WAITING

Disclaimer : Belong to SM, God, and theirselves :D

Author : Lee Rae Ra / Iqlima

Genre : Drama, Family

Rate : T

Length : Sequel

Summary : Seorang wanita bernama Kim Heechul yang menjadi guru baru di sebuah SMA khusus lelaki, hingga disana dia merasa penantiannya tentang masa lalunya akan segera berakhir. RnR? Genderswitch

WAITING

Kyuhyun bersenandung riang. Kakinya melangkah memasuki hotel tempat Ayahnya akan melangsungkan rapat dengan H2K. Semua karyawan Kimo Group yang ada di lobi yang melihatnya segera menundukkan badan mereka. Kyuhyun duduk di lobi, menunggu Heechul datang.

"Minum, Tuan?" tawar seorang karyawan.

"Teh hijau saja." Kata Kyuhyun.

"Ditunggu, Tuan." Kata karyawan tersebut sambil undur diri.

Kyuhyun meraih koran hari ini dan membacanya. Sebenarnya, Kyuhyun tidak suka membaca koran karena tulisannya kecil-kecil, tapi karena dia sedang bosan bermain handphone maka dari itu dia memutuskan untuk membaca koran saja. Heran, hotel bintang lima kok tidak punya majalah.

Kyuhyun terkejut begitu melihat headline koran hari itu. Dikiranya, headline koran akan berisi tentang rencana kerja sama antara Kimo Group dan H2K, tapi ternyata bukan.

PARK TAEYEON, CALON PEWARIS PARK CORP

Rabu, 10 Oktober 2012, Direktur Utama Park Corp, Park Taehan mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Selama ini dia yang begitu getol memaksa anak bungsu sekaligus anak laki-laki satu-satunya Park Kibum untuk menjadi pewaris Park Corp, kini merubah pemikirannya. Akhirnya Park Taehan memutuskan untuk mewariskan Park Corp pada anak sulungnya, Park Taeyeon.

"Seseorang mengatakan padaku, Kibum sangat ingin menjadi aktor. Dia berkata, Kibum hebat sekali dalam berakting. Dan aku baru menyadari, ternyata memang benar putraku adalah seorang aktor yang hebat, dan dia sama sekali tidak tertarik pada bisnis. Aku menutup mata pada kedua putriku Park Taeyeon dan Park Hyoyeon, yang keduanya sangat hebat dalam berbisnis. Orang itu terus berbicara padaku, dengan bahasa yang luar biasa kuatnya sampai akhirnya aku memutuskan bahwa salah satu dari kedua putriku yang akan mewarisi Park Corp." Kata Park Taehan.

Dari kedua putri Park Taehan, anak keduanya Park Hyoyeon sama sekali tidak tertarik dengan Park Corp, dia lebih suka menjalankan sekolah musik dan tarinya yang sangat sukses di Korea dan sudah mempunyai ratusan ribu murid.

"Aku tidak mau mengurusi Park Corp. Aku sudah mendedikasian hidupku pada sekolah musik dan tariku. Dan selamanya akan tetap begitu." Kata Park Hyoyeon.

Sedangkan anak pertamanya, Park Taeyeon, dengan percaya diri mengajukan dirinya sendiri sebagai pewaris Park Corp. Park Taeyeon telah membuktikan diri dengan mendirikan tujuh buah hotel berkelas internasional di Korea, yang semuanya sukses besar. Tak lupa dengan usaha KTV nya yang sudah mencapai ratusan cabang. Park Taeyeon benar-benar calon pewaris yang ideal.

"Aku percaya dan aku yakin aku bisa mengelola Park Corp. Aku akan membangun Park Corp sampai aku ada di puncak kesuksesan. Aku akan membanggakan Umma dan Appa. Aku akan membanggakan kedua adikku. Aku akan membanggakan semua orang. Aku berjanji." Kata Park Taeyeon.

"Aku senang, aku sangat senang karena akhirnya Taeyeon noona yang akan mewarisi Park Corp, sehingga aku bisa menjadi aktor. Menjadi aktor adalah impianku sejak dulu. Aku berjanji, aku akan menjadi aktor yang hebat sehingga aku bisa membanggakan Umma, Appa, Taeyeon noona, dan Hyoyeon noona." Begitulah tanggapan Park Kibum ketika ditanya mengenai hal ini. "Aku sangat berterimakasih pada orang yang berhasil menyakinkan Appa ku. Aku berhutang banyak padanya." Lanjutnya.

Kyuhyun menghentikan membaca. Senyuman lebar muncul di wajahnya. Dengan cepat dia meraih handphone dan menghubungi Kibum.

