Annyeong... thank you uda review... and mianhe lama update..
And yeaaahh.. let's make Hongbin pregnant.
And i wish Hongbin really can pregnant, and he carrying Leo's baby.. uh uh
Aah sudahlah! Imajinasi yang aneh aneh.
Sudah hampir 2 bulan Leo dan Hongbin diam-diam bercinta. Mereka melalukannya di perpus, ruang musik, dan kadang Leo menyelinap masuk ke kamar Hongbin. Leo menyuap pengawal kamar Hongbin dengan uang.
N sudah mengetahui hal ini. Ia tidak bisa menghentikan Hongbin. Hongbin tidak mendengarkan N. Ia hanya berkata, kalau ia dan Leo akan hati-hati. Jadi N tidak bisa berbuat apa-apa.
Suatu hari, Raja menyuruh Ken untuk menemani Leo berkuda.
"But Daddy! Aku tidak bisa berkuda!"
"Well, Prince Leo bisa mengajarimu"
Leo mengangguk pelan.
Ken menatap ayahnya kesal.
"No! Aku akan pergi ke pasar saja!"
Ken meninggalkan 2 lelaki itu. Raja menghela nafas.
"Maafkan putriku"
Leo mengangguk dan pamit pergi ke belakang.
Di kamar Hongbin...
Hongbin sedang bersenandung riang di bawah showernya. N sedang memilih gaun untuk Hongbin ketika tiba-tiba seseorang mengetuk pintu dan membukanya.
N kaget.
"Prince Leo! Sedang apa kau disini!" N menahan tubuh Leo.
Mata Leo mencari-cari sosok Hongbin.
"Dimana Hongbin?" Tanyanya pelan.
"Dia sedang mandi. Apa yang kau- Hey! Jangan masuk!"
Tapi N terlambat, Leo sudah masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya.
"Yah! Prince Leo!" N berteriak di balik pintu.
Hongbin mendengar teriakan N dan berbalik.
"Oh!" Hongbin kaget melihat Leo yang hanya dengan boxernya di belakangnya.
Hongbin mencoba menutup dada dan kemaluannya.
"Mmh Prince? Kau se-"
Leo mencium Hongbin dan mendorong tubuh Hongbin ke dinding.
Tubuh Leo ikutan basah. Rintihan dan erangan memenuhi ruangan.
Member Leo seketika tegang dan boxernya terasa sempit.
Hongbin menggesekkan dadanya ke Leo. Hongbin juga ikut terangsang.
Leo menaikkan kedua kaki Hongbin ke pinggangnya dan dengan cepat ia melepas boxernya. Member Leo tak sengaja menyentuh clit Hongbin. Keduanya merintih.
"Aahh Leo pleaseee..."
"Leo? Aku kira kau akan selalu memanggilku Prince"
Leo menggesekkan kepala membernya ke Hongbin. Membuat Hongbin semakin lemas dan terangsang.
"Whaaaaat? Aaaaahh... ssstop!"
Leo berhenti.
"Stop?"
"Urgh! Jangan berhentii!"
Hongbin terengah-engah dan ia frustasi.
"Tapi tadi kau bilang berhenti"
Leo menjawab dengan santai dan mulai menggesekkan membernya ke clit Hongbin lagi.
"Maksu-maksudkuuuu... mmmhhh... ssstop teasing meeee... aakuu... aahhhh wannnttt yyyouuu"
Leo tersenyum nakal dan ia masih memainkan membernya ke clit Hongbin.
"Aaahhh look at you now... you're so wet... kau dengar itu?"
Suara clit Hongbin yang mulai basah terdengar.
"Please please pleaseee Leo... i can'tttt aaaahhhh..."
Hongbin menggeliat di dinding dan memiringkan punggungnya ke Leo.
Leo dengan senang hati mencium payudara Hongbin yang tegang.
Hongbin merasa pusing dengan sensasi yang dirasakannya. Tubuhnya sangat terangsang. Ia sangat ingin Leo menghujam ke dirinya, kuat.
"Leeooo pleeaseee... pleaseeee"
Leo perlahan menghujam ke Hongbin. Member Leo langsung mudah masuk karena miss Hongbin sangat basah.
Leo mulai bergerak tanpa ampun. Keduanya saling bertatapan dan kadang mata mereka terpejam saat klimaks.
