Sthricynix In.


Brother

I don't own Naruto and One Piece. There is no financial gain made from this nor will any be sought. This is for entertainment purposes only.

Χ―

Mungkin Bagi Beberapa Dari Kalian, Fic Ini Jelek, Penuh Dengan Typo, Alur Kecepetan, Gaje, Humor Yang Terkesan Garing, Atau Yang Lainnya. Tapi Ingat, Author Sendiri Merupakan Seorang Newbie Yang Hendak Menuangkan Imajinasinya Di Situs Ini. Tolong Hargai Dengan Mengklik Tombol Review Dan Berikan Komentar Kalian! ^^

Χ―


Chapter 13 : Dunia Para Pria.


Impel Down, Lv. 1, 48 Menit yang lalu.

Guren Jigoku kini dalam kondisi yang buruk. Pohon-pohon pedangnya sudah hancur. Sebuah pertarungan telah terjadi disitu. Sebuah bentuk bulat bersih berada ditengah tempat itu yang merupakan area pertarungan maut ini. Ratusan Blugori terkapar pingsan mengelilingi dua orang yang kini saling berhadapan. Nafas yang memburu, badan penuh luka sayatan serta area yang hancur sudah cukup untuk menggambarkan seberapa brutal pertarungan ini terjadi.

Bon Clay agaknya merasa kesakitan sedikit karena sayatan dari Kenju dan Haribarisou yang ada ditempat itu. Begitu juga dengan musuhnya, Gin yang tak lain dan tak bukan adalah adik kandungnya.

Gin melawan Bon sendiri. Tak ada prajurit Impel Down lain yang membantunya. Gin memerintahkan mereka untuk tak mengganggu pertarungan mereka.

'Jangan mengganggu! Ini pertarungan ku dengannya sebagai saudara!'

Itulah perintah yang diucapkan Gin sebelum dirinya terlibat pertarungan maut ini.

Gin memandang Bon tajam. Kemudian pria itu melesat dan melayangkan tinjunya keperut Bon. Gin terus mendorong Bon kebelakang sampai tubuh Bon menghantam sebuah dinding dengan sangat keras.

BUUMMM!

Gin melompat mundur menjauhi puing-puing itu. Gin adalah seorang Noryoku-sha. Dia memakan Tobu Tobu no Mi (Fly Fly Fruit) yang memungkinkan Gin terbang tanpa ada batasan apapun.

Pemuda itu memandang tangannya yang menghitam. 'Berkat Aniki, aku dapat menggunakan Bushohoku Haki dengan baik.'

TES!

Air mata jatuh.

"HEAHHH!"

Bon melompat keluar dari puing-puing itu kemudian melesakkan kakinya kearah Gin. "Hakucho Arabesque!"

Dengan telak, tendangan itu mengenai wajah Gin dan pemuda itu berguling dengan kasar ditanah. Tak membuang waktu, Gin berusaha berdiri sambil memegangi bagian kanan wajahnya yang terkena tendangan Bon. Pandangan Gin agak mengabur. Tendangan Bon sungguh kuat, ditambah lagi dia melapisi tendangannya dengan Haki. Kalau bukan karena tubuh yang ditempah bertahun-tahun oleh legenda Marine, Zephyr, mungkin Gin sudah mati dari tadi.

Gin dan Bon berlari satu sama lain. Mereka mengepalkan tangan mereka masing-masing. Kemudian, mereka memulai pertarungan jarak dekat.

BUAKHH!

'Maaf!'

Bon memukul Gin tepat dibagian perut setelah menghindari pukulan Gin. Punggung Gin sampai melengkung menerima pukulan Bon.

"UARGGHH!"

Gin memuntahkan darah. Namun, dia tak memperdulikan itu. Gin mendorong badannya kedepan dengan kekuatan Tobu Tobunya membuat kepala Gin menghantam perut Bon dengan keras.

DUGGHH!

TES!

