Jawab Jiraiya.
"Mmmhh, aku mengerti"
...
"Na-Naruto-kun!" Panggil Haku yang kini berada di sebuah Hutan.
"Naru-to-kun! Panggil Haku lagi yang masih menahan cairan bening di matanya.
'Padahal aku melihatnya di sekitar sini? Tapi aku tidak menemukannya' batin Haku yang mulai khawatir.
Haku terus mencari dan mencari Naruto tanpa memperdulikan apapun, untuk saat ini yang ada dipikirannya hanyalah Naruto bahkan perut lapar sekalipun. Hakupun tidak bahwa hari sudah mulai gelap tapi tidak menemukan Naruto sama sekali, bahkan kini cairan bening yang dia tahan kini mulai terjatuh.
Haku mulai putus asa, dia takut sangat ketakutan jikalau Naruto yang ia cintai meninggalkannya. Orang yang memberikan jalan hidup baru meninggalkannya, Hakupun tidak bisa membayangkannya.
Sampai di tempat sebuah training ground Haku mulai melihat seseorang yang begitu familiar sedang berdiri menatapnya dengan membawa dua mangkuk ramen. Senyuman Haku mulai mengembang ketika melihat sosok yang dicarinya sudah ia temukan, Hakupun langsung berlari dan memeluknya.
"Ehh, Haku-chan?" Ucap Naruto yang menjaga keseimbangannya agar tidak jatuh dan membuat ramennya terjatuh ketika Haku memeluknya.
"Na-ruto-kun hiks.. hiks.. Ma-ma hiks.. afkan.. hiks.. aku" isak Haku yang membenakan wajahnya kebahu Naruto.
"Tidak perlu meminta maaf, Haku-chan" Ucap Naruto tenang.
"Harusnya aku yang meminta maaf kepadamu, karena sudah mengkhawatirkanku" Lanjut Naruto yang membuta Haku semakin mengeratkan pelukannya.
"Hiks.. a-aishi hiks.. teru, Hiks.. Naru-to-kun" Ucapan Haku membuat Naruto tersentak tapi kemudian sebuah senyuman tergambar di wajah Naruto.
"Aku juga, Haku-chan.. aishiteru" Ucap Naruto.
"Apa kau lapar?"
'Kruyuukkk'
Baru saja Naruto bertanya, perut Haku-chan sudah menjawab pertanyaan. Membuat Naruto tertawa mendengarnya sementara wajah Haku sudah memerah karena menahan malu, kemudian Hakupun melepaskan pelukannya.
"Ayo kita makan, aku sudah membeli ramen untukmu" Ucap Naruto sambil menyodorkan semangku ramen ke arah Haku-chan.
"Arigatou, Naruto-kun"
...
Naruto dan Haku kini sedang tiduran di tanah melihat bintang di malam hari yang terlihat indah dengan ada beberapa bintang yang berjatuhan.
"Ne Naruto-kun, apa kau membenciku?" Tanya Haku memulai pembicaraan.
"Tentu saja tidak, tapi aku mencintaimu Haku-chan" Jawab Naruto yang membuat rona merah tipis di wajah putih Haku muncul.
"Apa buktinya?"
"Jadi kau mau bukti" Ucap Naruto yang kemudian bangun dan duduk menatap Haku, melihat hal itu Hakupun bagun dan duduk di samping Naruto.
"Ya" Ucap Haku
"Lihat aku" Ucap Naruto yang kemudian Haku menatapnya dan tanpa di duga Naruto langsung mencium Haku tanpa ada persiapan dari Haku.
Walaupun ciuman yang mereka lakukan hanya sebatas bibir, tapi itu sudah membuat Haku merona.
"Apa kau percaya?" Tanya Naruto dan di jawab anggukan oleh Haku.
Hakupun menyenderkan kepalannya ke bahu Naruto. "Aku takut" Ucap Haku.
"Hah?"
"Aku takut kau meniggalkanku Naruto-kun" Ucap Haku
"Tidurlah bersamaku malam ini, Naruto-kun.. Aku ingin selalu bersamamu" Lanjut Haku yang membuat Naruto terkejut, tapi setelah itu ekpresi mesumnya muncul.
"Tidur bersama ya?" Ucap Naruto dengan tampang mesumnya.
"Hah? Baka, Hentai!" Haku yang menyadari hal itu langsung berteriak dan memukul wajah Naruto.
'Bukk'
"Ittai!" Rintih Naruto kesakitan.
...
[Sebuah tempat bawah tanah di dekat Konoha]
"Jadi, kalian gagal?"
"Maafkan kami, Shinigami-sama" Ucap seorang shinobi yang memakai topeng Kuroi Oni.
"Hmm, kali ini saya maafkan" Ucap Shinigami.
"Tapi aku ingin kau menyuruh Yamata no Orochi, untuk membebaskan Menma" Lanjut Shinigami.
"Maksud anda, Youko?" Tanya Aka Oni.
"Ya"
"Baik, Shinigami-sama" Ucap mereka bertiga.
'Akhirnya untuk bertarung dengan Youko, semakin dekat' sebuah seringaian licik dari Aka Oni dan Ao Oni walaupun tertutupi topeng mereka.
Naruto : The Legends Of Orange Ninja © Ian Namikaze
TO BE CONTINUED
Bagaimanakah cerita selanjutnya? Apakah Menma berhasil keluar dari tubuh Naruto? Kita tunggu chapter yang akan datang :D
Mohon Reviewnya! Karena Review anda membuat saya bersemangat untuk menulis fic ini :D
P-L-E-A-S-E,
R
E
V
I
E
W
!
