PRINCESS'S STORY

.

AQUARYOUNG21

.

FAMILY, ROMANCE, FRIENDSHIP, HURT/COMFORT

.

CAST

SM FAMILY, GS for UKE

.

.

.

PRINCESS'S STORY CHAPTER 13

.

.

"Joonmyeon? Kau sudah bangun"

"sudah satu jam yang lalu, Jongin bagaimana oppa?"

"dia baik –baik saja, percayalah, tuhan sangat baik padanya"

"aku ingin menemuinya, aku merindukannya"

"nanti kita akan bertemu dengannya, makan dulu ya?"

"benarkah? Kau berjanji padaku?"

"ya, aku berjanji"

.

.

Hari kelabu yang sama ketika pagi menjemput, Joonmyeon akan terbangun dengan mata yang sembab, bahkan matanya masih sangat basah dan belum mengering. Joonmyeon mungkin tertidur, tapi matanya dan hatinya tak berhenti menangis. Setiap kali malam datang dan dia hendak tidur, Joonmyeon selalu berharap ketika dia bangun semua yang sudah dilaluinya hanyalah mimpi buruk. Paginya ketika dia pergi ke sekolah, dia akan melihat Jongin lagi. Walau tidak saling menyapa, Joonmyeon akan sangat senang bisa melihatnya.

That's right, I will wait a little longer, I won't forget till then

When I miss you, I will close my eyes, it's enough for me to meet you in my memories

I know that we have already parted, but I will pretend to be unaware

Because if I believe that we're broken up, that's when we'll truly have parted [mornig tears – IU]

Karena pengharapan itu, Joonmyeon tak sadar sudah menyakiti dirinya. Tidak makan, tidak ke sekolah, hanya duduk di bingkai jendela kamarnya yang membuat eomma juga oppanya berdecak miris. Dalam seminggu, entah sudah berapa kali dokter keluarga Choi sudah bolak balik ke rumah. Joonmyeon sering pingsan jika bisa dikatakan seperti itu. Wajahnya yang pucat semakin pucat, terlebih keringat dingin yang kadang membanjiri tubuhnya. Joonmyeon terlihat seperti raga tanpa jiwa. Tak ada kebahagiaan yang terlihat pada dirinya. Hanya ada rasa sakit, kelelahan, dan kesedihan menaungi dirinya. Joonmyeon kehilangan, Joonmyeon sakit. Joonmyeon tahu hal ini akan terjadi. Ketika dia terlalu sakit karena merindukan Jongin dan tak bisa menemui Namja itu untuk menuntaskan rasa rindunya.

.

.

Seminggu tanpa Jongin, juga Joonmyeon. Baekhyun tak bisa membayangkan betapa hancurnya sahabatnya itu. Dan seminggu tanpa Joonmyeon sudah banyak isu merebak di sekolah. Mulai dari hubungan spesial Jongin dan Joonmyeon yang sempat abu abu sampai kematian Jongin dan menghilangnya Joonmyeon. Ada yang simpati, ada juga yang membicarakan yang tidak tidak. Baekhyun geram mendengarnya tapi dia juga tak bisa berbuat apa apa.

Seperti hari ini Baekhyun pergi ke kantin sendiri. Di meja sebelahnya ada 2 orang yeoja tengah mengobrol. Dan Baekhyun bisa mendengar Nama Joonmyeon disebut berkali kali. Baekhyun menajamkan pendengarannya.

"Aku masih tidak percaya kalau Jongin sudah pergi, dan aku juga tidak percaya kalau Jongin dan Joonmyeon pernah berkencan, astaga" ucap si rambut panjang berwarna coklat.

"Ya dan sekarang Joonmyeon tidak masuk masuk, aku pikir dia pasti sedih sekali"

"Ah aku dengar Joonmyeon sakit sakit an, dan ku dengar wajahnya seperti kehilangan cahaya, dia diam sepanjang hari seperti orang depresi"

"Astaga! Kau serius? Yatuhan, aku harap dia cepat kembali"

"Ah, aku tidak berpikir demikian, kau tahu biasanya jika 2 orang saling mencintai dan salah satunya meninggal ada kemungkinan dalam waktu dekat yang satunya lagi akan menyusulnya"

Baekhyun mulai panas mendengarnya.