Bon memegangi perutnya sambil kesakitan. Gin tak membuang waktu langsung naik kemudian dengan kuat memukul wajah Bon dengan tangan kanannya.

'Aku tak ingin hal seperti ini terjadi..!'

BUGHHH!

"AHKK!"

Bon terjatuh setelah menerima pukulan Gin. Setelah itu, Gin menendang perut Bon dengan keras membuat tubuh Bon menghantam sebuah Kenju dengan keras. Gin kemudian terbang melesat menyusul Bon.

BUGHHH!

Bon berhasil mengendalikan dirinya kemudian menghajar wajah Gin dari depan. Akibat kecepatan terbang Gin, membuat efek pukulan Bon lebih terasa. Hidung adiknya patah akibat pukulan kuat itu. Bon berusaha memijak tubuh Gin yang sudah terkapar ditanah. Namun, Gin berhasil menghindarinya dengan berguling kesamping. Kemudian, Gin berputar dengan kedua tangan sebagai poros dan kaki yang berusaha menendang wajah Bon.

Bon menggunakan kedua tangannya untuk mengatasi kaki-kaki Gin. Merasa sia-sia, dengan cepat Bon menangkap kaki Gin kemudian dengan cepat Bon mengangkat tubuh Gin sebelum membantingnya dengan kuat ke tanah.

"UARGHHH!"

DRAKHH! DRAKKH!

Hantaman tubuh Gin membuat fondasi lantai Lv. 1 rubuh. Ini bukan hal yang mengherankan karena memang tak seperti bagian dinding, lantai memang didesain lebih tipis. Selain itu, cukup menakjubkan lantai itu mampu bertahan selama ini dari benturan-benturan yang terjadi sedari tadi.

Secara dramatis, lantai Lv. 1 rubuh seutuhnya. Semua yang berada di Lv. 1 terjatuh ke Lv. 2 dibawahnya. Ini berarti Impel Down kini hanya memiliki 5 Level neraka. Akibat runtuhnya Lv. 1, sebagian besar tahanan Lv. 1 meninggal dan sisanya dalam kondisi kritis. Bahkan, Bassilisk, salah satu monster agung di Lv. 2, mati karena tertimpa reruntuhan.

Gin dan Bon mendarat di dua buah batu reruntuhan yang lebih tinggi dari batu-batu lainnya. Untuk kesekian kalinya, Gin memuntahkan darah dari mulutnya. Jumlahnya juga tak sebanyak pertama kali dia memuntahkan cairan penuh Zat Besi itu. Tampaknya darahnya benar-benar terkuras kali ini.

Gin merobek bajunya. Kain itu sudah tak dapat lagi dikatakan baju. Kemudian dari kantong celananya, Gin mengambil sebuah botol cairan dengan kapasitas sekitar 600ml. Gin langsung meminum cairan hitam dari botol tersebut. Setelah itu, luka-luka yang dimiliki Gin mulai menutup. Wajahnya yang pucat mulai kembali mendapatkan warnanya.

Obat itu adalah salah satu hasil karya untuk menambah darah dan meregenerasi luka. Cocok digunakan untuk pertarungan lama dan dimiliki oleh setiap anggota Marine.

Gin kemudian melemparkan botol itu kearah kakaknya. Bon dengan sigap menangkap botol itu kemudian meminumnya. "Kau tetap pengertian seperti biasa yah?" Ucap Bon sambil tersenyum. Bon tidak menyadari kalau sejak pertama berjumpa dengan adiknya, Bon sama sekali tak bersikap seperti Okama. Nada suaranya pun berat, tidak cempreng seperti biasa. Serta tanpa logat bancinya. Yah, walaupun tetap memakai Okama Kenpo, setidaknya Bon bersikap selayaknya seorang pria.

Gin membalas senyuman kakaknya. "Yeah. Tapi itu yang terakhir. Tak ada lagi beristirahat setelah ini!" Ucapnya kemudian mengeluarkan 2 Odachi miliknya kemudian memasang kuda-kuda.