Leo mencium dan menggigit payudara Hongbin. Dan
"Oh MY GOD! LEEEOOOOOOOOOO-YAAAAHHHHHH AAAHHHH MY GOD MY GOD MY GOD UUHHH"
Hongbin telah mencapai klimaksnya diikuti dengan erangan kuat Leo.
Leo pun ejakulasi di dalam Hongbin.
"Again, my love?" Bisik Leo sambil tersenyum.
Hongbin tersenyum malu dan mencium Leo.
Setelah 2 ronde berikutnya,
N menggedor kuat pintu kamar mandi.
"YAH! GET OUT NOW!"
Lalu Leo membuka pintu diikuti Hongbin di belakangnya.
"Oh God! What are you two doing!" N menutup wajahnya malu.
Leo keluar hanya dengan handuk di pinggangnya dan Hongbin dengan jubah mandinya.
"What? Kami hanya mandi" jawab Hongbin santai.
N menatapnya geram.
"Setelah kau memakai bajumu Prince Leo, kau boleh keluar!" Kata N tegas.
"N? Aku akan pergi berkuda dengan Leo sore ini."
"What?" N dengan wajah shock nya menatap Leo dan Hongbin.
"Well, dia ingin berkuda dan karena Ken tidak bisa. Jadi aku akan menemaninya."
"Beauty!"
"N! Aku akan baik-baik saja. Kau tau aku bisa berkuda kan?"
N memegang bahu Hongbin dengan lembut.
"Aku tau. Tapi, aku khawatir jika mereka curiga padamu. Leo selalu bersamamu, dan kalian berdua jarang ikut makan bersama. Aku takut Hongbinnie"
Hongbin memeluk N
"No, tidak akan ada yang tahu. Dan sebentar lagi, Leo akan memberitahu ayah kalau dia akan menikahiku, bukan Ken. Ken juga sepertinya tidak mencintai Leo. Jika dia memang cinta, Ken pasti sudah mengejar-ngejar Leo dari dulu. So, everything will be fine"
"Please Hongbin.." N menggeleng pelan sambil menatap Hongbin dengan sedih.
"Jangan khawatir N"
Leo sudah memakai bajunya kembali dan ia menghampiri N.
"N? Aku akan menjaga Hongbin. Kau tidak usah khawatir"
N menatap Leo dengan ragu.
"Be careful" kata N dengan tegas.
Hongbin memakai kemaja putih dengan lengan panjang dan jeans hitam. Ia memakai boots selutut dan jaket bulu. N mengikat rambutnya dan ia memakaikan Hongbin sarung tangan.
Leo dan Hongbin berjalan bersama ke belakang istana.
Hongbin naik ke kuda hitamnya, dan Leo memilih kuda putih.
Mereka berkuda dengan santai sambil tertawa. Hingga tiba-tiba Hongbin menghentikan kudanya. Ia lalu turun dan menyuruh Leo mengikutinya.
Hongbin terus berlari masuk ke hutan. Cahaya matahari masih menerangi hutan.
"Hongbin-ah" teriak Leo.
Hongbin hanya merespon dengan tawa.
"Ayolah Prince! Kejar aku! Nanti aku beri hadiah!" Hongbin tidak bisa berhenti tertawa.
Leo dengan semangat mengejar Hongbin. Senyum lebar dan nakal di wajahnya.
Hingga mereka hampir di tengah hutan.
Hongbin berhenti dan berbalik menghadap Leo. Leo ikut berhenti. Keduanya masih terengah-engah.
Wajahnya menggoda Leo, ia berjalan mundur perlahan sambil menggigit bibirnya. Hongbin melepas ikatan rambutnya. Rambutnya yang indah jatuh ke punggungnya.
Jari Hongbin mengisyaratkan Leo untuk mendekat.
Hongbin melepas jaket dan sarung tangannya.
Leo menatapnya dengan nafsu. Tatapan tajamnya membuat Hongbin lemas. Hongbin yakin kalau Leo sudah terangsang saat itu. Gundukan di celana Leo menjadi buktinya.
Hongbin dengan menggoda melepas kancing atas kemejanya.
Punggungnya menabrak pohon besar.
Dalam 2 langkah, Leo sudah menekan tubuh Hongbin ke pohon.
"Such a tease!" Leo merobek kemeja Hongbin dan membuangnya ke belakang.
Hongbin tersenyum nakal dan ia menjilat bibirnya di depan Leo. Leo mengerang dan ia mencium Hongbin dengan kuat. Tangan Leo melepas bra Hongbin lalu kedua tangannya memainkan payudara Hongbin.
