Preview: Aida hanya tersenyum lebar saat ke enam pemuda tersebut medaftarkan diri mereka untuk masuk anggota klub basket, sedangkan [Name] hanya bisa meneguk ludahnya pasrah, kalau begini caranya mau tidak mau ia dipastikan menjadi manager klub basket. [Name] berharap kalau ia tidak akan diganggu oleh keenam pemuda jadi-jadian tersebut.
Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi.
Harem!Reader x GoM / slight Reader x Kagami/Himuro
Warns: Typos everywhere, kemungkinan ooc, humor garing krenyes, romens (?) ga terlalu menarik
.
.
.
ENJOY THE STORIES MINNA
"Oi [Name]. Kau kenal dengan mereka?"
Bisik Kagami yang lebih tepatnya sedikit berteriak ke arah [Name] yang tentu saja mendapatkan tatapan tajam dari [Name], dan diam-diam ke enam pemuda tersebut juga melayangkan tatapan tajam ke arah Kagami entah apa alasannya.
"Menurutmu apa hah, Bakagami!?"
Sahut [Name] dengan nada sarkastik dan death glarenya yang membuat Kagami merinding disko.
'Fix. [Name] kenal dengan ke enam pemuda jadi-jadian tersebut.'
"Ah iya [Name]! Karena kau sudah mengenal ke enam pemuda tersebut, bagaimana kalau kau mengenalkannya pada kami?"
Ucapan Kiyoshi yang terdengar seperti pertanyaan (walau lebih terdengar permintaan) membuat mata [Name] terbelalak. [Name] memang mengenal mereka berenam, tapi apa harus dia juga yang mengenalkan pemuda jadi-jadian itu ke anggota klub basket?
"Hhh... baiklah, yang berambut me—!"
"Namaku Akashi Seijuro. Jangan ada yang coba membantahku, karena perintahku absolute."
[Name] hanya mendengus pelan mendengar perkenalan singkat dari Akashi.
"Yo. Aomine Daiki, dan yang bisa mengalahkan aku hanya aku. Kalau untuk menjadi suami [Name] hanya aku seorang!"
Ucapan Aomine membuat [Name] memijat pelipisnya pelan, sudah terlalu lelah dengan semua ini. Dan ucapan Aomine sukses membuat ke lima pemuda lainnya mengeluarkan aura hitam peat yang cukup berbahaya. Bahkan orang yang tadinya dekat dengan ke lima pemuda tersebut langsung menyingkir sejauh mungkin. Takut kena imbasnya.
[Name] tuh ga bisa diginiin
"Midorima Shintarou. Salam kenal nanodayo. Ta-tapi bukan berarti aku ingin memperkenalkan diriku pada kalian nanodayo!"
Sudah dipastikan anak ini seorang tsundere akut, batin seluruh anggota klub basket.
"Namaku Kise Ryota ssu! Salam kenal ssu! Semoga kita bisa menjadi teman baik. Dan oh! [Name]cchi itu istriku ssu ~ jadi jangan coba-coba mendekatinya atau kalian akan mengetahui akibatnya ssu ~ "
Lagi-lagi ucapan yang membuat kepala [Name] berdenyut sakit. Untung saja anggota klub basket tidak ada yang percaya dengan ucapan si Blonde, yang membuat Kise berpundung ria.
"Nyam... namaku... nyam.. Murasakibara... nyam... Atsushi... berani mendekati [Name]-chin, kalian akan kuhancurkan."
Buset dah, ini orang apa titan? Tinggi bener, malah makan mulu lagi. Kapan kenyangnya coba?, (lagi-lagi) batin seluruh anggota klub basket. Dan perkenalan dari Murasakibara cukup membuat anggota klub basket merinding disko. Ya masa cuma karena dekat sama [Name] mau dihancurin?
"Namaku Kuroko Tetsuya. Doumo minna-san."
"Tunggu... itu suara darimana?" Tanya Hyuga sambil menoleh ke kiri dan ke kanan.
"Ano senpai... suara itu berasal dari sini."
Ujar [Name] sambil menunjuk Kuroko yang ada disebelahnya, yang masih asik menyesap vanilla milkshakenya.
"GAAAHHHH! Sejak kapan kau disana!?"
Pekikan kaget yang lebih mirip jeritan perempuan pun terdengar seisi gym membuat [Name] menutup kedua telinganya sambil bersweatdrop.
"Dia sudah berada disampingku dari tadi kok. Memangnya kalian tidak menyadarinya?"
Ucapan [Name] membuat Hyuga, Kiyoshi, Aida dan lainnya terbelalak kaget.