"Maksudmu? Joonmyeon bisa saja meninggal?" Gadis itu mengangguk.

"Atau paling tidak, Joonmyeon mungkin akan di kirim ke rumah sakit jiwa, dia sangat tertekan dia pasti depresi berat, mungkin sebentar lagi dia gila ah mengerikan, bagaimana bisa seorang putri seperti Joonmyeon menjalani hidup yang menyedihkan seperti ini"

Baekhyun bangkit dari kursinya dan menghampiri 2 gadis itu. Mengambil minuman mereka dan menyiram 2 yeoja itu dengan jus itu.

"Apa yang sudah kau lakukan?" Pekik si yeoja berambut cokelat.

PLAK!

Kini Baekhyun meNampar yeoja itu.

"Katakan sekali lagi tentang Joonmyeon!" Bentak Baekhyun. Kedua gadis itu menyadari apa penyebab kemarahan Baekhyun. Bodohnya mereka tak sadar kalau Baekhyun berada di dekat mereka.

"Ayo katakan! Ku bilang katakan!" Bentak Baekhyun lebih keras. Kedua yeoja itu hanya diam saja. Baekhyun mendecih muak.

"Kalau kau tak tahu apa apa jangan asal berucap, apalagi itu tentang Joonmyeon kau tak tahu apa apa!"

"Aku tahu, semua orang disini tahu!" Koar di rambut cokelat sementara temannya hanya diam menunduk. Baekhyun seperti kesetanan dan meNampar yeoja itu lagi. Ketika ia ingin meNampar yeoja itu untuk ketiga kalinya sebuah tangan menahannya.

"Jangan begini Baekhyun" itu Kris. Kris menahan tangan Baekhyun. Sementara Baekhyun mencoba melawan. Wajahnya memerah dengan nafas yang masih memburu.

"Akan ku bunuh kau berani mengatakan yang tidak tidak! Aku bersumpah akan menyusahkan hidupmu kalau kau mengatakan hal yang macam macam lagi" pekik Baekhyun lalu pergi. Yeoja itu, hara, goo hara terdiam. Seisi kantin tahu, Baekhyun benar benar marah. Dan Baekhyun bukan tipikal gadis yang main main dengan ucapannya.

Kris menatap 2 gadis itu tajam.

"Jangan macam macam lagi, Baek bukan tipikal orang yang main main dengan ucapannya. Ku peringatkan kau jika masih ingin hidup tenang" ucap Kris pelan lalu pergi juga. Sementara hara sudah menangis karena ketakutan.

.

.

Di sore sehabis pulang sekolah Baekhyun mengunjungi Joonmyeon. Nam mengantarkannya ke kamar Joonmyeon, kamar Joonmyeon gelap dan berantakan. Baekhyun perlahan masuk sementara Nam pergi kembali ke dapur. Baekhyun melangkah pelan tak ingin mengagetkan Joonmyeon. Dia melihat Joonmyeon, duduk di bingkai kamarnya.

"Choi!" Seru Baekhyun. Joonmyeon tak merespon. Baekhyun semakin mendekatkan dirinya. Menyentuh bahu gadis itu pelan. Dan Baekhyun bisa merasakan kalau tubuh Joonmyeon panas.

"Baek?" Ucap Joonmyeon pelan.

"Aku datang~ kemana saja seminggu ini? Apa rumah terlalu nyaman sampai kau enggan ke sekolah untuk menemuiku?" Tanya Baekhyun berusaha menggoda Joonmyeon. Gadis itu hanya menggeleng pelan.

"Setiap kali aku bangun, aku merasa pusing, tubuhku juga gemetar tapi tangan dan kakiku terasa sangat dingin. Aku tidak mengerti dengan tubuhku" ucap Joonmyeon pelan.

