"Justice" Chapt.13
*15 menit sebelumnya*
Seorang namja bertubuh tidak terlalu tinggi dan memiliki wajah imut, sedang berdiri di depan penjual bunga. Ia berencana pergi mengunjungi makam ibunya, yang sudah lama tidak ia kunjungi karena kesibukan kuliahnya. Kali ini ia datang hanya seorang diri, biasanya ia pergi bersama Chanyeol, hanya saja sejak tadi ia mencoba menghubungi Chanyeol akan tetapi panggilannya tidak dijawab oleh Chanyeol.
"Ini bunganya" ucap penjual bunga memberikan pesanan bunga Lily kepadanya
"Gumawo ahjumma" sahutnya, lalu memberikan uang padanya.
Namja itu bernama Baekhyun. Sebelum masuk ke dalam Mobil, sejenak ia mendongakkan kepalanya ke atas, "Sepertinya cuaca kali ini tidak begitu bersahabat. Sebaiknya aku bergegas mengunjungi eomma, sebelum hujan" gumamnya
Ia buru-buru masuk ke dalam Mobil, kemudian mengemudikannya menuju pemakaman yang tidak jauh dari dirinya membeli sebuket bunga. Disaat dirinya fokus mengemudi, ia terkejut ketika sebuah Mobil menyelip Mobil miliknya dan hampir saja ia rem mendadakn jika saja dirinya tidak mahir mengemudikannya.
"Hampir saja!" dengusnya kesal, namun saat melihat plat Mobilnya, ia teringat pada seseorang yang ia kenal dengan baik.
"Bukankah itu Mobil, Kang ahjussi?" gumamnya
"Ahjussi menuju arah pemakaman eomma. Kira-kira ada apa ya?" curiganya
"Lebih baik, aku menyusulnya"
Tidak berapa lama, Baekhyun tiba di area pemakaman setelah memarkirkan Mobil di sebelah Mobil Kang Ahjussi, juga salah satu Mobil yang ia kenal, "Bukankah ini Mobil Chanyeol? Apa mereka sengaja bertemu di sini?" pikirnya
Baekhyun berbalik, dan melangkahkan kakinya menuju arah dimana ibunya dimakamkan. Dari kejauhan dirinya melihat Chanyeol seperti menangis, sedangkan pelayan Kang berjalan mendekati Chanyeol.
Baekhyun merasa ada yang aneh sedang terjadi pada Chanyeol juga pelayan Kang, hingga dirinya sengaja perlahan-lahan melangkah menghampiri mereka. Baekhyun terdiam mematung di mana ia berdiri di belakang pelayan Kang, saat mendengar ucapan Chanyeol pada pelayan Kang.
"Katakan padaku ahjussi! Katakan padaku, apa yang ku baca dan ku dengar tidak benar!"
"A...apa maksud tuan muda? Saya tidak mengerti"
"Aku...aku membaca file kesehatan Kyungsoo, ahjussi. Katakan padaku, apa yang aku baca itu salah!"
"Tuan muda. Tolong anda tenang dulu. Saya masih tidak mengerti ucapan anda barusan"
"Aku...aku membaca file kesehatan Kyungsoo, bahwa Kyungsoo menderita ALS ,"
"Dan...Dokter itu mengatakan, Kyungsoo kabur dari Rumah Sakit! Ahjussi ! apa benar Kyungsoo sakit?! Katakan padaku ahjussi! Katakan!"
"ALS ? saya...benar-benar tidak tahu, jika tuan muda Kyungsoo menderita penyakit ALS ."
"Ahjussi jangan berbohong padaku! Aku tahu! Ahjussi sangat dekat dengan Kyungsoo! Ahjussi pasti tahu, jika Kyungsoo sakit!"
"Tuan muda Kyungsoo memang sakit, dan semalam Kyungsoo kabur dari Rumah Sakit. Tapi jika tuan muda Kyungsoo menderita penyakit ALS . Saya justru baru mengetahuinya dari anda, tuan muda"
Chanyeol terduduk lemas , ia menangis sesenggukkan. Pelayan Kang sangat terkejut dengan kenyataan yang baru saja di dengarnya dari Chanyeol, hingga ia tidak bisa membendung air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
Bagaikan sebuah mimpi buruk dimana dirinya terhempas dari ketinggian saat mendengar kenyataan yang membuatnya sangat shock.
