Bitch Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, EXO Member, BTS Member, Infinite Member, Jo Insung, etc
Pairing Main Cast : KaiSoo and ChanBaek
Genre : Romance and Friendship
Warning : BL (Boys Love), Adult (No Children), 18+
Banyak Typo dan Penistaan Cast
Rated : M+
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
Kyungsoo dan Jongin beberapa menit kemudian keluar dari kamar dalam salah satu ruangan di rumah Insung di distrik Songpa, mereka berdua masih merapikan penampilan masing-masing yang memang sejak tadi acak-acakan, pertempuran seks yang hampir sejam itu jelas bukan hal yang biasa bagi mereka
Jongin dan Kyungsoo sudah berada diruang tengah, menatap Suho dan Lay yang sedari tadi menunggu mereka keluar kamar
"sudah selesai?" Tanya Lay, pertanyaan yang mirip dengan pertanyaan beberapa jam yang lalu, dia tersenyum kearah Jongin dan Kyungsoo, menampilkan lesung pipi yang menawan
"ya, kami sudah selesai" Kyungsoo yang menjawab pertanyaan Lay itu, dia melirik kearah Jongin disampingnya, namja itu mengangguk
"baiklah kalau begitu, aku akan membereskan kamar didalam dan mengambil hasil rekaman adegan kalian" ujar Lay, dia tersenyum lagi dan lekas permisi untuk masuk kedalam kamar, membereskan perlengkapan seperti kamera dan sejenisnya memang merupakan tugasnya selama ini, tugas yang diberikan oleh Insung
Jongin dan Kyungsoo membungkuk singkat kearah Lay,
"kalian tidak membersihkan diri?" kali ini Suho yang bertanya, sedari tadi memang namja itu jarang bicara
"sepertinya tidak, kami akan segera pulang" jawab Kyungsoo, dia melirik Jongin lagi
"baiklah, aku harap video rekaman kalian itu masuk standar…" Suho menghentikan kalimatnya, karena Kyungsoo memotongnya cepat
"ah, iya standar perekaman, betul.." potong Kyungsoo cepat, namja itu tahu jika Suho ingin mengatakan kalimat 'standar JAV', dia tidak ingin kalimat itu didengarkan oleh Jongin, sangat tidak ingin
Suho langsung paham dengan kalimat Kyungsoo, dia tidak melanjutkan penuturannya tadi
"Insung ajuhsi belum kembali?" Tanya Kyungsoo, mencoba mengalihkan topik
"tuan Insung belum muncul, mungkin dia dirumahnya" jawab Suho pelan, dia mendudukkan kembali dirinya di kursi
Kyungsoo mengangguk pelan, entah bagaimana nanti reaksi Insung saat mengetahui bahwa dia mengambil partner seks lain dan mengabaikan Suho, partner yang sudah dipilihkan oleh Insung, dia mendesah pelan
Jongin memandang Kyungsoo dan memberikan isyarat untuk keluar dari rumah itu, Kyungsoo paham dengan isyarat dari Jongin
"baiklah kalau begitu kami pulang dulu, aku akan…" kalimat Kyungsoo terpotong
"aku akan mengantarmu" kata Suho, dia lekas berdiri lagi
"aku yang akan mengantarnya pulang" timpal Jongin, dia tidak ingin jika Kyungsoo diantar oleh orang lain, dia memegang tangan Kyungsoo cepat
Kyungsoo memandang Jongin dengan pandangan Sendu dan berbalik menatap Suho
"bisa tinggalkan kami sebentar, aku janji akan ikut bersamamu dan pulang" kata Kyungsoo kepada Suho
"tapi…" Jongin menginterupsi cepat
"tenanglah Jongin ah, tolong" ucap Kyungsoo, dia membalas pegangan tangan Jongin di lengannya dan meremasnya pelan, mencoba menenangkan namja itu
Jongin diam, dia mengangguk
Suho lekas meninggalkan Kyungsoo dan Jongin, dia bergabung masuk bersama Lay di kamar
Kyungsoo kembali menatap Jongin,
"aku minta kita pulang kerumah masing-masing dulu, kita akan bertemu kembali besok di sekolah Jongin ah" ujar Kyungsoo, dia menampilkan tatapan penuh harap
"tapi, aku tidak bisa membiarkanmu pergi dengan namja tadi, aku sudah melihat dengan mata kepalaku bagaimana namja itu hampir saja menjamahmu, dan namja itu juga yang ingin mencelakakan dan menculikmu dulu" timpal Jongin, dia masih ingat dengan wajah Suho dan Lay, yang membius namjanya tersebut
"itu hanya salah paham Jongin ah, mereka berdua namja yang baik, mereka hanya menjalankan perintah saja"
"perintah dari siapa?" Jongin kembali mencecar Kyungsoo, dia masih belum mengerti
"perintah dari.. perintah dari appa angkatku"
"kenapa harus sampai menggunakan kekerasan seperti itu?"
Kyungsoo gelagapan, Jongin terus saja tidak puas dengan jawabannya
"karena aku membandel dan tidak ingin pulang, itu saja" jawab Kyungsoo, semoga jawabannya ini tidak menimbulkan pertanyaan baru
"kenapa? Apa kamu disiksa di rumah appa angkatmu itu?" Jongin masih 'ngeyel'
"karena aku ada sedikit masalah, ya… biasa dalam keluarga memang seperti itu. Tolonglah, aku mohon kamu mengerti. Jangan bertanya lagi" kata Kyungsoo, dia berdoa dalam hati semoga Jongin bisa paham dan tidak bertanya lagi
Jongin terdiam, dia mulai berpikir keras, ada yang aneh dengan sikap dan tingkah Kyungsoo, memang ada sesuatu yang disembunyikan oleh namja bertubuh mungil itu, dia harus mencari tahu apa itu. Namun untuk saat ini dia mengikuti saja keinginan Kyungsoo
"baiklah, kita bertemu di sekolah besok, tapi kamu harus janji akan datang di sekolah" akhirnya Jongin setuju dan merelakan Kyungsoo di antar oleh Suho pulang kerumah Insung
Kyungsoo tersenyum, dia lega
"terima kasih atas pengertiannya Jongin ah" Kyungsoo menampilkan senyum bentuk hatinya yang khas
Jongin mengangguk pelan, walau dalam hatinya dia tidak rela namjanya itu jalan dengan namja lain, Jongin melepaskan pegangan tangannya dan lekas memeluk mesra Kyungsoo. Kyungsoo membalas pelukan Jongin itu. Mereka berdua masih menyisakan bau sperma hasil buah cinta mereka berdua
Dan akhirnya Kyungsoo dan Jongin harus berpisah. Jongin pulang terlebih dahulu dan Kyungsoo pulang kemudian, dia pulang bersama Suho, dimana namja itu memang ditugaskan untuk mengantar dan mengawasi Kyungsoo
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Di kontrakan Taehyung,
Taehyung dan Jungkook saling memandang, pandangan tidak rela untuk berpisah. Terutama Taehyung, dia mendekati kakaknya, Sehun, dan mencoba memberikan pengetian agar Jungkook tidak dipulangkan dulu
"hyung, tolonglah… aku akan mengantar sendiri Jungkook untuk pulang" kata Taehyung, bernada memelas kepada Sehun
Sehun menggeleng pelan
"tidak, aku yang akan mengantar namja ini, dia sepertinya sudah lama meninggalkan orangtuanya" timpal Sehun, matanya masih meneliti penampakan Jungkook yang sejak tadi menunduk
Taehyung mendesah kasar, biasanya jika kakaknya itu sudah menegaskan sesuatu, akan sulit untuk dipatahkan atau dibatalkan,
"dimana rumahmu Jungkook shi?" Tanya Sehun kepada Jungkook, dia mendekati namja itu
Jungkook mendongakkan wajahnya dan menatap kakak Taehyung itu