"Kau tahu Aniki…" Gin memulai pembicaraan.

"Hm?"

"Sedari tadi, kau bersikap selayaknya seorang pria. Tidak seperti yang orang yang mengatakan kalau kau adalah seorang crossdresser." Gin mengutarakan opininya.

Bon tersenyum. "Entah kenapa, sifat asliku keluar saat berjumpa denganmu…"

Gin tertawa lepas. "Hahahaha! Mungkin ini yang dulu sering kau sebut Dunia Para Pria!" Ucap Gin yang dibalas tawa juga oleh Bon.

"Gin,"

"Ya…?"

DAKKKHH!

Gin menahan tendangan Bon dengan Odachinya.

"Jangan membiarkan kewaspadaanmu menurun!"

"Tak akan!"

Setelah itu, Bon memutar badannya dan berusaha menendang Gin dengan kaki yang satunya. Gin masih dapat menahan serangan Bon. Gin melesakkan serangan balasan dengan memukul perut Bon. Kemudian, Gin melompat dan dengan kaki kanan menendang wajah Bon sekuat tenaga. Bon melesat kemudian menabrak sebuah batu.

BRUAKKH!

Gin tanpa ba-bi-bu langsung terbang kearah Bon. Dengan tinju yang siap dilesakkan, Gin menambah kecepatannya. Namun, saat hampir sampai ketempat kakaknya, Bon secara mengejutkan melompat baling kebelakang kemudian dengan kaki menendang punggung Gin dari atas.

BUKH!

Gin terjatuh kebawah. Namun, Gin tak menghantam tanah. Dia jatuh langsung ke Lv. 3, melewati lubang yang sebelumnya diciptakan Luffy dkk saat melakukan survival melawan monster-monster disini.

BRESSS!

Gin menghantam pasir Lv. 3 yang sangat panas. Bon juga melompat turun kebawah menyusul Gin. Mereka kembali melakukan pertarungan penuh emosi di Lv. 3. Sphinx, menjadi korban brutalnya pertarungan mereka. Pertarungan itu terus berlangsung sampai Lv. 4. Tempat dimana pertarungan ini akan berakhir.

Kakak dan Adik.

Bon dan Gin.

Tak ada yang mau mengalah, karena…

Ini dunia para pria!

~O~

Marinford.

"…AKU AKAN MENYELAMATKANMU! ACE!"

Teriakan yang datang dari pemuda berambut pirang seketika saja membungkam semua orang yang ada di pelataran alun-alun Marinford serta para bajak laut naungan Shirohige. Bahkan Shirohige Kaizoku-dan dan para Marine belum sempat melakukan pertarungan, mereka terinterupsi oleh sebuah kapal yang jatuh dari langit. Kapal dengan ukuran cukup besar dengan tulisan NARUTO pada bagian layar.

Tidak memakai bendera hitam yang menandakan kalau kapal itu tidak dimiliki oleh bajak laut.

Seorang keroco Marine yang berada dibaris depan langsung kehilangan warna wajahnya saat melihat orang-orang yang berada di kapal tadi. Terlebih, saat orang-orang kapal itu melompat turun ke dataran es.

"Me..me..mereka…"

Sengoku mendecih kesal. "Cih! Mereka tahanan dari Impel Down! Ini semakin merepotkan!"

Borsalino a.k.a Kizaru melihat seorang pemuda pirang diantara para tahanan Impel Down itu. "…Namikaze D. Naruto…"

Sengoku mendengar ucapan Kizaru menajamkan pandangannya. "Yang mana!?"

Mata Sengoku mengikuti telunjuk Kizaru yang mengarah ke seorang pemuda dengan setelan Tuxedo putih.

"…Pemuda dengan rambut pirang?" Kizaru mengangguk menjawab pemastian Sengoku.