"Kyungsoo...sakit?" tanyanya
Chanyeol juga pelayan Kang begitu terkejut karena Baekhyun mendengar percakapan mereka mengenai Kyungsoo, hingga pelayan Kang menoleh menatapnya dengan mata yang sembab begitu juga Chanyeol.
"Tuan muda..."
"Baekhyun hyung..." ucap mereka bersamaan.
"Sejak kapan Chanyeol? Sejak kapan Kyungsoo sakit? Katakan padaku! Kenapa kau tidak memberitahuku?!" air mata jatuh begitu saja dari pelupuk matanya
"Hyung..." Chanyeol beranjak dan berjalan mendekatinya, "Mianhe. Aku juga baru mengetahuinya hari ini, hyung. Dan aku tidak pernah bermaksud untuk menyembunyikannya darimu, juga yang lainnya. Karena mereka harus tahu hyung."
"Tuan muda. Mian, jika saya harus ikut campur di sini. Menurut saya, hal ini jangan sampai terdengar ke telinga tuan besar. Saya khawatir , jika tuan besar tahu mengenai penyakit yang diderita Kyungsoo. Ia akan mendapat masalah besar dari tuan besar"
"Tapi ahjussi! Yang dikatakan Chanyeo itu benar. Semua saudaraku harus tahu tentang penyakit Kyungsoo! Aku tidak akan membiarkan Kyungsoo menderita seorang diri. Kyungsoo pasti membutuhkan kami." Ucap Baekhyun
"Kenapa, anda baru sekarang menyadari bahwa Kyungsoo membutuhkan kalian, tuan muda? Kenapa tidak sejak 3 tahun yang lalu? Kenapa baru sekarang?" tanyanya.
Chanyeol dan Baekhyun terdiam mendengar ucapan pelayan Kang, mereka merasa bersalah...bahkan sangat bersalah pada Kyungsoo.
"Saya tahu. Kalian terbebani karena perintah tuan besar yang membuat anda sangat takut untuk melanggarnya. Karena kalian tidak bisa lepas dari kemewahan sejak kalian kecil, "
"Tuan muda. Hidup ini tidak selamanya harus berhubungan dengan kemewahan yang kalian miliki. Hidup akan terasa indah, jika adanya kebersamaan baik dalam senang mau pun susah,"
"Bukankah nyonya besar mengajarkan pada kalian untuk selalu bersama? Untuk saling memaafkan? Agar persaudaraan kalian tidak terputus hanya karena keegoisan yang kalian miliki,"
"Kenapa hanya karena sebuah kesalahan...bukan...maksud saya, kenapa hanya karena sebuah pilihan yang tidak merugikan, harus menjadi sebuah masalah besar dalam hidup kalian, hingga menyakitinya?"
Chanyeol dan Baekhyun hanya menangis, karena semua yang dikatakan oleh pelayan Kang telah membuka pikiran mereka.
"Mianhe, jika saya lancang berkata demikian pada anda. Tapi saya melakukannya, karena saya tidak ingin, jika ikatan persaudaraan kalian terputus hanya karena keegoisan kalian."
"Ahjussi benar. Kami yang salah. Karena kami sangat pengecut dan terlalu penakut, hingga kami tidak memiliki keberanian untuk membela Kyungsoo, " ucap Baekhyun menyesal
"Karena keegoisan yang kami lakukan, hanya membuat Kyungsoo menderita" sambung Chanyeol
"Jika kalian menyayangi Kyungsoo. Tolong, jangan sampai berita ini terdengar ke telinga tuan besar. Saya tidak ingin, jika tuan besar mengusir tuan muda Kyungsoo hanya karena penyakit yang dideritanya" pinta pelayan Kang
"..."Chanyeol dan Baekhyun hanya diam dan memandangnya dengan mata yang sembab
"Saya mohon" pintanya lagi
"Ne" sahut mereka
~ J ~
Xiumin duduk di tepi pantai, dan pandanngannya mengedar kearah laut. Terdengar suara debur ombak, angin berhembus menyapa wajahnya. Sejenak ia menghembuskan nafas. Ia masih memikirkan apa yang ia dengar saat ia ingin menemui ayahnya di kamar.