Hongbin merintih kuat. Tangannya melepas kancing celana Leo lalu menyelinap masuk ke boxernya.
Leo mengerang dan tak sengaja menggigit bibir Hongbin.
Leo menggoyangkan pinggulnya dan celana nya turun. Hongbin membantu melepas boxer Leo.
Leo yang tidak sabar segera melucuti semua pakaiannya hingga ia telanjang dan Hongbin menatapnya dengan penuh nafsu.
Leo menatap Hongbin dengan tidak sabar. Ia menarik paksa celana Hongbin membuat Hongbin berteriak.
"Aah!"
Leo berlutut di hadapan Hongbin dan dengan paksa ia membuka kaki Hongbin dan menyerang miss v Hongbin.
Hongbin memejam matanya dan kepalanya ke belakang. Punggungnya sakit bergesekan dengan batang pohon. Tapi ia tidak peduli dengan itu, ia bahkan tidak bisa konsentrasi dengan mulut Leo yang sibuk memainkan clitnya.
Hongbin merintih kuat dan nafasnya semakin erotis.
Hongbin menarik rambut Leo, ia semakin membuka lebar kakinya dan ia semakin menuju klimaks.
"Ooohhhhh Princeee... akuu.. hhhhhh aaakkuuuu aahhhhh cooomiiiiiinggg nnngghhh aaahhhh Leoooo"
Leo menyedot semua juice Hongbin. Lalu ia berdiri dan mengangkat tubuh Hongbin sedikit.
Leo mencium Hongbin yang masih terengah-engah dan dengan sekali dorongan kuat membernya masuk ke Hongbin.
Leo mulai bergerak tanpa ampun. Keduanya mengerang kuat dan merintih kuat. Leo menarik kuat rambut Hongbin. Giginya menggigit bibir Hongbin dan dagunya terasa pegal menciumi Hongbin dengan ganas.
Hongbin bebas berteriak kencang tanpa takut ada yang mendengar.
Hingga Leo menuju klimaks. Ia melepas ciumannya dan berteriak nama Hongbin dengan kuat. Tak lama ia ejakulasi di dalam Hongbin.
Leo tidak berhenti bergerak. Ia masih bergerak dengan lembut dan tangannya memegang wajah Hongbin.
"Hongbin-ah look at me" suara Leo serak.
Hongbin membuka matanya dan menatap Leo dengan lembut.
"I love you Leo"
Leo mencium Hongbin dengan lembut.
"I love you too"
Setelah beberapa ronde...
Hongbin menatap Leo dengan kesal.
"Lihat ulahmu! Aku hanya memakai jaketku sekarang!"
Leo mencium bibir Hongbin yang cemberut.
"Ayolah! Ini sudah hampir malam"
Leo menggendong Hongbin kembali ke kuda mereka.
Lalu mereka kembali ke istana.
N sedang berjalan mondar-mandir dan menggigiti jarinya.
"Kemana mereka!"
"N!" Hongbin berlari dan memeluk N.
"Yah! Kenapa lama se- oh My God! Hongbin kemana kemejamu!" N menatap tajam pada Leo di belakang Hongbin.
Hongbin menggigit bibirnya.
"Uh..."
"Sudahlah! Sekarang ayo cepat masuk!" N menarik tangan Hongbin dan meninggalkan Leo.
Hongbin mengikuti N dan berbalik dengan wajah minta maaf pada Leo.
Leo tersenyum.
Di kamar Hongbin.
"Huh! Hampir saja!"
N mendorong Hongbin untuk duduk di tempat tidurnya.
"Hentikan ini segera Hongbin! Bagaimana kalau sesuatu terjadi padamu! Leo, maksudku Prince Leo... aku tidak percaya dengannya! Aku tidak yakin dengannya! Bagaimana kalau dia hanya memainkanmu?"
Hongbin tertawa pelan.
"Kau paranoid sekali N"
Hongbin menguap ngantuk.
"Sudahlah aku ngantuk! Aku lelah!"
"Kau harus mandi dulu!"
Hongbin melepas boots, jaket dan celana jeansnya. Ia tersenyum menyeringai ke N dan menarik selimut sampai ke dadanya.
"Yah!"
Hongbin menguap lagi.
"Sorry N! Aku benar-benar lelah!"
N menggeleng kepalanya. Lalu ia menunggu sampai Hongbin benar-benar tertidur. Ia menghela nafas dan pergi meninggalkan Hongbin.