Sementara Ace terkejut melihat Naruto dan Luffy. Setelah Ayah dan teman-temannya, kini adik dan kakaknya datang mempertaruhkan nyawa hanya untuk menyelamatkannya? Sepenting itukah Ace dimata mereka?

"Niichan… Luffy…"

Garp yang mendengar gumaman Ace tersenyum. "Kau lihat Ace? Kau pantas untuk hidup."

Dibarisan Sichibukai, Hancock tersenyum senang dengan wajah merona saat mengetahui Luffy berada di gerombolan gila itu. Sementara sang raja Dressrosa, Donquixote Doflamingo, memamerkan seringai iblisnya.

"Khukhukhu… Ini semakin menarik!" Pria berkacamata itu bergumam.

~O~

"Naruto?"

Naruto menoleh kearah belakang, melihat Marco bertanya padanya. "Ada apa? Marco,"

"Hahaha! Lama tak berjumpa! Kau tahu, cara masukmu itu benar-benar gila!" Bukan Marco melainkan Vista yang menyapa Naruto.

"Ya! Sudah lama sekali…"

BZZZTTT!

TRANGGG!

Naruto secepat kilat tiba didepan Shirohige dengan Bokkennya menahan serangan Crocodile. Luffy kemudian merespon dengan menarik tubuh Crocodile menjauh dari Shirohige.

"JANGAN MENGHALANGIKU!" Crocodile berteriak.

Sementara Luffy membalas teriakan Crocodile. "JANGAN MEMBUNUHNYA! ACE MENYUKAI KAKEK ITU!"

Shirohige menatap Luffy dengan pandangan datar. "Itu bukan urusanmu, bocah! Pergilah dari sini! Kau hanya menjadi sampah di perang ini!" Shirohige menantang Luffy.

Luffy memandang Shirohige kesal. "Apa masalahmu orang tua!? Kau tak punya hak mengaturku!"

Semua orang yang mendengar Luffy hanya bisa membeku dengan kombinasi Jawdrop dan Sweatdrop. 'Di..dia..,memaki Shirohige..?'

Shirohige menyeringai mendengar ucapan Luffy. 'Kuso-yaro Gaki…'

Naruto berkata pelan. "Sudah kubilang bukan..?"

"Dia memang adikmu…" Ucap Shirohige.

Naruto tertawa garing sebelum ekspresinya berubah serius. "Baiklah! Saatnya maju!"

Teriakan Naruto memancing kubu Shirohige untuk bergerak. Mereka berlari maju dengan Luffy berada di paling depan.

Di bagian Marine, Sengoku juga memerintahkan anak buahnya maju. Sentomaru, menjadi pemimpin dengan 20 Pacifista miliknya. "Ayo!"

Namur, seorang manusia ikan dari Shirohige Kaizoku-dan berteriak untuk memperingati teman-temannya. "Berhati-hatilah! Mereka itu Pacifista!"

"Serang!"

Para Pacifista mulai menyerang pasukan Shirohige dengan laser-laser mereka. Usaha ini cukup efektif karena puluhan orang dari pasukan Shirohige berhasil ditumbangkan. Ivankov, menyadari ada sesuatu yang berbeda dengan Kuma.

"Oy, Kuma!"

~O~

Bartholomew Kuma. Adalah tangan kanan Ivankov sebagai informan bagi ratu okama itu. Kuma sangat membenci Marine. Tragedi yang menimpanya dulu masih membekas dihatinya. Masa kecil Kuma sangatlah buruk. Kuma kecil kehilangan orangtuanya yang dibunuh oleh Marine yang mengira ayahnya merupakan kriminal yang meneror pulau asal Kuma hanya karena warna rambut dan bentuk tubuh yang sama. Ibunya juga dibunuh setelah menyembunyikan Kuma.