"Halo Kyu.."

"Yo! Bummie! Kabar bagus! Akhirnya Taeyeon noona yang mendapatkan posisimu! Kau pasti sangat senang! Kenapa kau tidak mengabariku heh?! Kau anggap aku ini sahabatmu apa bukan?!" todong Kyuhyun langsung.

Dari seberang, Kibum tertawa. "Maaf Kyu. Aku sudah mengabari Ryeowook. Kemarin. Aku juga mau mengabarimu kemarin, tapi kemarin aku sudah sangat lelah sehingga aku tidak sempat mengabarimu."

"Yaaa! Lalu siapa orang yang sudah membujuk Appa mu? Aku heran seberapa hebat sih dia sampai bisa meluluhkan hati Ayahmu yang seperti batu itu." tanya Kyuhyun penasaran.

"Itu.. Siwon.."

"APA?!" seru Kyuhyun keras, membuat semua orang yang ada di sekitarnya menatap ke arahnya.

"Yaa! Jangan teriak-teriak! Sakit telingaku!" gerutu Kibum.

"Siwon? Jung Siwon? Anak Kepala Sekolah kita? Siwon yang kau bilang dia juga menonton konser Yesung hyung?! Siwon yang naksir kau? Siwon yang jadi Romeo di dramamu?!" tanya Kyuhyun.

"Ya, benar dia. Memang ada berapa lagi Siwon yang kita kenal? Aku sangat kaget ketika semalam Appa bilang kepadaku. Aku belum mengucapkan terima kasih pada Siwon, aku akan ke rumahnya setelah ini. Sudah dulu ya Kyu. Byeee.."

Kibum memutuskan telepon. Tepat ketika dia memasukkan handphone ke dalam sakunya, Heechul masuk ke dalam lobi. Kyuhyun cepat-cepat menutupi wajahnya dengan koran yang dipegangnya. Ketika Heechul masuk ke dalam lift, Kyuhyun ikut masuk ke dalam lift yang satunya.

: Waiting :

Kibum menutup sambungan teleponnya dengan Kyuhyun. Dia beranjak dari kursinya, bersiap untuk menuju rumah Siwon. Tapi belum sempat dia berdiri dengan sempurna, Siwon sudah ada di hadapannya. Kibum sampai jatuh terduduk saking kagetnya.

"Yaaa! Kuda! Apa yang kau lakukan disini?!" seru Kibum, mengelus-elus pantatnya yang terasa sakit.

Siwon tersenyum manis. Dia mengulurkan tangan kanannya, membantu Kibum untuk berdiri. Kibum menerima uluran tangan Siwon dan kemudian dia pun berdiri.

"Baru saja aku mau ke rumahmu, kenapa kau malah datang duluan kesini?" gerutu Kibum sebal sambil mengerucutkan bibirnya.

"Kutebak, kau pasti ingin berterimakasih padaku soal yang semalam. Kau berhutang banyak padaku." Kata Siwon.

"KYAAAAA!" Kibum menjerit lalu memeluk Siwon erat.

Siwon terkejut karena tak menyangka akan dipeluk oleh Kibum, apalagi seerat itu. Dia hanya diam mematung, tak memeluk Kibum.

"KYAAAA! TERIMAKASIH TERIMAKASIH TERIMAKASIH JUNG SIWOOOON!" jerit Kibum lagi, masih tetap memeluk Siwon erat.

"Hei, santai! Santai!"

Kibum melepaskan pelukannya. Dia menatap Siwon dengan pandangan mata berbinar, membuat Siwon jadi salah tingkah karena Kibum menatapnya dengan tatapan seperti itu.

"Siwon, aku benar-benar berterima kasih padamu. Entah jurus apa yang kau gunakan pada Appa ku sehingga dia luluh. Padahal seumur hidupku Appa selalu merecokiku agar menjadi pewaris Park Corp. Apa yang bisa aku lakukan agar aku bisa membalasmu?" tanya Kibum pada Siwon.

Siwon berpura-pura memikirkan sesuatu. Padahal dia sudah tahu apa yang akan dia minta pada Kibum.

"Kau akan melakukan apa saja demi membalas rasa terima kasihmu padaku?" tanya Siwon memastikan.

Kibum mengangguk semangat. "Apa saja! Sekarang katakan, apa yang bisa kulakukan?"

Siwon mendekatkan tubuhnya ke arah Kibum. "Jika kuminta kau menjadi pacarku, apakah kau bisa menyanggupinya?" katanya sambil menyeringai.

