Love Story

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Romance/Friendship

Chapter 13: ShikaTema problem

Summary: Shika dijodoh'kan dengan seseorang di lain sisi Temari juga

Pairing:

Only ShikaTema (In these chapter only)

"Tem, ada yang ingin kubicarakan." Kata Shikamaru pada Temari yang sedang memetik bunga di taman. Temari pun menoleh dan menatap Shikamaru 'mau bicara apa?'. "Aku dijodoh'kan oleh ayahku."

"Apa!" Temari terkejut bukan main. "sama siapa?"

"Aku juga gak tau, mala mini aku bertemu dengannya." Kata Shikamaru sambil menunduk.

"Terus? Hubungan kita bagaimana?" Tanya Temari hampir menangis, Shika hanya menggeleng pertanda tidak tau. "Kita putus…" Ucap Temari pelan.

"Putus? Gak mungkin." Kata Shikamaru kaget.

"Terus? Aku kita harus apa? Selingkuh?" Tanya Temari menangis, baru kali ini Shikamaru melihat Temari menangis.

"Aku juga tidak tau…." Kata Shikamaru sambil duduk di bangku taman.

"Yasudah, lebih baik kita jujur…." Kata Temari lalu duduk disamping Shikamaru, Shikamaru hanya menatapnya heran. "Atau putus?"

"Biar nanti kupikirkan." Kata Shikamaru.

"Kapan pernikahannya?" Kata Temari lirih.

"Setelah lulus…" Jawab Shikamaru lirih, sambil menangis Temari langsung pergi. "Maafkan aku Tem." Guman Shikamaru, ia lalu menatap langit yang mendung, ternyata langit akan menangis tapi Shikamaru tak peduli dengan hal itu, yang dia mau sekarang adalah Temari dan kebahagiaannya.

Flashback: On

Shikamaru sedang berlari menuju sekolah yang katanya merepotkan. Dia melihat jam tangannya yang sudah menunjuk'kan jam 6:45. "Merepotkan sekali.." Gumannya, tanpa sadar ia menabrak seseorang….

Bruuukk

"Go-gomen…" Kata Gadis itu sambil membugkuk'kan badan.

"Tidak apa-apa kok." Kata Shikamaru sambil tersenyum, baru pertama kali Shikamaru tersenyum tulus, didepan cewek pula.

"Apa kamu tidak apa-apa?" Tanya gadis berumur sekitar 6 tahunan, sama seperti Shika.

"Harusnya aku yang nanya, apa kau tak apa-apa?" Tanya Shika balik. Gadis itu hanya mengangguk. 'Namamu siapa?" Tanya Shikamaru.

'Namaku Subaku No Temari, kamu?" Jawab gadis bernama Temari itu.

"Aku Nara Shikamaru, panggil saja Shika." Kata Shikamaru sambil tersenyum. "Sudah dulu ya, aku lagi buru-buru." Kata Shika lalu pergi.

_5 years later_

"Apa kau benar-benar mau pergi ke Suna?" Tanya gadis berumur 11 tahunan.

"Ayolah Matsu-Chan, aku harus pulang karna orang tuaku." Jawab Temari sambil tersenyum

"Kalau begitu aku ikut!" Kata Matsuri setengah berteriak.

"Ya sudah kalau Matsu-Chan mau ikut." Kata Rei, ayah Temari tiba-tiba datang.

"Boleh om?" Tanya Matsuri berharap jawabannya 'iya', Rei hanya mengangguk. "Yes! Tuh kan boleh." Kata Matsuri sambil loncat-loncet riang.

"Yuk!" Ajak Rei ramah.

_2 years later_

Sekarang Shikamaru sudah menjadi anak kebanggaan keluarga Nara. "Shika! Cepet bangun!" Kata Yoshino, ibu Shikamaru dari bawah.

"Iya-iya, aku bangun." Kata Shikamaru yang masih setengah sadar, dia berjalan menuju kamar mandinya.

30 menit kemudian.

Shikamaru lalu menuruni tangga rumahnya. "Shika, makan dulu." Kata Yoshino sambil menyiapkan telur rebus unruk Shika.