"Kau di mana?"
"Apa...semalam kau menelpon pelayan Kang?"
"Jika bukan kau, apa Suho yang menelpon pelayan Kang?"
"Kau terdengar gugup. Katakan! Apa benar Suho yang menelpon pelayan Kang?!"
"Luhan! Appa tahu benar, jika kau sedang berbohong. Jika kau melindungi Suho! Kau tahu apa yang akan appa lakukan padamu?!"
"Jadi benar. Suho yang menghubungi pelayan Kang semalam. Sekarang Suho ada di mana?"
"Luhan. Kau awasi Suho. Jika dia bertemu Kyungsoo. Beritahu appa. Jangan pernah kau melindungi Suho. Karena bagaimana pun juga, Kyungsoo harus menerima hukuman yang appa berikan padanya. Appa tidak ingin salah satu di antara kalian, memperlihatkan kepedulian kalian di depan Kyungsoo! Kau mengerti!"
Xiumin lagi-lagi menghela nafas. Dadanya terasa sesak, namun ia tidak ingin menampakkan bebannya kepada orang lain.
"Ini..." Yoo Jung gadis yang dijodohkan padanya, menyerahkan sebotol soft drink padanya, hingga membuatnya membuyarkan lamunannya, lalu tersenyum padanya.
"Gumawo" ucapnya
"Ne, " Sahutnya , kemudian ia duduk di sampingnya
Xiumin kembali terdiam dan hanya menatap Soft Drink pemberian Yoo Jung padanya
"Kau kenapa?" tanya Yoo Jung lembut
"Ne?" tanyanya bingung
"Kau kenapa? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanyanya lagi sembari ia membukan penutu kaleng Soft Drink miliknya.
"Ah...tidak ada. "sahutnya berbohong
"Bukankah kita berteman? Jika kau memang menganggapku sebagai teman, tidak ada salahnya jika kau cerita padaku. Aku janji, akan menjadi pendengar yang setia" sahutnya dan tersenyum
"Baiklah. Kau benar. Tidak ada salahnya jika aku cerita padamu. Tapi kau harus janji, akan menjaga rahasia ini dari siapa pun juga"
"Aku janji" sahutnya
Xiumin kembali menghela nafas, lalu ia mulai menceritakan semua masalah yang terjadi selama 3 tahun ini padanya.
~ J ~
Yunho berdiri menatap sebuah pigura, dimana di dalam pigura tersebut terdapat lukisan seorang pria paruh baya yang sangat berpengaruh dalam hidupnya selama ini, hingga membuat dirinya menjadi sosok yang tegas dan keras. Jika dirinya berkata A maka tidak ada satu pun yang berani membantahnya.
"Appa. Apa sekarang kau bangga padaku?" ucapnya
"Appa. Sekarang kau bisa melihat, anak-anak yang kudidik, kini beberapa dari mereka menjadi pengusaha sukses dan terpercaya."
"Apa yang telah appa lakukan padaku, semasa hidup appa, kini membuahkan hasil. Aku telah menjadi pengusaha ternama di Korea, juga aku telah memiliki beberapa Perusahaan ternama di Negeri ini, juga telah dikenal di Negara lainnya"
"Tapi...hanya Kyungsoo yang berani membantah keinginanku, appa"
"Aku tidak ingin memiliki seorang anak pembangkang. Dulu appa menghukumku karena aku telah melanggar perintahmu untuk masa depanku. Apa yang appa lakukan padaku dulu masih sangat membekas di hatiku,"
"Aku ingin. Siapa pun yang melanggar aturanku, harus menerima hukuman seperti hukuman appa padaku."
Yunho mengepalkan kedua tangannya tatkala kenangan pahit itu teringat lagi olehnya.
