Stay Close Happiness

Epilogue

Undertaker duduk di perpustakaan penuh dengan buku cinematic record. Saat di sanapun banyak Shinigami yang mengucapkan salam kepadanya dengan hormat. Ada pula yang memperhatikan dari jauh dan membicarakan kejadian menghebohkan beberapa hari yang lalu.

"Oy, Leo, katanya kau hampir mati di tangan Undertaker-sama, ya?" goda seorang teman sesama shinigaminya. Leo sendiri tidak berkata apa-apa selain mengernyit mendengarnya bahkan ia tidak berani lagi mendekati sang shinigami lagendaris tersebut.

Sudah beberapa hari lewat setelah kejadian tersebut dan Undertaker kembali ke dunia Shinigami tempat ia tinggal. Rumor tentang seorang iblis yang tidak memiliki nama sudah berakhir dengan Undertaker yang melapor telah berhasil membunuhnya. Tentu saja keadaan menjadi sangat membosankan. Untuk sesaat, ia kembali teringat akan dia. Seorang iblis yang tidak memiliki nama. Iblis kecil yang membuatnya repot dan memberinya bekas luka di wajah dan lehernya serta di jari kelingkingnya. Dan ia terseyum saat mengingat hal tersebut.

"Undertaker-sama, saya ingin mengucapkan selamat atas perkerjaan anda. Saya yakin iblis yang tidak memiliki nama tersebut sangat menyusahkan anda," kata seorang shinigami kepada Undertaker.

"Siapa bilang ia tidak memiliki nama? Ia sudah memilikinya sejak lama," respon Undertaker.

Sementar itu di dunia manusia, Seorang gadis muda berambut perak dan bermata ruby berjalan di jalanan sekitar kota yang sangat padat pada pagi hari itu. Ia memakai sebuah gaun selutut berwarna merah dan sebuah payung merah penuh dengan renda putih.

Saat berjalan, matanya menangkap sosok seorang anak yang sedang berjualan koran. Rambutnya berwarna coklat dan mata yang menyiratkan penuh dengan kehidupan. Pakaiannya cukup lusuh dengan kemeja yang menguning dan celana pendek coklatnya yang nampak tua dan kebesaran. Ia mengingatkannya pada Nicholas.

"Hey, aku ingin beli koran!" katanya kepada anak itu. Anak itu segera menghampirinya dengan wajah berseri senang. "Siapa namamu?" tanyanya.

"Nicholas!" jawab anak tersebut antusias dan terseyum lebar membuat gadis belia itu terseyum kecil dan hangat.

"Nama yang bagus," pujinya.

"Tentu saja! Ayahku yang memberiku nama ini!" jawab Nicholas bangga membuat sang gadis tertawa kecil.

"Wah aku juga sama. Namaku diberikan oleh ayahku," kata gadis tersebut.

"Benar'kah? Nama anda siapa?" tanya Nicholas.

"Rena," jawab Rena terseyum lebar.

The End


Akhirnya selesai juga! Bahkan sudah telat hampir setahun lebih gak update!

Terima Kasih bagi para readers yang sudah memberikan reviewnya dan mengikuti sampai akhir!

Saya mohon maaf bila endingnya terasa terburu-buru, itu karena bila semakin panjang lagi, ceritanya malah jadi bertele-tele. Oh ya, penjelasan singkat, Undertaker bohong kalau dia membunuh Rena AKA Iblis Tak Bernama - apalagi ada bekas percikan darah iblis di badannya. Oh another short message kalau ada typo tolong kasih tahu ya ;)

Sekali lagi terima kasih banyak!