"aku tinggal dipanti asuhan hyung" jawab Jungkook, dalam hatinya yang paling dalam dia tidak ingin berpisah dengan Taehyung, dia sudah menganggap namja itu sebagai Kyungsoo keduanya, menganggapnya sebagai kakak
"dimana panti itu? Apa nama pantinya?" Tanya Sehun lagi, nadanya lembut, dia seperti bertanya dengan anak TK
"nama panti itu Orphanage Geong, hyung" jawab Jungkook singkat, matanya melirik kearah Taehyung yang terus saja menampilkan ekspresi tidak relanya
Sehun mengangguk, dia pernah mendengar nama panti asuhan itu disebut, namun dia lupa letak pastinya dimana, dia mempunyai mobil sekarang dan sepertinya alamat panti itu mudah ditemukan
"baiklah, kemasi barang-barangmu, kita berangkat sekarang.." ujar Sehun, dia kemudian beranjak dan berdiri, kembali meneliti kamar kontrakan Taehyung yang sudah sangat berubah, kamar itu tidak berantakan lagi, minuman keras dan rokok sudah tidak bercokol lagi disana, perubahan yang positif tentunya, Sehun mengangguk senang
"hyung, apa tidak bisa ditunda dulu?" Taehyung masih mencoba berusaha mempengaruhi keinginan kakaknya
Sehun menjawab dengan menggeleng pelan
Taehyung kembali mendesah
"aku tidak membawa pakaian apa-apa" kata Jungkook, dia juga lekas berdiri dan memandang Sehun dan Taehyung bergantian
"kamu punya, ini semua punyamu" timpal Taehyung cepat, dia menunjuk dua tas plastik pakaian yang dibelikannya khusus untuk Jungkook
Sehun tersenyum, dia tertawa pelan melihat ekspersi Taehyung tadi, yang menunjukkan barang punya Jungkook
"terima kasih hyung" kata Jungkook pelan
"baiklah, bawa barang-barang itu, itu milikmu sekarang. Kita akan segera pergi" ujar Sehun, dia berjalan menuju pintu, dan kemudian merogoh sakunya lagi, dia mengeluarkan amplop dari sana, amplop berisi uang
"ini uang untukmu, ambillah" kata Sehun, lalu menyodorkan amplop uang itu kepada adiknya
Taehyung memandang amplop itu dan kemudian berujar
"tidak hyung, aku masih ada uang. Hyung berikan saja pada Jungkook, dia lebih membutuhkannya" sahut Taehyung, dia menolak uang dari Sehun
"ambil saja, aku akan memberikan uang juga kepada Jungkook, kamu tenang saja" Sehun kembali tersenyum, dan semakin mendekatkan amplop itu kearah adiknya
Taehyung bepikir, dia memandang Jungkook, dan kemudian mengambil uang itu
"tapi hyung harus janji akan memberikan uang juga kepada Jungkook"
"ya, aku janji" Sehun tersenyum simpul
Jungkook yang sedari tadi diam merasa tidak enak, di tangannya sekarang sudah ada dua tas pakaian dari Taehyung dan sepertinya dia juga akan mendapatkan uang tambahan
"bagaimana dengan pindah kontrakan? Apa kamu sudah setuju?" Tanya Sehun, dia mengingat lagi tujuannya tadi datang, yaitu menanyakan lagi mengenai rencananya memindahkan Taehyung ke apartemen dan memberikan namja itu uang saku lagi
Taehyung menggeleng pelan
"aku sudah betah disini hyung, aku tidak ingin pindah" jawab Taehyung pelan, tidak bersemangat, dipikirannya saat ini hanya Jungkook yang sebentar lagi akan meninggalkannya
"baiklah, aku hargai keputusanmu untuk tetap disini"
Sehun lalu memberikan isyarat kepada Jungkook untuk mengikutinya, sepertinya sebentar lagi namja itu benar-benar akan meninggalkan kontrakan Taehyung
Jongkook melangkah pelan dan gontai, dia berbalik dan menatap Taehyung
"kita akan bertemu lagi hyung" kata Jungkook, matanya berkaca-kaca, ini semua salahnya, seharusnya tadi dia tidak meminta macam-macam kepada Taehyung, jadinya seperti ini sekarang
"ya, pasti… kita akan bertemu lagi" balas Taehyung, dia tidak mampu berkata-kata lagi, pikirannya kacau, badannya lemas, kepalanya pusing
Dan kemudian, entah siapa yang memulai, Taehyung dan Jungkook berpelukan, pelukan yang hangat dan erat, mudah-mudahan saja pelukan itu bukan pelukan terakhir mereka, masing-masing dari mereka masih menginginkan kembali bertemu
Dan akhirnya, Sehun dan Jungkook pergi, meninggalkan Taehyung sendiri dikamar kontrakannya. Sebenarnya Taehyung ingin ikut mengantar Jungkook bersama Sehun, namun sepertinya hal itu mungkin menjadikan dirinya semakin terpukul dan sakit
Taehyung terdiam sendiri, duduk seperti patung di tempat biasanya Jungkook duduk saat dikamarnya, menikmati sisa seluet sosok Jungkook
Namja itu mendesah pelan
Sepi… sunyi…
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Di Kediaman utama Insung,
Kyungsoo dan Suho tiba di rumah milik Insung dengan menggunakan motor besar Suho. Suho mengantar Kyungsoo dan memastikan namja itu tetap dalam pengawasannya hingga tiba dirumah Insung
Kyungsoo dan Suho melewati beberapa penjaga gerbang dirumah Insung dan lekas masuk kedalam rumah besar itu, secara kebetulan Insung, si tuan rumah ada disana, dia baru saja akan berangkat menuju rumahnya di distrik songpa, tempat dimana Kyungsoo merekam adegan seksnya, namun ternyata Kyungsoo dan Suho sudah tiba sekarang, didepannya
"ah, kalian sudah selesai rupanya…" kata Insung, dia merapikan lengan jasnya, dan tersenyum kearah Kyungsoo dan Suho
Kyungsoo tidak tersenyum kearah Insung, dia lalu segera naik kelantai dua, menuju kamarnya. Dia menyerahkan semuanya kepada Suho untuk menjelaskan ke Insung. Kyungsoo sangat lelah dan ingin istirahat
Insung menatap punggung Kyungsoo yang sudah menghilang didalam kamarnya, dan kembali menatap Suho
"bagaimana?" Tanya Insung, dia duduk di sofa, sofa andalannya
"semua ada didalam memory ini tuan, Lay sudah menyatukan semua adegannya" kata Suho, dia ikut duduk di sofa dan meletakkan memory hasil rekaman video seks Kyungsoo
Insung magut-magut, dia tersenyum, akhirnya Kyungsoo membuat video seks juga, janjinya kepada Mr. X segera terpenuhi
"bagus, aku berterima kasih kepadamu karena sudah mau menjadi partner seks Kyungsoo, aku akan memberikan honor tambahan untukmu" ucap Insung dengan wajah sumringah, dia mengambil memory yang disodorkan oleh Suho
Suho terdiam, menarik nafas pelan dan kemudian berujar lagi
"maaf tuan, aku sama sekali tidak menjadi partner seks Kyungsoo shi, dia mempunyai partner sendiri" jelas Suho kemudian, dia menundukkan kepalanya, bersiap-siap kena semprot Insung
Insung berdiri dari duduknya,
"tidak menjadi partnernya? Kenapa? Siapa yang jadi partner Kyungsoo?" cecar Insung, nada suaranya meninggi
"maaf tuan, aku lupa namanya, tapi tuan bisa cek sendiri nanti di video itu" jawab Suho, dia masih menunduk
"apa dia pemain lepas?"
"bukan tuan, dia sama sekali belum pernah muncul di video JAV"
"jadi dia betul-betul baru?"