~flashback~
Yunho berdiri tidak jauh dari beberapa t tetangga yang mengejek ayahnya, karena ayahnya hanyalah seorang pemulung sampah. Setiap kali ayahnya pulang dengan membawa sekarung sampah bekas yang dikumpulkannya ke rumah.
Yunho mengepalkan kedua tangannya saat melihat salah seorang tetangga yang terlihat lebih berada dari dirinya, mengaitkan kakinya hingga ayah Yunho terjatuh dan barang-barang bekas di dalam karungnya beberapa berserakan di tanah.
"Hahahaha!' tawa para tetangga yang mengejek ayahnya
"Kau itu hanya pemulung! Jangan pernah berharap, kau bisa merasakan hidup mewah seperti kami! Seharusnya kau tidak tinggal di daerah seperti kami!" ucap salah satu tetangga pada ayahnya
"Kenapa kalian selalu mengurus kehidupanku?! Bahkan aku dan anakku tidak pernah mengurus hidup kalian! Apa salahnya jika aku bekerrja sebagai pemulung?! Lagipula, aku tidak pernah menjadi seorang penjilat seperti kalian yang hanya terlihat baik di depan atasan kalian!"
"Setidaknya hidup kami lebih beruntung darimu! Kim Junsu!"
Yunho tidak tahan lagi dengan perlakuan para tetangganya. Hingga ia mempercepat langkah kakinya, lalu menarik tangan ayahnya untuk masuk ke dalam rumah. Para tetangga Yunho hanya tersenyum sinis pada mereka.
"Lepaskan Yunho!" ucap ayahnya, kemudian Yunho melepaskan genggaman tangannya
"Kenapa appa tidak membalas perbuatan mereka padamu, appa?!" ucap Yunho meninggikan suaranya dan air mata mengalir karena amarah yang sejak tadi ia pendam.
Junsu diam. Ia melangkah mendekapi putra semata wayang yang sangat ia sayangi, namun ia juga selalu keras padanya. Junsu memeluk putranya, dan menepuk punggungnya pelan ketika Yunho menangis di pelukannya.
"Jangan menangis. Kau anakku satu-satunya. Dan kau harus membalas perbuatan mereka. Kau harus menjadi orang yang lebih sukses dari mereka, Yunho. Appa tidak akan membiarkan dirimu menjadi seperti appa."
Setelah kejadian itu. Junsu selalu mengontrol hidup Yunho. Semua apa yang dilakukan Yunho harus berdasarkan perintahnya. Karena ia tidak ingin jika Yunho menjadi seperti dirinya.
Setiap hari sepulang Sekolah. Yunho selalu belajar dan belajar, bahkan tidak ada waktu santai untuknya. Karena Junsu selalu mengawasinya saat belajar. Yunho merasa terbebani dengan keinginan ayahnya bahwa ia harus Kuliah di Universitas ternama dan jurusan yang ia inginkan hanya akan menjadi sebuah mimpi baginya yang tidak akan pernah terwujud.
Namun secara diam-diam, Yunho mendaftar di salah satu Universitas Seni dan mengambil jurusan seni Musik. Yunho berhasil lolos di Universitas tersebut. Yunho sangat bahagia, namun ia menyembunyikan formulir daftar ulang yang harus ia isi dari Junsu di bawah kasurnya.
Yunho saat itu pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke Universitas Seni. Junsu yang berada di kamar untuk merapikan kasur, ia mengambil secarik formulir dan membacanya. Junsu meremas begitu saja formulir daftar ulang tersebut.
Yunho yang telah selesai mandi, ia masuk ke dalam kamar. Baru saja ia melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar, ia terkejut ketika Junsu melempar kertas tersebut ke wajahnya.
"Appa!" kesalnya
PLAK!
Sebuah tamparan melayang di wajahnya. Ia bingung dengan sikap Junsu padanya.
"Appa sudah katakan padamu! Jangan pernah sekali pun kau membantah perintah appa! Kenapa kau justru melanggarnya!"
"Mak...maksud appa? Aku tidak mengerti"
"Kau jangan pernah menipu appa, Yunho! Appa tidak akan pernah mengijinkanmu untuk masuk Universitas Seni!"