"Aku tidak lapar bu."

"Ayolah, ibu sudah susah payah membuatkamu telur."

"Apa susahnya bikin telur sih?" Gumam Shikamaru, ia duduk lalu memakan telur yang direbus ibunya.

5 menit kemudian

"Aku berangkat!" Kata Shika lalu pergi ke sekolah

_Konoha Academy_

"Hah~" Kata Shikamaru menghela nafas.

"Kau kenapa? Tanya Choji, sahabat Shika.

"Tidak kenapa-napa." Jawab Shika malas.

Teet Teet

Bel academy sudah berbunyi, masuklah seorang guru bermbut coklat dengan rokoknya. "Baik anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru, Silahkan masuk." Kata Asuma memberi aba-aba, lalu masuklah gadis berambut kuning kecoklatan atau bisa dibilang emas gelap. "Perkenlakan dirimu, nak." Kata Asuma sambil menghisap rokoknya.

"Nama saya Subaku No Temari, aku pindahan dari Suna, mohon bantuannya ya." Kata Temari sambil tersenyum tipis.

"Sekarang kau boleh duduk…. Disitu." Kata Asuma sambil menunjuk Shikamaru yang tengah tertidur.

"Baik sekarang kita bla bla bla…" Temari tidak mendengar'kan omomgan Asuma, dia hanya melihat orang yang ada disebelahnya.

"Seperti pernah melihatmu, tapi dimana?" Gumam Temari, tiba-tiba orang yang disebalahnya terbangun.

"Ada apa?" Tanyanya pelan.

"Itu…ano… serasa pernah melihatmu, tapi aku lupa pernah melihatmu dimana."

"Kau orang yang pernah kutabrak itu." Jawab Shikamaru santai.

"Kapan?... oh yang 7 tahun lalu itu?" Tanya Temari sambil mengingat-ingat.

"Yap."

Flashback: Off

Itulah hari-hari mereka bertemu, what a nice memory.

Setelah mengingat itu, hujan menangis lalu diikuti oleh Shikamaru. "Kenapa?" Gumamnya. "Kenapa!"

Shikamaru POV

Apa salahku? Dan siapa orang yang bakan dijodoh'kan denganku? Hidupku hancur tak tentu arah sekarang, aku harus memilih Temari atau orang tuaku? Bingung!

Aku berjalan menuju rumah ku yang.. entahlah.

End Of Shikamaru POV

_Subaku House_

Tok Tok Tok

Gaara mengetuk pintu kamar kakaknya yang sedang menangis. "Nee-san? Apa aku boleh masuk?" Tanya Gaara.

"Hiks…Hiks…Hiks.." Hanya itu yang disengar oleh Gaara, Gaara tak mau ambil pusing, ia langsung memasuki kamar kakaknya.

"Nee-chan kenapa?" Tanya Gaara.

"Hiks…Hiks…Hiks…" Temari hanya menggeleng.

"Gara-gara cowok itu ya?" Tanya Gaara, Temari hanya mengangguk. "Dia apain nee-chan?"

"Dia…Hiks….Di…Hiks jodoh'kan oleh….oramh tuanya…. Hiks…" Kata Temari disela-sela isak'kannya.

"Sudah ku bilang'kan? Backstreet itu gak baik, sekarang nee-san mau jadi selingkuhannya?" Tanya Gaara sedikit berteriak marah.

"Nee-san…hiks…..juga tidak tau….."

"Nee-san harus putus dengan laki-laki itu." Kata Gaara tegas.

"Nee-san gak bisa….Hiks…."

"Taidama!" Teriak Kankuro dari bawah.

"Sekarang nee-san tenag ya, nanti aku cari solusi nya." Kata Gaara lalu meninggal'kan Temari

.

"Udah pulang nii-san?" Tanya Gaara sambil membantu kakaknya masuk.

"Menurut lo?" Tanya Kankuro balik.

'Hiks….hiks…Hiks…' Suara isak'kan Temari keluar lagi.

"Hiiii…. Dirumah ini ada hantu ya?" Tanya Kankuro.

"Itu suara Temari nee-san." Jawab Gaara datar.