"iya tuan, dia orang baru"
Insung mendudukkan kembali dirinya di sofa, mulai berpikir, tidak masalah dengan siapa Kyungsoo berpartner, yang jelas bukan dengan pemain lepas dan lebih penting wajah orang itu tidak boleh jelek, karena akan menghancurkan image video JAV
Insung juga memilih Suho sebagai pengganti Baekhyun menjadi partner seks Kyungsoo, karena Suho belum pernah tampil di video JAV dan kebetulan wajah namja itu lumayan tampan, masuk standar JAV. Tapi memang Insung tidak pernah berpikir untuk mengajak Suho menjadi pemain tetap di JAV. Dia nyaman dengan status Suho sebagai orang suruhannya, tangan kanannya, bersama namja yang bernama Lay
"apa namja partner Kyungsoo itu tidak mengecewakan? Dari segi fisik dan wajah?" Tanya Insung memastikan, dan meminta komentar Suho
"menurutku tidak tuan, tidak mengecewakan, namja itu lumayan tinggi dan tampan. Tuan bisa menilainya nanti saat menyaksikan sendiri video itu" jawab Suho pelan, dia mulai mendongakkan wajahnya, sepertinya tuan besar dihadapannya sudah melunak
"baiklah, aku akan mengecek, memeriksa dan mengedit sendiri video itu, itu video spesial. Karena Mr. X sangat menginginkan video itu, video Kyungsoo" timpal Insung, dia kembali berdiri, dengan tangan memegang memory dari Suho tadi
Suho tersenyum lega, dia aman, tugasnya selesai
"silahkan kamu pulang, tapi ingat, kamu masih ada tugas penting lagi, bersama Lay" lanjut Insung lagi
Suho beranjak dari tempat duduknya,
"mengenai anak yang bernama Jungkook itu?" Suho bertanya, menebak tugas selanjutnya yang pernah diberikan kepadanya
"jangan keras-keras, aku tidak ingin Kyungsoo mendengar ini" kata Insung, dia melirik singkat kearah kamar Kyungsoo dilantai dua
"iya tuan, maaf"
"kamu harus mengecek dan mencari tahu apakah anak yang bernama Jungkook itu ada di panti asuhan atau tidak, kabarkan kepadaku segera" perintah Insung
"baik tuan, aku bersama Lay akan menjalankan tugas dari tuan ini"
"ya, lakukan sekarang.. jangan buang waktu"
Akhirnya Suho pamit mundur, dia lekas pergi ke rumah Insung di distrik Songpa untuk menjemput Lay, dan bersama-sama untuk menjalankan tugas dari Insung
.
.
.
.
.
O..O..O..O..O
Chanyeol dan Baekhyun menikmati indahnya malam kota Seoul. Mereka berdua saat ini ada disuatu Taman yang biasanya ramai oleh para namja dan yeoja yang memadu kasih, sejak beberapa menit yang lalu, mereka sudah meninggalkan Namsan Tower dan beralih menuju Taman tempat mereka sekarang. Chanyeol dan Baekhyun masih menggunakan seragam sekolah mereka, jika dihitung-hitung mereka sudah menghabiskan waktu 6 jam lebih bersama-sama
"malam yang indah" kata Baekhyun, posisinya saat ini disamping Chanyeol, sosok jangkung yang telah resmi menjadi namjanya
"ya, banyak bintang bertebaran" timpal Chanyeol, dia dan Baekhyun duduk di atas sebuah kursi panjang ditaman itu, agak menjauh dari pasangan namja dan yeoja lain yang ada ditaman tersebut
Baekhyun menoleh dan tersenyum kepada Chanyeol, senyum kotak. Chanyeol balas tersenyum balik, senyum ala pepsodent yang ceria. Mereka berdua menikmati indahnya malam dengan perasaan bahagia yang membuncah
"sebentar lagi kita pisah Chanyeol ah, kamu pasti sudah dicari oleh ajuhsi kepercayaan ommamu itu" kata Baekhyun, dia menyandarkan kepalanya dibahu lebar Chanyeol
"ya, sepertinya begitu, aku tidak pernah keluar sampai jam begini, mereka pasti mencariku" balas Chanyeol pelan, dia tahu pasti orang rumahnya panik mencarinya saat ini, tapi yang pasti bukan omma dan appanya, karena kedua orangtuanya itu sedang diluar negeri sekarang. dia mematikan ponselnya sejak tadi
"Insung ajuhsi juga pasti mencariku, aku tidak memberikan kabar apa-apa kepadanya"
"kenapa kamu memanggilnya dengan sebutan ajuhsi? Bukan appa?" Chanyeol bertanya, pertanyaan yang kembali diingatnya
Baekhyun mendesah pelan, dan menjawab pertanyaan dari namjanya itu
"aku memang terbiasa memanggilnya demikian, dia belum terlalu tua, malah lebih bisa dipanggil dengan panggilan hyung. Insung ajuhsi tidak masalah jika dipanggil paman seperti itu" jawab Baekhyun
"oh.."
"Sehun juga memanggilnya demikian, Sehun terlebih dahulu diangkat anak oleh Insung ajuhsi, lalu aku" lanjut Baekhyun lagi, menceritakan sedikit mengenai keluarga kecil yang baru 6 bulan bersamanya itu
"tapi apakah Insung ajuhsi itu tidak punya isteri?" Tanya Chanyeol lagi
"punya, tapi sudah meninggal, sebelum aku diangkat anak. Kenapa?" Baekhyun balik bertanya, sambil tersenyum
"ah, tidak, aku hanya Tanya saja" jawab Chanyeol
"apa kamu takut aku selingkuh dengan istri Insung ajuhsi ya?" goda Baekhyun, dia mencubit telinga lebar Chanyeol pelan
"tidak, aku malah menakutkanmu selingkuh dengan Insung ajuhsi itu…. Ah, maaf aku hanya bercanda" timpal Chanyeol cepat, dia menampilkan huruf V dengan jarinya
"aku tidak mungkin selingkuh dengan Insung ajuhsi.." Baekhyun cemberut, dia sedikit kesal, walau dia tahu namjanya itu hanya bercanda
"aku hanya bercanda, peace.." Chanyeol memegang pipi Baekhyun dan mengelusnya pelan
Baekhyun tersenyum lagi, pipinya memerah setelah dipegang oleh Chanyeol tadi. Dia lalu memegang tangan Chanyeol dan menggenggamnya erat
Mata Chanyeol memandang kiri dan kanan, meneliti apakah ada orang yang memperhatikan mereka, hal itu membuat Baekhyun bertanya
"kenapa? Kamu menunggu seseorang Yeol shi?"
"tidak, aku hanya memastikan tidak ada seseorang yang melihat kita"
"kenapa? Tempat kita tersembunyi sepertinya"
"tidak, aku hanya…"
"hanya apa?"
"aku hanya ingin melakukan ini…."
Chanyeol dengan gerakan cepat ala ninja, mengarahkan wajahnya ke wajah Baekhyun, tepatnya mengarahkan bibirnya ke bibir Baekhyun, ya… sekali lagi dia mencium Baekhyun
Baekhyun terkaget, namun perlahan memejamkan matanya, dan menikmati kecupan dan cumbuan lembut Chanyeol dibibirnya. Kali ini ciuman mereka sangat lambat dan mesra. Masing-masing ingin memberikan kenikmatan ciuman yang penuh cinta dan sayang
Chanyeol dan Baekhyun masih larut dalam ciuman lembut mereka, dalam proses itu mereka sudah tidak memperdulikan jika ada orang yang lewat dan melihat kelakuan mereka
Ciuman mereka hanya sebentar, beberapa saat kemudian tautan bibir itu sudah terlepas, dan kembali senyum ditampilkan oleh bibir masing-masing
"terima kasih untuk malam ini Baek ah.." kata Chanyeol pelan, dia memberikan tanda bahwa sudah saatnya mereka untuk berpisah
"aku juga berterima kasih atas cinta dan sayang yang kamu berikan, Yeol shi" balas Baekhyun tidak kalah pelan
Mereka saling mengecup sekali lagi, kemudian berpelukan, dan berjanji akan bertemu disekolah keeseokan harinya. Dan akhirnya kedua namja itu berpisah dengan enggan, masing-masing pulang dengan menggunakan taksi menuju rumah masing-masing
Happy Day
.
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Baekhyun pulang dengan wajah sumringah dan senyum yang cerah. Beberapa menit yang lalu dia tiba di rumahnya alias rumah Insung, namja bereyeliner itu melangkah senang dan lepas. Dia berniat langsung menuju kamarnya, namun langkahnya dihentikan oleh seruan si tuan rumah
"aku baru tahu jika jadwal sekolahmu diperpanjang.." seru si tuan rumah, Insung, dia berkata kepada Baekhyun,
Baekhyun menghentikan langkahnya dan kemudian menatap Insung
"maaf ajuhsi, aku ada urusan penting tadi" kata Baekhyun pelan, dia menunduk, sedikit merasa bersalah
"kenapa telfon dariku tidak kamu angkat?" Tanya Insung, nadanya datar
"ponselku mati"
"jangan bohong, aku menelfonmu lebih dari 10 kali, dan tersambung"
"maaf ajuhsi, aku tidak mendengar telefon dari ajuhsi, aku betul-betul sibuk"
"kamu sibuk apa?"