"Tapi appa..."
Junsu marah besar padanya. Ia mengambil dompet Yunho yang diletakkan di atas bupet kecil. Kemudian ia mengeluarkan Atm dimana ia telah menabungkan uang untuk biaya kuliah Yunho. Di depan mata Yunho. Junsu mematah Atm tersebut, bahkan ia juga membuang dompet milik Yunho ke dalam tong sampah.
Kemudian ia menarik tangan Yunho menuju sebuah Gudang kecil di belakang rumahnya dimana dirinya sering menyimpan barang-barang bekas hasil memulungnya ke dalam Gudang tersebut.
Junsu mengikat kedua tangan Yunho pada sebuah tiang. Yunho ingin berontak namun ia tidak bisa karena Junsu mengikatnya dengan kuat.
"Appa, tolong maafkan aku. Aku janji tidak akan meneruskan mendaftar di Universitas Seni. Aku akan melakukan apa saja yang appa perintahkan padaku. Ku mohon appa," pintanya memohon ampun
"Appa harus menghukummu, Yunho! Karena kau telah melanggar perintah appa!" sahut Junsu tegas dan tanpa ampun, kemudian ia melepas ikat pinggangnya, kemudian ia memukulkannya ke tubuh Yunho. Bukan hanya itu saja yang dilakukan Junsu, bahkan ia tega menggunting rambut Yunho dengan tidak beraturan. Selama 3 hari ia menghukum Yunho dengan tidak memberinya makan , namun hanya air yang ia berikan pada Yunho.
Yunho sangat menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan hingga membuat ayahnya sangat marah padanya dan meberikan hukuman berat padanya. Setelah kejadian itu, Yunho tidak memiliki keberanian untuk membantah perintah Junsu.
~flashback end~
Karena kejadian di masa lalu, membuat dirinya begitu keras mendidik anak-anaknya.
"Aku tidak peduli jika dikatakan jahat oleh orang lain. Aku hanya ingin, anak-anakku kelak menjadi orang sukses, hingga tidak ada satu pun yang dapat menghina mereka." Ucapnya dan menatap tajam ke wajah lukisan ayahnya.
~ J ~
Hari menjelang malam. Suho mengajak Kyungsoo untuk kembali ke rumah bersamanya. Tapi, Kyungsoo tidak ingin membebani Suho.
"Sudah sore. Ayo kita pulang" ajaknya
"Hyung pulang saja lebih dulu. Aku tidak ingin, jika yang lain marah padamu karena aku pulang bersamamu, hyung"
"Tidak Kyungsoo. Kita pulang bersama" tegasnya
"Tapi hyung..."
" bersama." Tegasnya dengan kata-kata penuh penekanan
"Ne" sahutnya hanya menurut saja.
Meski awalnya tampak ragu, akan tetapi melihat Suho yang tidak memiliki rasa takut pada ayahnya. Kyungsoo menjadi sangat senang. Setidaknya ada salah satu saudara yang masih peduli padanya. Suho dan Kyungsoo pulang hanya menggunakan Taksi. Sepanjang perjalanan meski mereka merasa cukup lelah, akan tetapi rasa lelah mereka terbayarkan dengan kebersamaan yang sudah sangat lama dirindukan oleh Kyungsoo.
~ J ~
Malam hari
Suho dan Kyungsoo tidak mengetahui apa yang akan dilakukan Yunho pada mereka. Di ruang tamu, Kris, Chen dan Lay tampak bingung pada Yunho juga 2 orang Security yang berdiri di belakang Yunho. Sedangkan Luhan merasa bersalah, dan ia tahu apa yang akan dilakukan Yunho pada Suho juga Kyungsoo.
Setibanya di rumah, tepatnya saat Suho dan Kyungsoo memasuki ruang tamu. Mereka telah di hadang oleh Yunho. Dengan tatapan tajam dan penuh kemarahan, Yunho memerintahkan kedua Security untuk membawa Suho secara paksa ke kamarnya.
"Cepat! Kurung Suho di kamarnya!"