"Kau itu sedang kekurangan sinar matahari, besok ke sekolah ya? Oh atau besok akan ku jemput kau, sebentar lagi ujian kan? Katanya mau membuktikan ke ayahmu kalau kau bisa jadi lulusan terbaik"

"Itu tidak pernting lagi, Jongin tak ada, Jongin alasanku berjuang, jadi.."

"Choi.. Jangan seperti ini, kau membuatku sedih. Kau tahu, Jongin rela pergi untuk menyelamatkanmu, dia ingin kau melanjutkan perjuanganmu.. Jangan buat dia menyesal telah melakukan semua ini untukmu" ucap Baekhyun seraya menggenggam tangan Joonmyeon. Meyakinkan kalau semuanya baik baik saja.

"Kau tampak buruk, Jongin pasti sedih melihatmu sekarang" ucap Baekhyun merapikan rambut Joonmyeon yang berantakan.

"Oh mungkin kau butuh istirahat, besok masuk sekolah ya? Aku jemput jangan sampai lupa, istirahat yang cukup yaa~" ucap Baekhyun memeluk Joonmyeon sebelum akhirnya dia pergi. Baekhyun merasa tidak baik dengan keadaan Joonmyeon.

"Aku tak tahu kalau akan separah ini" ucap Baekhyun pelan.

.

.

Krystal dan minho kini berada di ballroom yang nantinya akan dibuat seperti sebuah altar. Mereka akan menikah di sini. Seperti yang kedua orang tua mereka inginkan.

"Pasti akan menjadi indah," gumam Krystal. Minho tersenyum mengiyakan. Krystal kini menatap minho. "Apa kau yakin mau melakukan hal ini?" Tanya Krystal. Minho merengut bingung.

"Maksudmu apa?" Tanya minho. Krystal tersenyum kecil.

"Apa kau serius tidak menyesal menikah denganku?" Tanya Krystal pelan. Minho menatap manik mata gadis itu dan melihat pengharapan yang cukup besar. Minho tidak tega mematahkannya.

"Beri aku waktu, mungkin awalnya berat tapi aku akan mencoba" ucap minho mengacak pelan rambut Krystal. Namun jauh di dalam hati minho, dia masih mencari keberadaan taemin. Dia berharap taemin mau datang dan mungkin hadir ke pernikahannya.

.

.

Pagi –pagi sekali Baekhyun sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumah kediaman Choi. Gadis itu menyapa semua maid dan langsung menuju kamar Joonmyeon. Seperti dugaannya Joonmyeon masih tertidur. Dia membuka semua tirai dan Joonmyeon tampak mengerjap beberapa kali.

"Choi! Ireona~~" seru Baekhyun.

"eum.. ByunBaek?" ucap Joonmyeon pelan.

Baekhyun menatap lamat wajah Joonmyeon yang semakin tirus dengan mata yang membengkak. Mungkin Joonmyeon menangis lagi kali ini.

"aku bilang kan, aku menjemputmu hari ini, kau harus ke sekolah bersamaku, aku tak mau tahu"ucap Baekhyun menyodorkan handuk pada Joonmyeon. Gadis itu masih diam.

"ByunBaek, aku belum siap"

"kau pikir, dunia akan terus menunggumu sampai kau siap? Bagaimana mungkin kau akan siap jika kau tak menyiapkan dirimu? Sekarang mandi!" ucap Baekhyun tegas seperti seorang eomma memarahi anaknya. Dan Joonmyeon menurut saja. Tak sampai 15 menit Joonmyeon keluar sementara Baekhyun sedang memilihkan baju Joonmyeon.

"kau sedang apa?"

"memilihkan baju untukmu, aku baca ramalan hari ini, cuaca akan dingin sekali, ohya, sweeter ini bagus, pakai yang ini ya?" ucap Baekhyun menunjukkan sebuah sweeter berwarna pastel.

"aniyo, aku tidak mau pakai yang itu" ucap Joonmyeon pelan.