"ada tugas dari sekolah"
Insung terdiam, dia tahu bahwa namja dihadapannya itu berbohong, namun dia tidak ingin memperpanjang introgasinya itu
"aku tadi membutuhkan bantuanmu, tapi itu sudah lewat" kata Insung
Baekhyun masih menundukkan wajahnya
"aku tidak ingin mendengarkan kabar kamu melakukan 'pekerjaan lain' diluar sana, terlebih lagi yang berhubungan dengan seks, itu melanggar bisnis ini" lanjut Insung, posisinya masih berdiri
Baekhyun masih diam dan menunduk
"sudah, bersihkan dirimu, lalu makan dan istirahat" tutup Insung, dia meninggalkan Baekhyun dan berlalu masuk kedalam ruang kerjanya
Baekhyun membungkuk singkat dan kemudian langsung naik kelantai dua, ke kamarnya. Namja itu tidak menuju meja makan, dia sama sekali tidak lapar, setengah hari menghabiskan waktu dengan Chanyeol membuatnya terus kenyang, kenyang karena cinta
Baekhyun ingin masuk kedalam kamarnya, namun sesuatu menghentikannya, dia melihat cahaya keluar dari celah pintu kamar Kyungsoo, sepertinya namja itu ada didalam
Baekhyun tersenyum senang, dia sudah merindukan tetangga kamarnya itu
'tok..tok..'
Baekhyun mengetuk pintu kamar Kyungsoo pelan, dan tidak lama, pintu itu terbuka dan menampakkan sosok pemilik kamar, Kyungsoo
"Kyungsoo.. kamu sudah pulang.." kata Baekhyun cepat, dia memeluk tubuh kecil Kyungsoo, pelukan rindu
"ya, Baek ah.. aku sudah pulang" timpal Kyungsoo, dia membalas pelukan Baekhyun itu
Beberapa detik kemudian, pelukan mereka terpelas, Kyungsoo menyuruh Baekhyun untuk masuk kedalam kamarnya. Baekhyun duduk ditepi ranjang Kyungsoo, demikian juga dengan si pemilik kamar
"kamu dari mana saja Kyungsoo shi?" Tanya Baekhyun dengan nada cepat, terakhir dia bertemu dengan Kyungsoo saat di rumah Insung, yang di distrik Jungnam, itu sudah hampir seminggu yang lalu
"aku menginap dirumah teman.." jawab Kyungsoo, dia tersenyum, love lips smile
"aku kira kamu sudah kabur dan kembali ke panti asuhan lagi" kata Baekhyun, dia memang pernah menyarankan Kyungsoo untuk kembali ke panti dan menolak keinginan Insung
Kyungsoo menggeleng pelan, dia mendesah
"aku tidak mungkin bisa kembali kesana lagi, dalam artian tinggal disana dan menganggap panti itu adalah rumahku. Rumahku yang resmi saat ini adalah disini, rumah ini" jelas Kyungsoo, matanya berkaca-kaca
Baekhyun merapatkan dirinya disamping Kyungsoo, dia meraih tangan namja itu dan mengelusnya pelan, kebiasaannya selama ini, dan biasanya elusannya itu memberikan efek tenang
"jadi kamu sudah memutuskan untuk bergabung dengan bisnis Insung ajuhsi ini?" Baekhyun penasaran dan meminta konfirmasi
Kyungsoo mengangguk pelan, tanda bahwa dia memang sudah memutuskan untuk bergabung dengan dengan bisnins Insung, dan secara otomatis bergabung dengan JAV, milik Mr. X
Baekhyun memegang tangan Kyungsoo, dua duanya, dia lalu mendesah dan memberikan komentar lagi
"maaf Kyungsoo ya, aku tidak bisa berbuat apa-apa. aku tidak bisa menolongmu. Aku tidak pernah menduga bahwa Insung ajuhsi akan menambah anak angkat lagi" desah Baekhyun, dia tahu jika Insung mengambil anak angkat, maka secara otomatis anak angkatnya itu akan di jadikan pemain tetap di JAV,
"apa Insung ajuhsi hanya mempunyai dua anak angkat saja?" Kyungsoo bertanya, entah mengapa pertanyaan itu melintas dibenaknya tiba-tiba
"tidak, sebelum aku dan Sehun, Insung ajuhsi mempunyai dua anak angkat lain. Jadi kami semua ada empat orang, dan secara bergantian dijadikan pemain tetap oleh Insung, hanya partner kami saja yang beda-beda, biasanya digunakan pemain lepas. kadang memakai namja atau yeoja, tergantung permintaan pasar atau permintaan si pemilik JAV, Mr. X" jelas Baekhyun, dia menceritakan sedikit hal-hal yang dia tahu selama 6 bulan di kediaman Insung
"dimana dua orang lagi? Mereka namja atau yeoja?" Kyungsoo masih penasaran, dia kembali menunggu penjelasan dari Baekhyun
"mereka namja, Insung ajuhsi tidak pernah mengangkat yeoja sebagai anaknya. Seperti katanya tidak sesuai dengan permintaan pasar, kekuatan video dari Insung ajuhsi adalah namja-namjanya saja, Namja Korea, karena untuk yeoja sudah didominasi oleh yeoja Jepang, dan itu diproduksi di Jepang dengan banyak genre, JAV versi originalnya alias JAV versi Jepang"
"…"
"dua orang lain, sudah lama tiada. Mereka lebih dulu digunakan sebagai pemain tetap sebelum Sehun dan aku diangkat anak" lanjut Baekhyun lagi
"tiada? Mereka meninggal?"
"ya, salah satunya terkena penyakit kelamin dan satunya lagi melarikan diri karena sudah tidak tahan dan ingin melepaskan diri dari belenggu JAV, namun berhasil di bawa kembali, anak buah Mr. X yang membawa mereka, dan nasibnya sangat tragis, dia meminum racun dan meninggal seketika, mengikuti saudaranya yang lebih dahulu meninggal karena penyakit kelamin" ungkap Baekhyun, dia menunduk sambil menjelaskan kepada Kyungsoo
"me.. mereka kakak adik?" Tanya Kyungsoo tidak sabar
"ya, kakak adik bermarga Choi. Choi Siwon dan Choi Minho" jawab Baekhyun, dia sedikit terisak
"…"
"aku masih mengenal mereka, mereka berdua meninggal sejak sebulan aku disini. Jadi aku bisa merasakan penderitaan mereka berdua. Kakak adik yang dipungut dan dijadikan pekerja seks, dan sejak saat itu, aku tahu bahwa hanya kematianlah yang bisa melepaskanku dari sini… hanya itu" isakan Baekhyun semakin keras, dia menutup wajahnya dengan telapak tangan
Kyungsoo memegang bahu Baekhyun dan mengusapnya pelan, dia tahu perasaan Baekhyun. Perasaan yang sama saat ini dirasakannya
"kita memang terlanjur masuk, tapi aku yakin kita bisa keluar dari sini… setiap masalah pasti ada jalannya" gumam Kyungsoo, matanya juga berkaca-kaca. Dia mungkin saja bisa melarikan diri dan pergi sejauh mungkin, namun masih ada anak panti asuhan yang harus dipikirkannya, terutama Jungkook. Ancaman dari Insung sudah sangat jelas. Dan besok dia berencana mengunjungi panti asuhan itu dan memastikan bahwa Jungkook sudah dilepaskan
"aku masuk kedalam kamar dulu Kyungsoo shi…" kata Baekhyun, dia mengelap air matanya yang tadi menetes, yang memang hanya sedikit, namja itu beranjak pelan
"ya" Kyungsoo bergumam dan mengangguk, dia berterima kasih karena Baekhyun sudah sedikit bercerita apa yang dia ketahui
Baekhyun tersenyum dan menuju pintu, dia menghentikan langkahnya
"kamu sudah bertemu dengan Sehun?" Tanya Baekhyun, dia melihat kamar Sehun masih gelap
"tidak, aku belum bertemu dengannya" jawab Kyungsoo singkat
"oh, baiklah…. Selamat tidur Kyungsoo shi"
"selamat tidur juga Baek ah"
Dan akhirnya Baekhyun masuk kedalam kamarnya, melupakan kegundahan dan kesedihannya, karena dia sudah mempunyai Chanyeol sekarang, yang sudah resmi menjadi namjachingunya. Sedangkan Kyungsoo kembali menuju ke ranjangnya, merebahkan diri dan menunggu pagi tiba, untuk ke panti asuhan dan bertemu dengan Jungkook, memastikan namja belia itu baik-baik saja. Dan yang tidak kalah penting bertemu dengan Jongin di sekolah
.