Terlunta-lunta di jalanan, Kuma kecil bertemu dengan Ivankov pada saat pasukan revolusi baru saja terbentuk. Menjadikan Kuma salah satu anggota kepercayaan Iva dan informan bagi pasukan revolusi.

Kuma menyusup ke jaringan Marine sebagai seorang Sichibukai. Memberikan pasukan revolusi informasi-informasi rahasia para Marine.

Namun, Ivankov kini harus dibuat kebingungan dengan perkataan pria berkapak didepannya.

"―Aku tak tahu apa hubunganmu dengannya. Tapi, dia bukan lagi Kuma yang kau kenal!"

Ucapan Sentoumaru tentu membuat Iva bingung. "Apa maksudmu!?"

Sentoumaru menyeringai. "Kuma-kou bersedia memberikan tubuhnya untuk menjadi bahan percobaan Marine…" Pria kapak itu melanjutkan. "…Dan inilah hasilnya! Mahakarya dari Dr. Vegapunk! PACIFISTA!"

Iva menggigit bibir bawahnya. Jadi ini alasan Kuma menghubunginya beberapa minggu yang lalu!?

'Iva-san… Terimakasih atas semua pertolonganmu padaku…'

"―KINI DIA MENJADI SENJATA MARINE!"

Setelah pria dengan jahitan di bagian mata itu berucap, Kuma atau yang sudah diubah menjadi robot pemerintah itu menyerang Iva dengan lasernya.

DUMMM!

Asap tercipta dari tempat Iva. Beberapa orang disekitar Iva yang merupakan bajak laut dan Marine terpental menjauh akibat ledakan tadi. Sepertinya, tembakkan laser tadi memiliki power yang lebih dibandingkan tembakan-tembakan sebelumnya.

Sentoumaru berusaha membunuh Iva.

Asap menipis. Memperlihatkan sosok seorang pria kekar dengan badan yang sangat proporsional. Pria itu merentangkan tapak tangan kirinya ke depan. Tapak tangannya masih berasap hasil dari tubrukan dengan laser tadi.

"Emporio…" Suara berat meluncur dari bibir Iva. Bukan suara cempreng seperti biasa.

Iva kemudian mendongak. Efek ledakan membuat angin yang mengibarkan rambutnya yang sudah berubah. Rambutnya tak lagi afro melainkan menjadi lebih pendek. Rambutnya bergoyang pelan dan sebagian menutupi mata kirinya.

"…Otoko Hormone…"

[A/N : Untuk penampilan Iva, bayangkan saja Zoro kalau lagi buka Kimono. Wajah juga sudah seperti seorang pria. Untuk rambut, bentuknya seperti rambut Gintoki dan warna ungunya menjadi lebih gelap mendekati hitam.]

Dilain tempat yang tak begitu jauh dari tempat Iva berdiri, Naruto dan Inazuma melotot tak percaya kearah Iva.

Naruto menggumam sambil terbata. "I..I…Itu…!"

Inazuma mengangguk. "Yeah.Emporio Otoko Hormone. Iva-san benar-benar ingin membunuh pria kapak itu."

"Bukan itu masalahnya!" Naruto menaikkan nada suaranya. "Rambutnya memendek dan badannya mengecil! Itu berarti perubahan Hormon-nya sampai tahap 2! Itu berbahaya bagi tubuhnya!" Ucap Naruto marah.

"Aku tahu!" Inazuma menggertakkan giginya. "Tapi, kita juga tak bisa menghentikannya!"

'Sialan! Seharusnya aku bisa berguna disaat seperti ini!' Ucap Inazuma.

Kembali ke sisi Iva, pria itu kini menatap para Pacifista didepannya dengan pandangan marah. "KUMA! Jangan harap kau bisa selamat setelah membuatku marah!"

BATSSS!

Iva melompat kearah para Pacifista. Sambil melesat, Iva sempat menusukkan hormon ke tangan kirinya. "Wink Transform – Equipment : Left Hand!" Setelah mengucapkan itu, bulu mata Iva yang sangat lentik menghilang dan otot-otot di tangan kiri Iva berkontraksi kemudian membesar yang membuatnya asimetrik dengan lengan kanannya.