Wajah Kibum berubah menjadi merah padam. Dia tak menyangka Siwon akan memintanya menjadi pacarnya. Jujur saja, sejak konser Yesung, Kibum mulai jatuh hati pada Siwon. Siwon yang dewasa, dirasanya bisa mengerti dirinya yang kadang masih berjiwa seperti anak kecil.

"Bagaimana?" tanya Siwon lagi.

Kibum mengangguk tanda setuju. Melihat persetujuan Kibum, Siwon tersenyum lebar.

"I love you." Kata Siwon, langsung mengecup Kibum tepat di bibir.

: Waiting :

Kyuhyun menunggu Heechul di lobi. Bukan lobi lantai dasar tentunya, tapi di lobi lantai tempat ruangan meeting berada, di lantai tiga. Kyuhyun meraih koran yang ada di meja. Tapi belum sempat Kyuhyun membuka koran yang dipegangnya, Heechul keluar dari ruang meeting dengan air mata yang memenuhi matanya.

Baru saja Kyuhyun akan bangkit dari duduknya, Hangeng keluar dari ruangan meeting. Mengejar Heechul. Kyuhyun ragu, apa dia harus menyusul orang tuanya atau diam saja?

: Waiting :

"Chullie, Chullie, kumohon berhenti!" seru Hangeng yang putus asa mengejar istrinya, karena Heechul berlari cepat sekali.

Heechul seperti tidak mendengar. Dia terus berlari, dan akhirnya dia sampai di atap. Heechul kaget, dia tidak menyangka dia akan sampai ke atap. Yang jelas, sudah tidak ada jalan keluar.

"Chullie.. Kumohon.." desah Hangeng.

Heechul memunggungi Hangeng. Air mata masih mengalir di wajah cantiknya. Sakit, sakit rasanya begitu melihat suami yang telah berpisah dengannya selama enam belas tahun, tapi melihatnya dalam pelukan wanita lain.

"Tolong mengertilah. Itu bukan seperti yang kau lihat. Tunggulah, aku akan menjelaskannya padamu." Kata Hangeng setelah mengatur nafasnya.

Heechul berbalik menghadap Hangeng. "Menunggu katamu? MENUNGGU?! I DID MY WAITING! SIXTEEN YEARS, ALONE! APAKAH ITU KURANG?!" kata Heechul, meledak dalam kemarahan dan tangis.

"Aku bisa –"

"Aku sudah menunggu, enam belas tahun aku menunggu! Aku menunggu sendirian! Aku hidup merana selama enam tahun hingga akhirnya aku sukses dengan H2K. Aku hanya menunggumu. Tapi selama enam belas tahun, kau tak pernah mencariku! Hingga akhirnya aku sendiri yang harus kembali ke Korea hanya untuk mencarimu dan anak kita! Kyuhyun anak kita!" seru Heechul.

"Jebal, dengarkan aku.." pinta Hangeng.

"Aku mendirikan H2K agar aku bisa membuktikan diri pada orang tuamu bahwa aku bisa! Bahwa aku juga bisa sederajat dengan kalian! Apa kau tahu, karena cintaku pada kalian, perusahaanku pun kunamai H2K! Singkatan dari Hangeng Heechul Kyuhyun! Tapi sepertinya semua pengorbananku sia-sia karena kau!"

"Kau tidak perlu membuktikan apa-apa..."

"Aku bertemu Kyuhyun! Awalnya dia sinis padaku, tapi kemudian dia berubah drastis! Dan aku yakin bahwa Kyuhyun sebenarnya sudah tahu bahwa aku ini adalah Umma nya! Dan aku yakin pasti Kyuhyun sudah menceritakannya padamu! Hanya kau diam saja! Malah berselingkuh dengan wanita lain di depan mataku! Sakit Hangeng, sakit. Enam belas tahun aku tidak melihat suamiku, tapi waktu aku melihatnya, dia sedang berpelukan dengan perempuan lain. Setiap orang akan sakit hati jika seperti itu, Hangeng!"

Hangeng mendekati Heechul dan langsung merengkuh Heechul dalam pelukannya. Heechul tidak memberontak, walaupun dia sangat marah, tapi tak dapat dipungkirinya dalam hatinya dia begitu merindukan pelukan suaminya.

"Aku mencarimu, tapi aku tidak tahu kau ada di Inggris. Dan bodohnya aku, aku sering melihat H2K tapi aku sama sekali tidak tahu siapa pemiliknya. Padahal, jika sekali saj aku masuk ke salah satu gerai H2K, aku akan langsung tahu kau ada dimana!" Hangeng memberi penjelasan.