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Besoknya,
Pagi-pagi sekali, Insung sudah berada di ruang kerjanya lagi. Sepertinya ini adalah pagi yang sibuk untuknya, dia sudah mengecek dan mengedit file video milik Sehun vs Luhan dan akan mengirimkannya kepada anak buah Mr. X untuk menutupi kekurangan video seks darinya. Dan tidak kalah penting, video seks milik Kyungsoo vs Jongin yang harus di cek dulu sebelum di kirim ke Mr. X langsung, karena video Kyungsoo inilah yang sangat ditunggu dan didesak oleh Mr .X
Insung membuka file video milik Kyungsoo yang diberikan oleh Suho kemarin, baru pagi ini dia bisa melihat dan menyaksikan sendiri video itu. Di mulai dari menit awal, dia magut-magut dan mengangguk-angguk kecil, tuan rumah itu mempercepat beberapa adegan dan memotong adegan tidak penting
"bagus, penampilan partner Kyungsoo itu sudah masuk standar JAV" gumam Insung pelan, dia tersenyum singkat. Dia memastikan sendiri bahwa namja partner Kyungsoo itu bukanlah namja pemain lepas, dia betul-betul orang baru
Insung men-stop video Kyungsoo itu dan kembali tersenyum sendiri
"mudah-mudahan Mr. X puas dengan video ini, walaupun adegannya kurang panas" gumam Insung lagi, berbicara sendiri
Beberapa menit kemudian, dia membereskan pekerjaannya itu, bergegas untuk menyuruh dan memberikan perintah baru lagi pada Suho dan Lay, namun suara ketukan pintu membuatnya terdiam
"masuk.." seru Insung, memberikan perintah agar si pengetuk pintu masuk
Sosok namja mungil muncul dibalik pintu, dia menggunakan seragam sekolah dan membawa tas punggungnya
"Kyungsoo.." sapa Insung pelan
"ya, ajuhsi… aku ingin menagih janji ajuhsi untuk membawaku ke panti asuhan dan memastikan bahwa Jungkook baik-baik saja" kata Kyungsoo to the point, tanpa basa basi dan salam-salam tidak penting
Insung mendadak gelagapan, dia lupa bahwa hari ini adalah merupakan hari dimana dia akan membawa sendiri Kyungsoo untuk melihat Jungkook
"ah.. itu.. ehm.."
"kalau ajuhsi sibuk, aku bisa pergi sendiri.." potong Kyungsoo cepat
"ah, tidak, kita akan pergi bersama-sama, sebentar lagi" kata Insung cepat, dia belum memperoleh Informasi dari Suho dan Lay mengenai Jungkook, dia dengan cepat mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan singkat disana
"jangan lama-lama ajuhsi, nanti aku terlambat sekolah" sahut Kyungsoo, sudah hampir seminggu ini namja itu tidak masuk sekolah
"sebentar, kamu harus menandatangani berkas ini dulu…" seru Insung, dia membuka lacinya dan mengeluarkan kertas pernyataan disana, sembari mengulur waktu
Kyungsoo diam, sesuai dugaannya, pasti dia akan disuruh menandatangani semacam berkas, tanda hitam diatas putih sebagai penanda hukum bahwa dia sudah bergabung dengan JAV secara resmi dan utuh
Kyungsoo mendekat kearah Insung dan mengambil berkas pernyataan itu
"mana pulpen ajuhsi?" kata Kyungsoo, dia tidak ingin berlama-lama lagi, dia muak dan sudah tidak ada pilihan selain menandatangani surat pernyataan itu
Insung memberikan pulpen tinta hitam kepada Kyungsoo, sembari menunggu balasan pesan singkat dari Suho
Kyungsoo tidak membaca pasal dan poin di surat pernyataan itu, dia hanya mengamati logo JAV yang sangat mencolok, dengan bentuk seperti perpaduan symbol alat kelamin pria dan wanita dalam pelajaran biologi
Kyungsoo menandatangani kertas tersebut tanpa berlama-lama, dan otomatis dia resmi menjadi bagian JAV
"bagus.. bagus.. Kyungsoo" Insung berujar dan mengangguk senang, dia suka dengan sikap Kyungsoo yang tidak melawan dan membantah lagi, namja itu akhirnya melunak
Kyungsoo hanya diam, tidak berkomentar, namun dalam lubuk hatinya paling dalam dia menangis, teriris pilu, dia betul-betul akan menjadi 'Bitch Boy' dalam 2 tahun kedepan, dan dia belum tahu apakah seks ketiga yang dilakukannya nanti masih bersama dengan Jongin? entahlah
Kyungsoo mendesah tertahan
"bisa kita pergi sekarang ajuhsi? Aku sudah memenuhi keinginan ajuhsi" kata Kyungsoo kemudian, dia melangkah menuju pintu
"baiklah, aku akan ganti baju dulu, tunggu disini" timpal Insung, dan sepertinya dia tidak ada pilihan selain membawa Kyungsoo ke panti asuhan, dan berharap namja yang bernama Jungkook sudah duduk manis disana. Kabar dari Suho dan Lay belum juga ada
Kyungsoo mengangguk pelan, dan menunggu si tuan rumah itu
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Kemarin,
Sehun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia tidak sendiri, namun bersama namja yang bernama Jungkook, namja yang hampir seminggu tinggal bersama adiknya, Taehyung. Sehun tidak langsung membawa Jungkook mencari dimana letak panti asuhannya, namun dia membawa namja itu ke sebuah hotel, Cheon Hotel. Dia bukan ingin memakai atau menjamah namja itu, sama sekali tidak ada pikiran itu. Namun karena dia mendapatkan pesan singkat dari namjanya, Luhan, yang ingin bertemu dan making love di hotel itu
'Sehunnie, kita bertemu di Cheon Hotel sejam kedepan, kebetulan jadwalku kosong saat itu. Aku sudah memesan kamar di nomor 109. I miss you' begitu bunyi pesan singkat dari Luhan
Sehun mengarahkan mobilnya di depan Cheol Hotel, dia berencana masuk dan parkir didalam bassement hotel itu, namun Jungkook menginterupsinya
"maaf hyung, kita kenapa kesini?" Tanya Jungkook, nadanya bergetar, dia mendadak ketakutan
"maaf, aku ada urusan mendadak di hotel ini, aku akan…"
"hyung, tolong… jangan masuk di hotel ini, aku takut" potong Jungkook cepat, dia masih ingat dengan halaman depan Cheon Hotel itu, dan didalamnya terdapat Bassement, di bassement itulah dia hampir di culik oleh dua orang asing, dan untung ada Taehyung yang menolongnya
"tenanglah, tidak ada apa-apa. aku akan melindungimu" ucap Sehun cepat, dia tidak mengerti dengan ketakutan Jungkook itu
Jungkook menggeleng cepat, badannya semakin bergetar, getar ketakutan dan trauma
Sehun mendesah pelan, kasihan melihat Jungkook
"baiklah, kita akan pergi dari sini" ujar Sehun, dia tersenyum singkat, kemudian kembali memutar mobilnya dan keluar dari area halaman depan hotel itu
Jungkook mendesah lega, dia mengusap dahinya yang berkeringat, dia memang tipe namja polos yang gampang trauma
Sehun lekas menghubungi Luhan, dia tidak mengirim pesan singkat, namun langsung menelfonnya
"halo…" jawab seseorang diseberang telefon, dia Luhan
"ya, Hyung… maaf hyung aku minta maaf. Aku tidak bisa datang ke hotel tadi, aku ada urusan mendadak" kata Sehun mengutarakan permintaan maafnya
Terdengar desahan kecewa dari Luhan diseberang telefon,
"tidak apa-apa Sehunnie, kita bisa mengatur lagi pertemuan kita. Tapi kamu bukan sibuk itu kan?"