"Oh." Kata Kankuro ber'oh' ria. "Emang nee-san kenapa?"

"Biasa, soal Shikamaru." Jawab Gaara datar.

"Shikamaru? Emang kenapa dia?"

"Tanya aja sendiri." Kata Gaara lalu meninggal'kan Kankuro sendirian.

Ting Tong Ting Tong

Kankuro yang berada diruang tamu langsung membuka'kan pintu. "Ayah? Jam segini kok udah pulang?" Tanya Kankuro kaget

"Ayah mempunyai kabar, nee-san mu mana?"

"Ayah?" Tanya Gaara tiba-tiba datang.

"Nee-san kalian mana?" Tanya Rei lagi.

"Lagi dikamarnya, emang kenapa?" Kata Gaara heran.

"Panggil nee-san kalian, ayah tunggu diruang tamu." Gaara dan Kanku lalu pergi untuk memanggil kakaknya.

.

"Nee-san." Panggil mereka berdua kompak.

"apa?" Tanya Temari dibalik pintu.

"Ne-san di panggil ayah, sekarang ayah lagi diruang tamu." Kata mereka kompak.

Ckleek

"Ada apa?"

"Ayah manggil." Kata Kankuro, Temari langsung jalan aja tanpa memperulikan Gaara maupun Kankuro.

.

"Ada apa yah?" Tanya Temari sambil duduk disebelah Gaara and Kankuro.

"Mungkin ini kabar buruk bagimu." Kata Rei masih basa-basi. "Kamu akan di jodoh'kan." Sambung Rei, Temari langsung kaget bukan main.

"Jodohin? Gak salah? Yah~, ini bukan jamannya siti nurbaya." Kata Temari hampir menangis.

"Tapi ini harus. Jam 7 kita sudah harus disana, jadi siap-siap." Kata Rei langsung pergi kekamarnya.

"Huaaa…" Temari kembali menangis.

"Sudah-sudah, mungkin ini yang terbaik." Kata Gaara menenangkan.

"Sudahlah, aku rasa ini yang terbaik untuk nee-san." Kata Kankurou juga ikut menenang'kan.

"Kalian enak, kalau misalnya, orangnya belum nee-san kenal bagaimana?" Tanya Temari sambil menangis.

"Sudah-sudah, nee-san siap-siap gih sana." Kata Gaara sambil mengantar Temari.

"Ta-tapi…"

"Shyuut…. Inilah yang terbaik." Kata Gaara pelan.

"Yasudah kalau menurutmu begitu." Kata Temari lalu memasuki kamarnya.

.

"Temari! Cepet!" Teriak Rei dari lantai bawah, tiba-tiba keluarlah Temari dengan memakai dress violet diatas lutut dengan high heels putih setinggi 4 cm. "Kau cantik mala mini, pasti calon suamimu suka." Kata Rei setelah melihat anak perempuan satu-satunya. Setelah itu keluar 2 cowok berpakaian simple.

"Kapan kita berangkatnya?" Tanya Gaara datar.

"Sekarang, yuk." Kata Rei sambil berjalan menuju mobilnya.

.

.

'Ini kan rumahnya…

T B C

Hehehe Gomen lama update, padahal banyak yang ingin update kilat.

Sasuke: Heh author aneh!

Author: Apa? *Santai*

Sasuke: Aku kok gak ada di chap ini?

"Author: Mana I tau *santai* tanya sama otak gue donk.

Sakura: Author geblek! Kemarin NejiTEn kan baru pacaran, kenapa gak bikin kencan aja?

"Author: Awalnya juga mau seperti itu tapi kok melenceng ya?

Sasuke: Sudalah Saku-chan, author aneh ini itu BAKA

"Author: Biarin, emang lo tau gue siapa?

Sai: Author yang aneh sekali *Polos*

"Author: Apa kalian bilang?

Shikamaru: Sudahlah, kalian ini seperti anak kecil...

SasuSakuSaiSilla: Siapa yang seperti anak kecil? *swt*

Temari: Kalian...

SasuSakuSaiSilla: Awas kau... *sambil mengejar Temari*

Shikamaru: Riview ya... Hah~ *Pergi*