"Ne" sahut mereka
"Appa. Ku mohon maafkan Suho hyung," pinta Kyungsoo, namun Yunho tidak menggubrisnya.
Kedua Security menarik paksa Suho, "Appa, tolong jangan hukum Kyungsoo!" serunya seraya di seret ke lantai atas menuju kamarnya.
"Appa. Aku benar-benar minta maaf. Ku mohon, jangan menghukum Suho hyung. Hukum saja aku. Karena aku yang salah"
"Kau memang bersalah! Dan. Kau harus menerima hukuman dari appa! "
Dengan tatapan tajam, Yunho menyeret Kyungsoo dari lantai dasar menuju kamarnya. Kris, Luhan, Chen dan Lay tidak bisa berbuat apa-apa. Kris mengepalkan kedua tangannya dan hanya bisa memendam kemarahannya saat Yunho menyeret Kyungsoo.
Luhan menangis karena kesalahan yang ia lakukan telah membuat Suho juga Kyungsoo harus menerima hukuman dari ayah mereka.
Chanyeol, Baekhyun juga pelayan Kang baru saja tiba di rumah, bersamaan dengan kedatangan Sehun, Tao dan Kai yang baru saja pulang karena pelajaran tambahan di Sekolahnya yang mengharuskan mereka pulang malam.
Mereka tampak heran karena melihat Luhan dan Lay yang menangis di sofa, juga ketika mereka mendengar seruan Suho dari lantai atas yang berasal dari kamarnya.
"Appa! tolong buka pintunya! "
"Appa! "
"Aku tahu aku salah! Tapi Kyungsoo juga saudaraku! "
"Ku mohon. Maafkan Kyungsoo appa! Jangan menghukumnya lagi. Ku mohon. Appa!"
Sehun yang penasaran akhirnya membuka pertanyaan diantara mereka, "Hyung. Ada apa ini? Kenapa dengan Suho hyung?" tanyanya
"Appa menghukum Suho juga Kyungsoo" sahut Kris
"Mwo?" mereka terkejut mendengarnya
"Apa yang telah Suho Hyung lakukan? Kenapa appa harus menghukumnya?" tanya Kai
"Hyung juga tidak tahu. Hanya saja, tadi Suho pulang bersama Kyungsoo. Dan appa sudah menunggu mereka berdua, lalu appa terlihat sangat marah pada mereka" sahut Kris lagi
~ J ~
Di kamar Kyungsoo, Yunho menyeret Kyungsoo hingga ke kamar mandi. Ia menyiram tubuh Kyungsoo dengan seember air es yang sudah ia siapkan di kamar mandi Kyungsoo.
"Appa. Mianhe...aku janji tidak akan mengulanginya lagi," pinta Kyungsoo dan mengatup kedua tangannya, namun Yunho tiidak menghiraukan permintaan maafnya.
Yunho melepaskan ikat pinggangnya, kemudian ia mencambukkan ketubuh Kyungsoo berkali-kali, hingga Kyungsoo merintih meminta ampun padanya.
"Ampun appa...ampun...jeongmal mianhe appa..."
"Appa tidak akan bisa memaafkanmu Kyungsoo! Kau telah dua kali melanggar perintah appa! Kali ini appa tidak akan bisa memaafkanmu!"
"Appa...mianhe..."
Yunho tidak puas menghukum Kyungsoo hanya dengan mencambuknya menggunakan ikat pinggang. Yunho juga mengunci Kyungsoo di dalam kamar mandi.
"Appa. Tolong buka pintunya. Aku benar-benar minta maaf appa. Aku salah. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Appa!" pinta Kyungsoo.
Yunho hanya diam, kemudian ia ke luar dari kamar Kyungsoo, lalu mengunci kamarnya dari luar. Sebenarnya Yunho menyayangi Kyungsoo juga anak-anaknya yang lain. Hanya saja apa yang telah dilakukan ayahnya padanya dulu telah membuat Yunho menjadi sangat kelewatan dalam menghukum anak-anaknya jika tidak patuh padanya, karena ia masih menyimpan dendam pada perbuatan ayahnya dulu padanya, hingga ia melampiaskannya kepada anak-anaknya.