'Hawa keberadaan anak itu tipis sekali berarti, tapi kenapa [Name] bisa merasakan keberadaannya?'
"Ah Atsushi bisa menunduk sedikit?"
Murasakibara langsung menurut begitu mendengar ucapan [Name]. Pemuda bersurai ungu itu langsung mensejajarkan wajahnya dengan wajah [Name].
"Kau ini seperti anak kecil ya, makan snack saja bisa berantakan begini."
Kekeh [Name] pelan sambil mengusap sudut bibir Murasakibara, sedangkan Murasakibara hanya terdiam dengan rona merah menghiasi kedua pipinya. Dan untuk ke lima pemuda lainnya hanya bisa kaget dengan ekspresi datar tapi diam-diam sudah menyiapkan senjata keramat, ada yang teriak-teriak sambil nangis air mata buaya, ada yang cuma cengo sambil mangap, yang tiba-tiba kacamatanya melorot tapi langsung dinaikin, dan ada yang meremas gelas vanilla milkshakenya dengan wajah datar. Dan untuk anggota klub yang terdiri dari laki-laki hanya bisa tersenyum begitu melihat sikap [Name] yang terlihat seperti malaikat di mata mereka.
"Nah sudah selesai, Atsushi."
Ucap [Name] dengan senyuman lebar sambil menepuk kedua pipi Murasakibara pelan, yang sontak saja membuat pipi Murasakibara semakin memerah. Sedangkan ke lima pemuda lainnya hanya menatap Murasakibara dengan tatapan bengis, siap membunuh, dan iri.
"Ekhem.. jadi [Name] kau kenal dengan mereka semua?"
Pertanyaan Aida membuat [Name] menoleh ke arah sang pelatih lalu mengangguk pelan.
"Ya, aku kenal dengan mereka semua. Dan mereka itu adalah murid baru yang dikabarkan akan masuk ke klub basket ini."
Jelas [Name] sambil menatap ke enam pemuda tersebut lalu kembali menatap Aida.
"Tapi aku tidak mau menjadi manager di klub basket."
Pernyataan dari [Name] cukup membuat anggota klub basket patah hati. Bagaimana tidak? Kapan lagi klub mereka di datangi sesosok malaikat yang berparas cantik dan pintar memasak. Tidak seperti pelatih mereka yang galak bagaikan iblis dan masakannya yang... uhh... lebih baik tidak usah dibahas.
"Tapi... kenapa kau selalu kesini? Ke gym? Apa kau menyukai salah satu dari anggota klub basket?"
Pertanyaan Aida membuat anggota klub basket yang memang terdiri dari laki-laki langsung merapikan penampilan mereka. Contohnya Izuki Shun yang kini tengah menyiapkan sebuah kata-kata lelucon yang romantis untuk [Name]. Beda lagi dengan Hyuga Junpei yang kini tengah menyeka keringat yang membasahi wajahnya, tidak lupa dengan rona merah yang menghiasi kedua pipinya (kegeeran ternyata), dan lain sebagainya.
"Aku kesini bukan karena itu. Aku kesini karena Taiga. Toh kalau bukan karena Taiga, aku tidak akan kesini."
Lagi-lagi pernyataan dari [Name] membuat seluruh anggota klub basket patah hati, tapi mereka melayangkan tatapan tajam ke arah Kagami. Begitu pula dengan ke enam pemuda berambut warna-warni tersebut. Menatap Kagami tajam seperti predator kelaparan yang tengah menatap mangsanya. Beda dengan Kagami yang tengah meminum minuman isotoniknya yang langsung saja ia semburkan begitu mendengar ucapan [Name].
"Oi oi maksudmu apa [Name]!? Kenapa gara-gara aku!?"
Manik (fav colour) milik [Name] menatap Kagami dengan senyum lembut, yang sontak membuat wajah Kagami memerah.
"Apa aku masih perlu menjelaskanya, Taiga?"
Kagami hanya menggelengkan kepalanya cepat, walau ia merasakan firasat buruk.
TBC ~~
Dan akhirnya saya update kilat *lap keringet*
Maaf kalau kependekan. Btw mari saya bales preview
Yuzu Nishikawa: Akhirnya ada yang pengertian tentang penderitaan saya *le nangis bahagia*
.
.
momonpoi: Maaf kalau pendek. Dikarenakan saya terkena WB dan saya juga memiliki kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Dan terima kasih atas pujiannya ^^
.
.
Aisyah283: Saya tidak pandai membuat ff. Ini hanya ide yang sudah lama terpendam dan akhirnya berhasil saya publish. Tapi terima kasih atas pujiannya :)
.
.
See you in the next chap minna ~
Review minna-san? :3