"kenapa?"

"Jongin membelikannya natal kemarin, aku akan merasakan kehilangan kalau aku memakainya, aku.."

"cukup jangan lanjutkan, ini yang cokelat saja"

Baekhyun menyisir rambut Joonmyeon yang sudah kusut, mungkin seminggu lamanya saat dia menghilang Joonmyeon juga lupa untuk menyisiri rambutnya. Kini peNampilan Joonmyeon sudah Nampak seperti dulu. Cantik walaupun sedikit tirus.

"ayo kita sarapan lalu berangkat"

.

.

Saat Joonmyeon dan Baekhyun meNampakkan kehadirannya di sekolah, semua orang langsung memperhatikan mereka. Dari atas sampai bawah. Baekhyun melemparkan tatapan mengawasi semua yang menatap mereka. Ia juga merangkul Joonmyeon, mencoba menjaga Joonmyeon supaya tak dilukai siapa pun.

"jangan pedulikan tatapan mereka" ucap Baekhyun pelan. Joonmyeon mengangguk pelan. Hingga di ujung koridor mereka melihat sosok Kris berdiri. Baekhyun memaksa Joonmyeon mempercepat langkahnya.

"itu Kris, dia merindukanmu" bisik Baekhyun lagi.

"hai yeppeo~" sapa Kris. Joonmyeon hanya menatap Kris tak mengucapkan sesuatu. Seperti nya nyawa Joonmyeon belum kembali sepenuhnya. "gwaenchanayo?" Tanya Kris. Joonmyeon menunduk, menggeleng lemah. Kris mengangkat dagu Joonmyeon.

"tenang, kami semua di sini, mungkin sekarang semuanya kacau, tapi aku bisa pastikan semuanya akan baik baik saja nanti"

Joonmyeon menatap Kris lagi. Rasanya, melihat Kris yang seperti ini Joonmyeon ingin menangis lagi.

"uisa –nim, bagaimana keadaan Jongin?" dokter itu menghela nafas lemah.

"kami lakukan yang terbaik, pendarahan yang dialaminya terlalu parah.. dia, kami minta maaf.. anda harus merelakannya"

DEG

Joonmyeon ambruk seketika.

"andwae.. ANDWAE! Uisa –nim, selamatkan Jongin dia .. dia pasti belum pergi jauh, aku akan bayar! Berapapun itu asal selamatkan Jongin sekarang, jebal! Uisa nim"

"ani, nona, dia memang sudah pergi.. kami sudah lakukan yang terbaik"

"ANDWAE! JONGIN"

Joonmyeon lepas kendali dan memaksa masuk ke dalan ruangan Jongin. Dia berdiri memBaeku melihat Jongin memejamkan matanya. Bahkan darahnya belum juga kering. Joonmyeon menangis, dengan tubuh gemetar dia menghampiri Jongin.

"dokter itu bohongkan? Kau pasti sedang tertidur sekarang kan? Mereka membuat lelucon, mereka bilang kau pergi, mereka pasti sudah gila, ya kan Jongin? Aku benar kan? Joonmyeon bermonolog ria di depan tubuh kaku Jongin. Air matanya tak berhenti mengalir. Dia memeluk tubuh Jongin, tak ada kehangatan di sana. Saat itu Joonmyeon tahu Jongin memang sudah benar benar pergi.

"aku.. banyak yang belum ku katakan padamu. Aku mencintaimu, aku menyesal melakukan semua yang sudah ku lakukan padamu, aku menyakitimu.. ku pasti menjalani hari hari yang sulit karena aku, aku minta maaf, tapi kau harus tau aku mencintaimu.. sangat. Aku merindukan mu seperti orang gila, aku terlalu merindukanmu dan mungkin aku sudah gila karenanya, aku harap, aku bisa bersamamu selamanya"

"andwae Kris.. semua tak akan jadi lebih baik dari ini, semua akan sama.. semua akan selalu buruk"

"Joonmyeon.."