~ J ~
Chanyeol semakin geram ketika mendengar suara Yunho yang meninggikan suaranya, bahkan terdengar suara cambuk dan suara rintihan Kyungsoo.
"Aku harus menolong Kyungsoo!" ucap Chanyeol yang ingin menolongnya
"Chanyeol. Jangan." cegah Baekhyun
"Lepaskan tanganku hyung! Aku tidak bisa membiarkan appa menghukum Kyungsoo seperti itu!"
"Chanyeol. Tolong, jangan memperkeruh keadaan. " pinta Kris
"Lepaskan hyung! Aku harus menolong Kyungsoo! Jika appa terus memukulnya, tubuhnya tidak akan kuat. Karena Kyungsoo..."
"Chanyeol!" ucap Baekhyun dan menggelengkan kepalanya
"Lepaskan tanganku hyung!" ucapnya pada Baekhyun, namun Baekhyun tetap memegang pergelangan tangan Chanyeol untuk mencegahnya.
"Hyung mohon...demi Kyungsoo," pintanya lagi
Saudara Kim yang lain tampak bingung melihat mereka berdua, terlebih lagi Kris.
"Apa ada yang kalian sembunyikan dari kami?" tanya Kris
"Tidak ada hyung. Aku hanya tidak ingin, kecerobohan Chanyeol akan menimbulkan masalah pada Kyungsoo juga pada kita" bohongnya
"Baekhyun hyung benar, hyung. Tolong jangan semakin menambah masalah di rumah ini" pinta Tao
Chanyeol menatap pelayan Kang, yang juga memberikan isyarat padanya agar Chanyeo tetap bersabar. Karena permintaan pelayan Kang juga Baekhyun, ia terpaksa mengurungkan niatnya untuk menolong Kyungsoo.
~ J ~
Beberapa hari telah berlalu. Setelah kejadian itu, Kyungsoo selalu di kurung di dalam kamar, meski sudah tidak di kurung di dalam kamar mandi lagi, tapi kesehatan Kyungsoo menurun. Beberapa hari ia sering mengalami demam, juga muntah-muntah. Namun Kyungsoo yang selalu memiliki persediaan obat di kamarnya, ia selalu meminum obatnya untuk mengurangi demam juga rasa mual di perutnya.
Sedangkan Suho, Yunho memberikan hukuman padanya dengan menurunkan jabatannya menjadi sangat rendah yaitu sebagai Cleaning service di Perusahaannya. Luhan yang melihat Suho membersihkan kamar mandi, koridor, Loby juga beberapa ruangan lainnya, membuatnya semakin merasa bersalah.
Kyungsoo beberapa hari tidak masuk kuliah. Bahkan dua kali ia tidak mengikuti ujian. Di Kampus Kang Jun selalu mencari sosok Kyungsoo. Meski di luar ia masih tampak marah pada Kyungsoo, akan tetapi di dalam hati, ia masih peduli pada sahabatnya.
"Dimana Kyungsoo? Kenapa sudah 5 hari, dia tidak masuk kuliah?" batin Kang Jun
"Apa Kyungsoo marah padaku? Karena ucapanku saat itu?"
~ J ~
Kyungsoo yang tidak memiliki nafsu makan, ia hanya memandangi nampan yang berisi semangkuk nasi, kimchi juga sup ayam dan segelas air putih. Kyungsoo beranjak dari ranjang, ia berencana ingin mengambil ponsel miliknya yang telah berhari-hari ia non aktifkan. Namun, baru saja ia berdiri dan ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja kedua kakinya mengalami kram lalu ia terjatuh bahkan kedua tangannya tidak dapat menopang tubuhnya, hingga keningnya membentur ujung meja, kemudian Kyungsoo rebah dan tidak sadarkan diri.
TBC
Maaf baru aku lanjutkan lagi, karena beberapa hari banyak tamu juga keliling ke rumah ortu murid, jadi baru bisa aku lanjutin sekarang. Selamat membaca ya. Semoga suka.