Iva mengepalkan tangan kirinya kebelakang. Saat sudah tiba didepan para Pacifista, Iva melesakkan tangan kirinya. "DEATH PUNCH!"

BOOMMM!

Ledakan terjadi. Iva memukul satu Pacifista tepat dibagian perut yang membuat perut robot itu berlubang dengan diameter yang cukup besar. Tak ada darah. Melainkan hanya percikan api listrik yang keluar dari perut Pacifista tadi.

Pacifista itupun terjatuh didepan Iva. Sang Okama Ou memandangnya dengan sedih. "Membuat tubuhmu menjadi robot seperti ini…"

"―MATI KAU!"

DAKHHH!

Sentoumaru berusaha membunuh Iva dengan kapaknya. Namun, Iva berhasil menahan serangan Sentoumaru dengan tangan kanannya. Setelah itu, Iva meremas kapak itu sampai hancur berkeping-keping.

'Kuat sekali! Aku sudah melapisi kapakku dengan Haki!'

"…AKU TAKKAN MEMAAFKAN KALIAN, MARINE!"

Dengan tangan kirinya yang masih bebas, Iva memukul tubuh Sentoumaru dengan sangat keras. "HELL PUNCH!"

"UARGGGHHH!"

"SENTOUMARU-SAN!"

Sentoumaru mundur beberapa langkah kebelakang. Aneh, mengapa Sentoumaru tidak terpental?

Pria kapak yang merupakan bodyguard dari Dr. Vegapunk itu menyeringai. "Untung aku sempat menggunakan Tekkai… Kalau tidak…" Namun seringaian Sentoumaru menghilang seketika. "…!?"

Semua orang yang berada disitu membelalakkan mata. Termasuk para Admiral bahkan Sengoku. Sentoumaru yang disebut-sebut sebagai bodyguard dan tangan kanan Dr. Vegapunk itu melihat kearah bawah.

Dia memijak darah yang sangat banyak dibawah kakinya. Darah yang berasal dari perutnya yang sudah berlubang sehingga orang dapat melihat kebelakangnya.

Sentoumaru kemudian terjatuh digenangan darahnya sendiri.

Sementera Iva yang melihat Sentoumaru yang sudah tewas hanya memandang datar. Pandangannya kemudian beralih kearah Pacifista yang masih tersisa. "Aku akan membunuh kalian semua!"

~O~

Baltigo.

Monkey D. Dragon. Adalah pendiri sekaligus orang nomor satu pasukan revolusi. Tujuannya mendirikan pasukan revolusi adalah untuk menciptakan perdamaian didunia serta menghapuskan penindasan yang dilakukan Sekai Seifu (World Government) dan kaum Tenryubito.

Pasukan revolusi adalah kelompok netral. Meskipun begitu, pasukan revolusi tetap menganggap Sekai Seifu musuh mereka. Begitu pula sebaliknya, Sekai Seifu menganggap Dragon sebagai musuh utama mereka dalam mewujudkan dominasi mereka.

Dragon yang tengah duduk diruangannya sambil menyesap teh yang dibuat istrinya memijit kepalanya pelan. Sungguh, terlalu banyak hal merepotkan terjadi dalam kurun waktu satu bulan. Ajaibnya, semua itu selalu memiliki hubungan dengan anaknya. Apakah itu takdir? Mengingat Dragon muda juga banyak terlibat masalah pada awalnya.

Dragon kembali menyesap tehnya. Setelah itu, dia kembali meletakkan cangkir tehnya ke meja, kemudian Dragon mengambil sebuah berkas di meja kerjanya itu. Disitu terdapat pesan yang dikirim oleh salah satu unitnya. Mereka mengatakan kalau Nico Robin ada bersama mereka. Dengan cepat, Dragon langsung memerintahkan anak buahnya itu untuk membawa dan menyelamatkan Nico Robin.