"Choi, ppalli, kita ke kelas"

Joonmyeon kembali mengikuti Baekhyun ke kelas mereka. Sementara Kris menatap punggung Joonmyeon sendu.

"ku pikir, kau mengetahuinya tapi ternyata tidak, kau bahkan belum pernah melihatnya aku salah mengharapkanmu untuk mengerti perasaanku" ucap Kris lemah.

.

.

Sore itu sehabis pulang sekolah, Kyungsoo datang ke sebuah makam dimana Namja yang pernah menjadi sahabatnya bahkan cinta pertamanya istirahat dengan tenang. Mengganti bunganya dan berdoa sebentar. Yeoja itu tersenyum getir.

"Bagaimana keadaanmu? Baik baik saja? Jongin, Joonmyeon benar benar kehilanganmu.. Sekarang aku mengerti, cinta kalian sangat dalam, bisakah kau mengatakan pada Joonmyeon untuk kembali seperti semula? Semua orang di sekolah membicarakannya, mencibirnya, aku kasihan melihatnya" ucap Kyungsoo pelan. Yeoja itu mengusap nisan Jongin.

Sekolah sudah sepi dan sial bagi Kyungsoo catatannya tertinggal di kelas. Dia bergegas kembali ke kelasnya. Dia berjalan terburu dan menyadari kalau jendela kelasnya terbuka menerbangkan tirai –tirainya. Kyungsoo bergegas ke kelasnya dan benar pintunya terbuka.

"ada orang di dalam?"ucap Kyungsoo. Dia masuk perlahan. Dan benar ada seseorang di sana. Seorang gadis yang sebagian tubuhnya tertutup tirai.

"nuguya?"

Dan ketika angin berhembus menyingkap tirai yang menutupi tubuh yeoja itu. dan saat itu Kyungsoo dapat melihat sorot mata putus asanya. Dia terlihat sakit dan lelah juga menyedihkan.

"joo.. Joonmyeon? Kau sedang apa?"

Joonmyeon tak menjawab malah diam dan menangis. Air mata itu mengalir perlahan menuruni piipi Joonmyeon yang semakin tirus dan pucat.

"kau menyedihkan.."

"maaf.. aku membuat semuanya kacau, maaf aku membuat orang yang kau cintai meninggal... maaf"

"berhenti berkata seperti itu, aku tahu kau lebih terluka ketimbang aku"

Joonmyeon diam dan tangisannya semakin menyesakkan.

"aku kesini hanya ingin mengambil catatanku, pulanglah"

Joonmyeon diam tak bergeming.

"aku membencimu, diam disini, aku akan telpon Kris untuk menjemputmu"

"Aku mencintaimu, sampai kapanpun itu. Kau tetap orang pertama yang paling aku sukai, andai aku mengatakannya lebih awal, apa kisah kita bisa berubah?" Kyungsoo mengusap air matanya. Tersenyum sebentar lalu pergi. Semilir angin berhembus dan Kyungsoo tahu Jongin bersamanya.

.

.

Kyuhyun, si nyonya besar Choi , kini tengah duduk di mini bar di dalam rumahnya. Entah berpa gelas wine yang dia minum sampai dia mabuk berat seperti sekarang.

"nyonya, perlukah saya antarkan anda ke kamar?"

"aniyo, nanti Won melihatku, dia akan sangat marah dan memaki ku karena aku selalu mabuk.."

Kyuhyun menumpukan kepalanya di meja bar.

"hidupku ini, menyedihkan.. aku tak bisa melakukan apapun untuk melindungi anak anak ku. Mereka tersiksa hidup di bawah kekuasaan Won. Aku merasa bersalah pada mereka" racau Kyuhyun sementara si maid penjaga bar memandang ironis majikannya itu.