"tidak hyung, aku betul-betul ada urusan penting"
"baiklah, aku percaya padamu Sehunnie chagi. I miss you.."
"I miss you too"
Sehun menutup telefonnya, dia menoleh singkat kearah Jungkook, namja itu menampilkan pandangan tidak enak
"maafkan aku hyung" kata Jungkook pelan
"tidak apa-apa" timpal Sehun, dia tersenyum pada Jungkook
Tidak lama kemudian, kembali ponsel Sehun berbunyi, dia cepat mengangkatnya, dia menyangka itu dari Luhan lagi, tapi bukan
"apa? hyung di apartementku?" seru Sehun lewat telefon, dia tidak sadar hampir berteriak
Jungkook yang ada disamping Sehun, sedikit terkaget
"ah, aku akan segera kesana.." tutup Sehun, nadanya kesal. Dia mengusap keningnya pelan
"maaf, Jungkook shi… kita ke apartemenku dulu, tidak apa-apakan?" sahut Sehun, dia meminta persetujuan Jungkook
"tidak apa-apa hyung" balas Jungkook pelan
Dan kemudian, Sehun memutar arah dan melajukan mobilnya menuju ke apartemennya di daerah gangnam, tetap bersama Jungkook yang ada disampingnya
.
.
.
.
O..O..O..O..O
Insung bersama Kyungsoo di dalam mobil milik Insung. Mereka berdua akan menuju ke panti asuhan tempat Kyungsoo dahulu. Insung memperlambat laju mobilnya, mengulur waktu, sembari menunggu kabar dari Suho dan Lay
"mobil ajuhsi terlalu lambat" kata Kyungsoo, dia merasa kelajuan mobil Insung itu setara keong, sangat lambat
"aku sengaja, aku sedang menunggu Suho dan Lay" timpal Insung, dia semakin memperlambat laju mobilnya,
Dan beberapa menit kemudian, si tuan besar itu menghentikan mobilnya diseberang jalan, karena dia sudah melihat dua anak buah suruhannya, Suho dan Lay memarkirkan motor mereka juga disebarang jalan
"tunggu disini Kyungsoo, aku tidak akan lama, aku hanya memerintahkan kepada dua pemuda itu untuk mengirim video ini saja" kata Insung, dia memperlihatkan dua bungkusan dalam kotak kecil yang disegel rapi
Kyungsoo mengangguk pelan
Insung lekas turun, dia menyeberang ke sisi jalan yang lain, menemui kedua suruhannya
"bagaimana? Apa anak itu ada di panti?" Tanya Insung cepat, tanpa pembukaan basa basi
"maaf tuan, namja yang bernama Jungkook itu tidak ada disana" jawab Suho, nadanya pelan,
"apa kamu yakin?" Insung mendadak gelisah, berarti janjinya untuk mempertemukan dan memastikan kepada Kyungsoo bahwa namja yang bernama Jungkook baik-baik saja, gagal total
"ya, tuan..aku sudah bertanya pada tiga anak panti lain disana, mereka menjawab bahwa namja itu sudah hampir seminggu tidak pulang, salah satu dari mereka mengatakan bahwa namja itu mungkin kembali ke salah satu orangtuanya yang masih hidup" kali ini Lay yang menjelaskan
Insung mendesah, dia melirik singkat kearah mobilnya, dimana Kyungsoo saat ini berada
"ini bisa gawat, aku takut jika Kyungsoo memberontak lagi karena hal ini" gumam Insung, dia berpikir keras
Lay dan Suho tidak bisa berkomentar apa-apa
"ah, kalian jangan lupa kirim video ini, aku sudah menuliskan di atas box ini, satu untuk anak buah Mr.X dan satunya lagi untuk Mr.X, kalian mengirimkannya hari ini juga, kemarin aku sudah berjanji kepada Mr. X" kata Insung kemudian, dia menyerahkan dua box kecil ditangannya kepada Suho
"baik tuan, kami akan mengurus ini segera" Suho berucap tegas
"tapi bagaimana dengan namja yang bernama Jungkook itu?" Tanya Lay
"aku akan menjelaskan kepada Kyungsoo, kalian membagi tugas, Suho yang akan mengirim file video itu dan kamu Lay, yang akan mengawasi dan men-cek lagi namja itu di panti, dan kabarkan kepadaku" jelas Insung, dia memberikan perintah
"baik tuan" kata Suho dan Lay nyaris bersamaan
Akhirnya tuan dan anak buah itu berpisah, Suho dan Lay kembali menaiki motor besar mereka, sedangkan Insung kembali kedalam mobil, menemui Kyungsoo
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Jungkook terbangun di dalam sebuah kamar mewah yang luas, dia sepertinya kesiangan, Sehun membawanya masuk kedalam kamar itu, dan meninggalkannya sendirian. Jungkook masih ingat dengan ucapan Sehun, kakak Taehyung itu kemarin :
"maaf Jungkook shi, aku harus meninggalkanmu sebentar, aku ada urusan di lantai lain apartement ini.." kata Sehun
"ini kamar apartemen milik hyung?" Tanya Jungkook pelan, saat itu posisinya masih disamping pintu
"bukan, ini milik teman, namanya Luhan. Tapi sepertinya dia tidak akan kembali ke kamar ini untuk beberapa jam kedepan" jawab Sehun, dia memang tahu password kamar apartement Luhan itu, karena dia sudah resmi menjadi namjachingu Luhan
"baik hyung, tapi hyung jangan lama-lama" timpal Jungkook pelan
"ya, aku sekali lagi mohon maaf. Aku betul-betul ada urusan mendadak. Disana ada lemari pendingin, makan saja yang kamu sukai disana, anggap rumah sendiri, tapi jangan di bakar ya.." kata Sehun, sedikit melontarkan candaan
"iya hyung" Jungkook tersenyum simpul
Sehun mengacak pelan rambut Jungkook, berterima kasih atas pengertian yang diberikan namja itu, dan kemudian dia pamit dan meninggalkan Jungkook sendirian di kamar apartemen milik Luhan
Dan sekarang, Jungkook sudah bangun, rupanya sejak menjelang malam kemarin, Sehun tidak pulang dan menemuinya, dia beranjak pelan, perutnya keroncongan. Dia melangkah menuju ke lemari pendingin di kamar Luhan itu, membuka pintu kulkas tersebut dan tercengang
"wah.. makanannya banyak sekali.." gumam Jungkook senang, dia lekas mengambil beberapa buah apel, sosis siap makan, dan sekaleng soda
Jungkook makan dengan lahap, sembari menunggu kedatangan Sehun yang sudah hampir 12 jam meninggalkannya
.
.
.
.
Di lantai 5, di Apartemen
Suasana panas terjadi pagi-pagi sekali. Disebuah ruangan di lantai 5 apartemen. Seorang namja mencoba memasukkan kejantanannya alias penisnya kedalam hole sempit yang masih perjaka (?)
"arghh….akhh.. sakit hyung…" teriak namja yang disodok itu, dia memegang sprei ranjang dan menggit bantal, dia sangat kesakitan. Namja itu sudah telanjang bulat sekarang
"tahan sedikit, lama-lama juga akan enak" timpal namja lainnya, dia bertindak sebagai seme dan menghujamkan penisnya kedalam hole namja dibawahnya
"argh…. Myungsoo hyung.. sakit…. Hentikan…" kata namja itu lagi, suara erangan kesakitan yang cadel. Dia Sehun,
"bagimana sodokanku? Nikmat sekali bukan…" kata namja yang dipanggil Myungsoo itu, dia adalah namja yang sering melakukan seks dengan Sehun, namun posisinya selalu Uke, alias yang disodok, dan sekarang gantian, posisinya kini menjadi Seme, top yang akan menentukan permainan
Sehun merintih dibawah hujaman Myungsoo, air matanya tidak terasa keluar, holenya sangat sakit dan perih, dia baru kali ini merasakan sakit seperti itu. Dan yang pasti dia sudah melanggar janjinya kepada Luhan, untuk tidak berhubungan seks lagi dengan namja atau yeoja lain
"ahhh..ahhh… so far so good" racau Myungsoo, dia masih memajumundurkan penisnya di hole Sehun,
Sehun semakin merintih, keringat membanjirinya
"ke.. napa hyung muncul… di…apartemenku?" Tanya Sehun, nafasnya terengah-engah, dia masih mencoba menahan sakit di holenya
"karena kamu selalu menghindariku" jawab Myungsoo, genjotannya masih terus dilakukan
"tapi, nanti Luhan hyung datang.. dan melihat… kita…" timpal Sehun lagi
"akh, tidak.. namja itu sibuk dengan dunia keartisannya.."