Tentu saja. Nico Robin, sang arkeolog terakhir dari Ohara. Tentu saja dia merupakan image yang disebut-sebut sebagai cahaya revolusi. Satu-satunya orang di dunia ini yang memiliki kesempatan terbesar untuk membongkar sejarah era yang hilang. Tentu Dragon harus melindunginya.

Selain itu, hal ini juga sebagai penepatan janjinya pada Naruto. Kakak angkat anaknya itu sudah meminta Dragon untuk melindungi Robin. Tentu Dragon tak mau mengecewakan Naruto yang sudah dia anggap seperti anak sendiri itu bukan?

"…Apa kau mengerti?" Ucap Dragon setelah memberi perintah pada kapten tim dimana Nico Robin berada.

"Roger." Mata Denden Mushi itupun menutup.

Setelah itu juga, eksekusi Ace hendak dilakukan. Dragon tahu, Ace adalah saudara angkat dari anaknya serta tangan kanannya ―Sabo―. Bicara soal Sabo, tentu saja dia akan langsung berangkat menuju Marinford begitu mengetahui saudaranya akan dieksekusi.

Namun, dengan berbagai pertimbangan, Dragon membuat skenario agar Sabo tidak akan pernah tahu tentang proses eksekusi saudaranya itu. Jika Sabo muncul sekarang, tidak hanya pasukan revolusi, bahkan nyawa Sabo pun dipertaruhkan untuk ini.

'Maaf Sabo…' Dragon membatin kemudian menutup mata. Berusaha mengistirahatkan otaknya yang terlalu banyak dipress belakangan ini.

'…Kuharap kau mengerti tentang ini…'

~O~

Sakazuki, atau lebih dikenal dengan julukannya -Akainu- kini sedang dalam perasaan kesal. Perang baru saja dimulai dan Marine sudah kehilangan salah satu kartu mereka. Sentoumaru, yang merupakan pengendali para Pacifista tewas secara mengejutkan akibat serangan Emporio Ivankov. Anggota pasukan revolusi dengan Bounty 712.000.000 Berry.

15 menit kemudian, Ivankov tumbang setelah membantai semua Pacifista yang mereka miliki. Kemudian teman-temannya langsung membawa tubuh sang Okama. Namun, dirinya yakin kalau commander di pasukan revolusi itu masih hidup.

Sichibukai tak begitu berarti. Mereka semua disibukkan melawan para kapten divisi Shirohige. Sungguh semua ini diluar perkiraan mereka.

Kekesalannya bertambah saat melihat musuh menguasai jalannya pertempuran. Ternyata dugaannya benar. Pemuda berambut pirang bernama Naruto itu berdampak buruk bagi mereka. Akainu harus membunuhnya.

"Sengoku-san!" Akainu berteriak pada pimpinan tertinggi Marine itu. "…Kita terdesak! Aku akan maju sekarang!" Ucap Akainu dengan kesal.

"Baiklah!" Sengoku mengangguk. Dia juga memahami kondisi mereka. Para bajak laut itu sudah hampir mencapai alun-alun. Tentu saja hal ini buruk bagi mereka. Bahkan, bisa saja mereka terpaksa mempercepat eksekusi. Ditambah lagi peperangan yang disiarkan secara langsung, tentu Sengoku tak mau harga diri Marine terinjak-injak bukan? "Borsalino, Kuzan! Bantu Sakazuki!"

Akainu melompat kedepan. Dia kemudian mendarat didepan Naruto dan Luffy. "Mugiwara dan Namikaze! Kalian adalah sampah yang harus dibersihkan!"

Luffy berteriak keras dan berusaha menyerang Akainu. "BRENGSEK!"

"Gomu Gomu no Bazooka!"

Sebelum pukulan Luffy mengenai Akainu, sebuah tembok es menahan pukulan Luffy.