"atau.. mungkin lebih baik aku mati saja, untuk menebus dosaku pada anak anakku, ya mungkin itu lebih baik"

"nyoya maaf sebelumnya tapi hal itu menurut saya kurang pantas, tuan minho juga nona Joonmyeon pasti membutuhkan anda, setidaknya meskipun anda tapi bisa melawan tuan Siwon, anda bisa menjadi penyemangat anak anak anda, anda sebagai ibu mereka bisa menegarkan hati anak anak ada lewat senyuman juga pelukan anda, karena setahuku, pelukan hangan seorang ibu itu obat terbaik untuk meredakan stress, membuat perasaan jauh lebih baik"Kyuhyun tersenyum maidnya benar.

"kau benar.. tapi apakah aku bisa menjadi ibu yang seperti itu?"

"anda belum terlambat untuk mencoba"

Kyuhyun menatap kosong gelasnya dan tiba tiba saja memori masa lalu yang indah itu terputar. Indah saat Choi Siwon pria yang dinikahinya itu masih sosok hangat yang dulu. Bukan seorang ambisius seperti sekarang. Kyuhyun merindukan Siwonnya, bukan Choi Siwon CEO Hyundai yang terkenal kaya raya seperti sekarang.

.

.

Aku tersenyum melihat diriku di cermin dengan gaun pengantin yang indah. Jika hari ini berlalu aku sudah resmi menjadi pendamping hidupmu. Menjadi istri dari seorang Namja ulet sepertimu, giat Baekerja keras.

"Kyu, setelah hari ini. Aku berjanji, suatu hari nanti aku akan memberikanmu dan anak anak kita nanti sebuah istana yang besar, kita akan bahagia di sana"

"Ani, tinggal di rumah sederhana dan bahagia bersamamu dan anak anak nanti sudah lebih cukup" ucapku. Dia mengecup pipiku pelan.

"Ini janji hadiah dariku, karena selama ini kau selalu setia mendampingiku"

Tahun berlalu dan sekarang kami memiliki Choi Minho buah hati kami. Sore itu Siwon datang dengan wajah berbinar.

"babyKyu, kau tahu, akhirnya appa menjatuhkan posisi CEO kepadaku, aku akan menjadi CEO Hyundai seperti yang ku impikan, tak lama lagi aku akan bisa membelikanmu sebuah istana untuk kita, aku kau dan minho" ucapnya bersemangat. Namun entah kenapa ada perasaan mengganjal dalan diriku. Aku gelisah atau bisa dibilang aku sedikit takut dengan berita yang Siwon bawa. Aku merasa ada hal yang membayangi di balik berita itu. seperti sesuatu yang buruk akan terjadi.

"chukkaeyo~ aku senang mendengarnya, minho juga pasti senang"

Satu tahun setelah pengangkatan Siwon dan kami pindah ke sebuah mansion seperti yang Siwon janjikan dulu. Aku merasa Siwon sedikit berubah, dia pulang larut malam bahkan kadang tidak pulang. Dia mudah marah, mungkin karena lelah karena pekerjaannya dan aku cukup memaklumi hal itu. tapi yang membuat ku kecewa…

"bagaimana hasilnya?"

"kau tahu Won, aku bahagia sekali.. uisa bilang, anak yang ku kandung seorang perempuan"

DEG

Siwon menatapku.. pandangan tak suka.

"kau senang memliki anak perempuan? Aku tidak." Katanya cepat tanpa basa basi.

"Won? Kau bercanda kan? Kenapa? Bukankah, ini bagus, kita memiliki seorang anak perempuan"

"anak perempuan tak menguntungkan, dia tak bisa dipakai untuk merebut sebuah perusahaan"

"apa maksudmu?!" pekikku geram. Bagaimana mungkin dia berpikir seperti itu. aku menangis saat itu juga, dia tak melakukan apa apa dan malah pergi ke ruang kerjanya. Sejak hari itu aku sadar selama ini apa yang ku rasakan tentang perubahannya itu benar. Dia berubah, aku bahkan tak bisa mengenalinya lagi.