Sehun memang sudah mempunyai kamar apartemen sendiri, dan kamar apartemennya itu masih satu lokasi dengan kamar apartement Luhan, Cuma beda lantai. Apartemen Luhan di lantai 8, sedangkan Sehun dilantai 5
Sehun meninggalkan Jungkook yang kini berada di dalam kamar apartement Luhan, sejak semalam. Itu semua karena godaan Myungsoo, semalam mereka melakukan seks, dengan Sehun sebagai top dan Myungsoo sebagai bottom. Dan pagi ini posisi itu diganti
Myungsoo semakin mempercepat hujaman penisnya di hole sempit Sehun, dia sesekali menjilat dan mencium leher namja putih itu
"argh…tolong hentikan hyung, aku sama sekali tidak merasakan nikmat" ucap Sehun cepat, nafasnya memburu, holenya semakin sakit saja. Dia tidak berbakat sebagai Uke
"sebentar lagi…" kata Myungsoo, dia semakin menghantam penisnya, gerakannya jadi semakin cepat dan membabi buta, Sehun semakin merintih, mirip berteriak.. dan..
Crottt.. croott… croott…
Sperma milik Myungsoo tumpah di belahan bokong Sehun, spema itu lumayan banyak juga. Padahal semalam mereka sudah melakukannya, sperma mereka berdua sudah keluar semalam
Sehun mendesah lega, holenya mendadak kosong melompong, dia lekas bangun dan duduk, menormalkan nafasnya dan mengusap keringat didahinya
"thank you darling.." gumam Myungsoo pelan, dia menelentangkan dirinya di ranjang, penisnya perlahan melemas sendiri
"aku bukan pacar hyung.." kata Sehun, dia seperti gadis desa yang baru saja di nodai
Sehun lekas berdiri, mengelap bokongnya dengan sprei ranjangnya dan lekas memakai baju dan celananya
"kamu mau kemana?" Tanya Myungsoo, namja itu masih telanjang bulat dan belum beranjak
"aku ada urusan, aku meninggalkan anak orang sendirian, dan itu karena hyung" kata Sehun, dia telah selesai memakai baju dan celananya, tanpa membersihkan diri
Myungsoo tertawa pelan, dia memegang penisnya yang sudah lemas, seakan memancing Sehun untuk kembali dan bertempur lagi, namun Sehun tidak terpancing. Sehun merasa bersalah saat ini, dia mengingkari janjinya pada Luhan, dan meninggalkan Jungkook dalam waktu yang lama
"hyung harus merapikan kekacauan di kamar ini" tutup Sehun, dia lekas menuju pintu dan keluar, meninggalkan Myungsoo sendirian yang tertawa pelan penuh kemenangan, karena sudah berhasil membobol hole Sehun
'aku akan bersaing dengan pacarmu itu' batin Myungsoo
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Chanyeol duduk disebuah bangku di taman samping perpustakaan. Dia sedari tadi menunggu namjanya, yaitu Baekhyun, dia terus saja melirik jam tangannya dan mendesah pelan
"hei.." tiba-tiba sebuah suara mengagetkannya, namun itu bukan suara Baekhyun, namun suara teman karibnya yang beberapa hari ini seperti menghilang
"Jongin.." kata Chanyeol, dia lekas berdiri dan memeluk ala genk motor namja yang memang adalah Jongin itu
Jongin balas menepuk punggung Chanyeol dan kemudian duduk disamping namja tinggi itu. Sedari tadi dia juga menunggu seseorang, yaitu Kyungsoo, namun sosok namja imut itu tidak muncul juga, dan kebetulan dia lewat didekat perpustakaan dan melihat Chanyeol duduk sendiri
"hitam, beberapa hari ini kamu kemana?" Tanya Chanyeol, dia memang sering memanggil Jongin dengan sebutan 'hitam'
"seharusnya aku yang harus bertanya, hyung kemana saat kita terakhir bertemu, selepas main basket" kata Jongin, dia menggoda Chanyeol dengan kata-kata hyung, padahal selama ini dia tidak pernah memanggil dengan kata itu
"hentikan itu, jangan panggil hyung. Panggil nama saja… ehm.. saat itu aku.." kalimat Chanyeol terhenti, dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia disekap dan diikat oleh Baekhyun dan menjamahnya disana, peristiwa yang membuat keperjakaannya hilang
Jongin memberikan pandangan tidak mengerti
"aku pulang, omma baru saja datang dari Singapura. Jadi aku harus pulang" kata Chanyeol cepat, berbohong
Jongin ber-Oh pelan, dia mengalihkan wajahnya dan menatap gerbang sekolah dari jauh, mengharapkan Kyungsoo muncul disana
"kamu sendiri? Beberapa hari ini tidak masuk sekolah.." kali ini Chanyeol yang bertanya balik, dia juga penasaran dengan menghilangnya namja seksi disampingnya
"ehm.. aku… aku, aku merawat ommaku yang sakit, yahh.." jawab Jongin ragu-ragu, dia berbohong. Dia juga tidak mungkin mengatakan bahwa dia beberapa hari ini bersama Kyungsoo, mengambil keperjakaan (?) namja itu, merawat namja itu saat sakit dan terakhir melakukan seks lagi dengan namja itu
Chanyeol juga ber-Oh pelan, pandangannya juga tertuju pada gerbang nun jauh disana, berharap Baekhyun muncul dan tersenyum kepadanya
Jongin dan Chanyeol larut dalam pikiran masing-masing
.
.
.
.