"Kuzan…" Akainu menggumam melihat Aokiji berdiri disampingnya.

Setelah itu, partikel cahaya muncul disamping Aokiji. Partikel cahaya itu berkumpul dan membentuk wujud manusia. Kizaru.

Kizaru menatap Naruto dengan senyuman. "Hisashiburi… Namikaze. Sudah cukup lama setelah kejadian itu…" Ucap Kizaru dengan nada anehnya.

Naruto menyeringai. "Yeah. Saat Admiral Marine secara memalukan tak mampu membunuh dua orang remaja." Naruto berusaha memanas-manasi Kizaru.

"―Yah, sayang sekali Akagami datang saat itu."

Naruto memandang Luffy. "Luffy, majulah kedepan. Mereka, biar aku yang menghadapinya." Ucap Naruto pada Luffy. "Begitu juga dengan kalian! Jangan membantuku! Itu membuatku repot!" Naruto pada bajak laut dibelakangnya.

Luffy dan para bajak laut itu kemudian berlari kedepan meninggalkan Naruto dan ketiga admiral. Kizaru tentu tak membiarkan hal ini. Dia dengan Yata no Kagaminya melesat dengan kecepatan tinggi kearah Luffy. Kizaru muncul dengan Ama no Murakumo miliknya.

Namun, belum sempat Kizaru menebas Luffy, Naruto muncul kemudian dengan cepat menendang Kizaru. Kizaru menahan tendangan Naruto dengan tangan kanannya. Walau begitu, tendangan Naruto masihlah sangat kuat, Kizaru terpental kebelakang sebelum berhenti didekat Aokiji dan Akainu.

Naruto tersenyum. "Sudah kubilang bukan? Akulah lawan kalian."

Salah satu bajak laut berucap cemas pada Luffy. "Kau yakin dengan ini, Mugiwara? Mereka itu Admiral!"

Luffy tertawa. "Shishishi! Tak apa…"

Disisi lain, Naruto menatap ketiga Admiral didepannya yang sudah mengaktifkan masing-masing elemen Logia mereka. Pemuda kuning itu menciptakan sebuah Bokken yang kemudian menghitam karena dilapisi Bushohoku no Haki.

.

.

"…Naruto-niichan lebih kuat dari yang kau duga."


To Be Continiue…


A/N : Yah! Cliffhanger disaat yang kurang tepat. Di chapter depan, Naruto akan menunjukkan tajinya sebagai orang yang pantas disegani oleh Sekai Seifu.

Ivankov, Bon dan Gin menjadi tokoh utama di chapter ini. Yah, saya tak ingin hanya Main Chara yang mendapat peran utama bukan?

Untuk Ivankov, itu merupakan variasi dari Emporio Onna Hormone dimana kemampuan Iva dilipatgandakan beberapa kali. Untuk Death Punch dan Hell Punch, merupakan variatif dari kemampuan Wink Iva. Buat penggemar OP pasti tahu.

Kemudian, Sentoumaru mati di fic ini. Seperti yang kalian bisa baca, saya tidak segan untuk membunuh seorang character walaupun dia memiliki peran penting di Canonnya.

Terakhir saya cek, saya mendapat 596 Review. Wow! Review terbanyak yang pernah saya raih! Saya berharap ini menembus 1k+ review! Yah, semoga saja.

Dan saya cek juga, ada yang mampir memberikan flame! Itu berarti flame pertama saya sejak saya berkarir di dunia FFn! Yah, saya tidak terlalu perduli namun, untuk flamer, kata-kata kotor yang kamu gunakan, membuatmu terlihat sangat bodoh. Begitukah hasil didikan orang tuamu?

Oke! Akhir kata, saya hanya mengharapkan review, fav dan follow dari kalian semua! Untuk The Wind Walker, masih diproses! Belum pasti kapan updatenya.

Review, review, review!


Sthricynix, Out.