"Yang kau lihat tadi, Victoria terpeleset. Kau lihat kan ada pecahan gelas dan kopi bertebaran di lantai? Aku hanya menangkapnya agar dia tidak terjatuh, hanya itu saja." Kata Hangeng menjelaskan kejadian tak sengaja tadi.

Heechul terisak dalam tangisnya. Dia mengeratkan pelukannya pada suaminya.

"Kyuhyun, Kyuhyun anak kita. Sudah besar kan dia? Mianhae, aku belum bisa mendidiknya dengan baik. Aku tidak bisa mendidiknya dengan baik tanpamu. Hidupku hanya terfokus pada Kimo Group dan mencarimu. Hingga Kyuhyun kunomorduakan. Kyuhyun tahu kau Umma nya. Aku tahu sejak hari pertama kau mengajar di SM High School. Saat aku menjemput Kyuhyun, aku melihatmu. Istri yang kurindukan selama enam belas tahun, ada tepat di depan mataku. Seterusnya, aku selalu ke sekolah hanya untuk melihatmu. Aku takut menampakkan diri di hadapanmu, karena aku takut kau sudah melupakanku, kau sudah membenciku. Dan yang paling aku takuti adalah, jika kau sudah menemukan cinta yang baru." Jelas Hangeng panjang lebar.

Heechul meledak dalam tangis. Hangeng mengeratkan pelukannya pada istrinya. Mereka berdua seakan tak mau dipisahkan. Wajar, karena mereka sudah berpisah selama enam belas tahun.

"Umma..."

Sebuah suara membuat Hangeng dan Heechul menoleh ke asal suara. Mereka melihat Kyuhyun, buah hati mereka, berdiri di pintu sambil menangis. Kyuhyun mendengar semuanya.

"Umma!" Kyuhyun berlari ke arah Heechul.

Kyuhyun memeluk Heechul erat. Heechul balas memeluk Kyuhyun. Sungguh suatu pertemuan yang mengharukan. Kyuhyun, yang selama hidupnya tidak pernah mengenal Umma nya, akhirnya kini bisa berada begitu dekat dengan Umma nya, dengan jati diri yang sudah terkuak.

"Umma, aku merindukanmu. Aku sangat rindu padamu.." Isak Kyuhyun.

Heechul mengecup kepala Kyuhyun. "Kita kan bertemu terus di sekolah. Kenapa kau bisa bilang kau merindukanku?" katanya berusaha menggembirakan suasana.

"Umma tidak tahu betapa tersiksanya aku hidup tanpa Umma. Dari kecil, aku melihat keluarga teman-temanku yang utuh. Aku hanya bisa iri pada mereka, karena aku tidak punya Umma. Aku sering menangis karena aku ingin punya Umma. Dan ketika aku mulai tumbuh besar, aku mulai menerima kenyataan bahwa Umma ku sudah meninggalkanku. Aku membenci Umma ku saat itu. Dan sungguh, aku sangat senang begitu mengetahui bahwa guru baru di sekolahku adalah Umma ku. Akhirnya aku tahu alasan Umma pergi, itu pun karena tak sengaja mendengar Appa mengingau saat tidur. Aku sangat ingin memelukmu dan menangis di pelukanmu, tapi aku tidak bisa. Aku menunggu Appa yang melakukannya." Kata Kyuhyun panjang lebar.

Air mata di wajah Heechul menjadi semakin deras. "Kyuhyun, andai kau tahu. Umma juga sangat ingin memelukmu, mengatakan padamu bahwa aku ini adalah Umma mu. Tapi kita sama-sama menunggu Appa mu, hingga Appa mu menemuiku dengan cara seperti ini, membuatku meledak dalam kemarahan dulu. Pertemuan yang sungguh sangat tidak elit.." kata Heechul sambil berusaha tertawa.

Hangeng yang tak tahan melihat anak dan istrinya berpelukan melepas rindu sambil bertangis-tangisan pun segera merengkuh mereka berdua dalam pelukannya.

"Keluargaku.. Keluargaku yang aku cintai.. Dua permata yang paling berharga di hidupku.. Tak akan kubiarkan kita berpisah lagi, tak akan... Aku janji.. Aku janji.."

.

.

To Be Continued to EPILOG :D

.

.

Huaaaa demi apa garing banget tuh pertemuan antara Hangeng – Heechul – Kyuhyun ! Padahal aku sendiri nangis loh ngetiknya hahaha padahal garing begitu :D

Semoga puas ya dengan chapter ini 3

Chapter depan adalah epilog :D

Bersiap-siaplah berpisah dengan cerita gaje ini -_-