"ajuhsi pembohong.." seru Kyungsoo, posisinya saat ini masih didalam mobil milik Insung, dia menatap gusar kearah Insung yang membohonginya
"maaf Kyungsoo, tadi wali kelasmu menelfonku. Dia menyuruhmu menghadapnya, karena kamu hampir seminggu tidak masuk sekolah…" kata Insung, dia memang membawa Kyungsoo ke sekolahnya, dan bukan menuju panti asuhan terlebih dahulu
"aku tidak mendengar ajuhsi menerima telefon dari siapa-siapa" timpal Kyungsoo, dia mendengus kesal
"kamu tidak memperhatikannya, sudahlah.. nanti atau besok masih ada waktu, kamu sebaiknya masuk kedalam kelasmu" ucap Insung, memberikan ekspersi wajah tidak terjadi apa-apa
Kyungsoo kembali mendengus, dia turun dari mobil Insung dan menutup pintu mobil itu dengan sangat keras, tanpa berkata apa-apa lagi, dia marah, kesal, gusar dan berang
Kyungsoo masuk kedalam gerbang sekolahnya, menghilang dari pandangan Insung. Insung tersenyum, dia sudah berhasil mengulur waktu, dan kalaupun Kyungsoo nekat pergi sendiri dipanti asuhan itu, itu tidak mengapa, yang penting dia sudah mendapatkan video seks Kyungsoo dan tandatangan pernyataan namja itu, dan mungkin saja sekarang video seks milik Kyungsoo itu sudah disaksikan dan ditonton oleh Mr.X
Insung kembali melajukan mobilnya, meninggalkan sekolah Kyungsoo dan pulang kerumahnya
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Insung mengemudikan mobilnya sambil tersenyum senang. Pencapaiannya selama ini kemungkinan akan mendapatkan pujian dari Mr.X. semua keinginan boss besarnya itu sudah dipenuhinya. Insung kembali senyum sendiri, dan pundi-pundi keuangannya akan bertambah lagi
Tidak lama, ponsel milik Insung berbunyi, dia memandang nama Mr.X disana sana, dia lekas mengangkatnya
"halo Mr.." kata Insung,
"halo tuan Zo.. kamu tidak kagetkan menerima telefon dariku secepat ini" kata Mr. X diseberang telefon, dia tertawa pelan, terkekeh
"tentu saja tidak Mr. aku selalu menantikan telefon dan kabar baik dari tuan" timpal Insung, sedikit bohong dan basa-basi
"aku sudah menerima kiriman video darimu, video anak itu… dan, aku suka. Segera video itu akan dipasarkan dengan label JAV ku"
"terima kasih, Mr sudah menyukai video Kyungsoo itu"
"ya, akhirnya anak itu mau membuat video juga, apa kamu mengancamnya tuan Zo?" Tanya Mr.X masih diseberang telefon
"aku sudah lama mengancamnya dan akhirnya dia menurut juga" jelas Insung,
"good.. good… aku tidak peduli bagaimana caramu Tuan Zo, yang pasti anak itu harus menjadi bagian dari JAV, terpaksa atau rela"
"Mr. tenang saja, Kyungsoo sudah resmi bergabung di JAV"
Kembali Mr. X tertawa cetar membahana badai diseberang telefon, dia sepertinya sangat senang. Obsesinya untuk menjebloskan Kyungsoo di lubang kenistaan sudah terlaksana, mengikuti ibu Kyungsoo dahulu
"oh iya, aku lupa… siapa nama partner seks anak itu?" Tanya Mr. X lagi, pertanyaan penting
"maaf Mr. aku lupa nama pemuda partner seks Kyungsoo itu" jawab Insung, dia bukannya lupa, tapi memang tidak tahu
"cari tahu siapa nama pemuda itu, aku seperti mengenalnya…" kata Mr. X kemudian, bersemangat
"baik Mr. aku akan mencari tahu" tutup Insung
Mr. X tertawa sejenak dan menutup sambungan telefon diseberang sana. Insung kembali memasukkan ponsel kesakunya dan terus melanjutkan mengemudi, sepertinya si Mr.X itu mempunyai rencana baru
.
.
.
.
Beberapa menit kemudian, Insung sampai di kediaman mewahnya, dia memarkirkan mobilnya di bagasi dan setelah itu melangkah masuk kedalam rumahnya. Seorang pelayan disana menghentikan langkah Insung
"maaf tuan, ada yang ingin bertemu tuan…" kata pelayan itu pelan, membungkuk dan menunduk
"siapa?" Tanya Insung
"aku tidak tahu namanya tuan, tapi sepertinya dia sedari tadi marah-marah tuan, dia memaksa untuk masuk, padahal sudah dijelaskan kalau tuan sedang keluar" jawab pelayan itu
"dimana dia sekarang?"
"di ruang tamu tuan"
"baiklah, terima kasih"
"sama-sama tuan'
Si pelayan itu membungkuk lagi, kemudian mundur dan berbalik masuk ke dapur
Insung masuk kedalam rumahnya, melewati pintu utama, dan menemukan dua orang duduk di sofa ruang tamunya
Salah satu dari tamu itu mendadak berdiri, dia lelaki paruh baya, dan disampingnya duduk seorang yeoja, yeoja yang lumayan cantik
"tuan Insung?" Tanya lelaki paruh baya itu
"ya, itu aku. Anda mencariku?" Insung mendudukkan dirinya di salah satu sofa, sekaligus melepas penat selama mengemudi tadi
"ya, kami mencari tuan.. perkenalkan, namaku Bae Chun dan ini keponakanku, Irene… aku ingin meminta pertanggung-jawaban dari anak angkat tuan" kata lelaki paruh baya itu, memperkenalkan dirinya singkat, kemudian mengutarakan maksudnya
Ternyata yeoja disamping lelaki paruh baya itu adalah Irene, yeoja cantik teman sekolah yang sudah sekian kalinya meminta seks kepada Baekhyun, namun selalu ditolak dan gagal
Dahi Insung mengernyit, dia tidak paham, namun perasaannya mengatakan bahwa kedatangan kedua orang itu bukan hal yang menguntungkannya
"tanggung jawab apa?" Tanya Insung, matanya bergantian menatap si lelaki paruh baya dan yeoja cantik disampingnya
"keponakanku ini hamil, dan yang menghamilinya adalah anak angkat tuan" jawab Bao Chun, nadanya meninggi
"hamil? Tunggu..tunggu.. siapa nama anak angkatku itu?" Tanya Insung, dia mendadak terkaget dan frustrasi. Apa mungkin Sehun? Atau Baekhyun? Kyungsoo?
"namanya Baekhyun, dia yang menghamiliku" kali ini yeoja yang bernama Irene yang menjawab, dia mendongakkan wajahnya dan menatap Insung, dia memberikan pandangan seolah sedang sakit, menderita, terpuruk dan ternoda
"Baekhyun? Ah, tidak mungkin.. ada kesalahpahaman disini sepertinya" tangkis Insung, dia tidak begitu saja percaya, namun raut wajahnya terlihat stress
"tidak, namja itu yang melakukan seks denganku, di sekolah" teriak Irene
Insung mendesah pelan, dia harus mengkonfirmasi hal ini ke Baekhyun dulu, jika memang benar demikian, berarti Baekhyun sudah melanggar kontrak dengan JAV dan selama ini membohonginya. Salah satu poin penting kesepakatan Baekhyun dengan JAV adalah tidak boleh melakukan seks diluar tanpa izin dari JAV, terlebih lagi seks itu diabadikan dengan foto, dan terlebih-lebih dengan video, karena hak foto dan video sudah milik JAV sepenuhnya
Irene berdiri dan kembali berteriak keras,
"aku ingin dinikahi oleh Baekhyun, secepatnya…"
Deeggg…
Masalah baru kembali muncul
.
.
.
.
.
.
.
TBC
O…O…O…O…O…O…O
Chapter 13 (angka sial katanya…) update. Masih ada yang menunggu dan menantikan FF ini? mudah-mudahan masih ada ya… he…he…he… maaf jika chapter ini moment masing-masing pairing sangat kurang, itu karena perkembangan ceritanya, dan tidak mungkin pairing-pairing itu terus bersama, harap pembaca maklum. Ini sudah fast updatekan… hanya selang 1 hari saja ... FF ini masih akan panjang sepertinya… tidak apa-apakan?
Terima kasih kepada semua pembaca yang terus memberikan Reviewnya (jangan bosan ya..), supaya aku juga tahu bahwa FF ini masih disukai dan dinantikan. Hanya Review saja yang bisa dijadikan patokan apakah FF ini masih layak lanjut atau tidak… sekali lagi terima kasih
Aku tidak bisa janji lagi untuk update cepat ya, tapi tetap akan diusahakan…. Review lagi nee… salam sayang for All Reader… gomawo…
Thanks to Reviews :
Cahayaanjanie, Lolamoet, baexian ree, SognatoreL, cooly224, AlienBaby88, Baekhyunniewife, firdaniamayarofah, Re. Tao, JonginDO, kaihunhan, ShinJiWoo920202, sr14bmark, Mami Fate Kamikaze, ChanBaekLuv, hunniehan, 48BemyLight, lovesoo, odultLu, BabyBuby, 110114hk, kiranakim, leeraexolnur, Metacho137, kyungsoodo, Kiranachan, Bulet, aerumdawo, kyungie66, guest, KimYeHyun, dokyungsooxs, mrblackJ, thelostisland35, Jung Eunhee, kiranakim, VijnaPutri, BlackXX, ambarambarwaty, Arumdawo, meliarisky7, Kainaru Aikorin, Seoglyu Yeowang, snowy07, Dokimkyungsoojongin, oasana, KaisooLovers, she3nn0, park soohee, Re-Panda68, Kyungkyung kim, laurenna liu, LasmaniaStevani, renata. Anastasya. 92, Devrina, alkoheol, sycarp, .5011, humaira9394, lailatul maghfiroh 16, beng beng max, 1004baekie, dekaeskajei, maple fujoshi2309, zhea. Zhiioott, soo kyung dan all
By Fan_Dio