7 tahun, setelah hari dimana aku menyadari kalau Siwon ku berubah. Dan saat itu aku sudah memiliki seorang gadis kecil. Siwon bahkan tak datang saat aku melahirkannya, sejak awal Siwon sudah mencampakkan gadis kecil kami. Siwon tak tahu, ia memiliki putri yang cantik dan lembut. Wajahnya sangat damai bak seorang malaikat dan keindahan yang terlahir bersama putriku ini sedikit mengobati luka yang Siwon torehkan. Ku beri dia Nama Choi Joonmyeon. Kenapa Joonmyeon? Karena aku ingin nantinya gadis kecilku ini tumbuh menjadi gadis berhati lembut seperti kapas. Aku juga berdoa semoga dia tak menyadari perbedaan yang diterimanya dari Siwon.

*myeon dalam bahasa korea artinya kapas.

"eomma.., aku disuruh membuat cerita kenangan bersama appa, apa yang harus ku tulis? Appa bahkan tak pernah menemuiku, aku hanya bertemu dengannya saat dia menghukumku" ucap Joonmyeon kecil rasanya aku ingin membunuh diriku sendiri mendengar penuturan polos darinya.

"kau berbohong saja.."

"bahkan aku harus berbohong tentang appaku?"

"atau, tulis kenanganmu bersama eomma, anggap saja eomma ini appamu"

"aku rasa.. aku iri dengan minho oppa, apa aku salah?"

Aku menatap nanar putri kecilku yang malang. Nak, eomma janji, appa mu akan menebus semuanya. Semua dosa yang sudah dia lakukan terhadapmu. Eomma janji.

TBC

Gimana gimana? Haha, itu yang miring terakhir dari sudut pandang Kyuhyun yaaww ;)

Lalalala~ aku merasa semakin absurd.. hehe aku mau nyelesaiin ini cepet cepwt tapi ide lagi mandek banget-_-v

Vioolyt annyeong~ aku juga ga ngerti ini kenapa mellow terus XD makasih yaa udah baca + ripiuu^^ *dadah cantik bareng suho*

indah suho akan cinta sama kris ketika Negara api mulai angkat senjata dan Negara bumi menyerang Negara air yang lagi bikin tornado sama Negara angin/? wkwkk XD makasih yaa udah baca + ripuu^^

sendal jepit ayo coba diinget ampe chapt berapa~ wkwkwk soo gak egois soo cumin khilaf maapkan soo yang teman teman/? Makasih yaa udah baca + ripiuu^^

jimae407203 iyakah lagunya tepat? Wuhuuuu itu aku lagi suka semua lagunya XD kalo suho yang celaka jangan ah entar gamulus lagi/? Wkwk makasih yaa udah baca + ripiuu^^

KrisHo WonKyu jongin tabrakan gitu ceritanya cuman failed gitu aku nge-narasiinnya XD makasih yaa udah baca + ripiuu^^

littleXbetweenEO bagaimana caranya membuatmu mengerti? Wkwk makasih yaa ini aku lanjut koo~ makasih udah baca + ripiuu^^

joonmily yah akhirnya kkamjong begitu adanya~ tau tuh si kris emang minta dikasianin + dinistain/? Makasih yaa emang niatnya mau jadi penulis kalo gagal jadi dokter/? Wkwk makasih yaa udah baca ++ ripiuu^^

DragonAqua beb itu muka bantet begimana ceritanya? Wkkw mianhae~~ iya sebenernya aku juga ngeri dilemparin baskom sama si kyungsoo XD makasih yaa udah baca + ripiuu^^

Mr. Jongin albino selamat~~ keinginanmu tercapai huahahahha *ketawa evil bareng bang naga* aku ga ngerti lagi, makasih yaa udah baca + ripiuu^^

Emmasuho iya kamu bener tambah ribet dan aku gatau harus gimana ngelanjutinnya sekarang -_- makasih yaa udah baca + ripuu^^

aif lah beb kenapa jadi merindu? Ohya ucoo siapa beb? Wkkw XD makasih yaa udah baca + ripiuu^^

see you next chap reader-deul~~ *menghilang bareng kkamjong*